Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

Pelaku Mengaku Sering Perkosa Kenalan di Facebook

Gresiknews1,GRESIK - DS (17), tersangka pemerkosa dan pembunuh dua siswi MTs Alfatah Ujungpangkah terkenal sering ganti-ganti pacar yang dikenal melalui jejaring sosial facebook. Dan di sekolah dikenal sering bolos.

"Tersangka Dian mengaku sering ganti-ganti pacar yang dikenal melalui jejaring sosial facebook dengan nama-nama berbeda-beda," kata Kapolres Gresik, AKBP E. Zulpan, Senin (6/10/2014).

Informasi dari Satreskrim Polres Gresik bahwa tersangka sudah menyetubuhi 8 gadis lebih yang dikenal dari facebook. "Dari pengakuannya sudah 8 cewek diperkosa, tapi tidak ada yang melapor," kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ayub Diponegoro Azhar.

Menurut hasil pemeriksaan anggota Satreskrim Polres Gresik di SMA Kanjeng Sepuh, Sidayu, tersangka dikenal anak yang sering bolos.

Mantan Kepala SMA Kanjeng Sepuh Sidayu, M Fudloil yang memimpin sampai periode 2011 ini mengatakan bahwa Dian dikenal di sekolah siswa yang biasa-biasa saja.

"Anaknya biasa-biasa saja. Tidak pernah masuk 10 besar," kata Fudloil, mengenai perilaku Dian Sasmita yang menjadi tersangka pemerkosaan dan pembunuhan di kebun mangga, Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah.

Kapolres Gresik AKBP E.Zulpan mengatakan tersangka pembunuhan 2 siswi Mts Al Fattah, Ujungpangkah, Dian Sasmita (18), secepatnya akan diproses sehingga bisa segera diajukan ke pengadilan.

"Tersangka DS secepatnya kami proses mengingat masa penahaannya hanya 17 hari," katanya kepada wartawan, Selasa (7/10/2014).

Lebih lanjut AKBP E.Zulpan mengatakan, penyidikan terhadap tersangka secara intensif terus dilakukan. Bahkan, untuk penyidikan lebih detail pihaknya menggandeng psikolog untuk memeriksa kejiwaan tersangka karena saat melakukan pembunuhan dan pemerkosaan tergolong sadis. "Semua administrasi untuk pemeriksaan sudah lengkap termasuk alat buktinya sebelum diberkas ke P21," tuturnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ayub Azhar Diponegoro menuturkan, untuk kasus yang dilakukan DS pihaknya menjerat tersangka dengan pasal 340, dan 338 KHUP pencurian kekerasan yang menyebabkan kematian.

"Karena tersangka tergolong remaja kami juga melapisi peradilannya dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, hukuman mati atau, seumur hidup. (Arz)

Post Comment

Tidak ada komentar:

Berikan Tanggapan Anda