UNDANG 100 KYAI BERISTIGHOTSAH, DOAKAN KORBAN KECELAKAAN PESAWAT AIR ASIA

Gresiknews1,Gresik - Atas kejadian kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501, Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menghimbau masyarakat Gresik untuk mendoakan korban kecelakaan pesawat tersebut. “Kami siap melakukan doa bersama 100 Kyai dalam Istighotsah Qubro yang akan kami helat pada Kamis pagi besok” ujar Bupati di kantornya melalui kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, Rabu (31/12).

Selain Istighotsah Qubro, Sambari juga menghimbau agar pada semua acara malam pergantian tahun di Gresik di awali dengan doa bersama untuk mendoakan korban kecelakaan pesawat tersebut. Himbauan ini disampaikan saat akan berangkat menghadiri perayaan malam pergantian tahun baru di Kota Baru Driyorejo (KBD) sore ini.

Untuk membagi waktu agar semua masyarakat bisa bertemu dengan Bupati dan wakil Bupati, Sambari-Qosim. Panitia acara malam pergantian tahun di Gresik mengatur waktu acara sejak sore hari. Setidaknya ada 5 titik keramaian perayaan yang masing-masing mengadakan panggung gembira dengan membagi bagikan ratusan doorpize kepada masyarakat yang hadir.

Lima titik keramaian malam pergantian tahun yaitu di Kota Baru Driyorejo, Alun-alun Balongpanggang, Terminal Bunder, Alun-alun Sidayu dan di Wahana Ekspresi Pusponegoro, Tlogodendo. Dimasing-masing titik tersebut panitia akan membagi-bagikan ratusan hadiah. “Pada setiap acara dipanggung, kami akan memulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai setempat. Hal ini selalu kami lakukan setiap tahun tapi kali ini kami akan mendoakan khusus untuk korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501” ujar Suyono.

Terkait pelaksanaan Istighotsah Qubro, kegiatan ini setiap tahun kami lakukan setiap pagi di hari pertama diawal tahun. Khusus tahun ini, Istighotsah Qubro tersebut mengundang seratus Kyai dari seluruh wilayah di Gresik. “Kami akan berdoa khusus untuk korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501” ujar Suyono. (Arz)

KHOTMIL QUR’AN DI SETIAP KECAMATAN DAN MEMBANGUN PUSAT ISLAM DI EKS WILKER

Gresiknews1,Gresik - Kedepan Gresik harus lebih religious, demikian seuntai kalimat pernyataan yang disampaikan Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto saat memberikan pembekalan kepada 326 Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Rabu (31/12).

Rtekad yang disampaikan Bupati ini senyampang dengan gagasan untuk menjadikan alun-alun Gresik sebagai pusat budaya Islam. Bupati Gresik menyatakan untuk meningkatkan Gresik lebih religious dengan membangun pusat kebudayaan Islam di tiap eks wilker Bupati yaitu wilker Driyorejo, Wilker Cerme, wilker Gresik dan wilker Sidayu dapat menjadi pusat budaya Islam diwilayahnya. 

Beberapa gagasan lain yang disampaikan Bupati untuk memperkuat brand image Gresik sebagai kota santri yaitu mewajibkan semua kantor Kecamatan di Kabupaten Gresik untuk mengadakan hataman Al Qur’an setiap sebulan sekali. Pembangunan tempat ibadah/mushollah pada kantor dinas instansi dan perusahaan. “ Membangun mushollah sesuai kapasitas karyawan serta secara estetika lebih baik dan eksklusif” kata Sambari.

Harapan Sambari yang saat itu didampingi Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim yaitu menjadikan Gresik sebagai kota terdepan dalam insdustri dan Santri. “Pelan-pelan tapi pasti akan saya lakukan saat kami masih memimpin Gresik” ujar Sambari Qosim memastikan. Sambari – Qosim yang tampil bareng dihadapan para Kader Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan beberapa pembangunan yang telah dilaksanakan.

Mulai dari Utara, Di alun-alun Sidayu ada Gelanggang pemuda dan olahraga yang dilengkapi dengan stand penataan PKL, ada bendung Gerak Sembayat (BGS), ada waduk di Panceng, Pelabuhan International, Pembangunan WEP tahap I dan II, ada Pembangunan Lapangan olahraga Lengis, Pembangunan Jalan, Puskesmas, Lapter, Rumah sakit dll.

Selain Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim yang menjadi Pembicara, Pelatihan para kader pemberdayaan masyarakat (KPM) juga menghadirkan pembicara, Bagong Suyanto dari Unair Surabaya. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Agus Budiono mengatakan, dengan pelatihan ini para KPR bisa berperan sebagai agen perubahan di desa. (Arz)

TOTAL DANA YANG DIALOKASIKAN KE DESA SEBESAR Rp. 49 MILIAR

Gresiknews1,Gresik - Dana yang dialokasikan ke desa sebesar Rp. 49 milyar atau sama dengan rata-rata Rp. 159 juta tiap desa. Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto saat memberikan sambutan pada pembinaan Kepala Desa dalam rangka Implementasi undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa. Acara yang dihadiri oleh seluruh Kepala Desa se Kabupaten Gresik berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Senin (29/12).

Sebenarnya pernyataan Sambari ini sekedar memberikan pemahaman baru terkait adanya pemahaman kebijakan yang selama ini berkembang dimasyarakat. Dahulu memang ada semacam wacana adanya alokasi dana pemerintah pusat ke desa yang mencapai Rp. 700 juta sampai Rp. 1,4 miliar. “Saat ini tidak usah memikirkan dana itu datang atau tidak yang penting anda sudah benar-benar siap” ujarnya.

Memang, beberapa saat yang lalu Pemkab Gresik menyiapkan para Kepala Desa dan Perangkat Desa dengan berbagai diklat terkait persiapan pengelolaan keuangan desa yang jumlahnya sampai mencapai Rp. 1,4 miliar tersebut. Beberapa paket program pembelajaran dalam pengelolaan dana diberikan. “Anggap saja Diklat serta pembelajaran tentang pengelolaan dana tersebut sebagai ilmu yang pasti akan berguna dalam melaksanakan tugas” tambah Bupati.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menghadirkan Pejabat Dari Departemen Dalam Negeri yaitu Kasubdin Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Asset Desa, Depdagri Firman GS. Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Willy Ade Chaidir juga memberikan pemahaman tentang 12 (duabelas) Dasar hak pengelolaan Keuangan desa kepada para peserta yaitu Bupati, Wabup, Forpimda, Sekda, Camat dan para Kepala Desa yang hadir. (Arz/tim)

MUSLIMAT, FATAYAN DAN AISYIAH DAPAT BANTUAN MOBIL DAN MOTOR

Gresiknews1,Gresik - Usai upacara memperingati hari ibu di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (22/12), organisasi wanita di Gresik dapat hadiah mobil.

Tepuk tangan bergemuruh serta diiringi senyum bahagia tatkala Bupati Gresik dari peserta ibu-ibu mendapat kendaraan bermotor. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dihadapan ibu-ibu saat menjadi Inspektur upacara pada peringatan Hari Ibu ke 86 tahun 2014 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gresik. Sambari menyampaikan pemberian bantuan kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua untuk organisasi Wanita di Gresik.

Adapun rincian bantuan kendaraan operasional tersebut yaitu, 5 (lima) unit mobil kami berikan kepada Pengurus Cabang Muslimat NU Gresik, Pengurus Cabang Fatayat NU Gresik, Pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik, Pengurus Cabang NU Kepulauan Bawean dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kepulauan Bawean.

Tak hanya kendaraan Roda empat, Bupati juga membagi-bagikan 54 (lima puluh empat) kendaraan bermotor roda 2. Mereka yang mendapat kendaraan sepeda motor tersebut yaitu para Pengurus Ranting Muslimat NU di 18 Kecamatan, Pengurus Ranting Fatayat NU di 18 Kecamatan dan Pengurus Ranting Aisyiyah di 18 Kecamatan se Kabupaten Gresik.

Kami menyadari peran serta ibu-ibu selama ini sangat besar terhadap setiap aspek pembangunan di Kabupaten Gresik. “Dengan bantuan ini kami berharap agar kendaraan operasional dapat dipakai, dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan bantuan baik mobil maupun motor, maka aktifitas dan mobilitas organisasi kewanitaan ini semakin tinggi dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Gresik” ujar Sambari.

Mendapat kendaraan mobil, Ketua PC Muslimat NU Gresik, Nafiatus Sa’adah menyatakan senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. “Selama ini kalau ada kegiatan kami selalu pinjam sana-sini, Alhamdulillah saat ini kami sudah dapat dari Pemkab Gresik. Kami sangat senang dan menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati. Dengan Mobil ini kami seluruh anggota Muslimat NU akan lebih eksis membantu program pembangunan di Gresik“,.katanya melalui kabag Humas Suyono (arz/tim)

ADA 4 UNIT BIS SEKOLAH SEGERA DIOPERASIKAN PADA 2015

Gresiknews1,Gresik - Menjelang tahun 2015, Pemkab Gresik mempersiapkan Bus Sekolah untuk antar jemput siswa sekolah. Saat ini persiapan peluncuran Bus sekolah ini tengah dilaksanakan.

Menurut Bupati, ada 4 unit bus mini yang akan di operasikan untuk antar jemput anak sekolah yang siap diperasikan pada Januari 2015 mendatang. “Alhamdulillah saat ini kita dapat bantuan satu unit lagi bis sekolah dari corporate social responbility (CSR) PT. Bank Jatim. Jadi saat ini jumlahnya ada empat (4) unit” kata Bupati didampingi Wakil Bupati Gresik, Sambari - Qosim seusai mencoba mengawaki bis yang ditumpangi siswa sekolah mengelilingi halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (22/12).

Rincian dari 4 unit bis sekolah tersebut yaitu, 2 (dua) unit dari PT Bank Jatim, 1 (satu) unit dari PT Bank Bukopin dan 1 (satu) unti dari PT Bank Mandiri. “Kami tengah dipersiapkan titik-titik mana saja halte bis tersebut akan dibangun, tentunya dengan skala prioritas besarnya jumlah anak sekolah yang ada. Saat ini kami tengah melakukan survey kelayakannya” kata Sambari didampingi Qosim.

Tentang bis sekolah ini, Bupati berharap selain membantu kelancaran siswa yang akan pergi dan berangkat sekolah. Juga untuk menekan laka lantas dijalan raya yang berhubungan dengan siswa sekolah. “Kebanyakan para siswa mulai dari SD sampai SMA kan belum layak memiliki SIM. Bis sekolah ini salah satui alternatifnya” Tambah Sambari.

Menurut Kepala Bagian Humas Suyono, selain bis sekolah, pada kesempatan itu Bupati Gresik juga meluncurkan bantuan 14 mobil ambulance. Ambulance tersebut dialokasikan untuk Puskesmas Keliling di Kabupaten Gresik sebanyak 12 unit dan 2 unit lainnya merupakan ambulance emergency. “Total ambulance yang sudah diliuncurkan pada tahun 2014 ini sebanyak 27 unit. Masing-masing 22 untuk Puskesmas Keliling dan 5 untuk ambulance emergency. (arz/tim)

Bupati dan Wakil Bupati Gresik turut larut membagikan daging

Gresiknews1,Gresik - Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari - Qosim turut larut membagikan daging kepada masyarakat Kedamean dan sekitarnyadi kantor Camat Kedamean, Jum’at (19/12). Daging tersebut merupakan sumbangan donatur muslim Turki melalui Pemerintah Australia 

Meski jumlah masyarakat yang bakal menerima daging membludak bahkan sampai keluar kantor kecamatan dan sempat memacetkan jalan raya Kedamean. Namun pembagian daging sapi dan kambing seberat 6 ton lebih berlangsung tertib dan lancar. Sebanyak 2000 bungkus daging yang sudah dikemas plastik kedap yang berisi sekitar 2,5 kg sampai 4 kg daging sudah terbagi ke masyarakat. udara kemasan dibagikan ke masyarakat.

Tentang berat daging yang berbeda Kepala Dinas Sosial Sutadji Rudy melalui Kabag Humas Suyono, hal ini tergantung jenis dagingnya. Bila berisi daging sapi maka beratnya dipastikan sekitar 2 – 2,5 kg tapi bila berisi daging kambing maka isi kemasannya antara 3 – 4 kg. Perbedaan ini karena daging kambing dikemas bersamaan dengan tulangnya. Sedangkan daging sapi hanya diambil dagingnya saja yang kemudian dimasukkan kedalam plastik. “Pengemasannya sudah dari sananya” tambahnya. Pembagiannya daging tersebut dipimpin langsung oleh perwakilan Muslim Turki, Sulaiman Zahit serta diikuti oleh Bupati dan Wabup Gresik serta Kepala Dinas Sosial Gresik.

Dalam kesempatan itu Bupati dan Wabup Gresik, Sambari-Qosim menyampaikan terima kasih kepada para donatur muslim Turki melalui Pemerintah Australia atas pemberian daging qurban tersebut. Bupati berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut untuk program-program yang lain. Bupati yang juga sempat menjadi saksi pada pembagian daging untuk wilayah kota di SOR Petrokimia beberapa saat yang lalu mengatakan, “Jangan kuatir kepada ibu-ibu yang sudah memiliki kupon tapi belum sempat datang. Silahkan berkoordinasi dengan Camat, pasti yang mendapat kupon akan kebagian”, kata Bupati seakan menenangkan massa.

Kepala Bagian Humas Suyono yang turut mendampingi Bupati mengatakan, sesuai informasi masih ada pembagian daging lagi untuk wilayah Gresik yang lain. Wilayah yang akan didatangi Zahit untuk membagi-bagikan daging ini yaitu Kecamatan Wringinanom, Menganti dan Driyorejo. Dijelaskan juga oleh Suyono, total daging seluruhnya yang dibagikan di wilayah Kabupaten Gresik sebanyak 120 ton. Diupayakan pembagian daging ini bisa merata dan diterima masyarakat yang membutuhkan. “Hal ini sesuai yang diharapkan oleh donatur agar daging qurban dibagi pada kaum miskin” katanya.

Usai pembagian di Kecamatan Kedamean yang dihadiri Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim, perwakilan donatur muslim Turki melalui Pemerintah Australia, Sulaiman Zahit diajak oleh Sambari – Qosim untuk ikut mengunjungi banjir. Bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Zahit berkeliling mengunjungi kantong-kantong banjir di Wilayah kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. (Arz/tim)

Bupati dan Wabup Hadiri Peresmian Kantor PD.Bank Gresik

Gresiknews1,Gresik - Bupati dan wakil bupati Gresik serta seluruh jajaran muspika Gresik menghadiri acara peresmian kantor PD. Bank Gresik dijalan Basuki Rahmat jum'at pagi tadi. Peresmian PD Bank Gresik tersebut dalam rangka memperingati 4 tahun SQ ( Sambari - Qosim ) mengabdi untuk Gresik.

Dalam Acara tersebut juga di lakukan penarikan undian untuk memperebutkan hadiah sebuah sepeda motor bagi para nasabah bank Gresik yang beruntung dan juga memberikan Sumbangan pada fakir miskin, lansia, tukang becak berupa sembako dan uang.( arz)


DONATUR MUSLIM TURKI BAGIKAN DAGING UNTUK MASYARAKAT KEDAMEAN DAN KORBAN BANJIR

Gresiknews1,Gresik - Sepertinya sebuah kebetulan, tapi itulah kenyataan. Saat itu donatur muslim Turki melalui Pemerintah Australia sedang membagi-bagikan daging kurban kepada masyarakat di kantor Camat Kedamean, Jum’at (19/12).

Usai pembagian di Kecamatan Kedamean yang dihadiri Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim, perwakilan donatur muslim Turki melalui Pemerintah Australia, Sulaiman Zahit diajak oleh Sambari – Qosim untuk ikut mengunjungi banjir. Jadilah, Zahit yang datang ke Gresik sambil membawa armada truk pendingin berisi daging ikut mengunjungi daerah banjir di Wilayah Benjeng dan Balongpanggang. Melihat kenyataan itu, Zahit serta merta membagikan sendiri daging kepada beberapa korban banjir dibantu oleh rombongan Bupati Gresik.

Sebelumnya, Zahit yang telah membagikan 6 ton lebih daging sapi maupun kambing yang dibungkus dalam 2000 kemasan dan dibagikan ke masyarakat Kedamean dan sekitarnya. Menurut Kepala Dinas Sosial melalui Kabag Humas, Masing-masing kemasan berisi sekitar 2,5 kg sampai 4 kg daging. Tergantung jenis dagingnya. Bila berisi daging sapi maka beratnya dipastikan sekitar 2 – 2,5 kg tapi bila berisi daging kambing maka isi kemasannya antara 3 – 4 kg.

Pembagiannya daging tersebut dipimpin langsung oleh perwakilan Muslim Turki, Sulaiman Zahit dan disaksikan oleh Bupati dan Wabup Gresik serta Kepala Dinas Sosial Gresik. Dalam kesempatan itu Bupati dan Wabup Gresik, Sambari-Qosim menyampaikan terima kasih kepada para donatur muslim Turki melalui Pemerintah Australia atas pemberian daging qurban tersebut. Bupati berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut untuk program-program yang lain.

Bupati yang juga sempat menjadi saksi pada pembagian daging untuk wilayah kota di SOR Petrokimia beberapa saat yang lalu mengatakan, “Jangan kuatir kepada ibu-ibu yang sudah memiliki kupon tapi belum sempat datang. Silahkan berkoordinasi dengan Camat, pasti yang mendapat kupon akan kebagian”, kata Bupati seakan menenangkan massa. Menurut Bupati, beberapa wilayah yang akan juga didatangi Zahit ini yaitu Kecamatan Wringinanom, Menganti, Driyorejo.

Sementara Kepala Dinas Sosial Gresik melalui Kabag Humas Suyono menjelaskan, total daging yang dibagikan di wilayah Kabupaten Gresik sebanyak 120 ton. Diupayakan pembagian daging ini bisa merata dan diterima masyarakat yang memang membutuhkan. “Hal ini sesuai yang diharapkan oleh donatur agar daging qurban ini dibagi pada kaum miskin Gresik” katanya. (arz/Tim)

KUNJUNGI BANJIR SAMBARI-QOSIM PANTAU KESIAPAN BPBD

Gresiknews1,Gresik - Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si mengunjungi dua wilayah banjir di Gresik yaitu di Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang, Jum’at (19/12).

Setidaknya sudah 16 desa yang tergenang di dua wilayah kecamatan Benjeng dan Balongpanggang Gresik ini. Untuk Kecamatan Balongpanggang, air menggenangi 8 (delapan) desa masing-masing Desa Wotansari, Sekarputih, Banjaragung, Pucung, Balongpanggang, Kedungpring dan Karangsemanding. Sampai sore ini di wilayah kecamatan Balongpanggang, banjir sudah menggenangi 763 rumah.

Untuk wilayah kecamatan Benjeng, Banjir juga menggenangi 8 (delapan) desa, masing-masing Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, Lundo, Kalipadang, Bulurejo dan Karangan Kidul. Tentang kerugian serta rumah yang tergenang, sampai sore ini belum ada laporan. “Saat ini masih kami data, karena keadaan bisa saja berubah” ujar Camat Benjeng Suryo Wibowo kepada Kabag Humas Suyono.

Saat mengunjungi banjir, dua petinggi Gresik ini melihat kesiapan tim evakuasi serta bantuan sembako dari Badan penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. “Karena kami sudah menerima tanda-tanda banjir datang, maka sejak tadi malam kami sudah perintahkan BPBD Gresik untuk menyiapkan segala sesuatunya baik itu tim evakuasi dengan perahu karet serta bantuan sembako untuk konsumsi korban banjir”, katanya.

Ketika Rombongan Bupati ada di wilayah Banjir, nampak ketinggian air di jalan Raya Benjeng-Balongpanggang mencapai 20-40 cm. Sedangkan di wilayah desa-desa ketinggian air mencapai 50 cm. Banjir Juga menggenangi Pasar Benjeng yang terletak di Desa Bulurejo. Ketinggian air di stand pasar tersebut bahkan sampai sepinggang oang dewasa. Tampak beberapa pedagang mengamankan barang dagangannya.

Saat keadaan air semakin meninggi, didepan Kantor Camat Benjeng para petugas BPBD Gresik terpaksa menyuruh kembali beberapa pengendara motor. Hal ini karena air disepanjang jalan Benjeng-Balongpanggang keadaan air sudah tidak memungkinkan untuk motor. “Itu banyak motor yang mogok” ujar petugas sambil menunjuk pengendara motor yang menuntun motornya.

Melihat kenyataan ini, Bupati berharap hari ini tidak turun hujan. “Kalau sore sampai malam nanti tidak turun hujan terutama di wilayah hulu sungai Lamong, yaitu Mojokerto dan Jombang. dapat dipastikan besok pagi air sudah surut”tambah Sambari didampingi Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim serta Kepala BPBD Gresik, Abu Hasan. (arz/tim)

PELAKU USAHA UKM DI GRESIK DAPAT PELATIHAN INTERNET DAN SOSIAL MEDIA

Gresiknews1,Gresik - Untuk pengembangan usaha kearah yang lebih luas dan maju, sejumlah ibu-ibu yang berkecimpung diberbagai dunia usaha dan kerajinan mendapat pelatihan sosial media.

Ada 100 orang ibu-ibu yang ikut pelatihan dan workshop yang dilaksanakan di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro pada Kamis (18/12). Acara yang dihadiri oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Gresik yang bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Gresik, GOW Kabupaten Gresik dan Dharma Wanita Persatuan Gresik dan PT Telkom Divre Jawa Timur serta berbagai perusahaan di Gresik.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik menyatakan kegiatan ini sangat positif, karena pada era globalisasi saat ini pengusaha dituntut untuk aktif mengikuti perkembangan jaman. “Dunia maya adalah salah satu jendela dimana para ibu harus bisa memanfaatkan internet untuk kemajuan usahanya” katanya. Ditambahkan oleh Sambari yang saat itu juga didampingi oleh Wakil Bupati Mohammad Qosim, pada dasarnya seseorang menjadi pengusaha itu dibagi dalam 3 kategori.

Ada pengusaha karena fajtor keturunan, ada pengusaha kerana pendidikan dan ada pengusaha karena keterpaksaan dan akhirnya jadi sukses. “Jadi dari 3 faktor itu apabila ditambah dengan penguasaan teknologi maka pengusaha tersebut akan mendulang kesuksesan” ujar Sambari yang juga berlatar belakang pengusaha sukses.

Tentang ilmu social media dan internet. Wabup Mohammad Qosim menambahkan, saat ini dunia maya adalah sesuatu yang penting dan harus. Menurut Qosim, dengan masuk dunia maya maka usaha maupun kerajinan yang kita buat akan semakin dikenal baik brand maupun pemasarannya. “Akan semakin mungkin apabila produk kita yang bagus dan diterima masyarakat, nantinya pemesan tak hanya dari Gresik dan sekitarnya tapi akan dikenal se Indonesia bahkan dunia” katanya lagi.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Ir. M. Najikh melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono mengatakan, upaya ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pengusaha UKM yang ada di Gresik. “Kami ingin nasi krawu, ayas, pudak, kerudung dan semuanya produksi Gresik bisa dikenal dan dipasarkan lebih luas” katanya.

Hal ini sangat mungkin dengan adanya social media dan jasa pengiriman yang begitu cepat, maka seseorang yang ada diluar sana bisa pesan nasi krawu dan lain sebagainya melalui dunia maya. “Bisa saja kan, misalnya masyarakat Malaysia dan Brunai Darussalam akan kepingin setelah melihat social media lalu dia kepingin dan pesan. Hal itu sangat mungkin” tambah Najikh.

Untuk mendukung hal tersebut Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik menghadirkan para Instruktur dari PT Telkom Divre Jawa Timur. “Para pelaku UKM ini selain akan diberi pelatihan tentang social media, mereka akan dilatih untuk membangun website” kata Najikh kepada Suyono. (Arz/tim)

DISAMBANGI BUPATI DAN WABUP, RANI SUDAH BISA TERSENYUM DAN MAU BERBICARA

Gresiknews1,Gresik - Ternyata Zahriani Puteri Agustin (9) siswi kelas 4 SDN Tlogopatut II Gresik korban usaha penculikan dan penyanderaan Achmad Fuad yang sangat dramatis pada Rabu kemarin sudah mau tersenyum dan berbicara. Terutama saat dikunjungi Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim di kediamannya di Kelurahan Ngargosari, Kebomas pada Kamis pagi (18/12).

Dua petinggi Gresik ini langsung masuk ke kamar Rani (nama panggilan) puteri pasangan Agus Siswanto dan Nur Fadhilah. Seolah sudah kenal dengan dengan yang datang, Rani yang mulanya masih terbaring, tidak keberatan ketika bapaknya menggendong untuk keluar menuju ruang tamu. Dengan dipangku oleh Sambari-Qosim Rani tampak tersenyum ceria dan tidak merasa asing. Bahkan Rani menggelayut manja.

Ketika ditanya, “Kalau besar Rani pingin jadi apa ?” tanya Qosim. “Pingin jadi Polwan” jawabnya polos. “Kalau pingin jadi Polwan, Rani harus rajin belajar. Supaya pinter dan jadi Polwan” lanjut wabup sambil menggendong Rani sambil mengusap-ngusap rambut gadis mungil tersebut. Saat Kapten Suwanto, Anggota Kodim yang terlibat langsung penyelamatan, Rani menyunggingkan senyum. Dia seakan menyampaikan terima kasih kepada Pahlawan yang ikut menyelamatkannya.

“Lho pakde Suwanto ikut, nanti kalau Rani sudah sehat bisa jalan-jalan dengan pakde Suwanto” ujar Nur Fadhilah ibu Rani menyampaikan keinginan anaknya untuk bisa jalan-jalan dengan anggota Kodim 0817 tersebut. Sambil menyunggingkan senyum, Kapten Suwanto mengiyakan permintaan bocah kecil yang ditolongnya. “Pokoknya Rani harus sembuh” ujar Kapten Suwanto membesarkan harapan Rani.

Kepada Bupati, Nur Fadilah juga menuturkan, sejak semalam sampai tadi pagi Rani sering diam, “Bahkan saat bangun tidur tadi agak gemetar. Alhamdulillah sekarang sudah bisa diajak komunikasi dan mau bicara dengan Pak Sambari dan Pak Qosim. ” jelas Nur kepada Bupati dan Rombongan yang diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Camat Kebomas.

Terkait kejadian usaha penculikan dan penyanderaan kemarin, Bupati Sambari menyatakan,”Kami banyak menyampaikan terima kasih kepada Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik serta semua masyarakat atas keberhasilan menyelamatkan Zahriani Puteri Agustin dari upaya penculikan dan penyanderaan. Semoga kejadian Ini yang pertama dan menjadi yang terakhir” katanya.

Kedepan kami akan lebih intens membangun koordinasi dengan pihak keamanan yaitu Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik. “Tentunya kami akan koordinasi khusus dengan pihak Dinas Pendidikan Gresik agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kepada pihak orang tua, kami juga berharap agar lebih mengawasi anaknya terutama anak-anak usia sekolah baik itu TK, SD, SMP bahkan SMA sekalipun”, ujar Sambari serius. (Arz/tim)

UNTUK MENCEGAH LONGSOR, BUPATI TANAM BAMBU DI BIBIR TANGGUL

Gresiknews1,Gresik - Untuk mencegah bibir tanggul longsor, Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si mengadakan penanaman pohon bambu petung secara simbolis di Desa Sambugunung Kecamatan Dukun Gresik, Rabu (17/12).

Penanaman pohon bambu tersebut dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) ini diikuti oleh Anggota Muspida Gresik, sejumlah Pejabat dan Camat Pemerintah Kabupaten Gresik, Pimpinan Perusahaan, BUMN, Perbankan dan kelompok masyarakat yang ada di Gresik. Tak hanya bambu petung, ada sebanyak 60.500 batang aneka tanaman yang akan dilakukan serentak di seluruh Kabupaten Gresik dalam rangka HMPI ini.

Dalam pidatonya Bupati mengatakan, dipilihnya komoditas bambu karena wilayah ini sangat cocok menjadi areal konservasi bambu di Gresik. Ada 2 komunitas bamboo yaitu bamboo petung dan bamboo klon Taiwan “Kami sudah menyiapkan sepuluh ribu tanaman bambu yang akan segera ditanam di 16 desa di Wilayah Kecamatan Dukun. Selain bambu, Kami juga telah menyiapkan komoditas lain yaitu sengon dan berbagai tanaman buah”, ujar Sambari.

Terkait pemilihan tanaman bambu petung, bamboo klon Taiwan dan pohon sengon, Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si menambahkan, komoditas ini selain mudah ditanam, perawatannya juga mudah. “Nilai ekonomisnya tanaman ini sangat tinggi, untuk bambu petung bisa dipakai untuk kerajinan, pembangunan rumah dan berbagai kebutuhan sedangkan bambu klon Taiwan itu sangat unggul dalam produksi rebung (sejenis sayuran). Komoditas rebung saat ini pemasarannya sangat tinggi dan bahkan masuk dan menjadi menu di restoran besar “ Tambah Qosim dihadapan ribuan masyarakat.

Pada kegiatan Hari menanam Pohon Indonesia kali ini, Pemkab Gresik di dukung penuh oleh beberapa Perusahaan di Gresik. Selain 2 BUMN besar di Gresik yaitu PT Petrokimia Gresik dan PT. PJB UP Gresik, beberapa perusahaan lain juga turut andil yaitu Bank Jatim Gresik. Grand Manager (GM) PJB UP Gresik, Ir. Sugianto dalam keterangannya melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono menyatakan pihak PJB siap mendukung program penanaman pohondi Gresik ini, katanya.
Dukungan ini selain menyediakan bibit tanaman, pihak PJB juga telah ber MoU dengan Pemkab Gresik terkait untuk memberikan fasilitas dengan membangun kebun bibit untuk pengadaan tanaman. mulai dari pembibitan, jasa tanam, pemupukan serta pemeliharaan. “Kami akan selalu mendukung setiap usaha pemeliharaan Lingkungan, Sadar Lingkungan dan Peduli Lingkungan” ujar Sugianto. (arz/tim)

Tegangnya Pembebasan Penyanderaan Siswi SD

Gresiknews1,Gresik - Seorang siswi SDN Tlogo Patut 2 Gresik jadi korban penyanderaan. Pelaku adalah seorang lelaki asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaku sempat membawa korbannya masuk ke Kodim Gresik yang ada di seberang SD.

"Pelaku menyandera korban yang saat itu hendak pulang," ujar Wakapolres Gresik Kompol Alvian Nurrizal , Rabu (17/12/2014).

Alvian sendiri tidak mengetahui apakah korban saat itu hendak pulang sendiri ataukah sedang menunggu jemputan. Yang pasti, setelah disergap, leher korban langsung dikalungi pisau yang dibawa pelaku. Korban dikabarkan bernama Rani, siswa kelas IV SDN Tlogopatut 2.

Mantan Kapolsek Gubeng itu mengatakan, setelah menyandera, pelaku meminta lari ke arah Kodim yang ada di seberang SD. Pelaku meminta perlindungan. Pelaku meminta agar disediakan ruang. Pihak Kodim pun menyediakan sebuah ruangan.

"Di ruangan itu, kami melakukan negosisasi dengan pelaku yang masih menyandera korban dengan pisau di tangannya," pungkas Alvian.
 
Pelaku bernama Fuad Ahmad (32), warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan korban adalah siswa kelas IV SDN Tlogopatut 2, Rani.

Aksi pelaku jadi tontonan warga sekitar. Tak ada yang berani mendekat. Pelaku minta diantarkan ke Pelabuhan Tanjung Perak dan berniat pulang. Setelah negosiasi, permintaan itu dituruti. Aparat menyiapkan skenario. Mobil yang ditumpangi pelaku dikawal polisi dari depan dan belakang.

Di tengah jalan, tepatnya di Jl Veteran Gresik, mobil bagian depan berhenti. Sang sopir beralasan mobil mogok. Mobil-mobil lain pun ikut berhenti. Saat itulah, polisi menyergap.

"Pelaku hendak menyerang anggota. Setelah dua tembakan peringatan tak diindahkan, anggota akhirnya melumpuhkan pelaku," ujar Wakapolres Gresik Kompol Alvian Nurrizal kepada detikcom.

Pelaku tewas. Jenazahnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina. Sementara korban pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Semen Gresik.(arz)

Bupati Gresik Bawa Stempel Di Saku Celananya

Gresiknews1,Surabaya - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto ternyata sudah siap ‘stempel’ di saku celananya. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono dikantornya, Selasa (16/12).

‘Stempel’ dimaksud adalah ketika ada penandatanganan atas dukungan saat peluncuran program "Jalan lain menuju mandiri dan sejahtera" atau Jalin Matra di Gedung Negara Grahadi. Ternyata hanya Sambari Halim Radianto yang menandatangani sekaligus membubuhkan stempel. Sedangkan Bupati dan Walikota serta stakeholder yang lain hanya menandatangani tanpa membubuhkan stempel.

Diceritakan oleh Suyono, ketika tiba giliran Bupati Gresik waktunya menandatangani sebuah naskah, usai penandatanganan tersebut, Bupati langsung mengatakan,”Tunggu, naskah ini saya selesaikan saat ini juga dengan membubuhkan stempel” ujarnya sambil mengeluarkan stempel Bupati dari saku celana dinasnya. Keadaan ini yang mengundang applus sekitar 250 undangan yang hadir.

Program Jalan lain menuju mandiri dan sejahtera (Jalin Martra) adalah Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program ini menggantikan program"Jalan lain menuju kesejahteraan masyarakat" atau Jalin Kesra yang sudah berlangsung selama lima tahun terakhir, mulai 2019 sampai 2014. Program Jalin Matra ini akan dilaksanakan mulai Tahun 2015 sampai 2019.

Menurut Gubernur, program Jalin Matra ini bertujuan untuk percepatan dan perluasan penaggulangankemiskinan di Jawa Timur. Menurut Kabag Humas Suyono, ada 3 tujuan pokok dalam penangulangan kemiskinan yaitu Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) dan Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (Bantuan RTSM)


Pada Lounching program tersebut dihadiri sekitar 250 orang, antara lain para Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota, Bupati/Wali Kota, Kepala Bappeda, Kepala Bappemas, Rektor Perguruan Tinggi, pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Jatim, pimpinan media massa dan LSM Peduli Kemiskinan. (Arz/tim)

PERESMIAN RS DI PULAU BAWEAN

Gresiknews1,Gresik - Dalam kunjungan kerja ke Pulau Bawean, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah Umar Mas’ud yang terletak di Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik, Senin (15/12).

Rumah Sakit Umum milik Pemerinta Kabupaten Gresik yang bertype D merupakan rumah sakit terbesar yang pertama di bangun di wilayah Kepulauan Bawean. Rumah sakit ini dibangun di areal di bekas bangunan Puskesmas Sangkapura dengan anggaran sebesar Rp 25,5 miliar yang bersumber dari APBD Gresik tahun 2013.

Menurut Bupati Gresik saat meresmikan Rumah sakit tersebut, pembangunan RS Umar Mas’ud ini pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan gedung menelan dana Rp 13,9 miliar. Pembangunannya meliputi pembuatan ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang Bersalin, ruang Operasi, dan HCU dengan fasilitas 35 TT (tempat tidur) anggaran Rp 13,9 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2014.

Selanjutnya pembangunan gedung sarana prasarana yang lain yang menghabiskan dana Rp. 11,6 milyar untuk membangun Instalasi Farmasi, Laborat, Radiologi, Rawat inap fasilitas dengan kapasitas sebanyak 15 TT (tempat tidur).“Sehingga jika ditotal anggaran yang terserap untuk pembangunan Rumah Sakit tersebut mencapai Rp 25,5 miliar,” ujar Sambari yang didampingi Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si, serta Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada Timur (Koarmatim), Laksamana Pertama (Laksma) Heru Kusmianto.

Lebih jauh Sambari mengatakan, Pembangunan Rumah Sakit dan fasilitas Kesehatan di Pulau yang berjarak 80 mil dari wilayah daratan Kabupaten Gresik ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan Bawean. “Nantinya apabila masyarakat Bawean sakit tidak usah berobat dan berlayar jauh ke Gresik daratan, tapi cukup berobat dan dirawat di RS Umar Mas’ud Sangkapura” katanya. “Pembangunan ruman sakit ini sebagai upaya pemerataan kesehatan bagi masyarakat yang ada di wilayah kepulauan” tambahnya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, dr Soegeng Widodo melalui kabag Humas, Suyono menjelaskan, Untuk mendukung operasional RS Umar Mas’ud Sangkapura Bawean, Pemkab Gresik menempatkan sejumlah tenaga medis. Sebanyak 136 petugas medis yang akan melayani masyarakat setiap hari nonstop. Ada 4 tenaga dokter umum, 2 orang dokter spesialis anak dan kandungan serta 130 perawat dan bidan.“Kami berharap fasilitas kesehatan ini dapat menekan angka kematian bayi serta ibu hamil” pungkas Sugeng Widodo. (Arz/tim)

gerobak untuk gepeng

Gresiknews1,Gresik - Untuk mengubah mainset masyarakat eks Gepeng perkampungan Sekarsari Desa Sukomulyo Manyar Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan bantuan 10 (sepuluh) unit gerobak dorong. Bantuan ini diserahkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Munir di Balai Desa Sukomulyo Manyar Gresik, Senin (15/12).

Para penerima ini memang berasal dari satu kawasan yaitu Sekarsari, Desa Sukomulyo Manyar. Kawasan ini memang kawasan relokasi gepeng oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada tahun 1982 lalu. Dulunya tempat ini terdiri dari barak-barak. Saat ini ada sekitar 300 kepala keluarga yang hidup di perkampungan tersebut” kata Kepala Desa Sukomulyo, Subianto.

Sejumlah penerima bantuan gerobak menyatan rasa senang setelah menerima gerobak dorong gratis dari Pemerintah. Mereka berjanji tidak akan mengemis dan menggelandang lagi. Seperti yang disampaikan oleh Sumirah (42). Perempuan ini mengatakan akan berjualan kupang lontong. “Saya akan berjualan kupang lontong sesuai resep warisan orang tua saya” kata perempuan yang menghidupi 12 orang anak tersebut.

Selain Sumirah, beberapa perempuan lain yang juga menerima gerobak dorong gratis ini mengatakan akan berjualan makanan. Ada yang menyatakan akan berjualan pentol, berjualan jus buah, berjualan gorengan dan berjualan nasi. Mereka tampak optimis ingin merubah hidup lebih baik dan tidak menjalani hidup di jalanan sebagai gepeng. “Semoga dengan gerobak dorong ini jualan saya semakin sukses” ujar Siti Arofah (30) yang sudah memulai berjualan gorengan disekitar rumahnya.

Pihak Dinas Sosial Gresik yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan, Munir menyatakan kegiatan ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program pelatihan boga yang sudah dilaksanakan pada tahun 2013 lalu. Peserta pelatihan tataboga setahun yang lalu itu adalah para gepeng yang dirazia di jalanan oleh Dinas Sosial Gresik.

Ketika disidik, rata-rata mereka menyatakan menjadi gelandangan dan pengemis karena terpaksa. “Kalau saya tidak boleh ngemis, sampean bisa tah member makan saya” ujar Munir mengenang ketika memeriksa para gepeng. Tertantang oleh kenyataan keberadaan para gepeng tersebut, Munir yang merupakan orang lama di Dinas Sosial memulai program pengentasan para gepeng dengan memberikan pelatihan tataboga pada tahun 2013. 

Tak hanya menyuruh ‘ojok ngemis’ Dinas Sosial Gresik juga mengadakan pelatihan tataboga. Kegiatan ini diikuti yang oleh 20 orang gepeng hasil razia. Dari pelatihan yang diberikan, para eks gepeng tertantang untuk memperbaiki kualitas hidup. “Atas kesungguhan mereka ingin berubah, kami memfasilitasi dengan memberikan gerobak dorong gratis” ungkap Munir. 

Tolong anda serius bekerja, niscaya akan sukses. “Sukses anda ini menjadi pertaruhan kami untuk program kami dalam mengentas anda dari kehidupan anda semula. Kalau anda sukses, maka tetangga anda yang lain juga akan ikut jejak anda. Sehingga cap kampung gepeng untuk daerah Sekarsari akan hilang” ujar Munis sebelum menyerahkan gerobak dorong. (Arz/tim)

EKSEKUSI GEMBOS BAN KENDARAAN PARKIR SEMBARANGAN DI AREA KTL

Gresiknews1,Gresik - Sepintas kawasan jalan Kartini tampak lancar ketika petugas Dinas Perhubungan Gresik tengah menertibkan jalan itu pada Jum’at siang (12/12).

Puluhan kendaraan roda empat yang biasanya parkir berbaris dari barat ketimur di tepi jalan sisi sebelah utara meski ada tanda larangan parkir. Saat itu beberapa kendaraan tampak mengurungkan niatnya parkir di kawasan itu dan memilih kabur. Ternyata ada 1 kendaraan sedan warna putih yang tetap bertengger dikawasan itu. Tak pelak, anggota tim petugas dishub Gresik langsung menggembosi kendaraan tersebut. Sampai sekitar 30 menit pemilik kendaraan yang bernama Kasiadi datang.

Meski tampak curiga karena banyak kuli tinta yang mengerumuni kendaraannya, Kasiadi cuek aja menaiki kendaraannya sampai menemukan tukang tambal ban yang jaraknya hanya sekitar 50 meter. Dia hanya senyum-senyum saja sambil meminta tukang tambal ban untuk memompa bannya kembali. Beberapa wartawan yang tadinya diam menghampiri Kasiadi. “Mulanya saya kaget ketika mengendarai mobil bannya terasa kempes, tapi segera menyadari ketika ada petugas Dishub dan banyak kamera menyorot ke kendaraan saya” ujarnya.

Dia memahami kesalahannya dan menerima atas eksekusi gembos ban pada mobil miliknya. “Ya saya akui memang salah, dan saya menerima” katanya ketika diwancarai beberapa awak media. Tentang komentar pada petugas Dishub yang langsung menggembosi kendaraannya, “Dia memang tugasnya begitu, dan saya juga gak mungkin mengulangi kesalahan saya. Kalau kesini lagi pasti akan mencari tempat parkir yang resmi” ujarnya pasrah.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Andhy Hendro Wijaya melalui kabag Humas Suyono mengatakan, pentingnya optimalisasi kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Wilayah Kabupaten Gresik. Menurut Andhy, “Kawasan tertib lalu lintas ini penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin berlalu lintas. Jadi setiap Pengendara hukumnya wajib mentaati aturan serta rambu yang ada, termasuk rambu larangan parkir”, katanya.

sesuai Peraturan Bupati No. 5 tahun 2011 tentang Kawasan Tertib Lalu lintas. Disana jelas tertera segala ketentuan sebagai pengguna jalan yang baik. “Kami memandang perlu untuk mendukung menciptakan kawasan tertib lalu lintas pada daerah yang sudah ditentukan. Kedepan kawasan tertib lalu lintas (KTL) ini akan lebih luas dan pada akhirnya semua area menjadi kawasan tertib lalu lintas” katanya. (arz/tim)

BERHARAP ADA TAMBAHAN PRODUKSI PADI SEBESAR 5 PERSEN

Gresiknews1,Gresik - Memasuki musim tanam pada Desember 2014, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Agus Joko Waluyo menyatakan stok pupuk di Gresik cukup. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kekhawatiran musim tanam yang sudah berada di akhir tahun 2014. 

Saat menyampaikan pernyataan ini melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono di kantornya, Jum'at (12/12), Agus Joko Waluyo menambahkan, sampai saat ini setelah ada penambahan kuota pupuk urea bersubsidi untuk Kabupaten Gresik sebesar 10 ribu ton, masih ada stok pupuk urea sebesar 1900 ton. "Jumlah ini sangat cukup untuk musim tanam saat ini Desember 2014" katanya.

Dengan kecukupan pupuk tersebut, Dinas Pertanian berharap adanya kelebihan produksi. "Produksi padi Kabupaten Gresik tahun 2014 mengalami surplus. Dari data yang ada yang pada kami, rata-rata produksi padi di Gresik mencapai 6,45 ton/ha gabah kering giling (gkg).Jadi total produksi padi tahun 2014 mencapai 3.705 ribu ton gkg". Dari total produksi tahun 2014 ini setelah dikurangi konsumsi, maka ada kelebihan produksi beras sekitar 120 ribu ton" tambah Agus.

Tentang kecukupan kebutuhan pupuk di Kabupaten Gresik, Agus berharap kecukupan ini bisa menambah jumlah produksi setiap tahun. "Kami perkirakan tahun berikutnya ada tambahan produksi minimal 5 prosen dari jumlah sekarang" ujarnya optimis.

Adapun total alokasi pupuk urea di Kabupaten Gresik setelah ada penambahan pada tahun 2014 mencapai 27 ribu ton. jumlah ini dialokasikan untuk 64ribu hektar areal padi, 25 ribu hektar areal jagung dan 2500 hektar areal kedelai.Dengan tersedianya pupuk bagi petani,kami berupaya untuk menyiapkan tambahan lahan baru untuk padi.

penambahan ini sebagai bentuk dukungan program pemerintah pusat dan Pemerintah daerah untuk memperbaiki sarana prasarana pertanian. Prasarana dimaksud yaitu beberapa program pendukung perbaikan prasarana pertanian yaitu perbaikan irigasi, pengerukan embung, pembangunan jalan usaha tani serta bantuan pompa air serta hand traktor yang sudah dikucurkan dibeberapa desa.(Arz)

Dicuekin Istri Sendiri Karena Ditilang



Gresiknews1 - Seorang wanita pengendara sepeda motor matic menerobos lampu merah dan hampir tertabrak oleh pengendara dari arah berlawanan. Wanita itu nekat menerobos lampu merah karena sepeda motor yang ada di depannya mengepulkan asap pekat.

Seorang petugas Polantas yang melihat aksi ini kemudian berlari mengejar wanita tersebut. Dengan sigap, ia berhasil menghentikan dan memberikan surat tilang. Meski sang wanita terlihat marah saat dirinya diberi surat tilang, sang Polantas tetap menilangnya.

Adegan tersebut merupakan video dari kejadian nyata yang dialami Aiptu Jailani, yang berdinas di Polantas Gresik, Jawa Timur. Yang menarik, wanita yang ditilang merupakan istrinya. 

Kejadian ini kemudian direka ulang dalam video berdurasi 4 menit 40 detik video yang dibuat oleh Forum Film Jambi. Dalam video berjudul 'Kisah Nyata Polisi Menilang Istrinya' yang diunggah ke YouTube, tampak Aiptu Jailani merasa bersalah terhadap istrinya.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Aiptu Jailani mampir di sebuah toko bunga dan membeli bunga mawar. Sesampai di rumah, ia mendapati sang istri telah tertidur lelap. 

Aiptu Jailani yang tidak ingin mengganggu sang istri yang telah terlelap kemudian meletakkan bunga mawar di samping sang istri. Di tangkai bunga diselipkan sebuah kartu bertuliskan, "MA, MAAF TADI PAPA TILANG, PAPA HARAP MAMA MENGERTI, PAPA CINTA MAMA".

Dalam video yang diunggah 17 Mei 2014 tersebut, ikut ditampilkan tulisan surat kabar tentang penilangan Aiptu Jailani. Selain menilang sang istri, ia juga pernah menilang anggota KPK.

video yang telah disaksikan lebih dari 277.881 kali ini mendapat komentar beragam dari pengguna YouTube. Sebagian besar mengapresiasi tindakan Aiptu Jailani.'

"Jujur ane benci polisi. Tapi kalau ada polisi macam gini, ane salutt banget. Dan semoga semua polisi akan seperti ini. Anti suap, tidak pandang mulu, ramah di depan orang lemah, garang menantang lawan. Bukan sebaliknya, arogan kepada masyarakat awam... tapi takut dengan preman kuat atau gank besar..." tulis Aris Prayogo.

"Berlinang air mataku lihat video ini.. Bginilah contoh suami istri yg baik.sling memaafkan itu nytany d masakin .demi tugas kerja. Istripun tk d bedakan sdngkn klo di rumah jdi suami yg sangat sayang sma istri...so sweat," tulis Ika Hafis.

TIGA SISWA DARI KAMPUNG NELAYAN GRESIK SIAP BERLAGA DI KOMPETISI ROBOT SINGAPURA

Gresiknews1,Gresik - Prestasi tak hanya monopoli milik anak-anak kaum berada dan memiliki harta yang ada di kota besar. Ternyata anak sopir nelayan, maupun penjual ikan yang tinggal di kampung Nelayan di pesisir pantai desa Campurejo Panceng Gresik juga bisa meraih prestasi tingkat Nasional. Bahkan selangkah lagi tiga siswa asal Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Panceng Gresik ini akan berlaga di kontes robot tingkat International di Singapura.

Hal ini dibuktikan oleh Mohammad Harris Riqin putera Hartono (Nelayan), Nabil Al Annisi putera Sunaryo (sopir) dan Ahmad Khoirul Hadi putera Ali Fauzi (penjual Ikan). Dengan diantar oleh guru serta Pembina tehnik robotic sekolah, tiga siswa tersebut diterima Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto di ruang kerjanya, Rabu (10/12). Mereka berpamitan dan minta doa restu kepada Bupati Gresik agar bisa lancer dan sukses dalam kompetisi di Singapura yang akan berlangsung pada 28-30 Januari 2015. 

Keikut sertaan tiga siswa dari kampong nelayan itu bukan serta merta, tapi melalui perjuangan dan prestasi yang sudah diraih pada event sebelumnya. Dalam sebulan yaitu bulan Nopember 2014, mereka sudah meraih 2 (dua) prestasi kejuaraan Robot Tingkat Nasional. Masing masing sebagai juara I pada kompetisi robot se Jawa dan Bali pada Jember Line Tracer IV di Universitas Jember. Juga juara I pada Robot Elite Competition 2 (Reco 2) di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung.

Sehingga atas prestasi yang diraihnya itu, ketiga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Panceng Gresik diundang untuk mengikuti kompetisi robot antar Negara yang akan digelar di Tay Eng Soon Convention Centre, ITE Headquarters, Singapura.”Insyaallah pada Minggu, 25 Januari 2014 kami akan berangkat. Kami minta doa restu kepada Bupati dan seluruh masyarakat Gresik agar kami sukses membawa nama harum Gresik ke tingkat International”, ungkap Mohammad Lazim Guru yang akan mendampingi selama lomba di Singapura.

Pada kesempatan itu Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto menyatakan pihaknya akan selalu mendoakan agar tim robot ini bisa lancer dan sukses. “Mumpung masih ada waktu, kami berharap agar para guru membimbing sebaik-baiknya dalam persiapan lomba. Hal-hal yang masih kurang tolong diperbaiki dan ditambah, agar saat lomba nanti bisa betul betul baik dan sempurna” ujar Sambari. “Yang paling penting tiga siswa ini untuk menjaga diri dan kesehatan sebaik-baiknya” tambahnya lagi.

Ketika disuruh menceriterakan tentang robot ciptaan yang akan diikutkan lomba, ketiga siswa ini menyatakan keberatan,”Sementara ini masih saya rahasiakan. Nanti saja setelah lomba saya bisa menjelaskan. Tapi robot ciptaan saya ini yaitu transporter akan berlaga di kategoriSchool’s Robotic Game ” kata Ahmad Khoirul Hadi sambil menunjukkan cara kerja robotnya. (Arz/tim)

SEMBILAN PENDONOR DARAH GRESIK AKAN MENERIMA PENGHARGAAN PIN EMAS DARI PRESIDEN

Gresiknews1,Gresik - PMI Gresik siap memberangkatkan 9 (Sembilan) orang pendonor darah untuk menerima penghargaan pin emas tahun 2014 dari Presiden RI. Penghargaan ini akan diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 16 Desember 2014 di Istana Negera.

Sebelum berangkat, 9 (Sembilan) pendonor asal Gresik ini diterima Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto di ruang rapat Bupati pada Rabu (10/12). Mereka diantar oleh 2 orang Wakil Ketua PMI Gresik yaitu dr. Sri Rahayu dan dr Sugeng Suparlan serta Ketua Unit Donor Darah, dr. Jufrita Endryana. Para pendonor tersebut adalah H. Son Haji, Suntono Djamaludin, Harnoko, Samilan, Hartono (1), Hartono (2), Nurhasan, Djoko Suwarno dan Tarmudi Husain A. 

Pada kesempatan itu, Bupati memuji para pendonor yang terlihat sehat, bugar dan awet muda. “Terbukti bahwa donor darah akan menambah badan semakin sehat dan bugar. Hal ini bisa dibuktikan oleh para pendonor yang ada didepan saya ini tampak sehat, segar dan bahkan awet muda. Saya tahu para bapak-bapak pendonor ini adalah para senior saya yang usianya lebih tua dari saya, tapi wajahnya terlihat lebih muda” ungkap Sambari yang tampaknya sudah mengenal para pendonor ini.

Tentu sudah banyak darah yang didonorkan oleh para bapak-bapak ini,”Kalau sekali donor yaitu setiap tiga bulan diambil 350 cc berarti sudah 25 tahun lebih anda sebagai pendonor dan 35 liter darah yang saudara sumbangkan. Bahkan beberapa orang katanya sudah lebih dari 100 kali “ puji Sambari lagi. “Semoga apa yang saudara perbuat ini bisa dicontoh oleh masyarakat Gresik yang lain terutama para kaum muda” tambah Sambari lagi.

Tentang pendonor yang siap berangkat ini, wakil ketua PMI Gresik dr. Sri Rahayu melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono mengatakan, mereka termasuk pendonor lama dan sejak usia muda mereka sudah menjadi pendonor tetap. “Beberapa saat yang lalu mereka sudah memperoleh medali/pin perak maupun perunggu. baru kali ini mereka akan mendapat emas”. Ujarnya.

Sementara kepala Unit Donor Darah PMI Gresik, dr. Jufrita Endryana kepada kabag Humas Suyono menuturkan, jumlah perolehan darah di instansinya sudah mencapai 20 ribu kantong lebih. Jumlah ini melebihi target yaitu 16 ribu kantong. Darah tersebut sudah banyak didistribusikan ke semua rumah sakit di Gresim dan beberapa rumah sakit di luar Gresik. “45% darah tersebut didistribusi ke RS Ibnu Sina Gresik selebihnya kebeberapa rumah sakit lain.

Tentang perbandingan golongan darah yang masuk ke UDD PMI Gresik, dr. Jufrita Endryana menyatakan yaitu yang terbanyak adalah golongan darah O disusul B, A dan yang terakhir AB. (Arz/tim)

KOMITMEN MENUJU GRESIK KABUPATEN SEHAT 2015

Gresiknews1,Gresik - Untuk meraih penghargaan Swastisaba Padapa 2015 yaitu sebuah penghargaan tingkat Nasional di bidang Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Gresik melaunching program Gresik Kabupaten Sehat. Pelaksanaan kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh berbagai pihak dan para pemangku kepentingan yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Rabu (10/12).

Selain itu, para penandatangan komitmen tersebut melaksanakan penyusunan beberapa program dan gerakan menuju Kabupaten Gresik sehat 2015. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Sugeng Widodo mengatakan, beberapa langkah dalam menuju program Gresik Kabupaten sehat sudah diawali oleh berbagai kelompok masyarakat yang ada di Gresik.

Beberapa langkah itu menurut Sugeng Widodo antara lain dengan sudah terbentuknya bank sampah, kampung organik, kampung hidroponik, kampong Gresik berhias, kampong dengan pelayanan public, desa pendidikan, desa Hippam, Desa ODF, sekolah adiwiyata, Desa PHBS, Pasar sehat, serta Adipura dll. “Upaya perbaikan lingkungan itulah sebagai langkah awal menuju suatu kondisi kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat sebagai hunian masyarakat” ujarnya.

Setelah penandatanganan oleh berbagai unsur yaitu, Kepala SKPD, Camat, Perwakilan Perusahaan BUMN dan BUMD, PKK, Forum Gresik Sehat yang terdiri dari Akademisi, LSM, Tokoh Masyarakat tersebut diberi pengarahan tentang ‘Kota Sehat’ oleh Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, Edi Basuki, SKM, MSi. “Konsep kota sehat tak hanya sehat dari penyakit, namun sehat dalam arti yang luas dan menyeluruh” ungkap Edi saat memberikan bimbingan.
Asisten I, Tursilowanto Hariogi yang hadir mewakili Bupati Gresik mengatakan,”Kita punya modal” ujarnya. Kemudian dia merinci berbagai penghargaan bidang kesehatan yaitu penghargaan program Kabupaten Kota Sehat dari Gubernur Jawa Timur dengan dua tatanan yaitu kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum dan Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri Oktober 2014. Juga penghargaan otonomi award JPIP kategori khusus lingkungan dan sanitasi pada kegiatan sanitasi total berbasis masyarakat” katanya. 

Ditambahkan oleh Tursilo, banyak hal yang menjadi indicator bahwa Gresik sangat konsen dalam pembangunan kesehatan. Katanya,”Adanya APBD yang selalu meningkat yang pada tahun 2010 hanya Rp. 38 milyar saat ini sudah mencapai 128 milyar. Berbagai pembangunan sarana prasarana kesehatan mulai peningkatan fasilitas puskesmas dan pembangunan Rumah sakit” katanya. (Arz/tim)

2 Korban Meninggal,Diduga Keracunan Asap Genset

Gresiknews1,GRESIK - Belum lama ini puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa Bawean (GEMABA) berunjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, mereka mendesak wakil rakyat menuntut keberadaan Perusahaan Listrk Negara (PLN) masalah penerangan di pulau Bawean yang setiap hari melakukan pemadaman listrik, benar apa yang disampaikan skelompok mahasiswa terkait itu kini menuai masalah, dua anak meninggal, empat masih dalam perawatan di Puskesmas Tambak di duga keracunan setelah menghirup asap genset.

Nur Zahirah (2) dan Muhamad Rizal (5) Warga Dusun Tambak Kramat Desa Tambak Bawean Gresik, keduanya meninggal dunia di duga menghirup asap mesin genset yang saat itu dihidupkan sebagai pengganti lampu penerangan saat pemadaman listrik PLN di rumahnya, Jum'at (5/12).

"Saat itu keluarga korban sedang mengadakan hajatan ulang tahun anaknya yang bernama Beny Setiawan, Kamis (4/12) dengan mengundang teman temannya berlanjut malam harinya diadakan acara tahlilan bersama muslimat Tambak, dirasa setelah hajatan semuanya terasa capek disertai lampu mati akhirnya anggota keluarga beristirahat tidur, seperti biasa ketika pemadaman listrik mati akhirnya salah satu keluarga menghidupkan mesin genset guna penerangan lampu malam hari, saat itu sekitar jam dua dini hari saya berniat membangunkan nenek saya yang saat itu tidur di rumah korban, namun semua yang tidur di situ, semuanya mengalami kejang kejang akhirnya saya minta pertolongan warga sekitar." ujar Slamet keluarga korban.

Slamet juga menuturkan, melihat keadan yang tidur dirumah korban semua tidak sadarkan diri dan kejang kejang akirnya Slamet berinsiatif memanggil orang pintar ustadz untuk mengobati, namun dari pernyataan ustadz zuhdi, korban tidak ada pengaruh dengan mahkluk halus, Slamet semakin panik ketika mendapati Nur Zahirah dalam keadaan sudah tidak bernyawa,akirnya para tetangga menyarankan semua untuk di bawa ke Puskesmas setempat.

"Nur Zahirah meninggal dunia pagi hari dirumahnya saat kejadian, sedangkan Mohamad Rizal meninggal dunia malam hari sekitar pukul 21:30 di Puskesmas Tambak saat menjalani perawatan."pungkasnya.

Terkait kejadian tersebut Dokter umum Puskesmas Tambak Anita Kusumawati membenarkan kejadian ini, keempat korban yang selamat masih mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas, empat korban itu adalah Suniah, (40) ibu kandung korban, Sutiah,(35) tetangga korban, Sawiyah,(37) dan Beny Kurniawan, anak ke dua korban yang saat itu sedang merayakan ulang tahun, dari hasil pemeriksaan lima korban keracunan akibat menghirup asap yang mengandung zat monoksida dari mesin genset.

"Saat dibawa ke Puskesmas ke lima korban itu sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri semua, kondisi membaik sekitar pukul 11:00 setelah mendapatkan perawatan, kecuali Mohamad Rizal sudah meninggal di puskesmas."ujarnya

Anita juga menambahkan korban yang selamat langsung di rujuk di Rumah Sakit Umum Ibnu Sina Gresik guna memperoleh perawatan berlanjut,"sehubungan keterbatasan peralatan, terpaksa pasien kami rujuk di RSUD Ibnu Sina Gresik."pungkasnya.(Arz/Tim)

Kurikulum Kembali ke 2006, Buku Pelajaran Mesti Beli Lagi?

Gresiknews1,Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak akan memaksa orangtua siswa untuk membeli buku pelajaran sendiri setelah kurikulum 2013 distop dan dikembalikan ke kurikulum 2006.

"Pokoknya saya enggak bisa mengimbau (orangtua beli buku), tergantung dari sekolah. Daerah juga punya porsi berbeda-beda," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (6/12/2014).

Anies tidak dapat memastikan apakah orangtua murid harus membeli buku kembali dengan keputusan mengganti kurikulum itu. Menurut dia, tiap kota atau kabupaten di tiap daerah ada yang menyiapkan buku bagi siswa dan ada yang tidak. Selama ini, buku pelajaran dibagikan gratis kepada siswa.

"Justru yang jadi masalah adalah selama ini banyak sekali problem dengan cara digratiskan. Jadi menurut saya, kita kembali ke 2006, termasuk dalam soal pengadaan alat belajar," ujar Anies.

Anies memutuskan untuk menghentikan kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum 2006. Surat edaran tentang kebijakan tersebut dikirim ke setiap sekolah mulai hari ini. Penerapan kurikulum 2006 sendiri rencananya mulai semester genap atau Januari 2015 untuk tahun ajaran 2014-2015.(arz)

Para Tersangka Dugaan Korupsi Alat Kesehatan Madiun Ditahan

Gresiknews1,Madiun - Kejaksaan Negeri Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menahan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Aris Nugroho dan pegawai Dinas Kesehatan, Ari Sugeng Riyadi, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah Dolopo. Selain keduanya, Direktur CV Andalanku Dwi Enggo Cahyono selaku rekanan Dinas Kesehatan dalam pengadaan alkes senilai Rp 4,5 miliar pada 2011itu juga ikut ditahan. 

"Hari ini kami melakukan penahanan terhadap tersangka untuk memaksimalkan pemeriksaan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan Andi Sundari, Jumat, 5 Desember 2014

Penahanan ini sendiri sebenarnya sangat kontroversial karena sebelumnya diberitakan bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan mengeluh bahwa penyidikan kasus ini terhambat oleh audit BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan & Pembangunan).

Kepala Kejari Mejayan Andi Sundari, mengatakan, tidak jelasnya perhitungan kerugian negara oleh BPKP membuat penyidik kejaksaan memutuskan mencari alternatif lain untuk menghitung kerugian negara.

Di antaranya dengan menambah keterangan ahli dari Rumah Sakit Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dr Sardjito dan salah seorang pakar dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.(arz)

Buruh Wim Cycle Demo,Tuntut Menjadi Karyawan Tetap

Gresiknews1,Gresik - Massa buruh dari Federasi serikat buruh kerakyatan (SBK),dan kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mereka meminta Disnaker untuk segera menyelesaikan permasalahan buruh yang ada di Wim Cycle. Kamis (04/12/2014)

Para buruh mengindikasi adanya main mata antara Disnaker dengan perusahaan Wim Cycle, sehingga permasalahan buruh kontrak yang lebih 15 tahun bekerja dan tidakbdiangkat sebagai pegawai tetap tidak terselesaikan.

Masa ini juga meminta disnaker untuk mempertanggung jawabkan hal yang dilakukan perusahaan Wim Cycle.

“Kami minta disnaker untuk segera menindak lanjuti kasus yang dilakukan perusahaan Wim Cycle. Kami sebenarnya sudah tau, bahwa kalian sudah ada kerjasama, kami disini hanya meminta keadilan” suara masa dengan serentak dilanjut dengan menyanyikan lagu-lagu buruh.

Sementara itu, koodinator KASBI, Hakam menuturkan “seharusnya Disnaker harus mentaati peraturan yang sudah diatur oleh pemerintah, sebagai buruh kami hanya menuntut keadilan pemerintah,kami harap jangan ada dusta diantara kita.” ujar Hakam.

Hal senada juga diungkapkan oleh Brianto (koordinator SBK jatim) , pihaknya merasa kecewa terhadap Disnaker, dimana pihaknya sudah puluhan tahun kerja dengan disistem kontrak.

” Sistem kontrak yang diberlakukan Wim cycle itu sudah jelas melanggar undang-undang 13 th 2003 pasal 59. Kami minta, Disnaker segera menindak lanjuti perusahaan yang yang sudah jelas berhianat ini” ujar Briato dengan nada keras.

Pertengahan aksi, pihak disnaker mempersilahkan beberapa perwakilan untuk masuk kedalam, guna diadakan klarifikasi.

Setelah diadakan dialog, Karno secretaris Disnaker belum bisa memberi putusan hukum yang pasti. Pihaknya mengaku bahwa proses ini masih berjalan. Dan berharap agar masa sabar menunggu keputusan ini,
” saya tidak bisa memutuskan iya atau tidaknya hari ini ” terang Karno.

Aksi ini juga dikawal apara kepolisian guna menjaga keamanan dan kelancaran acara.(Arz)

Kasus Pungli Disekolah, Ketua Komisi D DPRD Gresik Disorot

Gresiknews1,Gresik - Ketua Komisi D DPRD Gresik mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Sorotan sebagai imbas tertutupnya rapat hearing terkait pungutan liar oleh dua sekolah negeri SMPN 4 Gresik, dan SMAN 1 Manyar.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat atau Lira Gresik, dan pengamat pendidikan mencurigai adanya deal-delan lantaran hampir seluruh kasus pungli lolos tidak ada sanksinya.

"Kami prihatin dengan sikap Ketua DPRD D Gresik yang bersikap tertutup dalam agenda hearing," kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik, Hari Susilo, Kamis (4/12/2014).

Kasus pungli di sekolah negeri kata Hari Susilo, sangat mencoreng dunia pendidikan. Pasalnya, dua sekolah negeri itu sudah digerojok dengan ratusan milliar anggaran APBD dan APBN. Mulai dari bantuan operasional sekolah (bos) dari APBN maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Ini kan aneh lha wong aturannya 9 tahun wajib pendidikan biayanya ditanggung negara," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lira Kabupaten Gresik Choirul Anam mengecam keras sikap ketertutupan Komisi D DPRD Gresik. "Kalau hearingnya tertutup kami mencurigai dewan utamanya Komisi D ada main mata," paparnya.(arz)

Warga Miskin Gresik Menerima Bantuan Daging Hibah dari Australia

Gresiknews1,Gresik - Bupati dan wakil bupati Gresik H.Sambari dan H.Moh Qosim ,kepala densos H.Rudi , Lestari widodo pemberdayaan masyarakat gresik serta 5rb warga Gresik mengikuti acara pembagian daging hibah yang diselenggarakan oleh Yayasan Server Indonesia dan Yayasan MBC Australia.

Daging hibah tersebut berasal dari Australia dan warga Turki yang tinggal di Australia untuk diberikan kepada warga miskin di Kabupaten Gresik.

Wakil bupati Gresik H.Qosim memberikan keterangan kepada Gresiknews1 bahwa daging hibah tersebut memang diberikan oleh Yayasan MBC Australia yang bekerja sama dengan Yayasan Server Indonesia. Pada tahap pertama ini daging hibah sebanyak 15 ton akan segera di bagikan langsung kepada warga miskin diwilayah Gresik dan setiap warga miskin akan diberi 3-4 Kg "ujar wagub Gresik.

Acara tersebut dimulai pukul 13.00 hingga pukul 17.00 dengan di ikuti oleh ribuan warga miskin Gresik yang ingin mengantri untuk mendapatkan daging hibah tersebut dengan sabar meski cuaca hujan.dibalik pembagian tersebut ada seorang warga yang ikut mengantri sampai tidak sadarkan diri dikarenakan banyaknya warga yang ikut mengantri hingga dilarikan ambulance ke rumah sakit Petrokimia untuk mendapatkan perawatan.

Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Yayasan MBC Australia melalui Yayasan Server Indonesia.

Pembagian daging hibah tersebut berjalan lancar meski ada seorang warga yang pingsan.Pihak kepolisian Resort Gresik dan 4 Rayon Polsek membantu dalam pebgamanan acara tersebut.

"Insya Allah untuk tahap berikutnya akan ada bantuan sekitar 75-100 Ton dan akan disalurkan langsung kepada warga miskin di Gresik yang belum mendapatkan" ujar wagub Gresik. Daging tersebut juga layak konsumsi menurut agama dan kesehatan dikarenakan daging hibah tersebut telah di cek oleh dinas kesehatan sebelum di bagiakan"komentar Wagub kepada Gresiknews1.

Pembagian tahap 1 diberikan kepada 4 kecamatan Gresik diantaranya kecamatan Gresik,Kebomas,Manyar dan Cerme.(Arz)

Pilkada Gresik Terancam Molor

Gresiknews1,GRESIK - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gresik terancam molor sebab hingga kini belum ada petunjuk teknis (Juknis) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.

Pilkada Kabupaten Gresik semula diperkirakan digelar pada April 2015, tetapi karena ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2014, yang mengharuskan Pilkada dilaksanakan selama 11 bulan kemungkinan akan molor.

“Jika dimulai sekarang (Desember) pelaksanaan Pilkada bisa November 2015 tapi sekarang masih belum ada petunjuk teknis dari KPU Pusat,” kata Ahmad Roni, Ketua KPUD Gresik, melalui pesawat teleponnya, Rabu (3/12/2014).

Dalam PP Nomor 1 Tahun 2014 tersebut juga berisi tentang Calon Kepala Daerah atau Bupati harus dilaksanakan uji publik selama 11 bulan.

“Hasil rapat kami mulai bulan ini tapi masih menunggu instruksi dari KPU Pusat,” katanya.

MPM Finance Didemo Karyawannya

Gresiknews1,Gresik - Puluhan karyawan PT. MPM Finance Gresik unjukrasa, kamis (04/12) di depan kator PT. MPM Gresik jalan kartini Kebomas Gresik. Mereka menuntut kejelasan terkait masa kerja, status karyawan, dan hak karyawan kepada PT. MPM Finace Gresik.

Pada aksi demo tersebut 46 mantan karyawan SAF yang di back up oleh menuntut kejelasan statusnya di PT. MPM Finance karena selama 4 bulan di telantarkan dan dari 46 karyawan 4 orang tidak menerima gaji mulai awal bulan Oktober 2014.

Perlu diketahui setelah melakukan merger puluhan mantan karyawan PT SAF kehilangan beberapa haknya di PT MPM Finance , menurut Korlap aksi Luki, hak – hak karyawan harus sama dengan sebepum di merger.

“kita sudah kehilangan hak-hak kita, kalau ini merger harusnya kita masih sama ketika kita di PT SAF sesuai dengan UU No.13 tahun 2003 pasal 163 khususnya ayat 1 dan 2″ ujar luki

Namun sistem dari PT MPM Finance tidak sesuai UU No.13 tahun 2003 pasal 163 tidak memberikan uang makan, ogkos jalan, dan tunjangan.

“kami akan meminta perlindungan kepada Negara dan terus bergerak atas penganiayaan hak hak yang seharunya kami peroleh, tegas Harijanto koordinator PUK PT SAF. (arz)

Korupsi Pendidikan Sidoarjo Berlangsung Dengan Vulgar

Gresiknews1,Sidoarjo - Kelompok Studi Delta (KSD), Sidoarjo mengingatkan pemerintah kabupaten Sidoarjo khususnya dinas pendidikan agar hati2 dalam pengadaan buku dan alat peraga pendidikan serta peralatan TIK (Teknologi Informasi Komputer) untuk memenuhi kebutuhan sekolah2 yang sedang dilaksanakan tahun 2014 ini, agar nantinya tidak berurusan dengan aparat hukum karena dugaan korupsi.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2014 ini, dinas pendidikan kabupaten Sidoarjo melaksanakan kegiatan pengadaan buku perpustakaan, alat peraga pendidikan serta olahraga senilai belasan milyar rupiah, yang terdiri dari:
a. pengadaan alat olahraga SD senilai Rp. 2,11 milyar
b. pengadaan TIK senilai Rp. 4,02 milyar
c. pengadaan TIK senilai Rp. 2,42 milyar
d. pengadaan buku perpustakaan SMP senilai Rp. 3,65 milyar
e. pengadaan alat peraga SD senilai Rp. 5,63 milyar
f. pengadaan buku perpustakaan SD senilai Rp. 8,47 milyar
g. pengadaan alat laboratorium IPA SD senilai Rp. 1,27 milyar

KSD mengingatkan hal ini, karena tampak sekali adanya kejanggalan. Misalnya untuk pengadaan alat peraga pendidikan memakai produk dari produsen Pudak Scientific Bandung. Padahal berdasarkan berita media massa (lihat pada lampiran berita dibawah) saat ini direktur Pudak Scientific sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung karena dugaan korupsi pada pengadaan alat peraga pendidikan di sebuah kementrian, dan kasusnya sendiri sedang dalam proses persidangan di pengadilan tipikor.

Sedangkan untuk pengadaan buku SD & SMP kejanggalan nampak dari upaya membatasi agar yang bisa menjadi penyedia barang adalah pihak tertentu saja. Dalam hal ini tampak dari susunan jumlah & judul buku yang diminta oleh dinas pendidikan pada dokumen pengadaan tidak sesuai dengan kurikulum & tidak sesuai dengan ketentuan kementrian pendidikan. Dan ini hanya pihak tertentu saja yang bisa menyediakan kebutuhan tersebut. Sehingga hasilnya buku untuk SD & SMP yang ditawarkan & dikirim oleh penyedia barang, ternyata banyak yang lebih cocok untuk bacaan anak SMA/SMK dan dewasa.

Untuk itu KSD berharap, meskipun para pejabat dinas pendidikan atau pemerintah daerah kabupaten Sidoarjo merasa kuat dan kebal hukum, sehingga berani dengan vulgar karena tampaknya hal ini berjalan secara sistematis, terencana & terorganisir. Hendaknya dalam pelaksanaannya diperbaiki agar tidak merugikan kemajuan dunia pendidikan di Sidoarjo.

"Mungkin untuk mengurangi korupsi, pungli, gratifikasi dll yang seolah sudah menjadi budaya itu perlu waktu, akan tetapi setidaknya jika hal ini belum bisa dihindari, sebaiknya dinas pendidikan janganlah terlalu mencolok" ujar Cahyo Putro ketua KSD.

"Untuk itu sebaiknya jumlah buku dan alat peraga serta TIK janganlah jumlah dan spesifikasi dikurangi dengan sangat vulgar dan hendaknya memang benar2 bisa dipakai untuk pembelajaran oleh murid SD & SMP di Sidoarjo" tambahnya.

"Sayang sekali jika dana yang sedemikian besar digelontorkan oleh kementrian pendidikan, akan tetapi digunakan untuk membeli barang2 yang ternyata tidak sesuai dan tidak bisa digunakan sebagai mana mestinya. Masa anak SMP diberi buku SD, sedangkan murid SD/SMP diberi buku untuk SMA/SMK dan dewasa. Demikian juga untuk alat peraga dan TIK jika tidak bisa dipakai dan tidak berfungsi, untuk apa? apa cuma untuk memenuhi gudang? Untuk masa depan janganlah para pejabat itu memandang dana besar pendidikan itu adalah sekedar sebuah proyek yang bisa memberi keuntungan tambahan diluar gaji, tapi dana yang besar ini adalah amanah untuk memajukan pendidikan generasi penerus' pungkasnya.(arz)

GERAKAN 500 RIBU MASKER DAN PENCANANGAN GRESIK BERMASKER

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Berbagai macam cara terus dilakukan untuk memutus ...