Pura-pura Tidur di Masjid, Gondol Motor

Gresiknews1,GRESIK - Hariyanto (39), warga Desa Papar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, ditangkap Polisi karena mencuri Motor di Masjid Pelabuhan, Kamis (30/10/2014).

Motor Yamaha Vega R Nopol W 5370 BG, 1 buah STNK milik Sanggup (45), warga Jalan Tanjung Wira III Nomor 5 komplek perumahan GKB, Kelurahan Yosowilangon, Kecamatan Manyar sekaligus pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik.

Aksi tersebut, bermula saat korban sedang menjalankan ibadah Shalat di Masjid Pelabuhan Gresik. Kunci motor diletakkan di bawah tiang Masjid.

Tersangka yang sedang pura-pura tidur melihat kunci motor tergeletak langsung diambilnya. Kemudian membawa motor keluar parkir Masjid. Belum sampai di luar, tersangka sudah diteriki ‘maling-maling’. Karena dekat dengan Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3), maka langsung ditangkap anggota.

Setelah dibawa ke Mapolsek KP3, tersangka Hariyanto mengakui bahwa aksi mencurinya untuk tambahan hidup. “Jadi kuli batu bayarnya kurang untuk makan. Pas ada motor langsung saya bawa kabur,” kata Hariyanto, seorang duda yang bekerja sebagai kuli batu dan tidur di Masjid Pelabuhan Gresik.

Akibat perbuatannya, Hariyanto dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Kartu tanda penduduk (KTP) yang dibawa korban juga palsu. Alasannya KTPnya hilang kemudian menemukan KTP orang lain dan diganti foto dirinya,” kata Kapolsek KP3 Polres Gresik AKP M Zunaidi.(Arz)

Penangan B3 Lamban, Warga Ancam Geruduk Kantor Bupati Gresik

Gresiknews1,GRESIK – Warga Desa peganden, Kecamatan Manyar mengancam akan unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik karena mereka merasa kesal dan kecewa terhadap pejabat pemkab, termasuk pihak Kepolisian.

Warga menuding para pejabat lamban terkait penanganan kasus limbah Bahan, Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang dekat pemukiman warga dan di lahan pertanian. 

“Kami akan datang rame-rame ke Kantor Bupati untuk menanyakan prosedur pembuangan limbah B3 yang benar dan proses perizinannya,” kata Kepala Desa Peganden, Mustain, Kamis (30/10/2014).

Selain soal perizinan, warga juga kesal dengan oknum petugas Polsek Manyar yang ditudingnya telah menghilangkan mesin alat berat di sekitar pembuangan limbah.

“Masak barang sebesar bego bisa dilepaskan tanpa tahu pemiliknya. Ini kan lucu dan ada oknum yang bermain,” imbuh Mustain.

Mustain juga kesal dengan kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang lamban mengungkap pelaku pembuang limbah jenis glycerin dari ampas pengolahan kelapa sawit dan flyash dari sisa pembakaran batu bara.

“Infonya kan ada empat perusahaan yang sudah dikumpulkan oleh BLH. Kan tinggal tanyakan siapa pembuang limbah tersebut. Jika tidak mengakui ya mintai semuanya laporan pembuangan limbahnya kemana,” katanya.

Sejumlah perusahaan telah dipanggil BLH Gresik untuk dimintai keterangan terkait pembuangan limbah B3-nya. Perusahaan tersebut; PT Karunia Indah Alam Segar (KIAS), PT Bina Karya Prima (BKP), PT Batara Elok Semesta (BES), dan PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) di Jl Dharmo Soegondo, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas.

“Untuk memastikan dari mana limbah tersebut, tim BLH kami minta mengambil contoh limbah dan akan uji laboratorium,” kata Tugas Husni Syarwanto, Kepala BLH Kabupaten Gresik.(Arz)

Pelatih Klub Delapan Besar ISL Melamar Ke Gresik United

Gresiknews1,Gresik - Terseok-seok di kompetisi musim ini, rupanya tidak melunturkan citra Gresik United. Buktinya, jajaran manajemen Laskar Joko Samudro mengklaim, jika banyak pelatih yang sudah menawarkan diri, untuk menjadi arsitek tim pada Indonesia Super League (ISL) musim depan.

"Kami juga sempat tidak percaya, jika banyak pelatih yang tertarik menangani Gresik di musim depan," ucap Bagoes Cahyo Yuwono, manajer Gresik United.

Ia menjelaskan, ada sekitar sepuluh pelatih yang telah mengajukan lamaran untuk menjadi arsitek Gresik United di musim depan. Bahkan, beberapa nama tersebut, ada yang tercatat masih aktif menjadi pelatih di klub yang berlaga di babak delapan besar ISL 2014.

Hanya saja, Bagoes belum mau membeberkan siapa saja nama pelatih dari klub yang berlaga di babak delapan besar tersebut, dengan alasan etika. Ia menyatakan, menghormati ikatan kontrak sang pelatih dengan tim yang dilatihnya saat ini.

"Dari beberapa tawaran yang masuk, memang ada pelatih dari klub yang berlaga di babak delapan besar. Sekitar dua sampai tiga nama, yang kini membawa timnya berlaga di babak delapan besar," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa menentukan siapa yang akan menjadi arsitek Gresik United di musim depan. Sebab, selain harus mengenal karakter Laskar Joko Samudro, pelatih baru juga diharapkan mempunyai wawasan luas di bidang sepakbola, serta mampu bertindak sebagai motivator tim.

"Untuk saat ini, meskipun banyak yang sudah melamar, kami tidak mau terburu-buru dengan penentuan pelatih untuk musim depan. Karena kami harus membicarakan ini lebih detail, bersama dengan jajaran manajemen yang lain," papar Bagoes.

Dengan kondisi finansial yang relatif stabil, ditengarai beberapa pihak menjadi faktor pemicu banyak pelatih yang mengajukan tawaran ke Gresik United. Terlebih, meski terseok-seok di kompetisi musim ini, Laskar Joko Samudro adalah salah satu kontestan ISL 2014 yang ‘tertib’ dalam melunasi tanggung jawabnya kepada pemain dan pelatih.

Gresik United memang berambisi menembus papan atas di kompetisi musim depan. Untuk itu, mereka akan coba membangun tim yang kuat, baik dari segi materi pemain maupun pelatih, agar bisa mewujudkannya.

"Kami juga memantau pemain-pemain bagus, yang berlaga di babak delapan besar, yang bermain di semua posisi. Hanya sebagai gambaran saja, siapa tahu ada yang cocok bermain untuk Gresik di musim depan," pungkasnya.(Tim)


Penyidikan Kebocoran Unas Belum Tuntas

Gresiknews1,Surabaya - Sampai saat ini penyidikan kebocoran soal unas belum juga tuntas menyusul masih dikembalikannya berkas yang telah menyeret 11 tersangka ini ke penyidik Polrestabes Surabaya.

Jaksa peneliti Kusbiyantoro dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengaku sudah mengembalikan berkas kasus ini sejak sebulan lalu. Namun, oleh penyidik belum juga kembalikan ke pihak Kejaksaan. "Masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi. Kekurangan itu bersifat prinsipil sehingga berkas dikembalikan. Kami masih menunggu berkas dilimpahkan lagi,” katanya.

Hanya saja, Kusbiyantoro menolak menjelaskan, kekurangan yang dimaksud. Dia hanya menyebut, kekurangan itu terkait dengan syarat formil dan materiil. Jaksa lulusan Universitas Jember itu malah menyuruh untuk menanyakannya ke polisi.

Dalam kasus ini, 11 tersangka tersebut adalah Randy Koke Making, 18, Brian Dwiky, 19, Hidayatulloh, 21, Alfian Sudarsono, 19, Ahmad Tri Sutrisno, 19, Dwi Naba Bagus Danil, 20, dan Moch Nasrun Abid, 23, mereka adalah siswa dan alumni di salah satu sekolah di Surabaya. Selain itu, ada juga Edy Purnomo, 41, dan Moch Ibnu Mubarok, 40 yang berstatus sebagai guru di Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, penyidik tampaknya kesulitan memenuhi petunjuk jaksa. Berkas tersebut sudah dikembalikan jaksa sejak dua bulan lalu. Tapi sampai sekarang belum juga diserahkan lagi ke Kejaksaan.

Sebagaimana diberitakan, peredaran jawaban unas kali pertama terungkap oleh Polrestabes Surabaya. Dalam pengembangan penyelidikan, polisi menemukan kunci jawaban tersebut berasal dari soal unas yang bocor di Lamongan sampai akhirnya menjadi kunci jawaban. Pembocorannya berlangsung secara sistematis.

Pengusutan kasus tersebut akhirnya diambil alih Polda Jatim. Sejumlah berkas tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Tapi untuk yang berkasnya belum jadi, kelanjutan kasusnya ditangani Polda Jatim.(Tim)

SEKITAR ALUN-ALUN GRESIK AKAN DIJADIKAN PUSAT KEGIATAN KEBUDAYAAN ISLAM

Gresiknews1,Gresik - Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto berencana memindah seluruh kantor yang ada di sekitar alun-alun Gresik ke wilayah Bunder.

Lebih jauh Bupati memaparkan.“Ada beberapa kantor disana yang akan dipindah ke Bunder dan bekas kantor DPRD Gresik, Kantor Catatan Sipil Gresik, Kantor BLH dan Kantor Dinas Sosial tersebut akan dipakai sebagai perpustakaan dan museum penyimpanan peninggalan Wali Allah. Sedangkan area sekitar Alun-alun tersebut akan digunakan sebagai pusat kegiatan Islam” katanya saat berpidato pada Istighotsah Qubro memperingati 4 tahun SQ mengabdi, yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Gresik, Kamis (30/10).

Untuk mewujudkan keinginan tersebut Bupati meminta restu kepada para Kyai yang hadir pada acara tersebut agar Pasangan Sambari Qosim bisa melanjutkan semua pembangunan tersebut di periode selanjutnya. Bupati juga menyampaikan komitmennya pada periode mendatang untuk terus melanjutkan pasangan Sambari-Qosim. “Kami akan terus bersama. Maju bersama dan mundur bersama”tegasnya dihadapan sekitar 5 ribu jamaah dan puluhan Kyai yang hadir.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan keberhasilan pembangunan yang telah dilaksanakan selama 4 tahun kepemimpinannya. Selain pembangunan fisik yang telah banyak didirikan, Bupati juga menyampaikan beberapa keberhasilan pembangunan manusia. “Selama 4 tahun ini Indeks Pembangunan Manusia meningkat. APBD juga meningkat, dan pada tahun 2015 nanti APBD Gresik mencapai Rp. 2 trilyun 400 milyar” katanya.

Wakil Bupati Gresik yang juga turut mendampingi Bupati dan memberikan sambutan mengatakan, meski banyak sekali kemajuan pembangunan fisik dan industrialisasi, namun kegiatan keagamaan juga terus dilaksanakan. Pada tahun 2014 ini saja Pemkab Gresik telah mengadakan 4 kali Istighotsah Qubro. Pada kesempatan ini, Qosim juga meminta kepada para jamaah dan Kyai untuk mendokan para korban bencana di Gresik.

Dengan mimik serius Qosim meminta,“Kami mohon doa serta bacaan Alfatihah kepada semua jamaah yang hadir atas meninggalnya korban perahu karam di ujungpangkah setahun yang lalu, juga kepada para korban kecelakaan lalu lintas di jalan veteran Gresik dan korban keracunan di desa Abar-abir Bungah beberapa saat yang lalu”. ungkap Qosim.

Pada acara Istighotsah ini, Pemkab Gresik juga memberikan bingkisan untuk 20 anak yatim piatu dan pembagian door prize. (Tim)

Rizki Medan Pengedar Shabu

Gresiknews1,Gresik - MUHAMMAD RIZKI HAMDANI MUHIZAR bin MUHIZAR MUHTAR, medan, 05 mei 1984, islam, belum bekerja, Jl. Karya Wisata, No. 145 Lk. VIII Medan, Rt 00, Rw 00 kel. Gedung johor, Kec. Medan Johor, Kab. Deliserdang Prop. Sumatra Utara dan Kos Jl. Veteran Gg IX-B Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, 
Ditangkap didalam kostnya   Jl. Veteran Gg IX-B kec. Kebomas, Gresik 24 Oktober 2014 jam 21.45 wib, dengan Barang bukti : 10 poket shabu, 1 plastik isi sisa shabu, 1 botol susu bayi sebagai alat hisab, seperangkat alat hisap shabu dari botol larutan penyegar, 2 pipet shabu bekas pakai, 18 pipet belum terpakai, 1 korek api yang ada jarum suntik, 1 box plastik isi 7 pak plastik klip, 1 gulung aluminium, 8 korek api gas, 1 timbangan digital, uang hasil penjualan 1.350.000 dan HP merk Nokia type 1202 (Arz)

Raja Jambret Gresik keok di Sedati

Gresiknews1,Sidoarjo - Niko Fernandes (34) yang dikenal “Raja Jambret” asal Gresik, keok di tangan Unit Reskrim Polsek Sedati, Kamis (30/10/2014).

Niko diamankan saat menjadi bulan-bulanan massa di Sedati, usai menjambret kalung emas seberat 6,4 gram milik Sujiati warga Desa Cemandi di depan Lapangan Albatros Kecamatan Sedati.

Saat melakukan penjambretan, pelaku sendirian, tanpa melibatkan pelaku lain. Korban dibuntuti pelaku saat ke Pasar Sedati. Setelah ada kesempatan dan kondisi sepi, pelaku beraksi.

Seketika korban lansung teriak dan massa lansung menangkapnya dan menggebuki pelaku hingga babak belur. "Pelaku berhasil kami selamatkan dari amukan massa yang memergoki dan mendengar teriakan korban," tegas Kapolsek Sedati AKP Yuyus Andriastanto.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku berulang-ulang berurusan dengan polisi dan masuk penjara dalam kasus sama. "Pelaku pernah di tahan di Polres Gresik dua kali, Polsek Gedangan dan kini kami jebloskan ke penjara Mapolsek Sedati," tegasnya dengan menyebut akan menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. (tim)

Antar Teman Potong Rambut, Malah Curi Motor

Gresiknews1,Gresik - Perbuatan yang dilakukan M.Syarifuddin (22), warga Desa Padeg, Kecamatan Manyar, Gresik tergolong nekat. Bukan hanya sekadar mengantar temannya potong rambut, pemuda pengangguran itu malah mencuri sepeda motor.

Udin sapaan akrabnya tidak berkutik saat anggota buser Polres Gresik, menangkapnya beserta barang bukti curiannya sepeda motor Yamaha Vega R nopol L 4496 QI milik Abdul Fattah (44) yang berprofesi sebagai tukang potong rambut.

Kronologis pencurian sepeda motor ini berawal saat korban Abdul Fattah (44) masuk ke dalam salon. Pelaku sebaliknya tidak ikut masuk. Sambil duduk diatas sepeda motor yang diincar. Pelaku langsung membawa lari sepeda motor hasil dari mencuri karena kuncinya masih menempel.

Kasatreskrim AKP Ayub Dipoegoro Azhar mengatakan, kunci sepeda motor Vario masih tertempel. Nah, waktu itu tersangka melihat ada sepeda motor Vega.

"Kunci sepeda motor Vario lalu dimasukkan ke sepeda motor Vega. Saat distarter ternyata menyala dan kabur," katanya, Rabu (29/10/2014).

Lebih lanjut AKP Ayub menuturkan, setelah menyalakan sepeda motor Vega, tersangka tidak langsung membawa kabur. Tetapi, dia sempat mengembalikan kunci sepeda motor Vario.

"Tersangka membawa kabur sepeda motor ke rumahnya. Akhirnya, anggota saya yang telah mengantongi identitas pelaku tidak kesulitan menangkapnya. Sebab, pada waktu itu tersangka berada di warung kopi," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(Arz)

BLH Gresik Kesulitan Lacak Pembuang Limbah B3 di Dekat Permukiman

Gresiknews1,GRESIK - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik mengumpulkan perusahaan minyak goreng terkait pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B-3) di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik, Rabu (29/10/2014).

"Kami hanya koordinasi dengan perusahaan minyak goreng, sebab kemungkinan dari sana (pembuangan limbah) ," kata Tugas Husni Syarwanto, Kepala BLH Kabupaten Gresik, Rabu (29/10/2014).

Dari lima perusahaan yang diundang BLH Kabupaten Gresik, ada satu perusahaan yang tidak hadir yaitu PT Bina Karya Prima (BKP), Jl Kawasan Industri Gresik (KIG) Raya Barat, Kecamatan Kebomas.

Dari ketidak hadiran PT BKP tersebut menimbulkan kecurigaan besar bahwa salah satu pembuangnya adalah PT BKP. Sebab dalam rapat tersebut hanya diminta data pembuangan limbah B-3.

"Dalam rapat koordinasi dengan perusahaan pengolah kelapa sawit untuk mengetahui ke mana pembuangan limbahnya. Kami hanya meminta data pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B-3)," kata imbuhnya.

Kapolsek Manyar AKP Mulyono mengatakan tidak tahu pembawa alat berat yang dilepaskan setelah didemo warga Desa Leran, Kecamatan Manyar. "Kami lepas demi keamanan tapi kami tidak tahu pemiliknya," kata Mulyono.

Kepala Desa Peganden, Kecamatan Manyar Mustain mengatakan tidak tahu pemilik tanah yang digunakan untuk pembuangan limbah B-3. "Dulu tanah ini milik Haji Tobroni, warga Desa Suci, Kecamatan Manyar. Yang menggali lahan Haji Maksum dari Desa Tebalo, Kecamatan Duduksampean. Haji Tobroni itu menantu Haji Maksum. Seharusnya Polisi sudah bisa mengungkap," kata Mustain.

Menurut Mustain, kegiatan pembuangan limbah B3 tersebut sudah berlangsung selama satu bulan.

Terpisah, Hartono, Humas PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI), Jl Kapten Darmo Sugondo, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, mengatakan, pemanggilan oleh BLH Gresik untuk mengetahui pembuangan limbah perusahaan.

"Kami sudah serahkan data pembuangan limbahnya. Dan kami pastikan pembuang limbah tersebut bukan dari PT Wilmar," kata Hartono saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Anggota DPRD Gresik yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa limbah minyak goreng bekas itu telah dicampur dengan penjernih atau bleaching.

"Hasil pemberian penjernih ke minyak goreng kotor atau bekas untuk diambil minyak yang jernih kemudian limbahnya dibuang. Itu berbahaya limbahnya," kata anggota dewan itu.(Arz)

1.284 SISWA SD DI LIMA DESA DAPAT JATAH MAKAN GRATIS SELAMA 3 BULAN

Gresiknews1,Gresik - Bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Gresik mengucurkan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) sebesar Rp. 265 Juta. Program PMTAS ini secara simbolis diserahkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Maria Ulfa Sambari kepada Ketua TP PKK Desa penerima di Ruang Retno Suwari Kantor Bupati Gresik pada Selasa (28/10).

Pada penyerahan yang sekaligus pemberian materi teknis PMT-AS, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik yang juga isteri Bupati ini mengatakan, banyak sekali manfaat dari program ini yaitu untuk meningktakan gizi bagi kader penerus bangsa khususnya yang masih duduk dibangku SD maupun MI. Selain itu bagi kami sebagai program untuk menginventarisir kudapan yang ada di Gresik. “Program PMT AS ini yaitu memberikan makanan tambahan yang bukan sarapan berupa kudapan dengan nilai gizi tidak kurang dari 300 kalori” ujarnya.

Maria Ulfa juga mengingatkan, program PMTAS bekerjasama dengan TP-PKK yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh TP PKK Desa. Ada penekanan dari orang nomer satu di Kabupaten Gresik ini agar dalam melaksanakan program ini menjaga faktor kebersihan dan kesehatan. Kedua factor ini juga perlu diperhatikan sejak dari pemilihan bahan, pengolahan serta penyajian. “Yang lebih penting pelaksanaannya harus oleh TP PKK desa dibantu oleh wali murid, bukan oleh guru karena guru focus hanya mengajar” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Agus Budiono saat memberikan materi pada kegiatan itu mengatakan, program PMT-AS ini dilaksanakan pada 10 SD dan MI di 5 desa di 5 Kecamatan. Ada 1.284 siswa terbagi di 5 desa masing-masing 398 siswa dari desa Lebaniwaras Wringinanom, 211 siswa dari Desa Kalipadang Benjeng, 270 siswa dari Desa Sukoanyar Cerme, 190 siswa dari Desa Abar-abir Bungah, 215 siswa dari Desa Tiremenggal Dukun.”Masing-masing siswa dijatah kudapan sebesar tiga ribu rupiah perhari selama 3 bulan” tambah Agus Budiono 


Pemberian PMTAS ini berupa makanan kudapan bergizi dengan kandungan gizi energy 300 kalori, protein 5 gram. “Untuk memberikan pemahaman tentang kandungan gizi, pengolahan yang bersih dan higienis, maka pada kesempatan ini kami memberikan petunjuk teknis dengan menghadirkan beberapa nara sumber yaitu dari Dinas Kesehatan Gresik dan Dinas Pertanian Gresik. “hal ini Sesuai arahan Ketua PKK agar pelaksana program ini harus berkonsultasi dengan pihak Dinas terkait sampai pada tingkat pelaksana di Desa” katanya. (Tim)

Pemerasan Oleh Oknum Polisi Gresik

Gresiknews1, Gresik - Lagi - lagi terjadi pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi. kali ini oknum polisi tersebut bertugas di wilayah Polres Gresik.Kejadian percobaan pemerasan tersebut terjadi pada hari   .kronologi kejadian waktu itu Korban pemerasan berinisial R dan D sedang berdua didalam mobil avanza disekitar KIG ( Kawasan Industri Gresik ) tiba tiba di datangi Oknum polisi yang langsung menggedor - gedor pintu mobil dengan menggunakan senjata apinya dan menuduh kedua korban tersebut sedang melakukan tindakkan asusila di tempat umum.

Namun menurut keterangan kedua korban tersebut mereka sedang mendiskusikan rencana pernikahan yang akan mereka langsungkan dan kedua korban pun masih memakai pakaian lengkap di karenakan kedua korban tersebut memang sedang tidak melakukan perbuatan asusila.

Kemudian oknum polisi tersebut yang di ketahui bernama Briptu Rudi Ari Pai Dkk Bagian BA Sat Sabhara Polres Gresik membawa kedua korban tersebut di pos polisi GKB Manyar. ditempat tersebut kedua korban ditakut-takuti bahwa kedua korban akan diadili di pengadili negeri dengan dikenakan biaya yang sangat besar namun kedua korban dapat terhindar tanpa diadili di pengadilan jika kedua korban mau membayar 3 Juta.Akhirnya dengan perasaan yang takut akan hal tersebut kedua korban hanya mau membayar 1 juta saja dan langsung menyerahkan uang Rp.600 ribu dikarenakan kedua korban hanya membawa uang segitu. 

Akhirnya Oknum polisi tersebut mau menerima uang tersebut dan menahan KTP kedua korban untuk proses pembayaran sisanya uang tersebut. Setelah kejadian tersebut kedua korban kembali pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya yang kebetulan orang tua dari korban berinisial R adalah seorang Pimpred Gresiknews1.

Seketika Orang tua korban mendatangi pos polisi tersebut meminta semua uang dan KTP yang disita dikembalikan. orang tua korban juga melaporkan langsung kepada Kasat Sabhara AKP Jannah untuk menindak oknum polisi nakal dari kesatuannya tersebut.

Dan pada tanggal 28 Oktober 2014 korban secara resmi melaporkan Briptu Rudi Ari Pai kebagian Sipropam Polres Gresik yang saat itu laporan tersebut diterima oleh Brigadir Dedi Dariyanto Bagian BA Riksa Sipropam Polres Gresik.

Ketika orang tua korban yakni Arifin Zakaria meminta kepastian tindakan yang akan diberikan oleh oknum anggota polisi tersebut, Wakapolres Gresik mengatakan via telepone akan dan pasti ketiga oknum polisi tersebut akan diberikan sanksi berupa hukuman selama 21 hari dan akan segera di mutasi dikarenakan telah merusak citra kepolisian dimata masyarakat dan saya tidak akan main-main dalam hal ini "ujar bapak wakapolres gresik Kompol Alfian Nurrizal.

Kejadian ini sungguh sangat disayangkan dikarenakan hanya ulah beberapa Oknum Polisi nakal tersebut dapat merusak Citra Kepolisian khususnya Polres Gresik.Padahal sebagai Penegak Hukum Kepolisian harus dapat menjaga dan mengayomi warga sipil bukan malah menjadikan warga sipil sebagai bahan perasan oknum polisi.(Arz)

Gresik Krisis Udara Bersih

Gresiknews1,GRESIK - Seiring dengan pembangunan ratusan industri di Kabupaten Gresik, semakin menjadikan kota yang mempunyai julukan kota Santri ini syarat polusi udara. Tentu saja, kondisi ini berbahaya bagi masyarakat Gresik. Pasalnya, dampak dari polusi udara tersebut jika dihirup oleh manusia dalam dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam, mulai dari kangker, liver, Ispa hingga penyakit berbahaya lainnya.

Kendati begitu, hingga saat ini belum terlihat langkah pemerintah untuk mengatasi hal ini. Bahkan pemerintah terlihat cuek akan masalah polusi udara ini. Setidaknya, hal itu terbukti dengan tidak adanya alat pencatat polusi udara di Kabupaten Gresik.

Padahal, jika melihat beberapa titik lokasi di kota Surabaya dipasang alat pendeteksi polusi udara. Dengan tujuan, masyarakat dapat mengetahui kondisi udara melalui indikator yang tertera dialat tersebut. Sehingga, jika indikator udara menunjukkan kualitas udara buruk, masyarakat dengan cepat mewaspadai bahkan bisa mengantisipasinya.

Aktivis pecinta lingkungan Ecoton, Prigi Arisandhi menilai, selama ini pemerintah terlihat tidak peduli dengan kesehatan masyarakat. Terbukti, selama ini pemerintah tidak pernah transparan mengungkapkan hasil survey kelayakan udara di Kabupaten Gresik kepada masyarakat. “Atau jangan-jangan pemerintah selama ini tidak pernah melakukan survey terkait hal ini,”ujar Prigi dengan nada keras.

Ia menambahkan, jika pemerintah mau transparan terhadap kualitas udara di Kabupaten Gresik, tentu akan ada beberapa industri yang ketakutan. Pasalnya, industri tersebut selama ini dikenal sebagai penyumbang polusi terbesar di kabupaten Gresik. “Cuma saya tidak mau menyebut namanya, tentu masyarakat sudah tahu perusahaan tersebut,”sindirnya.

Oleh sebab itu, dia mendesak agar pemerintah dalam waktu dekat melakukan audit terkait kelayakan udara yang ada di Kabupaten Gresik, selanjutnya, Pemkab mengumumkan hasil itu secara transparan kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik, Tugas Husni Syarwanto terkait hal ini mengatakan, selama ini hasil yang dia lakukan dari uji kelayakan udara di Kabupaten Gresik masih menunjukkan hasil yang baik. “Artinya, kandungan udara di Gresik masih tergolong dibawah baku mutu alias aman,”tuturnya.

Kegiatan uji kelayakan udara, lanjut Tugas, dilaksanakan oleh BLH setiap tiga bulan sekali dengan melibatkan tim ahli yang sudah terakreditasi. “Kami juga melakukan pengawasan terhadap polusi udara yang ditimbulkan oleh aktivitas industri dengan cara meminta laporan dari perusahaan secara berkala,”katanya.

Kendati demikian, saat ditanya terkait rincian berapa kandungan udara yang ada di Kabupaten Gresik, ia tidak bisa menyebutkan. Dengan dalih, tidak hafal angkanya. Sementara itu, terkait alat polusi udara, Tugas mengaku hal tersebut sebenarnya sudah diusulkan pada tahun lalu. Namun, karena keterbatasan anggaran akhirnya proses pengadaannya dibatalkan.(Tim)

Sidang Perdana, Dijaga Ketat Polisi, DS Meneteskan Air Mata

Gresiknews1,GRESIK - Sidang perdana kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap dua siswi MTs Al Fattah Ujungpangkah Gresik berlangsung di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (28/10/2014).

Dalam sidang dengan terdakwa DS (17), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, tersebut dijaga ketat puluhan polisi dari Polres Gresik.

DS datang di PN Gresik didampingi ayah dan ibunya serta penasihat hukumnya dari Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum (LABH) Al Banna, Lamongan.

Sedang keluarga korban hadir Sopian (40), ayah korban Fidiatun Najihah (14) alias Diah dan Sambari (50), ayah korban Nailus Shofi (14), alias Shofi alias Fifi, keduanya warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah siswi MTs Al Fattah.

Namun keluarga korban mengaku sedih dan kecewa lantara sidang berlangsun tertutup, sehingga belum sampai sidang selesai keluarga korban pulang.

Sedang DS dikawal ketat anggota Polres Gresik yang mengerahkan 55 personel untuk menjaga proses persidangan. Saat masuk di kursi persidangan, DS sempat meneteskan air mata.

Tidak lama kemudian panitera meminta semua yang tidak berkepentingan dilarang mengikuti persidangan.

Tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik dipimpin langsung oleh Masnur, Kasi Pidum Kejari Gresik dan beberapa JPU anggota.

Sidang perdana DS dengan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik dipimpin hakim ketua Bintang AL sekaligus Humas PN Gresik dengan anggota Putu Ayu Sudariasih dan Sriti Hesti Astuti.

Sidang akan dilakukan secara maraton setiap hari untuk menuntaskan masa tahanan PN Gresik selama 10 hari dan diperpanjang 15 hari mulai Senin (27/10/2014).

Dalam kasus ini DS dijerat Pasal 340, Pasal 365 ayat (3), KUHP subsidair Pasal 81 Ayat (1) dan Pasal 80 Ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pensihat hukum terdakwa DS yaitu Faridatul Bahiyah mengatakan, pihaknya akan menyiapkan esepsi di antaranya dipertanyakan tentang penembakan, jumlah pelaku pembunuhan, dan proses pembunuhan menggunakan linggis kecil.

"Kita esepsinya besok di antaranya tentang, peran orang lain yang tidak dimasukkan atau memang sendirian dalam kasus ini. Yang lainnya, proses pembunuhan saat mengambil linggis kecil dan proses penembakan yang dilakukan di luar Polres," kata Farida.

Sidang akan dilanjutkan Selasa depan (29/10/2014) dan seterusnya selama maksimal 25 hari sejak Senin (27/10/2014).

Diketahui, dua siswi MTs Al Fattah Ujungpangkah Gresik, Fidiatun Najihah (14) alias Diah dan Nailus Shofi (14) alias Shofi alias Fifi, diketahui tewas di kebon mangga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Rabu (1/10/2014).

Dalam kasus ini polisi menangkap DS (17), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, siswa SMA swasta di Sidayu.( Arz)

Lima Hari Air PAM Gresik Macet, Tagihan Bengkak Setiap Bulan

Gresiknews1,Gresik - Warga Gresik yang tinggal di perkotaan dibuat pusing tujuh keliling. Pasalnya, kebutuhan air untuk sehari-hari malah macet (tidak mengalir) selama 5 hari. Ironisnya, imbas macetnya air PDAM tagihan pembayaran tiap bulan malah membengkak.

Seperti diberitakan, sejak Februari 2014 lalu tarif air PDAM dinaikkan hingga mencapai 45 persen per liternya bagi pelanggan dengan kapasitas 10 liter kubik per bulannya. Seharusnya, dengan kenaikan tarif diikuti dengan peningkatan pelayanan yang baik.

Kemacetan air terparah terjadi di sekitar Jalan Kalimantan Perum GKB dan sekitarnya. Air sudah tidak keluar sejak Jumat (24/10) lalu. Bahkan, hingga kemarin juga belum keluar. "Kalau kami ketersediaan air tandon masih cukup. Tapi kasihan warga yang tidak memilik tandon. Masak sejak naik tarifnya, airnya tidak lancar. Tidak tanggung-tanggung sudah lima hari," ujar Ashadi Ikhsan (39) warga Jalan Brotonegoro Perum GKB, kepada wartawan, Selasa (28/10/2014).

Tidak hanya itu, Supardi (50), selaku warga Kualakapuas Perum GKB Gresik menjelaskan, bila air tidak keluar sudah sejak lama. Biasanya, dalam dua hari sekali untuk kawasan Jalan Kuala Kapuas, Marabahan, dan sekitarnya keluar sekali. Namun, sejak Jumat lalu tidak keluar.

"Terpaksa kami menggunakan air tangki. Kami beli dalam 6 ribu liter harganya Rp90 pertangki," ujarnya kepada wartawan.

Selain kerap macet, PDAM Gresik juga kerap menggunakan tagihan dengan model membengkakkan jumlah kapasitas dalam setiap bulan. Bahkan, jumlahnya setiap belum selalu dinaikkan antara 10 meterkubik hingga 15 meterkubik. Ironisnya, setiap bulannya tidak ada pencatat yang mencatat meter pelanggan.

Menanggapi hal ini, Dirut PDAM Muhammad yang dikonfirmasi mengakui memang tenaga pencatat tidak langsung datang ke rumah. Mereka menggunakan perkiaraan denga asumsi luasan rumah. "Kalau macet memang ada sedikit gangguan. Dan kami akan perbaiki secepatnya," pungkasnya.(Arz)

Menkeu: Harga BBM Bersubsidi Naik Sebelum 1 Januari 2015

Gresiknews1,JAKARTA, - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik sebelum 1 Januari 2015. Mengenai besaran kenaikannya, Bambang belum dapat menyampaikan hal tersebut. 

Ia mengatakan, pemerintah fokus pada program perlindungan sosial, yakni Kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Keluarga Sejahtera. "Pokoknya kenaikan sebelum 1 Januari 2015 BBM naik," kata Bambang di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (29/10/2014). 

Mengenai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi, Bambang memastikan dana yang dianggarkan APBN sudah cukup. "Ya kita usahakan cukup lah ya," ujar dia. 

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebaiknya dinaikkan pada awal pemerintahannya bersama presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Menurut Kalla, menaikkan harga BBM menjadi satu-satunya langkah untuk menyelamatkan keuangan negara. 

Kalla mengatakan, dampak dari membengkaknya subsidi BBM adalah pemotongan anggaran pembangunan, seperti untuk jalan dan pengairan. Jika kebijakan itu terus diambil, kata Kalla, maka akan lebih berbahaya bagi ekonomi Indonesia pada masa depan. 

Kalla menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus naik dari 2004 sampai 2008 hingga di atas 6 persen. Lalu, kata dia, pertumbuhan ekonomi terus menurun sejak 2011 akibat berbagai faktor, seperti ekonomi Tiongkok yang menurun dan kondisi ekonomi Eropa yang sulit.(Evan)

Pilkada Serentak 2015, Pemprov Jatim Siapkan Pj di 18 Daerah

Gresiknews1,Surabaya - Biro Administrasi Pemerintahan Umum (APU) Setdaprov Jatim akan menyiapkan opsi penunjukkan Pj (penjabat) bupati/walikota bagi 18 daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak pada tahun 2015.

"Kami lebih menunjuk Pj dibandingkan Plt (pelaksana tugas). Jika Plt, harus mensyaratkan bupati/walikota itu masih menjabat dan hanya cukup cuti. Padahal dengan pelaksanaan pilkada serentak diperkirakan Desember 2015, maka sebagian besar kepala daerah di daerah tersebut sudah habis masa jabatannya," kata Kabiro APU Setdaprov Jatim Suprianto, Rabu (29/10/2014).

Menurut dia, awalnya pilkada serentak akan dilakukan September 2015, tapi melihat kesiapan KPU, kemungkinan baru bisa digelar secara serentak pada Desember 2015.

Untuk diketahui, sebanyak18 bupati/walikota yang habis masa kerjanya sebelum Desember 2015 adalah Ngawi (April). Kota Blitar, Lamongan, Ponorogo, Kabupaten Kediri (Mei), Situbondo, Jember, Gresik, Kota Surabaya (Juni). Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Banyuwangi, Sumenep, Kabupaten Malang (Juli). Kemudian, Sidoarjo (Agustus), Kabupaten Blitar (Oktober) dan Pacitan (November).

Pj sendiri akan diambilkan dari pejabat eselon II di lingkungan pemprov Jatim. Sekretaris daerah di kabupaten/kota sebenarnya bisa ditunjuk sebagai Pj, tapi pelibatan sekda dikawatirkan tidak akan mampu menjaga netralitas pemerintahan saat pilkada.

Terkait pengisian Pj ini, pemprov akan segera berkonsultasi dengan Kemendagri. "Kami belum tahu, apakah harus sepersetujuan Mendagri, atau cukup SK gubernur," pungkasnya.(Tim)

Lulusan SMK 2015 Akan Bersertifikasi

Gresiknews1,Jakarta - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun 2015 akan mendapatkan sertifikat sesuai dengan bidang keahliannya, agar mampu bersaing dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Hal tersebut disampaikan oleh Mustaghfirin Amin Direktur Pembinaan SMK Ditjen Pendidikan Menengah Kemdikbud.

"Memasuki MEA 2015, maka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga harus disiapkan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang bebas masuk ke Indonesia," katanya seperti yang dilansir Antara.

Mustaghfirin mengungkapkan, sertifikat profesi lulusan SMK itu akan diakui oleh negara-negara ASEAN. Dengan pemberlakuan MEA 2015, muncul komitmen dari seluruh negara ASEAN untuk mengakui sertifikat keahlian dari masing-masing negara.

"Secara bertahap penerapan sertifikasi terus ditingkatkan kualitasnya. Jadi lulusan SMK selain memiliki ijazah juga sertifikat kompetensi. Sertifikasi akan dilaksanakan untuk 128 paket keahlian," katanya.

Namun, program sertifikasi lulusan SMK tersebut menimbulkan konsekuensi perbaikan kualitas pembelajaran. Karena itu, untuk anggaran tahun 2015 akan disiapkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran di semua SMK sebesar Rp700 juta.

"Kami tentu saja akan memberikan prioritas bantuan, terutama akan ke SMK yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan" tegasnya.

Saat ini, sudah terdapat 145 unit SMK perikanan dan sebanyak 170 SMK kelautan di seluruh Indonesia. SMK perikanan dan kelautan itu menjadi prioritas penanganan Kemdikbud karena sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang ingin mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim.

Minat calon siswa mempelajari bidang pertanian dalam beberapa tahun terakhir terus menurun. Karena itu, khusus SMK pertanian akan diberikan afirmasi dalam bentuk beasiswa untuk menarik minat lulusan SMP agar memilih SMK jurusan pertanian.

"Jangan dibayangkan SMK pertanian melakukan pekerjaan layaknya petani di swah yang mencangkul dan melakukan pekerjaan pertanian tradisional. Justru dengan adanya SMK bidang pertanian tujuan memberikan ilmu dan teknologi pertanian modern seperti bercocok tanam dan sebagainya dengan mengadopsi teknologi pertanian negara maju," katanya.

Sekedar diketahui, jumlah siswa SMK pada tahun 2014 mencapai 1,6 juta, siswa meningkat sebanyak 177 ribu siswa bila dibandingkan jumlah siswa SMK pada tahun 2013 lalu. Kemdikbud pada tahun 2014 membangun 3.100 ruang kelas baru SMK dan membantu pendirian sebanyak 35 unit sekolah baru SMK di seluruh Indonesia.(Tim)

Pemkab Gresik Berharap Lapangan Terbang di Bawean segera Diresmikan

Gresiknews1,GRESIK– Pemerintah Kabupaten Gresik menginginkan agar peresmian landasan lapangan pesawat terbang di Pulau Bawean segera diresmikan, Kamis (24/10/2014).

Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim menyatakan kewajiban Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membebaskan lahan landasan pesawat terbang sudah selesai. Landasan tersebut semula 900 meter kini mejadi 1.500 meter.

“Alhamdulilah kewajiban pembebasan lahan untuk landasan pesawat terbang 1.500 meter sudah selesai. Sekarang pembangunan kantor-kantor ditangani Provinsi,” kata Qosim usai meninjau lapangan terbang di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Jumat (24/10/2014).

Lebih lanjut Qosim mengatakan, untuk pembangunan fisiknya dari pusat. “Alhamdulillah sudah berjalan, ada beberapa yang perlu dibenahi, seperti, landasan masih ada yang berkerikil, kantor-kantor juga ada pembenahan,” imbuhnya.

Sedang masyarakat Bawean berharap Pemerintah Provinsi Jatim segera meresmikan lapangan terbang di Pulau Bawean untuk kelancaran transportasi, peningkatan ekonomi, dan pariwisata.

“Mudah-mudahan akhir tahun 2014 sudah bisa diresmikan, pesawat berkapasitas 60-80, orang bisa diterbangkan di sini,” kata seorang warga.(Arz)

Baru 27 Daerah Usulkan UMK ke Dewan Pengupahan Jatim

Gresiknews1,Surabaya - Dewan Pengupahan Provinsi Jatim mengaku telah menerima usulan besaran UMK 27 kabupaten/kota. Sisanya, 11 kabupaten/kota masih belum berhasil merumuskan besaran UMK.

‪Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim Edi Purwinarto, Jumat (24/10/2014) mengatakan, 11 daerah yang belum merampungkan usulannya adalah Surabaya, Kota Madiun, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Probolinggo, Kediri, Bangkalan, dan Blitar.‬

‪"Kami sudah surati mereka agar dipercepat. Prinsipnya, pada 21 November, Gubernur sudah akan menetapkan UMK 2015," katanya.

Jika hingga 21 November, dewan pengupahan kabupaten/kota tak segera mengusulkan angka, maka UMK di daerah itu akan dikembalikan ke angka UMK tahun sebelumnya.‬

‪Meski begitu, Gubernur kata Edi, saat ini sudah minta kabupaten/kota untuk mempercepat pembahasan minimal pada tanggal 14 November seluruh usulan sudah harus masuk.‬

‪Setelah semua usulan masuk ke dewan pengupahan provinsi, langkah selanjutnya adalah dilakukan proses pembahasan di tingkat provinsi dengan mengundang seluruh bupati/walikota untuk selanjutnya ditetapkan sebagai UMK 2015.‬ (Tim)

Ekspedisi Pulau Bawean, Bentang Merah Putih dan Batik di Bawah Laut

Gresiknews1,Bawean - Ekspedisi Pulau Bawean dalam rangka memperingati Hari Nusantara ke XV 2014 Provinsi Jawa Timur digelar. Tujuannya mendongkrak Bawean sebagai lokasi ecowisata.

Ekspedisi dimulai pada Jumat (24/10/2014) pagi di Pelabuhan Perikanan Bawean, Gresik, dan dibuka Wakil Bupati Gresik M Qosim.

"Kegiatan ini semakin mengokohkan Pulau Bawean sebagai obyek wisata ecowisata," kata M Qosim usai membacakan sambutan Bupati Gresik Sambari.

M Qosim pun berharap agar kunjungan wisatawan ke Bawean meningkat. "Keindahan alam bawah lautnya tidak kalah dengan daerah lain. Ayo menyelam di Bawean," kata M Qosim.

Sekitar pukul 08.00 wib, dilanjutkan dengan acara Sosialisasi peduli Pulau Bawean di Gedung TPI PKSPK Bawean.

Dalam acara tersebut diisi pemaparan tentang 'Membangun Indonesia melalui Kemaritimannya' oleh Ketua Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia Cabang Jatim Prof Ir Daniel M Rosyid.

Selain itu, 10 orang tim medis dari Universitas Hang Tuah dan panitia akan melakukan telusur pesisir yang dimulai dari Pulau Gili-Noko. Mereka melakukan pengobatan gratis untuk masyarakat setempat.

Acara puncaknya adalah 30 penyelam dari mahasiswa dan Yontaifib TNI AL kan melakukan Jelajah Bahari di Pantai Labuhan Tanjungori dan Pulau Cina, pada Sabtu (25/10/2014).

Sekitar pukul 08.15, ekspedisi yang digelar Dinas Perhubungan Jatim dan didukung Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim dilakukan kegiatan Selam Massal yang diarahkan oleh Diver Master di Pantai Labuhan Tanjungori Kecamatan Tambak.

Bendera putih raksasa ukuran 12 m x 8 m akan dibentangkan di bawah laut. Dan penyelam lainnya juga membentangkan kain batik sepanjang 20 meter mengelilingi bendera merah putih.

Sekitar pukul 10.15 wib, peserta akan mengikuti kegiatan Fun Dive di Pulau Cina.

Pada malam harinya, panitia dari Pemkab Gresik menutup kegiatan Ekspedisi Pulau Bawean dengan tema 'Maritime Night Spectacular' di Alun-Alun Sangkapura.(Arz)

Awas, 48 persen Kendaraan di Jalanan Jatim Tak Lolos Uji Kir

Gresiknews1, Surabaya - Sebanyak 48,76 persen kendaraan niaga yang beroperasi di Jawa Timur ternyata tak lolos pengujian kendaraan bermotor atau uji Kir. Padahal kendaraan niaga mulai bus, angkot, truk, pick up, tronton, serta kendaraan lainnya baik itu penumpang maupun barang tiap tahun harus melakukan uji kir.

Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Jawa Timur mengatakan jumlah kendaraan yang harusnya melakukan uji kir di Jawa Timur mencapai 598.423 kendaraan. Dari jumlah ini, ternyata yang dinyatakan lolos uji kir hanya 306.629 kendaraan. "Kalau dijumlahkan yang melakukan uji kir dan lolos hanya 51,24 persen," kata Wahid, Jumat (24/10/2014).

Wahid mengatakan, kendaraan yang melakukan pelanggaran dengan tak melakukan uji kir mayoritas adalah kendaraan dengan jalur pendek yang tak mengharuskan mereka melalui jembatan timbang.

Wahid mencontohkan, kendaraan untuk angkutan Surabaya-Gresik, Surabaya-Sidoarjo serta Surabaya-Madura adalah yang paling banyak tak melakukan uji kir. "Mereka itu merasa tak perlu uji kir karena rutenya memang tak melalui jembatan timbang. Untuk rute jauh mayoritas sudah tertib melakukan uji kir," ujarnya.

Padahal, uji kir sebenarnya adalah sebuah kewajiban karena dalam uji kir bisa diketahui kelaikan kendaraan tersebut. Wahid mencontohkan, dua truk yaitu truk semen yang mengalami kecelakaan di Jl Veteran Gresik dan di Gerbang Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) beberapa waktu lalu ternyata tak pernah melakukan uji kir hingga enam tahun.

Akibatnya, kondisi mesin truk tak bisa diketahui. "Pemilik dua truk itu juga tak mengetahui kalau truknya mengalami rem blong karena memang tak pernah diservice dan tak pernah lakukan uji kir," kata dia. (Arz)

Warga Bawean Mengaku Kecewa karena Gubernur Tak Hadir

Gresiknews1,GRESIK - Warga Pulau Bawean mengaku kecewa dengan tidak hadirnya Gubernur Soekarwo dalam rombongan pejabat Pemprov Jatim, yang bakal mengadakan Peringatan Hari Jadi Nusantara XV di Pulau Bawean.

Pasalnya warga berharap yang hadir adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, namun dalam rombongan pejabat Pemprov Jatim diwakili Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan Bambang dan Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Fathur Rozak..

“Kita harapkan yang datang Pakde Karwo (Sukarwo) untuk meresmikan lapangan terbang dan tempat pariwisata di Pulau Bawean,"kata Mohamad Amin, warga Kecamatan Tambak, Kamis (23/10/2014).

"Jika Gubernur sendiri tidak datang berarti tidak ada keseriusan Gubernur untuk meresmikan lapangan terbang,”imbuhnya.

Lapangan terbang di Pulau Bawean sudah digadang-gadang masyarakat untuk kelancaran transportasi dan peningkatan ekonomi.

“Sejak tahun 2013 sampai setahun ini masih diberi janji-janji oleh Pemerintah Provinsi yang mempunyai kewenangan meresmikan lapangan terbang,” lanjut Mohamad Amin.

Sedang kedatangan rombongan pejabat Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik disambut dengan pencak silat khas Bawean.

Rombongan ini akan memperingati Hari Jadi Nusantara XV di Pulau Bawean.

Dalam rombongan ini Pemkab Gresik menyertakan Wakil Bupati Mohamad Qosim dan sejumlah pejabat di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) dan Dinas Kesehatan.

Begitu rombongan turun dari kapal penumpang langsung disambut dengan tarian tradisonal pencak silat Pulau Bawean, kemudian ada sepasang perempuan berpakaian adat Bawean menyerahkan udeng kepada Fathur Rozak dan Wakil Bupati Mohamad Qosim.(Tim)

Qosim Pastikan Tetap Duet dengan Sambari

Gresiknews1,GRESIK – Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim memastikan pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 mendatang tetap berduet dengan Sambari Halim Radianto.

Hal itu disampaikan Qosim kepada warga Pulau Bawean saat pertemuan di Kecamatan Tambak, Kamis (25/10/2014). “Pokoknya SQ (Sambari-Qosim), Pokoknya Qosim, Pokoknya Qosim,” kata Qosim dengan meniru lirik lagu dangdut koplo ‘Pokoknya Joget’.

Lebih lanjut, Qosim menyatakan pemilihan Pilkada langsung maupun tidak langsung, Sambari – Qosim tetap siap. “Pokoknya Sambari-Qosim tetap satu. Pokoke SQ, model pemilihannya apa, pokoknya tetap satu Sambari – Qosim,” katanya, Kamis (23/10/2014). 

Pilkada Gresik dijadwalkan berlangsung awal 2015. Dipastikan akan muncul beberapa kandidat untuk mencalonkan menjadi Bupati Gresik melawan incumbent.(Arz)

Mahasiswa Bawean Demo Pemindahan Siswa SD

Gresiknews1,GRESIK - Puluhan mahasiswa di Pulau Bawean yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bawean (Gemaba), unjuk rasa di pintu masuk Pelabuhan Bawean untuk meminta ketegasan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik atas kasus pemindahan siswa di SD Swasta ke SD Negeri, Kamis (23/10/2014).

"Ada 3 anak didik dari SD Swasta ke SD Negeri di Kecamatan Sangkapura. Anak yang masuk di SD Negeri ini sudah kelas enam sehingga Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) harus dicopot karena telah mengancam kepala sekolah agar mau menerima siswa yang pindah dari swasta ke negeri," kata Multazam, Mahasiswa UIN Jogjakarya semester lima.

Beberapa tuntutan Gemaba yaitu Tolak pengeluaran siswa SDN 1 Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Sosialisasi aturan tentang pendidikan di Pulau Bawean, Pecat Kepala UPT Dinas P dan K Kecamatan Sangkapura, Libatkan Mahasiswa dalam semua kebijakan di Pulau Bawean dan Kembalikan kedaulatan Mahasiswa Bawean.

Gemaba akhirnya membubarkan diri setelah mendapatkan jawaban untuk pertemuan di Kantor Kecamatan Sangkapura untuk mendapatkan penjelasan. Aksi mahasiswa dijaga ketat aparat Polsek Sangkapura.(Tim)

Dua Bulan Menjabat, Anggota DPRD Jatim Ramai-ramai Kunker Luar Kota

Gresiknews1,Surabaya - Belum genap dua bulan menjabat, anggota DPRD Jawa Timur periode 2014-2019 ternyata mulai melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Anggota DPRD sendiri baru dilantik pada 31 Agustus silam.

Berdalih untuk study banding penyusunan APBD, kunker kali ini digelar oleh puluhan anggota dari empat komisi sekaligus yaitu Komisi B bidang Perekonomian, lantas Komisi C Keuangan, Komisi D bidang pembangunan, dan Komisi E Kesejahteraan Rakyat.

"Ini kunjungan biasa untuk bahas APBD sekaligus berkonsultasi, yang di Jakarta konsultasi dengan Mendagri," kata Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, Kamis (23/10/2014). Sayang Halim tak mau merinci lebih lanjut terkait hal ini.

Sementara itu, dari lima komisi yang ada hanya komisi A bidang hukum dan pemerintahan yang tak menggelar kunker.

Untuk kunker kali ini, tak hanya diikuti anggota DPRD melainkan juga beberapa kepala SKPD sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Dari data yang ada, komisi B melakukan kunjungan ke Batam, lantas komisi C dan D ke Jakarta, serta Komisi E bertolak ke Bandung.

Sementara itu, kunker sendiri merupakan kelanjutan setelah sebelumnya para anggota komisi ini melakukan pembahasan APBD di Gedung Negara Grahadi pada Senin (20/10/2014) malam. Kunker sendiri dimulai sejak Rabu (22/10/2014) hingga Jumat (24/10/2014) besok. (Arz)

Sambari Minta UMK Gresik Setara Surabaya

Gresiknews1,GRESIK - Hingga saat ini pembahasan penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik masih belum menghasilkan kata sepakat. Pasalnya, antara buruh dan pengusaha di Gresik masih terjadi talik ulur soal penentuan UMK. 

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Gresik, Suyanto, menargetkan UMK Kabupaten Gresik 2015 harus meningkat sebesar 30 persen dari UMK 2014. “Kami meminta UMK Gresik tahun 2014 sebesar Rp 2.853.500, atau naik sebesar 30 persen dari UMK tahun ini yang jumlahnya Rp 2.195.000,”tegasnya.

Yanto menilai, besaran nilai UMK itu relevan dengan kondisi di Gresik. Dari hasil perhitungan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) awal Oktober lalu, sudah ditemukan formula perhitungan UMK. "Yang pasti UMK Gresik minimal sama dengan yang diajukan Surabaya,"katanya.

Ibarat gayung bersambut, permintaan tersebut rupanya diamini Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Ia mengatakan, UMK Gresik pada tahun depan harus sama dengan Kota Surabaya. 

“Untuk UMK saya tidak perlu berfikir lagi. Pokoknya sama dengan Surabaya,”tegas Bupati Sambari. Kendati demikian, Sambari meminta agar para buruh di Kabupaten Gresik menciptakan suasana yang kondusif dengan tidak melakukan demo. 

“Kalau pemerintah sudah begini, saya juga berharap agar para buruh tidak melakukan demo. Semuanya tenang saja, biar saya yang nanti mengusulkan besaran UMK kepada Gubernur,”terang Sambari.

Di bagian lain, Gubernur Jatim Soekarwo saat mengunjungi Kabupaten Gresik beberapa minggu yang lalu, sempat meminta agar pemerintah Kabupaten Gresik mengusulkan jumlah nominal UMK tidak melebihi Kota Surabaya. Pasalnya, Surabaya berstatus sebagai ibu kota provinsi dan pusat pemerintahan sudah sewajarnya memiliki UMK tinggi dibanding daerah lainnya. “Secara etika, harusnya tidak ada daerah lain yang mengusulkan UMK melebihi Kota Surabaya,”ujar Soekarwo.

Orang nomor satu di Jawa Timur itu meminta semua pihak mulai dari pengusaha, buruh, dan pemerintah daerah untuk mengacu pada data BPS. Bagi dia, hal tersebut penting karena selama ini hasil survei yang dilakukan buruh dan pengusaha seringkali berbeda, padahal mereka tergabung dalam Dewan Pengupahan. Perbedaan selalu terjadi karena masing-masing pihak menggunakan cara berbeda dalam melakukan survei. 

Akibatnya, hasil survei nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) berbeda sehingga menimbulkan kekacauan dalam penentuan UMK. "Yang punya ahli survei kan BPS. Nanti pengusaha juga harus mau dengan survei BPS," imbuhnya.(Arz)

KPUD Gresik Siapkan E-Voting

Gresiknews1,GRESIK - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik mulai mempersiapkan pemilihan kepala daerah secara langsung sesuai dengan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Tetapi, persiapan untuk pilkada langsung ini tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Sebab, sesuai dengan perppu, pilkada ini harus dilakukan dengan model Elektronik-Voting (E-Voting).

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Gresik Sidiq Notonegoro mengatakan memang dalam perppu yang dikeluarkan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Pilkada langsung menggunakan sistem E-Voting. Sehingga, saat ini pihaknya mulai mempersiapkan hal itu. “Kami terus melakukan korrdinasi dengan semua pihak terkait dengan kemungkinan tersebut,” ujarnya, petang tadi.

Dikatakan, untuk model pilkada E-Voting ini mewajibkan masyarakat memiliki E-KTP, sehingga masyarakat yang tidak memiliki E-KTP tidak bisa ikut memilih. Padahal, sampai saat ini belum semua masyarakat Gresik memiliki E-KTP. “Ini yang saat ini masih kami lakukan pembahasan, dan mencari solusi yang mungkin diambil,” terang dia.

Terkait pelaksanaan E-Voting, menurut Sidiq, pihaknya juga perlu berkoordinasi dengan Pemkab Gresik karena kebutuhan yang semakin banyak. Pasalnya, ini sangat berpengaruh anggaran yang harus disediakan APBD 2015. “Memang kalau menggunakan E-Voting, konsekuesinya anggaran yang dibutuhkan juga semakin tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun saat ini KPUD Gresik belum memiliki alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan E-Voting, pihaknya mengaku siap menjalankan aturan yang ada. Sehingga, mulai saat ini pihaknya mulai melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk membahas persiapan yang harus dilakukan. “Kalau memang sudah menjadi aturan, siap tidak siap, kami akan siapkan,” pungkas dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni. Pihaknya mengatakan saat ini bukan urusan siap atau tidak. Tetapi, apakah regulasinya mengatakan seperti itu atau tidak. Kalau memang diharuskan KPUD tidak bisa menolak. “Kami sangat tunduk dengan regulasi yang ada, sehingga kami tetap menjalankan aturan itu meskipun hal itu sulit,” kata dia.(Tim)

Tak Diberi Kompensasi, Warga Tutup Proyek Bendung Gerak Sembayat

Gresiknews1,GRESIK - Warga Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik, menutup proyek Bendung Gerak Sembayat (BGS), Rabu (22/10/2014).

Mereka menuntut kompensasi dan relokasi rumah warga yang dijanji-janjikan selama tiga tahun lebih.
Warga secara spontan menutup akses jalan pembuatan tanggul.

"Ada enam titik yang kami tutup. Penutupan ini sampai kompensasi cair dan relokasi dilakukan," kata Nur Hasan, koordinator unjuk rasa warga Sidomukti.

Warga mengaku kesal, sebab selama tiga tahun lebih hanya diberi janji.

"Besok, besok dan besok. Sampai sekarang hanya diberi janji-janji palsu," teriak warga sambil memasang spanduk bertuliskan penutupan.

Unjuk rasa warga di proyek nasional itu dijaga ketat aparat Polisi, TNI dan Satpol PP Kabupaten.(Arz)

Sekeluarga Keracunan Keluarga Korban Membeli Kerang Simping dari Penjual Sayur Keliling

Gresiknews1,GRESIK – Seorang korban selamat keracunan makanan, Suaimi (35), mengaku membeli kerang simping dari penjual sayur keliling. 

“Simping itu dibeli dari pedagang yang setiap hari keliling kampung. Penjualnya bukan orang Abar-abir, tidak tahu warga mana,” kata Suaimi (35), seorang korban selamat dari keracunan saat di RS Petrokimia Gresik, Selasa (21/10/2014).

Sedang Yaumilah, sepupu seorang korban menuturkan, keluarganya memasak kerang simping untuk sarapan bersama.

“Selesai masak nasi, sayur sop, tempe goreng, dan oseng-oseng kerang simping langsung sarapan bersama, di antaranya Mu'inah (70) dan anaknya, Rohani (55) ikut sarapan. Seketika itu, Rohani dan Mu'inah merasakan kepala pusing dan muntah-muntah. Kemudian dibawa ke RS Mabarrot. Namun sampai di rumah Mu’inah meninggal dunia,” kata Yaumilah.

Setelah itu, Nur Hayati anggota keluarga lainnya juga mencicipi makanan tersebut sehingga ia ikut merasakan pusing, muntah-muntah, dan selanjutnya juga dibawa ke RS Mabarrot. “Setelah Nur mencicipi makanan, tiba-tiba merasa kecapekan, kepala pusing,” imbuhnya.

Setelah pemakaman Mu’inah dan Rohani, Nasihun dan Mahrus Bahtiar (14) makan nasi dengan sayur sop tanpa kerang simping keduanya juga merasakan mual dan muntah.

“Mahrus nyawanya tidak tertolong saat akan dirujuk ke RSUD Ibnu Sinda dari RS Mabarrot. Sedang Nasihun meninggal dunia di RS Mabarrot,” tutur Yaumilah.(Tim)

Ibu Muda Ini Gadaikan STNK Palsu

Gresiknews1,Gresik - Apes dialami Tri Indah Prasetyowati (32), seorang ibu muda asal Perum Pondok Jati Blok DD/22 Sidoarjo. Gara-gara memalsukan STNK dan BPKB, Tri Indah terpaksa diringkus polisi. Dia dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penangkapan tersangka bermula saat pelaku datang ke Kantor Pegadaian di Jalan Panglima Sudirman Gresik. Dia datang dengan mengendarai Toyota Avanza nopol W 1544 MM. 

Saat menunjukkan STNK dan BPKB untuk digadaikan, petugas curiga karena ada kejanggalan. Merasa janggal, akhirnya dilaporkan ke Mapolsekta Gresik.

Mendapat laporan, polisi menindaklanjuti dan meng-croscek ke Samsat Gresik. Ternyata, setelah dicek STNK dan BPKB palsu. Pasalnya, STNK yang ditunjukkan sebenarnya kendaraan Suzuki nopol W 2512 HS.

Pada waktu diperiksa dan dimintai keterangan, Tri langsung dijebloskan sel tahanan. "Tersangka masuk ke dalam sindikat jaringan pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor. Kasusnya masih kita kembangkan," kata Kapolsekta Gresik, AKP Abdul Rokib, Senin (21/10/2014). (Tim)

Pemprov Jatim Dorong Pembangunan Smelter Freeport di Gresik

Gresiknews1,Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Selasa, mengatakan, pembangunan tersebut sangat dibutuhkan karena selain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tembaga juga untuk menyerap tenaga kerja.

"Hampir 80 persen bahan baku impor terbesar adalah tembaga, karenanya kami akan mendukung penuh pembangunan smelter di Jatim. Pemprov Jatim juga memberikan jaminan kepada investor asing yang akan investasi di Jatim," katanya saat menerima Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Rozik Boedioro Soetjipto di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan, jaminan kemudahan perizinan yang diberikan adalah dengan memberikan batas waktu penyelesaian izin maksimal 14 hari kerja. 

"Namun izin tersebut diberikan dengan didukung dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Selain itu, dukungan di bidang infrastruktur akan diberikan secara bertahap," katanya.

Menurutnya, pihaknya harus mengetahui secara detail kendala yang ada dan studi kelayakan yang sudah dibuat, supaya tim dari Pemerinta Provinsi Jawa Timur bisa segera melakukan tindak lanjut.

"Jika smelter sudah dioperasikan maka tenaga kerja unskilled (tidak terampil) harus menggunakan warga di daerah setempat, sedangkan tenaga skill bisa mengambil dari daerah lain," katanya mengingatkan. 

Hal tersebut, kata dia, penting dilakukan karena bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Jawa Timur. (Tim)

DS Mengaku Ditembak Polisi di Luar Mapolres Gresik

Gresiknews1,GRESIK - Penembakan di tumit kaki kanan DS oleh polisi terus menjadi perhatian keluarga dan kuasa hukumnya. Berdasarkan pengakuan DS kepada penasihat hukumnya, penembakan di luar Mapolres Gresik, Senin (20/10/2014).

"Pengakuan DS, penembakan dilakukan di luar Polres setelah penangkapan. Kepala DS ditutup dengan kain kerpus yang ditutup matanya. DS juga pernah beberapa kali dipukul sampai perutnya sakit," kata Faridatul Bahiyah, penasihat hukum DS, Senin (20/10/2014).

Farida mempertanyakan motif polisi menembak kliennya. "Maksud penembakan tersangka DS ini apa? DS tidak kabur dalam penangkapan," lanjut Farida.

“Hukum dan prosedur tetap berjalan tapi penambakan terhadap anak harus dijelaskan. Kami tidak mencari sensasi. Ini murni kemanusiaan, ini naluri hati,” lanjutnya.

Atas pengakuan DS tersebut, Suwarno (42) dan Solikah (40), orangtua DS juga cemas memikirkan kesehatan anaknya. “Ya kawatir jika terjadi sesuatu pada DS,” kata Suwarno saat mendampingi DS ke rutan.

Kapolres Gresik AKBP E Zulpan menyatakan bahwa DS ditembak karena melarikan diri saat penangkapan. "Ya, ditembak saat akan kabur," kata Zulpan di Mapolres Gresik.(Arz)

OPTIMALISASI KAWASAN TERTIB LALU LINTAS DI GRESIK

Gresiknews1,Gresik - Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si mengingatkan lagi pentingnya optimalisasi kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Wilayah Kabupaten Gresik. Menurut Qosim, KTL ini penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin berlalu lintas. “Kami telah menerbitkan Peraturan Bupati No. 5 tahun 2011 tentang Kawasan Tertib Lalu lintas. Disana jelas tertera dengan jelas segala ketentuan sebagai pengguna jalan yang baik “ katanya.

Ungkapan wakil Bupati ini disampaikan saat menyambut Tim pantau lomba kawasan tertib lalu lintas tingkat Jawa Timur, Senin (20/10) di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik. Tim yang diketuai oleh AKBP Hari Sindu, SH ini diterima Wabup bersama jajaran instansi terkait yaitu Kasatlantas Polres Gresik, Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP Gresik serta dari jajaran Kodim 0817 Gresik.

Sebelum meninjau lapangan Ketua Tim Penilai lomba KTL, AKBP Hari Sindu mengatakan, kegiatan ini untuk merevitalisasi kembali kawasan tertib lalu lintas yang telah lama tidak terdengar lagi. “KTL ini kita aktifkan lagi yang nantinya kawasan tertib lalu lintas (KTL) ini akan lebih luas dan pada akhirnya semua area menjadi kawasan tertib lalu lintas” katanya. Ditambahkan oleh Hari Sindu, kalau semua kawasan di suatu kota menjadi KTL maka akan menurunkan angka kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas di Jalan Raya di kota tersebut.

Sementara Kasatlantas Polres Gresik, AKP I Made Parewita mengatakan, Kawasan Tertib Lalu Lintas di wilayah Kabupaten Gresik diberlakukan sesuai Peraturan Bupati Gresik ada di tiga ruas jalan yaitu di Jalan Veteran Gresik, Jalan RA Kartini dan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Gresik. “Dalam hal ini kami sudah menyiapkan pos pantau yaitu di Perempatan Segoromadu, Sentolang, Wahidin Sudirohusodo (GKB), simpang empat Bunder dan Pos Pantau Bunder.

Di area tersebut, kami sudah mempersiapkan dengan memberikan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat pengendali dan pengaman jalan serta fasilitas pendukung lalu lintas dan angkutan jalan lainnya. “di kawasan KTL tersebut setiap hari kami menertibkan PKL pengguna bahu jalan, parkir pertokoan, angkot yang cari penumpang dan juga parkir taxi” ujar Made saat mempresentasikan kegiatan yang dilakukan dalam optimalisasi KTL di Kawasan Gresik. (Tim)

Hasil Konsultasi DPRD Gresik ke Kemendagri Ditolak Gubernur

Gresiknews1,Gresik - Kunjungan kerja atau kunker anggota DPRD Gresik ke Kementrian Dalam Negeri terkait tatib tampaknya sia-sia. Pasalnya, Gubernur Jatim Soekarwo menolak karena penyerahan hasil konsultasi kepada Kemendagri dianggap kadaluarsa.

"Kami sudah ajukan untuk memasukan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah sesuai saran kemendagri, tetapi ditolak Gubernur karena sudah kedaluarsa," kata Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, Senin (20/10/2014).

Dia menambahkan, dengan adanya penolakan ini maka DPRD Gresik tetap menggunakan tatib hasil pembahasan tim perumus. Setelah ini, DPRD Gresik bakal mengalakukan penggedokan tatib tersebut. "Kalau sudah dievaluasi gubernur langsung kita gedok tanpa membuat pansus," tambahnya.

Seperti diberitakan, sebelumnya anggota dewan tidak memasukan UU 23 tahun 2014 karena presiden mengeluarkan perppu. Sehingga, DPRD Gresik hanya mengacu pada UU MD3 yang sudah digedok terlebih dahulu. Tetapi, lantaran hanya dua pasal yang terkena efek perppu maka kemendagri meminta untuk tetap memasukan UU nomor 23 tahun 2014.

Masih kata Nur Saidah, setelah menggedok tatib baru, pihaknya langsung membentuk alat kelengkapan DPRD Gresik. Tetapi, lantaran UU 23/2014 belum masuk, pihaknya tetap menggunakan nama badan legislasi (Banleg). "Kalau aturan yang baru banleg namanya berubah menjadi badan pembentuk peraturan daerah (BP2D)," tuturnya.(Tim)

Tim Futsal Gresik Tak Takut Nama Besar Sidoarjo

Gresiknews1,GRESIK - Tim futsal Kota Gresik tak silau dengan nama besar Sidoarjo, yang berstatus juara bertahan di Kejurprov 2014, di Banyuwangi, 22-26 Okotober.

Menurut Munir Khan, manajer Gresik, timnya optimis bisa menaklukkan Sidoarjo, di babak penyisihan grup C.
Gresik satu grup bersama Sidoarjo dan Pacitan.

"Kami sangat optimis bisa meraih kemenangan atas Sidoarjo, dan lolos ke babak selanjutnya," kata Munir.

Munir mengatakan, Sidoarjo boleh memiliki nama besar di dunia futsal Jatim. Bahkan Sidoarjo merupakan juara bertahan di ajang yang dulunya bernama kejuaraan antar Pengcab itu.

Namun menurut Munir, saat ini kondisinya tentu berbeda.

Gresik telah melakukan persiapan yang cukup panjang, dan yakin bisa lolos ke final Kejurprov.

"Kami yakin dengan komposisi tim ini, sehingga bisa lolos ke babak selanjutnya," kata Munir.

Mengenai Pacitan, Munir mengaku belum tahu terlalu banyak dengan dunia futsal di Pacitan. Apalagi Pacitan merupakan tim pendatang baru.

"Kalau Pacitan saya tidak terlalu tahu bagaimana kekuatan mereka," tambah Munir.

Rencananya tim Gresik akan berangkat ke Banyuwangi, Selasa (21/10).

Dalam rombongan Gresik, terdapat 14 pemain dan enam official. Dari 14 pemain tersebut, pemain andalan Gresik Agus 'Congor' Maulidian juga turut serta. 
Congor sebelumnya sempat mengalami cedera, namun kini telah pulih dan bisa berlaga di Kejurprov.

Alumni SMA NU 2 Gresik itu menjadi andalan Gresik di Kejurprov. Di tim Gresik Congor, yang paling menonjol.

Selain masuk Puslatda Jatim untuk persiapan Pra PON, Congor juga pernah menjadi pemain terbaik di kategori pelajar KIT Futsalismo nasional.(Gus)

Operasi Pasar Bersama Wabup Gresik Untuk Meninjau Dan Mengecek Harga Sembako Dimasa New Normal Dan Membagi Masker

  Gresik,  gresiknews1.com     . - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid - 19  pada saat ini belum juga sirn...