Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Pemalakan Yang Dilakukan Sekelompok Orang Kepada Sopir Ekspedisi Di Wlyh Kapuk Cengkareng Jakbar

Jakarta, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap 


Terkait adanya pemalakan yang dilakukan sekelompok orang kepada sopir ekspedisi di wilayah Kapuk Cengkareng Jakarta Barat,  Tim Pemburu Preman ( TPP) Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Ka Team 2 Briptu Helmy berhasil menangkap enam orang pelaku. 


"Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota yang rutin melaksanakan Turjawali berhasil mengamankan enam pelaku pemalakan, " Kata Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat AKBP Agus Rizal,  Jum.at 24 Juli 2020. 

Dalam aksinya, para pelaku memaksa meminta uang kepada Sopir yang melintas dengan menggunakan 1 bilah senjata tajam jenis golok sisir untuk menakuti. 


" Keenam pelaku sudah kita serahkan ke Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Barat guna Pemeriksaan lebih lanjut. 

Sementara dalam kesempatan yang sama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan,  bahwa benar pihaknya menerima penyerahan para pelaku yang diduga melakukan pemerasan kepada beberapa sopir yang menerima penyerahan para pelaku yang diduga melakukan pemerasan kepada beberapa sopir yang melintas. 

"Ya Benar sebanyak 6 orang pelaku, Senjata Tajam berikut karcis yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pemalakan,  kami menerima penyerahan dari Team Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat, " Ujar Kompol Teuku Arsya Khadafi, " saat di konfirmasi.oleh tim wartawan infojatim.com


Adapun barang bukti yang kita amankan antara lain uang sejumlah Rp.170.500, 1 unit sepeda motor, 1 bilah senjata tajam jenis golok sisir dan selembaran kertas berbentuk karcis yang diduga di gunakan untuk pemalakan," Imbuhnya,". 


Sumber Berita:  Humas polres Jakbar 
Pendiri penanggung jawab redaksi gresiknews1.com: Arifin S.Zakaria

KELUARGA PENGUSAHA ASAL MEDAN DIBUNUH SECARA SADIS DI BANDA ACEH

ACEH gresiknews1.com - Satu keluarga keturunan Tionghoa asal Medan ditemukan tewas di dalam rumahnya di kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh dengan cara sadis. Senin (8/1/2018) malam kemarin.

Insiden pembataian satu keluarga itu, ada tiga orang tewas yang terdiri dari suami, istri dan satu orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Diantaranya, Tjie Sun (46), Minarni (40) dan Callietosng (8) yang ditemukan tewas.

Berdasarkan informasi dari tetangga korban, Tjie Sun atau biasa dipanggil Asun itu merupakan pengusaha makanan ringan. Asun merupakan warga keturunan Tionghoa asal Medan dan telah menetap di Banda Aceh sejak beberapa tahun terakhir.

Sementara menurut sejumlah warga lainnya, penemuan mayat ketiga korban pembunuhan itu setelah kerabat korban di Sumatera Utara, menghubungi salah satu tetangga korban. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir handphone milik korban tidak bisa dihubungi (tidak aktif).

Sementara itu Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin, kepada sejumlah wartawan membenarkan penemuan tiga mayat korban pembunuhan itu atas laporan masyarakat setempat kepada pihak Kepolisian. Warga curiga karena sudah sejak Sabtu pekan lalu, korban tidak tampak ke luar rumah.

"Warga melaporkan ke Polisi karena curiga pintu rumah semua terkunci. Warga juga mencium bau busuk dari dalam rumah. Kita mendapat laporan setelah magrib. Atas laporan itu kita mendobrak pintu dan menemukan mayat," kata Saladin.

Lanjut Saladin, saat tiga mayat tersebut, ditemukan di lokasi terpisah. "Jadi korban menyewa dua ruko, mayat perempuan dan anak lelaki ditemukan di salah satu ruko, dan mayat lelaki dewasa di ruko lainnya," tambah Saladin.

Polisi, sambung Saladin, menduga mayat ketiga korban tersebut adalah korban pembunuhan. Polisi, saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait motif pembunuhan ini, apakah perampokan atau tidak.

"Sejauh ini belum ada bukti yang kita temukan di lokasi. Namun, sepeda motor korban tidak ada di tempat, tapi dua unit mobil milik korban masih ada," ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, pihaknya menduga pelaku pembunuhan adalah orang dekat. "Kita duga pelakunya orang dekat, paling tidak kenal dengan korban. Karena dia mengunci dari luar ruko tersebut," katanya.

Guna mepentingan penyidikan, petugas Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, teehadap jenasah tiga tersebut, hingga pukul 03.00 WIB. Kemudian polisi mengirim tiga jenazah ke dengan menggunakan dua unit ambulan untuk diotopsi. Johnit Sumbito


Arifin SZ Team

AKIBAT STRESS INGIN MATI SEKELUARGA

LUMAJANG gresiknews1.com - Pada Senin 25 Desember 2017 pukul 04.30 WIB telah terjadi pembunuhan satu anggota keluarga yang dilakukan oleh pihak suami a.n Sdr. Mujiono, umur 40 Thn, Islam, tani, terhadap Sdri. Kholifah, umur 35 tahun (istri pelaku) dan Sdri. Khoiriyah, umur 12 tahun (anak korban) bertempat dirumahnya alamat RT 16 RW 10 Blok Celengmati Dsn. Kebonan Ds. Yosowilangun Kidul Kec. Yosowilangun yang diduga akibat stres karena mempunyai penyakit kompilikasi yang tidak kunjung sembuh.

Dengan kronologis kejadian, sbb:
1. Pukul  04.30 WIB keluarga Sdr. Mujiono yang masih tidur dirumah, tiba-tiba Sdr. Mujiono mengambil parang langsung membacokan kepada anaknya a.n. Sdri. Khoriyah dengan mengenai bagian perut (keadaan masih hidup) lalu korban berpura pura sudah mati.

2. Pukul 04.35 WIB Selanjutnya Sdr. Mujiono masuk ke kamar dan langsung membacok istrinya yang sedang tidur didalam kamar dengan luka pada bagian leher , kepala, punggung bagian belakang dan sebelah kiri, serta tangan sebelah kiri hingga korban meninggal dunia di tempat.

3. Pukul 04.40 WIB Setelah membunuh Istri dan anaknya lalu pelaku bunuh diri dengan cara menusuk parangnya pada bagian perut hingga ususnya keluar dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

4. Pukul 05.15 WIB, karena mendengar suara gaduh sehingga para tetangga mendatangi rumah Sdr. Mujiono.

5. Pukul 06.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Yosowilangun.

6. Pukul 07.00 WIB Pihak aparat keamanan tiba di lokasi kejadian dan langsung memasang garis Polisi Line sedangkan Pihak kelurga meminta agar pelaku dan korban yang meninggal untuk tidak dilakukan visum dan akan di makamkan di TPU setempat sedangkan untuk Sdri. Khoriyah yang masih keadaan hidup dievakuasi ke RSD dr. Hartoyo Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis, Kejadian tersebut sudah ditangani oleh pihak Polsek Yosowilangun dan Polres Lumajang.

Adapun data korban dan pelaku, sbb: 
a. Pelaku, Sdr. Mujiono 40 Thn (meninggal dunia)
b. Korban, Sdri. Kholifah, 35 thn (istri pelaku) meninggal dunia.
c. Korban, Sdri Khoriyah, 12 thn (anak pelaku) mengalami luka pada bagian perut kondisi masih hidup.

Dari kejadian ini diambil kesimpulan bahwa kejadian pembunuhan tersebut dilajukan oleh pelaku yang diduga stress karena mengalami sakit komplikasi sejak lama dan tidak kunjung sembuh bahkan pelaku sudah sejak dulu ingin mati bersama dengan anggota keluarganya.


Arifin s.z Team

GUGUNG WARGA SINDUJOYO MEMBUNUH LANTARAN INGIN MEMBERI HP TEMAN WANITANYA

GRESIK gresiknews1 - Muhammad Choirul alias Maman alias Gugung (39) warga jalan Sindujoyo gang 18/85 kelutahan Lumpur, Kecamatan Gresik, menjadi tersangka pembunuhan. Korban yang tidak lain tetangga tersangka meregang nyawa setelah dicekik. Hanya ingin meminta handphone korban yang rencananya akan diberikan ke teman wanitanya.

"Korban diketahui Mar'atus Sholikha (37) yang tinggal seorang diri di Sindujoyo gang 18/89 kelurahan Lumpur. Korban berontak dan berteriak, takut di ketahui warga,  tersangka mencekik dan menutupi wajah korban hingga rewaa.," terang Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Adam Purbantoro, 20/12/2017.

Adam melanjutkan, terungkapnya kasus ini karena adik korban Siti Rohmah yang melapor ke Polisi. Sebab pihaknya curiga ada bekas luka hitam di leher korban, diketahuinya saat jenazah dimandikan. Kesulitan petugas saat menndatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan bukti sulit ditemukan.

"Dilakukan outopsi jenazah. Terungkapnya dari handphone milik korban yang hilang, dan ada puntung rokok di kamar korban," tambahnya.

Petugas berhasil menangkap Maman alias Gugung saat dirinya mencari ikan di perairan pelabuhan Semen, Gresik. Saat ditangkap, tersangka mengakui semua perbuatannya yang hanya ingin meminta handphone korban hingga membunuhnya. 

"Kami sedang mengembangkan kasus ini, sedangkan korban disangkakan dengan pasal 365 ayat 3 KUPH dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun," pungkasnya.


Arifin S Zakaria Team

KDRT Diduga Menewaskan Istri Sendiri

GRESIK gresiknews1.com - Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan disertai pembunuhan yang dilakukan oleh Ilham Rois (40) suami korban warga kampung Malang Tengah Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari .Surabaya, yang indikos di Desa Bambe Driyorejo Gresik, kembali menjalani sidang Rabu, (1/11/17) di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Sidang yang digelar di ruang Cakra diketuai Majelis Hakim Lia Herawati hakim anggota 1 Bayu Soho yang mengagendakan sidang keterangan saksi, yang dihadirkan oleh JPU Thesar Yudi Prasetya. Dua saksi yang dihadirkan JPU Roisyah tak lain anak kandung terdakwa dan tetangga terdakwa.

Pertanyaan pun mulai dilontarkan oleh ketua majelis hakim kepada saksi tak lain anak terdakwa, saudara saksi mohon ceritakan bagaimana kejadiaannya sampai papa mu membunuh mamanya. Anak pun menjawab pertanyaan hakim, persisnya aku tidak mengetahui proses pembunuhannya, akan tetapi sebelum mama ditemukan meninggal aku sempat menanyakan pada papa, mama kemana pa dari jam 03.00 Wib sampai sekarang jam 17.00 Wib belum pulang.

"Papa pun menjawab majelis, kalau kamu pengen tahu mama mu dimana ayo ikut aku, aku pun dibawa oleh papa ke sawah. Dan disitulah mama ditemukan dalam kondisi terbakar dan sudah tidak bernyawa," ungkapnya, kata-kata yang keluar dari anak terdakwa ini bikin hakim, jaksa, penasehat hukum dan awak media yang meliput jalannya persidangan menetes air mata.

Saat ditanya oleh anggota hakim, apakah saksi masih sayang kepada papanya dan papa dihukum berat apa dihukum ringan walaupun papanya membunuh mamanya. Anak pun menjawab sambil bata-bata, saya minta kepada majelis hakim papa dihum seringan-ringannya, karena saya masih sayang pada papa, dan kedua adik ku sering tanya papa apa lagi yang paling kecil selalu tanya papa. 

"dan saya sudah memafkan papa dan saya sama adik-adik butuh pelukan papa dan kasih sayang papa dan saya terima papa dengan hati yang lapang, tetetas air mata pun mengalir dari hakim mendengar kata-kata sang anak.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Thesar Yudi Prasetya dari Kejari Gresik saat melontarkan pertanyaan dan menunjukan barang bukti, apakah ini benar pakain papa sama mama, keluarlah kata-kata sambil melihat barang bukti benar pak jaksa itu baju mama dan itu hp mama, katanya.

Wellem Miharja., SH.MH penasehat hukum terdakwa mengatakan, pasal 340 yang didakwa oleh jpu tidak terbukti karena kedua saksi yang dihadirkan oleh jpu tidak mengetahui secara pasti kejadiannya.

"Saksi dari anaknya menerangkan dihadapan majelis hakim bahwa papanya (terdakwa) ini orang yang baik, setia, sayang sama keluarga dan tidak tempramental," katanya.

Lanjut Wellem, terdakwa menurut anaknya tadi memimbing keluarga dengan tegas dan baik, bahkan terdakwa dengan korban tidak pernah bertengkar.

"Terdakwa dengan korban hanya satu kali bertengkar dua minggu sebelum kejadian, terdakwa melakukan pembunuhan hanya khilaf," imbuhnya.

Perlu diketahui bermula terdakwa Rabu (07/6/17) jam 22.00 Wib menghabisi korban (istrinya) Utie Aristanti lantaran mengetahui perselingkuhan korban. Dari situlah terdakwa dengan sengaja mengajak korban untuk berhubungan intim ke semak-semak persawahan di Desa Kesamben Driyorejo. namun terdakwa terkejut melihat payu dara korban ada bekas kecupan, sehingga cek cok terjadi, lalu terdakwa mencekik leher korban sampai terjatuh dan langsung terdakwa menyirami bensin ketubuh korban.


Arifin SZ Team

Pelayanan Prima Kejaksaan Gresik Mempercepat Membuat Dakwaan

GRESIK infojatim - Pada tanggal 30 agustus 2017 kejaksaan Gresik membuat surat dakwaan setelah tgl 28 agustus 2017 kades prambangan fariantono dan h.suliono anak dari ibu hj.ayuni di titipkan ke lapas banjarsari cerme Gresik.

Infojatim gresik mengawal proses sidang gugatan perdata dan pidana dakwaan dari kejaksaan gresik yang ditandatangani Lila Yurifa Prihasti SH sebagai Jaksa Muda, Thesar Yudi Prasetya SH MH sebagai Jaksa Pratama, Budi Prakoso SH sebagai Ajun Jaksa.

Di dalam persidangan di PN Gresik ketua majelis memberikan waktu untuk dibacakan oleh jaksa penuntut didengarkan dan dicermati oleh tim kuasa hukum Moch Arifin SH cs, setelah selesai pembacaan oleh jaksa penuntut umum kuasa hukum dari ketiga tersangka keberatan atas pembacaan dakwaan tersebut kepada bapak ketua majelis hakim. Dikarenakan tim kuasa hukum tersebut belum menerima salinan BAP proses dari Polda Jatim dan dari Kejaksaan Gresik.

Menurut undang undang yang disampaikan oleh kuasa hukum tersebut BAP berhak untuk diberikan kepada tim kuasa hukum.
Sedangkan tiga klien kami ketika ada surat pemanggilan dalam pemeriksaan baik di polda jatim ataupun di kejaksaan tinggi dan juga di kejaksaan gresik, tetap melaksanakan memenuhi panggilan tersebut kecuali ada faktor medis mengingat usia ibu ayuni yang sudah 70th dan tanggung jawab sdr fariantono sebagai kades prambangan.

Apabila ada halangan pasti memberitahukan kepada pihak penyidik ataupun di kejaksaan. 
Ketika di persidangan ketua majelis hakim waktu mempertanyakan kepada ibu ayuni harus dengan nada yang keras, karena ibu ayuni juga mengalami berkurang ny ataupun gangguan pada pendengaran. 

Para ketua dan hakim memberikan kebijakan mengingat ibu ayuni yang sudah usia lanjut mengalami drop pada tgl 28agustus ketika mau di masukkan ke terali besi banjarsari cerme gresik. 
Dan pada akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh para jaksa dan h.rokhim yang mendampingi. 

Dalam menghadiri persidangan ibu ayuni tersebut juga di tuntun dan didampingi oleh anak anak dan keluarganya sehingga dlm persidangan berjalan lancar singkat dan padat.

Sidang berikutnya akan dilanjutkan tanggal 14 september 2017 sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pengadilan dan kejaksaan gresik.

Bersambung.....


Arifin SZ Team

CABULI ANAK DIBAWAH UMUR, SEKDES MENGANTI JALANI PERSIDANGAN

GRESIK - Cabuli anak dibawah umur, terdakwa Mustaqim (49), warga Desa/Kecamatan Menganti, yang menjabat sebagai Sekdes Menganti Kembali jalani persidangan. Selasa (9/5/2017) Sidang berlangsung tertutup. Dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebelumnya, terdakwa dituntut dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp. 100 juta subsidair 6 bulan kurungan oleh JPU Lila Yurifa Prihasti.

Terdakwa yang dilaporkan oleh istri keduanya ini karena menjalin asmara terlarang dengan Mawar nama samaran yang masih berusia 17 tahun dan masih duduk dibangku SMK. 

Karena terbukti setubuhi anak dibawah umur, terdakwa Mustaqim (49),  dituntut dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp. 100 subsidair 6 bulan kurungan oleh JPU Lila Yurifa Prihasti.

Dalam tuntutannya, terdakwa terbukti melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI no.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. " menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda 100 juta subsidiar 6 bulan kurungan," terang jaksa Lila saat membacakan tuntutan.

Lebih lanjut diuraikan dalam tuntutan, bahwa terdakwa meskipun berkelit telah menikahi saksi korban secara sirih namun perbuatan terdakwa tetap melanggar pasal 81 ayat (2) UU perlindungan anak. Pasalnya, terdakwa telah melakukan serangkaian kebohongan dan bujuk rayu melakukan persetubuhan dengan anak korban yang masih di bawah umur.

Sidang dengan Majelis hakim yang diketuai I Ketut Tirta tersebut besok digelar  agenda pledoi dari terdakwa.

Seperti diberitakan, terdakwa menjalin hubungan terlarang dengan remaja putri yang masih dibawah umur. Anak korban di tempatkan di kos kosan agar terdawka leluasa menjalin hubungan.

Akan tetapi perbuatan tersebut diketahui oleh istri kedua dari terdakwa dan melaporkan ke polisi sehingga terdakwa ditangkap dan menjalani sidang. 


Arifin SZ team.

2 Kuli Tinta Tewas, Tubagus Hasanuddin Kecam Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan

 Jakarta infojatim.com partner - Kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap dua wartawan di Sumatera Utara sepanjang pekan ini telah mencoreng wajah demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, jangan sampai ada impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Tubagus Hasanuddin, mengatakan, kasus kekerasan yang menimpa wartawan belakangan ini seharusnya tidak lagi terjadi, apabila semua pihak memahami fungsi pers sesuai Undang-undang Pers No. 40/1999.

"Kalau ada pemberitaan yang tidak sesuai, harusnya diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai Undang-undang. Artinya, selesaikan dengan cara yang diatur UU Pers No. 40/1999, bukan dengan melakukan kekerasan terhadap wartawan," ujar Hasanuddin di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Bila penyelesaiannya itu melalui jalur kekerasan, Hasanuddin mengatakan, hal itu telah melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto pasal 18 ayat 1 UU Pers No. 40 tahun 1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman dua tahun penjara serta denda Rp500 juta.

"Namun, bila kekerasan itu berakibat pada hilangnya nyawa seseorang, maka itu masuk dalam tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Hukumannya bisa pidana mati," ungkap Hasanuddin.

Hasanuddin memaparkan, ada empat hal yang bisa meminimalisir kasus kekerasan terhadap wartawan. Pertama, sambung Hasanuddin, aparat keamanan harus mampu memberikan perlindungan secara maksimal terhadap wartawan.

"Aparat keamanan harus komitmen dalam melindungi masyarakat, termasuk wartawan yang menyajikan informasi pada masyarakat. Jangan sampai aparat keamanan justru menjadi pelaku kekerasan," kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Kedua, imbuh Hasanuddin, masyarakat juga harus disadarkan pada kerja-kerja wartawan yang dilindungi oleh Undang Undang Pers No. 40/1999.

"Ketiga, pemerintah daerah juga harus aktif mensosialisasikan fungsi media sebagai pilar keempat demokrasi," tukas Hasanuddin.

Dan keempat, lanjut Hasanuddin, wartawan sebagai pemburu informasi juga harus sensitif dalam melaksanakan tugasnya.

"Jangan memaksa masuk ke dalam area masyarakat yang tengah berkonflik atau demontrasi yang berujung pada chaos," pungkas Hasanuddin.

Sebagaimana diketahui, dalam sepekan ini telah terjadi kekerasan dan pembunuhan terhadap wartawan di Sumatera Utara. Amran Parulian Simanjuntak, wartawan salah satu surat kabar mingguan yang bertugas di Binjai dibunuh orang tak dikenal pada Rabu (29/3/2017). Amran dibunuh karena diduga terkait dengan pemberitaan.

Sehari sebelumnya, seorang wartawan i-News TV, Adi Palapa Harahap, juga dianiaya sekelompok orang yang diduga melibatkan oknum aparat di Belawan. Bahkan, oknum aparat itu juga turut melakukan pengancaman. Kekerasan ini terjadi karena terkait pemberitaan lahan sengketa yang di dalamnya terdapat gudang semen diduga ilegal.

Polisi berhasil membekuk tiga dari lima pelaku di tempat terpisah. Ketiga pelaku yang ditangkap ialah Hokbin Sinaga, Torang Silaen, dan Parlin Sitorus, sedangkan otak kejahatan dikendalikan GS dan ES, yang kini masih buron.


Arifin SZ Team

LSM PENJARA INDONESIA AUDENSI KE POLRES GRESIK

Sumber berita Charif Anam (LSM penjara Indonesia). Hasil audensi LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Penjara Indonesia) vs Polres Gresik di ruang aula resort gresik dihadiri AKP Adam Purwantoro sebagai Kasatreskrim resort gresik dan anggota reskrim Ujungpangkah pada hari kamis tanggal 27 April 2017. 

Audensi terkait penangkapan afandi yang diduga melanggar pasal 372 jo 55 KUHpidana dan suyanto yang diduga melanggar pasal 480 KUHpidana. Menurut keterangan dari Kanit Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Setiawan bahwa benar telah ditangkap saudara afandi dan suyanto dan mufid dinyatakan sebagai DPO. 

Ujar Lsm penjara indonesia (charif anam) kepada infojatim.com mennyangkal dan menolak pernyataan DPO dari Polsek tersebut dikarenakan alasan yang disampaikan charif anam adalah bahwa mufid sebelumnya diperiksa dirumah oleh polsek ujungpangkah tanpa adanya permintaan dari mufid namun pihak polsek ujungpangkah justru mendatangi rumah mufid dengan membawa perlengkapan alat penyidikan. 

Pasca penangkapan afandi dan suyanto, mufid diminta untuk hadir ke polsek ujungpangkah untuk dimintai keterangan dan besoknya juga mufid diminta hadir lagi, namun dalam perjalanan mufid sakit dan kemudian dibawa ke balai pengobatan ujungpangkah setelah dari balai kesehatan mufid di periksa dan di suruh pulang oleh kanit. 


ARZ Team

Penculikan Anak terjadi di Yogyakarta


(Gresiknews1.com) - Senin tanggal 20 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 wib di Jalan Selokan  Tanjung Kiri  ( sebelah timur Perumahan Puri Dukuh Asri ) Gedongkiwo Mantrijeon Yogyakarta telah terjadi Kejahatan Percobaan Penculikan Anak .

Pelapor :
Ibu Komarudin/Parwini, Wonogiri 15 -11 - 1984, Islam, Buruh Harian Lepas, alamat Dongkelan Rt 07 Rw - Desa Panggungharjo Kecamatan Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

Korban :  Meny Devi Pratiwi, islam,  Pelajar kelas 3 SD Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta, alamat : Dongkelan Rt 07 Rw - Panggungharjo Sewon Bantul.

Uraian Kejadian :
Pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017  sekitar pukul 11.00 wib sewaktu pulang dari sekolah dari utara ke selatan , tiba-tiba ada mobil warna hitam berhenti disebelah kanan saya kemudian ada seorang laki- laki memakai pakaian warna dan kaca mata hitam, kemudian memegang tangan saya kanan saya dan menariknya untuk diajak masuk ke dalam mobil,dengan kejadian itu tangan orang tersebut saya gigit dan pegangan tersebut terlepas , pada saat itu ada pengendara sepeda motor datang dari utara kemudian pelaku masuk ke dalam mobil dan jalan ke arah selatan.

Catatan :
- Korban awalnya berjalan  b3 sama temenya tetapi ditinggal lari dan korban hanya jalan kaki pelan pelan sendirian

- Saat ini dari pihak kepolisian Polsek Mantrijeron  sedang cek di TKP dan mengecek cctv yang ada dilokasi untuk penyelidikan.Arz Team

Dua oknum wartawan di bebaskan sementara


Gresik, (Gresiknews1.com) - Hari Kamis 16 Maret 2017,Pkl 10.25 s.d 13.00 WIB bertempat di Polsek Cerme Jl.Raya Cerme Kidul Kec.Cerme Kab.Gresik telah dilaksanakan aksi unjuk rasa oleh Komite Wartawan Reformasi Indonesia ( KWRI ) Jatim diikuti sekitar 100 orang Dpp.Sdr.Udin Sakera dalam rangka mengklarifikasi terkait penangkapan 2 orang wartawan atas nama Sdr.Santoso ( Media Memorandum Pagi) dan Sdr.Dedik Suwanto ( Media Jejak Kasus dan Harian Bangsa) yg dianggap melakukan pemerasan kepada UPT Cerme.

A. Dengan rangkaian giat sbb :

1. Pkl 10.25 WIB massa aksi tiba di Polsek Cerme dan langsung melaksanakan brifing di aula Polsek Cerme.

2. Pkl 11.00 WIB 5 orang perwakilan dari KWRI Jatim melaksanakan mediasi dengan ditemui Kompol Nur Halim ( Kabag Ops Polres Gresik) dengan hasil sbb :
a. penyampaian Sdr.Umar ( Ketua Dewan Majelis Pers Nasional Jatim) sbb :

- Bahwa aksi soladiritas tersebut ingin mengklarifikasi terkait penangkapan 2 orang wartawan yg dianggap melakukan pemerasan kepada UPT Cerme.

- Intinya kami meminta kepada pihak kepolisian agar segera menyelesaikan permasalahan ini dan tidak ada diskriminasi kepada Sdr.Santoso dan Sdr.Dedik Suwanto.

b. penyampaian Kompol Nur Halim sbb :

- Bahwa permasalahan ini sudah di gelar perkarakan namun tersangka tidak dilakukan penahanan hanya dimintain keterangan.

- Semua aspirasi dari massa akan ditampung dan akan disampaikan kepada Kapolres Gresik karena sy tidak bisa memutuskan perkara ini karena bkn bidang saya.

3. Pkl 11.20 WIB mediasi selesai namun masih blm ada titik temu dan massa akan melanjutkan ke Polres Gresik

4. Pkl 12.05 WIB massa tiba di Polres Gresik dan langsung disamput oleh Akp.Harjito ( KBO Intelkam Polres Gresik) untuk menuju ke ruang rapat Polres Gresik.

5. Pkl 12.15 WIB perwakilan 20 orang Dpp.Sdr.Umar ( Ketua Majelis Pers Nasional Jatim) untuk melakukan mediasi dan ditemui oleh Kompol Nur Hidayat ( Wakapolres Gresik) yg intinya sbb :

a. Penyampaian Sdr.Umar yg intinya sbb :

- Meminta kepada Wakapolres Gresik agar permasalahan kepada sdr.Santoso dan Sdr.Dedik Suwanto dibebaskan secara murni.

- Melaporkan permasalahan terkait pelanggaran yg dilakukan UPTD cerme karena sudah menjual belikan LKS kepada siswa.

- Melaporkan Akp.Tata ( Kapolsek Cerme) ke Polda Jatim karena sudah mendiskriminasi kepada Sdr.Santoso dan Sdr.Dedik Suwanto.

b. Penyampaian Sdr.Udin Sakera yg intinya sbb :

- Wartawan merupakan mitra polisi tp kenapa permasalahan ini hrs mendiskriminasikan kepada korban.

- Saya jg mau melaporkan terkait dinas pendidikan di gresik yg sudah bnyk melanggar dan menyimpang.

c. Penyampaian Kompol Nur Hidayat ( Wakapolres Gresik) yg intinya sbb :

- Mengucapkan terima kasih kepada rekan2 wartawan yg sudah dtg ke Polres gresik.

- Semua permaslahan ini akan segera ditindak lanjuti oleh Polres Gresik.

d. Penyampaian Akp.Adam ( Kasatreskrim Gresik) yg intinya sbb :

- Bahwa Polsek Cerme melakukan penangkapan kepada Sdr.Santoso dan Sdr.Dedik Suwanto berdasarkan laporan dan pada waktu penangkapan sdh ada srt penangkapan dan sesuai prosedur penangkapan.

- Terkait untuk pembebasan murni kita blm bisa memutuskan karena permasalahan ini msh dlm proses penyidikan to km akan mencarikan solusi yg terbaik.

6. Pkl 13.00 WIB mediasi selesai selanjutnya massa membubarkan diri.

B. Selama giat berjalan dengan tertib dan aman.

Arifin s.z/team/ brsambung

Satuan Reskrim Cerme Sergap 2 oknum wartawan


GRESIK,(gresiknews1.com)  - Team Saber Pungli kembali meringkus 2orang terduga pelaku pungli diwilayah Polsek Cerme. Pelak bernama Santoso 39 tahun warga desa gempol kurung Menganti dan Dedi Suwanto 25 tahun warga desa munggugianti Benjeng. Keduanya ditangkap setelah polisi menerima laporan tentang adanya tindak pemerasan oleh keduanya (14/3/17).

Modus yang digunakan kedua pelaku adalah dengan mengatasnamakan sebagai wartawan yang akan memuat berita tentang penyimpangan LKS disekolah SD cerme jika kedua pelaku tidak diberikan sejumlah uang. Barang bukti yag diamankan oleh pihak kepolisian diantaranya 1 smartphone,2 buah ID card pers memorandum atas nama Santoso, 5 Kartu ID Card Pers atas nama Santoso, 1 ID Card Pers berita jejak kasus atas nama Dedik Suswanto dan uang 2 juta rupiah.

Setelah dilakukan pengembangan kasus ternyata kedua pelaku tersebut tidak hanya satu atau dua kali dalam melakukan aksinya. Sampai saat ini kedua pelaku masih dalam proses penyidikan dibawah pimpinan kapolsek cerme Akp.Tatak. ARZ team

Jadi Tulang Punggung, Keluarga Berharap Budi Dapat Keringanan


Gresik, (gresiknews1.com) - Menjadi tulang punggung bukanlah suatu posisi yang mudah, bagaimana tidak? Pasalnya demi menghidupi keluarga dibutuhkan tenaga yang extra. Sebab seorang yang menjadi tulang punggung adalah pokok kekuatan atau yang membantu dan sebagainya. Bahkan risiko bahaya kadang tak diperdulikan demi mencukupi keluarga.

Seperti yang dilakukan Budi Susanto, Pria asal Jalan Medoho Raya Nomor 33 Rt 05 Rw 07 Desa Sambirejo Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah, Demi mendapatkan uang, Ia memilih bekerja menjadi kernet Tjan Budi Wahono (MD) di salah satu Perusahaan di Semarang.

Namun Budi saat ini tengah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Ditengah perjalanan, Mobil yang Ia Kendarai mengalami kecelakaan saat akan menuju malang. Sebelumnya bukan Budi yang mengemudikan, tapi ditengah perjalanan Tjan Budi Wahono (MD) selaku sopir meminta Budi untuk menggantikan.

Karena dianggap lalai, akhirnya Polisi menahan Budi pada tanggal 17 Pebruari 2017 dengan laporan polisi nomor LP 1503/76/II/2017/LL yang di tanda tangani Kasat Lantas AKP Anggi Saputra Ibrahim, IPTU Supriyono Kanit lantas sebagai penyidik, AIPTU Abdul Kholiq selaku penyidik pembantu, Aiptu Samsul penyidik pembantu, Bripka Dedi Dariyanto penyidik pembantu, Brigadir Moch. Zainuri juga sebagai penyidik pembantu. Akhirnya dirinya kini harus rela mendekam di tahanan Resort Gresik.

Keluarga yang ditinggalkan Budi kini kewalahan dalam kesehariannya, sebab Budi merupakan tulang punggung tunggal didalam keluarga karena Dia Sebagai anak pertama. Keluarga Budi berharap agar anaknya mendapatkan keringanan. Orang tua Budi sangat berharap kepada petugas supaya cepat dibebaskan.

Kendaraan Truk Box bermuatan makanan ringan jenis chiki dengan nomor Polisi H 1388 PG yang ketika itu dikemudikan Budi mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pantura Desa Samirplapan Kecamatan Duduk Sampean Kabupaten Gresik dengan Kendaraan Dump Truck nomor Polisi W 9194 UD yang dikemudikan Saudara Endra S.

"Harapan kami agar Budi segera dibebaskan dan bisa bekerja kembali pak, kami mohon dengan sangat kepada bapak atau ibu penegak hukum dan jika diperbolehkan kami siap mengajukan permohonan penangguan penahanan peralihan Budi, sebab Budi adalah anak yang menjadi tulang punggung di keluarga kami", terang Karmundi, orang tua Budi.

Tragisnya lagi, saat ini kedua orang tua Budi rentan sakit-sakitan, Bapaknya Karmundi sering sakit faktor umur sementara Ibunya Supiyah mengalami sakit gula darah. Arifin SZ, team.

Pencurian di PT Wilmar Gresik Diringkus

Gresik,infojatim.com - Aang Budi Nugroho, 23, Kapten Dulasim Sidorukun, dua tahun di Wilmar.
Bambang Supriyadi, 29,
Lutfi Dwi Rahman, 21,
Dwi Turis Triono, 27,

Kelurahan Sidorukun, Kecamatan Kota.

Para maling melalui gorong-gorong di dalam pabrik Wilmar. Dari luar gudang masuk ke dalam gudang.

Pada hari Sabtu tanggal 11 Pebruari 2017 sekitar pukul 02.30 WIB Anggota Reskrim Polsek Gresik Kota mendapatkan informasi bahwa ada 4 orang yang melakukan tindak pidana pencurian barang dari dalam PT. Wilmar nabati Indonesia Gresik dg cara 2 orang karyawan Wilmar A.n BAMBANG SUPRIYADI dan A'ANG BUDI NUGROHO melemparkan barang melewati pagar pembatas Wilmar dg stasiun Indro. Sedangkan di luar pagar ada 2 orang yaitu Sdr LUTFI DWI RACHMAN dan DWI TURIS TRIONO yg menerima barang curian tersebut.

Selanjutnya setelah selesai mengeluarkan barang dari dalam pabrik, selanjutnya Sdr A'ANG BUDI NUGROHO dan Sdr. BAMBANG SUPRIYADI keluar pabrik dan membantu Sdr. DWI TURIS TRIONO dan Sdr.LUTFI DWI RACHMAN membawa barang tersebut untuk di simpan d kuburan kampung sebelum di jual. Dan kemudian anggota Reskrim langsung menangkap ke 4 tersangka pada saat membawa barang curian tsb.

Selanjutnya Tersangka beserta barang bukti di bawa ke Polsek Gresik Kota guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut d bawah pimpinan kapolsek gresik kota Akp Suratmi . Dan atas kejadian tersebut pabrik PT.Wilmar Nabati Indonesia Gresik mengalami kerugian sekitar Rp. 114.322.578  .

Arz/team/d2g

OKNUM PENYIDIK DI POLRES GRESIK DIDUGA MAIN MATA

GRESIK,infojatim.com - Atas kesewenang-wenangan oknum PT.KARTIKA WICAKSANA INDONESIA beralamatkan di Ruko sentra bisnis blok B/22 Randegansari Surabaya jatim yang telah melakukan tindakan eksekusi obyek jaminan fidusia tanpa prosedur yang benar berbuntut proses hukum.

Hasil investigasi infojatim dengan korban mengatakan bahwa" saat korban mengemudikan mobil truk mitsubishi nopol W 8519 UF melintas di Jl.Raya Driyorejo gresik tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang yang mengaku dari PT. KARTIKA WICAKSANA INDONESIA dan mengaku telah diberikan mandat oleh PT.MANDIRI TUNAS FINANCE 
beralamatkan di  
Jl.Diponegoro no.34 C Latsari Tuban untuk mengeksekusi mobil tersebut sebagai obyek jaminan fidusia.

Dengan dalih ada keterlambatan pembayaran selama 2 bulan lebih. 
Tanpa didukung dengan Surat Perintah Penarikan Kendaraan, mobil beserta pengemudi dibawa paksa dengan berbagai ancaman oleh kelompok orang  tesebut dan dibawa ke kantor PT.KARTIKA WICAKSANA INDONESIA beserta surat-surat kendaraannya.

Dengan meng intimidasi pihak pemilik kendaraan diminta datang ke PT. Kartika Wicaksana Indonesia tersebut untuk menanda tangani berita acara serah terima kendaraan pada saat kejadian. 

Dengan adanya peristiwa tersebut pihak korban didampingi Bpk.GHOMRI sebagai pemilik mobil beberapa hari kemudian melapor ke Polres Gresik atas tindakan perampasan dengan kekerasan yang dilakukan oleh PT.MANDIRI TUNAS FINANCE melalui PT.KARTIKA WICAKSANA INDONESIA.

Sesuai data yang ada atas tuduhan keterlambatan lebih dari 2 bulan tersebut korban membantah. 
Karena keterlambatan tersebut memang belum sampai dua bulan dan selama ini juga belum pernah dapat surat somasi dari pihak terkait.

Bahkan sebelumnya pihak korban juga pernah menyampaikan kesanggupannya kepada pihak finance siap menyelesaikan tunggakannya sebelum tanggal jatuh tempo yakni setiap tanggal 2. Sedangkan kejadian tersebut terjadi pada saat masih tanggal 1.

Sesuai dengan surat perintah penyelidikan nomor: Sprin Lidik/286/VIII/2016/Reskrim,tanggal 15 Agustus 2016 dan surat Pemberitahuan perkembangan Hasil Penelitian Laporan, Nomor: B/697/XII/2016/Reskrim,tanggal 9 Desember 2016.

Hasil penelitian Laporan dari penyelidikan" korban merasa dirugikan karena dari beberapa kesimpulan yang ada dirasa ada kejanggalan. Korban juga menilai adanya unsur berat sebelah dari hasil penelitian terkesan tidak mempertimbangkan data yang ada terkait tanggal jatuh tempo angsuran.

Begitu juga dengan kronologi kejadian hingga terbitnya Berita acara penyerahan kendarakan yang terkesan ada unsur permainan dan rekayasa oleh pihak finance yg kurang begitu diperhatikan hal tsb oleh penyelidik.

Karena berita acara penyerahan tersebut di buat tertanggal 1 agustus, yang seharusnya bisa dilaksanakan eksekusi penarikan setelah tanggal jatuh tempo angsuran, yakni paling cepat tanggal 3. Dengan nada kesal pihak korban berkata" Ada apa dengan semua ini !? Tutur bpk GHOMRI yg merupakan pemilik mobil tersebut.

Sebagai mitra kerja sekaligus sahabat POLRI,infojatim akan selalu menyampaikan pemberitaan sesuai bukti, data dan fakta lapangan yang akan selalu kami pertanggung jawabkan atas kebenarannya sekaligus sebagai bahan koreksi bagi aparatur pemerintah atas dugaan setiap penyimpangan untuk terciptanya pemerintahan yang lebih baik dan bebas dari KKN. TPKTL Infojatim.com Arifin SZ team. Bersambungg...

Sengketa 500jt kas RW belum ada titik temu

Berawal dari pemberhentian secara sepihak oleh Kepala desa kepatihan bpk.Nemu atas jabatan bpk Eko nyoman Hermanto sebagai ketua RW-06 dusun bendil desa kepatihan kecamatan menganti gresik.

Merasa tidak bersalah,atas kesewenang-wenangan kepala desa kepatihan,ketua RW-06 mengajukan gugatan ke PTUN surabaya. Dengan upaya hukum tersebut ketua RW-06 menang dengan putusan No.138/G/2015/PTUN/SBY dan berhak atas semua hak-haknya kembali.

Namun demikian sampai saat ini untuk haknya yang berupa uang kas RW-06 senilai kurang lebih 500 juta belum juga di kembalikan oleh Kasun Bendil Sunardi sebagai penanggung jawab untuk pengembalian uang  kas RW-06 dusun Bendil yang telah di ambilnya dari bendahara RW-06 tanpa melalui persetujuan ketua RW-06. 

Terjadi pada saat proses peradilan di PTUN sedang berlangsung. Dengan memaksakan kehendak kasun sunardi berinisiatif membentuk struktur kepengurusan dusun tanpa ada dasar hukum yang jelas untuk mengambil alih seluruh kegiatan dan uang kas RW-06. Dan hanya berbekal adat saja  kasun Sunardi berani mengesahkan kepengurusan ke-kasunan tersebut.

Merasa uang kasnya di ambil dengan cara tidak syah oleh kepala dusun Sunardi, maka bpk Eko nyoman hermanto sebagai ketua RW-06 melapor ke pihak  kepolisian untuk mencari keadilan demi untuk mempertanggung jawabkan uang kasnya terhadap warganya. Terbukti kasun telah mengambil uang kas dari bendahara RW-06 tanpa melalui persetujuan ketua RW-06 dusun Bendil .

Hanya ber-bekal surat kepengurusan dusun yang telah ditanda tanganinya , Kasun berhasil mengambil dengan tidak syah atas seluruh uang kas RW-06 dusun Bendil Kepatihan menganti tersebut. Terjadilah gelar perkara atas laporan tersebut.Sesuai dengan hasil gelar perkara pihak kepolisian menyarankan untuk di selesaikan dengan kekeluargaan di desa .

Diadakanlah beberapa kali pertemuan antara kedua belah pihak , yang juga pernah melibatkan tokoh masyarakat dan kepala desa menganti untuk menjembatani penyelesaian permasalahan tersebut dan disaksikan oleh perangkat desa Kepatihan. 

Alhasil sia-sia usaha penyelesaian secara kekeluargaan. Menurut Bpk ketua RW-06 Bendil karena merasa di dholimi dan dirugikan atas permasalahan uang kas RW-06, sekaligus takut akan pertanggung jawaban keuangan secara administrasi ke depannya, maka ketua RW-06 dusun Bendil membuat laporan atas dugaan perampasan , penggelapan uang kas RW-06 dan dugaan rekayasa administrasi tentang penggunaan uang kas RW-06 ke polres Gresik dan dilanjutkan pengaduan ke polda jatim.

Karena di nilai tidak syah secara hukum atas pengambilan dan proses pembelanjaanya yang tanpa ada laporan pertanggung jawaban secara administrasi dengan rinci,maka saya menilai semua ini hanya rekayasa saja untuk menghabiskan uang kas RW-06 demi keuntungan orang-orang tertentu jelas bpk.Eko Nyoman Hermanto yang kini juga masih menjabat sebagai ketua RW-06 dusun bendil desa Kepatihan. BERSAMBUNG  TPKTL Arifin SZ/Team Info Jatim

Di duga uang kas RW dipakai bancakan

Berawal dari pemberhentian secara sepihak oleh Kepala desa kepatihan bpk.Nemu atas jabatan bpk Eko nyoman Hermanto sebagai ketua RW-06 dusun bendil desa kepatihan kecamatan menganti gresik. Merasa tidak bersalah,atas kesewenang-wenangan kepala desa kepatihan,ketua RW-06 mengajukan gugatan ke PTUN surabaya. Dengan upaya hukum tersebut ketua RW-06 menang dengan putusan No.138/G/2015/PTUN/SBY dan berhak atas semua hak-haknya kembali.

Namun demikian sampai saat ini untuk haknya yang berupa uang kas RW-06 senilai kurang lebih 500 juta belum juga di kembalikan oleh Kasun Bendil Sunardi sebagai penanggung jawab untuk pengembalian uang  kas RW-06 dusun Bendil yang telah di ambilnya dari bendahara RW-06 tanpa melalui persetujuan ketua RW-06. 
Terjadi pada saat proses peradilan di PTUN sedang berlangsung.

Dengan memaksakan kehendak kasun sunardi berinisiatif membentuk struktur kepengurusan dusun tanpa ada dasar hukum yang jelas untuk mengambil alih seluruh kegiatan dan uang kas RW-06. Dan hanya berbekal adat saja  kasun Sunardi berani mengesahkan kepengurusan ke-kasunan tersebut.

Merasa uang kasnya di ambil dengan cara tidak syah oleh kepala dusun Sunardi, maka bpk Eko nyoman hermanto sebagai ketua RW-06 melapor ke pihak  kepolisian untuk mencari keadilan demi untuk mempertanggung jawabkan uang kasnya terhadap warganya.

Terbukti kasun telah mengambil uang kas dari bendahara RW-06 tanpa melalui persetujuan ketua RW-06 dusun Bendil . Hanya ber-bekal surat kepengurusan dusun yang telah ditanda tanganinya , Kasun berhasil mengambil dengan tidak syah atas seluruh uang kas RW-06 dusun Bendil Kepatihan menganti tersebut. Terjadilah gelar perkara atas laporan tersebut.Sesuai dengan hasil gelar perkara pihak kepolisian menyarankan untuk di selesaikan dengan kekeluargaan di desa.

Diadakanlah beberapa kali pertemuan antara kedua belah pihak , yang juga pernah melibatkan tokoh masyarakat dan kepala desa menganti untuk menjembatani penyelesaian permasalahan tersebut dan disaksikan oleh perangkat desa Kepatihan. 

Alhasil sia-sia usaha penyelesaian secara kekeluargaan. Karena merasa di dholimi dan dirugikan atas permasalahan uang kas RW-06 dusun bendil , sekaligus takut akan pertanggung jawaban keuangan secara administrasi ke depannya, maka ketua RW-06 dusun Bendil dengan tekat bulat melanjutkan laporannya atas dugaan perampasan , penggelapan uang kas RW-06 dan dugaan rekayasa administrasi tentang penggunaan uang kas RW-06 ke Polda Jatim.

Karena di nilai tidak syah secara hukum atas pengambilan dan proses pembelanjaanya yang tanpa ada laporan pertanggung jawaban secara administrasi dengan rinci,maka saya menilai semua ini hanya rekayasa saja untuk menghabiskan uang kas RW-06 demi keuntungan orang-orang tertentu jelas bapak ketua RW -06 yang kini juga masih menjabat sebagai ketua RW-06 dusun bendil desa Kepatihan. BERSAMBUNG  TPKTL Arifin SZ/Team Info Jatim

Otak peredaran pil haram di wilayah hukum polresta probolinggo ternyata oknum polisi

PROBOLINGGO,berita TKP.com/fathner infojatim.com Aparat penegak Hukum Khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia yang membenahi diri dan mereformasi kinerja serta mengedepankan mutu pelayanan di masyarakat dan menegakkan Keadilan baik di institusi POLRI sendiri juga untuk masyarakat, kembali tercoreng oleh ulah oknum polisi nakal yang  terbukti menjadi beking peredaran pil setan jenis Dextro dan T- rex di wilayah Hukum Polresta Probolinggo.

Ironisnya yang menjadi beking selama bertahun – tahun adalah Kesatuan Reserse Narkoba beserta Anggota,sebagai aktor di balik jaringan peredaran pil haram jenis Dextro dan T- rex adalah mantan Kasatreskoba AKP.Sumi Andana yang sekarang di mutasi dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Trenggalek, KBO Reskoba IPDA Jarwo, Anang, Hendrik, Patrick, Saifudin, Rizky, Heri yang semua itu  adalah mantan anak buah AKP Sumi Andana sehingga peredaran pil setan tersebut beredar bebas karena mendapatkan Doa restu dari Satreskoba beserta anggota bahkan ada perjanjian khusus beserta atensi untuk kasat dan anggota-anggotanya dan ada nominal tersendiri.

Dalam hal ini Kota  Probolinggo sekarang menjadi Darurat peredaran pil setan dengan sasaran pasar anak–anak di bawah umur mulai SD,SMP,SMA dan remaja,pil setan tersebut hampir tersebar di beberapa kecamatan Mayangan, Kanigaran, Wonoasih, Kademangan dan Kedupok .

Bahkan Kecamatan Wonomerto juga menjadi pusat peredaran pil Haram tersebut, kota Probolinggo sudah 40 % anak–anak sudah di rusak jiwa dan raga sehingga ketergantungan mereka akan pil setan semakin menjadi-jadi sehingga peredaranya terang–terangan dan terbuka lokasi transaksi  pil haram  juga di muka umum pinggir jalan seperti kaki lima, kalau warga resah dan di obrak warga baru si penjual pindah tempat dan di lakukan di pinggri jalan kalau peredaran merasa tidak aman maka si pengedar yang bertanggung jawab berkoordinasi dengan oknum mantan Kasat dan KBO maka penjualan di sterilkan.

Berita ini di tulis berdasarkan bukti–bukti yang aktual dan di dukung alat bukti yang kuat seperti video visual percakapan antara pengedar dan oknum–oknum Satreskoba Polres kota Probolinggo sehingga jaringan peredaran pil setan yang dikendalikan oleh Sayba, Agung, Bayu telah di jadikan mesin ATM oleh oknum–oknum polisi tersebut dan untuk anggota yang lain, selain seperti anggota Polsek mendapat jatah Rp 50 ribu  kalau untuk anggota reskoba mendapat jatah Rp 300 ribu perminggu untuk jatah kasat reskoba Rp 10 juta per bulan .

Pada saat di konfirmasi di Polresta Probolinggo AKP Sumi Andana tidak berada di tempat karena sudah pindah tugas dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Trenggalek, wartawan BeritaTKP di temui KBO Reskoba IPDA .

Jarwo mengatakan ,'' itu tidak benar mas itu dulu ada yang tertangkap dan merasa tidak puas sehingga dia membuat ulah umpama kami mendapat atensi otomatis yang menangkap bukan kami pasti polisi lain silahkan di kroscek kan kami siap di periksa ,'' ungkap jarwo .

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol R.Prabowo Argo Yuono  mengatakan ,'' akan di tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, apabila terbukti ada anggota melakukan pelanggaran tersebut kita tidak pandang bulu dalam hal ini demi ketegasan POLRI di mata masyarakat ,'' terang Argo pada saat di konfirmasi wartawan BeritaTKP lewat Hp selulernya. 25-11-2016 . ujar  Kombespol Argo ' Bersambung

Arz/team

Gara gara asyik memdengar musik nyawa tewas

BOJONEGORO - Proyek bina marga bojonegoro yg dikerjakan CV .Prima pervormayasa memakan korban.pada hari kamis (18-08-2016).

Salah satu pekerja perbaikan jalan Aspal di desa sukowati.kapas.Bojonegoro di tabrak kereta api cepat jurusan jakarta saat mau mengambil air didekat rel kereta ,korban diketahui bernama soleh umur 18 tahun asal cipatat,Bandung barat ,terseret kereta sepanjang 15 mtr dan meninggal ditempat ,korban saat mengambil air sambil mendengarkan musik lewat henset sehingga korban tidak mendengar saat bel kereta terus dibunyikan hingga terjadi kecelakaan yang membuat korban terseret dan meninggal dunia.

Asz/team/d2g

Polsek krembangan mendapat reward penangkapan sabu

Surabaya - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memberikan reward kepada lima anggota patroli Polsek Krembangan. Karena, lima anggota ini berhasil meringkus pemuda pelaku pesta sabu di atas truk.tahun 2016.

Lima anggota yang dimaksud adalah AKP Eko Nur W selaku Kanit Lantas Polsek Krembangan, Aiptu I Gusti Putu Dania, Aiptu Hendro Sasono, Aipda Imam Rosdjadie serta Brigadir Busriyanto.

"Kami  bangga dan berterima kasih atas keberhasilan para anggota patroli Polsek Krembangan," ucap KBP Takdir Mattanete, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Keberhasilan yang diraih harus terus ditingkatkan dan jangan pernah berhenti untuk melaksanakan patroli rutin. Karena tugas kita sebagai polisi, yang utama adalah harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," ucapnya saat memimpin apel upacara pagi.

Dikatakan Takdir Mattanete, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menghimbau kepada seluruh polsek jajaran yang ada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, agar selalu rutin meningkatkan patroli malam hari, guna mengantipasi tindak kejahatan dan antisipasi peredaran narkoba maupun pesta narkoba.

Terpisah, AKP Eko Nur W mengatakan, anggota patroli berusaha semaksimal mungkin untuk selalu menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi masyarakat, dan senantiasa berusaha menciptakan sikond yang kondusif, aman, serta nyaman.

"Bahkan, keberhasilan meringkus pemuda pesta sabu adalah berkat kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat," pungkasnya.
Fathner apakabar.co.id

Asz/team/d2g

GERAKAN 500 RIBU MASKER DAN PENCANANGAN GRESIK BERMASKER

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Berbagai macam cara terus dilakukan untuk memutus ...