Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Gus Fik: Sejarah Perpolitikan di Gresik Tidak Lepas dari Peran Behind The Scene, Abah Khozin

GRESIK, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Sejarah perpolitikan di Gresik tidak lepas dari peran behind the scene, H Moh Khozin Ma'sum Abdul Karim, sang dermawan luar biasa putra asli Gresik.



Abah, demikian beliau dipanggil, merupakan kawakan berpengalaman kenyang makan asam garam dalam blantika dunia perpolitikan di Gresik. Pengalaman mengawal dari KH Robbach, dan sebelumnya, bahkan pasca KH Robbach, merupakan untold story, yang tidak banyak generasi milenial tahu.

Kebersamaan Gus Fik, Rachmad Rofik, dengan beliau pasca deklarasi dukungan ke QA (Qosim-Alif) merupakan momen tak terlupakan bertambahnya pengalaman dan wawasan sejarah dunia perpolitikan di Gresik.

"Momentum ini semakin membuat saya makin mantap menjatuhkan dukungan total terhadap paslon QA," ungkap Gus Fik , Rabu (5/8/2020).

Relawan yang demikian loyal dan kedermawanan H Moh Khozin yang memiliki 300 hektar aset tanah produktif ini, membuat Gus Fik terharu, karena kecintaan luar biasa yang di tunjukkan relawannya.

Menururnya, Abah Khozin merupakan salah satu arsitek peta politik di Gresik yang low profile dan kepedulian kepada kemanusiaannya sangat tinggi, di luar kebiasaan orang kaya Gresik lainnya.

"Panjang umur Abah, tetap berbuat baik tak harap peniliaian dan balasan manusia. Semoga kami yang muda kelak bisa melanjutkan misi dan visi kebaikan yang sudah Abah lakukan," pungkas pemilik akun FB Mas Bejo Kemayangan ini. 


Penulis: Ddk 
Pendiri penanggung jawab redaksi gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

Temukan Banyak Pelanggaran, Bawaslu Gresik Bakal Audit Hasil Coklit

GRESIK,  gresiknews1.com  -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik bakal mengerahkan petugas pengawas kelurahan desa (PKD) bersama Panwaslu Kecamatan untuk melakukan audit terkait tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih dalam Pilkada Gresik 2020. Audit dilakukan karena Bawaslu menemukan banyak pelanggaran selama pengawasan tahapan coklit yang telah dilaksanakan hampir dua pekan ini. 


Beberapa temuan Bawaslu Kabupaten Gresik selama tahapan coklit sejak 15 Juli 2020 hingga 28 Juli 2020 telah menemukan hasil pengawasan. Diantaranya, adanya petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dalam coklit ke rumah-rumah warga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Seperti tidak memakai masker dan sarung tangan yang sudah diberikan oleh KPU Kabupaten Gresik. 


Selain itu, ada beberapa PPDP saat coklit tidak meminta dokumen kependudukan. Seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).  

“Ada juga coklit yang tidak dilakukan langsung oleh PPDP.  Ini menjadi temuan saat pengawasan. Bahkan, Bawaslu telah memberikan peringatan dan memberikan sanksi untuk coklit ulang,” beber M Syafi’ Jamhari, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Kamis (30/7/2020).

Guna menindaklanjuti temuan tersebut, lanjut Jamhari, Bawaslu Kabupaten Gresik membuat jadwal pengawasan secara sampling hasil coklit PPDP. Metodenya, PKD bersama Panwascam mendatangi beberapa rumah yang sudah selesai dicoklit oleh PPDP. Hal ini, untuk memastikan bahwa coklit betul-betul dilaksanakan secara benar dan sesuai prosedur protokol kesehatan. 


Menurut Jamhari, sampling hasil coklit PPDP dilakukan di 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik, sebanyak 232 desa, 1.564 TPS (tempat pemungutan suara) dan 12.936 rumah.

 “Jika nanti ditemukan ada rumah yang sudah ditempel stiker tapi tidak dilakukan oleh PPDP, maka patut dicurigai bahwa yang coklit bukan PPDP. Sehingga, bisa direkomendasi untuk coklit ulang,” ancamnya. 


Tidak hanya tahapan coklit, saat ini Bawaslu Kabupaten Gresik juga aktif memantau bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Gresik. Hal ini untuk mencegah terjadinya permasalahan di masyarakat. 

“Walaupun belum ada calon bupati dan calon wakil bupati, kita sama-sama menjaga ketenangan di masyarakat. Kita berharap Pilkada Gresik 9 Desember mendatang benar-benar aman, lancar,  bersih, jujur, adil, dan damai," tegas Ketua Bawaslu Gresik Moch Imron Rosyadi didampingi Kordiv Pengawasan Jamhari, Kordiv Penindakan Nadhori, Kordiv Hukum Rofa'atul dan Kordiv SDM Maslukhin ,  sampai berita ini diturunkan, Jum.at 31 Juli 2020. 



Sumber Berita: Ddk 
Penulis penanggung jawab redaksi  gresiknews1.com  Arifin S.Zakaria

Bawaslu Gresik Tegur KPU, Proses Coklit Amburadul Tidak Sesuai Aturan

GRESIK , gresiknews1.com -. Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Gelaran Pilkada Gresik yang memasuki tahapan coklit (pencocokan dan penelitian) mendapat perhatian serius dari Badan pengawasan pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik. 

Sesuai jadwal, tahapan coklit dimulai sejak 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020 yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) berdasarkan SK dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik.


Sayangnya, sejak dimulai coklit sampai hari ini, Selasa (21/7/2020), Bawaslu Gresik menemukan banyak pelangaran yang dilakukan oleh PPDP. Diantaranya, ada PPDP yang belum melakukan coklit sama sekali.

"Kami menemukan ada 11 PPDP dari Kecamatan Menganti yang belum melakukan coklit. Rinciannya, 4 petugas dari Desa Drancang, 4 dari Desa Kepatihan, 2 dari Desa Pelem Watu, dan 1 dari Desa Hendrosari," beber Syafi' Jamhari, Kordiv PHL (Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga) Bawaslu Gresik, Selasa (21/7/2020).

Tidak hanya itu, lanjut Jamhari, pihaknya juga menemukan PPDP yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat coklit.  Hal itu  terjadi di Kecamatan Dukun, Desa Lowayu TPS 09. Sedangkan di TPS 01 Desa Pedagangan Kecamatan Wringin Anom ditemukan dugaan pelanggaran coklit tidak dilakukan oleh PPDP, tetapi dilakukan orang lain. 

"Kami juga menemukan PPDP yang tidak meminta dokumen kependudukan saat coklit. Diantaranya Kecamatan Benjeng Desa Metatu TPS 09, Kecamatan Kebomas Desa Kawisanyar TPS 02, dan Kecamatan Gresik Desa Gapuro Sukolilo TPS 03," ungkapnya. 


Diungkap Jamhari, temuan pelanggaran lainnya terjadi di Kecamatan Wringinanom Desa Pedagangan TPS 01 adanya stiker AA2 KWK yang ditempelkan oleh Ketua RT di rumah-rumah warga tanpa melakukan coklit dan tanpa ditandatangani oleh pemilik rumah. 

"Ada juga PPDP yang tidak menyandingkan KK pemilih dengan A-KWK. Hal ini kami temukan di Kecamatan Benjeng Desa Metatu TPS 09, Kecamatan Kebomas Desa Kawisanyar TPS 02, dan Kecamatan Gresik Desa Gapuro Sukolilo TPS 03," imbuh Jamhari. . 

Terkait temuan ini, Ketua Bawaslu Gresik Moch Imron Rosyadi menegaskan, pihaknya sudah memberikan teguran sekaligus menyurati KPU agar secepatnya  memperbaiki proses coklit yang sudah dilakukan PPDP. 


"Kita tegak lurus. Kita kirim saran perbaikan secara tertulis, baik Panwascam mengirim saran perbaikan ke PPK, maupun Bawaslu mengirim saran perbaikan ke KPU, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," tandasnya serius. 


Untuk itu, pihaknya telah mengerahkan jajaran Bawaslu Gresik menempel terus petugas pemutakhiran data pemilih guna memastikan prosedur coklit dilaksanakan sesuai aturan. 


Sumber Berita ; Ddk 
Pendiri penanggung jawab redaksi gresiknews1.com ; Arifin S, Zakaria

Deklarasi Dukungan Dari DPD Partai Nasdem Kepada Pasangan Cabup - Cawabup Pilkada Serentak tahun 2020

GRESIK, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Deklarasi Dukungan Pasangan calon Fandi Akhmad Yani, SE  & Dra. Aminatun Habibah M.Pd yang bertempat di kantor DPD partai Nasdem Gresik Jl Veteran Kec Kebomas Kab Gresik,  dalam Pilkada serentak tahun 2020 yang diikuti sekitar 150 orang dengan penanggung jawab Sdr Syaiful Anwar (Ketua DPD Nasdem Gresik), pada hari Minggu 19 Juli 2020. 



Hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut 
-  Ach Fadil Muzakki Syah, S.Pd.I. (anggota DPR RI Dapil Jatim III).   - Dr. Suyoto, M.Si (Mantan Bupati Bojonegoro periode 2008-2018/ Wakil Ketua DPP Nasdem Prov Jatim) . 
- Ahmad Iwan Zunaih (Anggota DPRD Prop. Jatim Fraksi Nasdem). 
- Saiful Anwar (Ketua DPD Nasdem Gresik). 
- Fandi Akhmad Yani, SE (Ketua DPRD Kab. Gresik/ Bakal Calon Bupati Gresik)
-  Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd (Bakal Calon Wakil Bupati Gresik) , 
- Sdr. Ainul Fuad. MM (Sekretaris DPD Nasdem)
- Sdr. Musa (Anggota DPRD Kab. Gresik fraksi Nasdem)
- Sdr. M. Nasir (Anggota DPRD Kab. Gresik fraksi Nasdem)
- Sdr Mahmud (Anggota DPRD Kab. Gresik fraksi Nasdem)
-  Sdr. Nurhudi Didin. A (Anggota DPRD Kab. Gresik fraksi Nasdem)
-  Sdr. Catur Dadang Raharjo (Anggota DPRD Kab. Gresik fraksi Nasdem) . 

* Lebih lanjut dikatakan dalam kegiatan tersebut yang dimulai dengan Santunan anak yatim, dan dilanjutkan dengan  apa yang disampaikan oleh Fandi Akhmad Yani, SE dan Dra. Aminatun Habibah, M.Pd dalam Pilkada serentak tahun 2020 bahwa  dengan mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan yang hadir dalam kegiatan deklarasi dukungan Nasdem, " Ujar, " Fandi Akhmad Yani, SE

 

- Mengucapkan terima kasih atas kepecayaan kepada Paslon Fandi Akhmad Yani, SE dan Dra. Aminatun Habibah, M.Pd dalam Pilkada serentak tahun 2020 yang diberikan kepada Partai Nasdem, Pungkasnya, ".



* Juga dari Ketua DPD Nasdem Gresik menyampaikan degan 
mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dalam kegiatan Deklarasi dukungan terhadap pasangan calon Fandi Akhmad Yani, SE dan  Dra.Aminatun Habibah, M.Pd, " Ujar, " beliaunya 

-Dan Mengajak bersama-sama untuk bekerja secara maksimal agar pasangan calon Fandi Akhmad Yani, SE dengan Dra. Aminatun Habibah, M.Pd dapat memenangkan Pilkada serentak tahun 2020 di Kabupaten Gresik, Tutunya, ". 



Selama pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Bahwa giat tersebut merupakan bentuk dukungan dari DPD Partai Nasdem Gresik kepada pasangan calon Fandi Akhmad Yani, S.E dan  Dra. Aminatul habibah M.pd dalam rangka pilkada serentak tahun 2020 yang akan datang. 



Penulis Arifin S.Zakaria gresiknews1.com ( Pendiri,  Penangung Jawab Redaksi )

Jelang Pilkada Gresik, Kades Sekapuk: Jika Ada Kades Tidak Netral, Itu Berarti Kades Abal-abal

GRESIK -   gresiknews1.com   - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap 


Kerawanan Pilkada tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2020 diantaranya adalah netralitas ASN, TNI-Polri,  termasuk Kepala Desa dan Perangkat Desa. 

Untuk itu, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terkait kerawanan Pilkada tersebut, Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik gencar melakukan himbauan. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi himbauan kepada Kades dan Perangkat Desa Sekapuk Ujungpangkah di wisata alam Setigi. 



Giat cerdas Bawaslu Gresik ini mendapat dukungan dan apresiasi positif dari Kades Sekapuk Abdul Halim. Pihaknya menyerukan kepada AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Gresik agar menginstruksikan kepada seluruh kades dan perangkat desa untuk menjaga netralitas dalam Pilkada Gresik.

"Saya Abdul Halim, Kades Sekapuk Ujungpangkah di hadapan Ketua Bawaslu Gresik Moch. Imron Rosyadi siap bersikap Netral dalam Pilkada Gresik. Jika sampai ada Kades yang tidak netral, itu berarti Kades Abal-abal," tegas Abdul Halim, salah satu Kades yang dikenal vokal dan lantang menyuarakan kebenaran ini, Selasa (14/7/2020).



Menanggapi komitmen yang luar biasa ini, Ketua Bawaslu Gresik Moch Imron Rosyadi menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kades Sekapuk serta seluruh perangkatnya yang siap menjaga netralitas dalam Pilkada Gresik 9 Desember mendatang. 

Dijelaskan Imron, netralitas ASN, TNI-Polri, Kepala Desa dan Perangkat Desa ini sudah diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, UU Nomor 7 Tahun 2017, UU Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004, serta Peraturan Bawaslu Nomor 21 Tahun 2018 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum. 



"Bahkan, sesuai ketentuan Pasal 71 UU No 10 Tahun 2010, pejabat Aparatur Sipil Negara, anggota TNI/POLRI dan Kades dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan salah satu pasangan calon. Bagi ASN, unsur keamanan dan Kades yang sengaja melanggar ketentuan tersebut akan dipidana dengan sanksi penjara,” tandasnya serius. 


Sumber berita: Ddk
Pendiri dan penanggung jawab redaksi  gresiknews1.com  : Arifin S.Zakaria

SUASANA JELANG PILGUB JATIM 2018 MAKIN MEMANAS

LAMONGAN gresiknews1.com - Sebentar lagi di jawa timur akan punya gawe besar sebuah pesta demokrasi yang setiap lima tahun sekali di laksanakan, kondisi ini semakin hari semakin memanas, karena masing-masing calon sedang gencar-gencarnya meraih simpati rakyat, banyak anggota Muslimat yang mengatakan bahwa perempuan sudah saatnya memimpin jawa timur, alasanya Perbandingan pemimpin laki-laki dan perempuan di sejumlah daerah baik di level Kabupaten/Kota ataupun di tingkat provinsi masih sangat timpang. 

Hanya ada segelintir perempuan yang menjadi gubernur atau bupati dan walikota. Dari 400-an pemimpin se-Indonesia, ke semuanya di dominasi oleh kaum Adam. Itu, seolah menjadi kongklusi itu "Saatnya Perempuan Memimpin".
Pernyataan itulah yang terlontar dari mulut Arumi Bachsin, artis yang juga istri Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.
"Alangkah lebih baik, bisa sekali saja Jawa Timur mempunyai gubernur perempuan," kata Arumi, seusai istiqosah akbar yang digelar Muslimat NU, Kabupaten Lamongan, di Gedung Olahraga (GOR), Sabtu (30/12). 

Menurut Arumi, perempuan memiliki naluri keibuan yang selalu ingin memberikan terbaik untuk anak-anaknya. Pemimpin perempuan itu, sambungnya lebih empati dan lebih peka dalam mendengar jeritan rakyat.
"Sebagai seorang ibu, sudah terbiasa melayani, memperhatikan anak-anaknya, suaminya. Perempuam itu punya naluri untuk mengabdi," ujar Arumi. 

Khofifah merupakan salah satu kader NU yang memiliki kecerdasan dan peka akan masalah sosial yang terjadi, khususnya di Jawa Timur. Tak hanya peduli pada kaum perempuan, Khofifah yang menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat ini peduli pada semua lapisan masyarakat.
Atas mengalirnya dukungan elemen masyarakat pada Khofifah untuk memimpin Jawa Timur yang terus mengalir, Ia berharap Khofifah-Emil keluar sebagai pemenang dalam Pilgub Jatim. 
"Mohon doa restu, mohon dukungan. Nyiwung pangdonganipun ibu-ibu (minta doanya ibu-ibu)," ucap Arumi. 

Lebih lanjut Arumi, Arumi mengaku, akan senantiasa mendukung suaminya yang maju sebagai Cawagub. "Saya doakan sebagai isteri, apapun keputusan suami sebagai isteri harus support," tuturnya. 

Bahkan, Arumi juga menyatakan kesiapannya apabila pasangan ini terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. "Doakan saja, dengan berjalannya waktu, mental dan fisik juga harus kita siapkan," ungkapnya.

Lain lagi dengan pendapat pengamat politik jawa timur, Menurut Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH, pengamat Politik dari JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur, "Kalkulasi politik bahwa kemenengan sudah ada didepan mata adalah sah-sah saja, namanya pendapat dalam percaturan politik itu wajar karena juga di lindungi oleh undang-undang, namun yang terpenting itu adalah bagaimana meyakinkan warga Muslimat itu sendiri, agar tidak pudar, karena yang sering terjadi itu ditengah perjalanan banyak dari mereka yang tidak komitmen dan konsisten terhadap apa yang jadi pilihanya, contohnya semula mereka sudah mantab dengan pilihanya ini, namun begitu tau bahwa tim suksesnya adalah orang yang reputasinya tidak baik dimasyarakat, akhirnya berpaling kecalon lain, hal demikian ini sering terjadi di negeri kita ini, memang kelihatanya sepele tapi ternyata adalah virus, jadi seleksi untuk mengangkat seseorang menjadi tim sukses adalah bagian dari hal yang terpenting dan tidak bisa diabaikan begitu saja, karena tim sukses adalah bagian dari ruh pilkada itu sendiri, kebanyakan masyarakat yang ada dikelas bawa itu tidak melihat siapa calonya, tapi melihat figur atau tim sukses yang dilingkunganya itu sendiri, kalau figur atau tim suksesnya yang dibawa ini orang mendem, mana mungkin bisa mengajak dan mempengaruhinya",Demikian tutur Kyai Muzakkin (Gus Zakky) yang juga pengasuh pondok pesantren Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa timur ini, dalam mengakhiri pembicaraanya. 


Arifin S Zakaria Partner
Sumber : SuaraJCW.news (KikiJCW)

Susun Perda Kawasan Industri DPRD Situbondo, Berguru Ke Gresik

Gresik - Investor silahkan masuk, untuk zonasi disesuaikan dengan lingkungan. Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menerima rombongan anggota DPRD Kabupaten Situbondo yang berkunjung Ke Pemerintah Kabupaten Gresik, Selasa (24/5/2016).

Rombongan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Situbondo tersebut berjumlah 11 orang. Mereka dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Zainiyah. Dalam pernyataannya Zainiyah mengungkapkan kehadiran mereka kali ini pada kali ke dua. "Pada kehadiran kami kali ini  dalam rangka penyusunan Perda inisiatip terintegrasi kawasan industry di Kabupaten Situbondo" katanya.

Zainiyah mengaku terkesan saat kunjungan pertama dulu, kali ini Zaniyah mengaku hanya membawa rombongan kecil. "Kunjungan kali ini agar lebih focus dalam mendalami terkait dalam rangka penyusunan Perda tersebut. Memang kalau dilihat lebih jauh ada perbedaan dalam Rencana Tata Ruang wilayah antara Gresik dan Situbondo. Perbedaan ini yang akan kami minta pendapatnya kepada bapak Bupati Gresik" katanya memohon.

Beberapa hal tentang RTRW di Gresik dijelaskan oleh Sambari yaitu tentang zonasi  yang ditandai dengan warna-warna. "Tapi tidak menutup kemungkinan adanya himpitan warna yang missal tidak mungkin dalam satu wilayah itu misalnya Kecamatan Kebomas disitu zona indistri. Tapi kan juga ada pertanian dan pemukiman" kata Bupati. "Kami tidak mengatur sampai detil kecamatan dan desa" timpal Sambari.

Hal ini yang ditanyakan lebih jauh oleh Zainiyah, Kalau di Situbondo zonasi yang tertera pada perda sampai pada desa dan kecamatan. Hal ini yang menyulitkan kami. "Misal untuk Kecamatan Panarukan yang masuk wilayah Pendidikan, padahal disana daerah yang punya potensi perikanan. Sehingga investor mau membangun cold storage saja tidak bisa" Keluh Zainiyah.

Beberapa hal yang juga terungkap tentang kawasan industry di Gresik, yaitu tentang pembangunan kawasan misalnya KIG, Kawasan Maspion. "Kawasan Maspion ini yang mulanya hanya 264 hektar saat ini telah berkembang menjadi sekitar 500 hektar" tambah Sambari. sdm/arifin sz/team

Bupati Gresik Resmikan Kantor PDAM Giri Tirta

Gresik - PDAM Giri Tirta Gresik diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perkembangan dan kemajuan daerah. Karena semakin lengkapnya fasilitas perkantoran di suatu daerah, menjadi salah satu indikator bahwa daerah tersebut semakin berkembang dan maju, sehingga berpengaruh kepada peningkatan masyarakatnya.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang didampingi Wakil Bupati Gresik Moch Qosim dan sejumlah pejabat terkait saat meresmikan kantor PDAM yang berlokasi di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (21/05).

Bupati Sambari menegaskan, bahwa pelayanan PDAM terhadap masyarakat harus lebih ditingkatkan dan mampu mencukupi kebutuhan dimasyarakat. "Karena air merupakan kebutuhan vital dimasyarakat, karena itu pelayanan terhadap masyarakat harus dilakukan sebaik mungkin," ujar Sambari.

Dirinya juga memberikan statement tegas terhadap Dirut PDAM Muhammad, bahwa apabila pelayanan PDAM tidak lancar hingga pertengahan tahun 2018, dirinya akan memberikan sanksi tegas terhadap Dirut PDAM tersebut.

Hal itu sontak membuat Muhammad semakin dituntut untuk bekerja ekstra dalam peningkatan pelayanannya. "Kami akan selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dimasyarakat. Dan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun mendatang, dirinya akan meningkatkan kapasitas air menjadi 2000 liter perdetik," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim juga mengatakan bahwa PDAM dan Pemerintah selalu berjalan beriringan agar masyarakat mendapat kenyamanan dalam menggunakan air yang termasuk dalam kebutuhan sehari-hari. "Renovasi gedung ini adalah bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan, sekaligus wujud ikhtiar Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat," ujar Qosim.

Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono juga berharap agar nantinya PDAM Giri Tirta untuk selalu menjaga kualitas dan kuantitas air baku dengan menjaga kualitas lingkungan sumber airnya. ia/arifin sz/team


Peringati Mayday, Buruh Gresik Adakan Sarasehan Dengan Pemerintah

Gresik - Dalam rangka hari buruh, Wakil Bupati, Mohammad Qosim mengumpulkan seluruh serikat buruh dan pekerja di Gresik untuk bersarasehan. Selain Wabup, acara yang berlangsung di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro pada Rabu (4/5/2016) juga dihadiri segenap anggota Forkopimda Gresik, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gresik, Ketua Apindo Gresik, Perwakilan BPJS Gresik, serta dari beberapa perwakilan Rumah Sakit rujukan BPJS yang ada di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Wabup Qosim menyampaikan terma kasih kepada semua buruh di Gresik yang bisa menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan di Gresik. "Saya sangat hormat dan simpatik kepada semua buruh di Gresik yang pada hari buruh kemarin tidak melakukan demo yang mengganggu ketertiban masyarakat serta bisa menjaga kondisi stabilitas kamtibmas di Gresik".

Qosim mengatakan, sudah semestinya saat kita memperingati hari buruh kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan seperti yang telah anda tunjukkan hari ini. "Hari buruh merupakan momentum untuk kita saling bersatu diantara sesama buruh. Bahkan bersatu dengan pemangku kepentingan yang lain. dan tidak menciptakan keresahan dimasyarakat terutama pemakai jalan" katanya.

Pernyataan Wabup ini juga didukung oleh Kapolres Gresik, AKBP. Adi Wibowo SIK dan Dandim 0817 Letkol Arm. Hendro Setyadi. Selain menyatakan terima kasih atas stabilitas Kamtibmas terutama saat hari buruh, Kapolres juga berpamitan kepada semua unsure buruh di Gresik. "Saya mohon pamit karena akan bertugas ditempat yang baru. Saya juga akan sampaikan ke pengganti saya tentang kondisi serta kerjasama yang baik antara Polisi dengan buruh di Gresik selama ini" ujarnya.  

Kepala Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Mulyanto, acara sarasehan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan hari buruh se dunia. "Selain Sarasehan, kami sudah menggelar beberapa pelatihan, yaitu pelatihan damkar, P3K, K3, operator alat berat. Kami juga mengadakan Istighotsah, sosialisasi BPJS Tenaga kerja maupun BPJS Kesehatan" ujar Mulyanto.

Saat acara audiensi antara Pemerintah dan buruh, Wabup Qosim menjadi moderator. Banyak hal yang ditanyakan para buruh diantaranya kesejahteraan buruh, perlindungan terhadap buruh oerempuan. Dan yang paling banyak ditanyakan buruh yaitu tentang fasilitas BPJS. Buruh meminta agar fasilitas jaminan BPJS diperbaiki."Kami berharap agar tidak ada lempar tanggung jawab terkait pelayanan BPJS, sehingga kami seolah-oleh dipimpong" ujar salah seorang penanya yang bernama Nandar. sdm/arifin sz/team

Pejabat Pemkab Semarang ‘Ngangsu Kaweruh’ ke Pemkab Gresik

Gresik - Sebanyak 37 Pejabat dari Pemerintah Kabupaten Semarang pada Rabu (27/4/2016) berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka yang terdiri dari Sekda, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta dipimpin oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di Ruang Rapat Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik.
 
Menurut Wabup Semarang, kedatangannya ke Pemkab Gresik dengan membawa semua pejabat Pemkab Semarang ini untuk 'Ngangsu Kaweruh' tentang Pelayanan public serta tata kelola Pemerintahan. "Kami datang ke Gresik karena kami tahu bahwa Gresik lebih besar disbanding kami. Baik dari sisi pendapatan, jumlah penduduk serta luas wilayah" katanya.

Pernyataan Ngesti Nugraha ini juga diamini Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono. Birokrat no satu dari Kabupaten Semarang ini juga menambahkan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati serta semua Pejabat dari Kabupaten Semarang ini dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Informasinya Gresik juga tengah menysusun RPJMD juga," tandasnya.

Banyak hal yang ditanyakan terutama terkait pelayanan Publik, mulai dari Program Kesehatan yang diaplikasikan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat. Program Pendidikan, Perijinan dengan pemberlakuan Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). "Di Kabupaten Gresik PTSP berlaku sejak 1 Januari 2016. Total ada 93 perijinan yang saat ini dilayani oleh Badan Penanaman modal dan Perijinan Kabupaten Gresk". Sebelumnya perijinan tersebut tersebar di beberapa SKPD terang Tursilo.

Memang dalam pelaksanaannya, ada perijinan yang masih dikerjasamakan dengan pihak SKPD terkait. Namun mulai masuk dan keluarnya perijinan tersebut tetap di BPMP Kabupaten Gresik, tambah Asisten. Tentang hal itu, Sekretaris BPMP Gresik Lilik Sopiati menjelaskan, "Pelaksanaannya tetap satu pintu yaitu di kantor BPMP. Masyarakat tidak perlu lagi mengawal berkas itu cukup masuk kekantor kami dan keluar dari kantor kami" tukas Lilik.

Pada akhir audiensi, Sekda Kabupaten Semarang bertanya tentang keberadaan bangunan Kantor Bupati Gresik. "Kantor Bupati Gresik ini dibangun pada tahun 1998 diatas lahan seluas 36 hektar. Perolehan tanahnya berasal dari tukar guling karena tanah kantor Bupati ini dulunya milik TNI AU. Rencananya semua kantor Pemkab Gresik akan dibangun di sekitar sini" jelas Tursilo. sdm/arifin sz/team

PKS DPD Gresik Rayakan Milad dan Hari Kartini

Gresik - Selang dua hari Momen Perayaan hari Kartini, Partai Keadilan Sosial Sejahtera (PKS) Kabupaten Gresik merayakan Semarak Milad (ulang tahun) ke-18. Milad ini Sekaligus merayakan hari Kartini yang jatuh pada 21 april kemaren. Perayaan ini oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Gresik dipusatkan dihalaman Kantor Komplek Ruko Grand Kartini, Minggu pagi (24/4).

Kegiatan tersebut diisi dengan kegiatan senam PKS Nusantara dengan undian berhadiah, juga basar baju KW serta makanan dan minuman. Masarakat sekitar juga tampak antusias, setidaknya ada 3 perempuan inspirasi yang lolos seleksi dan terpilih mewakili masyarakat Gresik yang menjadi tamu dalam perayaan acara tersebut.

Sementara itu, Nensi Septriana selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan senam PKS Nusantara ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat sehat serta untuk mendekatkan hubungan antara partai dengan masyarkat.

"Agar semua masyarakat tidak anti pati terhadap partai politik, maka dari itu kami mengundang masyarakat sekitar untuk hadir memeriahkan acara ini. supaya hubungan kami dengan masyarakat lebih erat". ujar Nensi yang tak lain adalah Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS DPD Gresik itu.

Senada dengan Nensi, Ketua DPD PKS Kabupaten Gresik, Rizal Mohammad Qohar juga mengatakan bahwa PKS akan terus meningkatkan tali silaturahmi terhadap masyarakat Kabupaten Gresik.

"Meski PKS tidak mendapatkan kursi diparlem namun kami akan terus meningkatkan silaturahmi dan memberikan hal-hal baik untuk masyarakat luas suapaya para kader lebih maksimal berkhidmat untuk rakyat," pungkas Rizal. Afin sz/team

Santri Asal Darut Taqwa Juarai Lomba Kitab Kuning Fraksi PKS

Gresik - Salah satu santri dari Pondok Darut Taqwa Gresik yang bernama Muhammad Alfian Hadis Saputra (21) berhasil menjadi Juara Harapan Satu dalam ajang lomba membaca kitab kuning tingkat wilayah yang digelar oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur dalam rangka menyambut Milad PKS yang ke 18, bertempat di Kantor DPW PKS Jawa Timur Sabtu kemarin.

Alfian yang merupakan mahasiswa semester 6 di STAIDA sangat senang dengan mengikuti lomba yang diadakan PKS tersebut "lomba yang sangat bergengsi dan dangat menantang, tidak hanya menerangkan kitab kuning, akan tetapi juga dituntut menjelaskan kalimat perkalimat, dengan kaidah bahasa arab dan menerangkan" ujar Alfian ketika dikunjungi Pengurus DPD PKS Gresik di Pondoknya, Minggu (17/4).

Para pengurus DPD PKS Gresik yang diwakili oleh Wakil Ketua Suharmaji, Sekretaris Edi Erma, dan Bidang Pembangunan Umat Anwar Mahzumi menyerahkan langsung piala, piagam dan uang pembinaan sebesar 3 juta kepada Alfian  di Pondok Darut Taqwa yang berlokasi di Desa Suci, Kecamatan Manyavr Gresik.

Lomba kitab kuning sendiri merupakan tradisi tahunan di PKS, dan pada tahun ini ditingkatkan menjadi lomba tingkat nasional dan akan menjadi acara puncak di Jakarta bersamaan dengan acara Milad PKS yang akan diikuti juara masing masing propinsi, Jawa Timur sendiri dimenangkan oleh santri dari Pondok Darul Ulum Magetan.

Acara lomba tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan PKS untuk mendorong tradisi keilmuan yang mulai dilupakan. daniel/arifin sz/team

Rawan Penyelewengan Dana Desa, Zia Ulhaq Angkat Bicara

Malang - Tidak adanya petunjuk teknis (juknis) maupun petunjuk pelaksanaan (juklak) dalam pengelolaan Dana Desa (DD) membuat Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq angkat bicara.

Menurutnya ada banyak kasus pelanggaran penggunaan DD. Hal itu ia ketahui setelah melakukan uji petik dari komisinya. Diakuinya bahwa kondisi semacam ini bisa saja terjadi, mengingat sejauh ini belum ada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dalam tata cara pengelolaan dana desa tersebut.

"Pada umumnya sebagian besar kepala desa itu merasa kebingungan, karena dasar pijakan mereka tidak ada. Akhirnya mereka meraba-raba penggunaan dana desa tersebut agar dia tidak bisa terjerat oleh hukum," terang Zia Ulhaq, Selasa (29/3).

Pihaknya menekankan kepada warga, agar tidak serta merta melaporkan temuan pelanggaran DD. "Alasannya, DD adalah hal baru bagi pemerintahan desa, sehingga dengan mendapat dana yang cukup besar itu para kepala desa sangat sulit dalam penggunaannya," imbuh Zia Ulhaq

Zia meminta agar ada dialog terlebih dahulu antara warga dengan pemerintah desa apabila masyarakat menemukan kejanggalan soal dana desa.

"Ada keterkejutan di pemerintahan desa. Karena tiba-tiba mereka mendapat dana gelondongan begitu besar dari pemerintah pusat. Mereka kebingungan akan digunakan untuk apa," imbuhnya.

Oleh sebab itu, kata Zia, "pihak-pihak terkait harus segera menerbitkan juklak dan juknis tentang dana desa tersebut," jelasnya. arifin sz / team

Mutasi Jabatan Kembali Dilakukan Polres Gresik

Gresik - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali melakukan mutasi jabatan beberapa Kapolsek dan bagian perlengkapan untuk penyegaran serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Rabu (23/3/2016).

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pesisir Selatan, Sumbar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ady Wibowo, menjelaskan mutasi jabatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparat Kepolisian di wilayah hukum Gresik.

"Tugas jabatan ini untuk meningkatkan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat," kata Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo.

Beberapa Kapolsek yang mengalami mutasi, yaitu Kapolsek Manyar AKP Muljono digantikan AKP Frihamdeni Kapolsek Jenu, Kabupaten Tuban.

Sedangkan AKP Muljono dipindah tugas dibagian sarana dan prasarana (Sarpras) Polres Gresik.

Kapolsek lainnya yaitu AKP Arief Rasyidi yang sebelumnya Kapolsek Tambak, Pulau Bawean dipindah tugaskan menjadi Kapolsek Sangkapura di Pulau Bawean.

Sedangkan AKP Tulus yang sebelumnya Kapolsek Sangkapura ditugaskan menjadi Wakapolsek Driyorejo.

Sementara Kapolsek Tambak digantikan Iptu Winaraji yang sebelumnya Kepala Seksei (Kasi) Pengawas Polres Gresik. (arifin sz/team)

Mapolres Lamongan Disambangi Kapolda Jawa Timur

Lamongan - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji mengunjungi Mapolres Lamongan, Rabu (23/3/2016). Kedatangan Irjen Pol Anton ke Polres Lamongan merupakan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah polres di Jawa Timur.

Sebelum ke Polres Lamongan, Kapolda Anton dan rombongannya bermalam di tempat Wisata Bahari Lamongan (WBL) Tanjung Kodok yang merupakan tempat wisata terkenal di Kabupaten Lamongan.

Kapolda beserta rombongan tiba di Polres Lamongan sekitar pukul 09:45 WIB, Kapolres AKBP Trisno Rahmadi, Muspida Kabupaten Lamongan dan kurang lebih 700 anggota Polres Lamongan menyambut kedatangan Kapolda.

AKBP Trisno Rahmadi, Kapolres Lamongan berharap kepada semua jajaran Muspida Lamongan agar dalam melaksanakan tugas saling kerja sama dengan baik.

"Trimakasih kepada semua undangan telah hadir, semoga dalam pelaksanaan tugas di semua jajaran polsek, koramil serta masyarakat bisa bersinergi," ungkap Kapolres saat memberikan sambutannaya.

Sementara, Kapolda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Lamongan beserta jajaran yang telah menciptakan banyak inovasi dan bisa melaksanakan kegiatan kamtibmas dengan baik.

"Tugas utama kita adalah melayani masyarakat. Saya datang kesini tugasnya untuk melayani rekan-rekan semua dan untuk memberikan support atas inovasi Kapolres Lamongan. Jadilah anggota polisi yang baik dan juga layani masyarakat dengan baik," harap Kapolda.

Selain itu, Kapolda menekankan terhadap semua jajaran Polres Lamongan khususnya untuk selalu aktif dalam pencegahan tindak kriminal yang menjadi momok bagi masyarakat.

"Saya berharap supaya lebih ditingkatkan dalam melakukan tugas Preventife dan Pencegahan tidak kejahatan yang meresahkan masyarakat. Seperti yang sering terjadi curanmor, pencurian hewan ternak, pencurian dengan kekerasan serta maraknya peredaran narkoba," pungkasnya.

Acara ini dihadiri Bupati, Wabub, Muspida Pemkab Lamongan, tokoh Agama serta Masyarkat Kabupaten Lamongan. (arifin sz/team)

Pemkab Gresik, Tambah 60 Pejabat Baru Pengadaan Barang

Gresiknews1.com - Kembali Pemkab Gresik mengadakan bimbingan teknis untuk 60 orang pejabat pengadaan barang. Bimtek yang rencananya dilaksanakan selama 3 hari ini kan akan diakhiri dengan ujian untuk mendapatkan sertifikasi pengadaan barang dan jasa yang akan dilaksanakan di Gedung ITS Surabaya.

Pembukaan Bimtek pengadaan barang dan jasa dilaksanakan di Ruang Mandala Bakti Praja pada Selasa (22/3/2016) dan dibuka oleh Asisten III Tarso Sugito mewakili Bupati Gresik. Dalam sambutannya, Tarso yang membacakan pidato Bupati mengatakan,"Ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas pelayanan public", ujarnya.

Dengan pengelolaan keuangan yang efektif, efisian, transparan dan akuntabel, maka akan terwujud good government dan clean government. "Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah harus bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme" harap Bupati yang disampaikan oleh Tarso Sugito dihadapan 60 calon Pejabat pengadaan barang dan jasa Pemkab Gresik.

Sekretaris BKD Gresik, Suhaimi yang hadir dalam pembukaan Bintek tersebut mengatakan, pentingnya Bintek ini karena kami memandang betapa pentingnya peningkatan kapasitas kompetensi aparatur pengelola pengadaan barang. "Mereka harus memahami prosedur dan isi peraturan perundangan tentang pengadaan barang. Setiap penyimpangan ada konsekwensi hukumnya" tambah Suhaimi.

Kepada peserta bintek, Suhaimi berpesan agar para peserta bintek menggunakan kesempatan ini dengan sebaik baiknya. "Saya melihat beberapa peserta sudah menjalani bintek ini lebih dari sekali. Saya harap yang mengulang, agar pada sertifikasi kali ini bisa sukses dan lulus dengan memuaskan" pungkasnya. (sdm/arifin sz/team)    

PP Demo Kejati Jatim, Sesaat La Nyalla Ditetapkan Tersangka

Surabaya - Sejumlah anggota Pemuda Pancasila (PP) menggelar aksi protes di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Rabu (16/3). Aksi itu sesaat setelah Kejati mengumumkan status tersangka terhadap La Nyalla Mattalitti kepada awak media.

Korlap aksi itu, Agus, mengungkapkan, aksi tersebut adalah aksi solidaritas Pemuda Pancasila atas upaya kriminalisasi terhadap La Nyalla yang juga selaku Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. "Kami yakin, ini adalah upaya kriminalisasi ketua kami," kata Agus.

Massa yang mengenakan seragam loreng oranye itu tidak hanya datang dari Surabaya, tetapi juga dari Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla Mattalitti yang juga selaku Ketua Umum PSSI itu sebagai tersangka kasus dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2012.

Penetapan status tersebut berdasarkan Kep-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016, menindaklanjuti surat perintah penyidikan (sprindik) bernomor Print-291/ 0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016.

"Dana tersebut digunakan untuk membeli saham terbuka atau IPO di Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, I Made Suarnawan. arifin sz/team








Sumber: Kompas.com

La Nyala Layangkan Gugatan Praperadilan PN Surabaya

Surabaya - Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti resmi melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya, terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Jatim menetapkan Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Jatim, La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka atas dugaan korupsi pembelian IPO Bank Jatim 2012 senilai Rp5 miliar.

Adanya gugatan praperadilan tersebut dibenarkan oleh salah satu tim kuasa hukum La Nyalla, Sumarso, yang mengatakan bahwa gugatan tersebut telah dilayangkan ke PN Surabaya.

"Gugatan sudah kami daftarkan dengan nomer perkara 19. Kami mempertanyakan dasar hukum kejaksaan menetapkan Bapak La Nyalla sebagai tersangka," katanya usai melayangkan Gugatan Praperadilan di PN Surabaya, Jalan Arjuno, Jumat, 17 Maret 2016.

Sumarso menjelaskan, objek yang digugat adalah surat perintah penyidikkan (sprindik) bernomor Print-291/ 0.5/Fd.1/03/2016 bertanggal 10 Maret 2016 dan surat penetapan tersangka La Nyalla bernomor Kep-11/0.5/Fd.1/03/2016 bertanggal 16 Maret 2016, yang diterbitkan Kejati Jatim.

"Dua surat itu sulit ditemukan dasar hukumnya. Karena tanpa pemeriksaan saksi-saksi kejaksaan sudah menaikan status perkara ke tingkat penyidikkan dan menetapkan tersangka. Apalagi, beberapa hari sebelumnya dua sprindik pertama dimentahkan oleh pengadilan," jelasnya.

Sumarso menilai, ada kejanggalan dari penetapan tersangka La Nyalla oleh Kejati Jatim. Pasalnya, untuk menaikan perkara ke tingkat penyidikan diperlukan serangkaian kegiatan pengumpulan bukti dan keterangan saksi.

Sedangkan Kejaksaan sendiri, dalam hal ini belum melakukan pengumpulan bukti dan meminta keterangan saksi dalam kasus tersebut.

"Kasus ini tiba-tiba ada tersangkanya," ujar Sumarso. Ia juga mempertanyakan empat alat bukti yang disebut-sebut sudah dikantongi untuk La Nyalla sebagai tersangka. "Katanya bukti baru, paling sama dengan bukti-bukti perkara sebelumnya," tambahnya. arifin sz/team








Sumber: Beritacenter.com

HUT Gresik, Dihiasi Event Fun Bike

Gresik - Dalam rangka meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Gresik ke 42 dan Hari Jadi Kota Kota Gresik ke 529, Pemkan Gresik mengadakan event yang bertema 'Fin Bike Gresik 2016' yang berpusat di halaman Pemkab Gresik, Minggu (13/3/2016).

Antusias peserta Fun Bike terlihat saat panitia penyelenggara menyajikan hiburan dangdut, disitu para peserta menggoyangkan badan menikmati hiburan melepas lelah, penat beban pikiran.

Selain para peserta, Bupati Sambari Halim Radianto beserta jajaran SKPD Pemkab Gresik juga ikut serta memeriahkan, menyubangkan lagu, ada juga yang nyawer membuat suasana semakin ramai.

Meski ini hiburan Pemkab, namun dalam logo banner panggung tersebut ada tulisan nama salah satu media di Gresik (Memorandum-red). Seolah-olah sudah dihandle oleh pihak Memorandum. Tidak menutup kemungkinan, acara tersebut sudah di atur sebelumnya dengan pemerintah Kabupaten Gresik. Padahal bisa dibilang, di Gresik terdapat puluhan Media. Entah kenapa yang tercantum hanya satu media saja.

Sementara itu, Bupati Sambari mengungkapkan rasa trimakasihnya terhadap masyarakat Gresik yang telah meluangkan waktu dalam perayaan acara tersebut, "Trimakasih kepada masyarakat Gresik khususnya peserta Fun Bike yang sudah merespon positif atas terselenggaranya acara ini," katanya saat selesai acara kepada wartawan.

Dalam acara ini Suyono, Selaku Kabag Humas Pemkab Gresik sempat mengalami pingsan lemas tak berdaya. Namun beberapa menit kemudian Suyono kembali siuman dan kembali kepanggung memenuhi panggilan untuk menghibur bersama. arifin sz/team

Janji Sambari Qosim Untuk Terus Menerus Membangun Gresik

Gresik - Dihadapan para mantan pemimpin Gresik, Bupati berjanji bahwa pada masa Pemerintahan Sambari-Qosim di periode kedua ini akan terus menerus membangun Gresik. Janji ini disampaikan Dr. H. Sambari Halim Radianto saat memberi sambutan dalam resepsi HUT Pemkab Gresik ke 42 dan Hari jadi kota Gresik ke 529 yang berlangsung di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Jum'at (11/3/2016).

Seperti biasanya Sambari Halim Radianto yang memberi sambutan bareng bersama Mohammad Qosim banyak menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin Gresik yang terdahulu yang kata Sambari telah banyak berjasa meletakkan dasar-dasar pembangunan sehingga Gresik bisa menjadi seperti sekarang. Tambahnya dihadapan beberapa mantan dan keluarga Bupati, Sekda terdahulu yang hadir.

Sambari merinci beberapa jasa para mantan Bupati Gresik yang terdahulu, katanya "Saya masih ingat jasa Bapak Soefelan ketika ikut membagikan bantuan pada korban banjir saat tanggul Sembayat pernah jebol. Bapak Wasiaji yang membangun gedung Puteri Mijil, Bakap Amieseno yang berhasil memindahkan Rumah Sakit ke Bunder sehingga menjadi Rumah Sakit Ibnu Sina seperti saat ini" ujar Sambari.

Sambari juga mengingat tentang jasa Bapak Johansyah yang melakukan pengurukan lahan bakal kantor Pemda Gresik yang sekarang. "Bapak Bupati Soewarso melanjutkan pembangunan kantor Pemda tersebut juga sempat memulai pembangunan Masjid Agung Gresik. Kemudian pembangunan MAG dilanjutkan oleh KH. Robbach Ma'sum sampai selesai" katanya.

Masih menurut Sambari, Pada kepemimpinan KH. Robbach Ma'sum ini juga telah membangun Masjid Al Innabah di lingkungan kantor Pemkab Gresik. "Juga beberapa kantor diantaranya DPPKAD, BPMD, Disperindag UKM, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan lain-lain. Pak Robbach juga membangun Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik" tambah Sambari.

Meski banyak yang telah dibangun, namun Sambari tak menunjukkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. "Kalau hasil saya, silahkan anda lihat dan rasakan sendiri" ujarnya tanpa menyebut. Dia bahkan menyatakan penyesalannya, karena resepsi yang maunya akan dilaksanakan di WEP tahap II tak bisa terlaksana."Maunya saya ingin menunjukkan kepada para bapak dan ibu semua, namun ternyata masih perlu penyempurnaan" papar Sambari.

Sambari juga meminta maaf kepada semuanya terkait adanya pemberitaan yang kurang baik. "Kalau kemarin saya sempat diberitakan marah-marah terkait pembangunan WEP tahap II. Itu semua demi kebaikan warga Gresik semua. Agar gedung tersebut bisa sesuai keinginan semua masyarakat" tambah Sambari yang didampingi Mohammad Qosim.   

Sementara sambutan Qosim merespon puisi yang dibacakan oleh siswa dari SD Bambe Driyorejo. "Tentang cukup sandang pangan, ada air saat kemarau, tidak banjir saat hujan serta bisa sekolah dan tidak putus ditengah jalan seperti puisi yang disampaikan anak-anak kita tadi, adalah tugas Pemerintah dan wajib didukung oleh semuanya. Kami sekuat tenaga akan berusaha untuk memenuhi semua yang yang diharapkan oleh masyarakat" kata Qosim. (sdm/arifin sz/team)  

Pandemi Belum juga Sirna, NH Zakatkita Bagikan Beras 100 Ton untuk Masyarakat Prasejahtera

GRESIK,  gresiknews1.com  -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga sirna, kia...