Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

Berita Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

GRESIK,infojatim.com - Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke -17 Kab Gresik yang dilaksanakan di Gedung Putri mijil (15/12/2016) dilaksanakan secara sederhana dan diwarnai dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh anggota DWP, dari hasil pemeriksaan 90 % anggota DWP masuk pada kategori indek masa tubuh lebih artinya obesitas selain kolesterol menghantuinya, memang wajar jika ibu-ibu yang masuk usia 40 tahun keatas masuk kategori tersebut, jangankan orang tua, anak-anak remaja saat ini menunjukkan trendnya meningkat terkait resiko penyakit tidak menular tersebut, penyakit tidak menular lainnya seperti Diebetes, Hipertensi, jantung, asam urat, strock, paru-paru dll, penyakit-penyakit tersebut di Gresik trendnya meningkat, tidak hanya di derita oleh orang tua saja, namun remaja sudah mulai terjangkit, demikian disampaikan Nur farida SKM.MM, Kasi pengawasan pencegahan penyakit dari Dinas Kesehatan. Usai melakukan pemeriksaan, pada gerakan masyarakat deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular.

Diakuinya bahwa saat ini  penyakit tidak menular di gresik trendnya meningkat dari tahun ke tahun, artinya bergeser ke usia muda, jadi tak perlu menunggu umur tua. hal ini di karenakan gaya hidup masyarakat kurang memperhatikan kesehatan atau tak sehat, seperti kurangnya makanan sayur dan buah-buahan,masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan siap saji, ini sangat berhaya bagi kesehatan.

Untuk mencegahnya Dinas Kesehtan Kab Gresik telah mendirikan pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular, saat ini baru 86 pos dari 356 desa, di harapkan nantinya seluruh desa terdapat 1 pos sehingga, kami juga mendirikan pos khusus di sekolah, ponpes, ojek dll. Dan  mengubah pola hidup CERDIK  (kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin olag raga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola Stres) jika ini dilakukan insya'allah terhindar penyakit tidak menular.

Sementara itu Ketua DWP Kab Gresik Nyonya ning esthi djoko sulistio hadi menjalaskan, pemeriksaan kesehatan bagi ibu-ibu anggota sangat penting, mengingat ibu-ibu yang usianya di atas 40 tahun ini biasanya rawan penyakit, agar terhindar dengan hal tersebut maka sangat bermanfaat jika terdeteksi dini segala penyakit. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, HUT DWP ke 17 ini juga di warnai dengan pemotongan tumpeng.

Arz/team/d2g

GRESIK - Kesehatan adalah Universal, sehat adalah keinginan setiap manusia, karena dengan sehat kita bisa beraktivitas, sehat bisa meliputi sehat fisik dan mental.

Derajak kesehatan manusia itu di tentukan oleh 4 faktor, diantaranya faktor lingkungan, faktor perilaku, faktor keturunan dan faktor pelayanan, demikian disampaiakan ketua I Tim Penggerak PKK Kab Gresik saat membuka sosialisasi PHBS sebagai antisipasi pencegahan penyakit menular dan tidak menular, di gedung Putri mijil, hari rabu (27-07-2016).

Ketua I TP PKK Kab Gresik Zumrotus Sholehah Qosim juga mengingatkan agar setiap individu hendaknya selalu memperhatikan  bahkan meningkatkan derajat kesehatan secara mandiri.

Dengan pelaksana dan sosialisasi PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) bisa di jadikan pintu masuk untuk selalu hidup bersih dan sehat, dengan selalu memberisihkan tangan sebelum dan sesudah makan, atau selalu memperhatikan lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

PHBS adalah salah satu upaya menurunkan angka kematian dan meningkatkan haparan hidup, di Gresik saat ini harapan hidup sudah mencapai 72 tahun.
Hj, Zumrotus sholehah qosim menginagtkan kepada seluruh peserta sosialisasi agar terus mengikuti apa yang diberikan nara sumber, karena ini bisa  menentukan arah kehidupan kita menuju keluarga sehat dan sejahtera.

Karena tujuan sosialisasi ini yaitu meningkatkan pengetahuan, kesabaran dan  kemampuan masyarakat untuk hidup bersih  k tiaemaangka sehat, untuk itu diperlukan peran serta aktif masyarakat, sehingga derajat kesehatan meningkat. disamping itu menurun angka kematian, serta kemampuan dan ketrampilan masyarakat agar mampu meningkatkan kesehatan secara mandiri.

Jadi PHBS harus dilaksanakan untuk kesehatan optimal dan  harus merata di setiap Kecamatan. Saat ini semua desa/kelurahan se Kab Gresik telah melaksanakan program PHBS. Tegasnya.

Sosialisasi PHBS sebagai antisipasi pencegahan penyakit menular dan tidak menular, menghadirkan nara sumber dr. Khusna dari Dinas Kesehatan dan Wulan purbani S.Psi dari Badan KB dan PP Kab Gresik, dengan di ikuti 72 peserta yang terdiri dari Ketua TP PKK Kecamatan, kader Posyandu dan Kader PHBS kecamatan se Kab Gresik.

Asz/team/d2g

Gresik - Pemandian air panas yang terletak di desa Kepuhlegundi Kecamatan Tambak Pulau Bawean memiliki satu keistimewaan. Pemandian tersebut dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal, iritasi dan penyakit kulit lainnya. Disisi lain, pemandian tersebut juga memiliki suasana alam yang tenang sehingga cocok untuk melalukan relaksasi karena padatnya aktifitas.

Pagi tadi, Kamis (26/05) pemandian air panas tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim bersama muspika Tambak dan pejabat terkait dilingkungan Pemkab Gresik. Peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Wabup Qosim sebagai wujud bahwa pemandian tersebut sudah dapat dinikmati oleh masyarakat umum setelah melalui proses pembangunan.

Menurut Wabup Qosim, pihaknya telah memberikan bantuan sebesar Rp. 10 juta untuk pembangunan dan pengembagan wisata pemandian air panas tersebut. "Kami sudah berikan bantuan sebesar Rp. 10 juta untuk pengembangan wisata ini. Dan Alhamdulillah, kurang dari 3 bulan, komitmen masyarakat desa Kepuhlegundi dalam mengembangkan wisata ini nampak terlihat jelas," kata Wabup Qosim.

Dirinya juga mengatakan bahwa wisata pemandian tersebut awalnya hanya ada 2 kolam. Namun, melalui dana bantuan yang diberikan beberapa bulan yang lalu, dirinya meminta agar dibuatkan 1 kolam tambahan dengan tingkatan suhu yang berbeda. "Dulu saya perintahkan kepada camat Tambak agar dibuatkan 1 kolam tambahan, dengan suhu yang berbeda, yakni panas, hangat dan hangat kuku. Dan kini sudah terealisasi," tambahnya.

Sementara itu, Miswadi selaku sekdes setempat menuturkan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan berupaya melakukan pengelolahan objek wisata tersebut sebaik mungkin. "Kami ingin, objek wisata pemandian air panas ini dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan local maupun asing yang akan berkunjung ke Bawean. Dan kami berharap, dengan adanya wisata tersebut, masyarakat desa setempat dapat lebih meningkat perekonomiannya," terangnya.

Dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang selalu memperhatikan peningkatan perekonomian masyarakat di Pulau Bawean terutama di desa Kepuhlegundi. Terbukti dengan dibangunnya sarana dan prasarana serta insfrastruktur untuk menunjang pariwisata di Bawean.

Kabag Humas Suyono juga mengatakan bahwa Pemkab Gresik akan selalu berupaya mengembangkan pariwisata yang ada di Pulau Bawean. Namun dalam pengembangan pariwisata tersebut, pemkab Gresik akan tetap mempertahankan culture atau kearifan local masyarakat Bawean yang terkenal agamis. ia/arifin sz/ team


Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik sangat memperhatikan aspek kesehatan masyarakatnya. Terbukti Pagi tadi, Rabu (25/05) Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim bersama BAZNAS yang didukung RSUD Ibnu Sina, Palang Merah Indonesia (PMI) serta didukung rumah sakit di wilayah setempat yakni RS Umar Mas'ud mengadakan pengobatan gratis di Dusun Menara Desa Gunungteguh Kecamatan Sangkapura, Gresik.

Pengobatan gratis sekaligus pemberian bantuan sembako tersebut dihadiri tidak kurang dari 300 warga masyarakat desa Gunungteguh Sangkapura, yang sebagian besar dari mereka adalah lansia. Tetapi tidak jarang dari mereka yang masih berusia balita.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim mengatakan, bahwa Pemkab Gresik telah berupaya agar menjadikan Gresik yang berkualitas dengan memprioritaskan kesehatan.

"Kemarin kami, Pemerintahan Bapak Sambari Qosim, sudah melakukan pembangunan Rumah Sakit Umar Mas'ud, kedepan kami akan terus meningkatkan dan menguatkan rumah sakit tersebut secara kelembagaan," kata Wabup Qosim.

Sebagai komitmen akan penguatan kelembagaan RS Umar Mas'ud, Wabup Qosim berjanji akan meningkatkan sarana dan prasarana di rumah sakit tersebut. "Dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Bawean, Pemkab Gresik nantinya akan menyiapkan alat kesehatan yang memadai, dan kami kirim dokter ahli untuk melayani masyarakat Bawean," sambungnya.

Camat Sangkapura Abdul Adim sangat mengapresiasi kegiatan pengobatan gratis dan bakti sosial yang diadakan oleh Pemkab Gresik tersebut, menurutnya kegiatan ini adalah untuk menyisir peyakit yang diderita oleh warga di Desa Gunungteguh.

Senada dengan Camat Sangkapura,  Abdul Haris selaku kepala desa setempat mengungkapkan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini rutin diadakan oleh pemerintah melalui BAZNAS dan dinas kesehatan Kabupaten Gresik. Selain itu, antusiasme warga dalam mengikuti pengobatan gratis ini sungguh luar biasa.

"Saya pantau sejak jam 08.00 pagi tadi, ratusan warga sudah berdatangan, itu membuktikan bahwa antusiasme warga terhadap pengobatan gratis yang diadakan oleh pemerintah tersebut mampu memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Dan mayoritas yang hadir dalam pengobatan gratis kali ini adalah lansia yang mengeluhkan penyakit diantaranya asam urat, kolesterol, gula dan penyakit lainnya," ujar Abdul Haris.

Sementara itu menurut Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan, kegiatan pengobatan gratis sekaligus bakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim dalam kunjungannya ke kepulauan Bawean. "Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap masyarakat di kepulauan Bawean. Rencananya, kegiatan pengobatan gratis dan bakti sosial tersebut juga akan diadakan di kecamatan Tambak keesokan harinya," pungkas Kabag Humas Suyono. ia/arifin sz/team

Gresik - Uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (24/5/2015), Badan Lingkungan Hidup siapkan ratusan surat rekomendasi perbaikan untuk kendaraan yang bernilai buruk.

Surat rekomendasi perbaikan ini yang dikeluarkan oleh BLH Kabupaten Gresik untuk kendaraan yang tidak lolos uji emisi. "Kami rekomendasikan untuk perbaikan gratis, karena kami bekerjasama dengan salah satu perusahaan otomotif. Pemilik mobil hanya mengganti pembelian spare part sedangkan ongkos perbaikannya gratis" ungkap Kepala bidang Pengendalian Dampak Lingkungan BLH Gresik, Budi Raharjo.

Pada uji emisi tahun 2016 oleh BLH Kabupaten Gresik kali ini menyasar pada 230 kendaraan roda empat. Tak hanya kendaraan Dinas plat merah, kendaraan pribadi yang masuk areal halaman kantor Bupati Gresik langsung dijaring masuk untuk diperiksa gas buangnya. Untuk kendaraan berbahan bakar bensin pembuatan 2007 keatas gas buang Carbondioksida (CO) angka maksimal 1,5 dan gas Hidrocarbon (HC) angka maksimal 200. Kendaraan pembuatan dibawah tahun 2007 angka maksimal CO 4,5 dan HC 1200.

Untuk kendaraan berbahan bakar solar tahun 2010, BLH membatasi gas buang opasita. Untuk kendaraan pembuatan tahun 2010 nilai opasitas maksimum 50, sedangkan kendaraan dengan pembuatan  dibawah tahun 2010 nilai opasitas maksimum tak boleh lebih dari nilai 70. "Kalau nilainya lebih dari ambang batas, maka kendaraan kami rekomendasikan untuk di perbaiki" ujar Suhartono dari BLH yang selalu mendampingi petugas pemeriksa.

Tentang pelaksanaan uji emisi kali ini, Kepala BLH Sumaeno melalui kasubag Pemberitaan Driatmiko Herlambang menyatakan, pelaksanaannya di Kabupaten Gresik dilakukan setiap tahun. "Hal ini untuk menjaga kualitas udara di wilayah Kabupaten Gresik. Meski dari jumlah kuantitas yang kami perika tidak terlalu berpengaruh dibanding jumlah kendaraan yang ada, namun hal ini untuk memotivasi masyarakat agar selalu rutin melakukan pemeriksaan kendaraannya secara rutin dan berkala" katanya.

Sumarno mengaku, kedepan pihaknya akan melaksanakan uji emisi ini tidak hanya setahun sekali. Namun bisa lebih intens. "Kalau bisa setahun dua kali atau lebih serta bisa menguji lebih banyak kendaraan. Sehingga gemanya bisa lebih bergaung dimasyarakat serta uji emisi kendaraan bermotor ini bisa menjadi kebutuhan yang harus dilaksanakan bagi pemilik kendaraan" katanya lagi. sdm/arifin sz/team


Gresik - Jumlah Puskesmas di Kab Gresik 32 Puskesmas, untuk rawat inap sebanyak 12 puskesmas dan rawat jalan 20 puskesmas, juga di dukung 74 puskesmas pembantu dan 247 Ponkesdes, ini sumua sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Jadi saya berharap agar warga Gresik jika sakit cukup berobat di Puskesmas, sedang RSUD Ibnu Sina jadikan sebagai Rumah sakit rujukan  bagi daerah sekitar Gresik seperti Bojonegoro, lamongan tuban dan mojokerto,  saya tidak ingin warga Gresik berobat di RSUD biar RSUD Ibnu sina di penuhi warga luar Daerah, demikian disampaikan Bupati Gresik saat membuka Pendidikan dan pelatihan manajemen Puskesmas di ruang Putri cempo selasa (24/5), di klat yang rencananya berlangsung mulai tanggal 24 sampai dengan 1 juni, diikuti 40 peserta yang terdiri dari Kepala UPT 31, Dinas kesehatan 6 dan Kepala Tata Usaha 3 peserta.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengingatkan bahwa Puskesmas merupakan garda terdepan dalam pelayanan dasar kesehatan masyarakat, disamping pengembangan taman Posyandu dan polindes yang juga berfungsi sebagai percepatan pelayanan kesehatan masyarakat. perhatian pemerintah Kab Gresik terhadap Kesehatan paling utama, karena program Gresik yaitu menyehatkan masyarakat dan setelah sehat masyarakat dipinterkan, percuma jika pendidikan bagus, infrastruktur baik, tapi masyarakatnya tak sehat kan percuma saja.

Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat/kesehatan, jadi Puskesmas mempunyai peran dan tanggungjawab besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, begitu penting peran Puskesmas saya berharap kepada peserta Diklat agar mengikuti dengan baik dan benar, nantinya peserta harus bisa membuat perencanaan kerja dan penggalangan Tim antar Puskesmas.

Sementar itu kepala Badan Diklat Provinsi Jatim Akmal Boedianto manta PJ Bupati Gresik mengatakan bahwa materi Diklat berupa ceramah, diskusi, dan observasi, di harapkan selama mengikti Diklat,  peserta agar terus mengikuti dengan baik dan benar, karena Diklat Puskesmas ini sangat perlu dan penting dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia agar ke depan ada penibgkatan derajat kesehatan masyarakat.

Untuk mengawali Pelaksanaan Diklat, mantan Pj Bupati Gresik Akmal Boedianto di berikan kesempatan pertama oleh Bupati Gresik untuk mengkalungkan tanda peserta Duklat dan dilanjutkan oleh seluruh peserta Diklat. dwi/arifin sz/team

Gresik - Banyaknya kasus demam berdarah (DB) di Gresik, Unit Transfusi Darah UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik butuh refrigenerator centrifuge yaitu sebuah alat untuk memisahkan komponen thrombocyt dari sel darah merah. Pernyataan ini disampaikan oleh ketua PMI Gresik, Ir. Nadjib, MM saat Sosialisasi pelayanan pelaksanaan transfusi darah yang aman dan efektif pada Jum'at (18/3/2016).

Acara yang dihadiri oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Gresik ini juga menghadirkan Kepala Unit Transfusi Darah PMI Pusat, Dr, Ria Syafitri M.Bio Med. Turut hadir juga para Kepala UTD PMI dari beberapa Kabupaten kota dari wilayah Pantura dan Gerbangkertasusila Jawa Timur.

Terkait kebutuhan alat refrigenerator centrifuge, mantan Sekda Gresik ini berharap agar kebutuhan alat tersebut bisa dicukupi dari dana corporate social responbility dari perusahaan yang ada di Gresik. Nadjib juga menyatakan sudah banyak bantuan Pemerintah Kabupaten Gresik yaitu Pembangunan Gedung PMI senilai Rp. 5 miliar dan Bus layanan donor darah serta beberapa sarana perlengkapan lain.

Selain Gedung PMI yang sudah sangat representative, beberapa kemajuan PMI Gresik yaitu adanya alat blood bank (bank darah) bantuan Rotary Club.  Nadjib juga melaporkan, dari bulan dana PMI dan biaya pengganti pengolahan dari mulai tahun 2011 sampai 2015 kami mendapat dana sebesar Rp. 1,489 miliar. "Dari dana tersebut berhasil dibelikan 2 unit penyimpan darah, 2 unit penyimpan trombocyt serta sarana prasarana lain" ujarnya.

Dalam kinerjanya sejak tahun 2011 sampai tahun 2015, UTD PMI Gresik sudah melaksanakan pengambilan darah sebanyak 33.173 kantong darah. Darah tersebut disalurkan kepada 46 Rumah Sakit di Gresik dan wilayah Pantura Jawa Timur maupun Rumah Sakit Gernbangkertasusila. Sejak tahun 2011 sampai 2015 sudah tersalur sebanyak 31.739 kantong.

"Sebanyak 44 pendonor Gresik berhasil meraih penghargaan yaitu 14 orang pendonor 50 kali mendapat penghargaan dari Bupati Gresik. sebanyak 11 orang pendonor 75 kali mendapat penghargaan Gubernur Jawa Timur dan 19 pendonor 100 kali mendapat penghargaan Presiden RI", tambah Nadjib.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menyambut baik atas prestasi dan kinerja UTD PMI Gresik yang banyak mengalami kemajuan. "Pada dasarnya kami sangat mendukung seluruh upaya dalam mendukung kebijakan kesehatan Pemerintah Kabupaten Gresik. Dukungan kami ini bisa dilihat jumlah dana kesehatan dalam APBD dan tiap tahun semakin meningkat" katanya.

Terkait permintaan bantuan pemisah komponen thrombocyt dari sel darah merah, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim optimis bantuan itu bisa terealisasi. "Silahkan buat aja proporsal dan sampaikan ke Bupati atau saya, niscaya banyak perusahaan yang siap membantu. Saya yakin karena bantuan ini sifatnya social dan sangat dibutuhkan masyarakat untuk pelayanan kesehatan" ungkap Qosim. (sdm/arifin sz/team)