Dana CSR Pertamina Masih Utuh Di Kas Desa Prambangan

GRESIK infojatim.com - Kepala desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik Fariantono yang difitnah menggelapkan dana CSR dari BP Migas sebagai kompensasi proyek pemasangan pipa gas yang melintasi desa Prambangan kecamatan Kebomas.

Tentang sosialisasi yang diadakan oleh Pemerintah Desa dan yang dihadiri oleh BPD, ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat membenarkan bahwa Fariantono selaku Kepala Desa menerima dana CSR dari Pertamina sebesar Rp. 25.000.000,- 
Menurut Kepala Desa setelah Rp. 25.000.000 masih ada lagi dana sewa lahan sebesar Rp. 45.000.000, tapi saat ini uang tersebut belum juga cair.

Menurut Kades Prambangan Fariantono kepada wartawan membenarkan bahwa desa sudah menerima transfer uang sebesar Rp. 25.000.000 dari CSR PERTAGAS. Tetapi uang itu sampai saat ini masih utuh di rekening kas desa. Kalau sudah kumpul semua baru akan kita salurkan untuk pembangunan fasilitas umum yang belum selesai pembangunannya. Seperti pembangunan puskesmas, lapangan olahraga dan tempat sampah dll. 

Ia menambahkan kalau ada orang yang mengatakan bahwa uang itu saya bagi dengan perangkat desa biarkan saja. Yang penting saya tidak melakukan, dan itu adalah fitnah. "Kalau mereka bisa melaporkan saya, kenapa saya tidak bisa, saya juga manusia punya batas kesabaran dan akan saya cari sumbernya dan akan melaporkan balik" katanya.


Arifin SZ Team

Kelompok Pengajian Fospiq Gresik Bagikan 500 paket Sembako

GRESIK - Urunan spontan 24 orang ibu-ibu anggota Forum Silaturahmi Pengkajian Ilmu Al Quran (Fospiq) Gresik mampu menyantuni 500 orang yang terdiri dari 260 orang Pasukan kuning, 140 orang Pemulung/tukang kebersihan kampung serta 100 orang Marbot Masjid dan Mushollah. Pemberian santunan tersebut dilaksanakan di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro Rabu (31/5).
Tentu saja santunan berupa sembako dan uang tunai oleh Fospiq Gresik ini disambut gembira oleh para penerima. Mereka sangat berterima kasih sekali atas pemberian sembako ini ditengah peningkatan kebutuhan saat bulan Ramadhan. "Senang pak, dapat beras dan uang juga dapat kue-kue untuk takjil berbuka puasa. Setidaknya sembako ini bisa untuk kebutuhan 5 hari kedepan" ujar Sundari salah seorang penerima.
Fospiq Gresik yang diketuai oleh dr. Muzamillah saat itu mengundang Wakil Bupati Gresik, Dr. Muhammad Qosim dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup Gresik yang dikomandani Ir. Sumarno untuk membantu pembagian sembako ini kepada para penerima. Dalam kesempatan memberikan sambutan Wabup Qosim menyatakan rasa terima kasih kepada Fospiq Gresik yang telah ikut membantu memberikan santunan kepada masyarakat Gresik yang kurang beruntung.
Qosim berharap agar tahun depan semakin banyak orang yang dibantu. "Semoga Bu dr Muzamillah dan kawan-kawan semakin banyak rejekinya. Kalau saat ini hanya lima ratus orang, Insyaallah tahun depan rejekinya semakin melimpah sehingga bisa membantu lebih banyak orang lagi misalnya bisa memberikan santunan kepada seribu orang" ujar Qosim yang disambut undangan dengan kata Amin.
Terkait santunan yang diberikan kepada 500 orang tahun ini,  dr. Muzamillah kepada Kepala Bagian Humas Suyono mengatakan, bahwa pihaknya sangat berterima kasih karena pada tahun ini pihaknya difasilotasi oleh Pemerintah. "Kalau tahun-tahun sebelumnya saya mendatangi satu persatu. Saat ini serasa lebih mudah karena para penerima santunan bisa di hadirkan dalam satu acara", katanya.
Terkait harapan Wabup Qosim agar bisa lebih banyak lagi orang yang disantuni. Muzamillah menyatakan Insyaallah. "Ini semua tergantung dari teman teman anggota Fospiq. Tentu kami akan lebih mempersiapkan lebih jauh. Untuk santunan saat ini adalah hasil urunan spontan. Mungkin kalau dipersiapkan jauh hari serta diberi limpahan rejeki lebih Insyaallah tahun depan bisa lebih banyak orang yang bisa disantuni." ujarnya.


Arifin SZ Team

Tekan Harga Sembako Dengan Operasi Pasar Murah

GRESIK - Seiring kenaikan beberapa kebutuhan pokok yang ada di pasaran saat bulan Ramadhan. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan menggandeng Asosiasi Pedagang Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) Jatim mengadakan Operasi Pasar di beberapa titik di wilayah Gresik. Beberapa wilayah yang mendapat droping sembako murah ini yaitu sekitar alun-alun kota Gresik, sekitar wilayah Bunder Gresik, wilayah Kecamatan Manyar dan wilayah Kecamatan Balongpanggang.
Saat operasi pasar dilaksanakan pada Rabu (31/5) di wilayah Bunder Gresik, tampak beberapa truk ¾ yang membawa paket sembako ini dengan berbagai macam kemasan. Untuk kemasan beras dalam satu paket berisi 5 kg di jual dengan harga Rp. 40 ribu atau hanya sebesar Rp. 8 ribu rupiah. Dibandingkan harga beras premium dengan kualitas yang sama diluaran harganya mencapai Rp. 10 ribu rupiah.
Harga gula pada operasi pasar tersebut dijual dengan harga Rp. 11.500,-/kg, sedangkan harga diluar mencapai Rp. 12.500,- perkilogram. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Agus Budiono kepada kepala bagian Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan, operasi pasar ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan harga sembako dipasaran.
"Semakin banyak operasi pasar yang kita lakukan, maka kesempatan ambil untung besar sesaat oleh pedagang nakal semakin sempit. Dipasaran saat ini hampir tidak ada gejolak harga yang berlebihan. Kalaupun ada kenaikan sedikit itu menurut saya wajar. Karena permintaan komoditi tertentu juga tinggi. Tapi masih dalam Batasan yang wajar" ujar Agus Budiono.
Sementara ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), M. Hamzah Takim yang tadinya tampak sibuk memeriksa sembako sebelum dijual kepada konsumen itu mengatakan. Pihaknya memeriksa kelayakan sembako tersebut. "Saya juga memantau di lapangan saat berlangsungnya operasi pasar murah tersebut agar tepat harga, tepat mutu dan tepat sasaran sesuai yang direncanakan" ujarnya.
Beberapa komoditi yang dijual selain beras dan gula adalah bawang putih. Ada 2 jenis bawang putih yang dijual masing-masing bawang putih asal cina yang dijual Rp. 28 ribu/kg dan bawang putih asal India yang dijual lebih murah yaitu Rp. 20 ribu/kg.


Arifin SZ Team

Forkopimda Gresik Musnahkan Ribuan Botol Miras Dan Menolak Paham Khilafah


GRESIK infojatim.com - Setelah melaksanakan apel kesetiaan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik pada Jum'at (26/5). Bupati Dr. Sambari Halim Radianto menyatakan perang terhadap Miras. Pernyataan perang ini setelah secara simbolis Bupati bersama Forkopimda Gresik memusnahkan ribuan botol miras berbagai jenis dengan cara memecah botol kemudian dimasukkan kedalam drum.

Sejak dulu Pemkab Gresik sudah menyatakan perang terhadap miras. Hal ini telah ditegaskan dengan peraturan daerah Kabupaten Gresik nomor 19 tahun 2004 tentang larangan peredaran minuman keras di Gresik. "Kami setiap bulan selalu ada pemusnahan miras. Untuk kali ini saja menjelang puasa hal ini bisa kita laksanakan" ujar Sambari.
Pada apel kesetiaan yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati Gresik diikuti oleh perwakilan anggota Pramuka, Perwakilan FKPPI Gresik, Satpol PP Pemkab Gresik, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik. Dalam apel kesetiaan tersebut ada 4 butir pernyataan sikap  yang dibacakan oleh 3 orang perwakilan,yang intinya melaksanakan Pancasila dalam kebhinekaan, setia pada Pancasila dan UUD 45, menjunjung hokum dan HAM, menjaga kamtibmas.
Dalam sambutannya Bupati Sambari mengajak peserta apel agar selalu setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI dalam rangka menolak paham khilafah, radikal dan intoleransi. "Apel ini merupakan salah satu wujud dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif diwilayah Kabupaten Gresik" tandasnya.

Bupati juga merinci bibit bibit perpecahan yaitu isu radikalisme, sektarianisme dan kepentingan politik jangka pendek. "Masyarakat yang masih belajar hidup berdemokrasi dengan mudah digiring masuk  dalam sekat-sekat agama,  etnis, dan  aliran politik yang berbeda-beda. Mari kita untuk bersatu untuk bersama-sama hidup dalam keharmonisan dan membangun solidaritas sosial yang kokoh" ajaknya.

Menindaklanjuti perintah presiden RI untuk menindak tegas bagi siapa saja yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa nkri. Bupati bersama Forkopimda Gresik menyatakan sikap, Tidak ragu untuk menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu Persatuan dan persaudaraan, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika serta yang tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945.

"Kami akan melakukan tindakan hukum dengan tegas kepada orang atau kelompok- kelompok yang berusaha dengan segala cara memecah belah bangsa Indonesia" tegasnya. 



Arifin SZ/ team

Menuju Gresik Sebagai Kota Layak Anak


GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meminta catatan hasil verifikasi dari tim independent yang telah melakukan penilaian kesejumlah tempat atas kepsertaan Gresik sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nasional.
"Kami siap dan segera melakukan perbaikan atas catatan tim jura yang disampaikan kepada Kami. Bagi kami, juara itu buka tujuan namun yang penting bagi kami dapat memperbaiki segala sesuatu yang kurang. Perbaikan menuju Gresik sebagai Kabupaten layak anak ini penting karena menyangkut kebutuhan langsung masyarakat dan lingkungan." tegasnya didepan rombongan tim independen yang melakukan penilaian KLA saat beruadiensi di Ruang Graita Eka Praja, Jum'at (26/5).
Sambari menyampaikan beberapa hal bahwa di Gresik taka da desa yang tidak punya bidan. Bahkan beberapa desa ada bidan yang lebih dari satu. Di Gresik ada 1471 Posyandu, 241 Ponkesdes, 20 Puskesmas Rawat Inap, 12 Puskesmas Rawat Jalan, 74 Puskesmas pembantu. "Dana Kesehatan yang awal masa pemerintahan saya tahun 2010 hanya Rp. 5 M, tahun 2018 nanti sudah menjadi Rp. 135 M" katanya.
Bupati juga merinci beberapa hal terkait dukungan Pemerintah terhadap kebijakan Kota Layak Anak. "Kami mengupayakan enam bis mini gratis untuk angkutan anak-anak. Program Pemberian makanan tambahan anak sekolah. Kami mewajibkan pada sekolah yang ada di jalan raya untuk melaksanakan pemagaran sekolah. Menyediakan pintu lain untuk anak-anak agar lebih aman dari lalu lintas jalan raya. Serta ada dukungan dari Dinas Perhubungan dan Polres Gresik untuk membantu penyeberangan anak" tambah Sambari.
Dua orang anggota tim Penilai yaitu Budi Triwinata dan Taufik Ubaidah bergantian memberikan paparan tentang penilaian Gresik sebagai Kota layak anak. Beberapa catatan atas verifikasi Tim penilai yaitu, Gresik sangat bagus dalam layanan Akte Kelahiran, layanan Kesehatan serta layanan informasi anak. "Khusus layanan Akte Kelahiran yang ada di Gresik ini bisa di tiru oleh Kabupaten dan kota lain di Indonesia" tambah Taufik Ubaidah.
Beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu cakupan ASI eksklusif dan inisiasi menyusui sejak dini. Terkait hal itu anggota tim mencatat beberapa alasan yang ditemukan dilapangan. "Saya melihat di Gresik banyak ibu-ibu yang bekerja di berbagai perusahaan. Mungkin disini Pemerintah Kabupaten perlu masuk untuk memberikan penyuluhan sekaligus mengawasi agar di perusahaan ada ruang laktasi" kata Taufik.
Taufik juga menjelaskan bahwa semua kota di Indonesia sampai saat ini masih belum ada yang betul-betul dikatakan sebagai kota layak anak (KLA). "Ada lima tingkatan penilaian yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. Saat ini masih hanya sebatas Nindya yang diraih oleh 2 kota di Jawa dan satu kota lagi ada di Bali" papar Taufik.


Arifin SZ Team

BUPATI SERAHKAN SK CPNS BIDAN PTT 2016 DAN PENYULUH PERTANIAN


GRESIK - Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto menyerahkan secara langsung SK pengangkatan CPNS Formasi Tenaga Bidan PTT tahun 2016 dan penyuluh pertanian. Penyerahan tersebut dilangsungkan di Ruang Mandala Bhakti Praja kantor Bupati Gresik, Jumat (26/05/2017).

Khusus formasi Bidan PTT, terhitung ada 61 nama yang dinyatakan lulus seleksi. Sedangkan pada formasi penyuluh pertanian terdapat 14 nama yang telah lulus seleksi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik Drs. Nadlif dalam laporannya.

"Pada pagi ini, sebanyak 75 nama yangtelah menerima SK pengangkatan CPNS. Prosesi ini tentunya dapat berjalan lancar berkat dorongan dan bimbingan dari Bapak Bupati Gresik," ujar Drs. Nadlif.

Disisi lain, Bupati Sambari dalam sambutannya menghimbau agar senantiasa mensyukuri dan dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab secara professional, baik dalam mengbdikan diri kepada negara maupun dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi suksesnya pembangunan di kabupaten Gresik.

"Penyerahan SK ini adalah bentuk apresiasi negara bagi saudara sekalian. Jadi melalui momentum ini kita harus m,emacu dan memotivasi diri agar menjadi ASN yang memiliki komitmen kuat bagi kemajuan bangsa,
 jelasnya.


Dikatakan Kabag Humas pemkab Gresik Suyono bahwa dalam perekrutan pengangkatan CPNS, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Gresik sama sekali tidak memungut biaya apapun. Baik untuk proses pemberkasan maupun pengurusan di BKN. 


Arifin SZ Team

Penyerahan Bantuan Bea Siswa Untuk Anak Yatim Piatu Oleh KODIM 0817

Gresik Infojatim.com - Hari kamis tgl  25 Mey 17  pkl 15.30 Wib bertempat di Aulah Brigjen Rahmatullah Kodim
0817 / Gresik telah di laksanakan penyerahan bantuan bea siswa untuk anak yatim dan Pawai jelang Ramadhan yg di ikuti 100 org  daru  para anak  piatu , Babinsa kodim 0817 / Gresik serta pengurus Yayasan dana sosial Al falah kabupaten Gresik. 

A.   Adapun sarana pawai dengan mengunakan : 

1.   30 unit spd motor Babinsa . 
2.    2 unit ran truk dinas kodim .
3.   1 unit mobil Patroli kodim
4.    2 unit minibus dr yayasan Al Falah Gresik .

B.  Dengan rangkaian acara sbb : 

1.  Pkl 15.30 Wib pembukaan oleh panitia dilanjutkan 
-    Pembacaa ayat suci Al Quran .
-    Sambutan Bpk Atif Munandar / Kpl lnt cabang YDSF Gresik.
-    Sambutan Komandan kodim 0817 / Gresik Letkok KAV Widodo Pujianto .
-    Penyerahan bea siswa oleh Dandim Gresik .
-    Doa penutup dilanjutkan pawai jelang Ramadhan .

2.  Pkl 16.00 Wib pemberangkatan pawai star Makodim  dilepas oleh Dandim 0817 / Gresik  .

3.  Pkl 16.15 Wib peserta tiba di alun alun  dan jalan laki  sambil main musik hadra sambil bagi bunga kpd para pejalan kaki yg lewat .

4.  Pkl 16.30 Wib peserta pawai melanjutkan perjalanan keliling kota sambil menyeruhkan akan datangnta Bulan Ramadhan .

5.   Pkl 17.10 Wib peserta pawai kembali ke Makodim 0817 / Gresik .

Selama kegiatan berjalan tertib dan aman .

Demikian  ump.


Arifin SZ Team

PUASA, JAM KERJA ASN DIKURANGI 1 JAM


GRESIK - Saat bulan Ramadhan, jam kerja Pegawai ASN Pemkab Gresik dikurangi 1 jam. Pengurangan ini berlaku efektif sejak awal sampai akhir bulan Ramadhan 1438 H. Ketetapan ini tertuang dalam surat yang ditandatangani Sekda Gresik, Djoko Sulistio Hadi  no. 800/1248/437.73/2017 tertanggal 22 Mei 2017, Perihal Jam kerja Pada Bulan Ramadhan 1438 H/ 2017.
Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono, Surat sekda ini menindaklanjuti Surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tertanggal 16 Mei 2017 nomer 20 tahun 2017 Tentang Penetapan Jam kerja  ASN, TNI, dan Polri pada Bulan Ramadhan 1438 H/ 2017.
Masih menurut Suyono, katanya "Pengurangan jam kerja berlaku untuk ASN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memberlakukan lima hari kerja maupun karyawan BUMD yang memberlakukan 6 hari kerja dalam seminggu" ujarnya di ruang kerjanya Rabu, (24/5). Pengurangan 1 jam ini diambil dengan memberlakukan jam masuk kerja yang mulanya jam 07.00. Saat bulan Ramadhan jam masuk kerja menjadi jam 08.00.
Untuk Pegawai ASN Pemkab Gresik dengan 5 hari kerja dalam seminggu, jam masuk kerja hari Senin sampai Kamis mulai jam 08.00 sampai jam 15.00 dengan istirahat Sholat duhur selama 30 menit pada jam 12.00-12.30. Sedangkan pada hari Jumat masuk jam 08.00 pulang jam 15.30 dengan istirahat 1 jam, mulai 11.30-12.30.
Untuk karyawan yang memberlakukan 6 hari kerja dalam seminggu, jam masuk kerja Senin sampai Kamis dan Sabtu  mulai masuk kerja jam 08.00 sampai jam 14.00 dengan istirahat selama 30 menit pada 12.00 sampai 12.30. Sedangkan pada hari Jumat masuk jam 08.00 sampai jam 14.30 dengan jam istirahat selama 1 jam mulai jam 11.30 sampai 12.30.
Dengan pemberlakuan jam kerja selama Bulan Ramadhan ini, maka jumlah jam kerja Instansi yang memberlakukan 5 hari kerja maupun 6 hari kerja tetap sama yaitu 32,5 jam perminggu. Melalui Kabag Humas, Sekda Gresik berharap agar dengan pengurangan jam kerja ini maka tidak mengurangi kualitas pekerjaan ASN. "Pelayanan Kepada Masyarakat tetap diutamakan daripada yang lain" ujar Suyono.


Arifin SZ Team

Bimtek Untuk Memilih Pemenang Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa


GRESIK - Meski Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini masih baru, namun keberadaan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Gresik telah melaksanakan aktifitas pekerjaan yang menurut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto cukup bagus.
"Sebagai OPD baru, mestinya pelaksanaan bimbingan teknis ini sudah terlambat. Namun demikian, ternyata selama ini kinerjanya tak pernah ada complain, baik dari peserta lelang atau masalah hukum". Ujar Bupati saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) pejabat pengadaan barang dan jasa Pemkab Gresik di Ruang Graita Eka Praja Rabu (24/5).
     
Bupati berharap kepada para Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa agar sebelum mengumumkan pemenang lelang, harus meneliti baik-baik para pemenang lelang dari sisi kualitas.
"Sebelum lelang diumumkan. Pejabat lelang harus berkoordinasi dengan OPD, apakah yang dilelang sudah benar ? Anggarannya berapa ? dan yang penting harus sesuai standard dan bermanfaat. Jangan sampai setelah dilelang dan belum dikerjakan masih ada addendum. Hal tersebut tidak dibenarkan." ujar Sambari serius.
"Anda juga harus bisa bertindak sebagai intelejen untuk memverifikasi pemenang lelang sebelum diumumkan. Apakah pemenang tersebut layak dari sisi kualitas dan finansial ? Apakah dia juga tidak cacat atau pernah di black list ?" tegas Bupati.
Menurut Sambari, penelitian secara menyeluruh kepada calon pemenang lelang ini penting. "Jangan sampai setelah diumumkan. Pemenang lelang ternyata adalah perusahaan yang tidak qualified. Tidak punya modal cukup. Ketika saya sidak, ada proyek pemasangan box culvert terhenti karena kurang dua. Masak Pemborong beli 2 box culvert saja tidak mampu" papar Sambari kepada para peserta bintek.
Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi mengingatkan, agar dalam pelalangan harus jeli dan teliti. "Terutama pengukuran kualifikasi kepada pemenang lelang. Baik dari sisi permodalan, sumber daya manusia, alamat perusahaan, serta track record perusahaan tersebut. Anda sebagai Pejabat Pelalangan ini selalu dilihat dan diterawang" ujar Sekda mengingatkan.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Gresik, Oedi Margiantonius menjelaskan, acara Bimtek yang mengikutkan semua pejabat pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Gresik kali ini menghadirkan Pejabat dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Tjipto Prasetyo Nugroho. "Kami berharap bimtek ini bisa memberikan wawasan kepada Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Gresik" ujarnya.


Arifin SZ Team

Penanaman Program Konservasi Mangrove Tahap-4 PT.Smelting Bekerja Sama Dengan Bangun Rakyat Indonesia Tahun 2017


GRESIK - Selasa (23/05/2017) pukul 07.00 WIB warga desa Ujungpangkah kulon berkumpul didepan kantor kelompok masyarakat pengawas ( POKMASWAS ).Tidak seperti biasanya karena mereka sedang menunggu acara penanaman mangrove yang diadakan PT. Smelting bekerjasama dengan PT. Bangun Rakyat Indonesia(BARIN ) dan POKMASWAS.

Pukul 09.00 WIB para rombongan dari PT.Smelting datang, juga para undangan dari POLSEK ujung pangkah,koramil,perangkat desa,BLH,DKP,kementrian lingkungan hidup dan kehutanan juga tokoh masyarakat setempat memenuhi ruangan kantor POKMASWAS untuk segera memulai acara pembukaan Program Konservasi Mangrove Tahap4.Untuk mempersingkat waktu,susunan acara dilakukan dengan sederhana dan singkat.
Acara dibuka dengan bacaan basmalah dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan PT.Smelting oleh Mr.Hirokawa,dari perwakilan  Badan lingkungan Hidup,dari perwakilan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan.Acara ditutup dengan Doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan acara penanaman 10.000 pohon mangrove di sungai lewean ujung pangkah kulon.

Delapan perahu tradisional telah beriringan menuju lokasi penanaman mangrove.Tiga  perahu diisi pohon mangrove,alat tanam dan logistic sedangkan lima perahu diisi para undangan dan anggota POKMASWAS juga warga yang terlibat langsung kegiatan penanaman pohon mangrove.Perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam dilokasi penanaman sungai lewean.

Tiba dilokasi pukul 11.00 WIB dilakukan penanaman oleh kelompok POKMASWAS dan warga sekitar  yang beranggotakan 45 personel turun kepantai yang dipimpin langsung oleh bapak Mr.Hirokawa dari PT.Smelting.Tidak ketinggalan juga dari koramil setempat dan perwakilan dari BARIN ikut terjun langsung melakukan penanaman.Sedangkan para undangan mengawasi kegiatan penanaman dari posko pemantauan 2.

"Kegiatan ini sudah kami lakukan mulai dari 4 tahun yang lalu dan bertujuan untuk mencegah abrasi juga menambah ekosistem yang mulai punah,dan menciptakan lapangan kerja baru dengan harapan kedepan bisa menjadi daerah ekowisata yang terbesar di daerah Gresik," ujar Hidayat pimpinan BARIN.  

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik melalui Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan, Any Mardiyani,saat ditemui usai mengikuti acara tersebut,berharap agar kegiatan yang dilakukan oleh PT.Smelting ini akan terus berkelanjutan sebagai langkah untuk konservasi ekosistem laut. "Kita harapkan kegiatan konservasi ini terus berkelanjutan,agar ekosistem laut tetap seimbang,terjaga dari kerusakan" ujarnya. Selain itu,Ani Mardiyani juga membenarkan,jika wilayah konservasi mangrove tersebut akan direncanakan menjadi ekowisata oleh lintas Dinas,yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan serta Dinas Lingkungan Hidup "nanti wilayah itu direncanakan akan dijadikan lokasi ekowisata dan nanti kewenangannya lintas dinas yang terkait," tambahnya.

Penanaman 10.000 pohon mangrove hanya butuh  waktu 4 jam karena anggota sudah terlatih dan berpengalaman dibidangnya .Pukul 13.00 WIB  acara penanaman selesai dilakukan dan rombongan bersama 8 perahu beriringan pulang dengan harapan bisa membawa manfaat bagi warga sekitar lokasi juga masyarakat gresik pada umumnya.


Arifin SZ Team

Anak TK Tewas Tercebur Sumur Tua

GRESIK - Musibah enam santri Mambaus Sholihin Desa Suci Kecamatan Manyar yang tercebur danau belum lupa dari ingatan. Kali ini musibah juga menimpa seorang anak Taman Kanak-kanak (TK) juga tewas tercebur sumur.

Kejadian tersebut menimpa Muhamad Dio Afalla Saputra (5), warga Perumahan Green Menganti, Dusun Bandut, Desa Dirancang Kecamatan Menganti. Dia anak bungsu dari dua bersaudara ini sedang ikut dengan Ibundanya untuk mengambil rapor dan tabungan di tempat kakaknya sekolah.

Karena halaman sekolah tidak mampu menampung parkir kendaraan, sehingga parkir ditempatkan di halaman rumah warga yang hanya berjarak 25 meter dari sekolah.

Ketika sudah pulang dari mengambil rapor dan tabungan, Suwarti Ningsih (45) Ibu Dio menuju tempat parkir motor di depan rumah Umar (54), warga Dusun Hulaan, Desa Hulaan Kecamatan Menganti.

Awalnya Dio sudah naik motor, karena sulit belok. Dio turun dari motor dan pamit untuk mengambil daun. Tidak berfikir panjang, Dio langsung lari untuk mengambil daun. Ternyata, ketika mau mengambil daun itu ada sumur tua yang hanya ditutup terpal dan balok-balok kayu.

"Bu, mau ambil daun," kata Suwarti Ningsih (45) Ibu Dio dengan tegar di rumah duka, Minggu (21/5/2017).

Akibatnya, Dio terperosok kedalam sumur yang dalamnya hampir 15 meter. Ibunda Dio yang melihat anaknya terperosok langsung memarkir motor dan meminta tolong wali murid lainnya.

Setelah itu, Ibunda Dio hanya bisa menangis melihat putra bungsu dari dua bersaudara itu terperosok ke dalam sumur. "Selama ini tidak ada firasat apa-apa. Awalnya sudah saya larang untuk ikut ke sekolah, tapi anaknya maksa. Terpaksa saya ajak," imbuhnya dengan tabah.

Sementara wali murid yang lain dan warga langsung mengerumuni sumur tua itu. Sedangkan Umar pemilik sumur yang sedang tertidur di dalam rumah mendengar teriakan minta tolong langsung keluar dalam rumah.

"Saya langsung lari dan loncat ke dalam sumur menggunakan tali tampar untuk berusaha menolong. Tapi, karena sumur masih banyak air, sehingga tidak mampu menyelam dan menolong anak itu," kata Umar.

Upaya penyelaman secara bergantian dengan warga sekitar terus dilakukan. Namun tiga orang yang menceburkan diri ke dalam sumur juga tidak mampu menyelam. Akhirnya, petugas pemadam kebakaran Gresik, petugas Pemadam kebakaran kota Surabaya, Polair Polres Gresik dan Polsek Menganti datang ke lokasi untuk menolong korban.

"Petugas bisa menolong karena masuk menggunakan tabung oksigen sehingga bisa menemukan jasat anak itu yang sudah tenggelam di dasar sumur," katanya.

Setelah jasat Dio berhasil dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Green Menganti, Dusun Bandut, Desa Dirancang Kecamatan Menganti untuk dimakamkan di pemakaman umum.

Akibat musibah itu, Umar pemilik sumur akan menutup sumur dengan betoncor. "Setelah ada musibah ini, nanti sumur akan ditambah bis dan ditutup dengan beton cor," imbuhnya.

Menurut Umar, sumur itu peninggalan almarhum orang tua. Sampai saat ini diperkirakan usia sumur berdiameter 90 sentimeter itu sudah 80 tahun. Selama ini memang sumur itu dibiarkan tertutup menggunakan terpal dan balok-balok kayu. "Mungkin, anak itu sedang menginjak disela-sela balok-balok kayu. Sehingga langsung masuk ke dalam sumur," katanya.

Memang sumur-sumur di Dusun Hulaan, Desa Hulaan Kecamatan Menganti, kebiasaannya hanya ditutup balok-balok kayu dan terpal seadanya. Kemudian sumur -sumur itu disedot menggunakan pompa air. Warga memanfaatkan air sumur karena fasilitas air PDAM belum mencapai dusun tersebut.

Terpisah, Kapolsek Menganti AKP Wafieq mengatakan bahwa atas musibah itu pihak pemilik sumur belum dimintai keterangan secara langsung di Kantor Polsek. Sebab pihak pemilik sumur masih shock melihat musibah itu. Pihak Polsek sudah meminta agar semua sumur-sumur warga ditutup dengan beton cor agar tidak terjadi musibah yang sama.

"Untuk pendataan sementara keluarga korban dan pemilik sumur sudah dimintai keterangan sementara. Besok dilanjutkan. Kita sudah menghimbau masyarakat yang mempunyai sumur segera menutup dengan beton cor, agar tidak terjadi musibah seperti itu lagi," pungkas Wafieq.



Arifin SZ Team

Lima Kendaraan Dinas Pemkab Gresik Tidak Lolos Uji Emisi


GRESIK - Setelah Bupati Gresik memeriksa fisik kendaraan Dinas pada 2 minggu lalu. Kali ini Pemkab Gresik melakukan Uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (23/5/2017).


Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyertakan Kendaraan Dinasnya untuk ikut diperiksa. Setelah diperiksa gas buangnya yaitu karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) maka kendaraan dinas Bupati dengan berplat nomer W 1 B dinyatakan baik dan mendapat tempelan sticker lulus uji emisi di kaca bagian belakang dari petugas uji emisi dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Gresik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sumarno yang didampingi Kabag Humas Suyono mengatakan, kegiatan uji emisi ini merupakan bagian dari program pengendalian Pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. "Ini untuk mendukung program langit biru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republ;ik Indonesia" katanya.

Ada 125 Kendaraan Dinas Pemkab Gresik yang telah diperiksa. Setelah melakukan pemeriksaan pada emisi gas buangnya, ternyata 5 kendaraan dinas dinyatakan tidak lolos uji emisi. Masing-masing 2 kendaraan dinas berbahan bakar bensin dan 3 kendaraan dinas berbahan bakar solar. "Kami merekomendasikan untuk perbaikan, agar kendaraan tersebut tidak mencemari udara" katanya.

Parameter yang dipakai sebagai Batasan pemeriksaan yaitu, untuk kendaraan berbahan bakar bensin pembuatan 2007 keatas gas buang Carbondioksida (CO) angka maksimal 1,5 dan gas Hidrocarbon (HC) angka maksimal 200. Kendaraan pembuatan dibawah tahun 2007 angka maksimal CO 4,5 dan HC 1200.

Untuk kendaraan berbahan bakar solar tahun 2010, BLH membatasi gas buang opasita. Untuk kendaraan pembuatan tahun 2010 nilai opasitas maksimum 50, sedangkan kendaraan dengan pembuatan  dibawah tahun 2010 nilai opasitas maksimum tak boleh lebih dari nilai 70.
Sumarno mengakui, meski dari jumlah kuantitas yang diperika tidak terlalu berpengaruh dibanding jumlah kendaraan yang ada, namun Sumarno berpendapat bahwa hal ini untuk memotivasi masyarakat agar selalu rutin melakukan pemeriksaan kendaraannya secara rutin dan berkala.

Kedepan pihaknya akan melaksanakan uji emisi ini tidak hanya setahun sekali. Namun bisa lebih intens. "Kalau bisa setahun dua kali atau lebih serta bisa menguji lebih banyak kendaraan. Sehingga gemanya bisa lebih bergaung dimasyarakat serta uji emisi kendaraan bermotor ini bisa menjadi kebutuhan yang harus dilaksanakan bagi pemilik kendaraan" katanya lagi.  


Arifin SZ Team

Bau Tak Sedap Tercium Diruangan Toilet Pemkab

GRESIK - Hampir dua bulan sudah tempat kamar mandi Pemkab bagian pria saluranya tersumbat, hal ini membuat ruangan toilet menimbulkan bau tak sedap akibat tidak mengalir. Hal itu menjadi keluhan sejumlah pegawai yang hendak membuang air kencing ditempat tersebut. Selasa (23/05/2017)

Mendengar keluhan tersebut, Tim Infojatim.com menguji kebenaran dilapangan dengan menulusuri keruangan toilet langsung. Setelah dilokasi tak salah ternyata ruangan toilet Pemkab Gresik bagian pria sebelah timur langsung menawarkan hidung menghirup udara tak segar. 

Selain itu juga banyak genangan air kencing yang tak terbuang kesaluran hingga tumpah dan percikan nya mengenai celana dan sepatu pegawai yang mamakai fasilitas tersebut. Hal ini bisa menyebabkan najis pada pakaian yang bersih.

Lebih lanjut, toilet bagian prian sebelah barat, tampak perawatan yang belum terselesaikan. Selain itu dilokasi tampak tidak ada pekerja yang memperbaikinya. Hingga berita ini diturunkan belum mendapat keterangan yang cukup jelas dari bagian terkait. 


Arifin SZ / team

Bupati Gresik dan Kajari Tandatangani Kesepakatan


GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto serta kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik I Made Suarjana  menandatangani kesepakatan bersama Penanganan Perkara Bidang Perdata dan tata Usaha Negara dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Selain Bupati dan Kajari Gresik, Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa (23/5) juga disaksikan oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gresik dan beberapa staf Kantor Kejaksaan.
Sebelum berlangsungnya penandatanganan, Bupati Sambari membacakan secara lengkap naskah kesepakatan secara lengkap. "Pihak kedua yaitu Kajari Gresik memberikan penerangan, penyuluhan dan pendampingan hukum kepada Pemerintah Kabupaten Gresik"ujar Bupati saat membacakan salah satu ayat isi kesepakatan tersebut.
Penerangan, penyuluhan dan pendampingan hukum yang dimaksud Bupati terkait materi perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, perjanjian, pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara.
Usai membacakan, Bupati Sambari menekankan agar seluruh Kepala OPD yang telah mendengar pembacaan kesepakatan itu untuk memperhatikan dan menindaklanjuti dengan bekerja sesuai aturan hukum dan perundangan yang berlaku. "Jangan sampai, bertemu dengan pihak kejaksaan karena pemanggilan atas kasus hukum." Jelas Bupati.
Pada kesempatan itu, Kajari Gresik berharap agar pihak Pemkab Gresik dapat bekerjasama untuk menyelesaikan segala persoalan di wilayah kerja masing-masing. "Gunakan wadah koordinasi ini tak hanya pada konteks formil. Kalaupun ada yang perlu didiskusikan, marilah kita diskusikan. Marilah kita laksanakan kegiatan pembangunan yang terkait anggaran kita laksanakan sesuai kaidah hukum" ujarnya.


Arifin SZ Team

BUPATI GRESIK SEBAR EDARAN HORMATI BULAN RAMADHAN


GRESIK - Menjelang datangnya bulan Ramadhan tahun 1438 H, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyebarkan edaran himbauan peringatan untuk menghormati ummat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Edaran tertanggal 9 Mei 2017 yang bernomer 451/043/437.13/2017 perihal Edaran Bulan suci Ramadhan 1438 H/2017 M.
Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono, edaran yang yang dikirimkan kepada semua SKPD, Camat, BUMN dan BUMD serta perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten  sudah dikirimkan sejak kemarin. "Diharapkan sebelum melaksanakan puasa, edaran tersebut sudah diterima oleh semua pemangku kepentingan masing-masing" kata Suyono di kantornya Selasa (23/5).
Seterimanya surat edaran Bupati tersebut, kami berharap para pemangku kepentingan bisa menyampaikan kepada semua khalayak yang ada dibawahnya, baik itu SKPD, Camat, BUMN dan BUMD maupun seluruh Perusahaan. "Kami berharap pada puasa Ramadhan kali ini Gresik bisa lebih kondusif dengan mentaati semua aturan yang telah dijelaskan dalam edaran tersebut. Intinya tidak ada lagi warung yang buka dengan tidak menghormati orang yang berpuasa. Tidak ada lagi pramuniaga maupun karyawati perusahaan yang tidak mengenakan busana muslim" jelas Suyono.
Dalam surat edaran tersebut, Bupati menyampaikan dan mengingatkan tentang beberapa hal yang sudah diatur baik melalui undang-undang maupun peraturan daerah (Perda). Ada undang-undang no. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Perda nomer 15 tahun 2002 tentang larangan peredaran minuman keras. Serta Perda nomer 07 tahun 2002 tentang pelarangan pelacuran dan perbuatan cabul.
Intinya, seluruh masyarakat Gresik untuk selalu menciptakan suasana dan menjaga kesucian bulan Ramadhan serta menghormati ummas Islam yang tengah menjalankan puasa. "Mengupapayakan menutup warung saat siang hari. Bagi yang tidak berpuasa agar tidak makan dan minum serta merokok disembarang tempat serta mencolok terlihat bagi orang yang berpuasa" papar Suyono.
Dalam edaran tersebut juga ada himbauan untuk memasang spanduk berisi himbauan untuk menghormati bulan puasa. Menjaga dan menggairahkan amalan pada bulan Ramadhan. "Namun yang lebih penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan, setelah jam 24.00 dalam melaksanakan amalan Ramadhan tidak menggunakan pengeras suara, atau mengecilkan volume suara sehingga tidak mengganggu warga sekitarnya" pungkas Suyono.


Arifin SZ Team   

DENGAN JUMLAH PENDUDUK 1 JUTA LEBIH, KETERSEDIAAN PANGAN DI GRESIK DINILAI MASIH AMAN


GRESIK - Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar seminar bertajub Penguatan dan Pencerahan e-KTP serta Kontribusi Pupuk Bagi Masyarakat dengan menghadirkan narasumber dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh.

Seminar ilmiah terkait kependudukan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto, Senin (22/05/2017) bertempat di Hall Sang Pencerah Gedung Utama Universitas Muhammadiyah Gresik.

Kabag Humas dan Protokol pemkab Gresik Suyono menuturkan bahwa dalam seminar tersebut selain dihadiri oleh sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Gresik, juga dihadiri para Kepala Desa yang terlibat langsung dalam urusan kependudukan di wilayahnya masing-masing, para civitas Akademik, pimpinan perusahaan serta mahasiswa UMG.
"Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti seminar kali ini," tutur Suyono.

Sementara itu, Bupati Sambari dalam sambutannya menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unmuh Gresik tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Sambari membeberkan kondisi kependudukan di Kabupaten Gresik. Menurutnya, jumlah penduduk Gresik yang saat ini tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencapai 1.319.000 jiwa. Dan dari jumlah itu, 800 ribu atau sekitar 75,7% diantaranya sudah mempunyai e-KTP.

"Pemerintah kabupaten Gresik melalui Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) saat ini sedang melakukan pendataan terkait penduduk, terutama yang belum memiliki e-KTP. Baik yang ada di Gresik maupun yang tersebar di berbagai wilayah. Sehingga kami mempunyai keinginan dengan waktu yang tidak terlalu lama, data penduduk Gresik dapat terekam dalam database kependudukan," kata Bupati.

Menurutnya, terkait dengan jumlah penduduk yang mencapai 1 juta jiwa lebih itu, ketersediaan pangan di Gresik masih lebih dari cukup dan terpenuhi hingga saat ini. "Dari satgas pangan yang dibentuk oleh jajaran pemerintah bersama jajaran forkopimda, ketersediaan pangan terutama sembako di Gresik masih terjamin dan stabil. Sehingga harapan untuk swasembada pangan dapat terlaksana seperti apa yang diharapkan," imbuhnya.

Seiring dengan hal tersebut, Bupati Sambari tidak menginginkan adanya kelangkaan pupuk di Gresik. "Dengan kondisi wilayah di kabupaten Gresik saat ini, para petani mampu memanen 242 ribu ton beras tiap tahunnya dengan konsumsi beras mencapai 97 kilogram perjiwa pertahun. Dari hal terebut agar semua berjalan lancer, kami tidak ingin terjadi kelangkaan pupuk di kabupaten Gresik," pinta Bupati Sambari.

Sementara itu, Rektor Unmuh Prof. Dr. Setyo Budi menjelaskan tujuan diadakan seminar ini yaitu untuk meningkatkan pengatahuan terutama terhadap permasalahan kependudukan dan meningkatkan peran masyarakat terutama kepala desa untuk lebih aktif dalam pendataan penduduk di wilayahnya masing-masing. "Kami berharap seminar ini diikuti dengan baik, sehingga wawasan terkait masalah kependudukan dapat kita peroleh," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Gresik yang memberikan data secara riil terkait kondisi dan jumlah penduduk di kabupaten Gresik. Sehingga semakin menambah pengetahuan bagi para peserta yang hadir dalam seminar tersebut.


Arifin SZ Team

BUPATI GRESIK BERMALAM DI RUMAH WARGA SEKALIGUS DENGARKAN KELUHAN WARGANYA


GRESIK - Demi mendengarkan keluhan warganya, Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto didampingi Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim bersama jajaran Forkopimda rela menginap di rumah warga desa Campurejo kecamatan Panceng, Gresik, Jumat (19/05/2017).

Melalui kegiatan tilik warga yang dilakukan Bupati Sambari ini diharapkan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan tahu kekurangan dan kesulitan warga secara langsung. Sehingga pemerintah dareah dapat segera merumuskan penyelesaian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyaraat di desa Campurejo dan sekitarnya.

Hal itu dijelaskan oleh Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono. Selain itu, menurut Suyono kegiatan semacam ini akan terus dilakukan dalam rangka mendekatkan diri antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

 "Pak Bupati selalu melakukan kegiatan semacam ini demi mendengarkan keluhan warganya, sehingga diharapkan mampu merusmuskan penyelesaian secara langsung atas permaslaahan yang dihadapi oleh warganya. Dan kali ini, beliau mendengar secara langsung keluhan warga di sini yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan," kata Suyono.

Dalam sesi dialog, Umam (45) mengeluhkan insfrastruktur berupa lampu penerangan jalan yang menuju arah Tempat Pelelangan Ikan. Dirinya mengaku bahwa di daerah tersebut perlu dipasang lampu penerangan jalan agar warga merasa aman saat melintasi daerah tersebut.
"Kami ingin dipasang lampu penerangan jalan ke arah tempat pelelangan ikan," pinta Umam.
"Berapa jumlah lampu yang diperlukan warga?," tanya Bupati kepada Umam.
"Yaaa sekitar lima belas buah lampu pak Bupati," jawabnya.

Sontak Bupati Sambari langsung menunjuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk mengatasi permasalahan tersebut. "Segera dipasang lampu penerangan jalan agar warga desa tidak lagi was was," ucap Bupati Smabari.

M. Toim (50) salah seorang nelayan desa Campurejo keluhkan penangkapan terhadap nelayan pencari ikan. Menurutnya, pihak nelayan tidak merasa melakukan pelanggaran, namun hingga beberapa waktu terakhir masih terjadi penangkapan terhadap para nelayan pencari ikan.

Kapolres Gresik AKBP. Boro Windu yang saat itu hadir mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak nelayan dan dinas terkait. Bila perlu, dirinya mengatakan bahwa Polres Gresik siap lakukan pendampingan terhadap nelayan yang akan mencari ikan ke laut, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak dinas terkait, para nelayan dan kepolisian terkait wilayah tangkapan ikan, agar ditemukan titik terang dan tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan,"ujar Kapolres.

Selain itu, dengan adanya tilik warga ini masyarakatnya merasa terbantu.apalagi dalam program tersebut keluhan warganya didengar langsung oleh Bupati.


Arifin SZ Team

SIDAK PABRIK OPLOSAN GARAM KONSUMSI OLEH MENPEN

GRESIK infojatim.com partner - Pada hari Jumat tgl 19 Mei 2017 pkl. 10.45 s.d 11.00 Wib bertempat d PT. Garindo Sejahtera Abadi Jl. Mayjen Sungkono No. 16 A Kel. Segoromadu Kec. Kebomas Kab. Gresik tlh d laksanakan sidak / peninjauan pabrik oplosan garam komsusi untk masyarakat oleh Menpan Bpk. Amran Sulaiman beserta rombongan.

A. Adapun yg hadir ikut dlm peninjauan sbb :

1. Menpan Bpk. Amran Sulaiman.
2. Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin.
3. Kasdam V/Brw Brigjen TNI Agus Suhardi.
4. Wakil Gubernur Jatim Bpk. Saifullah Yusuf.
5. Dandim 0817/Gresik Letkol Kav Widodo Pujianto SH.
6. Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito SH.
7. Kapolsek Kebomas Kompol Rony.
8. Pasi Inteldim 0817/Gresik Kapten Inf Kusmadi.
9. Danramil Kebomas Kapten Arh Sali.

B. Rangkaian kegiatan sbb :

1. Pkl. 10.45 Wib Rombongan Menpan tiba d PT Garindo Sejahtera Abadi lgsg melaksanakan peninjauan gudang produksi garam oplosan sebanyak 83 ribu ton.

2. Pkl. 10.50 Wib Menpan memberikan sambutan yg intinya untuk PT Garindo Sejahtera Abadi akan d tutup dan d cabut ijinnya karena sdh merugikan masyarakat.

3. Pkl. 11.00 Wib Rombongan Menpan meninggalkan PT Garindo Sejahtera Abadi dgn aman.

C. Seluruh rangkaian sidak / peninjauan pabrik oplosan garam selesai dgn tertib dan aman.


Arifin SZ Team

DESA PANGKAHKULON MEMPUBLIKASIKAN APBDES 2017 MELALUI BALIHO BESAR

GRESIK - Setelah meraih prestasi dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten Gresik dan Tingkat Provinsi Jawa Timur serta menjuarai Lomba Pelayanan Publik dalam program The Sunan Giri Award 2016, Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Sebagai bentuk transparansi pelayanan masyarakat Desa Pangkahkulon  pemasangan Baliho besar yang memuat APBDes Desa Pangkahkulon 2017.

Dalam Baliho tersebut di sebutkan mulai Pendapatan Desa sampai rencana Belanja Desa. "Itu kami lakukan adalah dalam rangka transparansi anggaran sesuai dengan amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta instruksi dari Menteri Desa  dan Bupati Gresik bahwa Desa harus mempublikasikan penggunaan anggaran baik yang bersumber dari Dana Desa, Alokasi Dana desa maupun Bagi Hasil Pajak", Kata Ahmad Fauron, S.Sos.I Kepala Desa Pangkahkulon.

Sebagai Desa tempat berkunjung Desa lain, Desa Pangkahkulon mempunyai Kebijakan arah Pembangunan yang partisipatif, sehingga pembangunan lebih tepat sasaran dan bisa dirasakan oleh masyarakat langsung karena masyarakat sendiri yang menentukan jenis maupun program pembangunannya.

Di temui secara terpisah Ketua BPD Pangkahkulon Bapak Fathur Rohman, M.Pd.I mengatakan "Bukan hanya pada perencanaan nanti kami akan mempublikasikan dan melaporkan hasi penggunaan Dana Desa, Alokasi Dana Desa maupun Bagi Hasil Pajak melalui Baliho besar, poster, dan disetiap proyek desa selalu ditandai dengan pemasangan prasasti karena dengan system ini masyarakat bisa mengetahui dan mengawasi anggaran yang di belanjakan oleh Pemerintahan Desa Pangkahkulon dan kami berharap upaya ini dapat menjadi inspirasi untuk desa-desa lain khususnya di Kabupaten Gresik". 



Arifin SZ Team

Bupati Gresik Sinyalir Masih Banyak Jabatan Yang Belum Sesuai


GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyatakan bahwa masih ada Pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum sesuai dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki saat ini dengan jabatannya. Pernyataan Bupati ini disampaikan saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Akselerasi Pembangunan yang berlangsung di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Jum'at (19/5/2017).
Untuk membekali peserta yang merupakan pejabat eselon II dan III di OPD Kabupaten Gresik. Bupati menghadirkan Narasumber dari Markplus untuk memberikan materi Pendidikan dan Latihan sampai 6 (enam) bulan kedepan. "Diklat ini saya lakukan agar saya tidak kesulitan dalam melakukan penataan dan penempatan pejabat pada OPD yang sesuai. Kedepan saya menempatkan seseorang berdasarkan kemampuan dan kemauan, tidak berdasarkan pangkat dan golongan." ujar Sambari.
Bupati berasumsi bahwa sampai saat ini masih ada Pejabat yang ahli, tapi kemampuan di lapangan masih kurang. Hal ini bisa saya lihat ketika presentasi dihadapan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi APBN dan APBD atau TEPRA, "Pejabat tersebut menyerahkan tugasnya kepada bawahannya untuk presentasi. Bahkan saat dipanggil hearing DPRD juga mewakilkan ke bawahannya. Saya berharap anda bekerja jangan hanya sekedar menggugurkan kewajiban," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati mengajak kepada para Pejabat yang mengikuti Diklat agar kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Agar ada akselerasi dalam pelayanan untuk pencapaian kesejahteraan masyarakat. "Saya berharap kepada Narasumber untuk memfokuskan materinya pada bisang Pemerintahan, Investasi, Lingkungan hidup, keuangan dan tentang pekerjaan Umum"tambahnya.
Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi sebagai Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) mengatakan peserta Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Akselerasi Pembangunan ini sebanyak 30 orang pejabat yang usianya dibawah 55 tahun. Mereka masing-masing 2 orang pejabat eselon II dan 28 orang pejabat eselon III. "Mereka akan menjalani diklat selama enam bulan setiap Jum'at dan Sabtu" ujar Sekda.
Materi yang diberikan oleh Narasumber dari PT Markplus Indonesia, pakar, ahli dan Akademisi serta Pejabat di lingkungan Pemkab Gresik.   Materi yang diberikan berupa ceramah, tanya jawab, pendalaman materi dengan simulasi, diskusi kelompok dan presentasi serta bainstorming. 


Arifin SZ Team

GERAKAN 500 RIBU MASKER DAN PENCANANGAN GRESIK BERMASKER

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Berbagai macam cara terus dilakukan untuk memutus ...