Dalam Rangka HUT Ke - 53 Korem 084/Bhaskara Jaya Mengadakan Karya Bhakti tahun 2019

GRESIK -- Tempat Makam Pahlawan jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dalam rangka Karya Bhakti HUT ke 53 Korem 084/ Bhaskara Jaya tahun 2019 diwilayah Kodim 0817 /Gresik beserta KBT HIPAKAD 1317/0817 Gresik.Jum,at ( 26/7/19). 

Dalam rangka mewujudkan pola hidup sehat serta lingkungan yang bersih, Kodim 0817/Gresik mengadakan kegiatan Karya Bhakti tahun 2019.dengan tujuan bakti TNI. 

Yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memotifasi masyrakat dalam menjaga kesehatan lingkungan yang bersih dan subur. Program ini merupakan komando langsung dari atas guna menyongsong hidup sehat bagi masyarakat yang kurang mampu. Melalui kegiatan Karya Bhakti ini dapat di laksanakan dengan baik dan sukses.aman.Sampai berita ini diturunkan, Rabo (31/7/19). 

Semoga kegiatan tersebut bermanfaat bagi anggota Kodim 0817/ Gresik beserta jajaran guna mengenang seniornya gugur membela Negara, dan masyarakat sekitar guna menjaga kebersihan lingkungan. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Polres Gresik Siapkan 1392 Personil Gabungan Dalam Rangka Pengamanan Pilkades di diwilayah Kabupaten Gresik

GRESIK - Polres Gresik menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan Pilkades serentak di tahun 2019. Bertempat di halaman Kantor Pemkab Gresik Jl. Dr. Wahidin SH Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Selasa ( 30/7/19) sekitar pukul 08.00 WIB. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto.,ST.,M.si, Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim.,M.si, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro., SH., SIK.,M.si, Komandan Kodim 0817 Kab. Gresik Letkol Inf. Budi Handoko., S.sos, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Ahmad Nurhamim., S.Pi, M.Si., Kajari Kab. Gresik Pandoe Pramoe Kartika., SH., MH, Ketua LDII Kabupaten Gresik KH. Abdul Muis Zuhri., SH., SE., MM., Wakil Ketua PA Kab. Gresik Drs. A. Fudloli., MH , Komisi Pemberdayaan perempuan MUI Kabupaten Gresik/Dai Kamtibmas Gresik Drs. H. Awaluddin., M. Ag dan Wakapolres Gresik Kompol. Dhyno Indra Setyadi., SIK., M.si, Danyon Sat Brimob Madiun Polda Jatim Kompol Agus Waluyo , Para PJU Polres Gresik, Para Kapolsek Jajaran Polres Gresik, Para Danramil Jajaran Kodim 0817 Gresik serta Para Camat Se Kab. Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro., SH., SIK.,M.si dalam amanatnya menjelaskan dalam Pilkades kali ini, di laksanakan pada 264 desa diwilayah Kabupaten Gresik, 274 TPS terdiri 193 desa dengan 194 TPS katagori aman, 73 desa dengan 80 TPS katagori rawan yang terbagi menjadi 2 desa terdapat 7 TPS rawan ringan, 69 desa terdapat 73 rawan sedang, sedangkan untuk rawan berat Yang awalnya 6 dapat diturunkan menjadi rawan sedang. Dalam hal ini Polres Gresik melibatkan sebanyak 1.392 pers Polri, terdiri dari per Polri Polres Gresik 517 pers, 10 BKO polres jajaran polda jatim sebanyak 631 pers, BKO brimob 144 pers, BKO Ditsabhara Polda Jatim sebanyak 100 pers, 303 pers TNI serta 2.740 pers linmas di Kabupaten Gresik akan menggelar Pilkades serentak, Rabo (31 /7/19). 

Lebih lanjut Wahyu menambahkan, Anggota dalam hal pengamanan diawali dengan kegiatan cipta kondisi Baik preemtive dengan kunjungan, sambang dan pendekatan kepada tokoh masyarakat, Tokoh agama dan kepada para calon kades Sehingga pelaksanaan pilkades di harapkan bisa berjalan aman dan lancar. 

Disamping itu kapolres menghimbau agar selalu menjalin sinergitas dengan instansi terkait baik TNI, tokoh agama, Tomas, tokoh pemuda, lsm dan komponen masyarakat lainya, karena sukses dan tidaknya pesta Demokrasi di tingkat desa bergantung pada semua komponen pemerintah dan masyarakat. 

"terus melaksanakan deteksi dini dan jangan underestimate, setiap permasalahan yang timbul agar diselesaikan secara cepat, proaktif, tanggap, proporsional, profesional dan prosedural sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan yang berlaku", tegas Kapolres. 

Apel Gelar Pergeseran Pasukan tersebut diikuti Satu Pleton Kodim 0817 Gresik, Satu SSK Brimob Madiun Polda Jatim, Satu SSK Sabhara Polda Jatim, Dua Pleton Polrestabes Surabaya, Satu SSK Polresta Sidoarjo, Dua Pleton Polres Tanjung perak Surabaya, Dua Pleton Polres Jombang, Dua Pleton Polres Nganjuk, Dua Pleton Polres Mojokerto, Dua Pleton Polres Mojokerto Kota, Dua Pleton Polres Lamongan, Dua Pleton Polres Bojonegoro, Dua Pleton Polres Tuban, Satu Pleton Sat Pol PP Kab. Gresik, Satu Pleton Linmas Kabupaten Gresik. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Kapolres Gresik Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Praja Giri Santri 2019

GRESIK - Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Gresik, Polres Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Praja Giri Santri 2019, dalam rangka Pilkades serentak Kab. Gresik tahun 2019, Senin (29/7/2019). 

Apel pengamanan gabungan dengan sandi Ops. Mantap Praja Giri Santri 2019, menjelang Pilkades serentak gelombang 2019 ini, digelar di Halaman Mapolres Gresik Jl. Basuki Rahmad No. 22 Kec. Kab. Gresik, diikuti dari Satu Regu Sub Denpom / Sub Garnisun Gresik, Satu Pleton Kodim 0817 Gresik, Satu Pleton Staf Polres Gresik, serta pasukan Dalmas lanjut dan kerangka, Satpol PP dan Linmas. 

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH.S.I.K.M.si. Polres Gresik khususnya dibantu dengan unsur TNI dan stakeholders terkait Iainnya akan menggelar Operasi kepolisian kewilayahan Polres di Back Up Polda dengan sandi "Mantap Praja Gm Santri 2019", yang dilaksanakan selama 90 hari. terhitung mulai tanggal 24 Juli 2019 sampai dengan 21 Oktober 2019, dengan melibatkan 1.329 personel Polri terdiri dari 512 Personel Polres Gresik, 631 personel BKO Pam TPS dari 10 Polres jajaran Polda Jatim, 100 personel BKO peleton Dalmas Direktorat Sabhara Polda Jatim. 144 personel dari Sat Brimob Polda Jatim. 

Operasi ini diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif serta penegakan hukum melalui penggelaran fungsi-fungsi Kepolisian dalam bentuk Satuan Tugas, untuk mengamankan 264 Desa dari 356 Desa yang akan melaksanakan Pilkades, ungkapnya. 

Dalam kesempatan ini. selaku Kepala Kepolisian Resort Gresik, "saya tekankan bahwa Polres Gresik berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan Pilkades tahun 2019 agar dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai" terangnya. 

Menurut Kapolres Gresik saat membacakan amanat apel, bahwa Pilkades 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas karena dilaksanakan secara serentak. Ini dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan di antaranya pemanfaatan politik identitas, dan penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan warga. 

" Ada beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan ada enam amanat. Amanat pertama, Perkuat soliditas dan sinergitas TNI dan Polri guna mewujudkan Pilkades yang aman lancar dan damai Amanat kedua, Jaga netralitas Polri dan TNI serta hindari tindakan yang dapat mencederai netralitas TNI dan Polri dalam penyelenggaraan setiap tahapan Pilkades Amanat ketiga, Kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamlika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya poncegahan dan penanganan secara dini. 

Amanat keempat, Gelorakan deklarasi Pilkades damai dengan mengikutsertakan elemen-elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkades Amanat kelima, Susun rencana pengamanan secara detail dan Iaksanakan latihan pada setiap tahapan pengamanan termasuk dalam menghadapi situasi kontinjensi Amanat keenam, Lakukan penegakan hukum secara profesionai dan proporsional baik terhadap dugaan tindak pidana Pilkades maupun potensi pelanggaran hukum Iainnya, guna menjamin stabilitas kamtibmas yang kondusif. Sampai berita ini diturunkan, Selasa (30/7/19). 

Apel gelar pasukan dilanjutkan Kapolres Gresik memberikan App kepada Seluruh PJU dan Kapolsek dan App kepada anggota Satgas Money Politic & Perjudian di depan gedung baru SPKT. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Dokumen Foto Bantuan Dana Hibah Provinsi Jatim Tahun 2018

GRESIK - Telah di temukan dugaan tindak pidana terkait pemalsuan tanda tangan dan dokumen foto terkait Bantuan Dana Hibah Daerah Jawa Timur realisasi tahun 2018 yang di peruntukkan untuk kelompok usaha sangkar ayam "Garuda Jaya " di Ds kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

Bantuan dana hibah daerah Jawa Timur yang realisasi tahun 2018 kurang tepat sasaran dalam kenyataannya di lapangan.,dana hibah tersebut yang semestinya untuk kelompok kegiatan kerajinan sangkar ayam kelompok Garuda Jaya. 

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan yang kami telusuri bersama LSM - Ilham Nusantara dan berdasarkan dari nara sumber masyarakat Ds kedungrukem yang dapat di pertanggung jawabkan, bahwa pengurus dan anggota kelompok Garuda Jaya yang Bukan pengrajinpun juga ada yang menerima bantuan tersebut.

Dari kelompok yang telah menerima bantuan usaha yang bukan pengrajin disini malah tidak berkembang dan beralih ke profesi lain juga ada yang berprofesi sebagai pekerja perusahaan PT.Sumber Mas Gresik, Pemulung/Penampung barang bekas, Sopir yang bekerja di luar kota. 

Ketua Lsm Ilham Nusantra yang bernama Charif Anam bersama korban Wahyu Gutomo pada tanggal 26 Juli 2019 Jam 11.00 wib berkoordinasi dengan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro di ruang dinasnya. 

Pada saat berkordinasi korban yang di dampingi oleh Lsm - Ilham Nusantara, Kapolres Gresik langsung memberikan arahan ke unit tipikor dan terlayani dengan prima, karena sebelumnya Kapolres Gresik sudah menerima berkas dari Lsm tersebut agar dapat untuk di tindak lanjuti.

Karena dalam permasalahan tersebut Wahyu Gutomo yang sebagai korban yang di palsukan tanda tangannya, Wahyu Gutomo tersebut dan berkomentar kepada awak media infojatim.com dan Lsm Ilham Nusantra telah mengkaitkan salah satu oknum anggota dewan DPRD Gresik dalam permasalahan tersebut sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 30 Juli 2019). 

Masih dalam komentar Wahyu Gutomo terkait nama anggota dewan DPRD Gresik beliau belum menyebutkan nama yang sebenarnya, karena perkara tersebut sudah saya laporkan ke tipikor Polres Gresik sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Disini korban Wahyu Gutomo tidak terima karena sempat viral di media online yang tersebar, ketika Infojatim.com menghubungi Ketua kelompok pengrajin Garuda Jaya yang bernama Suratman beliau memberikan jawaban lewat selulernya enggan berkomentar panjang dalam singkat padat dengan alasan masih sibuk tentang Pilkades di desa tersebut. 

Pada intinya korban Wahyu Gutomo tidak membahas masalah nilai bantuan dana hibah daerah provinsi Jatim tahun 2018, tetapi disini korban tidak terima karena tanda tangannya di palsu padahal beliaunya sendiri tidak menerima dana bantuan tersebut. 

Bersambung...........


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

13 Pejabat Eselon II dari Wilayah Timur Indonesia Belajar Inovasi ke Gresik


GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyatakan bahwa keinginannya untuk mengembalikan kejayaan perikanan Gresik tempo dulu dan menjadikan Gresik sebagai kota Bandar seperti jaman Nyi Ageng Pinatih. Keinginan Bupati ini disampaikan dihadapan para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II Angkatan XIV tahun 2019.


Para peserta Pelatihan ini merupakan pimpinan dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Indonesia Bagian Timur. Mereka dipimpin oleh ketua rombongan Sri Kusumawardhani yang merupakan Widyaiswara Utama Pusat Latihan dan Pengembangan Pemetaan Kompetensi Aparatus Sipil Negara (Puslatbang PKASN LAN).


Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi oleh beberapa Kepala OPD Pemkab Gresik menerima rombongan di Ruang Mandala Bakti Praja, pada Selasa (30/7/2019).


Menurut pimpinan rombongan, kunjungan peserta pelatihan ini merupakan bagian dari tugas Lembaga untuk menciptakan inovasi yang bisa dimarketingkan. Ada 13 peserta yang merupakan pejabat eselon II. Kunjungan mereka sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional sebagai tugas visitasi kepemimpinan.


"Ada tugas bagi mereka untuk menyusun inovasi yang bisa 'dijual' melalui beberapa media social atau media apapun untuk mempromosikan obyek yang dikunjungi. Adapun tema dari kunjungan ini adalah blue ekonomi, strategi perikanan dan kelautan" kata Sri Kusumawardhani yang biasa dipanggil Dhani.  


Menurut Dhani, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang dulunya dikenal dengan sebutan Diklatpim II ini berasal dari beberapa daerah yaitu Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, Pemkab kaimana, Pemkab Dompu, Pemkab Lombok Utara, Pemkab Lombok Tengah. Mereka semua adalah Pejabat eselon II atau pimpinan OPD di wilayahnya.


Pada kesempatan itu, Bupati yang didampingi oleh Kepala Dinas perikanan Gresik, Choirul Anam menyebutkan, bahwa uapaya yang telah dilakukan misalnya membangun pasar ikan modern. Untuk luas areal perikanan budidaya di Gresik dulunya mencapai 32 ribu hektar. Namun seiring beralihnya lahan menjadi areal industry, saat ini luas areal tambak menjadi 28 ribu hektar.


"Namun seiring beroperasinya Bendung Gerak Sembayat, saat ini banyak sekali tambak baru. Ada beberapa pengerukan pada lahan tidur yang kemudian dijadikan tambak. Hal ini sangat mungkin bagi petani tambak yang tergusur kemudian membeli tanah kembali yang lebih luas kemudian dijadikan tambak baru, sedangkan tanah uruknya dijual" kata Sambari.


Sedangkan untuk mengembalikan Gresik sebagai kota Bandar (Pelabuhan), menurut Sambari saat ini sudah terlaksana dengan selesainya Java Industries Integrated Port Estate (JIIPE) sebagai Pelabuhan International di Kecamatan Manyar Gresik. Rencananya pada Kamis besok, para Peserta pelatihan ini akan mengunjungi beberapa Desa Nelayan yang ada di kecamatan Ujungpangkah. 



ARZ Team 

JAGA KONDUSIFITAS PILKADES SERENTAK DI GRESIK, RIBUAN APARAT KEAMANAN DITERJUNKAN


GRESIK - Keinginan Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto agar kontestasi Pilkades serentak 31 Juli mendatang berjalan aman rupanya didukung dengan diterjunkannya ribuan personel keamanan. Personel keamanan yang dipersiapkan untuk pilkades serentak di 264 desa tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri serta Linmas.


Pagi tadi, Selasa (30/07/2019) para personel keamanan itu mendapat arahan dari Kapolres Gresik AKBP. Wahyu Sri Bintoro dalam apel pergeseran pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan Pilkades di wilayah Kabupaten Gresik. Apel tersebut dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati Gresik.


Tak tanggung-tanggung, Kapolres Gresik mengatakan bahwa pihaknya melibatkan 1.392 personel kepolisian dari jajaran Polres Gresik dan 10  Polres BKO. "Dalam pengamanan pilkades serentak ini kami terjunkan 517 personel dari Polres Gresik, 631 personel dari 10 Polres BKO, 144 BKO Brimob dan 100 personel dari Sabhara Polda Jatim," ujarnya saat pimpin apel.


Selain itu, jajaran TNI juga menerjunkan 303 personel dan 2.740 anggota Linmas.

Bupati Sambari saat didampingi Wakil Bupati H. Moh. Qosim berharap, dengan keterlibatan ribuan personel ini akan menjadikan kontestasi Pilkades serentak di 264 desa benar-benar berjalan aman dan kondusif.


Ia ingin semua pihak, tak hanya aparat kepolisian dan TNI saja yang menjaga kondisi kamtibmas agar tetap aman, namun seluruh komponen masyarakat juga diminta Bupati Sambari untuk turut bersama-sama menjaga situasi kondusif. "Dengan dukungan ribuan personel kepolisian yang bersinergi dengan TNI dan Linmas, nampaknya harus didukung pula oleh keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama saling menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban di masyarakat agar tetap kondusif," pintanya.


Bupati Sambari juga mengucapkan terima kasih kepada para personel dari luar wilayah Gresik yang di BKO (Bantuan Kendali Operasi) di Gresik untuk membantu mengamankan jalannya Pilkades serentak tahun ini. "Saya mewakili pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih kepada para personel dari 10 Polres dan Polda Jatim yang turut membantu pengamanan Pilkades serentak tahun ini," ujarnya.


Dari kesiapan yang dilakukan hingga saat ini, Bupati Sambari optimis bahwa pesta demokrasi Pilkades tahun ini akan berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan. "Apabila timbul permasalahan, agar diselesaikan secara profesional dengan mengedepankan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bupati Sambari. 



ARz Team

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Dokumen Foto Bantuan Dana Hibah Provinsi Jatim Tahun 2018

GRESIK - Telah di temukan dugaan tindak pidana terkait pemalsuan tanda tangan dan dokumen foto terkait Bantuan Dana Hibah Daerah Jawa Timur realisasi tahun 2018 yang di peruntukkan untuk kelompok usaha sangkar ayam "Garuda Jaya " di Ds kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

Bantuan dana hibah daerah Jawa Timur yang realisasi tahun 2018 kurang tepat sasaran dalam kenyataannya di lapangan.,dana hibah tersebut yang semestinya untuk kelompok kegiatan kerajinan sangkar ayam kelompok Garuda Jaya. 

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan yang kami telusuri bersama LSM - Ilham Nusantara dan berdasarkan dari nara sumber masyarakat Ds kedungrukem yang dapat di pertanggung jawabkan, bahwa pengurus dan anggota kelompok Garuda Jaya yang Bukan pengrajinpun juga ada yang menerima bantuan tersebut. 

Dari kelompok yang telah menerima bantuan usaha yang bukan pengrajin disini malah tidak berkembang dan beralih ke profesi lain juga ada yang berprofesi sebagai pekerja perusahaan PT.Sumber Mas Gresik, Pemulung/Penampung barang bekas, Sopir yang bekerja di luar kota.

Ketua Lsm Ilham Nusantra yang bernama Charif Anam bersama korban Wahyu Gutomo pada tanggal 26 Juli 2019 Jam 11.00 wib berkoordinasi dengan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro di ruang dinasnya. 

Pada saat berkordinasi korban yang di dampingi oleh Lsm - Ilham Nusantara, Kapolres Gresik langsung memberikan arahan ke unit tipikor dan terlayani dengan prima, karena sebelumnya Kapolres Gresik sudah menerima berkas dari Lsm tersebut agar dapat untuk di tindak lanjuti.

Karena dalam permasalahan tersebut Wahyu Gutomo yang sebagai korban yang di palsukan tanda tangannya, Wahyu Gutomo tersebut dan berkomentar kepada awak media infojatim.com dan Lsm Ilham Nusantra telah mengkaitkan salah satu oknum anggota dewan DPRD Gresik dalam permasalahan tersebut sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 30 Juli 2019). 

Masih dalam komentar Wahyu Gutomo terkait nama anggota dewan DPRD Gresik beliau belum menyebutkan nama yang sebenarnya, karena perkara tersebut sudah saya laporkan ke tipikor Polres Gresik sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Disini korban Wahyu Gutomo tidak terima karena sempat viral di media online yang tersebar, ketika Infojatim.com menghubungi Ketua kelompok pengrajin Garuda Jaya yang bernama Suratman beliau memberikan jawaban lewat selulernya enggan berkomentar panjang dalam singkat padat dengan alasan masih sibuk tentang Pilkades di desa tersebut. 

Pada intinya korban Wahyu Gutomo tidak membahas masalah nilai bantuan dana hibah daerah provinsi Jatim tahun 2018, tetapi disini korban tidak terima karena tanda tangannya di palsu padahal beliaunya sendiri tidak menerima dana bantuan tersebut. 

Bersambung..........


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Dokumen Foto Bantuan Dana Hibah Provinsi Jatim Tahun 2018

GRESIK - Telah di temukan dugaan tindak pidana terkait pemalsuan tanda tangan dan dokumen foto terkait Bantuan Dana Hibah Daerah Jawa Timur realisasi tahun 2018 yang di peruntukkan untuk kelompok usaha sangkar ayam "Garuda Jaya " di Ds kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

Bantuan dana hibah daerah Jawa Timur yang realisasi tahun 2018 kurang tepat sasaran dalam kenyataannya di lapangan.,dana hibah tersebut yang semestinya untuk kelompok kegiatan kerajinan sangkar ayam kelompok Garuda Jaya. 

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan yang kami telusuri bersama LSM - Ilham Nusantara dan berdasarkan dari nara sumber masyarakat Ds kedungrukem yang dapat di pertanggung jawabkan, bahwa pengurus dan anggota kelompok Garuda Jaya yang Bukan pengrajinpun juga ada yang menerima bantuan tersebut. 

Dari kelompok yang telah menerima bantuan usaha yang bukan pengrajin disini malah tidak berkembang dan beralih ke profesi lain juga ada yang berprofesi sebagai pekerja perusahaan PT.Sumber Mas Gresik, Pemulung/Penampung barang bekas, Sopir yang bekerja di luar kota.

Ketua Lsm Ilham Nusantra yang bernama Charif Anam bersama korban Wahyu Gutomo pada tanggal 26 Juli 2019 Jam 11.00 wib berkoordinasi dengan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro di ruang dinasnya. 

Pada saat berkordinasi korban yang di dampingi oleh Lsm - Ilham Nusantara, Kapolres Gresik langsung memberikan arahan ke unit tipikor dan terlayani dengan prima, karena sebelumnya Kapolres Gresik sudah menerima berkas dari Lsm tersebut agar dapat untuk di tindak lanjuti.

Karena dalam permasalahan tersebut Wahyu Gutomo yang sebagai korban yang di palsukan tanda tangannya, Wahyu Gutomo tersebut dan berkomentar kepada awak media infojatim.com dan Lsm Ilham Nusantra telah mengkaitkan salah satu oknum anggota dewan DPRD Gresik dalam permasalahan tersebut sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 30 Juli 2019). 

Masih dalam komentar Wahyu Gutomo terkait nama anggota dewan DPRD Gresik beliau belum menyebutkan nama yang sebenarnya, karena perkara tersebut sudah saya laporkan ke tipikor Polres Gresik sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Disini korban Wahyu Gutomo tidak terima karena sempat viral di media online yang tersebar, ketika Infojatim.com menghubungi Ketua kelompok pengrajin Garuda Jaya yang bernama Suratman beliau memberikan jawaban lewat selulernya enggan berkomentar panjang dalam singkat padat dengan alasan masih sibuk tentang Pilkades di desa tersebut. 

Pada intinya korban Wahyu Gutomo tidak membahas masalah nilai bantuan dana hibah daerah provinsi Jatim tahun 2018, tetapi disini korban tidak terima karena tanda tangannya di palsu padahal beliaunya sendiri tidak menerima dana bantuan tersebut. 

Bersambung..........


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Dokumen Foto Bantuan Dana Hibah Provinsi Jatim Tahun 2018

GRESIK - Telah di temukan dugaan tindak pidana terkait pemalsuan tanda tangan dan dokumen foto terkait Bantuan Dana Hibah Daerah Jawa Timur realisasi tahun 2018 yang di peruntukkan untuk kelompok usaha sangkar ayam "Garuda Jaya " di Ds kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

Bantuan dana hibah daerah Jawa Timur yang realisasi tahun 2018 kurang tepat sasaran dalam kenyataannya di lapangan.,dana hibah tersebut yang semestinya untuk kelompok kegiatan kerajinan sangkar ayam kelompok Garuda Jaya. 

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan yang kami telusuri bersama LSM - Ilham Nusantara dan berdasarkan dari nara sumber masyarakat Ds kedungrukem yang dapat di pertanggung jawabkan, bahwa pengurus dan anggota kelompok Garuda Jaya yang Bukan pengrajinpun juga ada yang menerima bantuan tersebut. 

Dari kelompok yang telah menerima bantuan usaha yang bukan pengrajin disini malah tidak berkembang dan beralih ke profesi lain juga ada yang berprofesi sebagai pekerja perusahaan PT.Sumber Mas Gresik, Pemulung/Penampung barang bekas, Sopir yang bekerja di luar kota.

Ketua Lsm Ilham Nusantra yang bernama Charif Anam bersama korban Wahyu Gutomo pada tanggal 26 Juli 2019 Jam 11.00 wib berkoordinasi dengan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro di ruang dinasnya. 

Pada saat berkordinasi korban yang di dampingi oleh Lsm - Ilham Nusantara, Kapolres Gresik langsung memberikan arahan ke unit tipikor dan terlayani dengan prima, karena sebelumnya Kapolres Gresik sudah menerima berkas dari Lsm tersebut agar dapat untuk di tindak lanjuti.

Karena dalam permasalahan tersebut Wahyu Gutomo yang sebagai korban yang di palsukan tanda tangannya, Wahyu Gutomo tersebut dan berkomentar kepada awak media infojatim.com dan Lsm Ilham Nusantra telah mengkaitkan salah satu oknum anggota dewan DPRD Gresik dalam permasalahan tersebut sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 30 Juli 2019). 

Masih dalam komentar Wahyu Gutomo terkait nama anggota dewan DPRD Gresik beliau belum menyebutkan nama yang sebenarnya, karena perkara tersebut sudah saya laporkan ke tipikor Polres Gresik sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Disini korban Wahyu Gutomo tidak terima karena sempat viral di media online yang tersebar, ketika Infojatim.com menghubungi Ketua kelompok pengrajin Garuda Jaya yang bernama Suratman beliau memberikan jawaban lewat selulernya enggan berkomentar panjang dalam singkat padat dengan alasan masih sibuk tentang Pilkades di desa tersebut. 

Pada intinya korban Wahyu Gutomo tidak membahas masalah nilai bantuan dana hibah daerah provinsi Jatim tahun 2018, tetapi disini korban tidak terima karena tanda tangannya di palsu padahal beliaunya sendiri tidak menerima dana bantuan tersebut. 

Bersambung..........


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Dokumen Foto Bantuan Dana Hibah Provinsi Jatim Tahun 2018

GRESIK - Telah di temukan dugaan tindak pidana terkait pemalsuan tanda tangan dan dokumen foto terkait Bantuan Dana Hibah Daerah Jawa Timur realisasi tahun 2018 yang di peruntukkan untuk kelompok usaha sangkar ayam "Garuda Jaya " di Ds kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

Bantuan dana hibah daerah Jawa Timur yang realisasi tahun 2018 kurang tepat sasaran dalam kenyataannya di lapangan.,dana hibah tersebut yang semestinya untuk kelompok kegiatan kerajinan sangkar ayam kelompok Garuda Jaya. 

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan yang kami telusuri bersama LSM - Ilham Nusantara dan berdasarkan dari nara sumber masyarakat Ds kedungrukem yang dapat di pertanggung jawabkan, bahwa pengurus dan anggota kelompok Garuda Jaya yang Bukan pengrajinpun juga ada yang menerima bantuan tersebut. 

Dari kelompok yang telah menerima bantuan usaha yang bukan pengrajin disini malah tidak berkembang dan beralih ke profesi lain juga ada yang berprofesi sebagai pekerja perusahaan PT.Sumber Mas Gresik, Pemulung/Penampung barang bekas, Sopir yang bekerja di luar kota.

Ketua Lsm Ilham Nusantra yang bernama Charif Anam bersama korban Wahyu Gutomo pada tanggal 26 Juli 2019 Jam 11.00 wib berkoordinasi dengan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro di ruang dinasnya. 

Pada saat berkordinasi korban yang di dampingi oleh Lsm - Ilham Nusantara, Kapolres Gresik langsung memberikan arahan ke unit tipikor dan terlayani dengan prima, karena sebelumnya Kapolres Gresik sudah menerima berkas dari Lsm tersebut agar dapat untuk di tindak lanjuti.

Karena dalam permasalahan tersebut Wahyu Gutomo yang sebagai korban yang di palsukan tanda tangannya, Wahyu Gutomo tersebut dan berkomentar kepada awak media infojatim.com dan Lsm Ilham Nusantra telah mengkaitkan salah satu oknum anggota dewan DPRD Gresik dalam permasalahan tersebut sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 30 Juli 2019). 

Masih dalam komentar Wahyu Gutomo terkait nama anggota dewan DPRD Gresik beliau belum menyebutkan nama yang sebenarnya, karena perkara tersebut sudah saya laporkan ke tipikor Polres Gresik sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Disini korban Wahyu Gutomo tidak terima karena sempat viral di media online yang tersebar, ketika Infojatim.com menghubungi Ketua kelompok pengrajin Garuda Jaya yang bernama Suratman beliau memberikan jawaban lewat selulernya enggan berkomentar panjang dalam singkat padat dengan alasan masih sibuk tentang Pilkades di desa tersebut. 

Pada intinya korban Wahyu Gutomo tidak membahas masalah nilai bantuan dana hibah daerah provinsi Jatim tahun 2018, tetapi disini korban tidak terima karena tanda tangannya di palsu padahal beliaunya sendiri tidak menerima dana bantuan tersebut. 

Bersambung..........


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dan Dokumen Foto Bantuan Dana Hibah Provinsi Jatim Tahun 2018

GRESIK - Telah di temukan dugaan tindak pidana terkait pemalsuan tanda tangan dan dokumen foto terkait Bantuan Dana Hibah Daerah Jawa Timur realisasi tahun 2018 yang di peruntukkan untuk kelompok usaha sangkar ayam "Garuda Jaya " di Ds kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. 

Bantuan dana hibah daerah Jawa Timur yang realisasi tahun 2018 kurang tepat sasaran dalam kenyataannya di lapangan.,dana hibah tersebut yang semestinya untuk kelompok kegiatan kerajinan sangkar ayam kelompok Garuda Jaya. 

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan yang kami telusuri bersama LSM - Ilham Nusantara dan berdasarkan dari nara sumber masyarakat Ds kedungrukem yang dapat di pertanggung jawabkan, bahwa pengurus dan anggota kelompok Garuda Jaya yang Bukan pengrajinpun juga ada yang menerima bantuan tersebut. 

Dari kelompok yang telah menerima bantuan usaha yang bukan pengrajin disini malah tidak berkembang dan beralih ke profesi lain juga ada yang berprofesi sebagai pekerja perusahaan PT.Sumber Mas Gresik, Pemulung/Penampung barang bekas, Sopir yang bekerja di luar kota.

Ketua Lsm Ilham Nusantra yang bernama Charif Anam bersama korban Wahyu Gutomo pada tanggal 26 Juli 2019 Jam 11.00 wib berkoordinasi dengan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro di ruang dinasnya. 

Pada saat berkordinasi korban yang di dampingi oleh Lsm - Ilham Nusantara, Kapolres Gresik langsung memberikan arahan ke unit tipikor dan terlayani dengan prima, karena sebelumnya Kapolres Gresik sudah menerima berkas dari Lsm tersebut agar dapat untuk di tindak lanjuti.

Karena dalam permasalahan tersebut Wahyu Gutomo yang sebagai korban yang di palsukan tanda tangannya, Wahyu Gutomo tersebut dan berkomentar kepada awak media infojatim.com dan Lsm Ilham Nusantra telah mengkaitkan salah satu oknum anggota dewan DPRD Gresik dalam permasalahan tersebut sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 30 Juli 2019). 

Masih dalam komentar Wahyu Gutomo terkait nama anggota dewan DPRD Gresik beliau belum menyebutkan nama yang sebenarnya, karena perkara tersebut sudah saya laporkan ke tipikor Polres Gresik sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Disini korban Wahyu Gutomo tidak terima karena sempat viral di media online yang tersebar, ketika Infojatim.com menghubungi Ketua kelompok pengrajin Garuda Jaya yang bernama Suratman beliau memberikan jawaban lewat selulernya enggan berkomentar panjang dalam singkat padat dengan alasan masih sibuk tentang Pilkades di desa tersebut. 

Pada intinya korban Wahyu Gutomo tidak membahas masalah nilai bantuan dana hibah daerah provinsi Jatim tahun 2018, tetapi disini korban tidak terima karena tanda tangannya di palsu padahal beliaunya sendiri tidak menerima dana bantuan tersebut. 

Bersambung..........


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

Polresta Sidoarjo Terima Kunjungan Tim Wasops Mabes Polri

SIDOARJO - Tim Pengawas Operasi (Wasops) Mabes Polri melakukan rangkaian kegiatan kunjungan ke Polres jajaran Polda Jawa Timur, termasuk Polresta Sidoarjo, kali ini disambut hangat oleh Wakapolres Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, S.I.K., M.Si., Rabu (24/7/). 

Kunjungan dari Mabes Polri, yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, S.I.K., M.M, tiba sekitar pukul 11.30 WIB, tampak didampingi PLH Kabag Ops Kompol Rochsul, Kasubaghumas AKP Tri Novi.

Dalam kesempatan ini diikuti 14 jurnalis media nasional, yang berangkat rombongan dari Mabes Polri guna mengikuti giat tersebut, tinjauan diawali menuju ke ruang Online SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) pada saat Doorstop Wakapolresta Sidoarjo menerangkan, bahwa SKCK Online ini mulanya terbentuk karena banyaknya pemohon yang sampai Antri berjam jam, sehingga sistem Online ini diadakan, diberlakukan sejak 2016, selain di Polres, juga keliling di berbagai titik di wilayah Sidoarjo.

"Awalnya dengan kuota pemohon yang semakin bertambah, terus kita buka sistem Online pada tahun 2016. Melalui pengurusan penerbitan SKCK secara Online, masyarakat kian dipermudah dalam mekanismenya, dan Birokrasi pun berhasil terpangkas, dan seiring berjalannya waktu.

Alhamdulillah di tahun 2018 kami mendapat penghargaan dari Menpan berupa pelayanan publik Top 99.

Pembayarannya dilakukan secara non tunai bekerja sama dengan lembaga perbankan, sehingga dapat menghilangkan terjadinya penyimpangan (pungli), "tambahnya.Sampai berita ini diturunkan, Kamis (25/7/19). 

Setelah diruang SKCK bergeser ke ruang tahanan. Kemudian melakukan peninjauan ruang besuk tahanan, dalam kesempatan ini Anggi menambahkan, akan dibuatnya rencana sistem pendaftaran Online bagi pengunjung tahanan. 

Kita berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, kami juga mendorong semua yang bertugas di Polresta untuk tidak berhenti berinovasi dan kreatif sesuai bidang masing-masing, demi meningkatkan pelayanan publik, "Tandasnya. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Ketua LSM FPSR versus Pengacara Kedamean

GRESIK - bergulirnya dugaan kasus penyerobotan tanah Gendom/tanah negara yang di lakukan oleh oknum mantan kades Tri Sulono(TS) di desa Kedamean kabupaten Gresik masih terus berlanjut,sejumlah pihak pengawal kasus rupanya masih mempertahankan kebenaranya masing-masing. 

Tanah Gendom yang berupa areal persawahan tersebut hingga saat ini masih di garap oleh warga setempat,tanah yang berada di dusun Kedamean desa Kedamean kabupaten Gresik kini sudah berpindah tangan ke PT.Prima Damai,tanpa sepengetahuan warga, investor yang bergerak di bidang developer ini memang membutuhkan lahan dengan alasan supaya tidak menghambat jalanya proyeknya. 

Adanya isu peralihan hak milik membuat ratusan warga setempat jadi geram dan memprotes keras tindakan yang di lakukan oleh oknum Kades,kurang lebih ada 3 kali aksi damai penolakan keras penyerobotan tanah Negara tersebut,dengan memasang berbagai spanduk tidak setuju. 

Oknum mantan kades TS melalui kuasa hukumnya Hariadi S.H (H) menilai yang jadi penghambat kepentinganya adalah LSM FPSR,karena LSM tersebut yang selalu membantu dan mengawal warga untuk mendapat keadilan. 

Pada hari selasa malam di rumahnya, 21/7/2019 ketua LSM FPSR, menerima layangan Somasi dari kuasa hukum Kades TS, di hadapan 10 perwakilan warga Kedamean Aris membacakan isi surat somasi tersebut, usai membaca, sambil tertawa Aris mengatakan, isi Somasi ini salah kaprah, baik dari nama LSM saya, alamat kantor saya, nama saya, juga poin-poin yang ada di dalamnya, dan yang lebih miris lagi di poin ke 4 disebutkan, rekan-rekan awak media yang ikut mengawal proses jalanya keadilan tertulis mencemarkan nama baik dan perbuatan melawan hukum, tandas Aris kepada awak media ini. Sampai berita ini diturunkan Rabo (24/7/19). 

Dalam waktu dekat Aris akan menjawab Somasi dari pihak kuasa hukum Kades TS, dan untuk poin ke 4 Aris berencana akan berkoordinasi dengan rekan-rekan media se -Jawa Timur, baik cetak, online, elektronik terkait liputan yang di tuduhkan mencemarkan nama baik dan perbuatan melawan hukum. 

"Terima kasih bapak pengacara kondang, somasi anda telah Saya terima dengan keadaan baik dan bagus juga bersih kertasnya tidak kotor, barang sejengkal Aris tidak akan mundur untuk membela warga yang terdholimi demi mendapatkan keadailan, kami bertekad bersama-sama rekan media untuk mengawal tuntas kasus tersebut hingga tuntas.


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Susah Mencari Kedisiplinan Dan Keadilan Dengan Seadil2nya

GRESIK - Kehidupan yang pernah saya alami sehari hari, dalam perjalanan hidup penuh suka dan duka sampai pada usia yang ke 57 thn, sebagai seorang sosok perantau yang tidak pernah putus asah untuk menyambung hidup dengan bekal tekat dan berani yang penting benar yang sudah kita lalui dan sayapun pernah mengalami di culik dua kali pada thn 2007. Rabo 24 Juli 2019.

Dan pada ketika seseorang minta tolong apapun permasalahan tersebut di pelajari, di gali, dan di kupas, permasalahan tersebut dengan penuh ikhlas. Dan jangan sampai membuat rekayasa agar tidak timbul masalah, baru kita melangkah, karena hidup ini hanya sementara karena pakaian, pangkat, jabatan, hanya sementara hiasan dunia semua yang nantinya masuk ke dalam keranda menuju tempat peristirahatan terakhir untuk di pertanggung jawabkan di hadapan yang maha kuasa.

Buat anak - anak semua dan cucu semua serta saudara - saudaraq, sahabat - sahabat semua di manapun berada upayakan jangan sampai berurusan dg hukum, karena hukum yang ada di wilayah NKRI ini masih ada oknum - oknum yang bermain di belakang layar dan memperlambat proses demi proses menuju ke meja hijau.

Karena sampai pada saat ini redaksi infojatim.commemegang beberapa dokumen atau data - data temuan dan tinggal menunggu waktu untuk menghadap ke Kapolri, RI1, DPR RI dan para menteri untuk membuat surat pengaduan sampai ke tingkat pusat berdasarkan data fakta- fakta yang ada, untuk para pelapor - pelapor yang menunggu kepastian yang tidak kunjung tuntas yang sudah di buat bulan- bulanan atau beberapa tahun dalam prosesnya, atau untuk di sajikan baik dalam pemberitaan, saya atas nama Pendiri dan Penanggung jawab redaksi media online Infojatim.com, gresiknews1.comjatimnews.com bertanggung jawab atas pemberian tsb.


Penulis Arifin s.zakaria ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Susah Mencari Kedisiplinan Dan Keadilan Dengan Seadil2nya

GRESIK - Kehidupan yang pernah saya alami sehari hari, dalam perjalanan hidup penuh suka dan duka sampai pada usia yang ke 57 thn, sebagai seorang sosok perantau yang tidak pernah putus asah untuk menyambung hidup dengan bekal tekat dan berani yang penting benar yang sudah kita lalui dan sayapun pernah mengalami di culik dua kali pada thn 2007. Rabo 24 Juli 2019.

Dan pada ketika seseorang minta tolong apapun permasalahan tersebut di pelajari, di gali, dan di kupas, permasalahan tersebut dengan penuh ikhlas. Dan jangan sampai membuat rekayasa agar tidak timbul masalah, baru kita melangkah, karena hidup ini hanya sementara karena pakaian, pangkat, jabatan, hanya sementara hiasan dunia semua yang nantinya masuk ke dalam keranda menuju tempat peristirahatan terakhir untuk di pertanggung jawabkan di hadapan yang maha kuasa.

Buat anak - anak semua dan cucu semua serta saudara - saudaraq, sahabat - sahabat semua di manapun berada upayakan jangan sampai berurusan dg hukum, karena hukum yang ada di wilayah NKRI ini masih ada oknum - oknum yang bermain di belakang layar dan memperlambat proses demi proses menuju ke meja hijau.

Karena sampai pada saat ini redaksi infojatim.commemegang beberapa dokumen atau data - data temuan dan tinggal menunggu waktu untuk menghadap ke Kapolri, RI1, DPR RI dan para menteri untuk membuat surat pengaduan sampai ke tingkat pusat berdasarkan data fakta- fakta yang ada, untuk para pelapor - pelapor yang menunggu kepastian yang tidak kunjung tuntas yang sudah di buat bulan- bulanan atau beberapa tahun dalam prosesnya, atau untuk di sajikan baik dalam pemberitaan, saya atas nama Pendiri dan Penanggung jawab redaksi media online Infojatim.com, gresiknews1.comjatimnews.com bertanggung jawab atas pemberian tsb.


Penulis Arifin s.zakaria ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Susah Mencari Kedisiplinan Dan Keadilan Dengan Seadil2nya

GRESIK - Kehidupan yang pernah saya alami sehari hari, dalam perjalanan hidup penuh suka dan duka sampai pada usia yang ke 57 thn, sebagai seorang sosok perantau yang tidak pernah putus asah untuk menyambung hidup dengan bekal tekat dan berani yang penting benar yang sudah kita lalui dan sayapun pernah mengalami di culik dua kali pada thn 2007. Rabo 24 Juli 2019.

Dan pada ketika seseorang minta tolong apapun permasalahan tersebut di pelajari, di gali, dan di kupas, permasalahan tersebut dengan penuh ikhlas. Dan jangan sampai membuat rekayasa agar tidak timbul masalah, baru kita melangkah, karena hidup ini hanya sementara karena pakaian, pangkat, jabatan, hanya sementara hiasan dunia semua yang nantinya masuk ke dalam keranda menuju tempat peristirahatan terakhir untuk di pertanggung jawabkan di hadapan yang maha kuasa.

Buat anak - anak semua dan cucu semua serta saudara - saudaraq, sahabat - sahabat semua di manapun berada upayakan jangan sampai berurusan dg hukum, karena hukum yang ada di wilayah NKRI ini masih ada oknum - oknum yang bermain di belakang layar dan memperlambat proses demi proses menuju ke meja hijau.

Karena sampai pada saat ini redaksi infojatim.com memegang beberapa dokumen atau data - data temuan dan tinggal menunggu waktu untuk menghadap ke Kapolri, RI1, DPR RI dan para menteri untuk membuat surat pengaduan sampai ke tingkat pusat berdasarkan data fakta- fakta yang ada, untuk para pelapor - pelapor yang menunggu kepastian yang tidak kunjung tuntas yang sudah di buat bulan- bulanan atau beberapa tahun dalam prosesnya, atau untuk di sajikan baik dalam pemberitaan, saya atas nama Pendiri dan Penanggung jawab redaksi media online Infojatim.com, gresiknews1.com, jatimnews.com bertanggung jawab atas pemberian tsb.


Penulis Arifin s.zakaria ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

Peringati HAN, Ribuan Anak dan Guru TK dan PAUD Bersedekah Sampah

GRESIK - Dalam Memperingati Hari Anak Nasional yang tepat hari ini, Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim mengajak anak-anak untuk bersedekah sampah.


"Marilah kita tanamkan kepada anak-anak kita untuk berperilaku hidup bersih dan mau bersedekah. Walaupun yang kita sedekahkan masih berupa sampah. Tapi tentu saja para orang tua dan guru selanjutnya mengaplikasikan kebiasaan hidup bersih dan bersedekah ini dalam kehidupan nyata sehari-hari pada anak-anak" Ujar Wabup Qosim.


Himbauan wabup Qosim ini disampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan hari Anak Nasional yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Selasa (23/7/2019).


Qosim juga meminta berpesan agar anak-anak Indonesia bisa memanfaatkan waktu dengan hal-hal positif. "Aneka kegiatan positif bisa dilakukan anak-anak, termasuk salah satunya semangat belajar agar nanti saat besar bisa meraih cita-cita. Anak-anak adalah masa depan kita. Kita perlu mempersiapkan dan mendidik anak-anak kita. Sebagai pemerintah kita harus memajukan anak karena mereka adalah tujuan kita," jelas Wabup.


Pada peringatan HAN 2019 kali ini, Dinas Lingkungan Hidup mengkampanyekan Pekan Sedekah sampah (Pedas). Menrut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Najikh, Pekan Sedekah sampah ini perlu disosialisasikan kepada semua pihak tak terkecuali anak-anak.


"Sungguh sangat bagus untuk pembelajaran kepada anak-anak untuk terbiasa hidup bersih serta memanfaatkan sampah untuk sedekah. Tentu mereka diberi pemahaman, sampah mana saja yang bisa disedekahkan. Nantinya dirumah mereka bisa memberikan sedekah sampah itu kepada orang-orang yang membutuhkan misalnya pemulung" katanya.


Pada kegiatan kali ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan 2 Bak sampah besar ukuran 600 liter, 4 tong sampah kecil ukuran 100 liter, 8 tong sampah besar ukuran 30 liter, 100 lembar karung plastik. Peringatan hari anak kali ini dimeriahkan oleh pagelaran masal tari kolosal yang dipagelarkan di tengah lapangan bola.


Ada 3 tarian masal yang dimainkan pada kesempatan tersebut yaitu tari ilir-ilir yang dimainkan oleh 2000 anak TK dan dipandu 170 orang guru. Penampilan Tarian Pasundan yang diperagakan oleh 2000 orang guru. Dan Senam Perwosi yang diperagakan oleh 3000 orang guru PAUD se Kabupaten Gresik. 



ARZ Team 

Wabup Qosim Berangkatkan 2134 Jamaah Calon Haji Gresik


GRESIK - Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim memberangkatkan 2134 Jamaah Calon haji Gresik tahun 2019. Pemberangkatan dilakukan secara simbolis dari Halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (23/7/2019) sore.


Menurut Wabup pemberangkatan secara simbolis ini hanya sebagian kloter 55 yaitu hanya 6 bis. "Sejatinya Bupati menyiapkan sebanyak 40 bus. Bus-bus tersebut berangkat dari beberapa KBIH masing-masing" tandas Qosim.


Wabup meminta para Jamaah haji Gresik untuk memfokuskan niat untuk betul-betul berhaji karena Allah. Hal ini saya ingatkan jangan sampai terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya ada Jamaah calon haji yang kedapatan membawa ribuan bungkus rokok, jamu dan beberapa bawaaan lain yang konon diperdagangkan kembali di tanah suci.


"Sangat disayangkan hal tersebut, karena kesempatan berhaji di Indonesia ini sangat sulit dan menunggu antrian berangkat sangat lama. Menurut info dari kantor Kementerian Agama Gresik, kalau anda mendaftar hari ini maka akan berangkat pada tahun 2045" tandas Qosim.


Dia meminta kepada para Jamah Calon Haji Gresik agar selalu berdoa, mulai dari saat pemberangkatan hari ini sampai saat melaksanakan ibadah haji. Perbanyaklah zjikir dan memintalah ampunan Allah, terutama di tempat-tempat yang mustajabah" tandas Qosim.


Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik, Markus mengatakan jumlah Jamaah Calon Haji Gresik tahun 2019 ini sebanyak 2134 jamaah. Mereka terbagi dalam 5 kloter yaitu kloter 55, 56, 57, 58 dan kloter 59.


"Selain Jamaah Calon Haji, pihak kantor Kementrian Agama Kabupaten Gresik juga menyertakan petugas haji sebanyak 25 orang. Pada pemberangkatan Jamaah calon haji tahun ini ada 7 orang Jamaah Calon haji yang sedang sakit. Kami berharap mereka yang sakit ini sebera sembuh agar bisa menyusul dan bergabung dengan kloternya" katanya.


Saat pemberangkatan Jamaah Calon Haji Gresik, Wabup Qosim didampingi oleh segenap Forkopimnda Gresik, Ketua MUI Gresik KH. Mansyur Shodiq, Ketua PCNU Gresik KH Khusnan Ali, Kepala Kantor Kemenag Gresik, Makus, Ketua LDII Gresik KH. Abdul Muis.



ARZ Team

Pemakaman Jenazah Warga Desa Tebalo Kec Manyar Kab Gresik

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pemakaman jenazah Almh Dewi Jusniawati ( 44 tahun ...