Tampilkan postingan dengan label Pantura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantura. Tampilkan semua postingan

PT ORELA SHIPYARD TIDAK MENTAATI UNDANG - UNDANG PENGGUNAAN JALAN

GRESIK, gresiknews1.com  - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


*Dari Hasil Pemantauan Redaksi gresiknews1.com  Banyak Pengaduan  Masyarakat  yang masuk Ke redaksi ( gresiknews1.com  ) Terkait Kendaraan Truk Trailer  yang berlalu lalang  mengangkut  Lempengan Besi Baja Ke PT.Orella  dengan alamat Jl.Raya Ngemboh  No.02  Cabean Ngimboh Ujungpangkah Kab Gresik Yang Melalui Desa Sekapuk , Desa Gosari ,Desa Banyu urib dan Desa  Ngembo Kec.Ujung Pangkah Kabupaten Gresik . 


*Selanjutnya juga Truk Tronton yang mengangkut baik  bahan baku pupuk ataupun pupuk yang mau di Ekspor,  di Tkp tersebut sempat di datangi oleh pihak Polsek Ujungpangkah terkait penggunaan jalan Truk Trailer /  Tronton yang melalui jalan desa/Kabupaten tersebut tipe C, sampai pada saat ini baik dari PT ORELA dan juga para kelompok pengusaha pupuk di wilayah Kec Ujungpangkah ataupun Kec Panceng tidak mematuhi penggunaan klas jalan Berdasarkan Undang-Undang  No.22 thn 2009 tentang Lalu lintas klas jalan angkutan barang umum dan khusus pasal 162 (1) huruf e beroperasi yang tidak mengganggu pada waktu yang tidak mengganggu keamanan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan bagi pengguna jalan, dan harus mendapatkan rekomendasi dari instansi yang terkait.


* Warga Banyak  Yang Komplain Akibat Jalan Rusak ,  akhirnya melaporkan kepada Pemda Gresik berdasarkan data video dan foto sebagai pendukung,  begitu data masuk ke Pemda Gresik dan mendapatkan tanggapan serius dari Bupati Gresik Dr,Ir,Sambari Halim Radianto, ST. M.Si,  Bupati Gresik segera memerintahkan Dinas PU Gresik untuk segera ditindak lanjuti untuk Cros Cek ke lapangan agar jalan tersebut tidak rusak parah akibat Truk Trailer/Tronton truk yang  lewat jalan tersebut " Ujar, " Bupati Gresik saat dikonfirmasi oleh  Redaksi gresiknews1.com 

*Selanjutnya Redaksi gresiknews1.com  konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan pada hari Rabo 5 Agustus 2020 Sekitar Pukul 11.00 WIB di ruang Dinasnya,  beliau berkomentar  batas fungsi Dinas Perhubungan tidak dapat memberikan tindakan menilang bagi  Truk Trailer/ Tronton baik yang mengangkut Lempengan Besi atau pupuk,  hanya dapat memasang Rambu- rambu jalan,   sedangkan yang berhak menilang dari kepolisian jika ada pelanggaran " Ujar, " Nanang Setiawan Kep Dinas Perhubungan Gresik kepada Redaksi gresiknews1.com 


*Sedangkan untuk pemasangan Rambu rambu selanjutnya kita juga harus berkordinasi kepada dinas yang terkait,  kepada Dinas PU dan Polres Gresik, agar tidak terjadi kesalahan pahaman. 

*Tidak Sampai disitu Redaksi gresiknews1.com  melangkah ke Dinas PU Gresik pada hari Rabo 5 Agustus 2020 Sekitar Pukul 14.00 WIB diterima Sdri Dian sebagai Kep Kasi PU Gresik dan memerintahkan kepada Sdr Syaiful Arif Syamsul Sakera Kepala satuan kordinator URC PU Gresik untuk membuat surat panggilan / teguran kepada pihak PT ORELA SHIPYARD, " Ujar, " Kepala satuan kordinator URC Syaiful Arif Syamsul Sakera kepada Redaksi gresiknews1.com 




*Jika tidak Ada Penanganan Serius dari pihak pihak yang terkait warga segera akan turun Jalan Dan Di Pantau Oleh Awak Media, 

*Stakeholder terkait harus segera mengambil tindakan baik Dinas Perhubungan, Dinas PUTR maupun Dinas yang terkait untuk mengambil langkah komprehensif sebab dari segi kendaraan tidak pada tipe nya sebab yang dilalui merupakan jalan Desa/Kabupaten dengan volume kontainer. 

*Selain itu untuk proses perizinan dari PT. ORELLA SHIPYARD yang terletak di pesisir pantai Desa Ngimboh No.02 Cabean Kecamatan Ujung Pangkah juga perlu dipertanyakan secara intensif baik dari segi ijin maupun yang lain sebab ijin mendirikan bangunan maupun izin reklamasi pantai di wilayah Kec Ujungpangkah dan Kec Panceng harus mengetahui Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik dalam hal ini Bupati Gresik,  karena Kendaraan jenis tronton / trailer yang keluar masuk wilayah tersebut  pada tengah malam  lepas dari pengawasan.


*Setelah semua pihak pihak dari Dinas yang terkait sudah mengetahui berdasarkan data foto video terkait penggunaan jalan yang keluar masuk dengan Volume besar untuk sementara kegiatan dihentikan sambil menunggu tindak lanjut dari pemilik perusahaan atau PT. ORELLA SHIPYARD yang menangani  DOK KAPAL tersebut,  sampai berita ini diturunkan, Kamis 6 Agustus 2020, ( Bersambung) . 



Penulis:  Hasanudin ( Korwil Reporter Liputan Jatim)  
Pendiri Penanggung Jawab Redaksi gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

LAGI-LAGI KETUA BPAN RI DIANCAM TEMBAK MATI, DIKUNTITI HINGGA LASEM

JAKARTA gresiknews1.com - Lagi-lagi di teror dan di ancam tembak mati,ancaman itu hampir setiap hari muncul, kali ini dikuntiti hingga Lasem Jawa tengah, menjabat sebuah organisasi pergerakan yang berhubungan dengan pengungkapan korupsi seringkali berdekatan dengan ancaman,baik verbal maupun yang lain. Hal ini dialami pula oleh Ketua Pusat BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) Kyai M. Muzakkin. Dalam beberapa minggu terakhir ini rumahnya disatroni oleh orang yang tidak dikenal,kemanapun pergi selalu di kuntiti orang,tadi pagi juga demikian ada yang mengkuntitinya hingga Lasem jawa tengah,beliau selalu diancam akan ditembak mati.

Saat ditemui awak media, Kyai yang suka menziarahi makam Wali ini mengatakan, "Buat apa takut mas, Rilek saja,itu seninya perjuangan,Allah pasti bersama kita, umur itu milik Allah bukan milik manusia,segala teror dan ancaman akan saya hadapi semua, ibaratnya itu makanan sehari-hari sebagai bumbu perjuangan pasti ada resikonya, apalagi perjuangan mengungkap apa yang dilakukan para koruptor." Ujarnya dengan santai.

Seperti diketahui bahwa perjuangan BPAN RI dan JCW melawan para koruptor yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap tugas dan wewenang yang diembannya, sudah tidak terhitung,yang dilaporkan oleh BPAN RI dan JCW Jatim ke penegak hukum dan ditindak lanjuti oleh kepolisian, kejaksaan hingga KPK di Jakarta. 

Dengan dasar tersebut, membuat para oknum tersebut merasa terusik dalam melakukan penyelewengan-penyelewengan kebijakan ataupun penggunaan anggaran. Berbagai cara yang dilakukan agar Ketua pusat BPAN RI yang juga Ketua UmumJCW Provinsi Jatim,tidak bersuara dengan cara lewat preman untuk menakut-takutinya secara langsung atau telepon dan sms. Bahkan ada yang ingin mencelakainya. "Awas kalau kamu teruskan akan kutembak mati !" ujarnya saat menirukan teriakan suara yang diterimanya.
Bahkan tidak sedikit yang menyerang dengan cara ghaib diluar logika manusia seperti menyantet, guna-guna dan sebagainya. 

Bagi ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, mengklaim sudah tak terhitung banyaknya kasus korupsi di negeri ini yang dibongkarnya. "Hampir tiap hari bongkar korupsi, jadi maklumlah tiap hari pula saya berhadapan dengan preman suruhan bos-bosnya itu." jelasnya.

Lanjut Muzakkin, "Saya tidak mau berspekulasi dan berandai-andai,apalagi suudhon,dari mana ancaman itu, yang jelas saya masih bisa mengatasi dengan caraku sendiri jadi tidak perlu harus melaporkan kepada pihak kepolisian." bebernya.
Pria yang juga pimpinan pondok pesantren rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa '  Asma ' berojomusti" di Sekanor,Sendangagung, Paciran, Lamongan ini mengatakan "Tiada perjuangan yang tidak ada ujian dan tantangannya. Siapapun yang menyuarakan kebenaran pasti akan mendapat serangan balik, berhati-hatilah wahai teman-teman seperjuangan, baik di BPAN RI, JCW, selalu jaga kekompakan ,rapatkan barisan, teruskan perjuangan memberantas korupsi di negeri ini. Jangan takut dengan siapapun karena kita pasti dilindungi oleh  Allah SWT." seru Muzakkin dengan lantang dalam acara ritual di makam Waliyullah ini,Jumat(03/11/2017)

Menanggapi ancaman tersebut, Hasanuddin salah satu Investigator JCW Jatim, "Tidak usah dihiraukan pak ketum, nanti kita sikapi bersama teman-teman di lapangan." tegasnya.

Ditimpali pula oleh Mbah Anang (Kyai Mas'ud) pengasuh pondok pesantren Wali Songo di Sekaran Lamongan. "Wah, kalau soal ancaman seperti itu menurutku, itu kecil mas bagi Kyai Muzakkin karena aku tahu sendiri beliau ini orang hebat. Pondoknya saja lain dengan pondok di Indonesia pada umumnya. Santrinya khusus bangsa jin,tiap hari merehabilitasi sakit jiwa, para pecandu narkoba, mantan preman dan lain-lain. Kegiatan sehari-harinya di lapangan juga menantang yaitu memberantas korupsi, di pesantrenya mengobati orang sakit jiwa, 
Jadi menurut perhitunganku  ancaman itu pasti dianggap debu yang  menempel di badan," Pungkasnya,


Arifin SZ
Sumber berita : SuaraJCW (Gus Zakky)

ABA MONEL TUTUP USIA RAPI DAN ORARI LAMONGAN TURUT BERDUKA

LAMONGAN gresiknews1.com - Tidak ada satupun orang yang bisa mengetahui ajal,kapan dan dimana kematian itu akan datang, semua hanya Allah yang maha kuasa yang mengetahuinya, 
Kita harus yakin terhadap taqdir Allah, setiap manusia ditaqdirkan hidup didunia ini ada yang diberi umur panjang,ada yang diberi umur pendek,bahkan kadang ada yang masih bayipun sudah di ambil oleh Allah Swt, "Qullunafsin dzaiqotul maut", setiap makhluk yang bernyawa akan mati, 
Seperti yang terjadi pada anggota Rapi dan Orari kabupaten Lamongan, Pada hari jum'at tgl 20 oktober 2017, sekitar jam 8 pagi, Aba Monel panggilan udaranya atau H.Lasmono panggilan daratnya, yang beramatkan di desa Menongo Selatan Unisda,kecamatan Sukodadi,kabupaten Lamongan Jawa Timur,menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Nasrul Ummah Lamongan akibat sakit diabet yang di deritanya.

Almarhum dikenal masyarakat briker dan tetangganya orang yang senang bercanda, dalam jajaran Rapi dan Orari,almarhum tergolong senior,begitu juga di komunitas grup WA, di grup Warung kopi,di grup Cangkru'an,di grup Rapi, Orari, dll,almarhum yang paling tua,dengan suka bercandanya itulah sehinnga menjadikan banyak orang yang mengenalnya.

Pakde Parto adalah teman akrabnya selama 32 tahun, Parto mengatakan,
"Almarhum ini dimata saya orangnya dermawan,selalu ceria dan sangat santun berkomunikasinya pada orang,baik di udara maupun di darat,makanya maklum temanya banyak",tuturnya,
jum'at 20/10/2017,

Saat prosesi pemakaman,juga di hadliri Bapak Ir.Soehandoyo DPRD Provinsi Jawa Timur dari partai PDI Perjuangan, 
Kata Politisi asli Sugio Lamongan ini, 
 "Semua sudah di atur oleh Allah,semoga alhamarhum Husnul khotimah dan mendapat tempat yang sempurna di sisi-Nya"Amin,terangnya.

Selain itu juga tak ketinggalan,hadhir pula tokoh LSM Nasional, Prof.DR.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH.Ketua Pusat BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia), 
Menurut Pria yang juga Ketua Penasihat Rapi kabupaten Lamongan ini, 
"Kematian adalah hak prirogatif dari Allah,kapan datangnya kita tidak bisa memprotesnya, seperti Almarhum ini,semoga Aba Monel diampuni dosanya,diterima amal baiknya,dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kesabaran,Amin,
ucapnya,

Drs.Muhammad Suuddin,SH,MH,MM, Ketua Rapi Kabupaten Lamongan, juga turut hadhir walau agak terlambat, Udin mengatakan,
"Rapi Lamongan turut berduka cita,merasa kehilangan pada sosok Aba Monel,beliau ini di masa hidupnya sangat energik dan semangat mengudaranya,dalam rangka untuk menyambung sillaturrahmi dengan kawan-kawan kita semua anggota Rapi,Semoga amal baiknya selama ini,di balas dengan surga oleh Allah Swt",Amin,ujarnya.

"Selamat jalan Aba Monel, Rapi dan Orari Lamongan akan selalu mengenangmu" demikian kata rombongan briker yang meninggalkan area pemakaman.


(Arifin SZ & Aba Condro).

Mapolres Lamongan Disambangi Kapolda Jawa Timur

Lamongan - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji mengunjungi Mapolres Lamongan, Rabu (23/3/2016). Kedatangan Irjen Pol Anton ke Polres Lamongan merupakan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah polres di Jawa Timur.

Sebelum ke Polres Lamongan, Kapolda Anton dan rombongannya bermalam di tempat Wisata Bahari Lamongan (WBL) Tanjung Kodok yang merupakan tempat wisata terkenal di Kabupaten Lamongan.

Kapolda beserta rombongan tiba di Polres Lamongan sekitar pukul 09:45 WIB, Kapolres AKBP Trisno Rahmadi, Muspida Kabupaten Lamongan dan kurang lebih 700 anggota Polres Lamongan menyambut kedatangan Kapolda.

AKBP Trisno Rahmadi, Kapolres Lamongan berharap kepada semua jajaran Muspida Lamongan agar dalam melaksanakan tugas saling kerja sama dengan baik.

"Trimakasih kepada semua undangan telah hadir, semoga dalam pelaksanaan tugas di semua jajaran polsek, koramil serta masyarakat bisa bersinergi," ungkap Kapolres saat memberikan sambutannaya.

Sementara, Kapolda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Lamongan beserta jajaran yang telah menciptakan banyak inovasi dan bisa melaksanakan kegiatan kamtibmas dengan baik.

"Tugas utama kita adalah melayani masyarakat. Saya datang kesini tugasnya untuk melayani rekan-rekan semua dan untuk memberikan support atas inovasi Kapolres Lamongan. Jadilah anggota polisi yang baik dan juga layani masyarakat dengan baik," harap Kapolda.

Selain itu, Kapolda menekankan terhadap semua jajaran Polres Lamongan khususnya untuk selalu aktif dalam pencegahan tindak kriminal yang menjadi momok bagi masyarakat.

"Saya berharap supaya lebih ditingkatkan dalam melakukan tugas Preventife dan Pencegahan tidak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Seperti yang sering terjadi curanmor, pencurian hewan ternak, pencurian dengan kekerasan serta maraknya peredaran narkoba," pungkasnya.

Acara ini dihadiri Bupati, Wabub, Muspida Pemkab Lamongan, tokoh Agama serta Masyarkat Kabupaten Lamongan. (arifin sz/team)

Tabrak Mobil, Motor Dua Pria Asal Bojonegoro Rusak Parah

Bojonegoro - Dua orang pria pengendara motor menjadi korban kecelakaan, yang terjadi di jalan raya Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, akibat peristiwa ini kendaraan Dwi asal Bojonegoro dan Muhammad Imron warga Kecamatan Bourno Kabupaten Bojonegoro mengalami rusak di bagian bumper depan, Minggu (20/3).

Tak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun motor Honda Vario 125 nopol  S 2090 AN dikendarai Muhammad Imron dan motor yang dikendarai Dwi Honda CB 150R bernopol S 6484 AS, bumper depan kedua motor tersebut rusak parah setelah menabrak mobil Toyota Avanza nopol W1713 AN yang dikemudikan Muhammad Ali Imron asal Gresik.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan terjadi saat korban melaju dengan motornya dari arah Timur ke Barat atau lamongan menuju ke Bojonegoro Kota dengan kecepatan tinggi, diduga tidak mengetahui saat adanya mobil jenis Avanza dari arah yang sama hendak menghidari motor didepannya yang berusaha mendahului.

Korban kaget, saat melihat di depannya ada mobil berhenti mendadak. Sehingga tabrakanpun tidak dapat dihindarkan lantaran tidak dapat mengelak dari kecelakaan karena ada mobil berhenti mendadak.

"Motor korban melaju kecepatan tinggi. Korban terjatuh hingga motor yang dikendarai mengalami rusak. Kalau melihat salah dan benarnya, entah yang mana yang dianggap salah atau benar,"  jelas Didik warga yang menolong korban.

Tak ada petugas yang datang ke TKP hannya saja akibat kecelakaan ini arus lalu lintas di TKP sempat tersendat akibat kecelakaan itu. arifin sz/team

Ditinggal Mancing, Rumah Totok Kebakaran

Bojonegoro - Rumah milik seorang warga Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kota ludes terbakar, Sabtu (19/3) sore tadi. Kebakaran tersebut diduga karena kebocoran tabung gas elpiji setelah sang pemilik meninggalkan rumah usai memasak di dapur.

Rumah milik Totok Sumartono (56), beralamat di Jalan Brigjen Sutoyo, Gang H. Mucsin RT 01 RW 01, Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut dilahap api setelah ditinggalkan oleh sang pemilik seusai memasak. Totok pergi memancing dan meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong.

Peristiwa terbakarnya rumah Totok tersebut diketahui pertama kali pukul 15.30 WIB oleh Mualim (59), warga setempat. Sore itu, Mualim bersama beberapa warga tengah lewat di sekitar rumah korban. Suasana yang tadinya tenang tiba-tiba gaduh, lantaran Mualim mendapati api tengah berkobar di bagian belakang rumah, lalu berteriak memanggil warga lain. Warga kemudian bergotong royong memadamkan  api dengan peralatan seadanya.

"Pemilik rumah tidak ada saat rumahnya terbakar, saat itu pemilik rumah sedang memancing. Lalu saya menjemputnya di tempat pemancingan," begitu Mualim menjelaskan.

Setelah mendapat kabar bahwa rumah miliknya terbakar, korban segera pulang dan benar, ia mendapati si jago merah, dengan bringas, tengah melahap dapur rumahnya. Sementara tidak jauh dari tempatnya berdiri, tiga unit mobil damkar dari Pos BPBD Kota Bojonegoro tengah dikerahkan untuk memadamkan si jago merah. Hingga kemudian api dapat dipadamkan pukul 16.00 WIB.

"Diduga api berasal dari kebocoran gas elpiji 3 Kg yang ditinggalkan pemilik rumah usai dipakai," ungkap Kompol M. Usman, Kapolsek Bojonegoro Kota, yang sore tadi turut mendatangi lokasi kebakaran.

Kompol M. Usman mengungkapkan, menurut keterangan korban, sekitar pukul 15.00 WIB, korban sedang memasak di dapur rumahnya. Dan setelah memasak kompor dimatikan lalu ditinggal pergi untuk mencari cacing yang akan dipakai memancing. "Korban menerangkan bahwa pada saat mencari cacing itulah datang tetangganya memberitahukan rumahnya terbakar," jelas Kapolsek kepada awak media.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta. arifin sz/team

Sepekan Lebih, Banjir Di Babat Lamongan Tak Kunjung Surut

Selama satu pekan lebih di Wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, tergenang banjir. Banjir akibat derasnya guyuran hujan tersebut melumpuhkan aktifitas warga setempat, meski Pemerintah Kabupaten Lamongan sudah berupaya mengaktifkan tiga unit pompa banjir namun sampai saat ini dibeberapa titik masih tergenangi banjir, Minggu (6/3/2016).

Sekolahan, Kantor Dinas, Kampung di sepanjang jalan raya Babat, Lamongan menjadi korban banjir tersebut, yang terkena dampak genangan antara lain SMA Empat Lima Babat, SMP Negeri1 Babat, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Babat, kantor Camat Babat, kantor Komando Rayon Militer Babat, kantor PLN Area Pelayanan dan Jaringan Babat serta Desa Bedahan, Plaosan, Sumurgenuk, Kelurahan Babat dan Banaran.

Banjir selama lebih satu pekan ini juga berdampak langsung terhadap aktifitas warga sempat, dari hasil pantauan dilapangan banyak warga yang memilih tingal sementara di rumah keluarganya. "Aktifitas terganggu, untuk sementara terpaksa banyak warga yang tinggal di rumah kelurganya," jelas Mansyur warga setempat.

Meski pengaktifan pompa banjir sebanyak tiga unit berkapasitas 1.350 liter per detik belum efektif mengatasi banjir karena curah hujan beberpa hari ini cukup tinggi.

Menurut Fadheli Purwanto, Camat Babat, mengatakan genangan susah surut selagi masih hujan sehingga pengaktifan pompa pun sia-sia karena air tidak bisa terbuang dengan cepat. "Apalagi daerah resapan air rawa Semando dan Rawa Sogo juga sedang penuh air. Air akan segera surut jika posisi elevasi Bengawan Solo turun dan tidak terjadi hujan lagi," Katanya.

Namun, dampak banjir justru memberikan berkah bagi para pemancing. Mereka memancing di sekitar rel kereta api, di parit kiri kanan jalan raya Lamongan-Babat.

Genangan di sekitar lampu rambu lalu lintas hingga menjelang Pasar Babat memicu kemacetan. Membuat  aparat kepolisian harus bekerja keras mengatur arus lalu lintas di pertigaan Babat mengarah Bojonegoro. Apalagi pengendara dari arah Tuban, Lamongan, ataupun Bojonegoro berusaha saling serobot melitas melawan arah. arifin sz/team

Dimalam Hari, Kantor Tim Pembina Kesehatan Gresik Seperti "Gedung Berhantu"

GRESIK - Bila melintas di Jalan Arif Rahman Hakim Kabupaten Gresik dimalam hari, sebaiknya anda juga mengamati Kantor Tim Pembina Kesehatan Sekolah di sekitar wilayah itu. Pemandangan gelap bag gedung kantor berhantu terlihat jelas dan tampak mengerikan. Pasalnya tak satupun lampu yang meneranginya meski terdapat sedikitnya 15 titik penerangan di sepanjang pagar yang mengitari gedung tersebut.

Sumber Infojatim.com yang tinggal tak jauh dari kantor itu mengatakan, sudah sekitar 4 bulan belakangan kantor tersebut tampak gelap gulita tanpa ada satu peneranganpun meski lampunya sudah terpasang.

"Udah 4 bulan mas, semenjak lampu dipasang, tapi tidak dinyalakan," ungkapnya sambil mewanti wanti agar Infojatim.com tidak memberitakan namanya.

Seperti diketahui, padamnya lampu di kantor tersebut juga mengakibatkan akses jalan ke arah Univesitas Gresik sebelah barat gedung Dinas pendidikan setempat juga terlihat gelap gulita. Padahal dimalam hari di jalan tersebut, dilalui banyak pengendara. Kondisi ini tentu saja memantik terjadinya tindak kejahatan.

Ironisnya, kondisi itu diperparah lagi dengan padamnya sejumlah lampu taman pagar depan di Kantor Dinas Pendidikan Gresik yang berada di akses jalan tersebut. Dari 9 titik penerangan, hanya 5 saja yang menyala. ARZ team.

BNN Gresik Gencar Bentuk Satgas Anti Narkoba

GRESIK - Dalam rangka optimalisasi pemberantasan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik membentuk Satgas antinarkoba di setiap Kecamatan. Secara teknis dalam pembentukannya akan berkoordinasi langsung para camat, Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat.

Tujuan utama pembentukan satgas di setiap kecamatan itu salah satunya menekan angka penyalahgunaan narkoba serta mempersempit ruang gerak peredarannya.

Kepada media, Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Agustianto mengatakan, dalam kurun waktu sebulan belakangan, satgas narkoba sudah terbentuk di lima kecamatan. "Sesuai UU Nomor 35 tahun 2009, masyarakat juga harus ikut berperan aktif dalam upaya pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," katanya (16/09).

Lima kecamatan itu, lanjut Agustianto, diantaranya Kecamatan Gresik, Kebomas, Cerme, Manyar dan Kedamean. Sedangkan materi yang diberikan dalam pelatihan yaitu dampak buruk narkoba dari berbagai aspek, termasuk juga mekanisme rehabilitasi. 

Pembekalan lainnya adalah mengenal jenis-jenis narkoba, baik yang biasa beredar dan jenis langka yakni CC4. Termasuk modus operandi peredarannya.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, satgas bisa menularkan pengetahuan yang sudah didapatnya kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya," papar mantan Wakapolres Blitar tersebut.

Dalam waktu dekat, BNN Gresik secara bertahap juga akan membentuk satgas anti narkoba di lingkungan sekolah termasuk juga di tingkat kelurahan/desa, serta instansi pemerintahan dan swasta. Arifin

Wow, PT Freeport Siap Bangun Pabrik di Gresik

GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto memastikan PT Freeport Indonesia (PTFI) membangun pabrik peleburan tembaga di desa Roomo, Kecamatan Manyar Gresik, Jawa Timur.

Kepastian ini disampaikan oleh Bupati Sambari pada Rabu (16/9/2015) di Pendopo Kecamatan Manyar saat menghadiri suatu acara. PT Freeport Indonesia mengumumkan analisis dampak lingkungan (Amdal)  dalam bentuk standing banner. Sambari sempat berfoto disisi standing banner tersebut bersama Camat Manyar Harris Irianto.


Saya pastikan PT Freeport membangun pabrik peleburan tembaga. Sesuai Amdal yang diumumkan tersebut pabrik pengolahan tembaga (pengolahan mineral dan fasilitas pemurnian) di bangun di desa Roomo, Manyar. "Kami pastikan lahannya sudah siap kapanpun dibutuhkan. Meski saat ini baru ada 35 hektar, dari 102 hektar lahan yang dibutuhkan. Tapi kami pastikan lahan itu siap kapanpun" tegasnya.


Untuk menindaklanjuti Amdal yang telah diumumkan tersebut. Pada tanggal 28 September 2015, pihak PT Freeport Indonesia akan mengadakan sosialisasi kepada warga. Keadaan ini diamini oleh Camat Manyar Narris Irianto. "Selain kepada Masyarakat di sekitar Pabrik dan Masyarakat Manyar dan sekitarnya, Sosialisasi juga akan dilaksanakan di jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik" tambahnya.


Sesuai Amdal yang diumumkan, Pabrik peleburan tembaga ini dirancang dengan kapasitas pengolahan 1 hingga 2 juta ton konsentrat pertahun. Untuk mendukung proyek ini, PTFI akan membangun berbagai jenis fasilitas pendukung seperti pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasitas 200 MW, Precious metal refinery, dermaga dan pengolahan air limbah.


Masih dari Amdal tersebut, PTFI menyebutkan bahwa perusahaannya akan mempunyai dampak positif yaitu meningkatkan perekonomian Nasional maupun wilayah setempat, menciptakan lapangan pekerjaan dan peluang usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Arz tim

Pandemi Belum juga Sirna, NH Zakatkita Bagikan Beras 100 Ton untuk Masyarakat Prasejahtera

GRESIK,  gresiknews1.com  -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga sirna, kia...