Gandeng NH Zakatkita Bersama Lazis PJB Gresik Bangun Sumur Bor Atasi Kekeringan

 GRESIK, gresiknews1.com -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap 


Berawal dari sinergi program bedah rumah produktif, kini di hari jadinya yang ke 25 tahun, PT. PJB Gresik kembali memberikan amanah dan berbagi kemanfaatan program kepada Nurul Hayat(NH) Zakatkita Gresik-Lamongan, yaitu program wakaf sumur bor. 

Program wakaf pengeboran sumur bor kali ini dihibahkan untuk Masjid Sabilul Muttaqin, di Dusun Terongbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme. Selain untuk jamaah masjid, sumur bor tersebut juga untuk warga dusun yang saat ini sedang darurat air atau sedang dilanda musim kemarau. 


“Insya.Allah nantinya akan kita salurkan ke warga-warga. Ada 230 KK yang berharap bisa merasakan kemanfaatan program ini. Semoga sumber airnya besar dan mencukupi untuk kebutuhan warga,” ungkap Ustadz Suyono selaku Takmir Masjid Sabilul Muttaqin.

M. Robby Amrizal, selaku Kepala Cabang NH Zakatkita Gresik-Lamongan mengatakan, pihaknya berharap pengerjaannya sumur bor lancar dan sumbernya besar. Dengan begitu, keberadaan sumur bor mampu mengatasi kesulitan masyarakat terkait kebutuhan air bersih di musim kekeringan ini. 


 "Semoga nantinya air yang mengalir ini menjadi ladang pahala hingga akhir. Terutama untuk semua donatur Lazis PT PJB Gresik. yang telah memberikan support penuh atas realisasi program kemanfaatan ini,” pungkasnya, Rabu (30/9/2020). 


Penulis: Ddk H 
Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group: Arifin S.Zakaria

Jadi Perangkat Yang Adil Jangan Mentingkan Golongan

Gresik, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap 

Warga dusun Banyutami desa Banyuwangi ngluruk Kepala Desa Banyuwangi M.Arif Afandi SE di Kantor Desa Bayuwangi pada Selasa (29/9/2020), terkait penyaluran bantuan modal pelaku usaha kecil yang tidak merata dan diduga ada unsur nepotisme.

Koordinator aksi  mewakili dari pembagian bantuan UMKM yang bernama Hendra Putranto (34 tahun) warga dusun Banyutami menyatakan bahwa beberapa warga yang melakukan aksi ngluruk ke kantor desa ini untuk meminta keterangan terkait dana hibah UMKM dampak Covid kepada Kepala desa.


" Kami warga yang memiliki usaha kecil di dusun Banyutami sejak lama kenapa warga yang baru memulai usaha bisa mendapat bantuan permodalan. Kami minta keadilan dan klarifikasi kepada Kepala Desa," keluhnya.

Kami ingin tahu penyalurannya seperti apa, terkait dana hibah tahun 2020 dari pemerintah pusat bagi pelaku UMKM. Lalu apa sesuai syarat dan ketentuan serta prosedur yang ada.

Dan ini fakta, di kampung kami ada kerabat perangkat yang mendapat bantuan permodalan tersebut sedang kami tidak dapat. Kami minta keadilan di sini, tegas Hendra kepada awak media infojatim.com - gresiknews1.com group

Beberapa warga yang protes terhadap kebijakan pemerintah desa tersebut kemudian diterima Kades Banyuwangi di ruang kerjanya.


Kepada warga yang tidak mendapat bantuan hibah permodalan UMKM dari pemerintah pusat, Kepala desa Banyuwangi M.Arif Afandi menerangkan bahwa pihak pemdes sudah melakukan pendataan warga pelaku usaha kecil melalui RT setempat. Dan data sebanyak 240 KPM pelaku usaha dikirim melalui kecamatan terus ke pusat (Kementrian terkait,red).

Terkait ada dugaan kerabat perangkat yang mendapat bantuan, kembali M.Arif Afandi selaku kepala desa menjelaskan bahwa data 110 KPM itu hasil evaluasi pemerintah pusat. Pihak pemdes tidak berwenang masalah tersebut. 

Kami tidak ada niatan untuk memasukkan kerabat agar mendapat bantuan. Karena di lingkup kampung yang mendata para RT, jadi mereka yang tahu kondisi di lapangan. Kalau bisa semua data yang kami ajukan dapat semua. Ini demi masyarakat Banyuwangi," pungkasnya, " sambil menunjukkan data pengajuan dari desa dan data penerima bantuan dari pusat didampingi Sekdes.

Disampaikan juga terkait pendataan pelaku UMKM, lanjutnya ini sesuai surat edaran dari kecamatan tanggal 28 September 2020. Ini hanya pendataan saja kalau misal nanti mendapat bantuan lagi kami tidak tahu menahu.

Dalam mediasi tersebut beberapa warga tampak belum puas atas jawaban dari kepala desa. Salah satu warga Hendra Putranto menyatakan akan mengklarifikasi keterangan terkait dana hibah dari pusat sampai ke Dinas terkait di kabupaten Gresik. 

Menurut keterangan M.Arif Afandi kepada awak media infojatim.com - gresiknews1.com group menyebutkan pihak bank yang datang ke sini tidak memberikan uang namun hanya membukakan rekening warga bantuan di sini. 

Kenapa kok pihak bank ke desa Banyuwangi, pihak bank BRI mengatakan bahwa jumlah penerima bantuan hibah terbanyak di kecamatan Manyar.


" Waktu itu memang saya minta difasilitasi untuk membuka rekening kepada warga penerima bantuan hibah UMKM ini,"katanya

Dan terkait besaran dana bantuan berapa-berapa saya tidak tahu. Rupanya itu langsung ke rekening KPM. Tapi menurut informasi yang saya dapat sebesar Rp. 2,4 juta per warga penerima bantuan,ungkapnya.

Menyikapi laporan adanya warga yang demo terkait kejelasan penyaluran dana hibah permodalan usaha kecil, Kepala Disperindagkop dan UMKM Gresik Agus Budiono kepada awak media mengatakan itu merupakan stimulus pemerintahan Presiden Joko Widodo kepada pelaku usaha mikro di masa pandemi covid-19.

" Agar pelaku usaha mikro bisa bergerak dan perputaran ekonomi khususnya di desa bisa berjalan kembali. Di kabupaten Gresik dan menghindari rintenir.,  yang mengajukan sekitar lebih kurang 15. 200 pelaku usaha mikro,"tandas Agus Budiono di ruang kerjanya.

Karena data yang diajukan diverifikasi oleh Kementrian terkait, jadi kami tidak tahu pasti berapa yang disetujui dan kapan cairnya. Dana hibah tersebut sebesar Rp. 2,4 juta langsung masuk ke rekening BRI PKM sendiri,imbuhnya.


Yang menjadi kekecewaan Dinas yang dipimpinnya saat ini terkait penyaluran bantuan hibah permodalan usaha mikro ke desa yakni pihak desa tidak transparan dan melaporkan segera ke Disperindagkop dan UMKM jumlah penerima bantuan tersebut dan data pelaku usaha mikro tersebut.

" Kami tahunya setelah kami minta data penerima dari pihak Bank penyalur dana hibah tersebut. Yang kami pusingkan pasalnya pihak BPK mau turun mengklarifikasi jumlah penerima dana hibah tersebut dan pelaksanaan di lapangan, "ungkap Agus Budiono.

Perlu diketahui, dana hibah permodalan usaha mikro dari pemerintah pusat ini turunnya satu kali saja sebagai stimulus ekonomi di masa pandemi covid  Untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro terutama di desa, tuturnya.Sampai berita ini diturunkan, Rabu ( 30/9/2020) . Bersambung




Penulis Arifin S.Zakaria infojatim.com - gresiknews1.com group ( Pendiri Penangung Jawab Redaksi) 

Upaya Warga Desa Campurejo Untuk Melestarikan Lahan Pribadi.

 GRESIK, gresiknews1.com – Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap



Untuk melestarikan lahan milik pribadi warga desa  nelayan Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik bagaimana niat dan tekad agar lahan tersebut tidak terkesan terkena abrasi. 

Dari penelusuran  tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group yang sidak langsung di Tkp pada hari Selasa tanggal 29 September 2020 Pukul 15.00 Wib bahwa lahan yang sebelumnya tambak itu terkena abrasi, kemudian sejak beberapa tahun menjadi pantai, menurut pengakuan.sebagai warga desa Campurejo yang mengaku sebagai pemilik lahan tersebut dibuatkan tanggul untuk menanggulangi gelombang laut yang tidak bersahabat  agar dapat untuk menciptakan suasana  lingkungan yang asri untuk menambah penghasilan warga sekitar Desa Campurejo, " Ujar," Amudi Kepala Desa Campurejo pada ketika diwawancarai oleh awak media infojatim.com - gresiknews1.com group di kantor Balai desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. 


Dan kepala desa Amudi menambahkan saya bersama warga masyarakat Desa Campurejo berupaya keras untuk membangun desa dan usaha usaha untuk warga yang berwiraswasta tidak menggunakan bantuan anggaran dari pemerintah, bahkan dalam pembangunan di beberapa Desa Campurejo tersebut ditanggulangi oleh warga masyarakat Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dibawah kepengawasan Kepala Desa Amudi. 


Lebih lanjut dikatakan oleh Kepala Desa Campurejo bahwa pembangunan lahan milik pribadi warga tersebut di dirikan atau dibangun untuk pembangunan Cafe sederhana dengan tujuan untuk membantu warga dalam menambah perekonomian di saat situasi Pandemi Covid - 19. 

Diharapkan dari kepala desa Campurejo yang menjabat satu periode berjalan dengan pembangunan Cafe tersebut untuk mengurangi pengangguran terutama untuk warga desa Campurejo sendiri dengan berwiraswasta. 


Pada berita sebelumnya yang sempat menjadi Polemik di beberapa awak media bahwa lahan milik nelayan tersebut terkesan di reklamasi,  pada kenyataannya setelah penelusuran dari tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group lahan tersebut merupakan lahan pribadi nelayan untuk memasang tanggul agar tidak lenyap terkena abrasi laut. 

Dalam pembangunan Cafe di lahan milik nelayan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur sampai saat ini terus berlanjut pembangunannya 


Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Gresik Choirul Anam di ruang dinasnya beliau memberikan komentar: kami tidak mempunyai hak memberikan izin terkait kegiatan di wilayah pesisir pantai yang ada di desa Campurejo juga pembangunan Cafe tersebut

Sedangkan yang berhak memberikan perizinan tersebut provinsi tingkat 1 ataupun pusat,  dengan adanya kegiatan pembangunan Cafe tersebut pasti ada Cros Cek yang dipergunakan untuk apa pembangunan tersebut dan lahan yang dibangun tersebut milik siapa? , baru di perdalam Cros Cek yang sedalam- dalamnya. Sampai berita ini diturunkan, Rabu ( 30/9/2020).  Bersambung




Penulis: Arifin S.Zakaria infojatim.com - gresiknews1.com group ( Pendiri Penangung Jawab Redaksi) 

Ditemukan Dua Pelajar Meninggal Dunia Mengapung Di BGS Gresik.

GRESIK, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap


Dua pelajar asal Desa Karangbinangun Kabupaten Lamongan ditemukan meninggal dunia mengapung di Bendung Gerak Sembayat (BGS) Desa Sidomukti Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik Jawa Timur.


Dari informasi yang dihimpun, dua pelajar itu bernama Alfian (15) dan Andre (15). Informasi yang dihimpun, korban ditemukan warga sekitar pukul 09.30 WIB pagi. 

Informasi itu kemudian menyebar ke warga yang lain. Pada saat itu pula, pihak kepolisian bersama TNI ke lokasi kejadian dan mengevakuasi korban.


"Saat mendengar info itu langsung ke lokasi, saat ditemukan dua korban sudah tidak bernyawa lagi," kata Aipda Dwi Rahmanto Kanitreskrim Polsek Bungah, Senin (28/9/2020).

Aipda Dwi menerangkan, saat mengavakuasi korban tampak sudah kaku. Sebab dari informasi, ternyata kedua korban hilang sejak kemarin pagi.

"Ini nanti divisum. Kemudian nanti kita baru bisa menyimpulkan. Kami juga akan melakukan cek CCTV kantor di BGS," tambah dia.

Kepala Desa Karangbinangun, Sugianto menjelaskan, kedua korban keluar dari rumah pada hari Minggu (27/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian, pihak keluarga bersama pemdes mencari keberadaan korban.


"Mereka membawa sepeda motor honda beat. Pihak keluarga tidak mengetahui mereka berdua keluar kemana," ucapnya usai mengevakuasi pelajar asal Lamongan yang mengapung di BGS Gresik.



Penulis: Hasanudin ( Korwil Jatim)  
Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group: Arifin S.Zakaria

Kasus Pengeroyokan Di Perum ABR Gresik Sampai Saat Ini Proses Masih Lamban Di Polres Gresik

GRESIK, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Dalam kasus perkara pengeroyokan yang terjadi di Perumahan Alam Bukit Raya (ABR)  Desa Kembangan kecamatan Kebomas Gresik,  korban Mahmudali (44) thn,  warga Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, dan Fahrul Rozi juga menjadi korban dalam pengeroyokan pada hari Sabtu ( 5/9/2020)  sekitar pukul 19.30 WIB yang sebelumnya  sempat ramai diberitakan dan sempat dikawal oleh beberapa  awak media . 

( TKP Pengeroyokan di Depan Rumah H.Fathoni Perum ABR )

Dikisahkan kejadian pada pengeroyokan malam Itu Mahmudali dibonceng oleh Fahrul Rozi menggunakan sepeda motor. Mereka habis membeli Juice dan hendak kembali ke kediamannya di dalam perumahan tersebut. Saat perjalanan tiba-tiba dihadang.oleh puluhan orang tak dikenal di depan rumah Fathoni diduga ada Ahmad Efendi DKK, " Ujar, " Fahrul Rozi. di Tkp tersebut saat berkomentar kepada awak media infojatim.com - gresiknews1.com group ketika diwawancarai dan beberapa awak media yang lain.


Beruntung kedua korban berhasil meloloskan diri, dan Fahrul Rozi yang menjadi saksi kasus pengeroyokan juga mengaku tidak tahu apa motif pengeroyokan tersebut. 

Namun dia menyebut diduga menjadi dalang pengeroyokan tersebut adalah salah seorang dari mantan wakil rakyat dia adalah sebut saja  " P "  mantan anggota dewan dari PKB, " Ungkap, ".Fahrul. 


Selanjutnya dari kasus pengeroyokan yang sudah dilaporkan ke Polres Gresik, adapun surat " Pengaduan Pengeroyokan " ke Polres Gresik pada tanggal 7 September  2020  korban Mahmudali yang di dampingi oleh Tim kuasa hukumnya Abdullah SH,MH, dan sudah dua saksi yang diperiksa oleh penyidik polres Gresik


Sampai pada saat ini Minggu 27 September 2020 untuk proses surat " Pengaduan Pengeroyokan " yang sudah masuk ke Polres Gresik belum ada langkah langkah untuk proses selanjutnya atas penangkapan dari beberapa pelaku pengeroyokan tersebut. 

Sedangkan dalam kasus tersebut untuk korban,  Tkp,  dan Pelaku jelas. sedangkan dari Tim kuasa hukum Abdullah SH,MH sebelumnya  terjadi  pengeroyokan ada dua anggota  yang dihadang dari anggota Intel BNN yang lewat berpakaian Preman yang masing masing mengendarai R4 Xenia sebut saja  Sdr AMN, dan  satunya lagi sebut saja Sdr BBG yang mengendarai Expander," Pungkas," Fahrul Rozi

Selang beberapa waktu  terjadi penghadangan yang kedua pengeroyokan terhadap Mahmudali dan Fahrul Rozi. Dari tim kuasa hukum ini segera menambahkan, penambahan saksi untuk dapat dijadikan proses penambahan," Ujar, " Kuasa hukum ketika diwawancarai oleh tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group  (Arifin S.Zakaria) dengan berkomentar lantang. 


Dari tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com sempat berkordinasi kepada pakar hukum dari mantan anggota Polda Jatim bahwa atas kasus pengeroyokan termasuk pasal 170 KUHP. Dan setiap orang yang mengetahui tindak pidana hukum wajib lapor kalau tidak lapor dikenakan pidana. Sampai berita ini diturunkan, Minggu (27/9/2020).  Bersambung



Penulis: Arifin S.Zakaria infojatim.com,gresiknews1.com (Pendiri Penanggung Jawab Redaksi)

BANSOS AIR BERSIH BERSAMA PPAJT ( Paguyuban Pengemudi Ayam Jawa Tengah )

 SALATIGA, JATENG -  gresiknews1.com -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 



Sebagai wujud kepedulian kita terhadap masyarakat yang membutuhkan dan sudah menjadi agenda rutin (Paguyuban Pengemudi Ayam Jawa Tengah) PPAJT dalam misi sosial.



Maka dari itu dalam beberapa waktu ini kita bersama seluruh pengurus dan anggota PPAJT dan segenap masyarakat yang tergabung dalam forum BANSOS PEDULI bersama Ketua Bansos Andi Lawu Jaya,  akan mengadakan bantuan sosial berwujud penyaluran air bersih di beberapa tempat di daerah Salatiga dan Boyolali sebagai wujud solusi membantu saudara saudara kita di wilayah yang kekeringan air, " Ujar, " Ketua Bansos.


 
Oleh sebab itu kami mengajak rekan-rekan semua untuk sekiranya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan meluangkan waktunya sekaligus kepedulian bunga sosial untuk menyisihkan sedikit donasi untuk saudara kita yang membutuhkan," Ungkapnya, ". 



Juga segenap  pengurus PPAJT dan panitia bansos mengucapkan banyak terimakasih untuk segala bentuk bantuan untuk membantu bagi saudara saudara yang membutuhkan, semoga dengan kegiatan seperti ini yang diselenggarakan oleh PPAJT (Paguyuban Pengemudi Ayam Jawa Tengah)  dapat untuk menjadi suritauladan bagi paguyuban  paguyuban yang lain dengan situasi kondisi pandemi Covid - 19 belum sirna dari permukaan bumi kita tercinta Indonesia dan tetap berpegang pada Protokol Kesehatan, Sampai berita ini diturunkan Sabtu ( 26/9/2020) . 


 
Penulis: Ari Kurniawan Z ( Korlip Jateng.)  
Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.comgresiknews1.com : Arifin S.Zakari

Pengucapan Sumpah/Janji Penggantian Ketua DPRD Kabupaten Gresik Masa Jabatan 2019 - 2024.

 Gresik, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 



Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Kabupaten Gresik menggelar pelantikan Ketua DPRD Gresik Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yakni dari Fandi Ahmad Yani kepada Moch. Abdul Qodir.


Pelantikan Ketua DPRD ini sebagai tindak lanjut turunnya SK Gubernur Nomor 171.437/801/011.2/2020 tentang Peresmian Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Ketua DPRD Gresik, yang turun pada tanggal 19 September 2020 lalu.


"Kami langsung akan melakukan dan meneruskan kinerja ketua lama dalam mengemban tugas sebagai ketua DPRD tentunya," kata ketua DPRD Gresik yang baru saja diambil sumpah jabatannya usai paripurna, Kamis 24 September 2020.

Qodir juga akan langsung turun dengan anggota yang lain untuk memastikan program-program yang sudah disepakati bersama di pemerintah daerah berjalan dengan baik, sebab berkaitan dengan efektivitas dan sesuai dengan perencanaan.


Diketahui, sebelumnya DPRD Gresik sendiri  telah menggelar paripurna pergantian unsur pimpinan DPRD Gresik pada 24 Agustus 2020 lalu, prosesi pelantikan Ketua DPRD Gresik dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19. 

Pergantian tersebut berdasarkan SK DPP PKB Nomor 3013/DPP/01/VII/2020, tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Gresik dari Fandi Ahmad Yani yang mengundurkan diri untuk menjadi calon Bupati Gresik di Pilkada 2020 kepada Moch. Abdul Qodir.


Prosesi pengucapan  sumpah janji pengganti antar waktu jabatan ketua DPRD Gresik dibacakan Ketua Pengadilan Negeri Gresik, Fransiskus Arkadeus Ruwe dan disaksikan seluruh anggota DPRD Gresik langsung sementara Bupati dan Forkopimda mengikuti dengan daring.



Penulis Arifin S.Zakaria ( Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com - gresiknews1.com )

Lauching Peresmian Garling Bentuk Hibah Dari PJB Untuk Warga Gresik.

 Gresik, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Sejarah Gardu Suling yang lebih sering disebut dengan Garling merupakan saksi bisu perjuangan warga Gresik, Gardu Suling ( Garling )  merupakan peninggalan zaman Belanda.


Dilansir dari Situsbersejarahkabupatengresik. Salah satu peninggalan cagar budaya warga Gresik yang disebut Garling karena warga Gresik tempo dulu menyebutnya menara dengan sebutan Gardu dan Sirine dengan sebutan Suling,  bangunan yang dibangun pada tahun 1929 didirikan oleh Kitty Soeman seorang kepala aniem ( semacam PLN ).Bangunan cagar budaya ini memiliki fungsi sebagai tempat travo PLN


Dengan seiring berjalannya waktu, akhirnya Garling menjadi Gardu bersirine. Sirine tersebut dibunyikan sebagai penanda berbuka puasa saat bulan Ramadhan. 

Karena Gresik merupakan kota Santri dan kota wali,  Fungsi dari Garling tersebut apa yang disampaikan oleh Bupati Gresik Dr.,Ir Sambari Halim Radianto ST, M.Si  mohon izin dan musyawarah kepada pihak MUI untuk menyetujui Seruling tersebut di bunyikan pada saat  masuk sholat syubuh, dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Insyak semoga dengan bunyi seruling pada saat memasuki sholat  tiba masyarakat Gresik tidak merasa terganggu karena  hanya 30 detik bunyinya, " Ujar, " Bupati Gresik.


Hadir dalam acara Launching Peresmian Gardu Suling ( Garling) tersebut Dr, Ir, Sambari Halim Radianto, ST, M.Si ( Bupati Gresik ) , Ir,Ompang Riski Hasibuwan ( General Manager PJB ),  Letkol Inf Taufik Ismail S.Sos M.I Pol ( Dandim 0817 ) , Kapolres Gresik yang dihadiri oleh Kompol Dhyno Indra Setiyadi SIK, MSI ( Wakapolres Gresik ) , dari ( Kejaksaan Negeri Gresik ) diwakilkan oleh Bayu Nugroho , Fransiskus Arkadeus Ruwe SH, MH ( Kepala Pengadilan Negeri Gresik ) , dari Satpol PP dihadiri oleh Sdr Junaedi,  dan Forkopimda Gresik yang bertempat di perempatan GNI Kab Gresik pada hari Selasa ( 22/9/2020)  sekitar pukul 08.30 WIB. 


Ucapan terimah kasih kepada PJB  Gresik Ir.Ompang Riski Hasibuwan selaku general Manager PJB atas kepedulian beliau memberikan Hibah kepada Pemerintah Kab Gresik untuk kepentingan rakyat dalam bentuk Garling, " Pungkas, " beliaunya. 


Selanjutnya dalam agenda Launching Garling tersebut tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan dan berjalan dengan  tertib,  aman dan lancar dengan pengamanan dari polres Gresik, Kodim 0817, Satpol PP Kab.Gresik. Dan dalam agenda  tersebut  juga  terpantau langsung  oleh pendiri penanggung jawab redaksi infojatim.com - gresiknews1.com ( Arifin S, Zakaria  )


Penulis Arifin S.Zakaria infojatim.com - gresiknews1.com group (Pendiri Penangung Jawab Redaksi)

Dirlantas Polda Jatim Launching Aplikasi Traffic Attitude Record (TAR) di Polres Tulungagung

Tulungagunggresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur, Senin pagi (21/9/2020) Launching Traffic Attitude Record (TAR) yang dilaksanakan di Ruang Tribrata, Polres Tulungagung, Jawa Timur. 


Traffic Attitude Record (TAR) merupakan database pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dimiliki oleh Polri. Data yang dimiliki terkoneksi dengan SKCK Online Sat Intel Polres Tulungagung, Aplikasi SIM Ceria Polres Tulungagung, Aplikasi Traffic Accident Claim System (TACS) Polres Tulungaung secara online.

"Dengan sistem Traffic Attitude Record (TAR), yang baru saja di Launching ini, bisa menjadi lebih mudah untuk melakukan pengurusan bagi masyarakat. Seperti pengurusan SKCK Online, SIM maupun yang lain," kata Kombes Pol Latif Usman, Dirlantas Polda Jatim, Senin siang (21/9/2020).


Latif menambahkan, Dengan sistem TAR yang terintegrasi ini menjadi bagian penting untuk membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas, karena sistem ini akan dapat menganalisa data dan muncul pada aplikasi pendaftaran online SIM, SIM Ceria Polres Tulungagung (khususnya untuk perpanjang SIM). "Yang dikaitkan dengan sistem E-Tilang dan TACS akan semakin akurat sistem pencatatan pelanggaran lalu lintas maupun Laka Lantas," tambahnya.

Selain itu, TAR digunakan untuk memonitoring setiap kegiatan masyarakat yang telah melakukan pelanggaran lalu lintas maupun laka lantas berulang kali. Data yang ada dalam TAR digunakan sebagai input dalam aplikasi pendaftaran SIM Ceria dan keterangan di SKCK.

"TAR ini juga bisa melakukan monitoring bagi pelanggar berlalu lintas saat dijalan, sehingga dengan muda petugas melakukan tindakan. Selain, juga bisa sebagai input dalam aplikasi pendaftaran SIM," paparnya.


TAR juga dapat di gunakan untuk kepentingan lainnya, seperti image processing/image analisis untuk menghasilkan sebuah system, seperti halnya;


1. Monitoring dan evaluasi dalam berbagai sistem-sistem virtual, infografis maupun statistik secara ontime, realtime dan anytime.

2. Sebagai pendukung forensik kepolisian.

3. Techno Crime Prevention.

4. Menunjukan alogaritma Road Safety.

5. Pelayanan prima yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses.

6. Mendukung program pemerintah untuk membangun ERP, ERC, e-Parking, e-SAMSAT, e-Banking, serta E-TLE dan sebagainya.

7. Akuntabilitas kepada publik secara moral, hukum, administrasi dan fungsional.

8. Reformasi birokrasi, inisiatif antikorupsi dan trobosan kreatif.

9. Landasan mewujudkan Polantas yang profesional, cerdas, bermoral dan unggul.

10. Membangun budaya tertib lalu lintas. 


Sumber Berita: Humas Polda Jatim 
Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com - gresiknews1.com Group: Arifin S.Zakaria



Usut Tuntas Penyimpangan Dan Penyalahgunaan Di Kantor PDAM Giri Tirta Kab Gresik.

Gresik,  infojatim.com   - Motto Berani, Transparan, Mengungkap, Membantu, Yang Belum Terungkap.  Gerakan Penolak Lupa ( GEPAL)  mendukung l...