PJ BUPATI BERSAMA SISWA SMANU I GRESIK KIRAB PIALA

GRESIK - Bangga atas prestasi SMANU I Gresik yang telah berhasil meraih juara Nasional sebagai perpustakaan terbaik tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, PJ Bupati Gresik Dr. Akmal Boedianto larut dalam suasana kirab piala dari Pendopo Bupati menuju Lokasi Sekolah di Jalan Raden Santri Gresik, Sabtu (31/10/2015).

 

Akmal Boedianto larut dalam iring-iringan sekitar 700 orang siswa dan para guru SMANU I Gresik yang berjalan sekitar 500 meter mengusung piala tersebut. Dengan rasa disepanjang perjalanan para siswa meneriakkan yel-yel memberi semangat teman-temannya.

 

Bahkan yel-yel diikuti oleh beberapa orang yang kebetulan sedang berada disekitar alun-alun kota Gresik. "Hidup Smanu satu Gresik, Smanu satu juara" teriak mereka sepanjang perjalanan.

 

Dalam keterangannya, Pj. Bupati melalui kabag humas Pemkab Gresik Suyono menyatakan, suatu hal yang membanggakan telah diraih SMANU 1 Gresik. "Saya bangga Smanu satu Gresik adalah satu-satunya SMA swasta di Gresik yang menjadi sekolah dengan perpustakaan terbaik, bahkan di tingkat Nasional" katanya.

 

"Dengan predikat Juara Nasional, kita siap menghadapi tantangan zaman agar selangkah lebih maju. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk gerakan gemar membaca". Tambahnya.

 

Setiba di sekolah tersebut, Akmal langsung masuk area perpustakaan. Dengan didampingi kepala sekolah dan beberapa orang guru. "Tempat ini kami namakan 'kebun buku'.

 

Semua yang ada di perpustakaan ini bersistem digital. Kami menyediakan berbagai bahan bacaan dengan ribuan koleksi buku serta disiplin ilmu. " ujar Faris salah satu staf kurikulum menjelaskan.

 

"Baru kali ini saya melihat perpustakaan seperti ini. selama ini saya hanya membaca di berita serta membuka webset tentang perpustakaan ini. ternyata memang betul-betul sangat representatif, dan berbeda dari perpustakaan yang lain" katanya.

 

"Yang saya baca penataannya seperti berada di Cafe, ternyata benar" tambah Pj Bupati yang saat ini juga merangkap Kepala Bandiklat Propinsi Jawa Timur ini.

 

Para guru yang mendampingi pj Bupati menyatakan, pihaknya akan selalu menciptakan kenyamanan untuk pengunjung perpustakaan.

 

Mereka berjanji, kedepan perpustakaan SMANU I juga masih berencana untuk maju kembali dalam lomba. Tentunya dengan berbagai perubahan dengan meningkatkan inovasi baru. Arifin SZ / Team

Gus Ipul: HITI Diharapkan Bantu Pemerintah Susun Tata Ruang

SURABAYA - Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) diharapkan dapat membantu pemerintah untuk menyusun sekaligus memberikan rekomendasi tata ruang nasional dan daerah khususnya untuk kedaulatan pertanian dan keberlangsungan kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat Kongres XI dan Seminar Nasional Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) "Tanah untuk Kedaulatan Pertanian dan Keberlanjutan Kehidupan" di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, Kamis (29/10).

Ia mengatakan, dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki HITI, sehingga mendapatkan rekomendasi mengenai kondisi dan tanah yang sesuai dengan fungsi tata ruang nasional. "Tata ruang daerah bisa mempertimbangkan kelayakan tanah.

 

Tanpa didasari dengan ilmu tanah, akan sulit untuk menjelaskan fungsi dan kegunaan tanah. Pemanfaatan ilmu tanah bisa mengurangi ketegangan antar pemerintahan, kementerian dan lembaga," ujar Gus Ipul sapaan lekatnya.

Gus Ipul meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang RI untuk tidak terlalu mudah mengeluarkan sertifikat yang digunakan untuk alih fungsi. Misalkan saja lahan pertanian dipakai untuk lahan perumahan atau industri.

"Tanah subur pertanian itu tidak tergantikan. Yang sekarang banyak berubah dari tanah subur menjadi tempat tinggal, industri. Untuk itu, jangan terlalu mudah mengeluarkan sertifikat untuk alih fungsi," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Dr. Ferry Mursidan Baldan mengatakan, HITI memiliki persepektif ilmu dan pengetahuan tentang tanah.

 

Hal ini bisa menjadi bekal Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk membuat database. Database itu bisa digunakan untuk penatagunaan tanah se-Indonesia, serta bisa digunakan untuk tata ruang.

 

"Tata ruang nasional dibicarakan bersama, apa cocok sebagai lahan pertanian berkelanjutan. Kalau hamparan saja bisa dilihat, kalau segi kesuburan yang paham adalah dari HITI. Mengontrol tata ruang, jika tata ruang dilengkapi ilmu tanah akan lebih mudah," tuturnya.

Lebih lanjut disampaikannya, melibatkan ahli tanah untuk penyusunan tata ruang sangat penting. Selama ini masih belum populer ahli tanah berpengaruh pada pengambilan kebijakan tata ruang. Untuk itu, dengan adanya event kongres HITI ini, pihaknya mengharapkan ada MoU dengan HITI.


"MoU dimulai dari menyusun database penatagunaan dan tata ruang, penggunaan data untuk melihat kesesuaian fungsi tanah dengan tata ruang yang sudah ada. Dengan dibekali dengan ilmu dan pengetahuan tanah, maka kementerian bisa menjelaskan dengan benar.

Menurutnya, HITI bisa memberikan rekomendasi tata ruang, tidak hanya planologi saja. Mewujudkan ketahanan pangan juga perlu ahli tanah yang memberikan rekomendasi mengenai kesesuaian tanah terhadap pertanian.

Kedaulatan pangan harus dilaksanakan dengan membangun pertanian nasional berdasarkan sumberdaya milik bangsa. Pencapaian kedaulatan pangan dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dan perluasan areal pertanian yang diserasikan dengan perlindungan, pencegahan degradasi dan peningkatan keberlanjutan lahan.

 

Pertanian pangan berkelanjutan harus dijaga dan dimasukkan ke dalam Rencana Tataruang Wilayah (RTRW) masing-masing kabupaten/kota atas dasar daya dukung lahan yang ada. 

 

 

Sumber : Humas Pemprov

Pakde Karwo : Aplikasi Dashboard Pengendalian Ekspor Impor Bantu Pengusaha Nasional Hadapi MEA

SURABAYA - Aplikasi Dashboard Pengendalian Ekspor Impor, membantu para pengusaha nasional untuk lebih kuat dalam menghadapi kapitalisme nasional yakni bertarung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat Launching Aplikasi Dashboard Pengendalian Ekspor-Impor di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (29/10).

Ia menuturkan, para pengusaha nasional bisa melihat secara detail berbagai informasi mengenai alur perdagangan baik ekspor dan impor yang melalui Jawa Timur.

 

Dengan informasi seperti yang detail, pengusaha bisa melakukan berbagai kegiatan untuk melakukan bisnis dan secara tidak langsung akan menangkap peluang yang ada saat ini.

 

"Maksud pembuatan dari Dashboard Pengendalian Ekspor-Impor di Jawa Timur adalah mendorong kelancaran proses ekspor dalam rangka peningkatan daya saing produk dalam negeri dan meningkatkan pengawasan terhadap barang impor dalam rangka perlindungan konsumen," ucapnya.

Sedangkan tujuannya adalah mengidentifikasi serta mengumpulkan data terkait ekspor-impor, mengidentifikasi amsalah dan hambatan dalam proses ekspor – impor, membangun dan mengoperasikan sistem Aplikasi Dashboard Pengendalian ekspor-impor di Jawa Timur, membentuk Tim Koordinasi Pengendalian Ekspor-Impor dan satminkal Pengoperasian Sistem Aplikasi Dashboard dengan Keputusan Gubernur, mengkoordinasikan penyelesaian masalah dan hambatan proses ekspor-impor dan mengetahui trend perdangangan Luar Negeri di Jawa Timur.

 

"Didalamnya ada tabulasi mengenai jenis komoditi, volume, nilai, negara asal dan tujuan dan neraca perdagangan luar negeri," ungkapnya.

Kinerja Ekspor - impor di Jawa Timur mengalami kemajuan tiap tahunnya. Pada tahun 2014 ekspor Jawa Timur mengalami surplus sebesar US$ 70 juta. Angka tersebut meningkat cukup besar pada tahun 2015 yakni sebesar US$ 810 juta . "

 

Peningkatan nilai ekspor dipengaruhai banyak hal, salah satunya semakin kompetitif bahan produksi Jawa Timur. Konsep daya saing menghadapi MEA dipengaruhi berbagai hal yakni harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, distribusi yang lebih cepat dibanding kompetitor, dan kualitas yang bagus" ujarnya.

Struktur ekspor Jawa Timur ke Negara lain didominasi oleh produk industri olahan sebesar 91,28 persen, diikuti oleh hasil pertanian sebesar 8,59 persen dan pertambangan sebesar 0,14 persen. sedangkan struktur impor Jawa Timur ke negara lain didominasi oleh bahan baku atau penolong sebesar 75.88 persen, barang modal sebesar 13,74 dan barang konsumsi 10,39 persen.

"Satu hal yang menjadi ganjalan yakni masih besarnya impor bahan baku dan penolong yang berasal dari negara lain. Harus ada formulasi untuk mengatasinya agar tidak bergantung dengan negara lain.

 

Seperti impor dari provinsi lain seperti Kalimantan dan Sumatera. Kalau bisa pengusaha membuat smelter kecil malah semakin bagus. Ini adalah perwujudan dari membangun Indonesia in coorporate.

 

Jawa Timur tidak bsia menunggu impor dari luar negeri, hal ini untuk jangka pendek memang memberatkan akan tetapi untuk jangka panjang bisa menjaga stabilitasi ekonomi," jelasnya.

Impor memang diperlukan, akan tetapi tidak dalam jumlah yang besar. Apabila impor dihentikan industri yang sudah berjalan akan berhenti. Jadi, konsumsi impor harus diseleksi ketat, dirancang apa saja kebutuhannya. Nantinya, semua barang akan ada laboratoriumnya untuk mendeteksi toksin, jamur, mercury, dan lilin.

Ia menambahkan, Jawa Timur menargetkan menguasai 35 persen pasar Indonesia. Sedangkan saat ini masih 29 persen. hal tersebut bisa terjadi apabila semua barang produksi Jawa Timur mempunyai hara yang lebih murah dan berkualitas. Sebagai contoh ekspor perhiasan dari Jawa Timur yang mencapai $ 2,21 pada Semester I Tahun 2015.

Pasar perhiasan di seluruh dunia mulai didominasi produk dari Jawa Timur. Apabila mengunjungi wilayah Amerika, hampir semua perhiasan buatan Jawa Timur.

 

"Apalagi ketika berkunjung ke Arab, sebagian besar emas yang diperjualbelikan adalah buatan dari beberapa daerah di Jawa Timur seperti Lumajang, Lamongan, Mojokerto dan Malang," ucap Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, peran Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Jawa Timur untuk mengembangkan pasar perhiasan sangat besar.

 

Beberapa tindakan telah dilakukan seperti membuat design yang menarik, meningkatkan teknologi industry melalui pameran mesin, mendaftarkan produk perhiasan Jawa Timur ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan memberikan standarisasi internasional.

" Mendaftarkan produk perhiasan Jawa Timur sangat penting agar tidak diakui oleh negara lain, karena selama ini sudah sering produk Jawa Timur diakui milik negara lain.

 

Kemudian pemberian standarisasi internasional bertujuan agar ketika pengusaha perhiasan berkeinginan go international mereka telah siap untuk mengikuti semua standart yang ditentukan oleh pasar internasional, " ungguhnya.

Selain itu Pakde Karwo mengingatkan, agar semua pengusaha perhiasan mengutamakan kejujuran dalam berbisnis. Karena kualitas perhiasan seperti batu mulia tidak bisa dipalsukan. Kejujuran merupakan kunci utama agar bisa bersaing di pasar internasional.

 

"Dengan posisi Jawa Timur saat ini yang menyuplai 30 persen dari produk perhiasan nasional, pasti kualitas yang dipamerkan dan diperjualbelikan sangat berkualitas. Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim sebelas diantaranya penghasil produk perhiasan diantaranya Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan, Kab. Malang, Kota Malang, Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Kab. Lamongan, Kab. Jombang, Kab. Lumajang, dan yang terbaru dengan kekayaan batu mulianya adalah Kab. Pacitan," ujarnya. 

 

 

Sumber : Humas Pemprov

Gus Ipul : Pengamanan Hutan Harus dilengkapi Teknologi

SURABAYA - Pengamanan hutan harus dilengkapi teknologi yang memadai. Harus punya kendaraan pemadam kebakaran khusus untuk hutan, pos-pos pantau harus dibuat lebih banyak dan lebih tinggi, dilengkapi alat komunikasi yang canggih yang mampu lebih cepat melakukan tindakan.

 

Selain itu, patroli hutan secara berkala lebih diaktifkan dengan dibekali ilmu dan teknoloi yang cukup, serta dilakukan pemotretan hutan.

 

"Kita harus terus meningkatkan SDM bidang penanganan hutan, yang memamg jumlahnya masih kurang. Teknologi yang melengkapinya juga harus ditambah dan ditingkatkan, karena hutan yang melindungi kita dan memberi kehidupan," katanya.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ketika menjadi Pembina Apel Siaga Pengamanan Hutan, di lapangan Rampal Malang, Kamis (29/10).

Menurutnya, kebakaran hutan berdampak luas, bahkan menjadi isu internasional. Maka, perlu gandeng tangan memperkuat kebersamaan, untuk mengambil tindakan bersama agar bisa dilakukan langkah pencegahan awal (preventif) sehingga dampaknya tidak meluas.

Untuk tindakan pencegahan dan pengamanan hutan Pemprov fokus pada tiga hal, yaitu pendekatan pre-emptive (pemberdayaan masyarakat, himbauan-himbauan masyarakat terlibat sejak dini), preventif (pencegahan), dan represif (penegakan hukum)

Pre-emptive penting agar masyarakat menjaga hutan sebagai pemberian Allah untuk dipelihara dan dijaga untuk kepentingan bersama. "Kita akan terus perkuat tindakan pre-emptive, agar peluang terjadinya kebakaran lebih kecil," tambahnya.

Represif perlu, polisi sudah membuktikan kerja cepat, menetapkan tersangka yang membakar hutan. Harus diarahkan pembakar hutan jera dan tidak mengulang perbuatan membakar hutan yang membuat masyarakat sengsara," pesannya.

Pemprov Jatim melakukan terobosan, sejak April lalu sudah membentuk satgas pengamanan hutan. Brigade/ sargas ini melakukan sinkronisasi dan koordinasi mengambil langkah bersama yang diperlukan.

 

Baru-baru ini bersama TNI, Polri, Pemda dan unsur perhutani dan balai besar dan UPT terkait melakukan pelatihan-pelatihan bersama masyarakat sekitar hutan, supaya kedepan pemanfaatan hutan terukur dan bisa dijaga bersama.  "Kesadaran masyarakat dan para pendaki diharap untuk tidak meninggalkan api unggun, meninggalkan sesuatu yang berbahaya," harapnya.

Wakil


Kawasan hutan di Jatim seluas 1.361.146 ha (28,36 %) dari luas wilayah Jatim. Namun kerusakan hutan 56 ribu ha (4,1 %) dari luas lahan hutan di Jatim.

 

Hal itu disebabkan karena faktor alam dan tangan manusia yang tidak bertanggung jawab/ illegal loging dan perambahan hutan. Kebakaran hutan juga disebabkan oleh dua hal, yaitu karena dibakar dan sebab-sebab alamiah.

Data dari BMG, ada 60 hot spot (titik) yang perlu diwaspadai dan dicermati, namun terakhir sudah menurun tinggal 26 titik, antara lain di Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Probolinggo, Situbondo dan Trenggalek. "Syukur Alhamdulillah menurun, tapi tidak berarti menurunkan kewaspadaan," pesannya

Dampak elnino musim kemarau lebih panjang, untuk itu stake holder harus terus melakukan usaha-usaha yang konkrit dan nyata agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Kita harus mencari penyebab kebakaran dan kerusakan hutan, penyebab paling besar disamping ilegal loging, dan perambahan hutan

Musibah kebakaran hutan yang sedang terjadi di kalimantan, sumatera, sulawesi terjadi karena sebagai akibat ulah pihak yang ingin merusak hutan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Kebakaran ini membuat polusi udara, erosi, banjir, longsor.

"Kita harus terus meningkatkan SDM bidang penanganan hutan, yang memamg jumlahnya masih kurang. teknologi yang melengkapinya perlu ditambah dan ditingkatkan. Karena hutan yang melindungi kita dan memberi kehidupan," katanya.

Dalam kesempatan itu Wagub juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan operasi bersama antara Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jatim (Ir Andi Purwadi , MM) dengan Kepala Balai Besar Konversasi Sumber daya Alam (KSDA) Jatim (Ir Suyatno Sunandar, MSI), Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Dr Ir Ayu Dewi Utari, MSi, Kepala Balai Besar Kepala Taman Nasional Baluran (Ir Emy Endah Suwarni, MSi, Balai Besar Taman Nasional Alas Purwo (Ir Kholid Indarto), dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Meru Betiri (Ir. Pranoto Puroso)

Kesepakatan bersama yang berlaku selama dua tahun tersebut meliputi, operasi bersama penanganan penambahan dan tindak pidana kehutanan, baik yang terjadi di kawasan hutan konservasi ataupun kawasan hutan produksi.

Selain itu juga untuk menyusun rencana operasi penanganan hutan dan kawasan hutan, pelaksanaan operasi penanganan kawasan hutan dan pemulihan hutan secara bersama. Semua ini untuk mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan hutan khususnya tentang permasalahan tindak pidana kehutanan.

Apel siaga diikuti berbagai unsur penegak hukum kehutanan, mulai dari Polhut, Polhut Sporc, Polmob Perhutani, Kepolosian, TNI AD dan masyarakat Mitra Polhut, Pramuka saka wanabakti, serta unsur terkait lainnya. 

 

 

Sumber : Humas Pemprov

Pakde Karwo : “Prospektus Bank Jatim Prioritas Sangat Bagus”

SURABAYA - Prospektus menanamkan modal (menjadi nasabah) Bank Jatim Prioritas sangat bagus, pasalnya selain kinerja ekonomi Jatim lebih unggul dari kinerja ekonomi nasional, serta tetap melaju stabil ditengah situasi ekonomi global yang sedang lesu, kedepan Bank Jatim juga menjadi ujung tombak Pemprov Jatim dalam memajukan ekonomi Jatim melalui penyaluran dana kepada UMKM di Jatim.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat meresmikan launching Jatim Prioritas PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Tbk. Di Hotel Shangrila Surabaya, Rabu ( 29/ 10 / 2015 ) malam.

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, meski situasi ekonomi global saat ini sedang lesu, namun kinerja ekonomi Jatim pada semester I Tahun 2015 mampu mengalami percepatan sebesar 5,22% diatas kinerja ekonomi nasional yang hanya 4,7%.

Tak hanya itu, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Industri Jatim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional juga konsisten meningkat, pada 2011, Jatim menyumbangkan 19,2% atau sebesar Rp. 326,63 triliun dari total PDB Nasional yang mencapai Rp. 1.704,25 triliun.

Jumlah tersebut meningkat pada 2014, dimana PDRB Industri Jatim berkontribusi sebesar Rp. 445,30 triliun atau sebesar 20,1 % terhadap PDB Nasional yang mencapai Rp. 2.215,75 triliun.

 

Sedangkan sampai dengan Semester I 2015, PDRB Jatim memberikan kontribusi sebesar 20,6% atau sebesar Rp. 241,88 triliun terhadap PDB nasional yang mencapai Rp. 1.176,10 triliun.

Selain itu, nilai efisiensi ekonomi atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Jatim hanya 3,1. "Artinya, jika investor menanamkan uang sebesar Rp. 3 juta di Jatim, maka dalam tiga tahun saja sudah kembali modal.

 

Artinya, semua investasi di Jatim sangat efisien dan prosepeknya bagus, termasuk menanamkan modal di Jatim Prioritas" ujarnya.

Pakde menargetkan, pada tahun 2016 mendatang pertumbuhan ekonomi Jatim bisa mencapai 5,9 sampai 6,2%. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan investasi yang masuk sebesar Rp. 280 triliun. "Kami sudah mempersiapkan strategi untuk menyukseskan target itu" katanya.

Salah satunya, Bank Jatim akan menjadi ujung tombak bagi penyaluran kredit murah kepada UMKM. Pada RAPBD 2016, Pakde 'telah mengalokasikan pembiayaan bunga murah melalui linkage program/Banking System. "Linkage program itu melibatkan Pemprov Jatim, PT. Bank Jatim dan BPR Kab/Kota.

 

Dengan struktur sumber pembiayaan dari penempatan anggaran APBD 2016 di PT. Bank Jatim, ke BPR-BPR sebesar 5% termasuk di dalamnya untuk provinsi 2%, dan dari BPR ke UMKM sebesar 10%", jelasnya.

Dirut Bank Jatim, R. Suroso mengatakan, berbagai layanan dan fasilitas istimewa akan didapatkan nasabah Bank Jatim Prioritas, diantaranya memperoleh Safe Deposit Box untuk keamanan ekstra dan dokumen berharga, airport lounge domestik di berbagai bandara di Indonesia, kemudian bagi nasabah yang ingin berwisata kedalam maupun luar negeri, Bank Jatim telah bekerjasama dengan Panorama tour dengan diskon menarik, serta kerjasama dengan Excellso dengan diskon 60% untuk pembelian minuman.

 


Layanan Bank Jatim Prioritas ini kami luncurkan guna meningkatkan loyalitas nasabah premium. Harapannya, layanan perbankan semakin tersegmentasi dan memperoleh manfaat serta keistimewaan dan mendapatkan kenyawamanan, lebih dari memenuhi kebutuhan gaya hidup dengan lebih mudah dan eksklusif" katanya.

"Kedepan kami akan terus berinovasi dan memberikan penawaran menarik bagi para nasabah dan mencari peluang bagi nasabah baru, layanan Jatim Prioritas ini dikhususkan bagi nasabah maupun calon nasabah dengan kelas menengah keatas yang memiliki dana diatas Rp. 250 juta," pungkasnya

 


Sumber : Humas Pemprov 

PERPUS SMA NU I GRESIK SUKSES MERAIH JUARA NASIONAL

GRESIK - Satu lagi prestasi Nasional diraih Kabupaten Gresik, kali ini SMA NU I Gresik yang beralamat di Jalan Raden Santri Gresik meraih prestasi sebagai perpustakaan terbaik Nasional Pada Kamis (29/10/2015) Malam kemarin.

 

Ketua Perpustakaan SMANU I Gresik, Kris Aji menerima piala dan piagam berupa sertifikat juara Perpustakaan terbaik Nasional Tingkat sekolah Lanjutan Atas dari kepala Perpustakaan Nasional Jakarta, Sri Sularsih M.Si di gedung Smessco di Jakarta. Besok pagi, setiba di Gresik Panitia bersama masyarakat Gresik akan mengkirab piala Juara I Perpustakaan Nasional.

 

Acara kirab yang akan berlangsung sekitar jam 8 pagi ini akan dimulai dari depan GNI Gresik Jalan Pahlawan menuju pendopo Bupati Gresik. Setelah di terima oleh PJ Bupati Gresik Akmal Boedianto, selanjutnya Piala akan dibawa langsung ke Sekolah SMANU I Gresik.

  

Menurut Kris Aji melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono kemenangan Perpustakaan SMA NU I Gresik melalui perjuangan panjang. Sebelumnya  SMANU I Gresik merupakan juara Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya sekolah ini mewakili Propinsi Jawa Timur pada penilaian tingkat Nasional.

 

Dalam akhir penilaian tingkat Nasional, SMANU I Gresik mengungguli 10 besar nominator setelah penilaian seluruh peserta yang sebelumnya dipilih dari 34 propinsi di Indonesia.

 

Menurut Kepala Sekolah SMA NU I Gresik HM. Nasihudin melalui kabag Humas Suyono, pengelolaan perpustakaan yang ada di sekolahnya disesuaikan dengan selera anak muda.

 

"Kami punya tim kreatif yang setiap saat selalu meng update baik penataan buku-buku maupun interior ruangan. Sehingga para siswa termotifasi untuk datang ke perpustakaan dan pengunjung kerasan" katanya.

 

Selain jumlah buku yang mencapai ribuan, perpustakaan SMANU I tertata sangat artistic. "Berada diperpustakaan seperti berada di café"  ungkap Nasihudin.

 

Selain merip penataan café, ruang perpus juga dilengkapi ruang presentasi, ruang pamer handricraft dan ruang penyimpanan karya tulis siswa dan guru. "Kami juga melengkapi e-library" tambah Nasihudin

 

Penjabat Bupati Gresik, Dr. Akmal Boedianto. Segenap Pejabat Pemerintah Kabupaten Gresik juga hadir menyampaikan kebanggaan atas prestasi SMA NU I Gresik yang mampu meraih juara I Nasional.

 

"Sebagai Penjabat Bupati, saya berharap SMA NU I bisa memotifasi sekolah yang lain di Gresik untuk membuat perpustakaan dengan standard juara seperti SMANU I Gresik." ujarnya serius. Arifin S / Team

Polda Jatim Gelar Hasil Tangkapan Narkoba

SURABAYA - Jajaran aparat kepolisian daerah jawa timur khususnya, ditresnarkoba mengelar hasil tangkapan kasus tindak pidana tentang penyalah gunaan narkotika siang tadi (29/6/15).Pengungkapan penyalah gunaan ini mewujudkan program 100 hari Kapolri,yang di mulai dari medio april hingga juni.      

 

Prestasi team 3 adalah progres Polda Jatim yang patut di banggakan pasalnya, dalam masa tiga bulan, team 3 bidang narkoba telah meringkus tersangka pengguna dan pengedar narkoba adalah guna menekan peredaran narkoba yang semakin hari sepertinya tak pernah mati.                                                              

 

Dari jumpa pers, tampak begitu banyak tersangka yang di hadirkan,ada sekitar 71 yang terklasifikasi, 2  perempuan dan 69 lelaki untuk tingkat jajaran Polda Jatim sedangkan, tangkapan dari jajaran polres terdapat sebanyak 726 tersangka.

 

Diantaranya,710 lelaki dan 16 perempuan, bila di jumlahkan total tersangka ada 797 orang yang turut disertai barang bukti (BB) dengan jenis,sabu sebanyak 450,08 gram,ektasi 29 butir,obat daftar G berjumlah 1.250.980 butir serta golongan IV hanya 10 butir.

 

Pada jajaran polres telah mengamankan barang bukti (BB) berupa ganja seberat 42.359.86 gram plus tanaman ganja 14 pohon,sabu 13.690.806 gram,ektasi 118 butir juga obat-obatan daftar G,336.560 butir dan okerbaya 11.320 butir.            

 

Para tersangka dapat di sangkakan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI tahun 2009 tentang penyalah gunaan narkotika. Arifin S / Team

Tolak Bongkar Muat Batubara Ratusan Warga Blokade Pelabuhan Jasatama Gresik

GRESIK - Ratusan warga digresik jawa timur, kamis,( 29/10/2015)
Berunjukrasa dengan memblokade Pelabuhan Batubara PT Jasatama Gresik diraya Martadinata. 


Warga mengancam akan membakar Pelabuhan jika nekat kembali beroperasi. Akibat pemblokiran warga , aktifitas bongkar muat batubara lumpuh total, pengiriman stok batubara ke sejumlah perusahaan digresik dan wilayah lain terhenti.

Aksi pemblokiran Pelabuhan Batubara PT Jasatama Gresik dilakukan oleh warga Kelurahan Kemuteran, kelurahan Lumpur dan Kebungson. 


Aksi protes warga ini dipicu kembali beroperasinya kegiatan bongkar muat batubara didalam area pelabuhan, setelah selama sebulan ditutup warga.

Kembali beroperasinya bongkar muat, diketahui warga yang melihat langsung Kapal Tongkang kembali bongkar muat batubara di Pelabuhan Jasatama.

 

Warga yang geram angsung beramai- ramai mendatangi pelabuhan dan menggelar aksi demo dengan memblokade akses masuk pelabuhan.  


Dalam aksinya, warga menuntut pelabuhan batubara PT Jasatama Gresik ditutup total selamanya, karena aktifitasnya sangat mengganggu kesehatan warga. Tak hanya itu, akibat aktifitas bongkar muat, rumah warga selalu kotor dipenuhi debu barubara. 


Warga juga menolak bernegosiasi dengan pihak perusahaan lantaran polusi udara akibat aktifitas bongkar muat batubara sangat menganggu warga dan mengancam kesehatan anak-anak mereka.


Warga menuding aktifitas bongkar muat pelabuhan batubara, melanggar undang-undang lingkungan hidup karena telah mencemari lingkungan warga desa sekitar yang merupakan warga ring satu.

Andi Bahtiar- perwakilanb warga mengatakan, Warga mengancam akan membakar pelabuhan batubara, jika pihak perusahaan tetap beroperasi melakukan bongkar muat dan pengiriman batubara," Bongkar muat dihentikan, atau pelabuhan ini kami bakar." Tuturnya.

Sementara itu, puluhan personil polisi dan t-n-i berjaga- jaga dilokasi pemblokiran/ untuk mengantisipasi aksi anarkis warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun perwakilan menejemen pelabuhan PT Jasatama yang menemui warga. Arifin S / Team

Masyarakat Antusias Layanan SIM 24 Jam

 SURABAYA - Program rekor MURI Perpanjangan SIM Satlantas Polrestabes Surabaya dengan layanan 1X 24 Jam selama 7 hari di Taman Bungkul mendapat respon positif dari masyarakat Surabaya.

Pelaksanaan hingga pukul 21.00 WIB Senin(19/09) malam masyarakat cukup antusias Memanfaatkan layanan ini. Dua mobil layanan SIM tampak sibuk melayani antrian masyarakat.

Menurut masyarakat yaitu Sopian (28) warga Ketintang Surabaya, dia mengantar temannya yang mengurus perpanjangan SIM C. Memilih malam hari, karena waktunya lebih leluasa, setelah seharian sibuk dengan aktifitas kantor.

"Saya sangat apresiatif dengan program ini.Malam hari,waktu kita bisa lebih nyantai,sembari menikmati nuansa Taman Bungkul,"ujarnya. Pria yang bekerja di perusahaan swasta ini mengharapkan agar program ini bisa berjalan tidak hanya dalam rangka rokor MURI saja. 

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Asep Akbar Hikmana saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan untuk data pemohon SIM masih menunggu laporan dari anggota."Anggota masih sibuk melayani pemohon yang datang secara bertahap, nanti pasti kita berikan datanya,"ujarnya

Hingga berita ini diturunkan masih banyak masyarakat yang datang untuk memanfaatkan layanan ini.Seperti diberitakan sebelumnya Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko memberikan support bagi jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya dalam usaha mencatatkan diri pemecahan Rekor MURI pelayanan perpanjangan SIM selama 7 hari penuh yakni memberikan pelayanan pengurusan SIM kepada Masyarakat full day (1 x 24 jam).

 

Sumber : Humas Polda Jatim

Jenasah Mantan Kapolri Jenderal Polisi Kunarto di Sholatkan di Polda Jatim

SURABAYA - Innalilillahi Wainna'ilaihi Rojiun telah mangkat ke Rahmatullah mantan Kapolri Jenderal Polisi Kunarto. Dan sebelum diberangkatkan ke Jakarta menuju kepemakamnya di Jakrata disholatkan terlebih dahulu di Masjid Nurul Huda Mapolda Jatim. (Rabu, 28/9/11)

 

Kunarto (71) meninggal karena sakit yang beberapa hari lalu di rawat di rumah Sakit International Surabaya yang sebelum dibawa ke Surabaya dirawat di Rumah Sakit Wahyu Tutuko Bojonegoro, dan dan pernah disambangi Kapolda Jatim. 

 

Disaat Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Hadiatmoko yang didampingi oleh Kapolres Bojonegoro dan beberapa pejabat teras Polda menjenguk ke RSB Wahyu Tutuko.

 

Dalam perbincangannya dengan Bapak Kunarto didalam kamar perawatan, Kapolda Jatim sempat menawarkan untuk dirujuk ke Surabaya.

 

Namun tawaran waktu itu belum diterima, dan dia sangat berterima kasih atas perhatiannya.

 

Kapolda berharap supaya mendapatkan perawatan yang lebih bagus lagi meski di RSB Wahyu Tutuko Bojonegoro sudah ditangani dengan baik. 

 

Riwayat singkat Kunarto (lahir di Yogyakarta, 8 Juni 1940; umur 71 tahun) adalah mantan Kapolri periode 1991 - 1993.

 

Sejak masih di bangku SD dia sudah bercita-cita menjadi polisi. Sehingga, begitu tamat SLTA (1961), dia langsung melamar menjadi polisi.

Pada tanggal 20 Februari 1991, Kunarto, yang waktu itu berpangkat Letjen, dilantik oleh Presiden Soeharto menjadi Kapolri, di Istana Negara.

 

Selanjutnya, pada 27 Februari 1991 dilangsungkan serah terima jabatan Kapolri dari Jenderal Polisi Drs Sanoesi kepada Letjen Polisi Drs Kunarto.

 

Sumber : Humas Polda Jatim

 

Jamaah Polri dan PNS Dilepas Wakapolda Jatim

SURABAYA - Jamaah calon haji dari anggota Polri dan PNS Polri beserta keluarga sejajaran Polda Jatim sebanyak 346 orang dilepas oleh Wakapolda Jatim Brigjend Pol Edi Sumantri. Pelepasan berlangsung di Masjid Nurul Huda Mapolda Jatim, (Kamis, 29/9/11)

 

Acara pelepasan yang dihadari para pejabat teras Mapolda dan anggota Polri dan PNS Polri Polda Jatim dengan seksama mendengarkan dengan khidmad dari sambutan Wakpolda Jatim, Kabid Humas Polda Jatim yang mewakili para calon jamaah haji tahun ini, berikut dengan penceramah agama Drs KH. Syukron Jazilan MAg. 

 

Ceramah agama yang membekali para calon jamaah yang disampaikan KH. Syukron tidak lain mengajak untuk melaksanakan Ibadah yang sabar dan ikhlas agar apa yang dilakukan diterima Allah. 


Dzikir adalah ibadah yang diharapkan untuk dilaksanakan di rumah  Alloh tersebut agar pelaksanaan dalam menjalankan ibadah baik sebelum berangkat haji maupun sepulang haji mendapatkan Rahmat Nya.

 

"Perjalanan ke Baitullah adalah perjalanan suci maka perlunya kita membersihkan hati dari semua perbuatan yang disengaja maupun tidak dengan melakukan silahturahmi keberbagai kerabat dan handi taulan agar semua berjalan dengan lancar" saran Wakapolda Jatim.

 

Tahun ini Polda Jatim dan jajarannya dalam pelaksanaan haji memberangkatkan 346 jamaah, dengan rincian jamaah Polri sebanyak 176 jamah, dari PNS Polri sebanyak 14 jamaah serta keluarganya sebanyak 156 jamaah.

 

Sumber : Humas Polda Jatim

TIM KADARKUM GRESIK JUARA BAKORWIL PAMEKASAN

GRESIK - Akhirnya Tim Kabupaten Gresik berhasil meraih juara I lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) tingkat Bakorwil Pamekasan Tahun 2015 setelah mengantongi nilai 6500.

 

Keberhasilan tim Kabupaten Gresik yang diwakili oleh Madrasah Aliyah (MA)Kanjeng Sepuh Sidayu, setelah sukses mengungguli lawan-lawannya se Bakorwil Pamekasan pada lomba kadarkum yang dilaksanakan di Ruang Mandala Bakti Praja, Kamis (29/10/2015).

 

Mereka adalah tim Kadarkum dari Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang dan Tim Kabupaten Sumenep. Pertandingan Kadarkum se Bakorwil Pamekasan ini tampak begitu meriah.

 

Para kelompok peserta yang mewakili dari berbagai Kabupaten se Bakorwil ini sepertinya memiliki spesialisasi masing-masing. Terbukti dari pertanyaan yang bersumber dari UU Perlindungan anak, UU Keterbukaan informasi public, UU ITE, UU Lalu Lintas dan UU Narkoba sepertinya masing-masing tim punya kekuatan spesialisasi.

 

Di babak awal dari III babak yang dipertandingkan, kekuatan masing-masing tim tampak berimbang. Beberapa tim mempunyai nilai awal yang sama dikisaran 1000. Demikian juga pada babak kedua, kekuatan tim tampak berimbang.

 

Hanya selisih nilai kisaran 500, namun pada babak III yaitu perebutan. Tim Kabupaten Gresik tampak sangat unggul. Tim Gresik jauh meninggalkan tim lainnya.    

 

Pada akhir babak perebutan, kedigdayaan tim Kabupaten Gresik yang diwakili para siswa MA Kanjeng Sepuh terlihat sudah. Hal ini bisa dilihat dari perolehan angka masing-masing Tim Gresik 6500 dan berhak menyandang juara I.

 

Tim Sumenep sebagai Runner up mendapat  2750, sedangkan Tim Bangkalan mendapat 920 menduduki peringkat III. Selanjutnya Tim Sidoarjo 800 dan Tim Sampang mendapat 140.

 

Semarak perhelatan lomba kadarkum di Gresik sangat terasa karena panitia memperbolehkan  Kabupaten membawa supporter. Tampak berbagai yel dan gerakan ditampilkan oleh para supporter sambil membawa berbagai alat musik.

 

Menurut Kabag Hukum, Edi Hadisiswoyo"Sengaja pada lomba kadarkum kali ini kami juga melombakan yel-yel oleh supporter. Kami memilih penampilan dan yel terbaik" katanya.

 

Pada lomba yel-yel, keluar sebagai juara pertama supporter dari Kabupaten Bangkalan. Mereka membawa alat music gendering dengan menyanyikan berbagai lagu.

 

Tempat kedua diraih oleh supporter Kabupaten Gresik yang mengusung alat musik Banjari.  Sedangkan  tempat ketiga diraih oleh supporter dari Kabupaten Sumenep.   

 

Sebelumnya, Sekda Gresik yang membuka acara tersebut berharap, kepada semua peserta untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya. "Ini bagian dari penyuluhan hukum kepada masyarakat.

 

Untuk itu kepada semua peserta lomba agar lebih banyak belajar dan memahami tentang hukum dan mengimplementasikan pada kehidupan sehari-hari di masyarakat" katanya.

 

Pada lomba Kadarkum tingkat Bakorwil kali ini dihadiri oleh beberapa institusi hukum yang ada di Kabupaten Gresik. Mereka juga ikut menyumbangkan pertanyaan kepada peserta sesuai bidangnya masing-masing yang terkait  UU Perlindungan anak, UU Keterbukaan informasi public, UU ITE, UU Lalu Lintas dan UU Narkoba. Arifin S / Team

 

Sekdaprov. Jatim: BPJS, Seharusnya Melayani Dengan Hati

SURABAYA - Kesehatan merupakan hak asasi manusia sehingga setiap penduduk berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

 

Untuk itu, sebagai karyawan/karyawati pada suatu lembaga atau badan yang mengurusi kepentingan orang banyak, seperti BPJS singkatan dari Badan Pengelola Jaminan Sosial itu jaminannya " Surga".

 

Tapi ada syaratnya, yang bekerja pada institusi ini harus bekerja dengan baik dan ramah serta bisa melayani masyarakat dengan hati bukan dengan emosi atau marah-marah dan kasar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim H. Akhmad Sukardi saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi para pemangku Kepentingan Utama Pemerintah kKab/Kota se Jatim di Ruang Graha Wicaksana Praja Lt. VIII Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (27/10).

Menurut Sekda, sesuai dengan UU No. 40 tahun 2004 tentang jaminan Sosial nasional, dalam pasal 17 ayat 4, secara jelas disebutkan bahwa iuran program jaminan social bagi fakir miskin dan orang tidak mampu dibayar oleh pemerintah pusat.

 

Jadi, tidak berlebihan kalau seseorang mau bekerja dan melayani kepada masyarakat itu dengan hati dan perasaan pasti hasilnya bagus serta cepat selesai, karena tidak disertai emosi atau marah-marah. Namun, sebaliknya kalau seseorang itu bekerjanya karena terpaksa dan marah-marah pasti hasil jelek dan tidak jelas sebab banyak yang salah.

 

"Untuk itu, rubahlah mindset atau budaya kerja personil BPJS agar hasil pekerjaannya bisa maksimal. Paling tidak sekembali dari acara ini semua personil BPJS, baik yang di Jakarta, provinsi maupun Kab/Kota bisa baik dan welcome dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Selanjutnya Sukardi mengatakan, mengapa diatas kami tekankan bekerjalah dengan hati jangan dengan emosi. Alasannya jelas, karena BPJS sebagai satu-satunya badan penyelenggara jaminan kesehatan nasional, dan harapannya kepada seluruh pesertaan jamkesda dapat diintegrasikan ke BPJS kesehatan sesuai dengan road map kepesertaan mulai tahun 2016 sampai dengan 2019.

Tetapi, lanjutnya, tahun 2015 ini dari 38 Kab/Kota baru 13 Kab/Kota yang sudah terintegrasi ke BPJS kesehatan dengan jumlah peserta sebanyak 466.442 jiwa. Sehingga tahun 2016 diharapkan semua wilayah Kab/Kota bisa terintegrasikan Jamkesdanya ke BPJS kesehatan.

 

Dan yang paling penting lagi, adalah rakor ini bisa menemukan formula atau kesepakatan model integrasi Jamkesda untuk seluruh Kab/Kota baik dengan pembiayaan iuran seratus persen oleh Kab/Kota atau sharing dengan propinsi.

 

" Dengan terintegrasinya seluruh kepesertaan Jamkesda Jatim ke BPJS kesehatan, maka diharapkan tidak aka nada lagi dobel kepesertaan maupun dobel anggaran," jelas Sekdaprov. Jatim.

Ia menambahkan, apalagi BPJS mempunyai tugas atau pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Yaitu melakukan verifikasi validasi orang-orang yang menjadi anggota atau kepesertaan BPJS dengan bantuan dari ABPN atau APBD. Dan data tersebut seharus sudah dilaporkan ke pusat pada September 2015 lalu. Ternyata, pekerjaan itu belum bisa diselesaikan oleh BPJS dengan alasan bervariatif.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sekdaprov jatim mengatakan, Rapat koordinasi kali ini diikuti seluruh Sekda Kab/Kota, Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial serta Asisten Kesmas se Jatim dan dihadiri oleh BPJS Pusat.

 

Jadi moment sangat penting, karena semua pihak ikut memikirkan bagaimana kedepan BPJS bisa memberikan pelayanan jauh lebih baik dan ramah kepada masyarakat.

 

Harapannya, rakor ini mampu menghasilkan formula yang bisa merubah jajaran BPJS yang tadinya bekerja kurang maksimal setelah rakor ini bisa bekerja dengan saling membantu dan mempermudah urusan orang lain serta bisa menjadi orang baik.

Ikut hadir dalam pertemuan itu antara lain, Asisten Sekdaprov Jatim Bidang Kesmas, Asisten Administrasi dan Umum serta Kadis kesehatan, Kadis Sosial, Kadiskertrans Prov.Jatim, Kepala Biro Kesra Setdaprov. Jatim

 


Sumber : Humas Jatim

Sekdaprov Jatim: Pemprov Jatim Telah Bangun 883 Perpustakaan Desa

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan stimulan Perpusatakaan Desa/Kelurahan sejak tahun 2013, dan sampai saat ini sudah terbangun 883 unit.

 

Hal itu juga sejalan dengan stimulan program Perpustakaan Desa/Kelurahan dari pemerintah pusat, sejak tahun 2008 sampai sekarang bantuan yang sudah diserahkan sebanyak 1.137 unit.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim H. Akhmad Sukardi saat membuka acara Rapat Koordinasi Hibah Buku dan Rak Perpustakaan Desa/Kelurahan Provinsi Jatim, di Kantor Badan Perpustakaan dan Kearsipan (Baperpusip) Prov. Jatim, Surabaya, Senin (27/10) malam.

Ia mengatakan, untuk memeratakan layanan perpustakaan hingga ke semua desa/kelurahan maka program Perpustakaan Desa/kelurahan harus dilanjutkan.

 

Caranya dengan mengalokasikan sebagian anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD masing-masing untuk perpustakaan. "Saya yakin semakin dekat masyarakat dengan layanan perpustakaan maka akan mempercepat terwujudnya masyarakat Jatim yang cerdas dan sejahtera," terangnya.

Menurutnya, untuk membangun perpustakaan yang sesuai standar nasional tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa permasalahan yang terjadi diantaranya kurangnya ketersediaan SDM di bidang perpustakaan, rendahnya kemauan politik para pengambil kebijakan untuk menjadikan perpustakaan sebagai program prioritas, serta kurangnya anggaran yang diperuntukkan untuk membangun perpustakaan. "Terkadang ada beberapa kepala daerah yang belum memahami arti penting perpustakaan di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya.

Namun demikian, lanjutnya, ditengah berbagai permasalahan yang ada Baperpusip Prov. Jatim dan Kearsipan Kabupaten/Kota di Jatim tetap dapat meraih prestasi dalam lomba-lomba yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional maupun Arsip Nasional. Diantaranya juara I nasional penyelenggaran kearsiapan tahun 2015, dan juara II nasional Lomba Pustakawan berprestasi.

Ia menjelaskan, tugas Baperpusp adalah tugas mulia, salah satunya dengan mengurangi buta aksara di Jatim dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karenanya semua pihak harus ikut berperan aktif dalam pembangunan masyarakat Jatim, khususnya dalam peningkatan angka IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

Indikator untuk menentukan angka IPM, antara lain angka melek huruf, tingkat pendidikan masyarakat, indikator kesehatan, dan daya beli masyarakat. Berdasarkan data dari BPS tahun 2013, saat ini angka IPM Jatim masih 73,54 di bawah provinsi lain di Pulau Jawa, dan masih dibawah rata-rata nasional. "Yang perlu kita diskusikan bersama adalah peran perpustakaan umum sangat strategis, utamanya untuk meningkatkan anka IPM di Jatim baik melalui perpustakaan keliling atauupun perpustakaan desa/kelurahan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Baperpusip Prov. Jatim Sujono, MM, mengatakan, tujuan rakor tersebut diantaranya untuk membangun sinergi antara lembaga perpustakaan dan kearsipan di tingkat desa, desa, Kab/kota, dan provinsi, serta sinkronisasi program kegiatan hibah buku dan rak perpustakaan dan lembaga kearsipan se provinsi Jatim.

 

Rakor yang diikuti oleh semua Kepala UPT Perpusatakaan, pustakawan, dan arsiparis seprovinsi Jatim dilaksanakan mulai tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2015.

 

 

Sumber : Humas Jatim

Sekdaprov. Jatim: BPJS, Seharusnya Melayani Dengan Hati

SURABAYA - Kesehatan merupakan hak asasi manusia sehingga setiap penduduk berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

 

Untuk itu, sebagai karyawan/karyawati pada suatu lembaga atau badan yang mengurusi kepentingan orang banyak, seperti BPJS singkatan dari Badan Pengelola Jaminan Sosial itu jaminannya " Surga".

 

Tapi ada syaratnya, yang bekerja pada institusi ini harus bekerja dengan baik dan ramah serta bisa melayani masyarakat dengan hati bukan dengan emosi atau marah-marah dan kasar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim H. Akhmad Sukardi saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi para pemangku Kepentingan Utama Pemerintah kKab/Kota se Jatim di Ruang Graha Wicaksana Praja Lt. VIII Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (27/10).

Menurut Sekda, sesuai dengan UU No. 40 tahun 2004 tentang jaminan Sosial nasional, dalam pasal 17 ayat 4, secara jelas disebutkan bahwa iuran program jaminan social bagi fakir miskin dan orang tidak mampu dibayar oleh pemerintah pusat.

 

Jadi, tidak berlebihan kalau seseorang mau bekerja dan melayani kepada masyarakat itu dengan hati dan perasaan pasti hasilnya bagus serta cepat selesai, karena tidak disertai emosi atau marah-marah. Namun, sebaliknya kalau seseorang itu bekerjanya karena terpaksa dan marah-marah pasti hasil jelek dan tidak jelas sebab banyak yang salah.

 

"Untuk itu, rubahlah mindset atau budaya kerja personil BPJS agar hasil pekerjaannya bisa maksimal. Paling tidak sekembali dari acara ini semua personil BPJS, baik yang di Jakarta, provinsi maupun Kab/Kota bisa baik dan welcome dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Selanjutnya Sukardi mengatakan, mengapa diatas kami tekankan bekerjalah dengan hati jangan dengan emosi. Alasannya jelas, karena BPJS sebagai satu-satunya badan penyelenggara jaminan kesehatan nasional, dan harapannya kepada seluruh pesertaan jamkesda dapat diintegrasikan ke BPJS kesehatan sesuai dengan road map kepesertaan mulai tahun 2016 sampai dengan 2019.

Tetapi, lanjutnya, tahun 2015 ini dari 38 Kab/Kota baru 13 Kab/Kota yang sudah terintegrasi ke BPJS kesehatan dengan jumlah peserta sebanyak 466.442 jiwa. Sehingga tahun 2016 diharapkan semua wilayah Kab/Kota bisa terintegrasikan Jamkesdanya ke BPJS kesehatan.

 

Dan yang paling penting lagi, adalah rakor ini bisa menemukan formula atau kesepakatan model integrasi Jamkesda untuk seluruh Kab/Kota baik dengan pembiayaan iuran seratus persen oleh Kab/Kota atau sharing dengan propinsi.

 

" Dengan terintegrasinya seluruh kepesertaan Jamkesda Jatim ke BPJS kesehatan, maka diharapkan tidak aka nada lagi dobel kepesertaan maupun dobel anggaran," jelas Sekdaprov. Jatim.

Ia menambahkan, apalagi BPJS mempunyai tugas atau pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Yaitu melakukan verifikasi validasi orang-orang yang menjadi anggota atau kepesertaan BPJS dengan bantuan dari ABPN atau APBD. Dan data tersebut seharus sudah dilaporkan ke pusat pada September 2015 lalu. Ternyata, pekerjaan itu belum bisa diselesaikan oleh BPJS dengan alasan bervariatif.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sekdaprov jatim mengatakan, Rapat koordinasi kali ini diikuti seluruh Sekda Kab/Kota, Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial serta Asisten Kesmas se Jatim dan dihadiri oleh BPJS Pusat.

 

Jadi moment sangat penting, karena semua pihak ikut memikirkan bagaimana kedepan BPJS bisa memberikan pelayanan jauh lebih baik dan ramah kepada masyarakat.

 

Harapannya, rakor ini mampu menghasilkan formula yang bisa merubah jajaran BPJS yang tadinya bekerja kurang maksimal setelah rakor ini bisa bekerja dengan saling membantu dan mempermudah urusan orang lain serta bisa menjadi orang baik.

Ikut hadir dalam pertemuan itu antara lain, Asisten Sekdaprov Jatim Bidang Kesmas, Asisten Administrasi dan Umum serta Kadis kesehatan, Kadis Sosial, Kadiskertrans Prov.Jatim, Kepala Biro Kesra Setdaprov. Jatim

 


Sumber : Humas Jatim

Pakde Karwo Minta SIMPEL Tidak Dibebani Biaya Administrasi

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo sangat mendukung adanya program yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada Juni 2015, yaitu program gerakan menabung untuk pelajar atau yang lebih dikenal dengan SIMPEL (Simpanan Pelajar).

"Gerakan menabung untuk pelajar merupakan kampanye untuk hidup hemat bagi anak-anak, agar sejak dini mereka tidak konsuntif. Tetapi saya minta agar mereka tidak dibebani biaya administrasi," pintanya saat memberikan sambutan pada acara Penganugerahan Widya Karya Nugraha Tahun 2015 dan Launching Aktifasi Tabungan Simpel Bank Jatim, di Gedung Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa (27/10).

Salah satu alasan gubernur atau yang lebih lekat dengan panggilan Pakde Karwo adalah kemampuan anak-anak untuk menabung tidaklah terlalu banyak, apabila dibebani biaya administrasi, besar kemungkinan tabungan mereka tidak bertambah bahkan bisa jadi tabungan mereka lama-lama akan habis.

Menurut Pakde Karwo, sebenarnya gerakan menabung untuk pelajar itu sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Misalnya Tabanas, Taska, Tabungan untuk Pramuka. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, gerakan menabung tersebut tidak ada lagi gaungnya.

Oleh karena itu, Pakde Karwo sangat mendukung dengan dihidupkannya kembali gerakan menabung untuk pelajar tersebut. Dan ditekankan, bahwa sistem keuangan yang baik adalah tidak hanya mengurusi mereka yang beruang, tetapi kelompok kecilpun harus diurus agar mereka lebih berdaya.

Sedangkan untuk, Penganugerahan Widya Karya Nugraha yaitu pengahargaan kepada pemerintah daerah, pengusaha) dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan.

 

Pakde Karwo memberikan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat dan stake holder, karena pendidikan, merupakan tanggungjawab bersama. Pemerintah tidak dapat menuntaskan pendidikan yang berkualitas tanpa dukungan dari semua pihak.

 

"Politik pendidikan yang baik, adalah selain untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), juga mampu mengurangi kemiskinan dan pengangguran," ungkapnya.

Menurut Pakde karwo, Pemerintah Prov. Jatim berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jumlah Sekolah Kejuruan. Target yang harus dicapai adalah SMK (Sekolah Kejuruan) sebanyak 70 persen dan sekolah umum sebanyak 30 persen.

"Dengan posisi 70 persen utnuk sekolah kejuruan dan 30 persen sekolah umum, diharapkan lulusan peserta didik mempunyai ketrampilan sehingga mampu bersaing di pasar kerja," jelasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Muliaman D Hadad, mengatakan bahwa gerakan menabung pelajar merupakan gerakan yang diluncurkan oleh Presiden RI pada bulan Juni 2015.  "Sebagaimana yang disampaikan Pakde Karwo bahwa gerakan menabung pelajar sejak dahulu telah ada, tetapi pelaksanaannya tidak konsisten," ungkapnya.

 


Lebih lanjut disampaikan, gerakan menabung pelajar tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi lebih dari itu sangat bermanfaat bagi perekonomian Indonesia. "Indonesia banyak berhutang di luar negeri, karena masyarakat belum sadar akan manfaat menabung," jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, jumlah pelajar di seluruh Indonesia 50 juta pelajar, sedang di Jawa Timur sendiri sejumlah 7 juta pelajar.  Apabila setiap pelajar masing-masing menabung Rp. 10 ribu, berapa uang yang dapat terkumpul.

Untuk menyukseskan gerakan menabung, tentunya harus ada kerjasama antara pemerintah daerah, guru, indutri keuangan. "Agar pelajar melek keuangan, semua harus terlibat.  Pemerintah Daerah, guru dan industri keuangan. Industri keuangan akan mendatangi pelajar sampaik ke pelosok daerah," jelasnya lebih lanjut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas pendidikan Provinsi Jatim Dr. Saiful Rahman menyatakan bahwa mencerdaskan bangsa merupakan tanggungjawab bersama.  "Pemerintah daerah, pengusaha, dan kelompok masyarakat, bertanggungjawab dan berkomitmen untuk menyukseskan pencapaian proses pembelajaran," jelasnya.

Hal tersebut dapat tercapai apabila didukung dengan perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran, peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan pendidik, serta perbaikan kualitas kurikulum.

Penganugerahan Penghargaan Widya Karya Nugraha Tahun 2015 dibagi dalam tiga kategori yaitu : Kategori Pemerintahan Daerah : Juara I Walikota Surabaya, Juara II : Walikota Malang, Juara III : Bupati Nganjuk.

Kategori Perusahaan (Corporate) : Juara I PT Bank Jatim Cabang Kota Malang, Juara II : PT. Pembangkit Jawa Bali Kota Surabaya, Juara III PT Kutai Timbar Indonesia Kota Probolinggo

Dan Kategori Yayasan Nirlaba/Kelompok Masyarakat : Juara I Yayasan Busi Mulya Kabupaten Malang, Juara II Yayasan Sunan Rahmad Kab. Tulungagung, Juara III : Yayasan Yatim Mandiri Kab. Sidoarjo. 

 

 

Sumber : Humas Jatim

Jawa Timur Siap Jadi Pilot Project Ekonomi Syariah

SURABAYA - Jawa Timur siap untuk dijadikan pilot project penerapan ekonomi syariah. Berbagai hal yang mendukung Jawa Timur cocok untuk menjadi provinsi yang menerapkan ekonomi syariah.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat Launching dan Bedah Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia di Hotel J.W. Marriot Surabaya, Selasa (27/10).

Menurutnya, culture masyarakat Jawa Timur sangat cocok untuk penerapan ekonomi syariah. Sekitar 90 persen dari penduduk Jawa Timur adalah muslim. "Culture Jawa Timur berbeda dengan daerah lain.

 

Apabila dijadikan pilot project akan sangat tepat. Ada lebih sekitar enam ribu pondok pesantren (Ponpes) ada di Jawa Timur yang siap untuk mendukung sistem perbankan ekonomi syariah," ungkapnya.

Pakde Karwo sapaan akrabnya menuturkan sistem ekonomi syariah faktor utamanya adalah masalah kepercayaan. dengan sistem kepercayaan yang bagus dibangun melalui Ponpes serta diberikan pelayanan yang bagus, perbankan syariah akan berjalan dan berkembang sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Kepala Departemen Riset Kebanksentralan BI menuturkan Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia sudah dirancang dan dipersiapkan selama dua tahun.

 

Hal yang membuat tersusunnya buku agak lama dikarenakan penulis harus mengumpulkan semua narasumber yang menjadi pelaku dan pendiri perbankan syariah di Indonesia.

 

"Dengan keyakinan dan berbagai faktor serta kendala tidak mengurangi semangat untuk memperjuangkan sistem ekonomi yang berbasis syariah," ungkapnya

Launching Buku Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia merupakan rangkaian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2015. Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang dilaksanakan Bank Indonesia.

 

ISEF merupakan satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangand engan perekonomian sektor riil.



ISEF 2015 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan ISEF 2014 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersamaan dengan pertemuan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Surabaya Tema ISEF 2015 adalah Empowering Islamic Economic adn Finance for the Prosperity of the Nations.

 

Hal ini dilatarbelakangi peran aktif Indonesia sebagai poros pengembangan ekonomi syariah internasional yang mampu menjawab tantangan global terkait perkembangan keuangan syariah dunia serta relevansinya terhadap kesinambungan program pembangunan ekonomi inklusif.

 

Sumber : Humas Jatim

Menpan Rb Puji Reformasi Birokrasi Jatim

SURABAYA - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yudi Chrisnandi memuji reformasi birokrasi yang telah dilakukan Pemprov Jatim. 


Pernyataan tersebut disampaikan seusai mengikuti paparan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (27/10).

Menurutnya, jajaran pemerintahan daerah di Jatim telah bekerja keras dan sangat mendukung meningkatkan kinerja pemerintahan. Terutama pada pencapaian Indeks Kinerja Utama reformasi birokrasi yang dinilai cukup pesat.

Lanjutnya, Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur adalah gubernur ke dua setelah DI Yogyakarta yang mempunyai program-program Indeks Kinerja Utama yang ditetapkan bersama-sama sebelumnya.

 

Jadi penetapan tersebut disampaikan terselebih dahulu kepada pemerintahan daerah sebelum dilakukan perencanaan. Artinya mengevaluasi kinerja pemerintahan daerah terlebih dahulu setelah dicanangkan reformasi birokrasi di wilayahnya.

"Pemprov Jatim telah menetapkan 8 indikator kinerja utama dan capaian-capaiannya terlebih dahulu sebelum melakukan perencanaan dan hal tersebut sangat didukung pemerintahan daerah. Saya sangat bangga dengan perkembangan tersebut meskipun penilaian dari timnas belum akhir," katanya.

Lanjutnya, Kementerian PAN RB mengharapkan. Jatim dan jajaran pemerintahan daerahnya bisa menjadi menjadi leading sector penggerak reformasi birokrasi nasional berkelas dunia. 


Paparan Pakde Karwo tadi dapat disimpulkan untuk menggerakan mesin ekonomi dalam rangka memperbaikai taraf kehidupan rakyat.

"Paparan Pak Gubernur tadi mengaitkan antara kinerja pemerintah dengan capaian pembangunan serta kesejahteraan rakyat. Sense of bisnis yang kuat dalam rangka mencapai tujuan kesejahteraan rakyat.," ujarnya.

Dia memuji langkah Pemprov Jatim yang selangkah lebih maju dalam menerapkan reformasi birokrasi berbasis kinerja ke birokrasi dinamis, padahal pemerintah pusat yang akan memulai setelah tahun 2019. 


Jatim telah berhasil melaksanakan birokrasi dengan ide dan kreativitas untuk meningkatkan capaian hasil pembangunan.

"Lokomatif penggerak perubahan reformasi birokrasi nasional bisa dimulai dari Jatim. Sekalipun DI Jogjakarta telah melakukan reformasi terlebih dahulu namun dampaknya sangat kecil dibanding Jatim yang mempunyai 38 kabupaten dan kota. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut " tegasnya.


Di kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Dr.H. Soekarwo menyatakan program SAKIP dengan melakukan proses bukan out put. Pola partisipatoris menjadi landasan dasar pelakasanakan kinerja birokrasi.

"Sebelumnya konsep kinerja birokrasi top down namun saat ini dirubah menjadi pola partisipatoris yang akan berdampak baik pada kinerja organisasi, indeks kinerja utama meningkat, masalah gender, IPM dan lain sebagainya," kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini.

 

Presentasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) merupakan evaluasi SAKIP yang telah diselenggarakan sebelumnya.pada tanggal 30 Agustus 2015. 


"Presentasi ini selain seluruh pejabat eselon II dilingkungan pemprov Jatim juga diundang 99 Bupati/walikota dengan pertimbangan pemkab/pemnkot tersebut telah meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja" kata Sekdaprov Jatim Dr.H. Ahmad Sukardi.

Ke 9 pemerintahan tersebut yakni Kabuipaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Pasuruan, kabupaten Pamekasan, Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tulungagung dan Kota Malang.

 

 

Sumber : Humas Jatim

Pemakaman Jenazah Warga Desa Tebalo Kec Manyar Kab Gresik

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pemakaman jenazah Almh Dewi Jusniawati ( 44 tahun ...