Oknum Polisi Polda Jatim Anarkis

Gresiknews1,Gresik - satu lagi perbuatan oknum polisi yang telah mencoreng nama POLRI. Salah satu anggota kepolisian polda jatim melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil M.Khoirul Amin. Korban dituduh  berselingkuh M.Khoirul Amin babak belur dianiaya oknum anggota polisi polda jatim  , Ketika d konfrmasi oleh GRESIK NEWS 1 .COM korban mendapatkn sms dari WAHEP KIPLI pd tgl 28 juni 2014 jam 22.00 sampai pukul 01.00wib korban yg sehari-hari tidur di warung tempat bekerja milik H. Mohammad Saifudin. Korban yang telah bekerja selama 2 tahun tersebut dianiaya oleh oknum polisi yang bernama serka Sukari atas tuduhan perselingkuhan dengan Anik  yang kebetulan  rekan  satu pekerjaan dengan M. Koirul Amin. korban yang mengalami luka memar diwajah tidak kuat menahan sakit akhirnya memeriksakan dirinya ke rumah sakit bhayangkara jl. A. Yani polda jatim dan melaporkn ke SPKT tgl 30 juni 2014 dg tanda bukti lapor nmr :TBL/761/V1/2014/UM/JATIM yg terlapor SUKARI DAN H. SOLIKIN ke duanya beralamat Romokalisari benowo  Surabaya yang langsung diterima laporannya oleh  kompol SATINGI SH nrp 58010716 SPKT polda jatim , korban meminta kepada pihak yang berwajib untuk terus menuntaskan kasus tersebut karena sesuai dengan motto kepolisian yang selama ini di dengungkan " Mengayomi dan menjaga keamanan masyarakat "  selama berita kami sajikan kami akan terus memantau perkembangan selanjutnya atas kasus tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan. bersambung ......(Arz)

Kanit reskrim polsek kepergok selingkuh dengan WIL nya

Gresiknews1,Gresik - Seorang anggota polisi yang menjabat sebagai Kanit Reskrim salah satu polsek di wilayah duduk sampeyan di jajaran Polres Gresik diketahui check in dengan seorang wanita, bukan istrinya di sebuah hotel di kawasan Jl Tambak Langon, Surabaya, Kamis siang (26/06/2014).

Anggota polisi berinisial SG dengan pangkat Aiptu itu dikatahui masuk ke kamar hotel bersama IR, seorang wanita sekitar pukul 14.20 WIB.

Wartawan sempat terkagat-kaget melihat oknum polisi yang wajahnya sangat familier tersebut masuk ke sebuah hotel. Karena masih ragu, untuk memastikan apakah pria yang saat itu memakai kaos garis abu-abu putih tersebut SG atau bukan, wartawan pun sempat menunggu hingga dua pasangan bukan suami istri tersebut check out dari hotel.

Setelah menunggu sekitar empat jam, tepatnya pukul 18.48 WIB, mobil pria berbadan ramping itu tampak keluar dari Rollingdoor kamar hotel. Di dalam mobil Avansa maron nopol W 638 BC duduk seorang wanita berjilbab dengan baju batik kembang merah putih. Dan benar, ternyata dia adalah SG, seorang Kanit Reskrim salah satu Polsek duduk sampeyan di Gresik.

Selepas dari kamar yang didesain menyatu dengan tempat parkir itu, SG langsung memacu mobilnya menuju ke arah Gresik. wartawan pun mengikutinya dari belakang. Sekitar 15 menit, keduanya sudah mamasuki kawasan Kota Pudak.

Saat tiba di Kota Gresik, mobil SG kemudian menuju kawasan Buder. Mereka berdua lantas berhenti di lapak PKL untuk membeli buah. Setelah itu mereka berangkat lagi menuju Cerme. Tepatnya di Jl Banjarsari, SG menghentikan mobilnya disebuah minimarket. Keduanya lantas turun untuk membeli sesuatu.

Sekitar 10 di dalam minimarket, SG dan IR melanjutkan perjalanan menuju kawasan Balongpanggang. Sesampainya di Desa Munggugianti, Benjeng, mobil SG berhenti di sebuah warung lesehan. Di lokasi ini, IR turun dari mobil, dipastikan wanita berbadan sintal tersebut pulang ke sebuah rumah di Dusun Rayung, Bulurejo. Sementara, SG pun melanjutkan perjalanan pulang di Desa Wahas, Balongpanggang.

Beberapa warga Rayung membenarkan bahwa IR dan SG selama memiliki hubungan khusus tanpa ikatan. “Mbak itu (IR) itu anunya (wanita idaman lain/WIL) Pak Polisi itu. Semua orang disini tahu hubungan mereka,” kata Seorang perempuan yang tingga tidak jauh dari rumah yang ditempati IR.

Diketahui, SG merupakan anggota polisi yang sudah berkeluarga dan tinggal di rumah mewah di Balongpanggang.

Saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon terkait perselingkuhan tersebut, SG tidak menjawab pertanyaan wartawan. Ia malah meminta bertemu di Mapolsek untuk menjelaskan perihal hubungan intimnya dengan IR yang berlanjur ke kamar hotel itu. “Kita ketemu di kantor saya saja. Ini saya sudah di kantor,” kata SG, Jumat (27/06/2014) siang.

Namun, selang 10 menit wartawan tiba di Mapolsek, SG ternyata tidak ada di tempat. Ketika dihubungi kembali, ia menta wartawan meninggu. “Sepuluh menit lagi saya datang. Tolong ditunggu saja,” ucap SG.

Tetapi lagi-lagi, SG tidak menampakkan batang hidungnya meski telah ditunggu selama lebih dari satu jam. Sehingga wartawan pun memutuskan untuk meninggalkan mapolsek tempat SG bertugas.(arz) bersambung....

Jokowi blusukan di pasar Kota Gresik

Gresiknews1,Gresik - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan ke Pasar Kota Gresik, Jawa Timur, guna menyapa sekaligus berkampanye di tengah pedagang dan penduduk kota itu, Minggu. 

Pengunjung maupun para pedagang Pasar Kota Gresik tampak langsung menghampiri Jokowi saat mereka melihatnya turun dari kendaraan, dan suasana pasar pun seketika menjadi riuh ramai. 

Jokowi berada di pasar itu sekira 10 menit itu yang dimanfaatkan untuk menyapa warga sekaligus melihat langsung kondisi pasar tradisional andalan masyarakat Kota Gresik. 

Sambil terus berjalan menyusuri kios-kios pedagang, warga pun tidak berhenti meneriakkan nama Jokowi dan mengikutinya langkahnya. Tampak pula sebagian warga yang mengenakan kaos-kaos bertuliskan "Jokowi Presidenku". 

Warga yang berhasil mendekat ke Jokowi pun tidak menyia-nyiakan kesempatannya. Mereka mengajaknya untuk bersalaman sekaligus berfoto bersama. Jokowi pun terlihat melayani mereka dengan senyum khasnya.

Usai berkeliling pasar, Jokowi pun menuju mobil yang jendelanya dibuka guna memudahkannya teus menyapa warga Kota Gresik yang dilintasinya.

Pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli 2014 akan diikuti oleh dua pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-M. Jusuf Kalla.

Dalam kunjungannya di Gresik Jokowi mendapatkan pengamanan super ketat dari Anggota Polres Gresik yang selalu siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,bahkan Kapolres Gresik langsung turun dan selalu mengawal capres no urut 2 tersebut kemanapun jokowi pergi dari jarak dekat.(ARZ)

PEREBUTAN SUARA ABU-ABU, PRABOWO MENANG SEMENTARA DI GRESIK

Gresiknews1,Gresik - Hasil survey elektabilitas Capres-Cawapres terbaru oleh FCRC menunjukkan kemenangan Prabowo-Hatta. Survei yang dilaksanakan 20 sampai 27 Juni 2014, dengan jumlah responden sebanyak 272 yang disebar di 7 kecamatan termasuk Kecamatan kota. Metode survey dengan teknis multistage random sampling atau teknis pengambilan data dengan acak bertingkat. Dikatakan Dr. Abdul Chalik dalam pres rilisnya di sekretariat SAGAF di Perum Alam Bukit Raya gresik 27 Juni 2014, metode teknis ini dengan tingkat kesalahan atau margin of error hanya 0,43 persen.

Prabowo-Hatta tetap mengungguli Jokowi-JK dengan jarak yang signifikan, kendati Prabowo-Hatta mengalami peningkatan. Namun demikian, pemilih yang masih abu-abu ( belum menentukan pilihan ) jumlahnya masih sangat besar, sehingga masih bisa mengubah konstelasi persaingan. Survei Lembaga FCRC (Freedom Center for Research And Consultant) yang dirilis Sabtu 28 Juni 2014 menyimpulkan, elektabilitas Prabowo-Hatta sebesar 42 persen, sedang elektabilitas Jokowi-JK sebesar 34 persen. Atau terpaut 9 persen. Namun, pemilih yang belum menentukan sebesar 20 persen. 

Abdul Chalik juga memaparkan, survey ini meliputi tiga kategori, pertama pengguna hak pilih, yakni mulai dari usia dan pekerjaan. Kedua pasangan Capres dan Cawapres yang dipilih dan Ketiga siapa saja yang mempengaruhi pilihan. Dari survey tersebut banyaknya responden yang memilih pasangan Capres karena pengaruh adanya debat Capres dan Cawapres yang diadakan oleh KPU pusat. Dengan kata lain pengaruh besar para pemilih adalah dari pilihan sendiri. “ untuk pengaruh yang besar masih didominasi oleh pilihan sendiri dengan 43 persen, Lain-lain 21 persen, Tim sukses 8,8 persen, teman 7,0 persen, keluarga 8,0 persen dan Kyai/Guru hanya 8,8 persen”, jelas Chalik.

Pemilih dari kalangan pekerja dengan gajih dibawah 1 juta dan perempuan masih menjadi lumbung suara Jokowi-JK karena aspek kesantunan dan kelembutan. Sedang aspek peformen atau ketegasan dari Prabowo-Hatta sangat meyakinkan kaum laki-laki. Masih dengan Abdul Chalik, “ menariknya dalam kontek Gresik sendiri, dalam tingkat latar belakang pendidikan tinggi sendiri justru lebih tinggi memilih Jokowi-JK, lain lagi dengan masyarakat kota yang hamper 50 persen menyimak dengan baik dengan adanya debat Capres tersebut, sehingga ini mempengaruhi mereka untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta”, tambah Abdul Chalik.

Bisa dipastikan bahwa untuk kontek Gresik, kedua Cawapres ini harus berusaha semaksimal mungkin merebutkan suara abu-abu sebanyak 20 persen. Survei diambil dari 60% kota dan 40% dari desa diantaranya Wringinanom, Balongpanggang, Cerme, Ujung Pangkah, Bungah, Manyar dan Gresik. Dosen dan Ketua Lembaga Penelitian ( Lemlit ) UIN Sunan Ampel Surabaya ini menambahkan, “ sekali lagi dalam kontek Gresik, untuk saat ini masih pasangan Prabowo-Hatta mendominasi, tapi ingat pertaruhan angkah pemilih abu-abu masih 20 persen yang memungkinkan menangnya pemilu 9 Juli besok”, tutup Chalik dan berjanji akan memberikan hasil surveinya lagi pada 7 Juli mendatang.

Survei di atas diberdayakan oleh The Sunan giri Foundation (SAGAF), sebuah lembaga yang selama sekian tahun concern dengan pemberdayaan masyarakat terutama dibidang pelayanan publik. Dan merupakanpelayanan paling inovatif di Kabupaten Gresik, yakni The Sunan Giri Aword, “tahun ini merupakan tahun pemantapan dan replikasi secara nasional, perlu diingat survey diatas tidak ada unsure titipan atau sebagainya, ini inisiatif sendiri”, tutup Chalik .(gus)

BUPATI TILIK WARGA, NGINAP SEMALAM DI DESA WADAKKIDUL, DUDUKSAMPEYAN

Gresiknews1,Gresik - Suasana di Desa Wadak Kidul, Kecamatan Duduksampean, begitu berbeda Kamis (26/6) malam. Warga sangat ramai berkumpul di kantor balai desa. Penyebabnya ada tamu istimewa yakni, Bupati Sambari Halim Radianto, Wakil Bupati Muhammad Qosim, serta beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengunjungi desa tersebut .
Pada kunjungan kerja Bupati kali ini dalam rangka melaksanakan program tilik warga. Acara ini mempunyai beberapa rangkaian kegiatan. Mulai dari menyapa warga hingga mengajak berdialog dengan masyarakat desa tersebut. Bupati yang mengajak serta para kepala SKPD mendengar segala keluhan warga terkait pelayanan pemerintah. Tak hanya dialog, Bupati juga memberikan solusi dengan menindaklanjuti terhadap keluhan serta keinginan warga.
Dalam sambutannya, Bupati menyatakan kunjungannya ke Desa Wadak Kidul ingin bersilaturahmi dengan warga secara langsung. Kami siap mendengar beragam keluhan langsung dari warga. Hal ini penting agar kinerja pemerintah bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan warga di tingkat desa. “Saya ingin tahu langsung apa keinginan warga. Karena selama ini hanya mendapatkan laporan dari kepala desa atau camat saja. Cocok atau tidak apa yang telah dilaporkan,” ujarnya.
Dihadapan warga desa dan seluruh kepala dinas, Sambari berharap, agar para pejabat dibawahnya juga bisa tahu kondisi warga. Sehingga setiap terjadi permasalahan bisa dipecahkan bersama-sama. Dari permasalahan yang disampaikan, Sambari berjanji akan segera menindak lanjuti dengan pembenahan. Warga dipersilahkan segera datang ke kantor pemerintahan kabupaten. Mereka juga diminta agar tidak lupa membawa proposal.
Beberapa permasalahan yang disampaikan oleh warga, yakni masalah air bersih, infrastruktur jalan desa, dan sanitasi. Seketika itu Bupati memberikan jawaban pasti, kapan dan bagaimana tindak lanjut yang disampaikan warga tersebut. Beberapa Kepala Dinas yang membidangi masalah yang disampaikan warga tersebut langsung memprogramkan tindak lanjut dari permasalahan tersebut.
Sesuai agenda, acara dialog pun kemudian berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Namun demikian, rombongan bupati tidak langsung pulang meninggalkan desa Wadakkidul. Sambari dan Qosim beserta rombongan diharuskan menginap di salah satu rumah warga. Demikian juga dengan para pejabat yang menyertai rombongan Bupati. Mereka semua menyebar menginap pada beberapa rumah warga yang ada disana.
Rumah yang dipilih oleh kedua petinggi Kabupaten Gresik ini ternyata sangat sederhana. Di dalam rumah tersebut tidak ada fasilitas layaknya hotel berbintang. Dalam rumah hanya ada kipas angin, televisi ukuran kecil, dan tempat tidur yang seadanya.
Wabup M. Qosim menambahkan, sengaja selalu tampil bersama dengan bupati. Karena ingin terlihat rukun, kompak, dan bareng. Tujuannya agar bisa memberikan pendidikan positif kepada warga. “Harapannya warga bisa mencontoh agar kerukunan bisa selalu terjaga,” katanya. (strn)

BUPATI GELAR SYUKURAN GRESIK MENANGKAN ADIPURA DAN ADIWIYATA MANDIRI 2014

Gresiknews1,Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar syukuran Adipura dan Adiwiyata Mandiri 2014. Bersama Pimpinan SKPD jajaran lingkungan Kabupaten Gresik, bertempat di Wahana Ekpresi Pusponegoro, Jum'at 27 Juni 2014. Kapolres Gresik dan juga Komandan Kodim 0817 mengikuti prosesi tersebut. Para siswa Sekolahan pemenang Adiwiyata Mandiri sekaligus pasukan kuning tumpah ruah mengikuti jalannya tasyakuran sekaligus penutupan Go Green School.

Hadir Bupati Sambari Halim Radianto mengatakan penghargaan Piala Adipura dan Adiwiyata ini diraih dengan nilai tertinggi, dan kita berharap tahun depan kita bisa mendapatkan piala Adipura Kencana, tentunya ini semua bisa terwujud dengan adanya partisipasi semua masyarakat, steakholder yang ada, juga aparatur pemerintah Kabupaten Gresik bersama sama untuk mendapat suatu penilaian dari pemerintah pusat dalam katagori kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Dan kita sebagai aparatur menghimbau kepada masyarakat untuk berbuat yang terbaik demi Gresik lebih baik.

Adapun sekolahan yang menerima Piala tersebut adalah SD Semen Gresik, SMP Negeri 1 Gresik, SMP Negeri 3 Gresik, SMA Negeri 1 Kebomas dan SMK Semen Gresik. Suasana serentak ramai ketika Bupati dengan canda khasnya, menuturkan tentang besarnya peran para pelajar yang sudah memiliki hak pilih untuk Pilpres 9 Juli mendatang. Sambari menghimbau untuk tidak menyia-nyiakan hak pilih mereka, “ untuk anak-anakku yang sudah dapat hak pilih untuk bisa mempergunakan haknya menentukan pilihan Presiden 5 tahun mendatang”, ungkap Sambari.

Acara tersebut juga di bubuhi acara pembagian hadiah kepada para pasukan kuning, mengingat peran serta mereka guna memberikan kontribusi membersikan Kota Gresik sudah dengan maksimal. Acara Tasyakuran yang di hadiri kurang lebih 500 orang mulai dari pelajar sekolah yang memenangkan Adiwiyata, dan juga para petugas kebersihan Kota ( pasukan kuning), tak lepas para pengunjung yang ingin melihat prosesi pembaagian hadia tersebut.(gus)

DPRD Jatim : Batalkan Jual Beli Pulau Galang

Gresiknews1,SURABAYA – DPRD Jawa Timur membatalkan jual beli pulau seluas 14 hektare di kawasan Sememi yang diperebutkan Pemkab Gresik dan Pemkot Surabaya.

"Sertifikatnya batal demi hukum, karena belum ada ketetapan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) LIPI yang mempunyai hak otoritas menetapkan batas dan status pulau-pulau temuan baru," kata Ketua Pansus Pulau Galang DPRD Jawa Timur HM Sholeh Hayat, Sabtu (28/6/2014).

Menurutnya, sertifikat untuk Pulau Galang dari BPN Gresik itu patut dipertanyakan, karena pulau yang baru muncul akibat pasang surut air laut itu belum memiliki status kepemilikan yang jelas.

"Geospasial belum menetapkan status Pulau Galang, kok BPN sudah memfasilitasi proses jual beli yang diajukan oleh tujuh warga sekitar pulau itu, lalu dijual kepada tiga orang dan berakhir di tangan investor dari PT Genta Surya," katanya.

Menurut dia, Kepala BIG LIPI Dr Khafid menyatakan urusan sengketa Pulau Galang belum masuk BIG, tapi data-data dan foto-foto sejak tahun 1960 sebelum muncul pulau itu sudah ada di BIG dan pihaknya belum memutuskan siapa pemilik pulau baru itu.

"Karena itu, proses jual beli yang terjadi menjadi batal demi hukum dan sertifikatnya harus dicabut, apalagi Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri sudah menerbitkan Surat Penegasan Nomer 590/227 tertanggal 18 Juni 2014," katanya.

Dalam surat penegasan itu, kata politisi PKB Jatim itu, status pengelolaan Pulau Galang diserahkan ke Pemprov Jatim.

"Intinya, urusan hak milik Surabaya atau Gresik adalah status quo dan ditugaskan kepada Gubernur Jatim untuk memfasilitasi dan tetap menjaga konservasi untuk kelestarian lingkungan," katanya. (arb)

Kejari Gresik Buru Korupsi PNPMP

Gresiknews1,GRESIK - Kejari Gresik mengusut kasus penyelewengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (PNPMP) di Desa Metatu Kecamatan Benjeng dan di Kecamatan Kedamean.

Di Desa Metatu, Kejari telah menetapkan Ketua PNPMP Siti Maskanah sebagai tersangka. Modus yang dipakai, adalah dengan memalsukan tanda tangan sehingga negara dirugikan Rp 180 Juta lebih. 

"Modusnya saat-saat awal pengajuan dana simpan pinjam PNPMP ditingkat kecamatan 2010 - 2012 berjalan lancar. Kemudian tahun 2013, pengajuan modal simpan pinjam tanda tangan warga dipalsukan dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Wahyudiono.

Wahyudiono mengatakan, kasus tersebut juga tidak melibatkan pegawai PNPMP Kecamatan Benjeng. "Pengajuan Siti ke kecamatan lengkap, sehingga petugas Kecamatan tidak curiga kalau uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi Siti," katanya.

Sedangkan untuk kasus PNPMP di Kecamatan Kedamean, Wahyudiono mengaku masih meminta keterangan BPKP. "Kasus di Kecamatan Kedamean, kita masih mencari kerugian negara yang akurat, kita konsultasi ke BPKP," katanya.(ARZ)

Gresik Marak Peredaran Miras, Polres Ungkap 65 Kasus Peredaran Minuman Keras

Gresiknews1,Gresik - Maraknya peredaran minuman keras di Gresik, Polres Gresik beserta jajarannya berhasil ungkap 65 kasus peredaran minuman keras dan mengamankan tersangka sebanyak 75 orang. Hal ini dijelaskan oleh Kapolres Gresik AKBP E. Zulpan, SIK, lewat Kasat Reskrim AKP.Ayup Diponegoro Ashar saat gelar kasus beratribut Oprasi Mantap Brata Semeru 2014 di Mapolres Gresik Jalan Basuki Rahmad 22, Kamis 26 Juni 2014. Dilakukannya operasi terhadap minuman keras tersebut karena mengingat jelang Pilpres 9 Juli mendatang, sekaligus menghadapi Bulan Suci Ramadhan.

Oleh karena itu, Sebagai wujud kesigapan Polres Gresik berinisiatif menggelar rasia minuman keras bersama jajaran. “Polres Gresik beserta jajaran berhasil mengamankan 75 tersangka yang kesemuanya merupakan pengedar minuman keras tanpa ijin, mengingat menjelang Pilpres, juga sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan,” terang AKP.Ayup Diponegoro.

Barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut sebanyak 465 botol miras dan 13 jerigen, yang terdiri dari 31 botol cukrik, 155 botol bir, 11 botol guinnes16 botol jenis paloma, 42 botol arak, 88 botol bir hitam, 5 botol vodka, 1 botol raja jemblung dan 26 botol putihan, 10 botol ramuan guci mas, 80 botol jamu beralkohol merek cobra serta 450 liter toak kemasan jurigen.

“Para pengedar tersebut selalu menggunakan segala akal pikirannya untuk bisa memperjualbelikan miras supaya bisa mengelabui petugas dengan menggunakan botol-botol minuman mineral dan asal miras tersebut dari pendektesian kami berasal dari banyaknya laporan warga,” ungkap Ayup

Dilanjutkan oleh Ayup Diponegoro, miras tersebut diedarkan di cafe “remang-remang” dan warung “remang-remang” yang ada di Gresik. Di akhir penjelasan Kasat Reskrim AKP.Ayup Diponegoro Ashar, Para tersangka yang menjual miras tanpa izin ini, dijerat dengan pasal 204 KUHP, pasal 205 KUHP, pasal 146 ayat 1 dan 2, pasal 140 / pasal 142 UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan.(gus/Arz)

PEMBANGUNAN RS IBNU SINA 5 LANTAI DIMULAI


Gresiknews1,Gresik - Saat Wakil Bupati menekan tombol sirine, dan Bupati mengoperasikan alat berat untuk memasang tiang pancang, seketika itu pula pertanda dimulainya pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik, Rabu (25/6). Dengan menggerak gerakkan tuas yang ada di ruang operator, Bupati berhasil menancapkan tiang pancang perdana pada pembangunan Rumah Sakit yang rencananya berlantai lima tersebut.

Mega proyek Pembangunan Rumah sakit Ibnu Sina Gresik berlantai 5 diproyeksikan untuk pasien kelas 3 ini akan menelan total biaya sekitar Rp.90 milyar yang dialokasikan dari kas APBD Gresik. Pembangunan ini akan menempati lahan sekitar 2.000 m2 yang berada di sebelah timur dari bangunan yang ada sekarang. Posisinya berada di bekas lahan Akademi Perawat (Akper) Gresik yang sudah direlokasi.

Dalam penjelasannya Bupati Gresik mengatakan, Tahun 2014 ini merupakan pembangunan tahap awal. Dana yang dikucurkan pada tahap awal ini mencapai Rp. 30 milyar. Selebihnya akan dibangun pada tahap selanjutnya yaitu tahun 2015. Setelah dibangun nanti, maka praktis Rumah Sakit ini akan menampung lebih banyak pasien. “Sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur, Rumah Sakit Ibnu Sina bakal menjadi rumah sakit regional yang akan melayani beberapa kabupaten kota sekitar Gresik”. kata Bupati. 

Tentu saja, sebagai Rumah sakit rujukan kita perlu menambah sarana prasarana. Saat ini, jumlah tempat tidur yang ada di RS milik Pemerintah Kabupaten Gresik ini berjumlah 239 tempat tidur.”Dengan selesainya pembangunan Rumah Sakit ini nanti maka praktis ada penambahan sebanyak 120 tempat tidur sehingga menjadi 359 tempat tidur” katanya. “Dengan selesainya pembangunan ini nanti, maka RS Ibnu Sina menjadi yang terbesar dan terlengkap di Kabupaten Gresik dan sekitar jalur Pantura”, ujar Sambari.

Untuk melengkapi sarana prasarana yang ada di RS Ibnu Sina, Bupati juga menyampaikan, kedepan Pemkab Gresik juga akan menambah jumlah dokter dan perawat.”Untuk saat ini optimalkan dulu tenaga yang ada. Berilah pelayanan terbaik untuk pasien” ujar Bupati dihadapan segenap undangan pada pencanangan tiang pancang RS Ibnu Sina yang berlangsung di Halaman RS Ibnu Sina.

Sementara kepala RS Ibnu Sina Endang Puspitowati melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suryo Wibowo menjelaskan, RS Ibnu Sina yang baru ini diproyeksikan untuk ruang rawat inap pasien kelas 3, yaitu untuk masyarakat menengah kebawah serta gakin. Ruang kelas 3 ini letaknya ada di lantai II. Lantai 1 untuk IRD dan fasilitas penunjang lainnya, lantai III untuk Instalasi pelayanan obstetric neonatal emergency komprehensif (ponek), sedangkan lantai IV untuk pelayanan operasi dan HCU. “Memang kebutuhan ruang untuk pasien kelas 3 ini sangat mendesak”, ujar Endang.

Seemnatara Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si yang ikut mendampingi Bupati mengatakan, Banyak pembangunan bidang kesehatan yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Gresik selama ini. Saat ini ada 32 Puskesmas yang 14 puskesmas diantaranya sudah dilengkapi ruang rawat inap, sedangkan 18 puskesmas yang lain melayani rawat jalan. “Pada Puskesmas tersebut sudah dilengkapi sarana prasarana yang sangat memadai” tambah Qosim.(Arz/Gus)

Polres Gresik Sita Ratusan Botol Miras

Gresiknews1,GRESIK - Jajaran Polres Gresik menyita ratusan botol minuman keras dari sejumlah warung remang-remang, Kamis (26/6/2014).

Barang bukti hasil tangkapan polsek-polsek dan Satreskrim Polres Gresik terkumpul 366 botol miras dan 101,5 liter tuak. Ratusan miras tersebut berupa bir bintang, Vodka, dan guinnes. 

Polsek yang paling banyak menangkap kasus miras yaitu Polsek Driyorejo berhasil mengungkap 8 kasus miras dengan jumlah tersangka 8 orang. Satreskim Polres Gresik mengungkap 10 kasus dengan 10 tersangka. Yang lainnya yaitu Polsek Kebomas, Menganti, dan Polsek Gresik, masing-masing mengungkap tujuh kasus miras dan tujuh tersangka.

"Tersangka dikenakan tindak pidana ringan. Barang bukti akan dilimpahkan ke pengadilan selanjutnya akan dimusnahkan," kata Kasat Narkoba AKP Sutopo Prayitno.

Terpisah, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan 38 orang perempuan dan 2 pria hidung belang. Dari 38 perempuan pramusaji ini yang diduga pekerja seks komersil (PSK) ada 13 orang.

"Ada indikasi, orang-orang ini pelarian dari Dolly," kata Kepala Seksi Pembinaan Umum, Satpol PP Gresik, Agung Endro.

Daerah yang menjadi jujukan para pramusaji plus-plus ini yaitu Betiring, Andil atau Bedanten, Sawo, Lowayu, Padeg, Benjeng, Kedungrukem, Balongpanggang, dan Metatu. 

"Kita sering tertibkan tapi mereka hadir kembali. Kita sudah kirimkan ke panti rehabilitasi di Kediri. Mereka ditertibkan sesuai Perda Nomor 25 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum," kata Agung.(Arz/Strn)

PLN Membangun Proyek Gas Alam Terkompresi di Gresik

Gresiknews1,Jakarta - Perusahaan Listrik Negara meresmikan pembangunan proyek gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) Gresik, Jawa Timur. Proyek untuk memasok buat gas pembangkit listrik milik PLN di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nantinya CNG disalukan melalui laut menggunakan kendaraan CNG atau dikenal dengan istilah Marine CNG Transportation (MCNGT).

Acara peresmian berlangsung di CNG Plot Plan PJB Unit Pembangkitan Gresik, Jawa Timur, Rabu (25/6/2014) kemarin. Peresmian dihadiri oleh pihak PLN dan perwakilan konsorsium.

General Manajer Unit Induk Pembangunan VIII PLN Wiluyo Koesdwiharto mengatakan proyek ditargetkan beroperasi April 2015. Sedangkan CNG Lombok dan CNG Vessel beroperasi Mei 2016.

"CNG plant merupakan usaha PLN dan anak perusahaan untuk melakukan efisiensi pemakaian gas dengan cara pemampatan atau kompresi gas saat kebutuhan pembangkitan rendah. Ke depan, proyek ini akan dikembangkan untuk memenuhi energi primer pembangkit listrik ke pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau fasilitas pipa gas," ujar Wiluyo melalui surat elektronik di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Wiluyo menjelaskan, selama ini Lombok masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM). "Saya berharap dengan kemampuan pemampatan gas hingga mencapai 250 barg, proyek ini mampu melayani beban puncak di Lombok selama 5 jam perhari untuk 4 hari. Jika masih tersisa, CNG mungkin akan dibawa ke Sulawesi, dan daerah Indonesia Timur lainnya," terang Wiluyo.

Pembangunan proyek CNG Gresik merupakan tindak lanjut kontrak pembangunan dan operasi dan pemeliharaan antara PLN dengan tiga perusahaan: Shijiazhuang Enric Gas Equipment Co Ltd, Ocean Engineering Design & Research Institute of CIMC, dan PT Enviromate Technology International, pada 15 April 2014. (Arb)

Bupati Gresik, Tak Bisa Janjikan Target Pembebasan Lahan

Gresiknews1,Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik, ingin pelebaran jalan di kawasan Duduk Sampeyan segera terealisasi, sebab jalur ini sudah menyebabkan kemacetan panjang hampir setiap hari, baik dari arah Gresik maupun Lamongan.

Sambari Halim Bupati Gresik pada Radio Suara Surabaya, Rabu (25/6/2014) mengatakan pihaknya tidak bisa menentukan target waktu pembebasan tanah.

"Pokoknya kami berjuang, kami bekerja dan berusaha mohon doanya agar pembebasan lahan di 9 rumah itu tuntas," katanya. 

Sayang, ketika ditanya kapan target pembebasan tanah, Sambari juga tidak berani menyampaikan batas waktunya, "Saya tidak berani janji, yang pasti semakin cepat makin baik," tambahnya.

Dia juga menyinggung alotnya pembebasan lahan rumah warga, akibat dari informasi harga ganti rugi yang didapatkan warga berbeda.

"Saya boleh curhat ya, jadi informasinya.. ada kabar yang menyebutkan harga dari Propinsi lebih tinggi dari yang diberikan Pemkab Gresik. Kalau harga yang kami berikan kan sesuai dengan kementrerian PU. Solusinya, tetap lobi ke Propinsi. Kalau memang bisa memberi harga segitu, ya bikin hitam diatas putih, kami lepas," terang Bupati Gresik.

Sementara tentang harga ganti rugi yang akan diberikan pada pemilik lahan dan rumah di kawasan Duduk Sampeyan Gresik, Bupati Gresik enggan memberikan kejelasannya. 

"Saya tidak bisa menyebutkan berapa harganya, tapi semua sesuai dengan ketentuan PU, harga persatuannya jelas, dan kongkrit. Ya kalau ini tidak kunjung selesai, saya konsultasikan ke Pusat," jelas Sambari Halim. (Arb)

Diduga Pelarian Dolly, 15 Pramusaji Plus-plus Ditertibkan

Gresiknews1,GRESIK - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik menangkap 15 pramusaji dari Samaleak, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Mereka diduga pelarian dari lokalisasi terbesar se Asia, Dolly, Surabaya, Rabu (25/6/2014).

Belasan pramusaji ini ditertibkan Satpol PP disiang hari karena waktu transaksi seksual juga dilakukan siang hari. "Dari analisa beberapa hari ini, transaksi seks sual dilakukan siang hari, khususnya di jam-jam istirahat siang dan pelanggan sopir-sopir truk yang singgah di Samaleak," kata Kepala Seksi Pembinaan Umum, Satpol PP Gresik, Agung Endro.

Lebih jelas Agung menambahkan, para pramusaji yang ditangkap ini rata-rata masih berusia 25 tahun sampai 36 tahun. "Kebanyakan mereka dari Kabupaten Mojokerto," imbuhnya.

Setelah ditangkap, pramusaji warung kopi plus-plus ini akan dilakukan tes kesehatan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik. Pemeriksaan kesehatan ini untuk mendeksi penyakit yang mudah menular yaitu HIV/AIDS. "Kita selalu siaga disiang hari karena melanggar

Perda Nomor 25 tahun 2004 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum," kata Agung.
Belasan pramusaji ini akan dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) pada malam ini. Sehingga bisa diketahui asal-usul dan tujuan para pramusaji plus-plus berjualan di Samaleak. 

"Kita menunggu hasil BAP, baru bisa menentukan asal-usul pramusaji ini. Jika benar-benar pekerja seks komersil ya dikirim ke panti rehabilitasi. Jika tidak ya diberi pembinaan baru dipulangkan. Apa benar pelarian dari Dolly kita menunggu BAP besok," kata Munir, Kabid Rehab Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

Dari salah satu pramusasi yang terjaring razia Satpol PP Kabupaten Gresik mengatakan bahwa benar-benar bekerja di warung Samaleak karena untuk membayar sekolah anak.

"KTP Saya hilang, mungkin saat mendaftarkan anak sekolah kemarin. Saya baru bekerja jaga warung," kata perempuan paruh baya yang mengaku dari Benowo, Surabaya.(Arz)

Muskerda Forkom P4K Gresik Tekan Kematian Ibu Dan Bayi


Gresiknews1,Gresik - Forkom P4K Kabupaten Gresik, gelar Musyawarah Kerja Daerah di Waroeng Legen Wisma Semen A Yani Gresik, Rabo 25 Juni 2014. Dihadiri para anggota mulai Bidan Kecamatan dan Desa, juga Ormas seperti Pemuda Muhammadiyah, Ansor, Aisyiyah dan juga PMI yang ikut hadir. Rakor yang diharapkan bisa menuntaskan Kelurahan/Desa yang belum terlatih untuk menjadi Desa P4 K dan sosialisasi kepada industri agar membantu Program P4K melalui CSR.

Pentingnya menekan angka kematian bayi saat persalinan maupun setelah persalinan. Forkom P4K Kabupaten Gresik menggelar Musker yang menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, tersebut dihadiri beberapa anggota binaan dari 16 Kecamatan, hanya dua Kecamatan dari Bawean yang tidak hadir karena terbentur transportasi. Rakor tersebut guna menerapkan antisipasi dini demi meminimalisir problem AKI-AKB tersebut. 

Forkom P4K Kabupaten Geesik dan Dinkes rencananya akan melakukan akselerasi dengan membuat strategi matang agar bisa menurunkan semaksimal mungkin angka kematian bayi.
"saya nitip kepada koordinator untuk menyatukan visi misi bagaimana menanggulangi AKI-AKB di Kabupaten Gresik" ungkap Dr.Heny Jasaningsih Kabid.Kesga Kabupaten Gresik.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, untuk angka kematian bayi di tahun 2013 kemarin, diketemukan ada 21 bayi yang meninggal saat persalinan dan setelah lakukan persalinan. Sedangkan terhitung mulai Januari sampai Juni 2014, telah tercatat sebanyak 11 angka kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB).

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Kabupaten Gresik Dr.Heny Jasaningsih mengatakan, "bayi-bayi yang meninggal saat persalinan maupun seusai lakukan persalinan, rata-rata pada umunya terjadi kala sang ibu sewaktu hamil kurang mampu menjaga kesehatan dengan baik, semisal kurang memperhatikan dan menerapkan kebiasaan pola makan yang teratur dan sehat", ungkap nya.

Selain itu, banyaknya ibu-ibu yang terkena anemia saat hamil, juga sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pola tumbuh sang bayi saat berada didalam kandungan. Karena Anemia pada ibu hamil menyebabkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, Abortus, lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, tambah Kepala Dinas Kesehatan (Plt) yang kosong karena dr.Soegeng Widodo beribadah Umroh.

Menurut Sujakmoko selaku Ketua Forkom P4K Kabupaten Gresik, para ibu ini masih kurang memahami pentingnya pengetahuan akan kesehatan bayi dan keselamatan seorang ibu ketika melakukan persalinan. Diantaranya masih menganggap untuk bersalin cukup ke dukun bayi. Apalagi keberadaan dukun bayi di daerah pinggiran masih banyak jumlahnya.

"Kita berupaya melakukan penyuluhan dan membuat Harapan harus bisa meng-edukasi para ibu mulai Kecamatan dan Desa", ungkap Sujatmoko. Sehingga adanya Rakor ini diharapkan dapat menekan angka kematian ibu ketika bersalin. sekaligus membekali bidan kelurahan se-Kabupaten Gresik, dengan memberikan materi dan pengetahuan baru mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi angka kematian ibu melahirkan.

Kabid KBPP Propinsi Jawa Timur, Purwani Setiowati salah satu nara sumber yang hadir mengungkap, " kita harus menyamakan prinsip, yakni dalam prosesi kelahiran harus dilakukan oleh para medis dan bukan yang lain", ungkap nya.

Purwani Setiowati menambahkan, target yang hendak dicapai adalah menurunkan kasus kematian hingga sekecil mungkin tersebut, menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak, salah satunya adalah bidan-bidan kelurahan agar target tersebut terpenuhi di tahun 2015.(gus)

Polda Jatim Bongkar "Perdagangan" Pelajar lewat "BBM"

Gresiknews1,Surabaya - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur membongkar "perdagangan" pelajar di bawah umur (15-17 tahun) lewat jejaring sosial "blackberry messanger" (BBM).

"Penyidik sudah memeriksa lima orang saksi korban, tapi korbannya masih ada tujuh orang lagi," kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Jatim AKBP Bambang Tj. Bawono di Surabaya, Rabu.

Didampingi dua penyidik Unit III/Asusila Subdit IV/Renata Ditreskrimum Polda Jatim, ia menjelaskan belasan korban itu tergabung dalam grup BBM milik dua tersangka yang beranggotakan 40 remaja.

"Korban yang kami ungkap memang pelajar SMA, tapi hasil penelusuran kami terhadap keanggotaan grup BBM kedua tersangka itu ternyata ada juga mahasiswi," katanya.

Kedua tersangka yang menjadi "koordinator" tindak pidana "trafficking" adalah NF alias Mami Vhea (22) yang beralamat di Kedungrukem, Surabaya dan Jalan Dharmawangsa, Surabaya.

"Tersangka NF yang belum menikah itu kami tangkap saat melakukan transaksi di sebuah hotel pada Selasa (10/6) pukul 19.00 WIB," katanya.

Tersangka berikutnya adalah AT (17) yang beralamat di Simomulyo Baru, Surabaya, dan Jalan Batu Safir Merah, Driyorejo, Gresik. Tersangka yang sudah menikah itu ditangkap pada Rabu (11/6) malam. AT ditangkap di sebuah hotel di Surabaya juga. (Strn)

NU Jatim Prediksi Awal Ramadan Jatuh Pada 29 Juni 2014

Gresiknews1,Surabaya - Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan mengerahkan tim ahli falakiyah untuk memantau penampakan bulan atau ru'yatul hilal untuk menentukan awal Bulan Suci Ramadan 1435 Hijriah. 

Anggota Tim Falak NU Jatim, Abdurahman Nafis mengatakan, pemantauan bulan akan dilakukan bersama-sama dengan tim pemantau hilal dari Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim.

"Nantinya tim akan disumpah oleh hakim dari Pengadilan Agama," kata Nafis ditemui di kantor PWNU Jatim, Selasa 24 Juni 2014.

Kyai Nafis menuturkan, titik pantau hilal Ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Di antaranya di Tanjung Kodok Lamongan, di menara Masjid Akbar Surabaya, di Bangkalan, Gresik, dan beberapa titik strategis lainnya.

Berdasarkan perkiraan, terang Kyai Nafis, hilal di hari Jumat, 27 Juni 2014, nanti berada di bawah dua derajat. Dengan posisi hilal seperti itu, maka bulan belum terlihat sempurna. "Yang terlihat hanya bias cahayanya saja," terang Nafis.

Dengan demikian, Nafis menyatakan, kemungkinan awal Ramadan 1435 Hijriah jatuh pada Minggu, 29 Juni 2014. "Kalau di hari Jumat hilal di bawah 2 derajat, maka keputusan yang harus diambil adalah istikmal, disempurnakan," ujarnya.

Menurut Nafis, metode ru'yatul hilal yang digunakan untuk menentukan awal Ramadan harus lah bulan terlihat jelas. Sementara dalam ilmu astronomi atau ilmu Falak, hilal bisa terlihat jelas jika posisi hilal setidaknya berada di posisi 2 derajat.

"Karena dalam hadist kan disebutkan, harus melihat bulan," ujarnya.

Sebelumnya Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah memutuskan tanggal 1 Ramadan 1435 Hijriah jatuh pada Sabtu, 28 Juni 2014.

Ketua Bidang Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengatakan, berdasarkan metode perhitungan Muhammadiyah, bulan sudah tampak pada tanggal 27 Juni, pada pukul 15.00 WIB, menit ke-10, detik ke-21.

"Sehingga, tanggal 28 Juni 2014 sudah masuk ke bulan Hijriah baru. Maka dari itu saya umumkan di sini, PP Muhammadiyah tetapkan awal Ramadan pada tahun ini jatuh pada hari Sabtu, tanggal 28 Juni 2014," kata Ilyas saat menggelar konferensi pers di Kantor Pusat PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juni 2014. (Evan)

PNS Gresik Makelar Perizinan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Gresiknews1,GRESIK - Achmad Yusuf Wibisono, mantan pegawai Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) dan Anwar Agung, mantan pekerja honorer Bagian Hukum Pemkab Gresik dituntut 2,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 6 kurungan.

Sidang dugaan gratifikasi terkait pengurusan izin pergudangan milik PT Manggala Indah Makmur, di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo berlangsung di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (24/6/2014). 

"Terdakwa Yusuf dan Anwar dituntut penjara 2,5 tahun dan denda Rp 50 Juta," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gresik, Wahyudiono.

Keduanya didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 250 juta.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan Yusuf melanggar tugasnya sebagai PNS dan tidak sesuai tugas pokok selaku abdi negara. Sedangkan bagi Anwar Agung yaitu tenaga nonpegawai negeri sipil (PNS) atau honorer yang medapatkan gaji dari Pemkab Gresik. 

"Yang meringankan bagi keduanya yaitu terdakwa belum pernah dihukum, kooperatif dalam penyelidikan dan terdakwa sudah mengembalikan uang perizinan PT Manggala," katanya.

Kasus gratifikasi Yusuf Wibisono dan Anwar Agung, bermula saat penyalahgunaan jabatan Yusuf sebagai PNS yang menguruskan perizinan PT Manggala Indah Makmur di BPMP Gresik. Yusuf yang dikenalkan Anwar Agung ke Sutrisno orang dekat PT Manggala Indah Makmur mengirimkan uang ke rekening bank Yusuf uang Rp 834 Juta.

Setelah uang dikirim ke rekening Yusuf, proses perizinan tidak kunjung selesai. Selanjutnya kasusnya dilaporkan ke Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan langsung ditangani inspektorat kemudian dilaporkan ke Kejari Gresik pada awal bulan Oktober 2013.(Arz)

Buruh Demo Tuntut Pembayaran

Gresiknews1,Gresik - Puluhan buruh outsourcing dari perusahaan jasa pengerah tenaga kerja, melakukan aksi demo di kantor perusahaannya PT Mekar Jaya Sakti, (MJS) di Perum Gresik Kota Baru (GKB), Rabu (25/6/2014).

Dalam aksinya, buruh menuntut agar perusahannya membayarnya tepat waktu. Pasalnya, selama 1 tahun lebih kerap kali membayar tidak tepat waktu.

Sudarno (45), salah satu buruh outsourcing yang ditempatkan di PT Artha Jasa Guna (AJG), anak perusahaan PT Petrokimia Gresik menuturkan, aksi seperti ini sudah terbiasa dilakukan mengingat manajemen MJS selalu tidak menepati janjinya. "Kalau sampai saat ini tuntutan kami tidak segera dipenuhi bakal kembali lagi dengan massa yang besar," katanya.

Dalam aksinya, buruh tidak dapat menemui manajemen MJS. Pasalnya, tidak satupun orang MJS berada di kantor kecuali staf karyawati biasa. "Tuntuan kami cuma satu bayar hak kami kalau tidak bisa dibawa ke ranah hukum," papar Sudarno.

Saat ini, tenaga kerja yang disuplai dari MJS ke PT AJG jumlahnya mencapai 300 orang. Dari jumlah itu, mereka ditempatkan di bagian bengkel, bengkel las dan sipil dengan mendapat upah sesuai UMK Gresik sebesar Rp 2.175.000 per bulan. Sayangnya, gaji yang dijanjikan selalu tidak tepat waktu karena manajemen MJS kerap kali terlambat dalam melakukan pembayaran gaji.(ARz)

Truk Box Rem Blong Tabrak Tronton dan L300, Satu Orang Meninggal

Gresiknews1,Gresik - Sebuah truk box mengalami rem blong di depan SPBU Ambeng-Ambeng, Gresik. Akibatnya truk box bernopol B 9798 EW menabrak 2 kendaraan di depannya yakni Mitsubishi L 300 nopol L 1388 YQ sarat penumpang dan truk tronton.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu membuat seorang penumpang L300 meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan arus lalu lintas dari Surabaya ke Lamongan macet. Sedangkan dari arus sebaliknya merambat.

Kaurbin OPS Lantas Polres Gresik Iptu Sujiran mengatakan korban meninggal dunia yakni seorang nenek berusia 70 tahun warga Duduk Sampeyan.

"Korban teridentifikasi bernama Santuni. Saat kejadian, korban duduk di bagian belakang kendaraan L 300," kata Iptu Sujiran, Rabu (25/6/2014).

Dia menambahkan, kerasnya kecelakaan membuat kendaraan L 300 bagian belakang dan depan ringsek. Sedangkan bagian belakang truk tronton yang diseruduk L300 karena terdorong oleh truk box yang mengalami rem blong, mengalami penyok.

Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dipinggirkan dan dibawa masuk ke area pabrik agar tidak membuat macet arus lalu lintas.(Strn)

MUI: Hormati Perbedaan Awal Ramadhan

Gresiknews1,JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan umat Islam untuk saling menghormati apabila terjadi perbedaan terkait penentuan awal Ramadhan.

"Umat Islam perlu saling menghormati dan tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan termasuk perbedaan paham keagamaan," kata Ketua Umum MUI Din Syamsuddin di Jakarta, Selasa (24/6).

Dalam tausiah menyambut Ramadhan 1435 Hijriah tersebut, MUI juga mengingatkan umat Islam agar berupaya menjadikan Ramadhan sebagai sarana penyucian diri dan penguatan diri.

Hal itu dilakukan dengan cara menghindarkan diri dari segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan termasuk menghindari budaya konsumtif.

Seluruh organisasi dan lembaga Islam khususnya lembaga pendidikan juga diminta untuk mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai program keutamaan untuk keluarga, remaja dan anak-anak.

Kegiatan tersebut seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, perkemahan Ramadhan, kursus keagamaan dan lainnya agar lebih memberi makna pada pengayaan nilai dan khazanah Ramadhan sebagai bulan latihan.

Ramadhan sebagai bulan idabah dan bulan amal sehingga umat Islam diimbau untuk meningkatkan amal shaleh dengan membantu kaum dhuafa melalui penyaluran zakat, infak, sedeka dan amal sosial lainnya.

MUI juga mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengeluarkan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat.

"MUI mengharapkan semua pihak dapat bersama-sama menciptakan suasana harmonis dan kondusif dengan mengembangkan toleransi dan kearifan sosial dan menghindari segala bentuk kekerasan," kata Din.(Arb)

Duduk Sampean, Tiada Hari Tanpa Macet

Gresiknews1,Gresik - Kawasan Duduk Sampean, Gresik hari-hari ini menjadi jalur yang paling sulit dihindari karena menjadi satu-satunya jalur utama yang menghubungkan Surabaya ke arah Lamongan.

Akibatnya, hampir setiap hari dan setiap jam sibuk jalur ini berubah menjadi deretan mobil panjang yang hanya bergerak pelan rata-rata 5 KM/jam.

Bahkan sejak dini hari tadi, Senin (23/6/2014) kawasan Duduk Sampeyan baik yang dari arah Surabaya ke Lamongan maupun sebaliknya macet total.

Kemacetan tersebut disebabkan antara lain, perbaikan jalan yang tak kunjung selesai hingga sikap para pengguna jalan yang tidak tertib dan menerobos jalur lain. Sehingga tak jarang kecelakaan terjadi di sekitar lokasi macet.

Sementara itu, jalur alternatif yang biasanya disarankan lewat Betoyo kondisinya hanya bisa dilewati oleh mobil kecil dan kendaraan bermotor saja.

"Memang banyak yang lewat Betoyo karena macet total di Duduk Sampeyan. Namun masalahnya jalan alternatif tersebut sempit sehingga kendaraan besar seperti bus pariwisata tidak bisa melintas," papar Wahyu Anang.

Petugas sendiri, sudah mengatur lalu lintas dengan sistem buka tutup. AKP I Made Parwita, kapolsek Duduk Sampeyan mengatakan sejak pukul 06.30, belasan anggotanya sudah berada dilokasi.

"Sampai saat ini masih diatur buka tutup. Hambatannya karena ada penyempitan jalan di simpang empat, sedangkan petugas yang mengerjakan perbaikan baru mulai agak siang nanti," jelas dia.

Meski demikian, kemacetan yang dilaporkan setiap hari terjadi di duduk sampeyan, semakin hari semakin parah terjadi. "Ini rekor duduk sampeyan, macet dan ini yang terparah. Dari Gresik ke Lamongan, ekornya sudah sampai dekat Lamongan," tutur Mustofa.(Arz)

Persegres Ambisi Geser Persik dan Persita

Gresiknews1,GRESIK - Kronis! Inilah yang sedang membekap Persegres Gresik United dalam LSI wilayah barat. Di klasemen sementara, Laskar Joko Samudro berada di zona degradasi, tepatnya di peringkat 10 atau dua terbawah dengan raihan 13 poin.

Di bawah Persegres atau juru kunci ada Persijap Jepara dengan raihan empat poin. Sedangkan di atas Persegres atau peringkat sembilan dan delapan ada Persik Kediri dan Persita Tangerang dengan masing-masing 14 poin.

Dari statistik ini, Persegres berharap Persik dan Persita tergelincir di lima laga sisanya. Dengan demikian, langkah Persegres untuk naik dari lubang degradasi bisa mulus. Tentunya dengan catatan, Persegres juga harus bisa meraup poin di lima laga sisanya.

Dari lima laga tersisa ini, Persegres akan melakoni tiga laga away dan dua laga home. Laga away terdekat Persegres bakal dijamu Barito Putera. Di putaran pertama lalu, Otavio Dutra dkk ditahan imbang klub berjuluk Laskar Antasari itu dengan skor 2-2. Kala itu Persegres masih dipegang pelatih Agus Yuwono.

Nah, mengaca dari hasil itu, rupanya Persegres kurang diharapkan meraih poin penuh di Martapura. Namun manajer Bagoes Cahyo Yuwono tetap optimis. "Bagaimanapun, kita harus raih poin di kandang lawan demi menghindari degradasi," ucap Bagoes, Selasa (24/6/2014).

Persegres pun wajib dan optimistis bisa mengantongi poin sempurna dari dua laga home menjamu Sriwijaya FC dan Persita Tangerang. Bermain di hadapan fans sendiri, tentu Dutra dkk tak ingin kehilangan poin penuhnya.

Apalagi pada laga di putaran pertama lalu, Persegres mampu menahan imbang Laskar Wong Kito tanpa gol, dan hanya kalah tipis atas tuan rumah Persita dengan skor 3-2. "Mengaca dari dua laga itu, kita mencoba bangkit di kandang sendiri," kata Bagoes.

Sementara pada dua laga away berikutnya, Dutra dkk bakal dijamu Persijap dan Persik. Putaran pertama lalu, Persegres sukses menumbangkan Persijap dengan skor 3-2, dan kurang beruntung karena ditahan imbang Persik dengan skor 1-1.

Persegres optimis mampu memenangkan laga home tersisa. Jika ini diraih, langkah tim asal Kota Pudak ini akan mulus untuk menggusur Persik dan Persita yang ada di atas Persegres dalam klasemen sementara. Apalagi dua tim itu masih akan berjumpa dengan tim-tim kuat, seperti Arema dan Persib. Sementara Persegres hanya berjumpa dengan tim-tim di papan tengah ke bawah di sisa pertandingannya.

"Jika dimaksimalkan, dua tim itu (Persik dan Persita) bakal tergeser. Apalagi mereka melawan tim-tim kuat yang sulit dikalahkan," pungkas Bagoes.(agus)

Jelang Ramadhan Sopir Angkot Menjerit

Gresiknews1,Gresik - Empat Hari menjelang masuknya Bulan suci Ramadhan Keluhan mayarakat kecil terus bergulir. Seperti sopir angkot yang sangat merasakan dampaknya lantaran mengalami penurunan drastis penumpang. Hal itu tidak hanya dialami sopir angkot saja, akan tetapi pemilik angkutan umum juga terkena imbasnya.

Seperti yang dialami oleh Wagiso (46), salah satu sopir angkot jurusan Gresik Kota Baru (GKB). Dirinya mengeluh, semenjak dinaikkannya BBM dan banyaknya Motor yang setiap hari bertambah jumlahnya, penumpang menjadi sepi. Jumlahnya menurun hingga 70 persen, apalagi kalau Sekolah sedang libur. “Setiap hari sebelum liburan, biasanya saya dapat uang sekitar 80 ribu, masih dipotong setoran. Akan tetapi, semenjak liburan hari ini saya hanya cari setoran saja," ujarnya. Selasa 24/06/2014

Wagiso yang sudah bekerja menjadi sopir angkot selama 9 tahun tersebut menambahkan, dengan terpengaruhnya liburan sekolah, dirinya akhirnya juga montang manting untuk mencari carteran. Pasalnya, untuk menutupi setoran yang selalu tekor. "Kalau seperti ini biasanya kita cari carteran untuk setoran dan ganti BBM, kalau tidak ada tiduran aja sambil menunggu penumpang seadanya", jelasnya.

Pernah terlintas dinaikkannya tarif, karena terbentur tarif yang ditentukan Dishub yang menjadi penghalang. Alasannya, sekarang banyak orang memilih naik sepeda motor sendiri. Hal ini sama dengan yang dikeluhkan Ghoji (40) anggota paguyuban sopir angkot (Organda). Dia membenarkan jika penumpang sepi, banyak yang pilih pakai motor sendiri. "Sekarang saja sudah banyak yang gulung tikar, lantaran sepinya penumpang, untuk menghindari ketekoran, kita minta diturunkan setoran, kalau sebelumnya perhari 70ribu sekarang menjadi 60 ribu," ujarnya lebih lanjut.

Menyikapi kondisi ini, tidak banyak yang bisa di lakukan oleh Pemerintah. Apalagi Dishub yang hanya melakukan pencitraan saja tanpa memikirkan nasib orang kecil (sopir angkot). Seperti yang di ungkapkan Ghoji pria paruh bayah berbadan tambun, " parah mas, jangankan memikirkan kita, mencarikan tempat untuk lahan parkir saja tidak bisa. Terminal kita ini kan bayangan mas", keluh Ghoji. Tarif yang diberlakukan untuk umum saat ini jauh dekat Rp.3000 dan Pelajar Rp.2500.

Pantauan saat di lapangan, tidak banyak harapan terlontar dari para sopir angkot kepada Pemerintah setempat. Dishub sendiri hingga saat ini belum menyelesaikan piutang terkait tunggakan piutang PT Petrokimia Gresik (PKG) berupa tunggakan sewa perairan untuk reklamasi. Sewa perairan sejak 26 Pebruari 2011 sampai 25 Pebruari 2015 sebesar Rp 4,5 Miliar dan sewa perairan sejak 10 September 2011 sampai 9 September 2014 Rp 751 Juta, total Rp 6,3 Miliar.

Lain lagi belum terpenuhinya target, diantaranya Dinas Perhubungan berupa retribusi jasa usaha pelayanan kepelabuhanan yang ditargetkan Rp 17,6 Miliar hanya terlaksana Rp 13,6 miliar. Retribusi pelayanan parkir umum di tepi jalan umum ditargetkan Rp 2,2 Miliar, terlaksana Rp 1,2 Miliar. " Tidak tercapainya target dua bidang retribusi ini tidak terlepas dari carut marutnya pengelolaan maupun implementasi dari regulasi di eksekutif ", ungkap Muhammad Syaikhu Anggota FPKNU saat memaparkan pemandangan umum (PU) pada sidang paripurna 20/6.

"Penumpang kami itu 70 persen adalah pelajar. Bahkan apabila musim libur, sopir kami sudah pulang lebih awal, lantaran sepi penumpang," ujar Eby salah satu pemilik angkot yang mangkal di Jl.Arif Rahman Hakim ini.(Agus)

KAFILAH KECAMATAN BUNGAH JUARA UMUM MTQ XXVI SIDAYU GRESIK 2014

Gresiknews1,Gresik - Ternyata Kafilah Kecamatan Bungah terlalu digdaya untuk bisa dilampaui. Pada penutupan MTQ XXVI tahun 2014 Sidayu oleh Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si yang berlangsung Minggu kemarin, Kecamatan Bungah ditetapkan sebagai Juara Umum. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suryo Wibowo, Selasa (24/6).

Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si mengakui kwalitas juara pada MTQ XXVI Sidayu tahun 2014 kali ini semakin baik. Para peraih juara I yang dihasilkan tidak kalah dengan yang dihasilkan pada MTQ ditingkat Regional maupun Nasional. “Kami yakin, dengan kwalitas juara MTQ kali ini, pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur. Gresik akan meraih juara umum” ujarnya optimis.

Berdasarkan raihan juara pada MTQ XXVI Sidayu tahun 2014, Dewan Hakim MTQ XXVI yang diketuai oleh Dr. H. Harris Hasanuddin, M. Ag menetapkan 5 (lima) kecamatan sebagai peraih 5 besar terbaik. Masing-masing Kecamatan Bungah, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun dan Manyar. Seperti yang disampaikan Kabag Humas, Suryo Wibowo Wakil Bupati Gresik masih berharap agar wilayah Gresik Selatan bisa menjadi Juara Umum.

Untuk Wilayah yang belum meraih juara, Wabup berpesan, “Masih ada kesempatan untuk melakukan pembinaan agar wilayah anda bisa meraih juara bahkan Juara umum pada MTQ XXVII yang akan berlangsung di Kecamatan Manyar pada 2 tahun yang akan datang”. Ujarnya memberi motivasi kepada para pembina dan Camat.

Seperti yang diharapkan Bupati Gresik agar pelaksanaan MTQ bisa membentuk masyarakat berakhlakul karimah. Untuk itu Wakil Bupati berharap sebaiknya pembinaan dalam pembelajaran Al Qur’an selalu diperbaiki agar nantinya anak-anak lebih mudah dan mencintai dan belajar Al Qur’an secara total. “Niscaya kalau semuanya baik, maka untuk meraih Juara Umum pada MTQ mendatang akan lebih mudah” katanya. 

Masih menurut Suryo Wibowo, kemenangan Kafilah Bungah pada MTQ kali ini karena Kecamatan yang terkenal sebagai gudangnya Qori ini telah memenangkan 11 kelas sebagai juara I. Seperti pelaksanaan MTQ ditahun-tahun kafilah Kecamatan Bungah jauh meninggalkan beberapa kecamatan yang ada dibawahnya dalam perolehan juara I. 

Pada perhelatan yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti oleh 521 kafilah dari 18 Kecamatan. Ada beberapa cabang yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an, Musabaqoh Sarhil QurKan, Musabaqoh Hifdhil Qur’an, Musabaqoh Tartil Qur’an, dan cabang lomba yang baru diadakan Musabaqoh Makalah Ilmiah Qur’an. (Arb/Strn)

Wedani, Desa Sarung Tenun di Gresik

Gresiknews1,Gresik - Tak salah bila Gresik dikenal dengan sebutan kota santri. Selain sebagai pusat penghasil songkok, Gresik juga merupakan penghasil sarung tenun yang menjadi simbol identitas kaum santri.

DI kota ini, selain banyak berdiri perusahaan sarung tenun besar yang menggunakan alat tenun mesin (ATM) semacam PT Behaestex, juga banyak dijumpai indutri rumah tangga (home industry) sarung tenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Tentunya pengerjaannya masih dilakukan secara tradisional. Meskipun pengerjaannya tradisional, mutu sarung tenun yang dihasilkan tidak kalah bahkan lebih baik bila dibandingkan dengan sarung tenun produk mesin (ATM).

Harga sarung tenun tradisional harganya jauh lebih mahal dibanding dengan sarun tenun ATM. Tidak hanya dari segi mutu, corak serta motif yang lebih bernuansa alam tampaknya menjadikan pesona tersendiri bagi para konsumennya sehingga banyak yang rela merogoh kantongnya untuk membeli dengan harga yang mahal.

Di Kabupaten Gresik, sentra penghasil sarung tenun tradisional ini banyak tersebar di Kecamatan Cerme dan Benjeng. Ada yang merupakan cabang usaha (binaan) dari perusahaan sarung tenun besar semacam PT Behaestex seperti yang terletak di Desa Ngembung dan Dungus, Kecamatan Cerme. Ada juga yang merupakan usaha mandiri keluarga yang banyak dijumpai di Desa Wedani, Kecamatan Cerme. Di Desa Wedani ini, tak kurang dari 25 unit usaha keluarga (home industry) sarung tenun tradisional, baik yang berskala kecil (± 10 orang tenaga kerja) sampai skala yang agak besar (± 100 orang tenaga kerja).

Pembuatan sarung tenun tradisional ini membutuhkan keterampilan tersendiri. Namun, bagi penduduk Desa Wedani keterampilan seperti ini tidak memerlukan pendidikan khusus karena dipelajari secara turun-temurun. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan sarung tenun ini terdiri atas dua bahan pokok, yaitu benang dan bahan pewarna.

Untuk benang terdiri dari dua macam (ukuran). Yaitu benang boom (ukuran 210) sebagai bahan dasar dan benang yang dipakai untuk bahan corak (pakan) berukuran lebih besar, yaitu 140. Sedangkan pewarna berupa pewarna sintetis khusus untuk pewarna kain (benang).

Proses pembuatan sarung tenun ini diawali dari proses pencucian benang baik benang boom maupun benang pakan sehingga dihasilkan benang yang benar-benar putih. Kemudian, benang boom dicelup dalam larutan pewarna sintetis dalam kondisi panas (dimasak). Karena digunakan sebagai bahan dasar, maka warna benang disesuaikan dengan warna dominan kain sarung yang akan dihasilkan. Sedangkan benang pakan belum diwarna karena akan dimotif terlebih dahulu.

Selanjutnya benang boom dikeringkan dan di’kloos’ (digulung). Untuk membuat motif, benang pakan di- ‘medang’, pada kayu berukuran 50×50 cm, kemudian motifnya digambar dengan pensil dan diwarna. Pekerjaan ‘ngkloos’ dan ‘medang’ ini dilakukan secara terpisah pada waktu yang bersamaan.

Sesudah dilakukan ‘kloos’ pada benang boom, maka benang di-’skir’, yaitu disusun berdasarkan motif dasar yang dikehendaki. Kumpulan benang hasil ‘skiran’ tadi kemudian digulung kembali menggunakan alat bantu yang dinamakan ‘boom’.

Makanya, benang untuk bahan dasar tadi lebih dikenal dengan nama benang ‘boom’ , karena digulung dengan alat yang bantu bernama ‘boom’. Satu gulungan ‘boom’ bisa menghasilkan 21-25 lembar sarung dengan jumlah serat benang per lembar sarung ±1.950 benang.

Pada saat proses ‘skir’ dilakukan, benang yang sudah di-”medang” tadi dicelup dalam larutan pewarna yang warnanya sama dengan warna dasar. Agar motifnya tidak ikut terwarnai saat dilakukan pencelupan, maka pada motif yang sudah diwarna saat di-‘medang’ diikat dengan tali rafia.

Sesudah selesai tahapan pekerjaan pada benang boom maupun benang pakan, maka selanjutnya benang-benang tersebut disusun pada alat tenun. Kemudian dilakukan penenunan dengan motif yang berbeda-beda. Untuk satu orang pekerja tenun, bisa menghasilkan 1,5 lembar sarung setiap hari. Rata-rata mereka menerima upah sejumlah Rp 17.500 s/d Rp 21.000 untuk tiap lembar sarung. Sehingga penghasilan yang diperoleh para penenun ini berkisar Rp 26.000 s/d Rp 35.000 per hari dengan jam kerja antara pukul 08.00 WIB s/d pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan penuturan Siti Fathonah, pemilik salah satu unit usaha pembuatan sarung tenun di Desa Wedani, usaha yang sudah dilakukan sejak 1976 ini dalam kondisi normal memiliki omzet produksi rata-rata 10 kodi atau 200 lembar sarung perminggu. Berarti dalam satu bulan sekitar 40 kodi atau 800 lembar sarung.

Bila harga jual per lembar sarung sekitar Rp 100.000 s/d Rp 125.000, maka dalam satu bulan bisa dihasilkan pemasukan kotor sebesar Rp 80.000.000 s/d Rp 80.000.000. Artinya, Fathonah bisa memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 20.000.000 s/d Rp 30.000.000 per bulan.

Dari hasil tenun sarung ini pula, keluarga Fathonah dengan suaminya Tasripin mampu mengantarkan anak sulungnya menjadi dokter. Sedangkan satu anaknya yang lain saat ini sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Kota Malang.(Evan)

Organda Jatim Siapkan 7.500 Bus Angkutan Lebaran 2014

Gresiknews1,SURABAYA – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tingkat I Jatim akan mengerahkan sekitar 7.500 armada bus untuk angkutan mudik Lebaran 2014.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Tingkat I Jatim Firmansyah Mustofa mengatakan sudah menyurati perusahaan otobus (PO) untuk menyiapkan bus-bus angkutan Lebaran.

“Sudah kami surati dan kemungkinan ada sekitar 7.500 armada yang siap kami operasikan untuk angkutan mudik Lebaran 2014 ini. Jumlah ini meningkat 500 bus dari tahun lalu,” kata Firmansyah, Senin (23/6/2014).

Dia membeberkan 7.500 armada bus itu 5.000 di antaranya untuk bus trayek antarkota dalam provinsi (AKDP).

“Sebanyak 2.500 armada untuk trayek antar-kota antar-provinsi (AKAP). Hal ini sudah kami sepakati dari 180 PO yang beroperasi di wilayah Jatim,” sambungnya.

Firmansyah menegaskan sebelum bus-bus tersebut masuk terminal, pihak Organda sudah mengecek kelengkapan dan kesiapan masing-masing bus.

“Sebelum keluar garasi kami cek, saat di terminal pun kembali dicek. Kami sudah bekerjasama dengan Polda Jatim, Polsek setempat, Dinas Pehubungan, dan pihak Terminal, mengenai pengecekan kendaraan ini,” ujarnya.

Firmansyah mengungkapkan seluruh pihak yang menangani angkutan mudik Lebaran akan melakukan koordinasi di Empire Hotel, Selasa (24/6/2014)

“Besok (Selasa) semua pihak bertemu untuk penguatan koordinasi angkutan Lebaran,” ucapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Purabaya, May Ronald, menambahkan akan membatalkan pemberangkatan bus-bus yang kondisinya tidak layak jalan.

Pihak terminal, lanjutnya, akan sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kesiapan teknis armada bus.

“Kami akan periksa sistem pengereman, kondisi ban, karcis tiket, hingga kesehatan si sopir,” imbuh Ronald. (Arz)

Rumah Relokasi Lengis Sudah Teraliri PDAM

Gresiknews1,Gresik - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meninjau Perumahan Grand Regency Verona untuk memastikan air di Perumahan tersebut sudah mengucur. Tinjauan Bupati yang dilakukan bersama Asisten II, Andhy Hendro Wijaya dan Direktur PDAM, Muhammad pada Senin (23/6),

Peninjauan ini terkait keluhan warga yang disampaikan kepada Sekda Gresik dan Kepala Dinas PU Gresik. Mereka, warga Lengis tidak segera mau pindah dengan alasan air tidak adanya aliran air PDAM.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Bupati segera meninjau Perumahan bakal relokasi warga dari Areal Lengis tersebut. Ada 30 unit rumah yang sudah siap ditempati. Namun demikian, meski sudah siap dan sambungan rumah (SR) PDAM sudah terpasang. Tapi 30 KK tersebut masih enggan pindah. Mereka beralasan air PDAM belum mengalir.

Bupati yang meninjau perumahan tersebut melihat langsung instalasi air beberapa rumah yang sudah dipasang meteran air. Ketika Bupati membuka beberapa kran air yang ada, tampak air mengurcur deras. “Saat ini air sudah mengalir, kami berharap Rumah-rumah tersebut segera ditempati” ujar Bupati kepada salah seorang penghuni yang bakal menempati rumah tersebut.

Bahkan Bupati meminta kepada penghuni lengis yang direlokasi yaitu sebanyak 30 Kepala Keluarga untuk segera pindah ketempat yang telah disiapkan.”Semua permintaan sudah dipenuhi, air sudah mengucur. Kalau dalam waktu dekat tidak segera pindah, maka air akan dimatikan” ancam Bupati. Sesuai informasi, Dirut PDAM Muhammad, Sambungan rumah tersebut sudah terpasang sejak seminggu sebelumnya. (Arz/Arb)

Pelatih ada Urusan Keluarga, Latihan Perdana Persegres Diundur

Gresiknews1,Gresik - Persegres Gresik membatalkan sesi latihan perdana yang sebelumnya dijadwalkan hari ini, Senin (23/6). Penyebab diundurnya latihan karena pelatih kepala Alfredo Angel Reva masih ada urusan keluarga.

"Memang benar latihan perdana yang seharusnya digelar sore ini ditunda lusa karena ada faktor non teknis," kata Manager Persegres, Bagoes Cahyo Yuwono.

Ditambahkan Bagoes, terkait dengan penundaan ini. Dia Alfredo sudah menyampaikan izin ke manajemen karena memang ada urusan keluarganya di Jakarta.

"Yang pasti latihan perdana baru dimulai lusa karena pelatih maupun asisten pelatih sudah lengkap," tambahnya.

Diakui Bagoes, semula latihan perdana akan dipimpin oleh asisten pelatih. Namun, Alfredo bersikeras dirinya tetap menginginkan ingin memimpin sendiri latihan perdana.

Ditanya jika ada pemain yang absen pada latihan perdana. Dijelaskan Bagoes, tentunya ada sanksi yang akan diterima. Sanksi berupa pemotongan gaji maupun bonus.

"Kalau nanti pada saat latihan perdana ada pemain yang absen. Yang bersangkutan kami panggil. Sedangkan bentuk sanksinya segera kami bicarakan dengan manajemen entah itu pemotongan gaji atau bonus," tandasnya. (Agus)

Program Sertifikat Tanah 'Prona' Diduga Jadi Ajang Pungli

Gresiknews1,GRESIK - Andik Winarto, warga Dusun Kricak, Desa Karangan Kidul, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, dari LSM Hdis Gresik, melaporkan ke Kejari Gresik atas dugaan pungutan liar (Pungli) kasus sertifikat tanah Program Nasional Agraria (Prona) tahun 2014, Minggu (22/6/2014).

Menurut Andik, masyarakat di enam desa penerima, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik resah dengan adanya pungli oknum aparat desa dalam pembuatan sertifikat tanah melalui program 'Prona'. 

"Dari pengaduan masyarakat Kecamatan Balongpanggang pelaksanaan sertifikat tanah massal 'Prona tahun 2014 marak dugaan pungli yang dilakukan oknum pelaksana program tersebut. Oknum panitia diduga masih mengutip biaya di luar ketentuan. Padahal program tersebut telah dibiayai pemerintah alias gratis," kata Andik.

Keenam Desa tersebut di antaranya Desa Babatan, Jombang Delik, Brangkal, Ngampel, Tenggor serta Desa Mojogede. 

Andik menambahkan, dari data yang berhasil dihimpun dari BPN Gresik, di Kecamatan Balongpanggang mendapatkan jatah 1.410 bidang sertifikat. Dengan rincian Desa Jombang Delik sebanyak 170 bidang sertifikat, Desa Brangkal 270 bidang sertifikat, Desa Ngampel 200 bidang sertifikat, Desa Babatan 260 bidang sertifikat, Desa Mojogede 225 bidang sertifikat serta Desa Tenggor 285 bidang sertifikat.

Dari pengaduan masyarakat ke LSM Hadis, biaya yang dibebankan kepada para pemohon sertifikat massal 'Prona' di 6 Desa nominalnya berseragam antara Rp 550.000 hingga Rp 800.000 sampai Rp 1 juta.

Pengakuan dari masyarakat terkait dana tersebut diperuntukan untuk operasional panitia, biaya pembuatan surat - surat keterangan Desa, pembelian materai, patok tapal batas dan konsumsi.

BPN Kabupaten Gresik menjelaskan bahwa segala kegiatan yang berkenaan dengan program tersebut telah dianggarkan kantor BPN yang tertuang di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Anggaran tersebut meliputi biaya pengukuran dan pemetaan bidang tanah, penyuluhan, pengumpulan dan pengolahan data yuridis, sidang panitia, pembukuan hak dan penerbitan sertifikat.

"Kewajiban warga hanya menyerahkan bukti-bukti kepemilikan tanah yaitu data yuridis, dokumen yang diperlukan, pemasangan patok dan pengadaan materai sedikitnya 7 lembar, maksimal 10 lembar. Kenapa tarikannya banyak sekali antara Rp 500.000 sampai Rp 1 Juta," katanya.

Program yang diharapkan masyarakat supaya tanah mereka memiliki status hukum dengan biaya murah, cepat dan mudah seolah tidak sesuai yang diharapkan. Program tersebut diduga menjadi ajang korupsi berjamaah bagi panitia prona dan Kepala Desa (Kades) yang mengarah pada penyalagunaan wewenang.

Tidak hanya diwarnai sejumlah dugaan pungli tapi juga diskriminasi, perbedaan perlakuan dan tidak tepat sasaran dalam penjaringan peserta pemohon prona. "Warga yang tidak mampu banyak yang tidak diikutkan program tersebut karena tidak mampu bayar tarif sertifikat yang terbilang tinggi," imbuhnya.

Jika pungutan dalam pembuatan sertifikat yang dibebankan ke pemohon Rp 550.000 per bidang sertifikat, total biaya pembuatan sertifikat yang terkumpul di Kecamatan Balongpanggang bisa mencapai Rp 775,5 juta.

Nilai tersebut tentunya bisa naik lagi karena data yang masuk ke di Desa Jombang Delik dan Desa Brangkal yang tidak mempunyai akte tanah, biaya per bidang sertifikat mencapai Rp 800.000 sedangkan di Desa Babatan mencapai Rp 1,050 Juta.

Dibandingkan pelaksanaan prona di Desa Wadak Lor, Kecamatan Duduksampeyan biaya kepengurusan sertifikat massal yang dibebankan ke pemohon senilai Rp 85.000, dengan catatan keperluan materai, foto copy berkas serta patok ditanggung para pemohon masing - masing. Sementara di Desa Tirem, Kecamatan Duduksampeyan biaya kepengurusan sertifikat senilai Rp 250.000, sudah termasuk keperluan untuk membeli materai, patok serta foto copy berkas.

"Demi Hukum dan Keadilan saya bermohon kepada Kejaksaan Negeri Gresik untuk memeriksa orang-orang yang terlibat didalam proses pelaksanaan sertifikat massal Prona di Kecamatan Balongpanggang tersebut," kata Andik.

Terpisah, warga yang tidak disebut namanya mengakan bahwa untuk mengurus sertifikat tanah memang membutuhkan banyak biaya. "Untuk membeli Materai 6000 sebanyak 25 biji. Belum tenaga pengukur apa tidak diberi makan dan minum," kata warga yang sudah mengurus sertifikat tanah melalui Prona.

Lebih jelas warga mengatakan, bahwa prona banyak tidak disuka oleh Perangkat Desa dan Kades sebab ada biaya yang hilang 5 persen yang mengurus tanah melalui prona. 

"Sebanyak 5 persen ini yang menjadikan Kades dan perangkatnya males mengambilnya," katanya.(Arz)

Operasi Pasar Bersama Wabup Gresik Untuk Meninjau Dan Mengecek Harga Sembako Dimasa New Normal Dan Membagi Masker

  Gresik,  gresiknews1.com     . - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid - 19  pada saat ini belum juga sirn...