Persetujuan Proyek Pengembangan Pemasangan Pipa Gas Milik SCI Yang Pemasangannya Dilakukan Oleh PT. Surya Cipta Internusa



Gresik, Proteksi Online.

PT. Matra Upaya Tangguh, telah mengadakan undangan rapat untuk memahas pelaksanaan penggalian untuk pemasangan pipa yang sudah disepakati oleh warga masyarakat, terutama RT dan RW dari desa Pulopancikan, kecamatan Gresik di Kantor Balai Desa Pulopancikan, yang dihadiri oleh Kepala Desa Bpk. M.Taufiq dan dari pihak PT. Matra Upaya Tangguh dihadiri oleh Bpk. R. Broto (Humas) dan beserta beberapa staf. Program tersebut sudah terjadi kesepakatan sejak Oktober 2010, dan untuk kewajiban secara administrasi surat ijin rekomendasi tersebut terkait proyek Nasional yang dilaksanakan di wilayah Desa Pulopancikan Kabupaten Gresik, sudah mendapatkan keabsahan yang jelas, ujar Kepala Desa Bpk. M. Taufiq dan termasuk penyampaian tersebut dari pihak KaHumas dari PT. Matra Upaya Tangguh.

Rencananya pipa tersebut akan ditanam sedalam 2 meter dari permukaan tanah yang digali.

Dalam musyawarah tersebut dari pemantauan LPK /  Media Proteksi Online pada Pukul 19.00wib, Hari Rabu, Tanggal 29 Juni 2011. Suasana tersebut aman dan terkendali dan sangat disetujui demi pengembangan – pengembangan proyek Nasional. Yaitu, Pipa Gas, milik PGN (Perusahaan Gas Negara) yang dilakukan Proyek Pengembang oleh pihak PT. Matra Upaya Tangguh

Dari pihak PT. Matra Upaya Tangguh, juga telah memberikan kompensasi yang sesuai kesepakatan bersama kepada warga masyarakat di sepanjang Jalan yang dilalui Proyek tersebut, Khususnya para pemilik Usaha (kios, toko, warung,dll). Sehingga warga masyarakat disepanjang jalan yang dilalui proyek tersebut dengan senang hati merelakan waktu dan tempatnya untuk kelancaran jalannya proyek tersebut. perhari penggalian tersebut panjangnya kurang lebih sekitar 50 meter dan di pergunakan 3 sistem pengerjaan yaitu terdiri dari penggali, pengelasan dan pengurukan agar dapat segera dipergunakan kembali tempat yang dijadikan pengurukan galian tersebut.para pekerja langsung di pantau langsung oleh pihak pelaksana dari PT Surya Cipta Internusa di lapangan supaya proyek tersebut dapat berjalan lancar.
TAR/TIM, Bersambung.

PRESTASI SMP NEGERI 1 CLURING


SMPN 1 Cluring

Banyuwangi, Proteksi Online

Segudang prestasi diraih SMPN 1 Cluring sejak beberapa tahun silam, hal tersebut karena kekompakan pihak sekolah dan wali murid dalam upaya menggapai sukses prestasi pendidikan dalam semua sektor. Berbagai strategi dikaji secara ilmiah hingga terangkum wacana kerangka penjalaran kurikulum secara benar para Kaur mengurai untaian program yang ditetapkan sesuai petunjuk 

kepala Sekolah, dengan kebersamaan meraih prestasi dibidang akademik dan non akademik suatu halyang seolah menjadi langganan tiap periode tahun ajaran.
Faizal Ramadhan

Untuk pengondisian agar siswa dapat lulus dengan nilai maksimal saat menghadapi ujian Nasional bagi siswa kelas 9 diberlakukan program Tray Out dengan pemetaan level (high / middle / lower) skil, selanjutnya yang masuk pada high level diambil dari ranking 70 besar selanjutnya dikarantina selama satu bulan sebelum UN dibawah pantauan panitia khusus. Cara demikian bertahun-tahun di berlakukan hingga setiap Ujian Nasional selalu memperoleh peringkat pertama/setidaknya masuk tiga besar perolehan ranking rata-rata di tingkat Kabupaten Banyuwangi.
Di dalam pelajaran non akademik ditanamkan kedisiplinan siswa untuk menopang OSN/O2SN Sukses, hal tersebut diraih sejak tahun 1997 sebagai contoh bola volly putri belum pernah terkalahkan ditingkat Kabupaten pada semua even, dalam rangka O2SN tahun 2011 menyumbang Atlet terbanyak di Kabupaten Banyuwangi untuk tingkat Propinsi.
Dan mendapatkan peringkat empat dalam lomba lompat jauh 2011.
OSN (Olimpiade Saint Nasional) dalam bidang fisika bulan ini tingkat Propinsi bidang Study Fisika diwakili satu anak dan hasilnya masih menunggu.
O2SN (Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional) pada tahun 2010 mampu menyumbang 8 mendali (emas, perak dan perunggu).

Demikian Banyak prestasi para siswa dan mereka telah mendapatkan penghargaan berupa biasiswa prestasi, setiap tahunnya selalu ada dan untuk tahun 2010 dapat 7 atlit dan 2 diantaranya di panggil ke Jakarta pada bulan Juli 2011 sebagai atlit bola volly putri mewakili Jawa Timur.
Seorang siswa peraih nilai akhir ujian Nasional tertinggi di SMPN 1 Cluring dengan nilai 37,83 bernama Faizal Ramadhan, anak tersebut ebrasal dari SDN 1 Jajag yang bersangkutan merasa bangga sekolah di SMPN 1 Cluring, karena menurutnya tatacara pembelajarannya sesuai harapan ditunjang guru yang profesional serta bersahaja.



 Pusaka Gurita Berdarah Putih Rambah
Hotel Golden Cottage-Cluring

Banyuwangi, Proteksi Online.
Banyuwangi Tanggal 23/6 mapolsek Cluring ramai didatangi sekitar 30 wartawan sejak pukul 09.00 dikala Kanit Reskrim M.Hariyono Ajun Inspektur Polisi tengah menyidik “ Wayan” selaku pemilik Hotel Golden Cottage. “ Wayang dengan keangkuhan mengenakan kaca mata hitamnya menjawab pertanyaan penyidik polisi tampak gagah berani pilih tanding tak bergeming kaca mata hitamnya menggambarkan jajaran anggota Polsek Cluring levelnya tidak sepadan. Jelang malam harinya di dusun Cemetuk Rt1/1 Desa/Kecamatan Cluring dimana Hotel Golden Cottage berada segenap warga galang tanda tangan pada lembar kesepakatan menolak keberadaan Hotel Golden Cottage di daerahnya dengan pertimbangan bahwa ditempat tersebut pembudidayaan Prostitusi. Penyidikan Polsek Cluring pada Wayantg berawal dari peristiwa adanya laporan warga bahwa ada sepasang pria wanita dewasa masuk Hotel Golden Cottage dengan status bahwa mereka berdua adalah guru, bagai harimau kelaparan petugas melakukan razia dan menemukan warga Wadung Dolak Kecamatan Glenmore bernama Suryanto 45 tahun selaku penilik UPTD Pendidikan TK/SD Kecamatan Glenmore berselingkuh dengan seorang guru SDN 4 Genteng bernama Siti Qomariyah, disaat razia berlangsung diikuti wartawan dan karnanya Wayang menyekap wartawan tersebut karena mengambil gambar razia selanjutnya serta merta mengunci pintu gerbang Hotel dan menjaganya dengan seekor anjing Helder selanjutnya Wayan mengatakan kepada wartawan yang disekapnya bahwa apabila kalian ingin bebas maka harus membayar 10.000.000 rupiah serta merta diantara mereka “ Iqbal “ wartawan JTV menghardik Wayan berduel fisik sehingga berakibat menjadikan mental Wayan “ Down “, akibat karenanya 3 wartawan dibebaskan dari sekapan anjing Helder termasuk Polisi yang terjebak disaat itu. Pada tanggal 25/6 pukul 10.00 Satpol PP bersama Mustika Kecamatan Cluring mengadakan Sidak ke Hotel Golden Cottage untuk memastikan tentang surat perijinan Hotel dan hasil yang diperoleh Wayan benar adanya telah memiliki surat-surat sebagai persyaratan usaha perhotelan walau diantara surst-surat tersebut harus diperpanjang lagi karena mati. Ikut bersamanya saat razia digelar sekitar 50 wartawan dan 50 warga sekitar sehingga keadaan menjadi ramai, dalam keramaian tersebut bergemuruh yel-yel “ Tutup, tutup, tutup “ sehingga mengakibatkan Wayan terkencing-kencing hingga celananya menjadi basah kuyup sampai lutut. Razia berlanjut pemeriksaan kamar demi kamar dan ternyata ditemukan 3 pasangan berselingkuh, 1 pasangan berstatus pedagang dan 2 pasangan selingkuh lainnya masing-masing berstatus Guru/Dosen, mereka berenam dikirim oleh Satpol PP ke Kantor Kecamatan Cluring berlanjut ke Kantor Kabupaten Banyuwangi. Identitas masing-masing pasangan antara lain : Adi Sukirno 34 tahu, Dsn.Umbul Rejo Rt02/06 Bangorejo Kecamatan Srono dengan Khusnul Khotimah 36 tahun Dsn. Stoples Rt01/01 Ds. Kedung Kec. Muncar sedangkan yang berstatus Guru/Dosen pasangan yang pertama adalah Drs. Nur Hadi 46 tahun Dsn. Kopen Rt10/02 Genteng Kulon Kec. Genteng dengan wanita cantik tidak berlegalitas dan tarakhir pasangan Moh. Lukono 32 tahun Rt01/04 Dsn. Krajan Ds. Sembulung Kec. Cluring dengan Faridatul Islamiyah 28 tahun Dsn. Krajan Rt04/04 Ds. Sembulung Kec. Cluring. Dari kejadian itu masyarakat Cemetuk bersikukuh mendesak Pemerintah utntuk menutup Hotel Golden Cottage dan bilamana Hotel tersebut tetap buka terima tamu maka masyarakat akan menyatroni tamu yang masuk Hotel selanjutnya akan dilaporkan kepada instansi berwenang dan menginformasikannya kepada wartawan dengan harapan Hotel tersebut akan lebih steril dari perselingkuhan. Memanasnya suhu asusila di Kecamatan Cluring diawali dengan terkuaknya misteri Pusaka gurita milik nyai “Sumbulatin,  35 tahun” dimana kebringasannya menggemparkan masyarakat Cluring, pada saat tertentu Pusaka Kramat tersebut berkeliaran mencari mangsa, sekalipun “Sesajen” kegemarannya berupa daging mentah senantiasa selalu disiapkan, sungguh mengerikan pusaka berdarah putih yang sangat terkenal tersebut matanya tak berkedip mengintai mangsa baru. “Nyai Sumbulatin” selaku istri ulama besar dari kalangan Ahlussunah Waljama’ah (ASWAJA) Almukarom Kyai Ali Imron pengasuh pondok pesantren sejak bulan Juni 2011 namanya tersebar ke seluruh plosok  dunia melalui situs Internet bak selebritis dadakan, namun sayang namanya mencuat pada kondisi sebagai korban kebrutalan pusaka berdarah putih yang dimilikinya kurang lebih sejak 15 th silam. Segenap masyarakat dan jajaran santriwan/wati ponpes Aswaja kecamatan Cluring mengetahui bahwa pusaka tersebut benar adanya selalu dibungkus kain baik siang maupun malam kecuali apabila pusaka tersebut saat akan menyantap sesajen daging mentah sajian “Nyai sumbulatin”. Sansi spektakuler yang dilakukan pusaka tersebut dimungkinkan untuk menternarkan yang “Bahu Rekso” dengan cara demontrasi mempertunjukkan atas kehebatannya sebagai pemangsa daging hidup walaupun setelahnya berdampak dengan resiko darah putihnya berkeluar berhamburan sambil meragang.
Almukarom Kyai Ali Imron selaku suami “Nyai Sumbulatin” yang terkenal alami dengan segudang ilmunya di buat tidak berdaya dalam  menandigi /mengimbangi sepak terjang dimakan pusaka yang sakti mandraguna terlebih disaat tertetu pusaka itu tau-tau berdiri tegak,  wal hasil bila sudah demikian serta merta kain pun bungkusnya disingkap hingga benda pusaka itu keluar sambil angguk-anguk tengok sana – sini mencari daging mangsa untuk di hujam hingga mangsa tak berdaya.
            Fenomena pusaka ciptaan yang maha kuasa tersebut dengan bergantinya hari bertambah usia makin brutal saja hingga sekitar Bulan Juni 2011 membawa korban insan yang tak berdosa sebagai mana nasib seorang santriwati ponpes Aswaja, Umur 15 th dipaksa oleh yang “Bahu Rekso” pusaka untuk menimang-nimang, mengelus, mencium serta mengulum dengan mulutnya. Berdasarkan peristiwa yang dialami itulah selanjutnya santriwati yang bersangkutan melaporkan kepada polsek Cluring dengan pengadilan bahwa dirinya telah dipaksa oleh Almukarom Kyai Ali Imron agar bersedia menjilat-jilat dan mengulum dengan mulutnya atas pusaka “Nyai Sumbulatin” yang selalu haus daging mentah sehingga peristiwa tersebut seperti berkaraoke didalam kain sarung pembungkus pusaka bertuah darah putih yang makin meregang, atas laporan itu pihak polsek Cluring bertindak mengamankan pusaka tersebut beserta almukarom Kyai Ali Imron selaku pembahureksonya dan selanjutnya melimpahkan ke Polres Banyuwangi dengan maksud menghukum pusaka yang jelalatan agar aman tak terpotong dari amukan dari masyarakat yang punya niat menghabisi pusaka berupa dongkrak antik yang menempel pada pangkal kedua paha Kyai Ali Imron.
            Suasana geram dari kaum islam kepada seorang yang terjuliki almukarrom Kyai bermoral bobork kian tersulut terlebih yang bersangkutan selaku pendiri sekaligus pengasuh ponpes yang didalamnya ada sekolah Diniyah Islamiyah hingga SMK, salah seorang ustadz Ponpes Aswaja pengajar bidang Studi Al Qur’an dan Hadist “Nur Rohman, 21 Th” sangat menyayangkan andaikata hal tersebut dipengadilan pidana nantinya terbukti benar adanya telah melakukan kesalahan. Dari sumber lain beredar rumor benda pusaka berdarah putih tersebut benar adanya dijilat – jilat santriwati atas perintah Kyai ali Imron dengan maksud agar cepat pintar menuntut ilmu.
Saat peristiwa itu terjadi dapat digambarkan bahwa Kyai Ali Imron berkata kepada santriwatinya “Ning Kecuplah anuku,…. Hem, auuu nikmatnya”, kita tunggu kabar selanjutnya akan hal ini setelah pengadilan negeri Banyuwangi menggelar kronologi kepastian yang sebenarnya, semoga aib ini tidak terbukti adanya. Tak heran tas kesaktian pusaka darah putih virusnya mewabah ke hotel Garden Cottage.Proteksi (HAW)Team
GRESIK BOYONG ADIPURA KE  7 KALINYA SERTA BORONG  5 PIALA ADIWIYATA

GRESIK, Media Proteksi Online/Tim---Tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Gresik menerima Piala Adipura tingkat Nasional untuk yang ke 7 (tujuh) kalinya. Selain itu, Pemkab Gresik melalui 5 lembaga sekolah di Gresik juga memborong  5 (lima)piala Adiwiyata tingkat Nasional.
Benar-benar panen penghargaan, belum genap seminggu Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menerima 2 (dua) penghargaan Nasional. Setelah penghargaan K3. Kali ini, bertempat di Istana Negara Jakarta, Bupati Gresik menerima piala Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yidhoyono, Senin (6/6).
Bersamaan dengan itu, sebanyak 5 piala Adiwiyata juga diserahkan kepada 5 kepala sekolah, masing-masing untuk SMP Negeri Kebomas 2 dan SMA Negeri I Wringinanom, keduanya mendapat Piala Adiwiyata Mandiri. Sedangkan 3 sekolah lainnya yaitu SDN Petrokimia Gresik, SMA Negeri I Manyar dan SMA Negeri I Driyorejo menerima piala Adiwiyata Anugerah lingkungan.
 Tentang diraihnya Adipura oleh Kabupaten Gresik yang sampai 7 kali berturut-turut. Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto melalui kabag Humas Andhy Hendro Wijaya mengatakan,”selama ini, Gresik komit dan berhasil menjaga kebersihan dan keindahan kota. Sebagai kota sedang, perkembangan kota Gresik juga diikuti dengan penataan kota dan penambahan ruang terbuka hijau. Penghutanan kota dengan mensinergikan program Pemkab Gresik dengan beberapa progra dari beberapa perusahaandi Gresik”.

Menurut Andhy, Mempertahankan dan meraih Adipura dalam 7 kali berturut-turut bagi kota industri seperti di Gresik, bukanlah suatu pekerjaan mudah. Perkembangan kaum urban yang disertai dengan pendirian perumahan warga membutuhkan tehnis khusus dan kerja keras untuk penataannya. Konsep-konsep yang ditrerapkan semuanya harus diarahkan pada kebersihan,keindahan dan berorientasi lingkungan yang sehat. Betapa sulitnya mengatur itu apalagi di Gresik berdiri sekitar 1500 perusahaan, baik kecil maupun besar.

Kriteria dalam penilaian Adipura sudah disusun sedemikian rupa, sehingga subyektifitas penilaian, ditekan sekecil mungkin. Penilaian didasarkan pada sejumlah komponen yang harus di beri bobot dan skor. Misalnya, pengoperasian TPA, kebersihan tempat-tempat umum dan ruang terbuka hijau, kebersihan pasar,terminal, sekolah, rumah sakit, perkantoran, perairan terbuka, pelabuhan, rumah sakit, puskesmas, penataan kota,pemukiman dan lain sebagainya. Masing-masing komponen dinilai berdasarkan beberapa unsur atau sub komponen. Tiap sub komponen dinilai dengan skor dari nilai terendah = 0 dan nilai tertinggi = 100.
Andhy merinci beberapa langkah kebijakan Bupati yang berorientasi Lingkungan yaitu, untuk kebijakan menghijaukan Gresik yaitu dengan mendukung Program Nasional One Billion Indonesia Trees (OBIT). Dalam program ini, Bupati Gresik memberikan hadiah sebagai insentip kepada para Kades dan Lurah yang berhasil mempertahankan pohon untuk tetap hidup dengan prosentase tertertinggi . Pengembangan 18 Kebun Bibit Rakyat (KBR) didesa-desa. Merealisasikan biaya tanam pohon untukpenanaman  bibit yang diberikan Gratis oleh Pemerintah.
Tak hanya itu, Bupati juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan di Gresik untuk membuat program pelestarian lingkungan. Pembuatan sumur-sumur resapan dan biopori di setiap perusahaan dan kantor. Program penghutanan kota dengan pohon pelindung dan pohon produktif. Bukan hanya itu Bupati Gresik juga membuat terobosan kebijakan dengan memanfaatkan dana Coorporate Social Responbility (CSR) untuk penataan kota dan perbaikan lingkungan.
Tentang Adiwiyata, setelah 2 sekolah yaitu SMP Negeri IV Gresik dan SMP Negeri I Kedamean yang berhasil menyabet Adiwiyata Mandiri pada tahun 2010 lalu, kini pada 2011 Piala Adiwiyata Mandiri berhasil diraih oleh SMP Negeri 2 Kebomas dan SMA Negeri I Wringinanom. Penghargaan ini diraih bila sekolah tersebut telah berhasil selama 3 tahun berturut-turut mempertahankan penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional.
Selain Adiwiya Mandiri, ada 3 sekolah lagi di Gresik yang berhasil menyabet Penghargaan Adiwiyata yaitu SDN Petrokimia Gresik, SMA Negeri I Manyar dan SMA Negeri I Driyorejo. Sebagai catatan bahwa sekolah yang berwawasan lingkungan dan telah berhasil meraih anugerah lingkungan Adiwiyata tersebut pada saatnya akan meraih juga Piala Adiwiyata Mandiri, pungkas Andhy.  (Proteksi/Tim)

HIMBAUAN / HATI-HATI KEPADA WARGA / MASYARAKAT SIDOARJO DAN SEKITARNYA TERHADAP BERBAGAI CARA PENIPUAN


Proteksi Online.
Saya yang bernama LT (korban) berdomisili di kota Malang
Pernah ditipu oleh ;
Nama : YUDHA CAHYONO
Alamat yang pernah ditinggal : PERUM GRIYA SEJAHTERA BLOK F NO. 1 MALANG
Rumah Bpk. GITO SANTOSO / HANA SK yang sekarang
Pindah ke alamat PERUM TAMAN PINANG BLOK F III / 12L
(SIDOARJO)

(Foto bukti kemeja yang dipakai oleh YUDHA termasuk barang yg digelapkan)

Adapun barang-barang yang pernah ditipu sbb :
  • 1 Unit HP SAMSUNG (WAVE 525) : 1 FLASH DISC (yang berisi dokumen – dokumen penting milik korban)
  • 1 Unit DISCMAN :  1 Pasang sepatu olah raga merk (YONEX) ; 1 Kaos pria putih merk (JOGER)
  • 1 Setel baju renang wanita merk (PADILLA) ; 1 Buah kacamata renang merk (LONOSA)     
  • 1 Setel kemeja pria putih bergaris ; 1 Kaos pria bermotif merk (NEVADA)
  • 1 Buah TRAVEL BAG merk (JOGER)
  • 1 Buah handuk putih ukuran sedang
  • 1 Lusin (4 kotak) ; celana dalam pria merk (GT-MAN), Dan lain-lain
Ternyata setelah membawa barang-barang korban tersebut diatas, YUDHA tidak pernah muncul ke rumah korban. Lalu korban mencoba menghubungi beberapa nomor ponsel YUDHA berkali-kali tapi tidak pernah aktif (GANTI NOMOR) dan masalah ini sudah dilaporkan kepada kepolisian tapi sampai saat ini belum terselesaikan sampai tuntas dengan tanda bukti lapor sbb :
K/LP/383/III/2011/RES.MALANG KOTA. Dengan tindak pidana penipuan atau penggelapan barang   (378 dan 372) KUHP.
Tidak tahu bagaimana tindakan selanjutnya dari kepolisian ???
Namun pihak kepolisian berjanji akan segera memanggil kembali YUDHA untuk di mintai per tanggung jawaban atas barang-barang yang masih di kuasai oleh YUDHA, namun YUDHA menolaknya dengan alibi kerja di gereja  daerah sekitar sidoarjo
Demikian mohon perhatiannya kepada seluruh masyarakat SIDOARJO dan sekitarnya.
BERIKUT INI  ADALAH ISI PESAN DARI KOTAK MASUK HANDPHONE MILIK (L.T)/KORBAN :
Isi : Blm bbk.?
Pengirim : Yudha Frn +628883266599
Diterima : 12:08:25
tgl : 01-03-2011
Isi : Lg apa.?
Pengirim : Yudha Frn +628883266599
Diterima : 12:12:47
tgl : 01-03-2011
Isi : Udhlah gpp nanti q kesana
Pengirim : Yudha Frn +628883266599
Diterima : 12:24:37
tgl : 01-03-2011

Isi : Helow..?
Pengirim : Yudha Esia 03416689796
Diterima : 13:54:42
tgl : 01-03-2011

Isi : Helow.?
Pengirim : Yudha Esia 03416689796
Diterima : 14:23:36
tgl : 01-03-2011

Isi : Halow., udh tidur.? Koq gk dibales, q mo jln tp sms kok gk dibles.? Cepet bles dong.?
Pengirim : Yudha Esia 03416689796
Diterima : 14:27:46
tgl : 01-03-2011

Isi : Halow.? Q nunggu yyg bles sms bru q jln, cepet dong.!
Pengirim : Yudha Esia 03416689796
Diterima : 14:33:03
tgl : 01-03-2011
Isi : Esia msh q caz
Pengirim : Yudha Frn +628883266599
Diterima : 12:34:22
tgl : 02-03-2011
Isi : Bentar q isi simpti dulu
Pengirim : Yudha Frn +628883266599
Diterima : 12:55:13
tgl : 02-03-2011
Isi : Mama gak bisa apa dari awalx jg gak ngerti ya ester bnyak berdoa gak usah terlalu dipikir srahkan aja sm Tuhan smuax itu pasti Tuhan tolong maaf dulu ya ma2 ini lgi sibuk
Pengirim : Mama Yudha Cahyono +6281233966848
Diterima : 19:51:15
tgl : 04-03-2011

Isi : Klu ma2 tlpn mas gito persoalx tambah parah
Pengirim : Mama Yudha Cahyono +6281233966848
Diterima : 19:53:48
tgl : 04-03-2011

Isi : Pernah wkt qt vg diacara Ntl guru2,Ona sm p yuda bersihtegang gara2 p yuda wkt ditnya sm org2 gereja saat acara itu apakah bpk suami mba itu(ona)? Langsung p yuda katakan ya saya suaminya
Pengirim : B Yani +6281343421999
Diterima : 05:10:38
tgl : 05-03-2011

Isi : Bu,aq gk bs kerumah ibu krn disini ada Ona.td Ona ta minta tlg telp p yuda masuk koq telpx cuma dia blm angkat nmrx 08883266599 apa sebaikx bu lusye dtg skrg siapa tau ona bs menghub ke dia agar ibu bs ketemu. Gmn bu?
Pengirim : B Yani +6281343421999
Diterima : 06:23:03
tgl : 06-03-2011


Isi : P yuda ada janji Ona mau renang.skrg ibu kesini aja biar semuax lbh jls. Paling tdk bs slsi.prcyalah bu.
Pengirim : B Yani +6281343421999
Diterima : 06:40:48
tgl : 06-03-2011



Isi : Sy td yo jengkel gara2 sy dikasi tau ona klo p yuda ada janji mau aja renang di + lg nmr fren yg katax ibu hny u dia n ibu tau? E trnyata yo ona juga dikasi nomer itu. Wuu dsr buaya darat..
Pengirim : B Yani +6281343421999
Diterima : 06:55:56
tgl : 06-03-2011

Isi : Koen iki koyok torok aq adiknya yuda yng cowok
Pengirim : Devi (adiknya yudha cahyono +082140830790
Diterima : 12:46:53
tgl : 26-03-2011




Rumah Tahanan Banjarsari, Cerme. 
Rutan Cerme Bobol, Satu Orang Napi Kabur

GRESIK (Jurnalberita.com) – Diduga akibat kecerobohan dan kelalaian petugas jaga serta lemahnya sistem keamanan, seorang penghuni rumah tahanan (Rutan) Banjarsari Cerme, berhasil melarikan diri seusai pergantian petugas jaga, sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (18/04/2011).
Tahanan yang berhasil kabur dari Rutan adalah Joko Dedi Wahyudi, terpidana 10 bulan kasus pencurian, warga Desa Padek Kecamatan Cerme. Joko sudah menjalani masa penahanannya di Rutan hampir 5 bulan.
Karutan Cerme, Purwoko Suryo Pranoto
Peristiwa ini sontak mengagetkan Kepala Rutan (Karutan) dan seluruh petugas. Sejak dinyatakan  melarikan diri alias kabur dari Rutan pada pukul 08.00 WIB, Karutan Banjarsari Cerme, Purwoko Suryo Pranoto langsung memerintahkan anak buahnya melakukan pencarian dan pengejaran. Anehnya, pihak rutan juga tidak mengetahui cara terpidana meloloskan diri dan kabur dari Rutan.
“Kami masih melakukan pencarian atas terpidana tersebut. Kami juga telah memeriksa didalam Lapas, untuk mengetahui bagaimana cara terpidana tersebut kabur. Masih dalam pemeriksaan pak,” terang Purwoko Suryo Pranoto ketika dikonfirmasi.
Masih menurut Purwoko, kaburnya narapidana tersebut diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Pada jam lima pagi, ungkapnya, terpidana Joko masih berada di Lapas dan baru pada saat petugas mengecek ke kamar tahanan, terpidana tidak ada di kamarnya.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin akan melakukan pencarian. Mendengar ada tahanan kabur, kami langsung melakukan pencarian ke rumahnya dan ke rumah istrinya. Bahkan, kami juga telah menyebarkan anggota untuk menyanggong  terpidana,” tegasnya.


Bupati Gresik Digugat

Suyanto, SH. MH.
GRESIK (jurnalberita.com) Gerbong mutasi yang dilakukan Bupati Gresik, Ir. Sambari Halim Radianto terhadap Drs. Tarso SH. MHum dari Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik menjadi Pembina di SMAN 1 Menganti, mendapat perlawanan dengan cara melakukan gugatan PTUN. Hal ini dikarenakan, mutasi yang dilakukan Bupati dinilai cacat hukum serta mengesampingkan aturan hukum dalam pemerintahan.Melalui kuasa hukumnya Suyanto SH. MH, Drs. Tarso melayangkan gugatan ke PTUN Surabaya pada 15 Juni 2011 dengan register perkara No. 58/G/2011/ PTUN.Sby. “Kami melakukan gugatan PTUN, karena mutasi yang dilakukan oleh Bupati Gresik tidak prosedural dan cacat hukum. Tidak hanya itu, gugatan tersebut terpaksa didaftarkan karena tidak ada itikad baik dari Bupati untuk merevisi mutasi tersebut,” tegas Suyanto.
Masih menurutnya, Bupati telah membuat kebijakan pada mutasi jabatan terkesan sewenang-wenang tanpa memperhatikan asas pemerintahan yang baik. Padahal, sewaktu Baperjakat Pemkab Gresik melakukan hearing dengan DPRD Gresik mengakui kalau mutasi yang dilakukan ada kekeliruan. Namun, sampai saat ini kekeliruan tersebut oleh Bupati belum direvisi.Dalam mutasi ini, klien kami merupakan pejabat eselon IIb. Namun, ketika mutasi bergulir, klien kami dilorot menjadi Guru yakni Pembina di SMAN 1 Menganti. Dalam hal ini, bupati terkesan mengindahkan keputusan Menteri Pendidikan No.120351/104/ KP/2000 pertanggal 30 Nopember 2000. Dimana dalam keputusan tersebut menjelaskan bahwa klien kami telah diberhentikan dari jabatan fungsional sebagai Guru,” urainya.
Ditambahkan Suyanto, kalau kita menilik dari SK Mutasi Bupati  Gresik No. 821.2/37/ 437.73 /Kep/2011 tanggal 25 Maret 2011 yang mengangkat kembali Tarso menjadi seorang Guru merupakan kesalahan mutlak dan melanggar SK Menteri Pendidikan. Pasalnya, sesui deng SK tersebut seharusnya Tarso tidak boleh diangkat lagi menjadi guru atau jabatan fungsional di sekolah.
Tidak hanya itu, masih menurut Suyanto, Bupati Gresik juga telah melanggar serta bertentangan dengan pasal 1 ayat (8) UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen juga melanggar pasal 1 ayat (10) PP No. 47 tahun 2008 tentang Guru, serta bertentangan dengan  Peraturan Menteri PAN No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru.Kami yakin gugatan ini akan dikabulkan oleh PTUN Surabaya karena mutasi yang dilakukan Bupati banyak bertentangan dengan norma hukum serta aturan yang ada dan terkesan mutasi ini sebagai ajang balas dendam,” tegas SuyantoSuyanto menambahkan, rencananya besok (Kamis, 16/6), Chusaini Mustas dan Siti Fatimah juga akan mendaftarkan gugatan PTUN Surabaya. (jbc6/jbc1)

Ahmad Syamsudin (Kepala KUA Glagah)

RESPEK PAMAN DI NIKAHKAN DENGAN KEPONAKANNYA OLEH KUA GLAGAH

Banyuwangi,Proteksi Online.
KUA Glagah mau selangkah dalam upaya membatalkan (menfasid) pernikahan sedarah yang pernah di gelar pada tanggal 22 – 7 – 2010 dengan No Buku Nikah 191/25/VII/2010 atas nama Budi Hartono dengan Dewi Permatasari, pembatalan tersebut akan diupayakan secepat mungkin di karenakan pihak KUA telah memanggil Budi Hartono dan memperoleh hasil pengakuan yang bersangkutan bahwa benar adanya wanita yang dinikahinya adalah keponakannya sendiri dengan kata lain anak kandung dari Kakak kandungnya sendiri. Upaya fasid yang akan dilakukan masih terbentur  belum adanya biaya pendaftaran kepada Pihak Pengadilan agama, pihak yang seharusnya mengelurkan biaya, sekaligus yang mengajukan adalah dari pihak suami istri, keluarga atau pihak yang merasa di rugikan namun mereka semua keberatan untuk mengeluarkan biaya tersebut, menyikapi keadaan tersebut pihak KUA Glagah akan mengambil langkah alternatif berencana akan meminta sumbangan kepada FORSIKA (Forum Silaturohmi Kepala KUA) dan atau akan memaksa pihak mempelai untuk membiayainya dan bila menolak maka KUA akan melaporkan kepada Pihak yang berwajib dengan dasar adanya kesaksian palsu yang bersangkutan jelang di gelarnya akad pernikahan dilaksanakan.
Terbongkarnya pernikahan sedarah tersebut berawal dari pengakuan Danuri selaku P3N Desa Tegalharjo Glenmore kepada LSM terpadu/wartawan Proteksi pada bulan Februari 2011 hingga pemberitaannya diangkat media Proteksi pada edisi bulan Maret, dan lebih lanjut Proteksi terus mengikuti perkembangan langkah KUA Glagah pada bulan Juni memperoleh  keterangan sebagaimana terurai diatas, sangat lamban respon KUA Glagah menangani kasus ini, demikian komentar  Heri AW selaku ketua LSM Terpadu, ditambahkan bahwa keberadaan Dewi Permatasari saat ini dimungkinkan sudah hamil, dan apabila hal itu benar semoga anak yang dilahirkan tidak idiot sebagaimana salah satu keterangan yang dipaparkan kitab kuning bahwa anak yang lahir dari hasil perkawinan sedarah dapat mengakibatkan cacatnya mental keturunan yang diperoleh.
Demi Kenikmatan buah duren pada segitiga emas yang keponakan dimata sang paman dan butanya mata orang tua mereka hingga terjalinlah persengkongkolan pembohongan status di hadapan penghulu.
Kini Budi Hartono dan Dewi Permatasari masih hidup menyatu di Rt.02/03 lingkungan Krajan Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah dengan kehidupan atas riski selaku pengawai PERUMKA .TAR / TIM.




 TAMBANG EMAS DI TEMUKAN DI PONPES ASWAJA
KECAMATAN CLURING

Hakim Sa'id, SH

Banyuwangi, Proteksi Online.
Tambang emas kawasan hutan lindung “Tumpangpitu” Kecamatan Sanggar sejak beberapa tahun menjadi ajang adu nasib, sesekali jajaran oknum polisi lalu lalang untuk patroli dan kadang diantara mereka tidak segan merampas emas yang baru didapat oleh penambang, eronis sekali citra penegak hukum amoral, ungkapan tersebut disampaikan dengan lantang ke pada Muspida  dan Jajaran Wartawan dari 41 media cetak dan elektronik dalam cara yang digelar Bakesbang Polinmas 24/5 oleh hakim Said, SH. Wartawan memorandum Jawa Pos Group. Ungkapan panas tersebut ditanggapi Kapolres Banyuwangi AKBP Drs. Rastra Gunawan SH. MH bahwa hal itu benar ada oknum Polisi nakal, apabila suatu ketika tertangkap maka akan ditindak tegas kalau perlu dipecat, sayangnya mereka itu licin dan cerdik seolah terkoordinir, acap kali kapolres akan Ketumpangpitu maka oknum tersebut sudah merespon, demikian ungkapnya.
Kapolres Banyuwangi
Sebelum Hakim Said, SH menelanjangi jajaran Polri juga menelanjangi pengasuh pondok Pesantren Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) Kec. Cluring dengan bekal segenggam data asusila Kyai Ali Imron terhadap Santriwatinya “Nikmat Banget” 15 tahun, ditemani dua rekan wartawannya Agus dan Irawan Kyai Ali Imron tidak berkutik dihadapan Hakim Said, SH berlanjut damai dengan uang Rp 4 juta sebagai uang Iklan dan perbuatan asusilanya tidak akan diberitakan. Seiring dalam beberapa hari berikutnya nikmat banget didampingi keluarganya melaporkan kejadian yang menimpanya bahwa pencabulan yang dilakukan oleh Kyai Ali Imron dengan cara memerintahkan “Nikmat Banget” untuk menimang-nimang dan menjilati dongkrak antiknya dengan dalih agar supaya lebih cepet pintar dan cerdas menerima ilmu yang diterimanya, spontan jajaran Polsek Cluring menangkap Kyai Ali Imron. Dalam menjadikan terungkap bahwa kejaidan asusilanya hingga telah memberi perhiasan emas berupa kalung, gelang, cicin dan liontin seharga Rp 4 juta.
Kyai Ali Imron
Atas tertangkapnya Kyai Ali Imron oleh Pihak Kepolisian didengar Hakim Said, SH dkk selanjutnya mereka bergegas mengembalikan perhiasan emas yang didapat dari menambang di Ponpes Aswaja dan diserahkan kepada Sumbulatin selaku istri Ali Imron. Sepulangnya dari Ponpes Aswaja mereka bertiga menuju Polsek Cluring dalam rangka kunjungan Silaturrahim tetapi yang didapat malah di bekuk karena telah memeras Kyai Ali Imron, atas peristiwa tersebut tiga wartawan dan seorang Kyai di amankan dalam kehangatan terali besi hukum. Hukum berlaku untuk oknum wartawan nakal dan oknum Kyai Cabul, akankah oknum polisi perampas hasil tambang emas di Tumpang Pitu dapat disatukan agar rukun hidup bersama dalam terali besi bersama wartawan nakal, Kyai Cabul dan pelanggar hukum lainnya. Akankah jajaran Polres Banyuwangi mampu dan sigap akan bersih diri dengan gencar melakukan operasi secara intern untuk menangkap oknum polisi yang melanggar hukum, sebagaimana sikapnya polisi tiga hari berikutnya setelah menangkap Hakim Said, SH. dan kawan – kawan menangkap pula Eris Wartawan RCTI dan Agus dari Koran Harian Bangsa atas pelanggarannya yang dilakukan melanggar undang-undang pasal 368.

GERAKAN 500 RIBU MASKER DAN PENCANANGAN GRESIK BERMASKER

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Berbagai macam cara terus dilakukan untuk memutus ...