Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

Berita Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Bangkalan,(gresiknews1.com) - Kodim 0829/Bangkalan menggelar kegiatan sosialisasi Serapan gabah (Sergab) dan penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) yang dibuka oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0829/Bangkalan Mayor Inf Mahmudi dan Kasub Bulog Pamekasan, bertempat di Gedung Manunggal Kodim 0829/Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (9/3/2017).

Ketahanan pangan merupakan salah satu kondisi yang sangat menentukan bagi stabilitas kondisi wilayah saat ini. Sebab, apabila ketahanan pangan tidak pada kondisi yang baik, sudah bisa dipastilkan akan berpengaruh pada stabilitas ketahanan yang lain. ‘’Karena itu, kegiatan sosialisasi Serapan Gabah (Sergap) ini penting.

Salah satunya adalah untuk menguatkan kesadaran petani dan berbagai pihak lain tentang pentingnya menjamin serapan beras ke Bulog dari petani. Itu bertujuan agar stok beras aman,’’ ujar Kasdim 0829/Bangkalan Mayor Inf Mahmudi saat melaksanakan sosialisi Sergap.

Kegiatan dilakukan dengan mengunjungi perusahaan penggilingan beras (rice mill) di Kabupaten Bangkalan. Sosialisasi itu dilakukan untuk mendukung program kedaulatan pangan sekaligus untuk memantau hasil panen petani.

‘’Harga beras saat di pasaran umum cukup tinggi disesuikan dengan jenisnnya sehingga kebanyakan petani menjual hasil panennya ke pasar atau pihak lain. Karena itu, kami mengharapkan gabah hasil panen petani cepat terserap dengan dijual ke Bulog,’’tandasnya.

Mayor Inf Mahmudi mengharapkan petani di wilayah Kabupaten Bangkalan mendukung pemerintah dalam program Sergap untuk menyukseskan kedaulatan pangan di Indonesia.

Kerja sama itu penting untuk peningkatan hasil pertanian dan penyerapan gabah serta beras di daerah. Untuk itu, perlu pelibatan semua pihak, dari Dinas Pertanian, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan, Petugas Penyuluh Lapangan, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan Bulog.

Selain itu, juga didukung bintara pembina desa (Babinsa) dan pengusaha penggilingan padi serta mitra Bulog. ‘’Caranya, menyosialisasikan dan mengajak para petani untuk bersedia menjual gabah hasil panennya ke Bulog, tentu dengan harga sesuai dengan ketentuan,’’tegas Kasdim.ARZ
Bangkalan,(gresiknews1.com)  - Komandan Koramil 0829/04 Burneh jajaran Kodim 0829/Bangkalan Kapten Cpl Subandi mengerahkan Babinsanya untuk turun langsung ke lapangan mendatangi tempat penggilingan padi atau kilang padi di wilayah satuan kerjanya di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengetahui kondisi tempat penggilingan padi serta untuk mengecek stok gabah dan beras yang telah digiling.

Seperti yang dilakukan anggota Babinsa Serda Solikan untuk melaksanakan monitoring dan pengecekan hasil penggilingan gabah milik H. Holil di Desa Burneh Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan, Jum’at (10/3/2017), pagi

Menurut Danramil Burneh, Kapten Cpl Subandi menyampaikan, bahwa TNI akan terus mengajak para petani untuk mendukung secara total dalam upaya mensukseskan Kedaulatan Pangan Nasional, yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan Bulog dalam penyerapan hasil panen para petani, sehingga petani mau dan akan menjual gabahnya ke Bulog.

Kegiatan turun ke lapangan ini bertujuan untuk mendorong agar para pemilik mesin penggilingan padi bekerja sama dengan Bulog, sekaligus untuk mengetahui kondisi kesiapan tempat penggilingan yang beroperasi di wilayah Binaan.

"Kita mendorong agar para pemilik tempat penggilingan padi agar bersedia bekerjasama dengan Bulog guna mengecek daya serap Bulog mendukung stok Pangan Nasional dan Kedaulatan Pangan yang berada di wilayahnya khususnya wilayah jajaran Kodim 0829/Bangkalan," ujar Kapten Cpl Subandi.ARZ

GRESIK, Infojatim.com ,gresiknews1.com,    jatimnews.com .hasil investigasi ,
Semua elemen masyarakat telah menyatakan Perang terhadap korupsi dan pungli termasuk juga para abdi negara agar terbebas dari penyakit Bangsa, sesuai dengan program Nawa Cita poin 4 yaitu menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

"Maka tepat kiranya jika Gerakan Nasional Sapu Bersih Pungli dengan Perpres No.87 Tahun 2016 mesti didukung semua lapisan masyarakat mulai dari Sabang sampai Merauke, demikian juga dengan Gresik.

Yang namanya pungutan liar (Pungli) bukan hanya soal besar-kecilnya, tapi keluhan masyarakat yang harus ditindak lanjuti. Ini persoalan yang harus kita selesaikan dengan serius di Kabupaten Gresik. Bukan masalah urusan sepuluh ribu atau ratusan ribu, tapi pungli telah membuat masyarakat kita susah untuk mengurus sesuatu.

Menanggapi Keluhan dari nara sumber/ masyarakat  hasil investigasi kepada infojatim.com group Gresik atas pengurusan Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) nomor 474/ 18/ 437.102.09/ 2017 beserta kwitansi pembayaran retribusi sebesar Rp 200.000 atas nama dan ditandatangani oleh Kepala Desa Randuagung Suwaibah, Senin (13/02/2017).

Kepala Desa Randuagung Kecamatan Kebomas, Gresik, Suwaibah menganggap pungutan liar (Pungli) pihaknya bekerja sesuai prosesur dan AD/ART yang telah diatur sebelumnya.

Dia menjelaskan terkait pungutan retribusi surat keterangan domisi usaha besar senilai Rp 200.000 itu sudah sesuai Peraturan Desa (Perdes) Randuagung Nomor 2 Tahun 2007 tentang Bidang Ekonomi dan keuangan, Surat Keterangan Domisi Usaha Besar Surat keterangan domisili usaha masuk ke dalam Perdes poin huruf V, tentang biaya retribusi usaha besar senilai Rp 200.000 persurat, tentang Bidang Ekonomi dan keuangan, segala pungutan retribusi kepengurusan dikenakan biaya dan bersifat legal berbadan hukum.

"Ini merupakan Pendapatan Asli Desa (Pades), nantinya dana masuk ke Kas Desa dan untuk biaya operasional. Serta ada empat sumber pendapatan desa diantaranya Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) dan BHP serta ada juga pendapat dari Pendapatan Asli Desa (Pades) dana dari pelayanan surat-surat desa, yang nantinya dipakai untuk membiayai operasinal di Kantor Kepala Desa.

"Sudah dari dulu Desa Randuagung menerapkan setiap layanan surta-surat dikenakan punguntan dan biaya. Dana yang bersumber dari pungutan retribusi kepengurusan surat-surat itu akan masuk ke dalam Kas desa dan dipakai untuk biaya operasional seperti pembelian kertas, tinta printer dan pembangunan dan renovasi bangunan Kantor Kepala Desa."

Saat diklarifikasi melalui Ponselnya, anggota dewan DPRD Kabupaten Gresik (Wongso Negoro SH. SE. M,Si), apapun bentuknya biaya retribusi itu sudah Pungli meskipun adanya Perdes (Peraturan Desa) apalagi kalau tidak ada kekuatan hukumnya, kalau seperti sekarang ini kalau kepala desa membuatkan kuitansi itu ya salah dan itu tetap pungli apapun dalihnya semua.
Nanti kita serahkan kepada yang berwajib biar menyelidiki terkait masalah ini sesuai dengan laporan laporan yang diterima oleh anggota dewan.

Saat disinggung dengan hasil pungli yang digunakan untuk pembelian kertas dan tinta printer, Anggota DPRD Badan Pembentukan Perda ini menampik keras, apapun dalihnya itu sudah melakukan Pungli dan harus ditindak oleh aparat Kepolisian.

Terkait untuk pembelian kertas alat tulis dan gaji gaji karyawan yang ada di desa itu semua sudah ada biayanya tersendiri karena sudah ada dana tunjangan dari APBD, dan untuk pembelian alat tulis itu sudah ada anggaran di ADD. Semuanya kan sudah ada untuk anggaran anggaran seperti itu, Kenapa hal ini masih saja tetap dilakukan.

Penarikan biaya retribusi itu sudah tak anggap pungutan liar karena pungutan yang tidak memiliki dasar baik di regulasi nasional mapun di regulasi daerah. Jadi, pungutan untuk SKDU itu termasuk pungli karena tidak ada di ketentuan pusat dan daerah. Papar Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Komisi.

Arz/team/d2g

Gresik - Kendati sudah di gerojok operasi pasar selama 3 hari yaitu pada tanggal 20, 21 dan 22 Mei 2016 di Halaman Pasar Baru Gresik. Namun harga gula masih tetap tinggi yaitu masih di kisaran Rp. 16 ribu perkilogram. Harga ini jauh lebih tinggi dari semula yang hanya Rp. 12 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Najikh sepakat akan memperpanjang operasi pasar gula pasir sampai akhir Mei 2015. "Kami akan melaksanakan operasi pasar gula pasir susulan setelah ada kepastian perpanjangan dari Dinas Perindustrian dan Perdaganagn Propinsi Jawa Timur" ujarnya melalui kabag Humas, Selasa (24/5).

Memang sejak 3 hari pada akhir pekan lalu, Diskoperindag UKM Gresik bekerjasama dengan PT PPI sempat mengadakan operasi pasar gula pasir dengan harga jual Rp. 12 ribu per kilogram. Operasi pasar tersebut dilaksanakan di Halaman Pasar Baru Gresik. namun meski operasi pasar berakhir, harga gula di pasar masih cukup tinggi. Menurut hasil pantauan di 3 pasar yaitu pasar baru, pasar kota dan Pasar Sidomoro rata rata harga gula masih bertengger di kisaran harga antara Rp. 15500-16 ribu.

Berdasarkan surat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur tertanggal 18 Mei 2016 Nomer 510/2055/118-06/2016. Operasi pasar murah gula tetap dilanjutkan mengingat kenaikan harga gula masih 18,9%. "Kami meminta operasi pasar murah untuk komoditi gula tetap dilanjutkan mengingat harga gula masih tinggi disbanding sebelumnya. Selain itu selama bulan Juni 2016 kami melaksanakan operasi pasar untuk empat komoditi yaitu beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu" ujarnya.

Selain harga gula yang masih tinggi, saat ini harga bawang merah juga sangat tinggi yaitu Rp. 37 ribu per kilogram. Memang biasanya tidak setinggi itu. "Untuk harga bawang merah kami tidak bisa berbuat banyak. Mengingat harga di sentra produksi bawang merah di Nganjuk juga tinggi yaitu mencapai Rp. 30 ribu. Memang ada rencana kebijakan dari Pemprop Jawa Timur untuk menyiasati keadaan ini. Kita tunggu saja " ungkap Najikh.  sdm/arifin sz/team

Riuh masih terasa di berbagai media soal mata uang kita yang nilainya makin melemah di hadapan dolar Amerika. Bagaimana tidak, hal ini memang berdampak cukup besar utamanya di sektor ekonomi kecil. Mulai cabe sampai telur harganya naik drastis. Membuat masyarakat kelas ekonomi rata-rata jadi susah tidur ketika malam.

Dolar sendiri pun belum terlihat akan turun meskipun presiden menjanjikan jika rupiah sebentar lagi akan menguat. Kita harus tetap positif dengan mempercayakan hal ini kepada pemerintah. Ya, tentu saja hal tersebut belum akan terjadi di minggu-minggu ini. Nah, kesampingkan dulu masalah dolar naik ini. Yuk, kita berpikir sebaliknya. Kira-kira bagaimana ya jika akhirnya nanti Rupiah bisa sangat kuat kedudukannya?

Misalnya saja seribu rupiah untuk 1 dolar. Hmm, pastinya akan banyak hal-hal yang menakjubkan terjadi.

Nah, berikut ini adalah peristiwa menarik yang akan terjadi jika sedolar hanya bernilai seribu rupiah saja.

1. Tukang Parkir Jadi Profesi Paling Menggiurkan
Mungkin sudah bukan jadi rahasia lagi kalau di antara berbagai profesi paling menggiurkan yang pernah ada, tukang parkir masuk dalam jajaran teratas. Tidak bermaksud menganggap semua tukang parkir tak berpendidikan, tapi inilah profesi dimana kamu tak perlu keahlian apa-apa untuk melakoninya. Belum lagi uang akan selalu mengalir deras ke kantong mereka apalagi jika tempat yang dijaga sangat ramai. Nah, bayangkan jika satu dolar cuma seribu rupiah? Apakah yang akan terjadi dengan para tukang parkir ini?

Ya, tentu saja mereka akan tiba-tiba kaya. Uang yang didapatkan dalam sehari saja, mungkin lebih dari cukup untuk melunasi 6 bulan cicilan motor sport atau rumah sekalian. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya pamor profesi ini sebagai alternatif pekerjaan paling menggiurkan. Bahkan mungkin nantinya akan muncul tes untuk jadi tukang parkir, serta syarat-syarat prestisius lainnya.

Nantinya pun tidak usah heran jika ada deretan tukang parkir yang diangkat profilnya dalam majalah bisnis karena pendapatan mereka yang fantastis.

2. Warga Miskin Bisa Mudah Berangkat Haji dan Umroh
Siapa sih yang tidak ingin merasakan nuansa Ramadhan di Mekkah? Atau mungkin berhaji tiap tahunnya? Hal tersebut tak lagi mimpi ketika 1 dolar benar-benar hanya seribu rupiah. Tak perlu lagi menabung hingga puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci, karena uang yang dimiliki sudah lebih dari cukup untuk haji puluhan kali.

Hal ini berdampak kepada kuota haji Indonesia yang bakal selalu penuh. Bahkan bagi yang kehabisan kuota akan dengan senang hati lewat jalur alternatif misalnya berangkat dari negara-negara lain yang kuotanya masih banyak. Bahkan bukan tidak mungkin siswa sekolah bakal studi tur ke Madinah untuk pelajaran agama Islam mereka.

3. Liburan ke Luar Negeri Tiap Pekan? Tak Masalah
Jika sekarang ini hanya orang-orang kaya yang bisa plesiran ke luar negeri, maka kondisi ini akan benar-benar berbeda jika dolar semurah seribu rupiah saja. Kantor-kantor imigrasi setiap kota akan penuh sesak setiap harinya. Bahkan mungkin setiap orang merasa berkewajiban untuk memiliki paspor sama seperti SIM atau KTP karena trip keluar negeri bukan jadi hal mahal lagi.

Pesawat bukan lagi kendaraan mahal. Penerbangan first class akan jadi pilihan dan selalu penuh tempat duduknya. Sepanjang jalan di kota-kota besar dunia juga akan dipenuhi oleh orang-orang Indonesia. Bahkan mungkin saja kamu akan berpapasan dengan tetangga sebelah rumah ketika sedang di Roma.

Sebaliknya, trip ke Indonesia akan jadi sesuatu yang super mahal. Pergi ke Bali saja mungkin akan menghabiskan ratusan ribu dolar bagi turis manca. Alhasil, Indonesia akan mempunyai gelar sebagai negara dengan biaya wisata paling mahal di dunia.

4. Masyarakat Indonesia Semakmur Brunai, Bahkan Lebih Lagi
Parameter masyarakat makmur selalu berkaca dari Brunai. Meskipun kecil, negara ini sangat kaya dan membuat penduduknya sejahtera. Hal yang sama juga bisa dialami oleh orang-orang Indonesia. Syaratnya seperti tadi, dolar hanya senilai seribu rupiah.
Sudah tidak ada lagi pengemis yang lalu lalang di perempatan atau di kompleks perumahan. Karena mereka sendiri sudah punya cukup uang untuk hidup senang hingga beberapa tahun ke depan. Pengamen pun juga akan mulai jarang. Kalau pun ada mereka akan berpenampilan necis dan juga memegang gitar mahal yang jadi kolektor musisi dunia.

Indonesia akan berada di fase yang benar-benar jaya. Negara kita ini akan jadi penyumbang terbesar di negara-negara miskin, bahkan sekarang gantian Indonesia yang memberi pinjaman kepada IMF. Bahkan Brunai yang katanya kaya itu, tidak akan segan meminta bantuan keuangan kepada negeri ini.

5. Jalanan Kita Seperti di Dubai, Bahkan Lebih Gila Lagi
Mungkin karena bingung uangnya mau dibuat apa gara-gara kebanyakan, orang-orang Dubai sampai melakukan hal-hal gila termasuk juga soal otomotif. Seperti yang kamu tahu, di sana hampir sebagian besar orang punya mobil mewah. Alhasil di jalan-jalan pun sudah seperti pameran mobil berjalan. Indonesia pun akan seperti ini nantinya.
Percaya atau tidak, sebenarnya minat masyarakat kita terhadap otomotif sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan larisnya penjualan produk sepeda motor atau mobil. Nah, ketika dolar bisa turun drastis sampai seribu rupiah, level tunggangan masyarakat kita pun akan berubah. Sudah tidak ada mobil-mobil usang yang beredar di jalanan. Semua orang akan membuang mobilnya dan membeli koleksi terbaru dari showroom-showroom.

Jalanan akan dipenuhi oleh Ferrari merah maroon atau Lamborghini kuning. Bahkan angkot pun akan berganti menjadi mobil sekelas Alphard. Belum lagi tukang ojek yang berbondong-bondong mengganti motornya denganHarley atau mungkin Ducati yang mahalnya tidak karuan itu. Jalanan pagi di kota-kota pun akan sama sekali berubah. Sudah mirip Dubai sih, tapi lebih gila lagi.

6. Setiap Orang Punya Gadget Mahal
Gadget biasanya dipatok dengan dolar sebagai acuan harganya, ini juga jadi keuntungan buat kita. Ya, kita jadi tidak pernah ragu lagi kalau akan membeli gadget mahal karena harganya sudah sangat terjangkau. Kita juga mungkin akan mengganti smartphone atau laptop setiap keluaran terbaru rilis.

Setiap perabotan elektronik yang ada di rumah, dipastikan adalah produk terbaik. Setiap kamar di rumah-rumah penduduk mungkin akan dipasangi satu set home theater lengkap dengan LCD layar paling besar dan seperangkat alat gaming terbaru. Gadget mahal akan jadi hadiah mainstream ketika ulang tahun. Indonesia pun akan jadi negara dengan konsumsi barang elektronik mahal nomor satu di dunia.

Ketika kita selesai membaca ulasan ini, kita mungkin akan sangat kecewa dengan kenyataan. Namun tidak usah khawatir, tidak selamanya dolar akan stagnan di posisi tinggi seperti sekarang ini. Indonesia sendiri sering diprediksikan jadi raksasa perekonomian dunia di masa depan. Nah, tugas kita sekarang adalah jadi jalan agar hal tersebut bisa terjadi. Caranya? Lebih produktif, lebih aktif dalam persaingan era global seperti sekarang ini dan juga percayakan kepada pihak yang kompeten untuk mengatasi ekonomi kita.



Penulis : Rizal

Gresiknews1,Surabaya - Mulai 18 Agustus 2015 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menerapkan tarif baru retribusi parkir di tepi jalan umum. Masyarakat pengguna sepeda motor yang selama ini dikenai tarif retribusi parkir di tepi jalan umum senilai Rp 500, untuk tarif baru naik menjadi Rp 1000. Sementara untuk tarif pengguna mobil/sedan/pick up, naik darip Rp 1500 menjadi Rp 3000. Lalu, truk mini naik dari Rp 3000 menjadi Rp 5000, bus/truk/alat berat naik dari Rp 4000 menjadi Rp 6000.

Sementara untuk tariff satu kali parkir di tempat parkir insidentil, diantaranya tarif motor naik dari Rp 1500 menjadi Rp 2000, dan mobil/sedan/pick up naik dari Rp 2500 menjadi Rp 4000, serta truk mini naik dari Rp 4000 menjadi Rp 6000, lalu bus/truk/alat berat naik dari Rp 5000 menjadi Rp 7000.

Perubahan tarif retribusi parkir tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 36 tahun 2015 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) dan Perwali nomor 37 tahun 2015 tentang Perubahan Tarif Retribusi Tempat Khusus Parkir (TKP).

Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat ketika melakukan menggelar jumpa pers perihal perubahan tarif retribusi parkir di kantor Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (12/8) mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari sehingga perubahan tarif parkir dilakukan. Diantaranya kemampuan masyarakat, biaya operasional dan indeks perekonomian semakin tinggi, juga efektivitas pengendalian.

Irvan mengatakan, terkait kemampuan (ekonomi) masyarakat, pihaknya telah melakukan kajian dengan menggandeng LPPAPSI Universitas Airlangga tentang kemampuan membayar dan kemauan membayar pengelolaan parkir Tepi Jalan Umum (TJU). Hasilnya, kemampuan, kerelaan dan kemauan masyarakat untuk membayar jasa parkir meningkat. Indikatornya, kemampuan membayar atau ability to pay (ATP) untuk motor Rp 2000 dan kemauan untuk membayar atau willing to pay (WTP) Rp 1500. Untuk mobil, ATP Rp 2700 dan WTP Rp 3000.

Irvan mengatakan, kalau kita bandingkan dengan tarif retribusi parkir di beberapa kota/kabupaten di Indonesia, Surabaya masih lebih rendah.

Merujuk pada data tarif retribusi parkir tepi jalan kabupaten/kota yang ada di Dishub Surabaya, tarif Surabaya untuk motor Rp 500 dan mobil Rp 1500 yang flat, masih lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Sidoarjo atau Kabupaten Gresik di mana tarif retribusi parkir untuk motor Rp 1000 dan untuk mobil Rp 2000. Bahkan, bila di Surabaya, tarif parkir tersebut berlaku flat, di Kota Bandung tariff motor Rp 500 dan mobil Rp 1500 berlaku parkir progresif selama dua jam.

Irvan menjelaskan, pihaknya menyadari, pelaksanaan perubahaan tarif retribusi parkir bukannya tanpa masalah. Diantaranya kemungkinan adanya juru parkir yang tidak melaksanakan peraturan seperti tidak memberikan karcis, memungut, retribusi parkir tidak sesuai dengan ketentuan, atau juga tidak menggunakan identitas juru parkir resmi (rompi dan kartu identitas juru parkir). Atau juga adanya potensi penolakan sebagian juru parkir dan konsumen (pemilik kendaraan).

Namun, Dishub telah melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pengawasan dan pelaksanaan Perwali Nomor 36 Tahun 2015 tentang perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) dan Peraturan Daerah nomor 37 tentang Perubahan Tarif Retribusi Tempat Khusus Parkir (TKP) dengan membentuk tim.

Irvan menambahkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan perubahan tarif parkir Tepi Jalan Umum dan Tempat Khusus Parkir melalui informasi di website Dishub juga spanduk/baliho. Jumpa pers ini juga termasuk langkah sosialisasi agar informasi ini disampaikan media kepada masyarakat.

Irvan menambahkan, Dishub membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mendapati adanya masalah/pelanggaran terkait pelaksanaan perubahan tarid retribusi parkir ini. Untuk layanan pengaduan, masyarakat bisa menghubungi hot line UPTD Parkir di nomor telepon (031 8295322) yang tercantum pada karcis parkir . Menurutnya, atau bisa juga layanan berbasis web (e-parkir) melalui www.dishub.surabaya.go.id.

Ke depannya, Dishub juga akan menerapkan berbagai inovasi demi melakukan manajemen parkir. Diantaranya menerapkan mesin parkir di sejumlah titik yang rencananya dimulai tahun depan, juga penerapan e-payment.bam
Gresiknews1,Gresik - Ada kabar baik bagi kepala Desa yang menjabat sampai tahun 2017, pasalnya Pemerintah Pusat akan menggelontorkan dana Desa sebesar 1 miliar/desa. Ini belum termasuk ADD dari APBD Daerah/provinsi demikian di sampaikan Direktorat jendral perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia Budiarso Teguh Widodo. Saat memberikan sosialisasi kebijakan Dana Desa di ruang Mandala Bhakti Praja lantai Iv Kantor Bupati Gresik tadi pagi rabu (19/8).

Beliau juga menjelaskan bahwa dengan di laksanakannya Undang-undang No 6 tahun 2014 membuka kewenangan penuh desa dalam menjalankan roda pemerintahan, kewenangan seperti hak asal usul, kewenangan lokal sekala desa, dan kewenangan yang di berikan pusat. Tidak cukup dengan kewenangan saja Desa juga mempunyai sumber dana yang sangat besar seperti, dana dari APBN, dana ADD dari APBD Kabupaten dan Provinsi, Hibah, retribusi, pajak, dan penerimaan desa lain yang sah. Memang saat ini dana yang di alokasikan belum mencapai 10 %. Tahun 2016 dana desa dialokasikan baru Rp46,79 triliun atau naik sekitar 126%. Rencana untuk tahun 2017 akan terpenuhi 10% artinya setiap desa akan menikmati Rp 1 Milliar dari APBN belum termasuk ADD. Jika ini terealisasi maka Desa bisa membangun didinya sendiri, sudah menjadi subjeck bukan objeck.

Sementara itu Bupati Gresik Dr.H. Sambari Halim Radianto menanggapi kucuran dana dari Pusat yang hampir menyentuh angka Rp. 1 Milliar, merasa bangga dan tidak kaget, pasalnya sejak Rumor berkembang tahun lalu, pemerintah Kabupaten Gresik telah melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia Kades dengan cara memberikan pembinaan dan pendidikan bagi kepala Desa. Demikian juga saat ini setiap desa sudah teralokasikan dana sekitar Rp 700 juta/desa, sumber dananya bersal dari pusat minimal Rp250 s/d Rp 300 juta di tambah ADD, pajak dll.

Bupati di hadapan seluruh kepala Desa dan perangkat se Kab Gresik berharap kepada Kepala Desa sebagai pengendali dana Desa, jangan sampai terlena dengan dana desa yang besar, setlah mendapat dana di harapkan Desa langsung membuat APBDes dan Perdes agar di kemudian hari tidak menimbulkan masalah.
Hadir dalam sosialisasi Kebijakan Dana Desa yaitu djazilu Fawait (DPR RI), anggota DPRD Kab Gresik, Camat, Kepala Desa, dan tokoh masyarakat.(dwi/arz)