Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

TUNTUTAN NARKOBA

GRESIK – Tanpa hak menguasai, memiliki, menyimpan dan meyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, terdakwa Abdus Somat (25) warga Jl. Martadinata GG I kelurahan Kroman Kecamtan Gresik, dituntut oleh Jaksa Roy Ardian dengan hukuman penjara selama 6 tahun serta denda Rp. 800 juta subsidair kurungan selama 6 bulan, pada sidang yang di gelar di PN Gresik, Kamis (08/10).

Dalam tuntutannya, jaksa menilai bahwa terdakwa tanpa hak dan ijin menguasai dan memiliki narkotika jenis SS. Narkoba tersebut di beli oleh terdakwa kepada Heri (DPO) seharga Rp. 200.000 kemudain SS tersebut dikomsumsi sendiri oleh terdakwa pada hari jumat tangal 12 Juni 2015 sekiatr pukul 17.00 WIB dirumah terdakwa.

"Terdakwa melangar pasal 112  ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tetang Narkotika. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selam 6 tahun dan dena Rp. 800 juta subsidar 6 bulan kurungan," tegas Jaksa Roy saat membacakan tuntutan.

Seperti di beritakan, waktu itu terdakwa yang doyan mengkomsumsi SS membeli satu poket kepada Heri (DPO) di daerah Surabaya seharga Rp. 200 ribu. Selanjutnya, terdakwa membawa narkotika tersebut ke rumahnya untuk di nikmati.

Dengan menggunkan alat hisap berupa pipet dari kaca terdakwa mengkomsumsi benda haram. Belum smapai habis terdakwa lalu di gerebek oleh satres narkoba Polres Gresik.

Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Juanto dengan Anggota I Gede Putu Astawa dan Putu Mahendra Akhirnya di tunda minggu depan dengan agenda putusan.

Sumber : Humas PN Gresik

BNN Gresik Gencar Bentuk Satgas Anti Narkoba

GRESIK - Dalam rangka optimalisasi pemberantasan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik membentuk Satgas antinarkoba di setiap Kecamatan. Secara teknis dalam pembentukannya akan berkoordinasi langsung para camat, Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat.

Tujuan utama pembentukan satgas di setiap kecamatan itu salah satunya menekan angka penyalahgunaan narkoba serta mempersempit ruang gerak peredarannya.

Kepada media, Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Agustianto mengatakan, dalam kurun waktu sebulan belakangan, satgas narkoba sudah terbentuk di lima kecamatan. "Sesuai UU Nomor 35 tahun 2009, masyarakat juga harus ikut berperan aktif dalam upaya pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," katanya (16/09).

Lima kecamatan itu, lanjut Agustianto, diantaranya Kecamatan Gresik, Kebomas, Cerme, Manyar dan Kedamean. Sedangkan materi yang diberikan dalam pelatihan yaitu dampak buruk narkoba dari berbagai aspek, termasuk juga mekanisme rehabilitasi. 

Pembekalan lainnya adalah mengenal jenis-jenis narkoba, baik yang biasa beredar dan jenis langka yakni CC4. Termasuk modus operandi peredarannya.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, satgas bisa menularkan pengetahuan yang sudah didapatnya kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya," papar mantan Wakapolres Blitar tersebut.

Dalam waktu dekat, BNN Gresik secara bertahap juga akan membentuk satgas anti narkoba di lingkungan sekolah termasuk juga di tingkat kelurahan/desa, serta instansi pemerintahan dan swasta. Arifin

Operasi Pasar Bersama Wabup Gresik Untuk Meninjau Dan Mengecek Harga Sembako Dimasa New Normal Dan Membagi Masker

  Gresik,  gresiknews1.com     . - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid - 19  pada saat ini belum juga sirn...