KAPOLDA JATIM, PANGDAM V BRAWIJAYA, BUPATI GRESIK DAN FORKOPIMDA LAKUKAN SIDAK KESIAPAN SAMBUT MALAM TAHUN BARU

GRESIK gresiknews1.com - Menjelang perayaan malam tahun baru yang akan berlangsung di Kabupaten Gresik, hari ini, Minggu (31/12/2017) Kapolda Jatim, Irjen (Pol) Machfud Arifin bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman melakukan sidak pengecekan sejumlah lokasi strategis jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Gresik.

Hal tersebut juga dimaksudkan untuk mengecek kesiapan pengamanan menjelang malam pergantian tahun yang akan berlangsung malam ini.

Kapolda Jatim serta Pangdam V/Brawijaya dalam sidaknya juga didampingi oleh Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto, Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim, Kapolres AKBP. Boro Windu Danandito dan Dandim 0817 Gresik Letkol. Kav. Widodo Pujianto.

"Kami lakukan kesiapan aparat dilapangan guna mengamankan perayaan pergantian tahun di sejumlah titik di Jawa Timur. Gresik kami jamin aman," ujar Irjen (pol) Machfud Amin.

Dirinya melanjutkan, jika masyarakat Gresik ingin merayakan tahun baru di Surabaya, pihaknya tidak melarang. "Namun jangan sampai melakukan pelanggaran lalu lintas. Kalau kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas, maka anggota kepolisian akan menindak tegas," sambungnya.

Sementara itu, dihadapan Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya, Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto menurutkan bahwa tiga pilar telah siap untuk mengamankan malam pergantian tahun baru di Gresik. "Semua sudah siap dengan kelengkapan personel, peralatan dan kesiapan institusi lain sebagai pendukung pengamanan malam pergantian tahun 2018," kata Bupati Sambari.

Dirinya juga telah menghimbau kepada seluruh masyaraat untuk tidak melakukan perayaan malam pergantian tahun dengan berkonvoi. Sebab, hal tersebut dapat memicu terjadinya keributan dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang ingin menikmati malam pergantian tahun.

Seperti diketahui bahwa perayaan pergantian tahun di Gresik dibagi menjadi 3 (tiga) titik, yakni di Gelora Joko Samudro, Kota Baru Driyorejo dan Alun-alun Sidayu. Dan tepat pukul 00.00 akan berada di Gelora Joko Samudro untuk detik-detik pergantian tahun.

Selain itu, Bupati dan jajaran forkopimda juga akan memantau malam pergantian tahun 2018 di sejumlah tempat.

"Kami berharap melam pergantian tahun kali ini bisa berjalan aman, tertib dan nyaman. Kepada semua personel keamanan juga saya minta untuk bersugguh-sungguh melakukan langkah antisipatif. Hindari arogansi dan kesewenang-wenangan dan layani masyarakat dengan senyum, salam dan sapa," imbuh Bupati.


Arifin S Zakaria Team

Amankan Tahun Baru di Gresik, Bupati Gelar Apel Siaga Sampai Patroli Helikopter

GRESIK gresiknews1.com - Dengan menggunakan Helikopter milik Kepolisian RI, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto bersama Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito, Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Kav. Widodo Pujianto melakukan Patroli bersama persiapan pengamanan malam pergantian tahun 2017-2018.

Rombongan 3 pilar Forkopimda ini langsung menuju kawasan pantai delegan Panceng Gresik. Dari sana, mereka bertiga melakukan patroli di perairan pantai dengan menggunakan kapal. Selanjutnya ketiganya langsung memantau wilayah Gresik bagian selatan sampai ke wilayah Wringinanom dengan menggunakan Helikopter juga.

Sebelumnya Bupati, Kapolres dan Dandim Gresik memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan malam tahun baru 2018 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gresik, Sabtu (30/12/2017). Apel tersebut diikuti oleh pasukan keamanan dari Polres Gresik, pasukan dari Kodim 0817 Gresik, Personil Satpol PP Gresik, Personil Dinas Perhubungan Gresik, dan anggota Pramuka Gresik.

Dalam sambutannya, Bupati Sambari menyatakan bahwa kegiatan ini untuk persiapan terutama kelengkapan personil, peralatan dan kesiapan institusi lain sebagai pendukung pengamanan malam pergantian tahun 2018.

"Saya berharap malam pergantian tahun kali ini bisa berjalan aman, tertib dan nyaman. Pasukan Pengamanan harus sungguh-sungguh melakukan langkah antisipatif. Kepada semua personil agar melayani masyarakat dengan senyum, salam dan sapa. Hindari arogansi dan kesewenang-wenangan. Peliharalah semangat pengabdian dan siap membantu masyarakat" ungkap Sambari yang didampingi oleh Kapolres Gresik dan Dandim 0817 Gresik saat memimpin apel.

Bupati menyebutkan bahwa pihaknya akan memantau Malam pergantian tahun 2018 dengan mengunjungi beberapa tempat yaitu di Kota Baru Driyorejo (Driyorejo), Alun alun Sidayu dan tepat jam 00.00 akan berada di Gelora Joko Samudro (Gjos) untuk detik detik pergantian tahun.

"Saya meminta kepada Camat dan Babinkabtibmas untuk selelu koordinasi atas kegiatan keramaian baik yang ada di desa atau bahkan di pedukuhan. Pastikan masyarakat bisa menikmati pergantian tahun dengan suasana aman, tertib, nyaman dan lancar" tandasnya.

Sementara Kapolres Gresik kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono mengatakan, trend kriminalitas di Gresik pada tahun 2017 ini mencapai 1055 kasus.

"Ada peningkatan pada kasus cyber crime. Peningkatan juga terjadi pada kasus narkoba dari 60 kasus pada tahun sebelumnya, saat ini mencapai 91 kasus" ungkap Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito.


ARZ Team

SUASANA JELANG PILGUB JATIM 2018 MAKIN MEMANAS

LAMONGAN gresiknews1.com - Sebentar lagi di jawa timur akan punya gawe besar sebuah pesta demokrasi yang setiap lima tahun sekali di laksanakan, kondisi ini semakin hari semakin memanas, karena masing-masing calon sedang gencar-gencarnya meraih simpati rakyat, banyak anggota Muslimat yang mengatakan bahwa perempuan sudah saatnya memimpin jawa timur, alasanya Perbandingan pemimpin laki-laki dan perempuan di sejumlah daerah baik di level Kabupaten/Kota ataupun di tingkat provinsi masih sangat timpang. 

Hanya ada segelintir perempuan yang menjadi gubernur atau bupati dan walikota. Dari 400-an pemimpin se-Indonesia, ke semuanya di dominasi oleh kaum Adam. Itu, seolah menjadi kongklusi itu "Saatnya Perempuan Memimpin".
Pernyataan itulah yang terlontar dari mulut Arumi Bachsin, artis yang juga istri Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.
"Alangkah lebih baik, bisa sekali saja Jawa Timur mempunyai gubernur perempuan," kata Arumi, seusai istiqosah akbar yang digelar Muslimat NU, Kabupaten Lamongan, di Gedung Olahraga (GOR), Sabtu (30/12). 

Menurut Arumi, perempuan memiliki naluri keibuan yang selalu ingin memberikan terbaik untuk anak-anaknya. Pemimpin perempuan itu, sambungnya lebih empati dan lebih peka dalam mendengar jeritan rakyat.
"Sebagai seorang ibu, sudah terbiasa melayani, memperhatikan anak-anaknya, suaminya. Perempuam itu punya naluri untuk mengabdi," ujar Arumi. 

Khofifah merupakan salah satu kader NU yang memiliki kecerdasan dan peka akan masalah sosial yang terjadi, khususnya di Jawa Timur. Tak hanya peduli pada kaum perempuan, Khofifah yang menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat ini peduli pada semua lapisan masyarakat.
Atas mengalirnya dukungan elemen masyarakat pada Khofifah untuk memimpin Jawa Timur yang terus mengalir, Ia berharap Khofifah-Emil keluar sebagai pemenang dalam Pilgub Jatim. 
"Mohon doa restu, mohon dukungan. Nyiwung pangdonganipun ibu-ibu (minta doanya ibu-ibu)," ucap Arumi. 

Lebih lanjut Arumi, Arumi mengaku, akan senantiasa mendukung suaminya yang maju sebagai Cawagub. "Saya doakan sebagai isteri, apapun keputusan suami sebagai isteri harus support," tuturnya. 

Bahkan, Arumi juga menyatakan kesiapannya apabila pasangan ini terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. "Doakan saja, dengan berjalannya waktu, mental dan fisik juga harus kita siapkan," ungkapnya.

Lain lagi dengan pendapat pengamat politik jawa timur, Menurut Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH, pengamat Politik dari JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur, "Kalkulasi politik bahwa kemenengan sudah ada didepan mata adalah sah-sah saja, namanya pendapat dalam percaturan politik itu wajar karena juga di lindungi oleh undang-undang, namun yang terpenting itu adalah bagaimana meyakinkan warga Muslimat itu sendiri, agar tidak pudar, karena yang sering terjadi itu ditengah perjalanan banyak dari mereka yang tidak komitmen dan konsisten terhadap apa yang jadi pilihanya, contohnya semula mereka sudah mantab dengan pilihanya ini, namun begitu tau bahwa tim suksesnya adalah orang yang reputasinya tidak baik dimasyarakat, akhirnya berpaling kecalon lain, hal demikian ini sering terjadi di negeri kita ini, memang kelihatanya sepele tapi ternyata adalah virus, jadi seleksi untuk mengangkat seseorang menjadi tim sukses adalah bagian dari hal yang terpenting dan tidak bisa diabaikan begitu saja, karena tim sukses adalah bagian dari ruh pilkada itu sendiri, kebanyakan masyarakat yang ada dikelas bawa itu tidak melihat siapa calonya, tapi melihat figur atau tim sukses yang dilingkunganya itu sendiri, kalau figur atau tim suksesnya yang dibawa ini orang mendem, mana mungkin bisa mengajak dan mempengaruhinya",Demikian tutur Kyai Muzakkin (Gus Zakky) yang juga pengasuh pondok pesantren Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa timur ini, dalam mengakhiri pembicaraanya. 


Arifin S Zakaria Partner
Sumber : SuaraJCW.news (KikiJCW)

SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN (SILPA) APBD KAB GRESIK TAHUN 2017

GRESIK gresiknews1.com - Jum'at 29/12/2017, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD Kabupaten Gresik mencapai Rp 81 miliar, dari total anggaran 2017 sebesar Rp 2,6 triliun. Banyaknya silpa tersebut menandakan ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) belum maksimal dalam menyerap anggaran.

Terkait dengan itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menuturkan, dari total anggaran Rp 2,6 triliun, dikurangi total belanja langsung, dan belanja tidak langsung mencapai 2,5 triliun. Jadi ada nilai silpa sebesar Rp 81 miliar.

"Tahun 2017 ini memang tak seperti tahun tahun sebelumnya yang selalu defisit. Saya mengawal langsung sejak mulai perencanaan, penganggaran maupun saat pelaksanaan. Diperkirakan jumlah total silpa APBD Gresik tahun 2017 sampai batas akhir nanti yaitu jam 24.00 WIB hari ini bisa bertambah menjadi Rp 100 miliar," tandasnya, Jumat (29/12/2017).

Bupati Sambari mengingatkan agar hati-hati dalam menggunakan anggaran ataupun memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Berilah pelayanan dengan dengan hati yang tulus, profesional dan penuh pengabdian. Ingatlah, bahwa dalam Anda melayani masyarakat itu bagian dari ibadah," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan beberapa pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Dia menilai pelaksanaan pembangunan proyek 'mercusuar' revitalisasi alun-alun Gresik telah berjalan sesuai yang diharapkan.

"Saya berharap agar revitalisasi alun-alun Gresik ini tetap berjalan on the track. Tahun 2017 progres pembangunan alun alun tahap pertama sudah selesai. Tahun depan harus ada tahapan yang sesuai rencana," ungkap Sambari.

Menanggapi silpa sebesar Rp 81 miliar tersebut, Wakil Ketua DPRD Gresik, Syafi' AM mengatakan, terkait belum maksimalnya penyerapan anggaran 2017 itu. Menandakan OPD selama setahun tidak bisa menjalankan programnya.

"Ini menandakan OPD di Kabupaten Gresik kurang maksimal, padahal kami dalam setiap rapat hearing selalu meminta agar memaksimalkan anggaran. Jadi jangan selalu berdalih anggaran kurang dan ujung-ujungnya meminta tambahan tapi kenyataannya tidak maksimal," tandasnya.


Arifin s.zakaria Team

Ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 2017 Sebesar Rp. 81 Miliar

GRESIK gresiknews1.comAda fenomena menarik dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Gresik pada Tahun Anggaran 2017 ini yaitu adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp. 81 miliar terhitung pada Jum'at (29/12) pagi. Jumlah ini menurut Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto akan terus meningkat sampai pada batas akhir pencairan anggaran pada jam 24.00 WIB hari ini.

Perhitungannya, dari total Anggaran 2017 sebesar Rp. 2,628 triliun. Dikurangi total belanja langsung dan belanja tidak langsung mencapai 2,546 triliun. Jadi ada nilai SILPA sebesar Rp. 81 miliar. Menurut Sambari keadaan tahun 2017 ini memang tak seperti tahun tahun sebelumnya yang selalu devisit.

"Pada tahun ini saya mengawal langsung sejak mulai perencanaan, penganggaran maupun saat pelaksanaan. Saya memperkirakan jumlah total SILPA APBD Gresik tahun 2017 sampai batas akhir nanti yaitu jam 24.00 WIB hari ini mencapai Rp. 100 miliar" tandas Sambari saat memberikan pengarahan umum kepada seluruh Kepala OPD yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja.

Pada kesempatan itu, Bupati Sambari mengingatkan agar hati-hati dalam menggunakan anggaran ataupun memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Berilah pelayanan dengan dengan hati yang tulus, professional dan penuh pengabdian. Ingatlah, bahwa dalam anda melayani masyarakat itu bagian dari ibadah" ungkapnya kepada seluruh Pejabat Pemkab Gresik yang hadir.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan beberapa pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Dia menilai pelaksanaan pembangunan proyek 'mercu suar' revitalisasi Alun-alun Gresik telah berjalan sesuai yang diharapkan. "Saya berharap agar revitalisasi alun-alun Gresik ini tetap berjalan on the track. Tahun 2017 progres pembangunan alun alun tahap I sudah selesai. Kami berharap pada 2018  harus ada tahapan yang sesuai rencana" katanya.  

Program Pembangunan yang juga akan dikerjakan pada tahun 2018 yaitu membangun 1000 sumur pada 914 dusun se Kabupaten Gresik, dengan asumsi 1 dusun satu sumur. Pembangunan jalan pedestrian di Jalan Kartini dan Jalan Wahidin Sudirohusodo, menyelesaikan pembangunan trotoar di Jl. Dokter Sutomo, Panglima Sudirman dan Jalan Jaksa Agung Suprapto serta penataan kabel-kabel di jalur persimpangan.

Bupati juga menyampaikan evaluasi kinerja seluruh kepala OPD. Hampir semua program dan anggaran pada OPD tak luput dari kritikannya. Misalnya menyebut anggaran Bina Marga yang hanya Rp. 134 milyar sementara anggaran pada Sumber Daya Air mencapai Rp. 58 milyar. "Hal ini harus dievaluasi dan dirapatkan kembali" pinta Sambari.

Selain mengkritisi, Sambari juga memberikan masukan terkait pelaksanaan pembangunan misalnya pembangunan jalan yang harus menggunakan beton dengan ketebalan tertentu. Meminta Kepada Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dalam pemasangan rambu bahkan portal. "Silahkan pasang saja portal dengan ketinggian tertentu, agar jalan tidak cepat rusak" pinta Sambari.

Sementara Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim dan Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi, keduanya menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala OPD serta staf atas keberhasilan melaksanakan pembangunan pada tahun anggaran 2017.

"Terima kasih saya sampaikan khusus kepada Ibu Yetty Sri Suparyati, Bapak Bambang Isdianto dan Bapak Bambang Sugati yang sebentar lagi akan memasuki pensiun. Saya bangga kepada Bapak dan ibu ini, meski pada hari-hari terakhir sebelum pensiun ternyata kinerjanya masih semangat" tambah Wabup Qosim saat memberikan sambutan.


ARZ Team

Perempuan Gresik Deklarasi Stop Perkawinan Anak

GRESIK gresiknews1.com - Sebanyak 300 orang perempuan perwakilan dari berbagai organisasi perempuan serta perwakilan dari sekolah perempuan di Gresik melakukan deklarasi penandatanganan pencegahan perkawinan anak.

Penandatanganan deklarasi yang dipimpin oleh Isteri Wakil Bupati Gresik yang juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Ibu Zumratus Sholihah Qosim ini dilaksanakan di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis (28/12/2017).

Deklarasi ini timbul dari rasa kesadaran para ibu di Gresik. Para ibu ini sadar, betapa pentingnya deklarasi pencegahan perkawinan anak yang tentunya harus diimplementasikan. Mereka yang kebanyakan para ibu dari berbagai wilayah desa di Gresik ini juga bertekad akan mensosialisasikan deklarasi ini ke masyarakat.

Sebelumnya, peserta deklarasi mengikuti acara Workshop Peningkatan Peran Perempuan Dalam pengambilan keputusan. Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Adi Yumanto saat membuka acara tersebut mengatakan, deklarasi ini merupakan salah satu upaya untuk pengendalian penduduk.

Memang, berdasarkan Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia menikah bagi perempuan 16 tahun, sedangkan pria 19 tahun. Namun menurut Adi Yumanto, usia 16 tahun masih terlalu kecil. Banyak sekali potensi persoalan yang muncul akibat nikah di usia anak-anak.

Di antaranya adalah masih tingginya angka meninggal ibu melahirkan atau bayinya. ''Sudah waktunya kita bersama membiarkan anak-anak perempuan bermain, belajar, dan berprestasi,'' jelasnya dihadapan undangan yang terdri dari berbagai organisasi perempuan di Gresik.

Pada pelaksanaan deklarasi tersebut Dr. Dra. Pinky Saptandari Endang Pratiwi, MA. dari Universitas Airlangga Surabaya menjadi narasumber. Dihadapan undangan yang semuanya para ibu tersebut Pinky Saptandari menyatakan, saat ini peran keluarga sudah diintervensi oleh dunia global melalui gadget.

"Sempatkan agar selalu ngobrol bersama keluarga tanpa kehadiran gadget. Ngobrol langsung ini lebih menciptakan suasana kebersamaan dalam membina keluarga" tandasnya.

Dia juga menyatakan bangga dengan Sekolah Perempuan yang ada di Gresik. Dosen Ilmu Sosial dan Politik Unair ini yakin kalau semua Kabupaten kota punya sekolah perempuan seperti di Gresik. Niscaya untuk mencari perempuan menjadi seorang pemimpin atau menjadi anggota perwakilan politik tentu tidak akan sulit.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Soerati Mardiyaningsih kepada kabag Humas Suyono menjelaskan, pada sekolah perempuan mereka selain dibekali tentang ilmu organisasi dan masalah perempuan, mereka juga dibekali berbagai ketrampilan.

"Beberapa orang bahkan banyak meneruskan ketrampilan dasar yang didapat pada sekolah perempuan menjadi suatu keahlian. Misalnya menjadi perias pengantin, membuka catering, bahkan ada yang menjadi pembawa acara. Padahal sebelumnya dia takut ngomong didepan mik" katanya. 


ARZ Team

PAC FATAYAT NU PACIRAN DIGEMBLENG DIPACET

MOJOKERTO gresiknews1.com - PAC (Pengurus Anak Cabang) Fatayat NU Paciran di gembleng oleh beberapa Tokoh Senior dari Pantura, yaitu dalam rangka melaksanakan Diklat Pendidikan dan Pelatihan Penggerak Fatayat NU (PFNU) dengan tema "dari Fatayat untuk Kemajuan Ummat" yang dilaksanakan pada hari kamis-Jumat, 28-29 Desember 2017 di villa fanni Pacet Mojokerto. 

Ketua PC Fatayat NU Lamongan yang diwakili Sahabat Nur Hamidah dalam sambutannya mengatakan "kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kualitas kader sehingga bisa membawa maslahat bagi seluruh umat. Selain itu beliau juga berharap  PAC Fatayat NU Paciran dapat menjadi pelopor pengkaderan di Kabupaten Lamongan dengan mengadakan acara PFNU agar mencetak kader yang militan dan bertanggung jawab" tuturnya. 

Dalam kegitan tersebut diisi dengan empat materi, yaitu (1) Pendalaman nilai nilai dasar perjuangan (sejarah, ideologi, aswaja) oleh KH.  Salim Azhar. (2) Filsafat perjuangan oleh Khoirul Huda, Sip., MM. (3)problem solving leadership (peluang dan tantangan sukses) oleh DR.  M. Shohib,  M.psy., MSI. dan (4) menjadi kader fatayat yang berintegritas ( jujur amanah bertanggung jawab dan tidak putus asa oleh Hj.  luluk Asfiah M. Ag. 5. Kontemplasi kader militan oleh Ibu Endang MSi. 

Ayu, salah satu peserta dalam acara PFNU ini mengaku senang karena bisa belajar dapat banyak ilmu dan punya banyak sahabat baik serta bisa singgah di Pacet. "Saya senang bisa ke Pacet dalam forum keakraban dan persaudaraan karena saya menjadi kader Fatayat NU Paciran". Ucapnya
Acara ini tidak hanya diisi dengan pemberian materi penguatan keilmuan dan pengetahuan tentang NU saja, tapi juga diisi dengan hiburan game2 pembiasaan seorang kader dalam event resmi NU dan senam fatayat tapi juga Dzikir alam kemudian diakhiri pembaiatan oleh KH Salim Azhar. Suasana khusuk khidmat merinding deg-degan bercampur haru menyelimuti seluruh peserta hingga meledaklah tangis beberapa sahabat khususnya para ketua ranting yg memang mengemban amanah lebih berat dibanding PAC. 

Moment kegiatan ini memang sangat patut untk penguatan sikap perjuangan sahabat fatayat, semoga target pelatihan ini dapat terpenuhi. Kegiatan ini juga diacungi jempol oleh Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH, pemerhati NU, yang selalu aktif memantau kegiatan NU di Jawa timur.

Menurutnya,"inilah kegiatan PAC Fatayat NU yang patut diteladani oleh badan otonom lainya agar Fatayat tidak dipandang sebelah mata oleh pihak-pihak tertentu, yaitu hanya bisa tahlil, istighosah, ziarah kubur, ziarah wali songo, dan urusan dapur saja" pungkasnya.


Arifin S Zakaria Team
Sumber : SuaraJCW.news (KikiJCW)

WADUK MENGANTI MENELAN KORBAN

GRESIK gresiknews1.com - Pada hari rabu tanggal 27 Desember 2017 Pukul 11.30 WIB bertempat di Waduk Sidowungu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik telah terjadi korban meninggal dunia di karenakan tenggelam.

Adapun identitas korban sebagai berikut
- Nama.      : Ahmad Fatoni
- Umur        : 24 thn
- Alamat     : Ds Alas Malang Rt 02 / Rw 03 DS Bringin Kec. Sambikerep Kota Surabaya.

Dengan kronologi kejadian sbb :
1. Pada pukul 11.00 Wib. Korban An. Fatoni berjalan sendirian ke waduk Sidowungu, tanpa disengaja tiba tiba korban terpeleset dan jatuh ke waduk karena yang bersangkutan tidak bisa berenang kemudian tenggelam. korban juga punya riwayat sakit ayan .

2. Pukul 11.30 Wib. Korban di ketemukan oleh Bpk Kastono ( ayah korban ) umur 50 thn Agama Islam Alamat Ds Manawi RT 01 / RW 05 Kec. Bangil  Kab. Pasuruan. 

3. Pukul 11.40 Wib. Bpk Fatoni menyampaikan ke warga minta tolong menghubungi Polsek Menganti

4. Pukul 12.00 Wib. Anggota Polsek Menganti dan Babinsa mendatangi lokasi kejadian/TKP

5. Pukul 12.00 Wib. Korban dengan dibantu warga dievakuasi ke rumah terdekat kemudian dipanggilkan anggota dinas kesehatan untuk diadakan pemeriksaan.

6. Pukul 12.15 Wib. Korban dinyatakan sudah meninggal dunia

Saksi-saksi sbb :
1. Bpk Kastono (ayah korban )
Umur      : 50 tahun 
pada saat pergi kesawah melewati waduk Ds. Sidowungu.

Pendapat dari pihak keluarga :
Menyadari dan tidak menuntut kepada pihak manapun karena korban meninggal karena musibah dan korban mempunyai riwayat penyakit ayan/Epilepsi .


Arifin s,z/ Team

AKIBAT STRESS INGIN MATI SEKELUARGA

LUMAJANG gresiknews1.com - Pada Senin 25 Desember 2017 pukul 04.30 WIB telah terjadi pembunuhan satu anggota keluarga yang dilakukan oleh pihak suami a.n Sdr. Mujiono, umur 40 Thn, Islam, tani, terhadap Sdri. Kholifah, umur 35 tahun (istri pelaku) dan Sdri. Khoiriyah, umur 12 tahun (anak korban) bertempat dirumahnya alamat RT 16 RW 10 Blok Celengmati Dsn. Kebonan Ds. Yosowilangun Kidul Kec. Yosowilangun yang diduga akibat stres karena mempunyai penyakit kompilikasi yang tidak kunjung sembuh.

Dengan kronologis kejadian, sbb:
1. Pukul  04.30 WIB keluarga Sdr. Mujiono yang masih tidur dirumah, tiba-tiba Sdr. Mujiono mengambil parang langsung membacokan kepada anaknya a.n. Sdri. Khoriyah dengan mengenai bagian perut (keadaan masih hidup) lalu korban berpura pura sudah mati.

2. Pukul 04.35 WIB Selanjutnya Sdr. Mujiono masuk ke kamar dan langsung membacok istrinya yang sedang tidur didalam kamar dengan luka pada bagian leher , kepala, punggung bagian belakang dan sebelah kiri, serta tangan sebelah kiri hingga korban meninggal dunia di tempat.

3. Pukul 04.40 WIB Setelah membunuh Istri dan anaknya lalu pelaku bunuh diri dengan cara menusuk parangnya pada bagian perut hingga ususnya keluar dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

4. Pukul 05.15 WIB, karena mendengar suara gaduh sehingga para tetangga mendatangi rumah Sdr. Mujiono.

5. Pukul 06.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Yosowilangun.

6. Pukul 07.00 WIB Pihak aparat keamanan tiba di lokasi kejadian dan langsung memasang garis Polisi Line sedangkan Pihak kelurga meminta agar pelaku dan korban yang meninggal untuk tidak dilakukan visum dan akan di makamkan di TPU setempat sedangkan untuk Sdri. Khoriyah yang masih keadaan hidup dievakuasi ke RSD dr. Hartoyo Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis, Kejadian tersebut sudah ditangani oleh pihak Polsek Yosowilangun dan Polres Lumajang.

Adapun data korban dan pelaku, sbb: 
a. Pelaku, Sdr. Mujiono 40 Thn (meninggal dunia)
b. Korban, Sdri. Kholifah, 35 thn (istri pelaku) meninggal dunia.
c. Korban, Sdri Khoriyah, 12 thn (anak pelaku) mengalami luka pada bagian perut kondisi masih hidup.

Dari kejadian ini diambil kesimpulan bahwa kejadian pembunuhan tersebut dilajukan oleh pelaku yang diduga stress karena mengalami sakit komplikasi sejak lama dan tidak kunjung sembuh bahkan pelaku sudah sejak dulu ingin mati bersama dengan anggota keluarganya.


Arifin s.z Team

Si JAGO MERAH MENGAMUK DI WLYH BENJENG

GRESIK gresiknews1.com - Pada hari Senin 25/12/2017 wib pukul. 11.45 wib di Dsn.Telbek RT01/ RW01 Ds.Lundo Kec.Benjeng - Gresik telah terjadi kebakaran 2 unit rumah.

Bahwa rumah yang  terbakar milik Bp.SUCIPTO 53 th Tukang bangunan dan milik BP.SUWANDI 50 th, Ketua RT01 / RW01 Dsn.Telbek

Bahwa api pertama kali berasal dari rumah BP.SUCIPTO dari bocornya gas dari tabung elpiji 3 kg yang saat itu baru diganti tabungnya untuk dibuat masak.

Saksi 
1. SULASTRI perempuan 47 th
2. LAMI perempuan 51
3. Dampingi perempuan 43 th
4. SUWANDI 48 th

KRONOLOGIS
1. Saat Saksi SAMPINI, SULASTRI, LAMI sedang memasak di dapur rumah milik SUCIPTO Suami SULASTRI untuk  persiapan punya hajatan.

2. Bahwa sekitar pukul.11.35 wib tabung gas elpiji 3 kg yang saat dipakai kehabisan Gas lalu oleh Ibu SULASTRI tabung tersebut diganti dan kemudian dipakai oleh Ibu LAM lalu kompor tersebut dinyalakan tiba-tiba dari Regulator gas tabung elpiji 3 kg yang baru dipasang tersebut mengeluarkan api lalu SULASTRI, LAMI, SAMPINI berusaha mengambil gombal dan dibasahi untuk menutup api dari Regulator namun api tidak bisa padam.

3. Bahwa melihat kejadian tersebut SUWANDI yang saat itu berada di lokasi langsung matikan kompor 1 yang masih dipakai masak lalu kompor yang kedua tidak bisa mengingat kompor yang regulatornya mengeluarkan api tidak bisa dimatikan tiba tiba api yang berasal dari Regulator tersebut semakin besar.

 4. Melihat api semakin besar seisi rumah keluar untuk menyelamatkan diri.

5. Bahwa api yang berasal dari dapur langsung merambat ke dinding dan seisi rumah yang terbuat dari kayu.

6. Bahwa api yang semakin besar warga berusaha untuk memadamkan api dengan menyiram air namun karena besarnya api sehingga merambat kerumah milik SUWANDI yang  masih kerabatnya.

7. Api bisa dipadamkan oleh warga sekitar pukul. 12.45 wib

8. Pukul 12.45 mobil PMK 2 unit dari PMK Pemkab Gresik datang dan melakukan pembasahan agar api benar benar padam.

Tafsir kerugian
Rp.500.000.000

PERSONIL YANG DATANG KE TKP
1. Kapolsek Benjeng AKP Zamzani SH 
2. Camat Benjeng SURYADI
3. AIPTU SUTOYO B7
4. AIPTU NIRWANTO B-6
5. AIPTU HARIADI KASPKT
6. BRIPKA MUALIK Kasi Humas
7. BRIPKA IMAM Reskrim Benjeng
8. 2 org pol PP Benjeng

LANGKAH YANG  TELAH DIAMBIL
1. Menerima laporan
2. Mendatangi TKP
3. Menghubungi PMK dan PLN
4. Pulbaket

CATATAN
1. Bahwa api dapat dipadamkan oleh warga pukul : 12.45 wib kemudian dibantu PMK untuk melakukan pembasahan agar api benar-benar padam.

3. Bahwa kejadian tersebut tidak ada jatuh korban manusia hanya korban material.

4. Bahwa akibat kebakaran deprkirakan saat memasang Regulator ke tabung Gas Tabung Elpiji 3 kg belum pas. 

5. Bahwa disaat terjadi kebakaran tidak terjadi ledakan dari tabung Gas Elpiji 3 kg.

6. Kondisi rumah SUCIPTO terbuat dari kayu ratah dengan tanah sedangkan rumah SUWANDI Atap beserta seisinya hangus terbakar, dengan kejadian tersebut kita harus waspada dan hati-hati ketika kita hendak memasang terlebih dahulu harus kontrol apakah regulatornya terpasang sudah baik? cek and ricek dan hati hati.


Arifin s.zakaria Team

DORONG PEMERINTAH MONUMEN KAPAL VAN DER WIJCK JADIKAN OBYEK WISATA

LAMONGAN gresiknews1.com - Minggu (24/12/17) 
Di Lamongan Jawa Timur memang banyak obyek wisata yang sudah terkenal, termasuk WBL (Wisata Bahari Lamongan), Goa Maharani, Wisata Religi Sunan Drajat,dll. Namun ada monumen bersejarah yang terkesan di abaikan dan tidak terawat, seperti monumen Van Der Wijck di Brondong Lamongan ini, padahal bila di rawat dan dibangun dengan baik monumen itu bisa dijadikan obyek wisata dan pasti akan menambah devisa negara khususnya kabupaten Lamongan.

Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky), mendorong pemerintah agar monumen ini bisa dijadikan obyek wisata andalan Kabupaten Lamongan, khususnya kecamatan Brondong yang terkenal dengan nuansa kelautanya ini. 

Monumen bersejarah itu bernama Monumen Van Der Wijck, Gus Zakky memaparkan "Bahwa monumen tersebut dibangun pada tahun 1936 sebagai tanda terima kasih masyarakat Belanda kepada para nelayan yang telah banyak membantu saat kapal yang namanya diambil dari nama Gurbenur Jenderal Hidia–Belanda itu tenggelam.
Kapal yang juga disebut dengan nama De Meeuw atau The Seagull, yang dalam bahasa Indonesia berati "Burung Camar" sangat cocok untuk menggambarkan keanggunan kapal yang pada bulan Oktober 1936 tenggelam saat dalam perjalanan dari Bali menuju ke Semarang dan sempat bersinggah di Surabaya. 

Kapal besar dengan lebar 13,5 meter dan berat lebih dari 2,5 ton ini tengelam karena kebanyakan muatan orang. Korban meninggal sebanyak 4 orang, dan hilang di laut diperkirakan sekitar 50 orang dari sekitar 240 penumpang. Jumlah korban tidak diketahui pasti karena ada yang mengatakan banyak warga pribumi yang ikut hilang dan tak tercatat sebagai penumpang dalam kapal ini. Saat kapal mulai tenggelam, para nelayanlah yang membantu proses evakuasi dan menyelamatkan korban-korban yang bisa ditolong" tuturnya saat ditemui awak media di pesantrenya (Ahad 24/12/2017).

Lanjut Pria yang juga Ketua Pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini "Kondisi Monumen berbentuk persegi panjang yang menjulang ke atas ini merupakan salah satu dari monumen bersejarah di Indonesia. Memang, apabila dibandingkan dengan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Tugu Pahlawan di Surabaya, Monumen Bandung Lautan Api di Bandung, atau Monumen Palagan Ambarawa di Semarang, tentu Monumen Van Der Wijck ini lebih sederhana dan tidak sepopuler keempat monumen di atas. Tapi Monumen Van Der Wijck ini memiliki keunikan cerita tersendiri yang berbeda dibanding empat monumen itu.

Jika Monas, Tugu Pahlawan, Monumen Bandung Lautan Api, serta Monumen Palagan Ambarawa memiliki makna perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda, monumen Van Der Wijck lebih bercerita tentang perjuangan nelayan Brondong membantu penumpang kapal Belanda yang tenggelam.

Ironisnya, tidak banyak masyarakat sekitar Brondong yang tahu tentang cerita yang tersimpan di balik monumen ini. Bahkan ada yang tidak tahu tentang keberadaan monumen tersebut. Memang monumen yang tigginya hanya sekitar 4 meter ini tidak begitu menonjol, bahkan lebih rendah dari sebuah menara yang berada tepat di sebelahnya, padahal sebagai masyarakat Brondong harus mengerti sejarahnya ini, ungkapnya.

Saat Awak Media  dari  Infojatim.com mencoba bertanya pada masyarakat setempat bernama Haris, "ini bangunan apa mas ? Jawabnya, saya tidak tau pak, sebelum saya lahir sudah ada bangunan ini" tuturnya.

Jika kita melihatnya dari dekat, memang tidak terkesan bahwa monumen tersebut memiliki cerita yang melegenda. Padahal jika dilihat dari sudut pandang sejarah yang ada, monumen ini bisa dijadikan ikon tersendiri bagi masyarakat Brondong selain Tempat Pelelangan Ikan (TPI) nya.

Bila ingin tau, monumen ini bisa kapan saja dikunjungi, karena memang terbuka untuk umum, untuk mengunjunginya pun tidak dikenakan biaya, alias gratis. Lokasinya di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, sekitar 15 km sebelah timur Tuban, atau sekitar 84 km sebelah barat Surabaya. Lokasinya berada persis di belakang gerbang masuk TPI dan bersebelahan dengan kantor Perum Prasarana Perikanan Samudera, membuat monumen ini sangat mudah ditemukan. 

Selain melihat monumen ini juga bisa sekalian berbelanja ikan segar secara langsung di pedagang ikan laut yang letaknya tidak lebih dari 100 meter dari monumen. Meskipun terlihat sepi dari pengunjung, monumen ini layak untuk dikunjungi, terutama jika wisatawan ingin melengkapi dan mengetahui sejarah yang menginspirasi perkembangan sejarah di negeri tercinta ini.

Jadi untuk memperkenalkan kembali pada publik apapun alasanya, pemerintah harus segera memperhatikan monumen ini agar anak cucu kita masih mengerti sejarahnya monumen ini, dan   tidak hilang historisnya ditelan zaman begitu saja, Demikian kata Gus Zakky yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzkirussyifa' Asma'berojomusti" Di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan Jawa Timur Ini, Pungkasnya.


Sumber : SuaraJCW.news
Reporter :  KikiJCW / Partner Arifin s z team

DANA PILKADA JATIM HARUS KITA KAWAL BERSAMA

SURABAYA gresiknews1.com - Minggu (24/12/17) Dana Pilkada Jatim perlu di kita kawal bersama agar penggunaanya benar-benar sesuai porsinya. 

Pesta Demokrasi yang suci dilaksanakan tiap lima tahun sekali dinegeri ini, pelaksanaanya jangan sampai di nodai oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, sebentar lagi jawa timur akan melaksanakan pesta Demokrasi tersebut yaitu pilihan Gubernur dengan dua calon yang sudah resmi tercatat di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Jawa timur.

Ketua Umum JCW(Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur Prof.Dr.K.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky) berjanji akan selalu sorot dan kawal dana pilkada Gubernur Jawa Timur 2018, uang dari rakyat tidak boleh dihambur-amburkan apalagi disalah gunakan, semua rakyat berhak untuk mengawal dana pilkada ini jangan sampai pesta demokrasi yang suci ini dijadikan kedok untuk mengeruk anggaran demi kepentingan pribadi dan golongan, rakyat jawa timur ini masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan, tidurpun juga banyak yang masih di kolong-kolong jembatan, bagi rakyat kecil Pilkada itu siapa yang jadi Gubernurnya nanti, dari mana partai yang mengusungnya, semua itu bagi rakyat kecil tidak penting, bila Gubernur terplih tidak bisa membawa perubahan secara signifikan sebab sampai hari ini walaupun sudah berulangkali melaksanakan pilkada nyatanya dilapangan juga belum banyak adanya perubahan, seperti lagu kritikan yang membangun yang dilantunkan Bang Rhoma Irama ini "yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin".

Makanya biar kedepan ada perubahan, Pengawalan Pilkada ini penting dilakukan, tidak hanya terkait jumlah suaranya saja, tapi dananya juga sangat penting karena pilkada ini tidak hanya menjadi tanggungjawab KPU saja tapi tak kalah pentingnya adalah rakyat jawa timur kesemuanya dengan harapan agar penyelenggara Pilkada tidak asal-asalan dalam menjalankan amanah dari rakyat ini, tuturnya saat ditemui awak media Infojatim.com di pesantrenya (Ahad 24/12/2017).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur mengajukan anggaran sebesar Rp 817 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Jawa Timur tahun 2018 itu sudah final dan sudah disetujui.

Menurut Gogot,"Insya Allah untuk Jawa Timur sudah clear anggarannya dan sudah disetujui sebesar Rp 817 miliar" ungkap Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur ini.

"Prinsipnya kami siap, apalagi ini adalah pilkada serentak gelombang ketiga. Jadi kami bisa belajar kepada daerah yang sudah menyelenggarakan pilkada" ungkapnya.

Menurut Gus Zakky, Pria yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Pelaksanaan Pilkada bisa baik dan tidak itu bukan ditentukan hanya dari sudut pandang siapa calonya dan dari mana partai yang mengusungnya tetapi juga ditentukan oleh sejauh mana kesiapan, kejujuran, dan keterbukaan dari penyelenggara Pilkada itu sendiri dalam hal ini adalah KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Gus Zakky Menambahkan Apapun alasanya, dana pilkada harus kita kawal bersama, semua elemen masyarakat harus turut aktif memantau karena ini adalah uang rakyat harus dipergunakan sebaik-baiknya jangan sampai disalah gunakan apalagi di korupsi oleh pihak-pihak tertentu dengan mengatasnamakan Pilkada.

Karena bila ini benar terjadi jelas Pilkada  jatim ternodai. Demikian kata Gus Zakky yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan Jawa timur ini dalam mengakhiri pembicaraanya.


Partner Infojatim.com Arifin s.z team
Sumber : suaraJCW.news (kikiJCW)

HARI IBU, LSM FPSR SANTUNI RATUSAN ANAK YATIM

GRESIK gresiknews1.com -  Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Di Indonesia hari ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR) Gresik melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan tersebut, salah satunya adalah menyatuni 150 anak yatim serta menggelar kegiatan anak menyuapi ibunya sebagai rangkaian memperingati Hari Ibu di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Ketua LSM FPSR Aris Gunawan mengatakan alasan pihaknya memberi santunan kepada anak yatim serta kegiatan ibu yang melibatkan anak dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat kecil yang selama ini terabaikan oleh pemerintah.

"Untuk tahun ini ada 150 anak yatim yang kami beri santunan. Kedepan, santunan akan diberikan lebih banyak lagi mengingat di daerahnya masih banyak masyarakat kecil (tidak mampu) masih memerlukan bantuan, Sesuai dengan tujuan kami, yakni mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami juga akan memantau program pemerintah yang kurang banyak disentuh oleh masyarakat" ujarnya, Sabtu (23/12/2017).

Kapolsek Driyorejo Kompol Sukri menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh penggiat sosial lingkungan FPSR. Pasalnya, dengan kegiatan sosial tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat apalagi menjelang penutupan akhir tahun. "Kami akui kegiatan semacam ini sangat jarang, dan nyata-nyata dilakukan untuk masyarakat kurang mampu," tuturnya.

Camat Driyorejo Satriyo Utomo menjelaskan, keberadaan LSM semacam FPSR sangat dibutuhkan utamanya fungsi kontrol pemerintah. "Apapun organisasinya kalau kegiatan buat sosial, otomatis kami sangat men-support dan kalau bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," tandasnya. 

Menurut Aris Gunawan, kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin. Tujuannya, agar selalu dekat dengan masyarakat. Selain juga menyuarakan aspirasi masyarakat khususnya di wilayah Selatan kota Gresik.


ARZ Team 

MASJID MUHLISIN SENDANGAGUNG TETAP EKSIS PERINGATI MAULID NABI

LAMONGAN gresiknews1.com - Melestarikan muludan atau sering disebut dengan peringatan maulud nabi Muhammad Saw adalah kegiatan rutin tahunan yang selalu dilaksanakan oleh pengurus takmir masjid Muhlisin di desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa timur. 

Kali ini menghadirkan pembicara Ibu Nyai Imamah dari Bangil Pasuruan Jawa Timur, Acara diawali dengan pembacaan ayat suci alqur'an, tahlil, dan sholawat nabi kemudian dilanjutkan dengan sambutan atas nama Takmir Masjid Muhlisin oleh Ustadz Nurhalim, dalam sambutanya beliau menyampaikan 3 hal, " pertama adalah ucapan terimakasih atas kehadhiran semua masyarakat Desa Sendang dalam acara peringatan maulid nabi dimasjid ini, kedua terimakasih kepada penyumbang acara peringatan ini dan ketika berharap kepada Allah, semoga semua bantuan yang diberikan dicatat oleh Allah sebagai amal yang sholeh" Amin.

Acara inti adalah ceramah agama islam dalam rangka maulid nabi besar Muhammad Rosulullah Saw, atau mauidhotil hasanah sekaligus penutup do'a oleh bu nyai Imamah dari Bangil Pasuruan Jawa timur, dalam ceramahnya bu nyai menyampaikan beberapa hal, diataranya "jika njenengan sedoyo sedang di uji oleh Allah, apapun ujian itu atasilah dengan banyak membaca sholawat, jika sedang sakit atasi dengan memperbanyak baca sholawat, jika rumah tangganya sedang ruwet atasilah dengan sholawat, bojo katut rondo warungan atasilah dengan sholawat, jika sedang dalam kondisi melarat dan fakir miskinpun atasilah juga dengan memperbanyak membaca sholawat",tuturnya, (Jum'at 22/12/2017).

Bu nyai menambahkan,"Semua itu kuncinya ada di sholawat, barang siapa yang sering membaca sholawat insyaallah hidupnya akan penuh dengan barokah" ungkapnya.

Acara tersebut di hadiri ribuan warga setempat dari desa Sendangagung Sendiri ada yang dari Dusun Semerek, Dusun Mejero, dari kampung Sekanor dan kampung Jambon.

Selain itu hadir pula Prof.Dr.K.Muzakkin,M.pdi,MH,(Gus Zakky),Pimpinan Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan, Menurutnya "Alhamdulillah pengajian berjalan lancar karena sebelum pengajian dimulai suasana memang sempat hujan, begitu acara dimulai syukurkah hujan reda dan kondisi jadi terang benderang, inilah semua berkat rahmat dan ridho dari Allah Saw juga barokahnya pengajian maulid nabi besar Muhammad Saw malam ini" terangnya saat di temui awak media di depan masjid Muhlisin (Jum'at 22/12//2017).

Lanjut pria yang juga ketua umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini menurutnya "Peringatan Maulid Nabi ini bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt, meningkatkan kerukunan dan persatuan, dan juga bisa dijadikan sarana untuk tholabul ilmi, semoga tahun depan bisa adakan yang lebih meriah lagi dengan pembicara yang cukup handal, Aminn Pungkasnya.


SuaraJCW.news/Partner Arifin s.zakaria/Team

Bupati Gresik Tutup Diklat Akselerasi Pembangunan

GRESIK gresiknews1.comUsai sudah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Akselerasi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Gresik 2017 yang diikuti oleh 30 Pejabat setingkat eselon III. Diklat yang bekerjasama dengan Mark Plus ini dimulai sejak 19 Mei 2017. Hari ini Jum'at (22/12/2017) di tutup oleh Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto di Ruang Rapat Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik.

Dalam sambutannya Bupati menyayangkan, karena tidak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terwakili dalam Diklat ini. Menurut Sambari di Pemkab Gresik ada 39 OPD, tapi yang ikut hanya beberapa OPD saja. Materi pembelajarannyapun tampaknya juga kurang lengkap.

"Ini saya melihat kok tidak ada materi tentang pertanian, tentang ketenagakerjaan, tentang kelautan, tentang social, tentang perindustrian dan perdagangan, tentang catatan sipil dan kependudukan" papar Bupati sekan kurang sreg.

Padahal nantinya, mereka yang akan ikut diklat ini bisa menggantikan pejabat eselon IV yang bakal banyak pension pada 2018. "Dulu saya punya rencana kalau diantara peserta diklat ini 70 persen bisa mengganti pejabat yang bkal pension tersebut. Tapi kalau keadaannya demikian ya perlu dipertimbangkan dulu" tambah Sambari yang diikuti oleh tepuk tangan peserta diklat.

Akhirnya, Sambari menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti diklat sampai berakhir.  

Terkait Diklat Manajemen Akselerasi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Gresik 2017 Sekda Gresik, Djoko Sulistio Hadi menjelaskan, ada 5 materi yang diberikan pada para peserta selama 7 bulan mengikuti diklat. Materi tersebut tentang Tata pemerintahan, investasi penanaman modal, lingkungan hidup, tentang pekerjaan umum serta tentang keuangan dan akutansi.

"Selain materi di kelas, peserta diklat juga melakukan orientasi lapangan di Medan Sumatera Utara. Disana para peserta Diklat melakukan study pada Dinas-dinas sesuai materi pembelajaran" ujar Sekda.

Sementara Kepala BKD Nadhif kepada Kepala Bagian Humas Suyono menyatakan akan memperbaiki materi diklat sesuai usulan Bupati.

"Memang semuanya butuh penyempurnaan mengingat ini merupakan diklat yang pertama kali di Gresik atau bahkan di kabupaten kota lain belum pernah menyelenggarakan. Semoga kedepan bisa lebih baik lagi sesuai harapan dan kebutuhan" ungkap Nadhif kepada Suyono.


ARZ Team

PERINGATI HARI IBU, BUPATI DAN ISTRI BERSELFIE RIA DENGAN GEROMBOLAN IBU-IBU

GRESIK gresiknews1.comSuasana peringatan upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Gresik, Jumat (22/12/2017) nampak berbeda. Peserta upacara yang biasanya di dominasi oleh kaum laki-laki, kini seluruh peserta upacara adalah kaum perempuan. Keterlibatan kaum perempuan dalam upacara kali ini merupakan salah satu wujud semangat untuk memperingati Hari Ibu yang ke 89.

Tak hanya itu, suasana keceriaan dan keakraban pun terlihat usai upacara berlangsung. Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto didampingi ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Hj. Maria Ulfah Sambari bersama sejumlah anggota organisasi wanita lainnya berkeliling sembari berselfie ria dengan para peserta upacara.

Sontak hal itu membuat para peserta upacara berebut dan berjabat tangan dengan Bupati serta dan istri yang merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik. Semua dilayani dengan senyuman dan keramah tamahan.

"Kami senang bisa berjabat tangan dan berselfie ria bersama pak Bupati dan istrinya. Jarang-jarang bisa seperti ini," ujar salah Tina salah seorang peserta upacara.

Dalam kesempatan itu, ketua TP PKK kabupaten Gresik Hj. Maria Ulfa Sambari menyatakan bahwa di peringatan Hari Ibu ini, kebahagiaan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tidak memandang jabatan dan kedudukan.

Terlebih, pada masa perebutan kemerdekaan dulu, peran perempuan juga sangat mendominasi dalam memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia.

"Apa yang dilakukan oleh para pendahulu kita terutama kaum perempuan dalam perebutan kemerdekaan harus kita jadikan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Peran kita sebagai kaum ibu dalam keluarga juga sangat menentukan sebagai ujung tombak dalam mendidik anak-anak kita dirumah," pesan Hj. Maria Ulfa Sambari.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Sambari menjelaskan bahwa peran kaum perempuan juga tidak kalah penting dengan peran laki-laki dalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan.

"Perempuan dan laki-laki juga mempunyai kesempatan, akses serta peluang yang sama sebagai sumberdaya pembangunan sebagaimana target yang harus dicapai dalam tujuan pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang maupun tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan sampai tahun 2030," ujar Bupati Sambari.


ARZ Team

Berkat Sekolah Perempuan (Sekoper), Ibu-Ibu Desa Lebih Percaya Diri

GRESIK gresiknews1.com - Kini ibu-ibu desa di Kabupaten Gresik mengaku lebih percaya diri setelah ikut Sekolah Perempuan (Sekoper). Setidaknya pengakuan ini disampaikan oleh Suparti (42) warga desa Mondoluku Kecamatan Wringinanom Gresik.

"Saya sekarang sudah berani mengurus surat-surat sendiri, saya berani usul saat rapat bahkan pernah disuruh memimpin rapat saat ada kegiatan di dusun maupun desa. Bahkan oleh pak lurah saya diikutkan dalam forum Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes)" paparnya bangga.

Pengakuan telah mendapat kemajuan dan percaya diri setelah ikut Sekoper tak hanya diakui oleh Suparti semata. Fitri (41) asal Desa Sooko Kecamatan Wringinanom juga mendapat banyak perkembangan kemajuan setelah ikut sekoper. Dia mengaku lebih berani dan percaya diri sehingga dirinya dipercaya untuk memberikan pendampingan kepada warga dalam mengurus jaminan social.

Tentu masih banyak pengakuan para perempuan yang telah banyak mengalami perkembangan dan percaya diri setelah ikut sekolah perempuan yang diselengarakan di desa-desa oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, saat ini Pemkab Gresik sudah membuka 14 sekoper yang tersebar di 10 Kecamatan.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender, Soerati Mardiyaningsih, meski mereka hanya belajar di balai desa atau bahkan belajar di pelataran warga, Namun saat ini mereka banyak kemajuan. Rasa percaya diri ini timbul kerena mereka sudah banyak memahami tentang materi dan kurikulum yang telah diajarkan.

"Mereka belajar banyak tentang berorganisaasi dan kepemimpinan perempuan. Pemahaman program perlindungan social dan penanggulangan kemiskinan. Pemahaman tentang pengembangan ekonomi dan kemandirian perempuan, pemahaman tentang pemenuhan hak reproduksi perempuan" ujar Soerati Mardiyaningsih.  

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik Adi Yumanto pada Jum'at (22/12/2017) di kantornya mengatakan, mulanya sekoper ini di buka pada tahun 2013 di Kecamatan Wringinanom Gresik. Ada 4 sekoper di 4 desa di wilayah ujung selatan Gresik ini. Masing-masing sekoper desa Kesambenkulon, Mondoluku, Sooko dan Sumbergede.

Saat ini tahun 2017, program sekoper direplikasi pada 10 desa di 6 Kecamatan. Masing-masing sekoper desa/kelurahan Pulopancikan dan Kramatinggil di Gresik, Desa Dooro dan Dungus di Cerme, Desa Wonorejo dan Kedungsumber di Balongpanggang, Desa Sidomukti dan Kramat di Bungah, desa Gunungteguh di Sangkapura, desa Kepuhlegundi di Tambak.

"Untuk program 4 sekoper awal di Wringinanom mulai 2013 sampai saat ini sudah ada 955 perempuan yang berhasil diikutkan. Sedangkan pada 10 sekoper yang dimulai pada 2017 pada 10 desa di 6 Kecamatan, ada 300 perempuan yang berhasil diikutkan. Total sudah ada 1.255 perempuan yang berhasil ikut sekoper," ujar Adi Yumanto.

Masih menurut Adi Yumanto, dari pelaksanaan sekolah perempuan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik merupakan inovasi daerah menuju 3 ends yaitu Akhiri kekerasan peremp[uan dan anak, akhiri perdagangan orang dan akhiri kesenjangan ekonomi perempuan.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono mengatakan, sekoper adalah salah satu inovasi daerah yang mendukung Pemkab Gresik dalam peraihan Innovative Gouvernment Award (IGA) 2017.

"Ada lima inovasi daerah yang mengantarkan sukses Gresik pada IGA 2017 yaitu Regu Tanam Padi Jajar Legowo (Rutan Pajale), Perpustakaan Mini Kota Wali (Pusmintali), Kartu Keluargaku data Ulang (Kakekku Datang), Jamban dan Ipal Sehat Masyarakat Senang (Jadi Sayang) dan Sekolah perempuan (sekoper)".


ARZ Team

Hj. NINA SOEKARWO, MENJADI IBUNYA WARGA JAWA TIMUR

SURABAYA gresiknews1.com - Dalam rangkaian Puncak Peringatan HKSN 2017 di Lapangan Makodam V Brawijaya 20 Desember kemarin, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi menerima penghargaan tanda kehormatan Satya Lencana Kebhaktian Sosial. 

Pemberian penghargaan ini mengacu pada Surat Keputusan Presiden RI No.126/TK/Tahun 2017 dan diserahkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Puan Maharani yang didampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Soekarwo.

Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada tokoh atau warga negara Indonesia yang telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara. Penghargaan yang diterima Budhe Karwo di atas hanyalah salah satu penghargaan dari sekian banyak penghargaan yang diterima Budhe selama mendampingi Gubernur Jatim Soekarwo. Bukanlah waktu yang singkat bagi Ny Hj Dra Nina Soekarwo, MSi mendampingi suami menjadi Gubernur Jatim selama hampir dua periode. 

Banyak kisah yang bisa dijadikan pelajaran berikut inspirasi bagi siapa saja yang mau belajar dari sosok yang biasa dipanggil Budhe Karwo ini. Bukan saja bagi mereka yang kebetulan menjadi istri kepala daerah atau istri pejabat di pemerintahan, tetapi sesungguhnya juga bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja perempuan di Jawa Timur yang ingin belajar dari Budhe Karwo. Termasuk bagi perempuan-perempuan biasa yang memilih berkarier di sektor domestik alias menjadi seorang ibu rumah tangga. 

Memandang seorang Nina Soekarwo tentu tidak hanya dipandang sebagai seorang perempuan dengan bertumpuk jabatan penting di berbagai bidang baik sosial, ekonomi, pendidikan dan sektor sektor lain. Nina Soekarwo adalah seorang perempuan yang menjadi ibu dan istri dalam payung kehidupan keluarga. Dengan demikian, sejatinya banyak juga pelajaran yang bisa dipetik dari cara Budhe karwo menata dan mengelola kehidupan tumah tangga. 

Berkaca pada Budhe Karwo, maka sungguh tidak ada alasan lagi bagi seorang perempuan untuk meninggalkan peran seorang ibu hanya dengan berdalih sibuk dengan kegiatan di luar rumah. Budhe Karwo sudah menunjukkan bahwa meskipun punya kesibukan dan aktivitas yang luar biasa diluar rumah, namun tetaplah ketika memasuki kehidupan rumah tangga akan menjadi seorang ibu bagi putra-putrinya dan menjadi istri yang hangat bagi sang suami.

Menjadi Pendamping Suami

Sejatinya, menilai sosok Nina Soekarwo di lingkungan pemerintahan tidak bisa kalau hanya dimulai ketika menjadi istri Gubernur sepuluh tahun yang lalu. Namun harus harus juga dibaca peran-perannya selama mendampingi sang suami saat meniti karier di Pemprov Jatim sehingga akhirnya menjadi seorang Gubernur Jatim.

Tidak berlebihan kiranya kalau ungkapan seorang laki-laki yang hebat, pasti karena ada seorang yang hebat disampingnya. Namun ungkapan itu rasanya juga tidak cukup untuk melukiskan peran penting seorang Nina Soekarwo. Mengapa? Karena Nina Soekarwo bukan hanya menjadi seorang perempuan yang berada di balik layar untuk menjadi spirit dan inspirasi bagi sang suami dalam berkarya. Namun, Nina Soekarwo adalah juga seorang yang berani tampil di atas panggung untuk memperkuat apa yang dilakukan oleh seoarang suami. Jadi peran istri bukan hanya menjadi seorang pendamping yang setia menemani dan mendorong sang suami menunaikan tugasnya secara baik. Tetapi Nina Soekwaro juga menjadi mitra pemerintah dengan berbagai inovasi dan program yang disusun melalui lembaga yang dipimpinnya untuk ikut serta mendukung dan melengkapi tugas suami sebagai kepala daerah. 

Banyak program-program yang lahir dan sekaligus dikerjakan Nina Soekarwo dalam rangka mendukung program pembangunan Jawa Timur. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, misalnya, banyak program-program PKK yang dikonsepsikan untuk ikut serta menyelesaikan persoalan pembangunan di Jawa Timur. Contohnya adalah konsep Taman Posyandu holistik integratif yang dikampanyekan Budhe Karwo. 

Melalui lembaga TP PKK, Budhe Karwo menunjukkan citra diri seorang perempuan yang bukan hanya lihai dalam mendorong dan memovitasi suami, tetapi juga sekaligus menjadi pemain utama dalam berperan serta dalam mengatasi persoalan pembangunan seperti bagaimana menekan angka angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB),  menggerakkan kader PKK untuk mendampingi Ibu hamil miskin dan resiko tinggi, ikut memberi perhatian sekaligus mendorong terhadap pengarusutamaan gender (PUG), motivator paliatip thd penderita kanker stadium lanjut, hingga memiliki kepedulianyang tingggi tinggi terhadap lansia dan sebagainya. Singkatnya prestasinya bidang kemanusiaan sangat banyak dan  komitmen Budhe  sangat tinggi dalam hal membantu orang miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Nah berangkat dari itulah kemudian sebuah tim independen mengusulkan Bude Karwo untuk mendapatkan anugerah satya lencana kebaktian sosial. Bahwa diluar prestasi itu, Budhe juga masih memiliki energi yang besar untuk menggarap sektor yang strategis dalam pembangunan di Jatim misalnya ikut mencerdaskan warga Jawa Timur dalam program gemar membaca. Bahkan atas dedikasi Bude Karwo dalam meningkatkan aktivitas gemar membaca, Bude pernah mendapat penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka 2014 dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Diterimanya penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka oleh Bude Karwo tak lepas dari kegigihannya membangun berbagai terobosan yang luar biasa dalam usaha mencerdaskan anak bangsa, khususnya di bidang perpustakaan. Peran tidak kalah menterengnya juga disematkan Bude Karwo untuk ikut menggerakan sektor ekonomi.

Dalam industri kreatif misalnya, Bude Karwo memperoleh apresiasi, dengan diberikan penghargaan Bintang Puspayoga karena keberhasilan pengembangan berbagai sisi melalui lembaga binaan Dekranasda Jatim, yaitu melakukan pembinaan terhadap batik Gedog Tuban, baik dari ketersediaan bahan baku, motif, dan ciri khasnya yang unik sampai proses pembuatannya.

Di era pasar bebas ASEAN, Gedog Tuban bisa menjadi tumpuan harapan keberlangsungan kain-kain tradisional Indonesia yang tengah menghadapi gempuran. Dengan kata lain, bangkitnya industri ini juga bermakna harapan agar para pengrajin UKM di Jatim untuk lebih meningkatkan produktivitasnya di masa mendatang. Dan sungguh tidak cukup lagi kalau harus dituliskan lagi apa yang telah diraih Budhe Karwo selama ini.

Pesan terpentingnya adalah, bahwa Budhe Karwo sebagai ibunya masyarakat Jatim sesungguhnya telah memberikan contoh berikut inspirasi bagi perempuan-perempuan khususnya di Jawa Timur. Bukan saja memberi tauladan, bagaimana seorang perempuan bisa berkarya dan berinovasi melalui berbagai wadah dan lembaga yang ada, tetapi Budhe Karwo juga ikut membukakan layar besar bagi perempuan-perempuan di  Jatim untuk bisa berperan di pembangunan Jatim. 

Kegigihannya dalam mendorong pengarusutamaan gender membuktikan komitmennya dalam mendorong perempuan untuk tampil di depan panggung. Kepeduliannya dalam membangkitkan koperasi-koperasi wanita di Jatim juga semakin menegaskan betapa perempuan di  Jawa Timur bisa berperan signifikan dalam pembangunan. 

Semoga di momentum Hari Ibu ini, kita para perempuan semakin menyadari betapa banyak yang bisa kerjakan dan abdikan dalam ikut serta berperan dalam pembangunan. Selamat Hari Ibu.


Arifin S Zakaria Team

Gresik Borong 11 Piala Adiwiyata Nasional 2017

GRESIK gresiknews1.comTahun 2017, Pemkab Gresik menambah 11 koleksi piala adiwiyata baru. Penambahan ini setelah 11 sekolah di Gresik pada Kamis (21/12/2017) meraih Piala Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Penerimaan piala adiwiyata dilaksanakan di Auditorium Gedung Manggala Wana Bakti Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Tambahan koleksi yang diterima Kabupaten Gresik yaitu 11 (sebelas) Piala Adiwiyata merupakan yang terbanyak dari seluruh Kabupaten Kota. Sekolah penerima adiwiyata tersebut yaitu SDN 1 Menganti, SDN 2 Tlogopatut Gresik, SDN Sidorukun Kebomas, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdhlatul Ulama (NU) Assa'adah, MI Al Ma'arif Sukomulyo Manyar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kebomas, SMPN 2 Menganti, Madrasag Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gresik, SMA Negeri 1 Gresik, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik dan MAN 2 Gresik.

Dalam Kesempatan mendampingi para Kepala Sekolah menerima piala Adiwiyata tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Sekolah yang berwawasan lingkungan dan telah mengharumkan nama Gresik terutama dalam meraih penghargaan. Dia berharap agar dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata ini akan memberi semangat kepada semua sekolah di Gresik serta masyarakat Gresik untuk lebih mencintai kebersihan lingkungan.

"Penghargaan Adiwayata ini tak hanya sebagai simbul. Tapi harus disertai tanggung jawab untuk semua warga sekolah untuk menciptakan lingkungannya dan berperilaku sesuai kaidah yang cinta lingkungan dan kebersihan" ungkapnya.

Tentang penerimaan penghargaan Adiwiyata Kepala Bagian Humas dan protocol Suyono mengatakan, bahwa saat ini Gresik sudah mengkoleksi 20 Adiwiyata Nasional dan 19 piala adiwiyata mandiri Nasional.  

kualifikasi penerima Penghargaan Nasional Adiwiyata ini yaitu Sekolah tersebut sudah pernah memenangkan penghargaan Adiwiyata di tingkat Kabupaten maupun Propinsi.

"Kasek pada sekolah yang bersangkutan setidaknya harus pernah mengeluarkan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Punya kurikulum khusus yang berbasis lingkungan, ada kegiatan partisipatif berbasis lingkungan, serta punya sarana prasarana sekolah yang berorientasi lingkungan" katanya. 


ARZ Team

GERAKAN 500 RIBU MASKER DAN PENCANANGAN GRESIK BERMASKER

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Berbagai macam cara terus dilakukan untuk memutus ...