Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

Dua Siswi MTs di Ujungpangkah Gresik DiPerkosa dan Dibunuh

Gresiknews1,Gresik - Warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik gempar. Pasalnya, dua siswi MTs Al Fatah ditemukan dalam kondisi terbunuh di pinggir sawah. 

Diduga kedua korban tersebut sebelum dibunuh, kemungkinan menjadi korban perkosaan pelakunya terlebih dulu, karena salah satu korban tidak mengenakan busana. Kedua korban siswi MTs yang terbunuh adalah SS (16), dan VN (16), keduanya warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban pertama kali ditemukan warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah tergeletak di pinggir sawah dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Sebelum korban dibunuh, malam harinya kedua siswi MTs yang masih satu kelas itu berpamitan hendak belajar kelompok dengan menggunakan sepeda. Namun, setelah ditunggu sampai malam tidak pulang ke rumah. Warga mulai curiga karena sampai pagi belum juga ditemukan.

Setelah dicari bersama-sama warga, tiba-tiba ada informasi salah satu warga Desa Gosari menemukan dua siswi sudah tergeletak bersimbah darah di pinggir sawah.

"Saksi mata Bety teman korban mengaku dititipi sepeda di rumahnya sebelum kedua berjalan kaki lalu dijemput seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor," kata famili korban Ihsanul Haris (35), yang juga Kades Banyuurip kepada wartawan, Kamis (2/10/2014).

Ihsanul Haris mengatakan, sebelum saudaranya dibunuh, dia bersama warga sempat menghubungi korban melalui ponselnya. Namun, ponsel korban tidak diangkat kendati ada nada sambung berkali-kali.

"Saya sempat mengubungi ponselnya dan mencari sampai di pinggir Kecamatan Ujungpangkah. Tapi, tidak ditemukan," ujarnya.

Korban SS ditemukan dengan kondisi tak berbusana. Sedangkan korban lainnya VN masih mengenakan busana. Tubuh korban semuanya berlumuran darah utamanya di leher kepala, leher, dan perut. Saat ini, kedua jasad itu masih disemayamkan di kamar mayat RSUD Ibnu Sina, Gresik sambil menunggu otopsi. 

Polisi memeriksa sejumlah saksi terkait tewasnya 2 siswi Al Fattah, Ujungpangkah, Gresik.

"Penyidik sudah meminta keterangan sejumlah saksi mulai dari nenek korban, teman sekolah, dan warga," ujar Kapolsek Ujungpangkah, AKP Rudi Hartono, Kamis (2/10/2014).

Pembunuhan tersebut dianggap sadis. Pasalnya, belum pernah warga setempat melihat dua sosok siswi tergeletak di pinggir sawah dengan kondisi bersimbah darah.

Kedua korban yang dimaksud adalah Sofiyuh Sofi, atau ViVi (16), dan Vidyatun Najiah, atau Jiah (16), semuanya warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Yang sama-sama satu kelas di Mts Al Fattah.

Sebelum dibunuh, dua gadis usia 16 tahun itu sempat dibawa keliling Alun-alun Sidayu.

Jasad warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik ini kemudian ditemukan di Kebun Mangga, Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kamis (2/10/2014).

"Ada informasi bahwa kedua korban ini dibawa keliling di Alun-alun Sidayu," kata Ihsanul Haris, Kades Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah saat di ruang jenazah RSUD Ibnu Sina, Kamis (2/10/2014).

Setelah diajak keliling Alun-alun Sidayu, kedua gadis ini kemudian dibonceng dua sepeda motor.

"Ternyata dibawa ke kebun mangga. Kemungkinan diperkosa, lalu kemudian baru dibunuh," imbuhnya.(Arz)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda