Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

Berita Tampilkan postingan dengan label Jatim. Tampilkan semua postingan
JEMBER gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.
Ketua LSM Gempar (Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat) Jember H.Anshori yang mempunyai anggota +- 3000 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten Jember Mendesak Kejaksaan Negri Jember untuk segera Jemput Paksa Sdr.Dodik (Direktur Utama PT.Maksi Solusi Enjiniring) karena ybs sudah di panggil secara patut sampai dua(2)kali tidak hadir alias Mangkir dan Panggil berikut Periksa Bupati Jember FD untuk ditetapkan sebagai Tersangka dan dilakukan Penahanan dalam Perkara dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Manggisan senilai Rp.7,8 Milyar dan telah merugikan Negara Rp.685 juta. 

Bahwa Sdr.Dodik dan Bupati Jember FD sangatlah patut ditetapkan sebagai Tersangka dan Ditahan hal ini terkait dengan Keterangan Tersangka FN yang saat ini sebagai Penghuni Hotel Prodeo yakni Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) klas.II A. Jember. 

Sekedar diketahui bahwa pada tanggal 06 Februari 2020 Panitia Angket DPRD Jember telah minta keterangan kepada Tersangka FN di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) klas.II A. Jember terkait Dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Manggisan yang menelan biaya dari Dana APBD Jember tahun 2018 senilai Rp.7,8 Milyar dan diduga merugikan Negara Rp.685 juta.

Bahwa Tersangka FN menerangkan kepada Panitia Angket DPRD Jember bahwasanya Jatah Bupati adalah 10 % dari uang yang didapatkan dari mengerjakan Proyek-proyek yang diduga telah dikondisikan sejak dilakukan Lelang dan Pelaksanaannya. 

Bahwa Pengkondisian Proyek diduga dilakukan secara Struktur,Sistematis dan diduga Melibatkan Bupati bersama Oknum-oknum Pejabat Pemkab.Jember. Bahwa adapun Tempat Pengkondisian tersebut adalah di Pendopo "Wahya Wibawa Nugraha" atau Rumah Dinas Bupati. 

Bahwa diduga Uang Hasil Menggarong anggaran Proyek dimaksud Ditampung dalam satu Rekening sebuah Bank atas namanya ISW alias Dodik. Berdasarkan Keterangan dari Kuasa hukum FN melalui Media bahwa Uang hasil menggarap Proyek-proyek di lingkungan Pemkab.Jember yakni +-Rp.2 Milyar telah dikirim oleh FN secara bertahap ke Rekening Pribadi Dodik sebagai Jatah fee 10 % untuk Bupati Jember FD. 

Bahwa Tersangka FN diduga masih menyimpan semua Bukti Transfer uang yang dilakukan Tersangka FN ke Rekening Penampungan dimaksud. Bahwa patut diduga Bukti-bukti aliran uang haram tersebut sudah diserahkan Tersangka FN ke pihak Kejaksaan Negri Jember terkait dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Manggisan tersebut. 

Selanjutnya Tersangka FN menerangkan bahwa diduga Sdr.Dodik selaku pemilik Rekening Penampungan tersebut yang Melanjutkan aliran Uang Jatah fee 10 % untuk Bupati Jember FD. Bahwa oleh karenanya pihak Kejaksaan Negri Jember mestinya segera melakukan Penelusuran aliran dana haram tersebut dari Sdr.Dodik di kirim dan/atau masuk ke Rekening atasnama siapa???  

Bahwa menurut hemat LSM Gempar bahwa berdasarkan fakta tersebut diatas maka Sdr.Dodik dan Bupati Jember FD patut ditetapkan sebagai Tersangka dan dilakukan Penahanan terhadap mereka. Kesimpulannya bahwa Sdr.Dodik patut diduga berperan sebagai Membantu terjadinya Dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Dimaksud karena telah menerima Transfer dana Proyek dari Tersangka FN sedangkan Bupati patut diduga sebagai Perencana dan Pelaku dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar dimaksud hal ini karena selain diduga menerima uang jatah 10 % dari anggaran Proyek-proyek tersebut,tempat Pengkondisiannya dilakukan di Rumah Dinas Bupati dan Bupati diduga terlibat atau hadir dalam pertemuan pengkondisian tersebut dan/atau setidak-tidaknya patut diduga Bupati telah menyediakan tempat atau memfasilitasi Pengkondisian dimaksud. 

Bahwa patut diduga Bupati telah melihat dan mendengar tentang adanya perencanaan dan/atau Permufakatan Jahat yakni dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Manggisan tersebut. Bahwa untuk mengetahui dugaan adanya acara pertemuan dalam rangka Pengkondisian di Pendopo / Rumah Dinas Bupati sebagaimana keterangan Tersangka FN maka seyogyanya pihak Kejaksaan Negeri Jember segera Melakukan Penggeledahan di Pendopo dan melakukan Penyitaan atas bukti-bukti Petunjuk termasuk cctv. 

Bahwa Bupati Jember FD patut diduga telah melakukan tindak pidana "Menyalahgunakan Wewenang" yakni Melanggar Pasal.3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yo. Pasal.55 KUHPidana. 

Selanjutnya LSM Gempar berharap pihak Kejaksaan Negeri Jember untuk tidak ewuh-pakewuh melakukan Pemanggilan dan Pemeriksaan sekaligus Penahanan terhadap Bupati sebagaimana Penahanan terhadap 3 Tersangka yakni AM(Pejabat Pembuat Komitmen),FN(Konsultan Perencana Proyek) dan ES(Kuasa PT.Dita Putri Waranawa) yang saat ini mereka sudah dijebloskan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas.II A. Jember sehingga Kejaksaan Negri Jember nantinya tidak terkesan masuk angin. 

Bahwa jika Kejaksaan Negeri Jember merasa ewuh-pakewuh untuk panggil dan Periksa Bupati Jember FD maka sebaiknya perkara dimaksud dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sehingga pengusutannya tidak terkesan Pandang Bulu dan/atau Pilih Tebang sehingga Hukum memenuhi rasa Keadilan,tidak terkesan seperti "Pisau Dapur yang Tajam Dibawah Namun Tumpul Diatas" sebagaimana tersebut dalam Pasal.2 KUHPidana : "Bahwa Kedudukan warga negara Indonesia di muka Hukum adalah Sama". 

Selanjutnya LSM Gempar himbau Kejaksaan Negeri Jember untuk Lakukan Lidik atas dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Pemasangan Lampu hias di sepanjang Jembatan Semanggi yang menelan biaya sebesar +-Rp.4,486 Milyar,hal ini karena diduga alamat Kontraktornya Abal-abal namun bisa Lolos Verifikasi dan mendapatkan Pengerjaan Proyek dimaksud. 

Bahwa oleh karena Perkara dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Manggisan tersebut telah menjadi Sorotan Publik maka LSM Gempar Jember Menghimbau Jamwas Kejaksaan Agung.RI,untuk Pro aktif Memantau jalannya Proses Penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negri Jember atas Perkara dugaan Korupsi dana Proyek Revitalisasi Pasar Manggisan tersebut sebagai melaksanakan Waskat. Sampai berita ini diturunkan, Senin ( 10/2/2020). 

Ketua LSM Gempar berkomentar lantang kepada time redaksi infojatim.com ketika di wawancarai melalui kontak selulernya, LSM tersebut mengharapkan perkara tersebut segera di tindak lanjuti dengan tegas oleh penegak hukum harapan LSM dan warga masyarakat Jember proses tersebut tidak tebang pilih. 


Partner Mitra Gempar / Infojatim.com Arifin s.zakaria

SURABAYA gresiknews1.com – Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.
KB-TK Al Falah yang berlokasi di jalan Siak Surabaya, memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan melakukan berbagai atraksi yang dipersembahkan oleh para murid-murid KB-TK Al Falah yang berlangsung di halaman sekolah. 

Acara yang digelar pada hari Jumat (07/02/2020) dimulai pada pukul 07.00 ini di ikuti oleh sekitar 210 murid KB dan TK Al Falah Surabaya Dengan sangat antusias.

Dengan Mengambil tema "Andai Aku Jadi Wartawan ", diharapkan acara ini bisa menjadi teladan bagi para murid yang hadir. Selain itu, acara ini adalah juga merupakan bentuk penghargaan kami terhadap insan pers di Indonesia." Ungkap Ustadzah Rina Rahayu, Kepala Sekolah KB-TK Al Falah Surabaya. 

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini,di isi dengan berbagai penampilan aktraktif yang disuguhkan oleh seluruh murid-murid KB-TK Al Falah. Dengan menampilkan seluruh murid dari KB-TK Al Falah, semakin membuat acara menjadi meriah. 

Berbagai acara yang ditampilkan mulai dari tarian, nyanyian, puisi, serta drama, selalu melibatkan peran serta wartawan. Pada acara kali ini, sekolah Al Falah juga memberikan kesempatan kepada perwakilan Wartawan yang diwakili oleh saudara Tulus dari Warta Indonesia untuk memberikan sambutan serta berbagi pengalaman kepada para murid tentang apa itu wartawan, dan bagaimana cara kerja wartawan, serta apa yang harus dilakukan agar bisa menjadi wartawan. 

Di penghujung acara, ditampilkan drama kolosal tentang bahaya virus Corona yang diperankan oleh para murid KB-TK Al Falah. " makna yang dapat di ambil dari isi drama tentang virus corona ini adalah agar kita lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, terutama makanan yang dilarang atau diharamkan dalam agama Islam." Terang Ustadzah Rina Rahayu. 

Menginjak sesi acara terakhir, Ustadzah Rina Rahayu yang juga kepala Sekolah KB-TK Al Falah ini mengajak para Wartawan yang hadir untuk naik ke atas panggung guna menerima cindramata sebagai wujud terima kasih atas sinergi wartawan dengan KB-TK Al Falah Surabaya. 

"Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan semua yang telah berpartisipasi dan hadir pada acara ini. Alhamdulillah dalam kesempatan kali ini lebih banyak wartawan yang hadir. Ini menandakan bahwa kerjasama kami dengan wartawan sangat terjalin dengan baik."ungkap Ustadzah Rina Rahayu diakhir acara. 


Penulis MWR Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com Arifin s.zakaria
SURABAYA gresiknews1.com – Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.
Nasib naas menimpa Fuadi (29). Pemuda asal Kwanyar, Bangkalan Madura ini harus menerima bogem mentah setelah terjatuh di jalan Manukan Kulon saat dikejar pemilik motor yang telah dicurinya pada hari Minggu (02/02/2020) pukul 23.45 Wib. 

Kejadian ini bermula saat Revansa Digo Santoso (19) sedang santai ngopi di Jalan Raya Manukan Kulon 52 Surabaya. Selang lima menit kemudian, Revansa kaget karena mendapati motor miliknya sudah distater dan dikendarai oleh orang lain. 

Sadar motor miliknya dibawa kabur orang tidak dikenal, Revansa Berusaha mengejar pelaku dan di bantu beberapa warga sekitar sambil meneriaki maling. Karena takut, pelaku yang diketahui bernama Fuadi terjatuh beserta motor yang di curinya. 

Mengetahui pelaku yang membawa motornya terjatuh, korban beserta masyarakat yang mengejarnya menghampiri pelaku sehingga pelaku mendapat bogem mentah dari warga sekitar.

Beruntung saat kejadian, ada petugas dari Kepolisian, Satpol PP,dan Linmas sedang melakukan patroli dan melintas di TKP, sehingga pelaku dengan cepat bisa diamankan dari amuk massa dan dibawa ke mapolsek Tandes.

"Modus Pelaku dalam melakukan aksi pencurian motor tersebut yaitu dengan cara merusak kunci motor menggunakan kunci T yang sudah disiapkan oleh pelaku" ungkap Kapolsek Tandes Kompol Kusminto 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini pelaku beserta barang bukti berupa satu lembar STNK sepeda Motor Honda Beat tahun 2016 warna hitam dengan Nomer Polisi AG 2005 PW atas nama Mujiono beserta satu unit sepeda motor sesuai dengan STNK tersebut diamankan di Mapolsek Tandes. 

Atas perbuatannya, tersangka di jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 4/2/2020). 


Penulis MWR Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com Arifin s.zakaria
SURABAYA gresiknews1.com – Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. Polrestabes Surabaya telah berhasil menangkap Pemilik akun Facebook dengan nama Zikria Dzatil yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada hari Jumat (31/01/2020) malam di kediaman tersangka di kota Bogor.

Pada Keterangan Pers yang diadakan di Polrestabes Surabaya pada hari senin (3/2/2020) pukul 13.00 Wib, Kapolres Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan bahwa Tersangka ditangkap karena polisi menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang di terima Polres Surabaya pada tanggal 21 januari 2020 perihal akun facebook yang diduga telah melakukan pelecehan kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
                       

Pada tanggal 31 Januari 2020 Polres Surabaya berhasil menangkap pemilik akun facebook Zikria Dzatil yang di duga melakukan pelecehan terhadap Walikota Surabaya di kediamannya di wilayah Bogor.

"Kami melakukan penangkapan terhadap tersangka karena diduga telah melakukan tiga unsur kejahatan yaitu Pencemaran nama baik, penghinaan serta ujaran kebencian."ungkap Sandi dalam keterangan pers dihadapan wartawan, sampai berita ini diturunkan, Selasa ( 4/2/2020).

Masih menurut Sandi, saat ini Polisi telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa 2 unit handphone dan tiga lembar print out status facebook yang diduga melakukan pelecehan terhadap Walikota Surabaya ke Mapolres Surabaya guna kepentingan penyelidikan. 


Penulis MWR Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com Arifin s.zakaria
SURABAYA gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.
Polda Jatim kembali melakukan konfrensi pers atas keberhasilannya mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah hukumnya yang digelar di gedung Patuh Mapolda Jatim pada hari Senin (3/2/2020) pukul 08.30 Wib.

Dalam konfrensi pers kali ini, beberapa kasus narkoba dari berbagai wilayah hukum Jawa Timur dihadirkan langsung ke Mapolda Jatim. 

Beberapa kasus tersebut antara lain, keberhasilan Polda Jatim dalam mengungkap dan menangkap 2 orang pelaku pengedar narkoba yaitu Chee Kim Tiong (40) dan Lau chu hee (39). Keduanya adalah pengedar narkoba antar negara yang berkewarganegaraan Malaysia.

Dalam keterangannya, kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Luki Hermawan mengatakan bahwa Jaringan pengedar narkoba asal Malaysia ini sudah dua kali melakukan pengiriman ke Indonesia. Untuk pengiriman yang pertama berhasil lolos, hingga pada pengiriman yang kedua berhasil ditangkap dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 15 kilo yang dikemas dengan bungkus teh cina. 

"Mereka berdua adalah termasuk dalam jaringan pengedar antar negara yang berperan memasukkan narkoba ke Indonesia, termasuk ke Jawa Timur dengan cara di kawal sendiri dari Myanmar, masuk ke Kucing, kemudian dari kucing ke Pontianak menuju Pangkalan pelabun lewat Perak. Dari sini barang ini berhasil kita amankan." Terang orang nomer satu di Polda Jatim ini.

Menurut pengakuan tersangka Chee Kim Tiong, dirinya mendapat bayaran sebesar 40 ribu Ringgit untuk sekali kirim karena langsung berhubungan dengan pemilik barang bernama Mr Poo, sedangkan tersangka lainnya Lau chu hee hanya mendapatkan 7 ribu ringgit untuk sekali pengiriman. 

Selain itu, Polda Jatim juga mengungkap keberhasilan kasus penyalah gunaan narkoba di wilayah Bangkalan dengan tersangkanya adalah Mat, pria berprofesi sebagai pengajar bahasa arab yang mengklaim bahwa Sabu itu tidak haram. Ketika di tanyai oleh wartawan, tersangka mengaku telah mengkonsumsi narkoba selama sembilan tahun. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com (Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com)
JEMBER Infojatim.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap, Jajaran Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membongkar kasus peredaran uang palsu di wilayah Jember. Dalam kasus ini, petugas menangkap dua orang pelaku yakni pembuat dan pengedar, serta mengamankan barang bukti uang palsu senilai ratusan juta.

Kedua pelaku yang di tangkap oleh satuan unit kriminal khusus polda jatim ini yaitu UZ (44) yang memiliki keahlian mencetak uang palsu dan S atau Gus Ms yang bertugas untuk mencari investor yang mau menggandakan uang sekaligus mengedarkan uang palsu tersebut.

"Dari pengungkapan kasus ini kami berhasil mengamankan uang palsu senilai Rp 633 juta," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (5/12/2019).

"Pengungkapan kasus ini sendiri berawal dari laporan masyarakat yang curiga akan adanya penawaran dari seseorang yang katanya bisa melakukan penggandaan uang, yakni uang Rp 1 juta akan diganti dan digandakan menjadi Rp 3 juta," imbuh Kapolda Jatim. Sampai berita ini diturunkan Kamis (12/12/2019). 

Dari laporan ini, unit kriminal khusus polda jatim segera melakukan pengecekkan dan penyelidikan di lapangan bahkan Kapolda menyebut ada anggotanya yang menyamar menjadi investor untuk menggandakan uang di pelaku hingga akhirnya bisa mengungkap tempat pembuatan uang palsu yang dilakukan oleh tersangka UZ. 

Dalam kesempatan ini Kapolda Jatim Irjen Pol Luki juga mengingatkan kepada masyarakat agar tak mudah percaya pada modus-modus tak lazim yang digunakan oleh para pelaku yang menjanjikan penggandaan uang berkali kali lipat dari modal awal. Hal ini agar masyarakat tidak menjadi korban dari tindakan kejahatan seperti yang di lakukan oleh pelaku yang di tangkap ini. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)
KEDIRI gresiknews1.com - Penandatanganan komitmen kebersamaan TNI, Polri, KPU, Panwaslu dan Kajari ,dilakukan hari ini di Hotel Lotus Garden Kota Kediri, jelang berlangsungnya pilkada serentak mendatang. Ketua KPU Kediri Drs. H. Agus Rofiq, Dandim Kediri Letkol Inf  Slamet Suprijanto, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Sekda Kota Kediri Drs Budwi Sunu, Ketua Panwaslu Ir.Yoni Bambang Suryadi dan Kajari Kediri Dra. Martini, bergantian menandatangani komitmen terkait pilkada tersebut, Selasa (06/02/2018).

"Pada pagi hari ini kita berkumpul untuk menyatakan komitmen atau janji kita bersama, yaitu penandatangan bersama tentang Pilkada serentak yang mana nantinya terciptanya suasana yang kondusif. Kegiatan rangkaian pilkada sudah dilaksanakan mulai dari pendaftaran paslon ,Penetapan paslon hingga pendaftaran paslon itu semua berkat sinergi kita bersama ini," kata AKBP Anthon Haryadi.

Sambungnya ,"Kedepan kita akan menghadapi tantangan yang lebih berat yaitu massa kampanye dan rangakaian selanjutnya. Harapan saya kita semua saling kompak bahu membahu dalam menghadapi segala tantangan kedepan dalam mewujudkan pemimpin yang bermartabat."

Penandatanganan komitmen ini juga dihadiri Danramil jajaran Kodim 0809/Kediri, Kapolsek jajaran Polresta Kediri dan Camat se-Kota Kediri. Disamping itu, seluruh komisioner KPU ,juga turut menghadiri acara yang berlangsung pagi hari ini.

Sementara itu, Letkol Inf Slamet Suprijanto menambahkan ,"Penandatangan Komitmen bersama tentang sinergi TNI, Polri, KPU, Panwaslu dan Kajari siap menyukseskan pilkada serentak tahun 2018 yang guyup rukun."

"TNI dan Polri komitmen untuk bersikap netral, terhadap siapapun paslon yang bakal terdaftar dan dinyatakan sah oleh KPU untuk mengikuti pilkada mendatang. Sikap netral kita tidak usah diragukan. Saya juga sudah menyampaikan netralitas TNI kepada seluruh anggota saya, dalam hal ini Kodim Kediri dan saya yakin bapak Kapolresta juga melakukan hal yang sama," pungkas Letkol Inf Slamet Suprijanto. 


Partner ARZ Team
KEDIRI gresiknews1.com - ORI (outbreak response immunization) Difteri secara serentak di Kediri, sudah berlangsung beberapa hari lalu dan saatnya lintas sektoral membahas hasil dari imunisasi tersebut, khususnya di Kecamatan Ringinrejo. Temu lintas sektoral ini dihadiri Kepala Puskesmas Ringinrejo dr.Anna Sumarsih, Danramil Kandat Kapten Inf Sunarjo, Kapolsek Kandat AKP Suwardi dan Camat Ringinrejo Ibnu Imad serta Kepala Desa se-kecamatan Ringinrejo, Senin (05/02/2018)

"Dari pihak sekolah, semua menyatakan antusias mengikuti perkembangan pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolahnya dan pihaknya sangat mendukung imunisasi ini, dikarenakan banyak dampak positif bagi kelangsungan pertumbuhan anak didiknya," ungkap dr.Anna Sumarsih.

Vaksin untuk imunisasi difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Sambungnya ,"Pihak sekolah juga memfasilitasi ruangan khusus bagi pihak puskesmas untuk memberikan imunisasi kepada siswa siswinya dan jam pelajaran juga di cancel untuk lebih memfokuskan pada program di sektor kesehatan ini."

Koramil bersama Polsek setempat turut ambil bagian berpartisipasi mengkampanyekan imunisasi anak-anak usia dini ini di sekolah-sekolah. "Banyak yang perlu kita bahas dari permasalahan difteri ini, tetapi kita fokus pada imunisasi kepada anak-anak. Penyelesaian hingga tuntas, perlu dorongan dan motivasi dari semua pihak kepada para orang tua," pungkasnya.

Di akhir temu lintas sektoral, dr.Anna Sumarsih mempersilahkan bagi siapa saja yang bertanya seputar difteri dan sesuai latarbelakangnya sebagai tenaga medis, dr.Anna Sumarsih akan menjawab seputar difteri berdasarkan pandangan medis.


Partner ARZ Team
SURABAYA gresiknews1.com - Hampir dua minggu warga resah akibat ambruknya jembatan Di desa Grojokan 
Kalidilem kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa timur. Jembatan ini adalah akses terpenting bagi warga sekitar untuk melakukan aktifitas sehari-harinya, sejak ambruknya jembatan tersebut kini aktifitas warga lumpuh total, kegiatan ekonomi terganggu, kegiatan anak sekolah juga terhambat.

Pemerintah kabupaten hingga kini kelihatanya masih asyik belum ada aksi, padahal warga sudah berulangkali memohon agar segera diperbaikinya,
masyarakat sangat membutuhkan kejelasan dari pemerintah, Bupati, DPRD, Camat dan Dinas terkait segera turun gunung.

Terkait hal itu Lembaga anti korupsi JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur akan segera Layangkan Surat Somasi pada Bupati Lumajang agar segera memperbaiki jembatan yang ambruk itu.

Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky) turut prihatin atas ambruknya jembatan di desa Grojokan Kalidilem ini. Menurutnya, "Peran serta semua pihak sangat di butuhkan, Bupati, DPRD yang berada di daerah pilihan situ harus segera turun, Bupati agar memperintahkan Dinas terkait untuk segera memperbaikinya, karena ambruknya jembatan ini tak lepas dari tanggungjawab pemerintah kabupaten Lumajang itu sendiri.

Bupati dan DPRD adalah pejabat yang dipilih rakyat secara langsung, saat ini harus bisa membuktikan dan menepati janjinya seperti yang pernah disampaikan saat kampanye dulu ingin mensejahterakan rakyatnya dan akan membangun semua infrastruktur jalan dan lainya, termasuk jembatan ini sebagai sarana kepentingan publik, jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah saat ini pasti akan berkurang"tuturnya saat ditemui awak media di kantor JCW Surabaya, Senin 04/02/18).

Selain itu kata Gus Zakky yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Rusaknya jembatan harus kita evaluasi bersama, apa faktor yang paling dominan sehingga jembatan yang begitu kokoh ini bisa ambruk, bisa karena kurang semen, bisa karena ukuran besi tidak sesuai dengan standart rancang bangung, bisa karena asal-asalan dalam pengerjaanya, dan bisa juga karena faktor alam, makanya ketika ada proyek pemerintah, mestinya semua elemen masyarakat harus turut mengawalnya, agar tidak terjadi seperti di jembatan ini lagi", Ungkapnya dengan penuh harap.

Apapun Alasanya, ketika jembatan ini dalam kondisi darurat, pemerintah Lumajang agar segera memperbaikinya, karena jembatan itu adalah fasilitas penting dan jantungnya perekonomian warga sekitar, bila tidak segera diperbaiki kasihan warga yang setiap hari memanfaatkan arus lalu lintas jembatan ini, pihak Kepala Desa setempat harus berperan aktif untuk mendesak dinas terkait agar segera di perbaikinya, karena jika tidak, masyarakat akan demo dan itu jelas malah justru akan mengganggu aktifitas publik lainya.


Sumber Berita JCW / Partner Infojatim.com ARZ / TEAM
JAKARTA gresiknews1.com - Jombang yang mempopulerkan diri sebagai kota santri, dan gudangnya ulama' besar di jawa timur, saat ini gempar dan tercoreng dengan ditangkapnya operasi tangkap tangan (OTT) orang nomor satu dikabupaten Jombang ini oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) beberapa waktu yang lalu. 

Semua elemen masyarakat acungi jempol atas kinerja KPK yang luar biasa ini, termasuk Ketua BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) yang juga Ketua Umum JCWb(Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur, Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH, (Gus Zakky) ini, "KPK harus kita suport bersama, KPK bekerja untuk memperbaiki negeri ini bukan menghancurkan karir bupati, sudah saatnya semua pejabat di jawa timur di OTT seperti Bupati Jombang ini, ini imbas dari banyaknya laporan elemen masyarakat ke penegak hukum tidak di tindak lanjuti, banyak aset negara yang hilang, banyak laporan korupsi yang menumpuk terhenti, sementara pejabat yang punya peran untuk menegakkan hukum tidak sedikit yang justru berkolaborasi dengan para koruptornya sendiri, dengan maksud agar tidak dihukum berat, agar dibebaskan, dll, dengan menggunakan dalih dan jual beli pasal, yang endingnya adalah transaksi haram dibawa meja.

Setelah Bupati Jombang kena OTT ini, jadikan pelajaran, karena jika tidak, Tunggulah giliran nasibmu wahai bupati-bupati dan pejabat lainya khususnya di jawa timur dan diseluruh indonesia pada umumnya, daftar namamu sudah ada di tangan KPK, semua tinggal menunggu bom waktu dan taqdir dari Allah Swt, sepandai-pandai membungkus bangkai, suatu saat akan tercium juga", tuturnya saat ditemui awak media di depan Gedung KPK Jakarta, (Sabtu,03/02/18).
Selain itu kata Gus Zakky yang juga Pengasuh Pondok Pesantren khusus Rehabilitasi Sakit Jiwa, Pecandu Narkoba, Mantan Preman dan Anak Jalanan,"Dzkikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendang agung Paciran Lamongan Jawa timur ini, menuturkan, "KPK melakukan OTT (operasi tangkap tangan) itu jelas sudah punya bukti dan dasar, KPK tidak sembarangan tangkap orang bila tidak punya data yang valid, dan mendapat laporan dari lembaga yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum.

JCW Provinsi Jatim adalah salah satunya diantara lembaga anti korupsi lainya yang getol dan selalu aktif melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Jawa timur ke KPK ini, bagi JCW bila sudah mendapat data yang valid pasti langsung dilaporkan ke KPK, dengan kerja sama yang baik dengan KPK dan penegak hukum lainya, alhamdulillah setiap laporan dari JWC selalu diperhatikanya" Ungkapnya dengan tegas dan lantang. 
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, sudah tiba di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politikus Partai Golkar ini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik.

Pantauan di Gedung KPK, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Nyono datang sekira pukul 21.15 WIB mengenakan kemeja biru dongker. Bupati Jombang ini langsung masuk ke ruang pemeriksaan KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) malam hari ini.  "Ya benar ada kegiatan tim di lapangan sore dan malam ini," kata Febri saat dikonfirmasi, Sabtu (3/2/2018). 

OTT ini dilakukan lantaran Bupati Jombang Nyono diduga yang bersangkutan menerima sejumlah uang. "Ada dugaan penerimaan sejumlah uang," kata Febri.
Pungkasnya.


Partner Arifin SZ Team/Kiki JCW.
SITUBONDO gresiknews1.com - Pada hari Sabtu tanggal 3 Februari 2018 pukul 13.30 WIB bertempat di PLP Mar 5 Baluran Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo telah landing Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) beserta Ibu dan rombongan menggunakan Heli Type : NAS-332/H-3204, Pilot Letkol Pnb Purba, Copil Mayor Pnb Didik Rachmat dan Lettu Pnb Rofi dalam rangka melakukan Kunker ke Ponpes Salafiah Syafiiah Sukorejo Kab. Situbondo. 

A) Daftar rombongan Presiden RI sbb : 
1. Heli 1 Type : NAS-332/H-3204, Pilot Letkol Pnb Purba, Copil Mayor Pnb Didik Rachmat dan Lettu Pnb Rofi, antara lain : 
1) Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) beserta Ibu. 
2) Bpk. Pratikno (Menteri Sekretaris Negara). 
3) Bpk. Dr. H. Soekarwo (Gubernur Jatim) beserta Ibu. 
4) Mayjen TNI Suhartono (Dan Paspampres). 
5) Sdr. Kaesang Pangarep (Putra Presiden RI). 
6) Ajudan Presiden. 

2. Heli 2 Type : NAS-332/H-3203, Pilot Kapten Pnb Ariya /Mayor Pnb Siswantoyo, Copil Kapten Pnb Wahyu Rahmat, antara lain : 
1) Sdr. M. Rhomahurmuzy (Ketua Umum PPP). 
2) Sesmilpres
3) Mayjen TNI Arif Rahmbuan (Pangdam V/Brw). 
4) Irjen Pol Mahfud Arifin, SH (Kapolda Jatim). 
5) Sespri Presiden. 
6) Staf Khusus Presiden. 
7) Deputi II Setpres. 
8) Kepala Biro Protokol. 
9) Dan Grub A Paspampres.
10) Ajudan IBN. 

3. Heli 3 Type : NAS-332/H-3206, Pilot Letkol Pnb Novan, Copil Kapten Pnb Pinandita Insan J.N, antara lain : 
1) Dokpri Presiden. 
2) Fotografer Presiden. 
3) Kamerawan Presiden. 
4) 4 Anggota Paspampres. 
5) Staf Sespri Presiden. 
6) Staf Sespri Ibu Negara. 
7) FSO. 

B) Hadir dalam penyambutan Presiden RI sbb :
1).Komandan  PLP Mar 5 Baluran (Mayor Mar Supriyadi M. Tr.Hanla NRP. 16127/P) .
2 ).Danrem 0823 Kolonel Inf Bangun
3). Bupati Situbondo Bpk H Dadang Wigiarto S.H.
4). Komandan Kodim 0823/Situbondo (Letkol Inf Ashari, S.Pd)
5. Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. SIK.MSc (Eng)
6. Komandan Dodiklatpur Rindam V/Brw Letkol Inf Wildan Bahtiar. 
7. Ibu Bupati Ny. Umi Kulsum 
8). Ibu Danrem ibu Venny Bangun Nawoko
9) Ibu kapolres Ny Lia Sigit
10). Ibu Dandim Yayuk Ashari
11). Ibu Dan PLP mar 5 Baluran Ny Tunjung Supriyadi.

C.  Adapun rangkaian giat sbb : 
1. Pukul 13.30 WIB Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) beserta Ibu dan rombongan landing di Helly Pad PLP 5 Marinir Karangtekok menggunakan Heli Type : NAS-332/H-3204, Pilot Letkol Pnb Purba, Copil Mayor Pnb Didik Rachmat dan Lettu Pnb Rofi.

2. Pukul 13.34 WIB Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) beserta Ibu  menuju Kendaraan Alphard Warna Hitam Nodis "Indonesia 1", selanjutnya menuju Masjid Al Askar (Kompleks PLP 5 Marinir) untuk melaksanakan sholat Dhuhur. 

3. Pukul 13.55 WIB Sholat Duhur selesai, selanjutnya Ir. H. Joko Widodo (Presiden RI) beserta Ibu dan rombongan menuju Ponpes Salafiah Syafiiah Sukorejo menggunakan Kendaraan Alphard Warna Hitam Nodis "Indonesia 1" dengan pengawalan Pomdam V/Brw dan Polda Jatim. 

Sampai saat ini kegiatan masih berlangsung di Ponpes Syalafiyah Safi'iyah Sukorejo Asembagus Situbondo. Selama giat landing di PLP Mar 5 Baluran berjalan dengan aman. 


Partner ARZ Team

JOMBANG gresiknews1.com - Sebuah minibus yang mengangkut supporter Bonek terneguling di KM 673, jalan tol Jombang -Mojokerto. Daihatsu Xenia bernopol W 1410 SH dikemudikan Abdul Khidir warga Lumajang, mengakibatkan 7 penumpangnya dan sooir harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka bertolak dari Surabaya ke Solo guna mendukung timnya berlaga.

Laka terjadi sekira Pukul 09.10 Wib, mobil yang ditumpangi oleh 8 (delapan) orang termasuk kelompok suporter Bonek melaju kecepatan tinggi. Tepat di KM 673 ban mobil mereka pecah dan membuat sopir tidak bisa menguasai stir. Mobil akhirnya menabrak wire rope dan terpelanting hingga menyebrangi lajur berlawanan.

"Mobil akhirnya menabrak dan melompati Wire Rope/pembatas jalan Tol dan kemudian mobil terbalik di lajur yang berlawanan," terang saksi petugas patroli jalan tol, Sabtu 3/2/2018.

Tidak lama kemudian Satuan Polisi Lalulintas Polres Jombang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Serta mengevakuasi para supporter yang terlibat kecelakaan tersebut. ke-Tujuh supporter akhirnya dilarikan ke RSUD Jombang.

"Kami masih mendata para korban, dari saksi sementara akibat banyak pecah yang mengakibatkan mobil tidak terkendali dengan kecepatan tinggi," terang salah satu anggota Satlantas yang mendatangi lokasi.

Sementara kondisi mobil mengalami rusak berat pada bagian depan, seluruh kaca mobil pecah serta ban sebelah kiri belakang pecah. Diperkirakan kerugian materiil ditaksir sekitar Rp. 20.000.000 ( Duapuluh juta rupiah). Saat ini kasus ditangani oleh pihak Satlantas Polres Jombang.

Adapun nama-nama korban yang dihimpun sebagai berikut:
1- Marta Indra, umur 28 th, alamat Jl. Tambak Gringsing Gg. 04. No. 04 Krembangan Utara. Kec. Pabean Cantian Kota. Surabaya (mengalami luka ringan, lebam pada pelipis sebelah kiri).

2- Septa Agi Rosiah, umur 25 th, alamat Jl. Indrapura jaya No. 03. Kel. Krembangan Kec. Pabean Cantian Kota. Surabaya (Mengalami luka ringan, lebam di bagian pelipis sebelah kiri dan lecet bagian kaki sebelah kiri)

3- Ari Lafudin, umur 31 th, alamat Jl. Brigjen Katamso RT. 030 RW. 005 Kel. Balongpoh Kec. Waru Kab. Sidoarjo (Mengalami luka ringan, lecet bagian lengan tangan disebelah kiri dan lecet kaki sebelah kiri).

4- Ari Fadilah, umur 25 th, alamat Jl. Perlis Selatan Gg. 09. No. 62 Kel. Perak Timur Kec. Pabean Cantian Kota. Surabaya (Mengalami luka ringan lecet bagian kepala sebelah kiri dan pipi sebelah kanan).

5- Amirudin, umur 23 th, alamat Jl. Indrapura Jaya Gg. 04 No. 04 Kel. Krembangan Kec. Pabean Cantian Kota. Surabaya (Mengalami luka ringan lebam dibagian kening).

6- Abdul Khodir, umur 35 th, alamat Jl. Brigjend Katamso Kel. Tompokersan Kec/ Kab. Lumajang/ Tambakwedi Baru No. 15. Kec. Kenjeran Kota Surabaya (Mengalami luka ringan lebam bagian kaki kiri).

7- Andi Setiawan, umur 29 th, alamat Jl. Kolonel Sugiono Gg. 5 No. 32 Kel. Mergosono Kab. Malang (Mengalami trauma /Sok ).

8- Imam Safi'i, umur 16 th, alamat Tambakwedi Baru No. 15. Kec. Kenjeran Kota. Surabaya (Mengalami trauma /Sok).


ARZ/Tim
SURABAYA gresiknews1.com - Seorang tukang becak meninggal   mendadak di atas becak parkir di depan warung giras di jalan Jolotundo no 10 surabaya.

Diketahui korban meninggal hari Sabtu tanggal 3 Februari 2018 sekitar jam 06.00 WIB atas nama Sartono, umur 58 th, pekerjaan tukang becak, alamat Dsn Mangirejo RT 08 RW 09 Kelurahan Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang.

Beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut antara lain Dono, umur 55 tahun, swasta, alamat Jl. Jolotundo baru II/38 surabaya, dan juga Imam hermanto (Pemilik warung giras), umur 22 th, pemilik warung giras alamat Jalan Lebak jaya 5 utara kav. 34 no 78 Surabaya.

Bahwa saat Imam hermanto membersihkan warung giras dan halamannya kemudian mencoba membangunkan korban yang tidur di atas becak namun tidak ada reaksi sehingga menekan jempol kaki kiri namun korban tetap tidak bangun. Kemudian melaporkan kejadian ke ketua RT setempat dan kemudian melapor ke Polsek Tambaksari, di ketahui korban menderita sakit batuk dan sesak dengan ditemukan obat obat dan alat masker oksigen dalam becak, selanjutnya di laporkan ke Polsek Tambaksari. 

Yg mendatangi TKP 
Tambaksari 1, 7, piket Reskrim, Bhabinkamtibmas & 822. Pada saat dilakukan olah Tkp didapat beberapa hasil yang menegaskan Korban tidak ditemukan bekas kekerasan ditubuhnya ditambah lagi Dikuatkan keterangan saksi saksi yang menyebutkan tidak adanya kekerasan terhadap korban. Dan informasi dari saksi menderita sakit batuk dan sesak dan sering mangkal dan istirahat di halaman warung giras miliknya. Serta di temukan obat obatan dan masker oksigen dalam becak. Diduga korban meninggal dalam keadaan wajar.

Tindakan yang sudah dilakukan Olah TKP dilakukan bersama tim inafis Polrestabes dengan anggota Reskrim Polsek (gambar sket, sidik jari, mencari BB), Pasang Police line, Buat Laporan, Minta VER mayat, memeriksa saksi-saksi, Lengkapi mindik, Mengirim jenasah ke RS Dr. Soetomo dan mengarahkan penanganan lanjutan ke Reskrim Polsek Tambaksari, juga Menghubungi keluarga yg ada di Wonosalam, Jombang.                  


Arifin s.z / team
SAMPANG gresiknews1.com - Warga antar pemakaman pahlawan tanpa tanda jasa, meninggal di aniyaya murid nya. Ahma Budi Cahyono, guru SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, yang meninggal akibat dianiaya murid, dimakamkan. Jenazah korban diantar ratusan orang ke tempat pemakaman umum (TPU) Kota Sampang.

"Jenazah dimakamkan pada hari ini," kata kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, Jumat (2/1/2018).

Pagi tadi, jenazah korban penganiayaan yang diduga dilakukan MH, siswa kelas XI ini, dimakamkan di TPU Kota Sampang. Ratusan orang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman.

"Masyarakat banyak yang hadir turut mengantarkan jenazah ke pemakaman. Mungkin kalau ribuan orang ada," kata Icol warga yang melihat suasana pemakaman guru Budi.

Selain dihadiri masyakarat banyak, juga terlihat Bupati Sampang Fadilah Budiono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman. Juga ada beberapa karangan buka duka cita seperti dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dihadapan pelayat menyampaikan, dinas pendidikan turut berduka atas meninggalnya tenaga pendidikan Budi. Pihaknya, juga menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut untuk ditangani kepolisian.

"Kita minta diproses secara hukum, meski pelaku masih dibawah umur. Aparat mengetahui cara terbaik untuk memproses kasus ini," ujar Saiful Rachman.

Ahmad Budi Cahyono, guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, ini mengajar materi melukis, Kamis (1/2/2018). Di ruang kelas, pelaku MH, ramai dan mengganggu teman lainnya dan mencoret-coret lukisan teman lainnya. 

Korban mengingatkan siswa nakal itu, tapi tak dihiraukan, malah menjadi-jadi mengganggu teman lainnya. Korban mendatangi dan mencoret pipi pelaku dengan cat lukis. Tapi siswa itu tiddak terima dan menganiaya sang guru.

Setelah peristiwa itu, Budi dipersilahkan pulang oleh kepala sekolah. Sampai di rumah, korban langsung tidur, karena mengeluh sakit pada lehernya.

Karena mengeluh itu, korban akhirnya dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya oleh keluarganya. Sekitar pukul 21.40 wib, kepala sekolah SMAN 1 Torjun menyampaikan kabar duka, bahwa guru seni rupa itu meninggal dunia karena mengalami MBA (Mati Batang Otak). 


Arifin SZ Team 
Sumber : Mitra rekan media
PROBOLINGGO Januari 2018 gresiknews1.com - Sebagai Perwira muda yang gagah AKBP Alfian yang mempunyai sifat kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, karena kebersihan itu adalah sebagian dari iman.            

Akbp Alfian sebagai mantan wakapolres resort Gresik ketika itu berpangkat Kompol yang saat ini menjabat sebagai Kapolres resort Probolinggo Kab Probolinggo.       

Beliau tanpa mempunyai rasa enggan bahkan peduli terhadap lingkungan sekitar. Terutama ketika sidak di jalan raya banyak jalan yang berlubang dan tergenang air atau tertutup sampah-sampah. Akbp Alfian memberikan semangat agar lebih menyikapi dan memberikan contoh kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan.             

Juga memberikan himbauan kepada pengendara di jalan raya agar waspada dan lebih berhati hati, karena banyak jalan yang berlubang demi untuk pengendara terutama di saat musim hujan telah tiba. Sosok Akbp Alfian yang murah senyum ramah tamah bisa untuk di jadikan suri tauladan yang baik.                    


Arifin s.zakaria / team
MOJOKERTO gresiknews1.com - PAC (Pengurus Anak Cabang) Fatayat NU Paciran di gembleng oleh beberapa Tokoh Senior dari Pantura, yaitu dalam rangka melaksanakan Diklat Pendidikan dan Pelatihan Penggerak Fatayat NU (PFNU) dengan tema "dari Fatayat untuk Kemajuan Ummat" yang dilaksanakan pada hari kamis-Jumat, 28-29 Desember 2017 di villa fanni Pacet Mojokerto. 

Ketua PC Fatayat NU Lamongan yang diwakili Sahabat Nur Hamidah dalam sambutannya mengatakan "kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan kualitas kader sehingga bisa membawa maslahat bagi seluruh umat. Selain itu beliau juga berharap  PAC Fatayat NU Paciran dapat menjadi pelopor pengkaderan di Kabupaten Lamongan dengan mengadakan acara PFNU agar mencetak kader yang militan dan bertanggung jawab" tuturnya. 

Dalam kegitan tersebut diisi dengan empat materi, yaitu (1) Pendalaman nilai nilai dasar perjuangan (sejarah, ideologi, aswaja) oleh KH.  Salim Azhar. (2) Filsafat perjuangan oleh Khoirul Huda, Sip., MM. (3)problem solving leadership (peluang dan tantangan sukses) oleh DR.  M. Shohib,  M.psy., MSI. dan (4) menjadi kader fatayat yang berintegritas ( jujur amanah bertanggung jawab dan tidak putus asa oleh Hj.  luluk Asfiah M. Ag. 5. Kontemplasi kader militan oleh Ibu Endang MSi. 

Ayu, salah satu peserta dalam acara PFNU ini mengaku senang karena bisa belajar dapat banyak ilmu dan punya banyak sahabat baik serta bisa singgah di Pacet. "Saya senang bisa ke Pacet dalam forum keakraban dan persaudaraan karena saya menjadi kader Fatayat NU Paciran". Ucapnya
Acara ini tidak hanya diisi dengan pemberian materi penguatan keilmuan dan pengetahuan tentang NU saja, tapi juga diisi dengan hiburan game2 pembiasaan seorang kader dalam event resmi NU dan senam fatayat tapi juga Dzikir alam kemudian diakhiri pembaiatan oleh KH Salim Azhar. Suasana khusuk khidmat merinding deg-degan bercampur haru menyelimuti seluruh peserta hingga meledaklah tangis beberapa sahabat khususnya para ketua ranting yg memang mengemban amanah lebih berat dibanding PAC. 

Moment kegiatan ini memang sangat patut untk penguatan sikap perjuangan sahabat fatayat, semoga target pelatihan ini dapat terpenuhi. Kegiatan ini juga diacungi jempol oleh Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH, pemerhati NU, yang selalu aktif memantau kegiatan NU di Jawa timur.

Menurutnya,"inilah kegiatan PAC Fatayat NU yang patut diteladani oleh badan otonom lainya agar Fatayat tidak dipandang sebelah mata oleh pihak-pihak tertentu, yaitu hanya bisa tahlil, istighosah, ziarah kubur, ziarah wali songo, dan urusan dapur saja" pungkasnya.


Arifin S Zakaria Team
Sumber : SuaraJCW.news (KikiJCW)
LUMAJANG gresiknews1.com - Pada Senin 25 Desember 2017 pukul 04.30 WIB telah terjadi pembunuhan satu anggota keluarga yang dilakukan oleh pihak suami a.n Sdr. Mujiono, umur 40 Thn, Islam, tani, terhadap Sdri. Kholifah, umur 35 tahun (istri pelaku) dan Sdri. Khoiriyah, umur 12 tahun (anak korban) bertempat dirumahnya alamat RT 16 RW 10 Blok Celengmati Dsn. Kebonan Ds. Yosowilangun Kidul Kec. Yosowilangun yang diduga akibat stres karena mempunyai penyakit kompilikasi yang tidak kunjung sembuh.

Dengan kronologis kejadian, sbb:
1. Pukul  04.30 WIB keluarga Sdr. Mujiono yang masih tidur dirumah, tiba-tiba Sdr. Mujiono mengambil parang langsung membacokan kepada anaknya a.n. Sdri. Khoriyah dengan mengenai bagian perut (keadaan masih hidup) lalu korban berpura pura sudah mati.

2. Pukul 04.35 WIB Selanjutnya Sdr. Mujiono masuk ke kamar dan langsung membacok istrinya yang sedang tidur didalam kamar dengan luka pada bagian leher , kepala, punggung bagian belakang dan sebelah kiri, serta tangan sebelah kiri hingga korban meninggal dunia di tempat.

3. Pukul 04.40 WIB Setelah membunuh Istri dan anaknya lalu pelaku bunuh diri dengan cara menusuk parangnya pada bagian perut hingga ususnya keluar dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

4. Pukul 05.15 WIB, karena mendengar suara gaduh sehingga para tetangga mendatangi rumah Sdr. Mujiono.

5. Pukul 06.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Yosowilangun.

6. Pukul 07.00 WIB Pihak aparat keamanan tiba di lokasi kejadian dan langsung memasang garis Polisi Line sedangkan Pihak kelurga meminta agar pelaku dan korban yang meninggal untuk tidak dilakukan visum dan akan di makamkan di TPU setempat sedangkan untuk Sdri. Khoriyah yang masih keadaan hidup dievakuasi ke RSD dr. Hartoyo Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis, Kejadian tersebut sudah ditangani oleh pihak Polsek Yosowilangun dan Polres Lumajang.

Adapun data korban dan pelaku, sbb: 
a. Pelaku, Sdr. Mujiono 40 Thn (meninggal dunia)
b. Korban, Sdri. Kholifah, 35 thn (istri pelaku) meninggal dunia.
c. Korban, Sdri Khoriyah, 12 thn (anak pelaku) mengalami luka pada bagian perut kondisi masih hidup.

Dari kejadian ini diambil kesimpulan bahwa kejadian pembunuhan tersebut dilajukan oleh pelaku yang diduga stress karena mengalami sakit komplikasi sejak lama dan tidak kunjung sembuh bahkan pelaku sudah sejak dulu ingin mati bersama dengan anggota keluarganya.


Arifin s.z Team
SURABAYA gresiknews1.com - Minggu (24/12/17) Dana Pilkada Jatim perlu di kita kawal bersama agar penggunaanya benar-benar sesuai porsinya. 

Pesta Demokrasi yang suci dilaksanakan tiap lima tahun sekali dinegeri ini, pelaksanaanya jangan sampai di nodai oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, sebentar lagi jawa timur akan melaksanakan pesta Demokrasi tersebut yaitu pilihan Gubernur dengan dua calon yang sudah resmi tercatat di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Jawa timur.

Ketua Umum JCW(Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur Prof.Dr.K.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky) berjanji akan selalu sorot dan kawal dana pilkada Gubernur Jawa Timur 2018, uang dari rakyat tidak boleh dihambur-amburkan apalagi disalah gunakan, semua rakyat berhak untuk mengawal dana pilkada ini jangan sampai pesta demokrasi yang suci ini dijadikan kedok untuk mengeruk anggaran demi kepentingan pribadi dan golongan, rakyat jawa timur ini masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan, tidurpun juga banyak yang masih di kolong-kolong jembatan, bagi rakyat kecil Pilkada itu siapa yang jadi Gubernurnya nanti, dari mana partai yang mengusungnya, semua itu bagi rakyat kecil tidak penting, bila Gubernur terplih tidak bisa membawa perubahan secara signifikan sebab sampai hari ini walaupun sudah berulangkali melaksanakan pilkada nyatanya dilapangan juga belum banyak adanya perubahan, seperti lagu kritikan yang membangun yang dilantunkan Bang Rhoma Irama ini "yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin".

Makanya biar kedepan ada perubahan, Pengawalan Pilkada ini penting dilakukan, tidak hanya terkait jumlah suaranya saja, tapi dananya juga sangat penting karena pilkada ini tidak hanya menjadi tanggungjawab KPU saja tapi tak kalah pentingnya adalah rakyat jawa timur kesemuanya dengan harapan agar penyelenggara Pilkada tidak asal-asalan dalam menjalankan amanah dari rakyat ini, tuturnya saat ditemui awak media Infojatim.com di pesantrenya (Ahad 24/12/2017).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur mengajukan anggaran sebesar Rp 817 miliar untuk pelaksanaan Pilkada Jawa Timur tahun 2018 itu sudah final dan sudah disetujui.

Menurut Gogot,"Insya Allah untuk Jawa Timur sudah clear anggarannya dan sudah disetujui sebesar Rp 817 miliar" ungkap Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur ini.

"Prinsipnya kami siap, apalagi ini adalah pilkada serentak gelombang ketiga. Jadi kami bisa belajar kepada daerah yang sudah menyelenggarakan pilkada" ungkapnya.

Menurut Gus Zakky, Pria yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Pelaksanaan Pilkada bisa baik dan tidak itu bukan ditentukan hanya dari sudut pandang siapa calonya dan dari mana partai yang mengusungnya tetapi juga ditentukan oleh sejauh mana kesiapan, kejujuran, dan keterbukaan dari penyelenggara Pilkada itu sendiri dalam hal ini adalah KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Gus Zakky Menambahkan Apapun alasanya, dana pilkada harus kita kawal bersama, semua elemen masyarakat harus turut aktif memantau karena ini adalah uang rakyat harus dipergunakan sebaik-baiknya jangan sampai disalah gunakan apalagi di korupsi oleh pihak-pihak tertentu dengan mengatasnamakan Pilkada.

Karena bila ini benar terjadi jelas Pilkada  jatim ternodai. Demikian kata Gus Zakky yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan Jawa timur ini dalam mengakhiri pembicaraanya.


Partner Infojatim.com Arifin s.z team
Sumber : suaraJCW.news (kikiJCW)
SURABAYA gresiknews1.com - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo akan memanggil dan memberikan arahan kepada bupati maupun walikota yang tidak hadir pada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Prov Jatim Tahun Anggaran 2018. Ketegasan itu dilakukan orang nomor satu di Pemprov. Jatim itu semata-mata  agar pemanfaatan keuangan negara nantinya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar. 

"Uang negara harus dipertanggung jawabkan dengan baik. Sebagai wakil pemerintah pusat, Saya harus melakukan pembinaan dan  pengawasan kepada bupati dan walikota dengan baik," tegas Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menyampaikan sambutan pada acara Penyerahan DIPA dan DPA Provinsi Jatim yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/12) siang. 

Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya tidak  menyerahkan DIPA dan DPA Provinsi Jatim tahun Anggaran 2018 sampai bupati/walikotanya hadir. Daerah yang bupati/walikota atau wakil bupati/wakil walikota tidak hadir, yakni Kota Probolinggo, Kabupaten Tulungagung, Kota Mojokerto, Kabupaten Pamekasan, Kota Blitar, Kota Batu dan Kabupaten Jombang. 

Ditegaskan, DIPA dan DPA yang diserahkannya  tidak bisa diberikan kepada staf, karena penyerahan DIPA tidak sekedar dapat uang dan hak, tetapi memiliki kewajiban yang luar biasa. Apalagi DIPA Provinsi Jatim tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi Rp. 119 trilyun, dibanding tahun 2017 sebesar Rp 115 trilyun. Rincian DIPA dan DPA Jatim tahun 2018 yakni dana pemerintah pusat sebesar Rp 44,3 trilyun dan dana transfer ke daerah sebesar Rp 75 trilyun. Sedangkan untuk APBD Provinsi Jatim tahun 2018 sebesar Rp 30,762 trilyun. 

Dalam.kesempatan sama,  Pakde Karwo menegaskan keharusan pemanfaatan  DIPA dan DPA Provinsi Jatim tahun 2018 ini yang harus sesuai dengan program prioritas pemerintah pusat, khusunya pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan infrastruktur. Setelah penyerahan DIPA, Pakde Karwo berharap agar  segera diberikan kepada OPD dan satker untuk segera dilakukan lelang  barang dan jasa.

Awal Proses APBN

Penyerahan DIPA ini merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN Tahun 2018. Berbagai rencana strategis  dan kebijakan umum yang ditetapkan dalam APBN tahun 2018 wajib dituangkan dalam DIPA. Diharapkan  penyerahan DIPA tersebut dilaksanakan lebih awal, agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran dapat berlangsung lebih tepat waktu, yaitu awal Januari 2018.

Dalam laporannya, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, R Wiwin Istanti SE, AK, M Laws menjelaskan  DIPA  Jatim dengan total mencapai Rp. 119,8 trilyun tsb terbagi  dua kelompok besar, yaitu Rp 44,8 trilyun untuk  instansi kementerian / lembaga, dan Rp. 75 trilyun untuk transfer ke daerah.  "Itu termasuk  penyaluran dana fisik dan dana desa," jelasnya. 

Ia meminta kepada seluruh Satker dan OPD agar usai penyerahan DIPA agar telah disiapkan lelang, walaupun  pelaksanaan fisiknyasendiri baru bisa dilakukan dimulai 1 Januai 2018. Dengan demikian,  belanja tidak menumpuk di triwulan keempat. Perilaku belanja satker agar diubah, sehingga tidak landai di awal tahun dan kemudia kemudian melonjak di akhir tahun.


Arifin S Zakaria
SURABAYA gresiknews1.com - Korupsi di negeri ini semakin hari semakin merajalela, rakyat banyak yang geram dan kecewa terhadap pemimpin yang pada waktu pilkada dulu digadang-gadang agar pemimpin yg dipilihnya bisa melakukan perubahan untuk kemakmuran warganya namun itu rata-rata hanya isapan jempol belaka, semakin hari rakyat semakin miskin, potret ini terjadi pada Bupati Sumenep Jawa Timur.

Kyai,M. Muzakkin (Gus Zakky) ketua umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) desak kepala kejaksaan tinggi provinsi jawa timur agar panggil paksa bupati Sumenep, budaya korupsi sudah tidak bisa di tolelir lagi di negeri ini karena disamping melanggar hukum, korupsi bisa menghancurkan negara ini menurutnya, "Kepala kejaksaan provinsi jawa timur harus tegas, Bupati Sumenep supaya segera dipanggil paksa agar penegakan hukum tidak terkesan tebang pilih" tuturnya saat ditemui awak media dikantor JCW Surabaya, (Jum'at 15/12/17),

kasus dugaan korupsi dana Participacing Interest (PI) pengelolaan minyak dan gas di lingkungan PT Wira Usaha Sumekar (WUS) BUMD Pemkab Sumenep Madura terus bergulir di lembaga Adiyaksa Jawa Timur ini sudah lama di endus, pasalnya seperti informasi yang dihimpun dari Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Seperti yang telah diketahui Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menahan dua tersangka pada kasus tersebut. Kini Pidsus Kejati Jawa Timur yang terletak di Jl A Yani Surabaya kembali berjanji dalam waktu dekat ini akan mengembangkan penyidikan kasus yang diduga melibatkan pejabat terkait.

Menurut Kepala Kejati (Kajati) Jatim Maruli Hutagalung, jika Kejaksaan telah merencanakan pemanggilan pihak-pihak terkait kasus yang sudah menyeret dua orang tersangka ini. "Nanti ada lagi yang akan kita tindaklanjuti. Kalau kepala daerah kan harus ijin ke Mendagri dulu. Nah surat tersebut sudah kita layangkan ke Mendagri dan ijin tersebut sampai saat ini belum juga keluar." kata Maruli Hutagalung.

Maruli menegaskan jika setelah satu bulan penyuratan dan izin itu belum keluar, Kejati akan mengambil langkah tegas untuk hal itu. "Tetapi satu bulan setelah kita layangkan, apabila izin itu tidak keluar, kita bisa langsung menindak. Yakni dengan melakukan tindakan penyidikan maupun upaya paksa," tegasnya.

Dirinya kembali menegaskan, siapapun yang terlibat dalam kasus ini pasti akan ditindak. "Semua yang telibat dan ada bukti kuat, pasti kita tindak. Siapapun ada indikasi dan benang merahnya dalam kasus ini, akan kita tindak. Dan kita tidak akan stop (berhenti) kepada dua tersangka kemarin" ucapnya.

Seperti yang sudah dikabarkan jika dugaan korupsi dalam kasus ini bermula dari penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep di kantor PT WUS pada Februari lalu. Hasil penggeledahan, diamankan sejumlah barang bukti dan selanjutnya disita petugas, di antaranya 3 unit CPU dan beberapa berkas.

Penggeledahan dilakukan setelah Kejari Sumenep menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan daerah yang berasal dari beberapa usaha yang dikelola PT WUS.

Selanjutnya kasus ini ditangani oleh penyidik Pidsus Kejati dan telah menahan Direktur Utama PT Wira Usaha Sumekar (WUS) Sitrul Arsyih Musa'ie ke Rutan Medaeng. Penahanan Dirut BUMD Kabupaten Sumenep periode 2011-2015 ini terkait dugaan korupsi pengelolaan migas di wilayah Kabupaten Sumenep Madura sebesar Rp 3,9 miliar.

Kemudian dari hasil pengembangan, penyidik kembali menahan tersangka yang merupakan mantan Kepala Divisi Keuangan PT WUS Taufadi. Uang PI yang diduga diselewengkan Taufadi yakni sebesar Rp 510 juta.

Jadi apapun alasanya, Kajati Jatim agar segera panggil paksa Bupati Sumenep untuk diminta pertanggung jawabanya secara hukum atas kasus besar ini, karena jika proses penyidikan dikembangkan, tidak menutup kemungkinan korupsi ini dilakukan dengan cara berjamaah, 
Demikian kata Gus Zakky yang juga pengasuh pondok pesantren Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" Lamongan jawa timur ini,pungkasnya.


Arifin S Zakaria
Sumber : suaraJCW.news (KikiJCW)