Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Makam Ki Ageng Panohan Jadi Idola Alternatif Wisata Religi Bagi Sarkub

REMBANG gresiknews1.com - Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap
Makam Mbah Kyai Mauhammad Sholeh,atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ki Ageng Panohan kini jadi idola alternatif wisata religi bagi sarkub(sarjana kuburan), Keberadaanya memang tidak asing lagi bagi masyarakat Rembang Jawa tengah dan para pecinta Wali Nusantara di Jawa ini,alasanya karena lokasinya sangat indah sekali,masih sepi dan jauh dari keramaian kota, bisa dibuat sarana untuk menenangkan hati dan pikiran.

Tidak sedikit kaum muslimin dari berbagai daerah yang berziarah di makam Mbah Ki Ageng Panohan ini,mereka berdatangan silih berganti,mulai dari Jawa tengah sendiri,Jawa timur,Jawa barat dan luar pulau, bila melewati kota Rembang,keselatan sekitar kurang lebih 20 km,tepatnya di Desa Panohan Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang,Jawa tengah. 

Kyai.M.Muzakkin(Gus Zakky)Pengasuh pondok pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba Dzikrussyifa' Asma'Berojomusti Lamongan Jawa timur,bersama santrinya-pun juga menziarahi makam Waliyullah Ki Ageng Panohan yang terkenal dengan karomahnya ini.

Menurut Gus Zakky,panggilan akrabnya ketika di wawancarai oleh awak media infojatim.com beliau berkomentar menuturkan "Kita datang kesini bukan berwisata,juga bukan ada kaitanya dengan urusan Karomahnya Mbah Wakiyullah,kita datang jauh-jauh dari Lamongan murni berziarah, Ziarah kubur itu ajaran Rosulullah SAW, hukumnya Sunnah, tujuanya adalah agar ingat akan kematian,yang dilakukan dalam ziarah itu ya kirim do'a pada ahli kubur,dengan membaca Yasin dan tahlil,hanya begitu saja,tidak ada tujuan lain,semoga perjalanan spiritual ini mendapat ridho dari Allah SWT, ", Tuturnya dengan nada merendah,saat ditemui awak media di lokasi makam Mbah Ki Ageng Panohan,Rembang Jawa tengah, (Sabtu,25/01/2020). 

Selain itu Kata Gus Zakky,Pria yang juga ketua umum JCW(Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa timur,dan Ketua BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini menambahkan, "Ngalap barokah itu juga penting,kita ini bukan siapa-siapa,kalau tidak ikut rombongan waliyullah dan Rosulullah itu nanti diakherat mau ikut siapa, Kita ziarah seperti ini menandakan kita cinta pada warostatul ambiya'(pewaris Nabi), dengan harapan agar kelak nanti kita bisa dikumpulkan bersama orang-orang yang Sholeh,seperti Waliyullah dan tentu bersama junjungan kita Nabi besar Muhammad Rosulullah SAW yang kita banggakan bersama", Ungkapnya. 

Untuk mengenal lebih dekat siapa sebenarnya Mbah Ki Ageng Panohan yang dimakamkan di desa Panohan itu ? Berdasarkan silsilah keturunanya, Mbah Muhammad Sholeh atau Ki Ageng Panohan ini, masih dzurriyah dari Nabi Muhammad Rosulullah dari jalur Sayyidina Husain putra Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW. Hal itu tampak jelas dalam silsilah yang terpajang di Joglo Peristirahatan di selatan makam Ki Ageng Panohan.

Tembok prasasti di selatan Makam itu juga nampak silsilah, Mbah Kyai Muhammad Sholeh(Ki Ageng Panohan) merupakan keturunan Maulana Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunungjati. Makam Kyai Muhammad Sholeh berada di pemakaman umum Desa Panohan Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Beberapa sumber menyebut, Mbah Sholeh merupakan keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW generasi ke-26. 

Untuk memasuki makam ini, peziarah harus melewati satu pintu yang hanya bisa dilewati satu orang sambil berjongkok, Pintu makam tidak terbuat dari kayu maupun tembok, melainkan akar pohon yang telah membentuk seperti mulut goa. Di dalam makam, lantai sudah berkeramik. Luasnya hanya mampu untuk menampung sekitar maksimal 20 peziarah. 

Soal suasana jangan di ragukan lagi,sangat teduh dan asri,pokoknya enak dibuat riyadho atau menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, disekeliling makampun tak terhitung berapa banyak pohon besar yang rindang berdiri menghiasi lingkungan kompleks makam tersebut,dan jangan khawatir di lokasi makam sudah ada tempat wudzu,toilet,kamar mandi,dan peristirahatanya,jadi para peziarah yang ingin menginap akan terasa nyaman.

Awalnya makam Mbah Sholeh biasa saja, seperti makam yang lain pada umumnya. Belum ada Joglo maupun bangunan lainnya. Setelah banyak masyarakat luar daerah berziarah ke tempat ini, masyarakat Desa Panohan mulai menata bangunan makam, Makam yang semula ditumbuhi semak belukar dan tak terawat, disulap menjadi bersih dan asri sehingga peziarah lebih nyaman dan khusuk dalam berdoa. 

Menurut cerita, Mbah Sholeh bukanlah warga setempat melainkan pendatang dari Cirebon Jawa Barat. Pada zaman kolonial, beberapa kiai dari Banten dan beberapa wilayah di Jawa Barat mengadakan perlawanan kepada penjajah,ketika terdesak mereka mundur dan mengasingkan diri untuk menghimpun kekuatan di Jawa Tengah. Diantaranya adalah Mbah Sholeh bersama dua cantriknya Kiai Ali Mahmudi dan Kiai Abu Bakar. 

Selanjutnya, tiga tokoh ini merapat ke Lasem,dan dalam perkembangannya beliau juga menyebarkan agama Islam di wilayah Lasem Jawa tengah di bagian selatan. Ketiga tokoh ini selain dikenal sakti mandraguna, mereka juga dikenal sangat ramah kepada siapapun, makanya mereka bisa diterima dimasyarakat dan sangat mudah dalam menyebarkan agama Islam. 

Mbah Sholeh dimakamkan di Panohan (tengah), sedangkan dua cantriknya Mbah Ali Mahmudi dan Mbah Abu Bakar di makamkan di tempat terpisah yang juga masih berada di wilayah Desa Panohan. Nampak jelas Gus Zakky yang mempunyai kepedulian terhadap ziarah ke waliyullah agar kita selalu ingat akan kematian. Mbah Ali Mahmudi di sebelah barat,dekat jembatan Panohan dan Mbah Abu Bakar di sebelah timur pemukiman di Desa Panohan pungkasnya. 


Penulis MM/KK Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com Arifin s.zakaria

Peringatan Maulid Nabi Dan Haul Akbar Di Musholla Wali Songo Sekaran Lamongan

LAMONGAN gresiknews1.com - Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. Tidak di duga sama sekali oleh panitia penyelenggara, ternyata masyarakat Sekaran Lamongan dan berbagai komunitas pecinta Rosulullah ini benar-benar sangat antusias sekali menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ,dan Haul ke 8 K.H.Abdullah faqih dan Bpk,Makruf (Ayah kandung dari Kyai.Mas'ud/Mbah Nang pengasuh pondok pesantren Wali Songo).

Kata Ustadz Sholeh, panitia dari keluarga ndalem, "Kemarin undangan saya sebar sebanyak 600 orang mas, Alhamdulillah yang datang malah membludak ada sekitar seribuan lebih, saya bisa mengatakan begitu karena panitia telah mempersiapkan konsumsi sebanyak seribu lebih, dan nyatanya itu habis semua terbagi", Ujarnya saat diwawancarai awak media di lokasi acara,(Rabo,11/12/2019). 

Hal senada disampaikan oleh Kyai.Mas'ud(Mbah Nang),pengasuh pesantren wali songo yang juga ketua komunitas pecinta wali nusantara, "Membludaknya pengunjung berarti itu menunjukkan masyarakat kita benar-benar cinta kepada Rosulullah Saw dan para pejuang agama seperti K.H.Abdullah Faqih Langitan dan Bpk,Makruf yang malam ini kita hauli bersama", Terangnya.

Acara sengaja di tempatkan di Musholla Wali Songo, karena lokasinya representatif, Baik segi parkir maupun pengunjung yang hadir, Yaitu 100 meter timurnya pasar desa Sekaran, kecamatan Sekaran, kabupaten Lamongan, Jawa timur.  

Adapun yang hadir dalam acara tersebut,antara lain : Ada dari jajaran NU, ibu-ibu dari Fatayat, Muslimat, Jamaah yasin dan Tahlil, para alumni langitan, komunitas pecinta wali nusantara/grup sarkub (sarjana kuburan) baik dari Tuban, Bojonegoro, Gresik dan Lamongan. Selain itu ada pula teman LSM, Sederet wartawan dan masyarakat setempat. 

Di awali dengan pra acara, di isi penampilan grup sholawat Al-Muhibbin dari Babat Lamongan, pimpinan Ustadz Syafi'. Kemudian di dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci alqur'an, seperti biasa acara Maulid dan haul di negeri kita. 

Sambutan atas nama panitia/ pengasuh pesantren/pengasuh musholla dan atas nama  keluarga, dirangkap semua jadi satu dengan di wakili oleh K.M.Muzakkin (Gus Zakky), Acara inti Mauidhotil hasanah, dan yang terakhir adalah penutup do'a. Kyai.M.Muzakkin (Gus Zakky), Pengasuh Pondok pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma' Berojomusti" Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan dalam sambutanya beliau mengucapkan terimakasih atas kehadhiran semua tamu undangan dan mohon maaf bila ada kekurangan dalam mengemas acara ini,baik segi fasilitas maupun lainya.

"Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw ini marilah kita niati untuk meningkatkan mahabbah kita kepada Rosulullah SAW, agar kita diakui sebagai ummat yang sesungguhnya, sehingga kelak bisa berkumpul bersama-Nya di surganya Allah nanti.

Selain itu jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai wahana untuk memperbaiki diri, agar kita semua bisa mencontoh akhlaq baginda Nabi besar Muhammad Rosulullah Saw yang kita cintai bersama", Tutur beliau dihadapan hadirin,(Rabo,11/12/2019). 

Lanjut Gus Zakky, Pria yang juga Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur dan Ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini menambahkan, "Peringatan maulid Nabi jangan dijadikan ajang untuk mencari kesalahan penceramah, sebab sekarang lagi marak terjadi dinegeri kita, seperti yang menimpa pada Gus Muwafiq muballigh asal Sleman Jogjakarta itu, kita berdo'a semoga kejadian itu tidak menjalar ditempat lain termasuk pada acara malam ini" ,Harapnya. Sampai berita ini diturunkan, Kamis ( 12/12/2019). 

Acara inti adalah ceramah agama,di sampaikan oleh Ning Chilya,putri K.H.Syirozi dari Moropelang Babat Lamongan. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan sebuah hadist Qudsi, "Hiduplah dengan sesukamu suatu saat engkau akan mati,Cintailah sesukamu suatu saat akan pisah,beramalah sesukamu suatu saat akan ada balasanya".


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com (Pendiri dan Penanggung jawab redaksi infojatim.com)

INDAHNYA NGALAP BAROKAH DI SUNAN BONANG TUBAN

TUBAN gresiknews1.com - Komunitas Pecinta Wali Nusantara tanah jawa semalam melakukan perjalanan spiritual dengan di awali dari pesarean Mbah Sunan Bonang Tuban, mbah Asromoroqondhi di Gisikharjo palang dan berakhir di mbah maulana Ishaq desa Kemantren kecamatan Paciran kabupaten lamongan.

Kegiatan dimulai jam 11 malam hingga jam 05.00 pagi, tanpa ada halangan suatu apapun, semua peserta merasa puas dan malah ada yang terasa kurang ingin terus berada di dekat walinya Allah walaupun semalaman tidak tidur sama sekali, hal demikian memang wajar saja karena seperti bila orang sudah gandrung dengan Rosulullah pastinya inginya umroh dan siang malam isinya baca sholawat terus, begitu juga ketika orang itu sudah gandrung dengan Waliyullah, ketika dalam seminggu tidak ziarah, hati terasa hampa dan pikiran jadi melayang kemana-mana bahkan tak terarah, namun bila sudah berada di pesarean Wali, hati bisa tenang, seakan ada dalam pelukan kekasih Allah.

Ketua komunitas Pecinta wali Nusantara K.Mas'ud (Mbah Anang) yang juga pengasuh pondok Pesantren Wali Songo, Sekaran Lamongan ini menghimbau pada anggotanya "Kegiatan ziarah seperti ini marilah kita lakukan secara istiqomah, kalau bisa setiap malam jum'at, kita ritual dari tempat wali yang satu ke wali lainya, agar hidup kita ini penuh dengan barokah, yakinlah walaupun tidak punya duit untuk sangu, tapi kalau niatnya sudah kenceng, insyaallah entah dari mana duit itu pasti ada saja, ini sudah saya buktikan ratusan kali sejak waktu saya muda dulu, justru ketika selesai ziarah, rizki itu tambah lancar, tidak di buntu oleh Allah, itulah kehebatan barokahnya Wali Allah itu, makanya saya selalu istiqomah ritual di Mbah Wali itu " tuturnya dengan santai sambil senyum dilontarkan ke anggotanya. 
Kegiatan tersebut di ikuti ratusan anggota komunitas pecinta wali nusantara dari berbagai daerah jawa timur, jawa tengah, jawa barat, Madura, ada juga yang dari luar pulau jawa,

Hal senada disampaikan oleh sesepuh, alias Penasehat Komunitas Pecinta Wali Nusantara, yang juga ketua Paguyuban Paranormal dan Tabib se-Asia, Prof,Dr,Kyai,Muzakkin,M.Pdi,MH (Gus Zakky) menurutnya "Ziarah itu penting bagi kita, wali tanpa kita ziarahi dan kita do'akan, sudah pasti bersama Rosulullah masuk surga, karena beliau adalah kekasih Allah, jadi ziarah dan ritual itu sebenarnya kita yang butuh, bukan beliau yang butuh pada kita, karena ziarah itu untuk mengingat kematian, disamping itu dgn berziarah kita bisa kirim do'a pada waliyallah itu sendiri dan pada leluhur kita masing-masing, agar hidup ada keseimbangan, tidak jadi orang yang sombong, tidak sering sakit hati, tidak mudah setres, tidak nyolong korupsi, dll, dengan ziarah pasti banyak saudara juga, hidup jadi indah, dan jelas itu bagian dari tanda orang yang beriman dan pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Swt " ungkapnya saat ditemui awak media infojatim.com di Sunan Bonang Tuban (Jum'at 02/02/18).

Sealain itu Gus Zakky yang juga pengasuh pondok pesantren rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti", di Sekanor, Desa Sendangagung, Paciran Lamongan jawa Timur ini membeberkanya, Siapa sebenarnya Mbah Sunan Bonang (guru besarnya Sunan Kalijaga) ini? Menurut beliau dalam buku yan di tulisnya berjudul "Mengenal Wali berkaromah tinggi" dan didukung pula dari berbagai sumber, disebutkan bahwa Sunan Bonang itu nama aslinya adalah Syekh Maulana Makdum Ibrahim, Putra Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering disebut Nyai Ageng Manila, Ada yang mengatakan Dewi Condrowati itu adalah putri Prabu Kertabumi ada pula yang berkata bahwa Dewi Condrowati adalah putri angkat Adipati Tuban yang sudah beragama Islam yaitu Ario Tejo.

Sebagai seorang Wali yang disegani dan dianggap Mufti atau pemimpin agama seTanah Jawa, tentu saja Sunan Ampel mempunyai ilmu yang sangat tinggi Sejak kecil, Raden Makdum Ibrahim sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin, Sudah bukan rahasia lagi bahwa latihan atau riadho para Wali itu lebih berat dari pada orang awam, Raden Makdum Ibrahim adalah calon Wali yang besar, maka Sunan Ampel sejak dini juga mempersiapkan sebaik mungkin.

Disebutkan dari berbagai literature bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu masih remaja meneruskan pelajaran agama Islam hingga ke Tanah seberang, yaitu Negeri Pasai.

Keduanya menambah pengetahuan kepada Syekh Awwalul Islam atau ayah kandung dari Sunan Giri, juga belajar kepada para ulama besar yang banyak menetap di Negeri Pasai, Seperti ulama ahli tasawuf yang berasal dari Bagdad Mesir Arab dan Persi atau Iran. Sesudah belajar di Negeri Pasai Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku pulang ke Jawa. Raden Paku kembali ke Gresik mendirikan pesantren di Giri sehingga terkenal sebagai Sunan Giri.

Sedang Raden Makdum Ibrahim diperintahkan Sunan Ampel untuk berdakwah di Tuban. Dalam berdakwa Raden Makdum Ibrahim ini sering mempergunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut Bonang.

Bonang adalah sejenis kuningan yang ditonjolkan di bagian tengahnya. Bila benjolan itu dipukul dengan kayu lunak maka timbullah suaranya yang merdu ditelinga penduduk setempat. Lebih-lebih bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik itu beliau adalah seorang Wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi, sehingga beliau bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi para pendengarnya.

Setiap Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang pasti banyak penduduk yang datang ingin mendengarkannya Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar membunyikan Bonang sekaligus melagukan tembang-tembang ciptaan Raden Makdum Ibrahim.

Begitulah  siasat  Raden  Makdum  Ibrahim  yang dijalankan penuh kesabaran. Setelah rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran Islam kepada mereka. Tembang-tembang yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. 

Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati bukan dengan paksaan. Diantara tembang yang terkenal ialah : "Tombo ati iku ono limo sak warnane" Maca Qur'an angen-angen sak maknane, Kaping pindho sholat sunah lakonona, Kaping telu wong kang sholeh kancanono, Kaping papat kudu wetheng ingkang luwe, Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe, Sopo wongé bisa ngelakoni, Insya Allooh Gusti Allooh nyemba dani.
Artinya : Obat sakit jiwa (hati) itu ada lima jenisnya Pertama membaca Al-Qur'an dengan artinya, Kedua mengerjakan shalat malam (sunnah Tahajjud), Ketiga sering bershohabat dengan orang sholeh (berilmu), Keempat harus sering berprihatin (berpuasa), Kelima sering berdzikir mengingat Allooh di waktu malam, Siapa saja mampu mengerjakannya, Insya Allooh Tuhan Allah akan mengabulkanya.

Hingga sekarang lagu ini sering dilantunkan para santri ketika hendak sholat jama'ah, baik di pedesaan maupun dipesantren.

Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak baik yang berada di Tuban, Pulau Bawean, Jepara maupun Madura. Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang.

Beliau juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk, Hingga sekarang karya sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya yang sangat hebat, penuh keindahan dan makna kehidupan beragama, Suluk Sunan Bonang disimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden Belanda Nederland), Pungkasnya.


Arifin S Zakaria

NUMBALI SEJARAH BABAT TANAH JAWA

TUBAN gresiknews1.com - Rabo (3/01/2018) Dalam sejarah babat tanah jawa, tanah jawa ini pertama ditumbali oleh Syeh Subakir karena dihuni oleh bangsa lelembut yaitu jin prayangan yang mengganggu manusia. Kedua ditumbali oleh Sunan Geseng atas perintah dari gurunya kanjeng Sunan Kalijaga, karena adanya pertumpahan darah perang antar suku, ras dan agama. Lalu yang ketiga ini di tumbali oleh Gus Zakky dengan tujuan untuk antisipasi agar tahun 2018 ini aman, dan tentram tidak ada konflik apapun.

Tahun 2018 ini adalah tahun politik, dipridiksi akan rawan dengan konflik horizontal, karena tahun ini adalah tahun percaturan politik nasional untuk menentukan pemimpin daerahnya masing-masing, 
Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky) Ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) yang juga Ketua Paguyuban Paranormal se-Asia ini mengatakan "Tahun 2018 dipridiksi akan banyak terjadi konflik, mulai dari level tokoh nasional hingga tokoh lokal, karena musimnya pilihan dimana-mana dan itu jelas ada dampaknya tersendiri bagi rakyat Indonesia, utamanya rakyat kecil yang tidak tau dunia politik.

Dalam kondisi demikian masyarakat harus mengantisipasi, lebih cerdas, dan waspada di dalam menyikapinya, semua elemen masyarakat harus bisa menahan diri, jangan sampai mudah terprovokasi. 

Momen tahun baru 2018 ini yang kemarin dirayakan ramai-ramai jangan dimaknai sebagai lambang kegembiraan, tapi sebaliknya adalah lambang keprihatinan bersama, justru harus banyak dzikir, bersholawat, istighosah, mendekatkan diri kepada Allah Swt, sebab makna tahun baru itu bukan sepedaan motor ugal-ugalan di jalan raya dengan menenteng spanduk bertulis kelompoknya tanpa helm dan kelengkapan surat kendaraanya seperti yang terjadi di daerah-daerah selama ini, juga bukan acara foya-foya pesta kembang api, kemudian tiup lilin tepuk-tepuk tangan, bakar-bakar ikan sambil pesta munuman keras dan lain-lain, tapi makna tahun baru yang sebenarnya adalah wahana untuk instropeksi diri dengan usia kita yang sudah sekian ini sudah sejauh mana kita memberikan sesuatu pada bangsa dan negara kita tercinta ini, utamanya sudah sempurnakah ibadah kita kepada Allah Swt, tahun baru itu sarana untuk menginstal ulang agar kedepan kita bisa lebih baik dari pada tahun kemarin, jangan mau dipecah belah, baik antar agama, antar ummat, antar aliran, antar suku, antar ormas, antar partai, antar golongan, dan antar kepercayaan.

Semua elemen harus bisa menahan diri dan mendahulukan kepentingan nasional sesuai dengan tujuan para pendiri bangsa ini dulu dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Sekali Merdeka tetap merdeka, NKRI adalah Harga mati", tuturnya saat di temui awak media Infojatim.com di Pesarean Makam Sunan Geseng (Santri Sunan Kalijaga) dalam kegiatan ritual yang dipimpinya dengan tema "Cah Angon Numbali Tanah Jawa", (Rabo 03/01/18), 

Selain itu pria yang juga Ketua umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur, dan pimpinan Pondok Pesantren Khusus Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba " Dzikrussyifa' Asma'berojomusti", di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan Jawa timur ini, menambahkan, "Untuk antisipasi agar kondisi yang tidak diinginkan ini bergejolak maka tanah jawa ini ditumbali dengan cara ritual di Sunan Geseng, kanapa harus di Sunan Geseng ? Agar tabarrukanya bisa pas, karena beliau dengan Syeh Subakir itu adalah tokoh Tumbal di pulau jawa ini, jika ingin sukses dan dipilih oleh rakyat, maka yang pertama, jangan menggunakan cara yang melanggar hukum, lebih-lebih melanggar aturan syareat islam bagi yang beragama islam, yang kedua jangan sesekali membohongi rakyat, ketiga pemimpin itu harus Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah, dan yang ke empat, ikutilah 4 pilar dawuhe kanjeng Sunan drajat (Raden Qosim) putranya Sunan Ampel (Raden Rahmad), Yaitu : (Menehono Mangan marang wong kang luwih, Menehono payung marang wong kang kudanan, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono teken marang wong kang wuto). 

Bila resep ini di jalani kemungkinan akan minim konflik dan insyaallah akan di pilih oleh rakyat, adapun urusan soal menang atau kalah itu adalah atas ridho dan taqdir dari Allah Swt, semua pihak harus bisa menerimanya" Ungkapnya.

KPU RI (Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia) sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018, Rencananya ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018 secara  serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan, Itu berarti tahapan dimulai Agustus 2017, Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. 

Sebanyak 171 daerah Berikut daerah yang mengikuti Pilkada 2018, Untuk Provinsi berjumlah 17 diantaranya : 
Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung 
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, Maluku Utara.

Sedangkan untuk Kota berjumlah  39 diantaranya : 
Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Bengkulu, Kota Gorontalo, Kota Jambi, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Tegal, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Pontianak, Kota Palangkaraya, Kota Tarakan, Kota Pangkal Pinang, Kota Tanjung Pinang, Kota Tual, Kota Subulussalam, Kota Bima, Kota Palopo, Kota Parepare, Kota Makassar, Kota Bau-bau, Kota 
Kotamobagu, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kota Palembang, Kota Padang Sidempuan.

Untuk Kabupaten berjumlah 115 diantaranya : 
Kab Aceh Selatan, Kab Pidie Jaya, Kab Padang Lawas Utara, Kab Batu Bara, Kab Padang Lawas, Kab Langkat, Kab Deli Serdang, Kab Tapanuli Utara, Kab Dairi, Kab Indragiri Hilir, Kab Merangin, Kab Kerinci, Kab Muara Enim, Kab Empat Lawang, Kab Banyuasin, Kab Lahat, Kab Ogan Komering Ilir, Kab Tanggamus, Kab Lampung Utara, Kab Bangka, Kab Belitung, Kab Purwakarta, Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, Kab Kuningan, Kab Majalengka, Kab Subang, Kab Bogor, Kab Garut, Kab Cirebon, Kab Ciamis, Kab Banyumas, Kab Temanggung, Kab Kudus, Kab Karanganyar, Kab Tegal, Kab Magelang,
Kab Probolinggo, Kab Sampang, Kab Bangkalan,
Kab Bojonegoro, Kab Nganjuk, Kab Pamekasan,
Kab Tulungagung, Kab Pasuruan, Kab Magetan,
Kab Madiun, Kab Lumajang, Kab Bondowoso, Kab Jombang, Kab Tangerang, Kab Lebak, Kab Gianyar,
Kab Klungkung, Kab Lombok Timur, Kab Lombok Barat, Kab Sikka, Kab Sumba Tengah,Kab Nagekeo, Kab Rote Ndao, Kab Manggarai Timur, Kab Timor Tengah Selatan, Kab Alor, Kab Kupang, Kab Ende, Kab Sumba Barat Daya, Kab Kayong Utara, Kab Sanggau, Kab Kubu Raya, Kab Pontianak, Kab Kapuas, Kab Sukamara, Kab Lamandau, Kab Seruyan, Kab Katingan, Kab Pulang Pisau, Kab Murung Raya, Kab Barito Timur, Kab Barito Utara, Kab Gunung Mas, Kab Barito Kuala, Kab Tapin, Kab Hulu Sungai Selatan, Kab Tanah Laut, Kab Tabalong, Kab Panajam Pasut, Kab Minahasa, Kab Bolmong Utara, Kab Sitaro, Kab Minahasa Tenggara, Kab Kep Talaud, Kab Morowali, Kab Parigi Moutong, Kab Donggala, Kab Bone, Kab Sinjai, Kab Bantaeng, Kab Enrekang, Kab Sideren Rappang, Kab Jeneponto, Kab Wajo Kab Luwu, Kab Pinrang, Kab Kolaka, Kab Gorontalo Utara, Kab Mamasa, Kab Polewali Mandar, Kab Maluku Tenggara, Kab Membramo Tengah, Kab Paniai, Kab Puncak, Kab Deiyai, Kab Jayawijaya, Kab Biak Numfor, Kab Mimika.

Dari sekian banyak peserta pesta demokrasi di tanah air tahun 2018 ini pasti ada dampak kesenjangan  secara physikologis dan sisiologis, berharap  semoga lancar dan sukses selalu, Amin, Pungkasnya.


KikiJCW / Partner Arifin s.z Infojatim.com

NADA DAN DAKWA DI AWAL TAHUN 2018

GRESIK gresiknews1.com - Senin 1/1/2018 Allah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan agar melakukan pernikahan sesuai syareat islam dengan kemampuan yang dimilikinya masing-masing. 

Banyak cara untuk mengisi dan merayakan tahun baru, ada yang mengadakan pesta kembang api,ada yang menampilkan hiburan musik dan ada juga yang sekedar jalan-jalan berwisata mengisi liburan di tempat-tempat rekreasi dan lain-lain, namun cara itu semua tidak berlaku bagi keluarga Bapak Margono yang religi (Juru Kunci Sunan Singosari), yang berada di desa Sawo, kecamatan Dukun, kabupaten Gresik Jawa Timur ini.

Tahun baru ini justru di isi dengan kegiatan acara sillaturrahmi keluarga, tetangga dan handai taulan yaitu kirim do'a pada leluhur keluarganya yang sudah meninggal, serta sekalian dirangkep dengan resepsi khitanan dan pesta pernikahan putrinya, Merry dengan lelaki yang berasal dari kecamatan Sukodadi bernama Hengky.

Acara dengan mengambil tema "Tahun Baru, Istri Baru", itu menghadirkan da'i kocak yang juga tegas dan lugas dalam penyampaianya, apalagi bila materinya menyingung persoalan dunia korupsi dan penyelewengan uang rakyat, pasti dilontarkan dengan lugas dan lantang, maklumlah beliau ini adalah pendekar dan pelopor penggerak pemberantasan korupsi di jawa timur khususnya, dan di indonesia pada umumnya, itu jelas nyawa yang jadi taruhan dakwanya dimana-mana, selain lugas, juga homoris dan penuh makna, sesekali diselingi dengan bernyanyi lagu dangdut religi sekedar untuk menarik hadhirin agar tidak mengantuk dari situ sehingga banyak hadhirin terasa ketagihan untuk selalu mengikuti perjalanan dakwanya, beliau adalah Prof.Dr.K.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky) Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur, yang juga pengasuh pondok pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa timur.

Menurut Gus Zakky dalam ceramahnya "Jika ingin mempunyai keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah maka pertama contohlah kelurganya Nabi Adam dan Ibu Hawa, dalam segi kesetiaanya, walaupun keduanya berpisah puluhan tahun namun cinta dan setianya tetap utuh, maksudnya bila istri ditinggal merantau ke Malaysia atau ke negara lain oleh suaminya, maka jangan sampai istri yang dirumah hanya fb an, instragraman, WA-an dengan laki-laki lain apalagi memasukkan laki-laki ke dalam rumahnya, dan zaman sekarang ini tidak sedikit yang model wong wedok demikian itu, sebaliknya jadi suami, bila sedang berada ditanah rantau, istrinya dirumah ahli ibadah, merawat anaknya, tiap malam tahajud mendo'akan suaminya agar selamat, kerjanya lancar, dan dapat rizki yang barokah, namun suami yang diperantauan justru malah gandeng wanita-wanita lain. Perilaku demikian jelas dosa dan inilah sing nggarahi hilang barokahe hidup dalam berumah tangga itu, cepat atau lambat pasti rusak rumah tangganya.

Yang kedua contohlah keluarganya Nabi Yusuf dan Zulaikha, keduanya saling menjaga keharmonisan rumah tangga, menjaga ketampanan dan kecantikanya, agar pasanganya ini benar-benar betah dirumah, maksudnya dadi wong wedok iku ojo nganti rino wengi hanya pakai daster siji, wis sak tahun gak tau ganti, ambune penguk, sampai suaminya tidak betah dirumah, bila penampilanya terus begitu, jangan salahkan jika suamimu berpaling mencari wanita yang seksi-seksi diwarung-warung kopi diluar sana, sebaliknya jadi laki-laki juga harus berpenampilan yang nyentrik, dan berwibawa, agar istrinya juga senang, hidupnya terasa ayem dan tentram.

Yang ketiga contohlah keluarganya Rosulullah Saw dan Siti Khodijah, Rosulullah itu bukan orang kaya, Siti Khodijah itu rondo teles, sugih donyo, begitu Siti Khodijah sudah jadi istri Rosulullah, semua harta bendanya diserahkan pada Rosulullah agar dibuat perjuangan di jalan Allah, dan Siti Khodjijah tidak pernah ungkit-ungkit masalah harta benda yang diberikanya, kamu kesini bawah apa ya Rosul, dan lain-lain, itu tidak pernah.

Yang ke empat contohlah keluarganya Sayyidina Ali dan Siti Fatimah, di dalam masalah keturunan nasabnya, walaupun Siti Fatimah ini binti Rosulullah putrine kanjeng Nabi Muhammad Saw, karena sudah di taqdir oleh Allah menjadi istrinya Sayyidina Ali, maka Siti Fatimah tidak pernah ungkit-ungkit soal keturunan, kamu anaknya siapa dan lain-lain", seperti ini tidak pernah, Tutur Gus Zakky, dalam acara pernikahan di Gresik,(Senin,01/01/2018).

Selain itu pria yang juga ketua BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini menyampaikan,"Hidup berkeluarga di zaman sekarang ini penuh dengan tantangan dan ujian, bila imanya tidak kuat, pasti tak akan bisa bertahan lama, yang jadi pejabat juga jangan korupsi bila ingin keluarga anak cucunya selamat, karena suatu saat pasti akan di OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK, yang aneh itu ada laki-laki kawin dengan laki-laki, perempuan kawin dengan perempuan dan disahkan oleh negaranya, yang parah lagi itu ono wong wedok bojone akeh, tiap nikah itu sirri dan mengaku janda terus, ini yang berbahaya dan merusak agama itu, ketika merantau di Malaysia punya suami di sana, belum dicerai nikah sirri lagi dengan orang melayu sana, belum cerai nikah lagi dengan orang jawa tengah, nikah lagi dengan orang jawa timur, nikah lagi dengan orang Madura, dengan orang Malang, dengan orang Blitar, terakhir dengan orang Lamongan, begitu sudah capek nikah, ternyata ada salah satu suaminya yang tidak terima diperlakukan seperti itu, wanitu itu lalu disantet, akhirnya dia sakit jiwa, dibawa ke pesantren saya untuk di obatkan, dari situlah saya mengetahui cerita itu, karena diberitahu keluarganya, untuk namanya dan dari mana asalnya tidak kusebut karena ini menyangkut privasi seseorang, tapi ini benar-benar fakta.

Saya sampaikan ini dalam rangka untuk mengingatkan panjenengan sedoyo agar kita pandai dan berhati-hati menjaga keluarga, jangan sampai keluarga dan anak cucu kita nanti ada yang ketularan budaya orang seperti itu, yang terakhir marilah kita berdo'a semoga kita semua dan pengantin sekalian ini diberi keselamatan oleh Allah Swt, dan jadi keluarga yang barokah,Amin", 
Pungkasnya.


Kiki JCW / Partner Arifin s,z Team

MASJID MUHLISIN SENDANGAGUNG TETAP EKSIS PERINGATI MAULID NABI

LAMONGAN gresiknews1.com - Melestarikan muludan atau sering disebut dengan peringatan maulud nabi Muhammad Saw adalah kegiatan rutin tahunan yang selalu dilaksanakan oleh pengurus takmir masjid Muhlisin di desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa timur. 

Kali ini menghadirkan pembicara Ibu Nyai Imamah dari Bangil Pasuruan Jawa Timur, Acara diawali dengan pembacaan ayat suci alqur'an, tahlil, dan sholawat nabi kemudian dilanjutkan dengan sambutan atas nama Takmir Masjid Muhlisin oleh Ustadz Nurhalim, dalam sambutanya beliau menyampaikan 3 hal, " pertama adalah ucapan terimakasih atas kehadhiran semua masyarakat Desa Sendang dalam acara peringatan maulid nabi dimasjid ini, kedua terimakasih kepada penyumbang acara peringatan ini dan ketika berharap kepada Allah, semoga semua bantuan yang diberikan dicatat oleh Allah sebagai amal yang sholeh" Amin.

Acara inti adalah ceramah agama islam dalam rangka maulid nabi besar Muhammad Rosulullah Saw, atau mauidhotil hasanah sekaligus penutup do'a oleh bu nyai Imamah dari Bangil Pasuruan Jawa timur, dalam ceramahnya bu nyai menyampaikan beberapa hal, diataranya "jika njenengan sedoyo sedang di uji oleh Allah, apapun ujian itu atasilah dengan banyak membaca sholawat, jika sedang sakit atasi dengan memperbanyak baca sholawat, jika rumah tangganya sedang ruwet atasilah dengan sholawat, bojo katut rondo warungan atasilah dengan sholawat, jika sedang dalam kondisi melarat dan fakir miskinpun atasilah juga dengan memperbanyak membaca sholawat",tuturnya, (Jum'at 22/12/2017).

Bu nyai menambahkan,"Semua itu kuncinya ada di sholawat, barang siapa yang sering membaca sholawat insyaallah hidupnya akan penuh dengan barokah" ungkapnya.

Acara tersebut di hadiri ribuan warga setempat dari desa Sendangagung Sendiri ada yang dari Dusun Semerek, Dusun Mejero, dari kampung Sekanor dan kampung Jambon.

Selain itu hadir pula Prof.Dr.K.Muzakkin,M.pdi,MH,(Gus Zakky),Pimpinan Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan, Menurutnya "Alhamdulillah pengajian berjalan lancar karena sebelum pengajian dimulai suasana memang sempat hujan, begitu acara dimulai syukurkah hujan reda dan kondisi jadi terang benderang, inilah semua berkat rahmat dan ridho dari Allah Saw juga barokahnya pengajian maulid nabi besar Muhammad Saw malam ini" terangnya saat di temui awak media di depan masjid Muhlisin (Jum'at 22/12//2017).

Lanjut pria yang juga ketua umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi jawa timur yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini menurutnya "Peringatan Maulid Nabi ini bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt, meningkatkan kerukunan dan persatuan, dan juga bisa dijadikan sarana untuk tholabul ilmi, semoga tahun depan bisa adakan yang lebih meriah lagi dengan pembicara yang cukup handal, Aminn Pungkasnya.


SuaraJCW.news/Partner Arifin s.zakaria/Team

BRIKER MANIA LAMONGAN NGALAP BAROKAH DI MBAH SAYYID ABDURRAHMAN

LAMONGAN gresiknews1.com - Sekarang lagi ngetren dan ramai disetiap acara kegiatan haul waliyullah dan para masayyikh di tanah air selalu di promotori oleh  para pasukan putih Sayher Mania dengan gebyar sholawatnya yang penuh semarak dan atraktif, namun di acara Haul mbah Sayyid Abdurrahman ini justru lain dari pada yang lain,bukan di promotori Sayher Mania,tapi Briker mania, Briker mania adalah istilah baru yang di gagas oleh Prof.Dr.K.M.Muzakkin.M.pdi,MH. Ketua umum JCW(Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa timur,yang juga ketua pusat BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia)ini, di gagasnya briker mania ini diharapkan agar briker tdk dipandang sebelah mata oleh publik,hanya pinter ngedabrus saja, tapi punya kwalitas yang sama dengan komunitas lainya, termasuk bisa mewarnai kegiatan di setiap acara haul  waliyullah di tanah jawa ini, menghadiri haul itu adalah ibadah,dan juga ngalap barokah, ngalap barokah itu penting bagi ummat islam,karena ngalap barokah adalah sebuah proses berwasilah,untuk bermunajat, dan memohon kepada Allah, ngalap barokah itu bukan meminta kepada Wali,tapi berdo'a memohon kepada Allah, di tempat orang yang sholeh, orang benar-benar dekat kepada Allah Swt, Briker mania ini beberapa bulan yang lalu sudah pernah kumpul di pesarean Joko Tingkir di dusun Duko,desa Pringgoboyo kecamatan Maduran Lamongan untuk melakukan kegiatan ziarah dan dzikir bersama, sekarang menghadhiri haul akbar mbah Sayyid Abdurrahman di desa Simorejo,Widang Tuban Jawa Timur, Mbah Sayyid Abdurrahman bin Abdulloh adalah keponakan Mbah Sunan Bonang yang menyebarkan agama islam di daerah Simorejo dan sekitarnya, posisi makamnya berada di tengah perkampungan desa, Briker mania disamping menghadiri acara haul dan penggemukan,tidak kalah pentingnya adalah agar mengetahui sejarah perjalanan penyebar agama islam di pulau jawa, Dalam Briker mania ini ada dua komunitas, diantaranya komunitas pecinta Wali Nusantara yang ketuai oleh K.Mas'ud(Mbah Nang), dan komunitas Ontheling yang diketuai oleh Cak Mukin Sekaran Lamongan, dalam acara tersebut turut hadhir pula ketua lokal 14.324 Mas biru beserta sederet stafnya diantaranya : ada Mas Kobra,Mas Kholis,Mas Empu,Mas Gembluk,Syeh bagio,Pak Raden,Mas Dadung,Mas Menteng,
Pak Wafiq,Mbah Wongso,Mas Gimo,Mas Gibran,Mas Jojon,kaji Gundul,Mas Ipong,Mas Bayan,Mas David,Mbak Nur sekalian,dan tidak ketinggalan pula Pak Lumut(H.Salam dari Siman).
kehadhiran para briker mania ini disambut gembira oleh panitia, diantaranya Mbah wo, pak Brahim,mbah Hengky,Pak Sekdes,Bpk kepala desa,jajaran aparat desa,para tokoh masyarakat Simorejo,dan tamu undangan lainya,
Atas nama tuan rumah Pak Pur dalam sambutanya mengatakan, "ini haul kami adakan yang ke 11,makam wali ini ditemukan oleh guru saya bernama Mbah Mansur (Almarhum)dari Sidoarjo,beliau ini yang membimbing saya,dan memperintahkan untuk merawat makam ini",ujarnya,
(Selasa, 19/12/2017).

Kepala Desa Simorejo juga sempat memberikan sambutan,menurutnya,"Kami atas nama kepala desa,berterimakasih sekali atas kehadhiran bpk-bpk semua di acara haul mbah Wali Sayyid Abdurrahman di desa kami ini,saya beserta aparat pemerintah desa,mohon bimbingan kepada para bpk kyai yang hadhir,dan selalu siap membantu apapun yang dibutuhkan di pesarean ini",ungkapnya.

Acara tersebut menghadirkan dua penceramah dari tokoh dunia spiritual jawa timur,diantaranya K.Mas'ud(Mbah Nang) pengasuh pondok pesantren Wali Songo Sekaran,Lamongan,dan beliau ketua penasehat komunitas pecinta Wali Nusantara,yang juga sesepuh briker jawa timur, Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH(Gus Zakky/Aba Condro),pengasuh pondok pesantren khusus Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" disekanor,Sendangagung,Paciran Lamongan,jawa timur.

K.Mas'ud yang akrab dipanggil Mbah Nang itu mengatakan dalam ceramahnya,"Briker di Lamongan ini ada dua komunitas,yaitu ontheling dan pecinta wali nusantara,olah raga ontheling itu penting kita lakukan, agar jasmani kita bisa  sehat,namun tak kalah pentingnya  dzikir,ziarah,dan ritual di makam waliyullah seperti ini juga penting sekali,sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,bila jasmani dan rohani kita sama-sama sehat,maka segala aktifitas dan perjuangan apapun akan lancar,dan hidup juga penuh dengan barokah", tuturnya,
lanjut mbah Nang mengatakan, " Lah seperti Menteng itu,bolak balik tang tung ngopi di tandon itu ya baik-baik saja mas,tapi itu belum sempurna jika tidak di imbangi dengan ngaji seperti ini",tutur mbah Nang, disambut dengan gelak tawa gerrrrr oleh anggota briker yang hadhir dalam acara tersebut,

Hal senada djuga disampaikan oleh Prof,Muzakkin,(Gus Zakky/Aba Condro),"Hidup itu harus ada keseimbangan,urusan dunia dan akherat harus sama-sama berjalan secara maksimal,kerja cari duit untuk kebutuhan hidup itu penting,tapi ngaji untuk sangu ke akherat nanti juga sangat penting,ada tiga manfaat kita menghadiri haul mbah Sayyid Abdurrahman ini,pertama,untuk meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita kepada Allah Swt,
Kedua,untuk meningkatkan kwalitas karya dan perjuangan kita,ke tiga untuk meningkatkan kwalitas hidup kita di hadapan Allah Swt", terangnya,
Selain itu kata Gus Zakky, "Menghadiri Haul ini berarti menunjukkan kita cinta kepada Walinya Allah,cinta kepada Wali berarti cinta kepada nabi besar Muhammad Rosulullah Saw,karena Waliyullah adalah warostatul ambiya',pewaris dari Nabi,  jelasnya.

Acara di akhiri dengan penutup do'a oleh K.Muhsin(Mbah Rosyad dari Balandono,sesepuh briker Lamongan Jawa Timur),
Kemudian petugas pembawa acara Bpk,Siswo,S.Ag,Spd,yang akrab dipanggil pak Sby yang juga mantan kepala desa Sekaran ini mempersilahkan tamu undangan untuk melakukan ramah tama, agar antara masyarakat setempat dan komunitas briker mania Lamongan jawa timur, bisa terjalin ukhuwah islamiah  dengan penuh persaudaraan,
Pungkasnya,

Hidup Briker mania,NKRI harga mati.



Arifin S Zakaria
Sumber : SuaraJCW.news (KikiJCW)

JELANG NATAL JCW JATIM NGALAP BAROKAH KE SUNAN KUDUS

KUDUS gresiknews1.com - Jelang natal lembaga anti korupsi JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa timur ziarah dan ngalap barokah ke sunan Kudus, Investigasi, dan menyuarakan pemberantasan dalam dunia korupsi itu memang satu-satunya kegiatan JCW, namun itu semua, bagi JCW ngalap barokah ke makam waliyullah khususnya ke Sunan Kudus juga sangat penting dilakukanya.
Jelang natal ini JCW jatim sengaja konsen ngalap barokah ke sunan-sunan, Kyai Muzakkin (Gus Zakky) ketua umum lembaga anti korupsi JCW Provinsi Jawa timur yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini fokus ngalap barokah dengan berziarah di makam sunan kudus jawa tengah. Menurutnya "Ziarah kubur itu di sunatkan oleh Nabi, Ziarah kubur itu tujuanya adalah untuk mengingat kematian, orang hidup itu kalau tidak ingat mati, pasti gaya hidupnya serakah, egois, sombong, arogan, sering berbuat maksiat, dll. Bila ketepatan jadi pemimpinpun tidak peduli pada rakyatnya dan bahkan tak segan-segan untuk korupsi uang negara, padahal itu jelas sebuah penyalahgunaan wewenang dan melanggar hukum di negeri ini,
selain itu Ziarah kubur itu menjadikan hati bisa tenang, dan hidup tidak over alias tidak jadi kebablasan", ucapnya saat di temui awak media di depan pesarean Sunan Kudus (Sabtu 16/12/17).

Siapakah sebenarnya Sunan Kudus itu ? 
Inilah riwayat singkat beliau, hasil telusur JCW Provinsi Jawa timur, Sunan Kudus dilahirkan dengan nama Jaffar Shadiq. Dia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung yang merupakan panglima perang Kesultanan Demak Bintoro dan Syarifah cucu dari Sunan Ampel (majalah Gatra, Anonim 2001:64-65). Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550. 

Sunan Kudus pernah menjabat sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, dan dalam masa pemerintahan Sunan Prawoto dia menjadi penasihat bagi Arya Penangsang. Selain sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, Sunan Kudus juga menjabat sebagai hakim pengadilan bagi Kesultanan Demak.

Dalam melakukan dakwah penyebaran Islam di Kudus, Sunan Kudus menggunakan sapi sebagai sarana penarik masyarakat untuk datang untuk mendengarkan dakwahnya. Sunan Kudus juga membangun Menara Kudus yang merupakan gabungan kebudayaan Islam dan Hindu yang juga terdapat Masjid yang disebut Masjid Menara Kudus.

Adapun kisah Dakwahnya Sunan Kudus 
Sampai sekarang sebagai saksi sejarah adalah adanya masjid Kudus peninggalan JA'FAR SHODIQ yang terkenal dengan bentuk menaranya yang khas itu. Bentuk menara masjid Kudus tidak serupa dengan menara masjid yang terdapat di manapun, baik di Indonesia maupun Timur Tengah. Oleh karena itu lalu berkembang lnterpretasi, dan interpretasi orang Jawa selalu mengarah ke mistik. Ada yang mengatakan bahwa bentuk itu dibuat untuk menangkap simpati orang Jawa yang beragama Hindu, sehmgga mereka tidak merasa canggung masuk masjidnya JA'FAR SHODIQ. Setelah mereka masuk ke dalam masjid barulah JA'FAR SHODIQ memberi ceramah tentang ajaran Islam.

Tetapi ada pula kisah yang warna mistiknya keterlaluan. Pada waktu Raden FATTAH menunjuk JA'FAR SHODIQ sebagai panglima perang untuk menyerbu Majapahit, tugas tersebut dapat diselesaikan dengan sukses. Setelah perang selesai, JA'FAR SHODIQ terkesan dengan menara yang ada di depan kraton Majapahit. Oleh karena itu JA'FAR SHODIQ ingin membawa menara tersebut ke Kudus, akan ditempatkan di dekat rumah tinggalnya. Untuk itu JA'FAR SHODIQ berdo'a kepada Allah Swt, dan tidak lama kemudian menara tersebut menjadi kecil. Saking kecilnya menara kraton Majapahit itu dapat disimpan di dalam lipatan sorbannya. Setelah tiba di Kudus, menara itu diambil lalu diletakkan di depan masjid serta kembali menjadi besar seperti bentuk dan ukuran semula.

Menurut babad Demak (Atmodarminto 2001), bahwa Sunan kudus merupakan satu – satunya anggota walisongo yang paling menguasai ilmu fiqih, sehingga di masukan ke dalam golongan putihan, tetapi buku-buku tentang kisah walisongo sebagian memasukkan Sunan kudus ke dalam golongan abangan. Sunan kudus juga ikut dalam pengembangan kesenian jawa dengan menciptakan tembang mijil dan maskumambang.

Dengan kehebatan Sunan Kudus ini, makanya banyak penziarah yang ngalap barokahnya, adapun manfaat ziarah disamping hati bisa tenang, yang terpenting adalah bisa mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selain itu Gus Zakky mengatakan, "Sunan kudus adalah ulama' ahli fiqih, maksudnya beliau anggota wali songo ahli hukum, bila JCW dan BPAN RI kemudian tabarrukan di makam wali ini, berarti klop sudah, karena ilmunya sama satu aliran, yakni dunia penegakan hukum". Demikian tutur pria yang juga pengasuh pondok pesantren Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti"Lamongan ini dalam mengakhiri pembicaraanya


Arifin S Zakaria
Sumber : suaraJCW.news (KikiJCW)

MELACAK KEBERADAAN MAKAM SYEH SUBAKIR DI TUBAN

TUBAN gresiknews1.com - Tak terhitung sudah berapa banyak sejarah buku Wali Songo yang di tulis oleh para ilmuwan,banyaknya buku itu rasanya kurang lengkap bila sejarah Wali yang di luar Wali Songo tidak di bukukan juga dalam sejarah peradaban islam di tanah jawa,karena beliau juga turut andil besar mensyiarkan agama islam di bumi Nusantara jawa ini, Peneliti yang juga guru besar Supranatural Prof.Dr.K.M. Muzakkin,M.pdi,MH, Pengasuh Pondok Pesantren Dzikrussyifa' Asma'Berojomusti (Pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba),di Sekanor,Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur ini,sengaja melacak keberadaan makam Syeh Subakir untuk di teliti, dijadikan bahan kajian dan renungan,kemudian selanjutnya dibukukan,agar bisa dibaca para pecinta ilmu,untuk menambah perbendaharaan perpustakaan,sebagai bahan ajar disekolah,perguruan tinggi,dan kalangan masyarakat,agar semua mengetahui bahwa keberadaan tanah jawa bisa di nikmati seperti sekarang ini adalah atas jasa dan campur tangan perjuangan beliau, yakni Syeh Subakir yang siang malam,setiap waktu,berperang dengan bangsa ghaib / Lelembut penghuni tanah jawa,agar bisa tunduk kepadanya.

Memang tidak ada yang tahu pasti dimana makam Syekh Subakir. Ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Persia tahun 1462. Sedangkan yang ada di Indonesia dan diziarahi oleh masyarakat adalah petilasan dan situs-situs peninggalannya.Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa beliau wafat di pulau Jawa.Di pulau Jawa sendiri terdapat dua makam yang berbeda, makam pertama terletak di pemakaman Beji Benowo daerah pegunungan Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Dan makam lainnya terletak di Tanjung Awar-Awar Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Peneliti mencoba melacak keberadaan makam Syekh Subakir tersebut,mulai dari Magelang jawa tengah,di Tuban Jawa Timur,dan  didaerah lain yang terkait dengan situs,petilasan, dan simbol sejarah beliau,

Menurut sang peneliti wali nusantara jawa Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH."Sejarah orang yang baik seperti Waliyullah,ulama' besar,kyai kharismatik,dan lain-lain, itu tidak akan pernah padam untuk diceritakan,akan terus berkembang dan ditulis berulang-ulang oleh ummat,dengan pendekatan berbagai ilmu,baik sudut Religi, sosiologis,physikologis,hukum,sastra, Arsitektur seni dan budayanya,ada yang menulis mulai dari akhlaqnya sewaktu hidup,hingga sandal yang dipakainya,wafatpun makamnya di tulis oleh tangan-tangan pecinta Waliyullah, itulah hebatnya  Walinya Allah jika sudah mendapatkan karomah tinggi seperti Syeh Subakir ini",tuturnya pada awak media saat ditemui di pesarean Syeh Subakir,Rabo, 01/1/2017.

Lanjut,Pria yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, saat didampingi Dr.Bambang Sudarmanto,SH,MH,Notaris Surabaya yang juga penasehat JCW Provinsi Jawa Timur,
Menurutnya, "bahwa Syeh Subakir itu adalah merupakan tokoh pertama Islam yang datang ke Pulau Jawa, sebelum kedatangan Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishak maupun Syekh Maulana Magribi dan anggota Wali Songo lainnya. Syekh Subakir berdakwah di daerah Magelang Jawa Tengah, dan menjadikan Gunung Tidar sebagai pesantrennya.Masyarakat kala itu beranggapan bahwa Syekh Subakir ahli memasang tumbal atau jimat.

Disamping itu kata K.Mas'ud pengasuh pondok wali songo sekaran lamongan yang akrab dipanggil dengan Mbah Nang itu, menurutnya, " Dalam legenda yang beredar di Pulau Jawa dikisahkan, sudah beberapa kali utusan dari Arab yang datang ke tanah Jawa, untuk menyebarkan Agama Islam.Namun pada umumnya mengalami 
kegagalan,
Penyebabnya masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya,sehingga para ulama yang dikirim mendapatkan halangan yang sangat berat ajaran Agama Islam meskipun berkembang tetapi hanya dalam lingkungan yang kecil, tidak bisa berkembang secara luas",papar pria berjenggot ini.
Pulau Jawa dulu itu masih merupakan hutan belantara yang sangat angker.kemudian datanglah seorang Syekh dari Persia yang bernama Syekh Subakir. Angkernya pulau Jawa saat itu dipenuhi dengan jin jahat. Kedatangan Syekh Subakir ke pulau Jawa asal mulanya hanyalah ingin mensyiarkan Agama Islam. Namun, beliau mengetahui bahwa pulau Jawa masih labil. Banyak gempa di sana-sini. Bahkan Pulau Jawa terasa berguncang-guncang.Akhirnya, Syekh Subakir menaklukkan keganasan Pulau Jawa tersebut dengan mengalahkan jin-jin yang jahat.

Disamping itu, beliau menanam sebuah paku ghaib agar pulg tau Jawa tidak berguncang-guncang. Setelah paku ditanam, maka pulau Jawa sudah stabil.Konon ada tiga paku yang ditanam oleh Syekh Subakir.Salah satu paku ghaib tersebut konon berada di wilayah   Magelang, 

Bahkan menurut terawangan ghaib Kyai Muzakkin,yang pernah di tulis di media Posmo,Gugat,Libirty,Misteri,dan beberapa media mistis lainya ditanah air,menurutnya "tumbalnya Syeh Subakir itu tidak hanya berjumlah 3 saja,tapi ribuan,tumbal itu diitanam di penjuru tanah jawa,letak persisnya  masih dalam pelacakan ghaib",demikian tutur Pria yang juga ketua paranormal se-Asia dan ketua umum JCW(Jatim Corruption Watc)Provinsi Jawa Timur ini.


Arifin SZ Team
Sumber: SuaraJCW.news (Gus Zakky)

MENGENAL LEBIH DEKAT WALI DI SIMOREJO TUBAN

TUBAN gresiknews1.com - Ngalap berkah di makam waliyullah itu sudah menjadi tradisi bagi sebagian orang di jawa ini, baik itu dilakukan di makam wali songo maupun waliyullah lainya,seperti di makam wali Sayyid Abdurrahman bin Abdullah ini, memang makam ini tdak banyak orang tau,hanya orang tertentu saja yang mengetahuinya, peziarah yang datangpun juga hanya orang-orang tertentu,artinya tidak semua terpanggil untuk meziarahi makam Waliyullah ini.

Dari segi bangunan fisik makam ini sangat sederhana, makam sudah dibuatkan rumah kecil, jadi tidak kehujanan dan kepanasan, disampingnya ada tempat peristirahatan, sebelah kiri makam ada musholla dan halaman parkir, makam Sayyid Abdurrahman lokasinya di tengah kampung, berada di tanah TN/tanah negara,btepatnya di dusun Simo,vdesa Simorejo, kecamatan Widang, kabupaten Tuban, menuju ke lokasi bisa ditempuh lewat kecamatan Widang, kecamatan Babat, kecamatan Maduran, dan kecamatan Laren, karena itu posisinya ada di perbatasan antara wilayah kabupaten Lamongan dan Tuban Jawa timur.

Beberapa cerita yang sudah dihimpun awak media, Sayyid Abdurrahman ini putra Sayyid Abdullah, bila dirunut ke atas akan sampai pada Rosulullah Saw, Sayyid Abdullah ini adalah saudara kandung Mbah Asmoroqondhi yang makamnya berada di desa Gisikharjo kecamatan Palang Kabupaten Tuban, Mbah Asmorowondhi adalah ayah sunan Ampel Raden Rahmat, yang kemudian mempunyai anak yang juga termasuk Wali Songo yaitu Sunan Bonang di Tuban dan Sunan Drajat di Lamongan, bila dirunut lagi berarti Sayyid Abdurrahman yang makamnya di Dusun Simo, desa Simorejo, kabupaten Tuban ini hubungan dengan Mbah Asmoroqondhi adalah keponakan, dengan Sunan Ampel adalah saudara sepupu. 

Saat awak media dan peneliti sejarah makam Wali Nusantara konfirmasi ke Pak Pur juru kunci makam tersebut, bahwa makam itu kata Pak Pur, "Makam itu ditemukan gurunya 25 tahun yang lalu, oleh Mbah Mansur dari Sidoarjo, mbah Mansur memang dikenal banyak orang ahli lelaku yang mata bathin dan indera ke enamnya mampu berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal, sebelum beliau wafat sempat memberikan wasiat kepada Pak Pur, agar makam ini di rawat dengan baik", kata Par Pur.

Lanjut Pak Pur, "Saya tidak boleh kemana-mana oleh guru saya,disuruh dirumah saja dan merawat makam waliyullah ini", tuturnya pada awak media dan peneliti sejarah Wali Nusantara ini, kamis 26/10/2017.

Dulu makam ini kalau waktunya banjir tergenang banjir juga, karena posisi tanah sangat rendah, di sekelilingnya ditumbuhi pohon besar dan bambu,bsekarang tanahnya sudah di tinggikan dan kelihatanya pohon dan bambu juga sudah bersih karena ditebang, jadi bila ada peziarah yang datang pasti akan terasa nyaman.

Lain lagi dengan yang diketahui Pak Brahim, ketika beliau ziarah makam wali di Jombang dan Mojokerto, ketemu tukang sapunya makam, tukang sapu itu berkata begini pada Pak Brahim,
"Wah kenapa bapak jauh-jauh kesini,di desa bpk sendiri ada makam waliyullah besar", 
Oleh pak Brahim kata-kata itu disimpan dalam hati,diangan-angan sambil ingin membuktikanya.

Menurutnya "Ternyata yang di sampaikan oleh bpk tukang sapu itu benar adanya, buktinya peziarah mulai dari daerah Pasuruan, Jombang, Mojokerto, Madura, bahkan Jakarta juga sudah banyak yang berdatangan dan tau makam ini",ujarnya.

Selain itu kata Mbah Wo, panggilan kamituwo di Dusun Simo, desa Simorejo itu, menurut beliau, "dulu banyak orang yang datang ke pesarean itu dalam rangka sedekah bumi, nyadran, ada yang bakar kemenyan, ada yang ingin sukses dan lancar usahanya, dll, konon sampai-sampai dulu itu ada yang mengatakan itu tempat mencari pesugihan, padahal aslinya adalah makam Waliyullah yang disalah gunakan oleh orang tertentu, setelah makam ini di rawat oleh pak Pur, Alhamdilillah sudah berubah total, rata-rata peziarah yang datang hanya tahlil dan kirim do'a pada ahli kubur, dan setiap tahun acara Haul, oleh masyarakat makam ini dulu orang sini menyebutnya makam Yai Santri, semoga Haul yang akan datang bisa bertambah ramai dan bisa mengundang teman-teman komunitas pecinta wali nusantara dan briker Rapi Lamongan, Tuban dan sekitarnya", harapnya.

Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH.
Kedatanganya ke Pesarean Mbah Sayyid Sulaiman ini pertama adalah melakukan penelitian,agar diketahui siapa sebenarnya mbah Sayyid Abdurrahman ini, bila sudah diketahui silsilah dan karomahnya, maka akan dibukukan, agar bisa dibuat bacaan pecinta ilmu umumnya dan komunitas pecinta wali nusantara pada khususnya. 
Kedua, untuk menginventarisir berapa banyak makam waliyullah yang ditemukan mulai dari pelosok desa hingga kota agar diketahui oleh sejarawan dan pemegang kekuasaan di negeri ini, karena selama ini anggaran pemerintah banyak yang di alokasikan  hanya ke Wali Songo saja, padahal Wali di Nusantara ini juga jumlahnya juga tidak sedikit, bisa ribuan yang keberadaanya juga sama butuh diperhatikan, baik dari pemerintah maupun masyarakat,
Menurut Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti",di Sekanor, Sendangagung, Paciran Lamongan Jawa Timur ini.

Menurutnya "Kita juga harus peduli dan merasa kasihan pada makam waliyullah yang lain, yang selama ini belum tersentuh dan tidak pernah mendapatkan bantuan dari manapun, padahal dimasa hidupnya beliau-beliau ini adalah penyebar agama islam yang seharusnya kita rawat makamnya juga", dari cerita itu sejauh mana kebenaranya, peneliti hanya bisa berkata "Wallahu a'lam" pungkasnya.


Gus Zakky, Arifin SZ Team

Kyai dan Masyarakat Mendukung Berdirinya Kawasan Religi Islamic Centre Gresik


GRESIK, (gresiknews1.com) - Sejumlah Kyai, Anggota Dewan, tokoh masyarakat, Budayawan mendukung berdirinya Kawasan Religi Islamic Centre di alun-alun kota Gresik. Pernyataan mendukung ini disampaikan saat sosialisasi yang berlangsung di Ruang Rapat Puteri Mijil komplek Pendopo Bupati Gresik, Kamis (16/3).

Mereka sangat mendukung setelah melihat penayangan gambar-bambar dua dimensi dari arsitektur bakal bangunan Islamic Centre serta gambar tiga dimensi yang berbentuk animasi tersebut.

Kemegahan gedung Islamic Centre yang terkoneksi dengan Masjid Jami’ Gresik melalui dua jembatan kembar ini tampak sangat megah. Gedung berlantai dua terlihat artistic karena dikelilingi jalan melingkar dengan pagar di kanan kirinya.

“Kami berharap semua proyek Islamic Centre ini bisa rampung total pada tahun 2018” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang didampingi Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim serta Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik Bambang Isdianto.

Dari total anggaran bangunan Islamic Centre tersebut direncanakan menelan biaya Rp. 28 Miliar. Pada tahun 2017 anggaran yang disiapkan sebesar Rp. 20 miliar. Sisanya akan diselesaikan pada tahun anggaran 2018. “Kami berharap seluruh bangunan konstruksi selesai semua pada tahun 2017. Dan pada 2018 tinggal beberapa finishing” ujar Bupati.

Keseriusan Bupati Gresik membangun Kawasan Religi Islamic Centre. Menurutnya, selain ini merupakan program unggulan yang sudah dijanjikamn. Program ini bisa memagari masyarakat santri Gresik dari pengaruh budaya luar. “Saya sadar, pengaruh investasi, industry, Pelabuhan international secara tidak langsung dapat mempengaruhi budaya masyarakat Gresik. Cara inilah yang kami upayakan untuk melindungi masyarakat Santri” katanya.

Melihat pemaparan Bupati serta para Konsultan Proyek, Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Gresik, KH. Mansyur Shodiq menyatakan sangat senang dan mendukung. “Saya menginginkan pertemuan ini tak hanya sekali ini saja, tapi ada pertemuan lanjutan dengan para Kyai dan alim ulama di wilayah Gresik” katanya untuk lebih menguatkan kebijakan tersebut.

Ketua MUI serta para Kyai yang hadir juga mengusulkan beberapa hal lain, yaitu agar Kawasan Religi tersebut menghidupkan kembali fungsi sumur bersejarah yang ada di tempat itu. Sementara Kyai yang lain meminta agar Pemerintah memikirkan relokasi PKL.

Mendengar beberapa permintaan tersebut, Bupati siap melaksanakan termasuk akan mempertemukan dengan beberapa Kyai yang lain di Gresik. Arz team

Wabup canangkan gerakan sholat shubuh berjamaah di masjid

GRESIK,infojatim.com - Tak kurang dari 500 (lima ratus) orang mengikuti sholat shubuh berjamaah bersama Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim dan sejumlah unsur Muspida dilingkungan pemkab Gresik yang dilaksanakan di masjid Baitussalam jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kebomas, Gresik, Minggu pagi (12/02/2017).

Disaat yang bersamaan, Wakil Bupati Gresik berkesempatan untuk me-launching'Gerakan Sholat Shubuh berjamaah di Masjid'.

Menurut Wabup, ajakan untuk memasyarakatkan Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah tak lain untuk mengamalkan apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam pembinaan umat.

"Sholat Shubuh merupakan sholat yang paling dianjurkan oleh Allah SWT untuk dilakukan secara berjamaah. Pasalnya, sholat shubuh mempunyai beberapa keutamaan, seperti bisa memperkuat persatuan dan kesatuan, membuka rezeki dan masih banyak lagi keutamaan sholat shubuh secara berjamaah ini," kata Wabup Qosim setelah selesai sholat berjamaah.

Beliau juga mengatakan bahwa gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan religiusitas umat islam di kabupaten Gresik. Selain itu, gerakan ini juga dianggap baik untuk mengawali pagi hari.

"Saya dan Pak Sambari (Bupati Gresik) ingin mewujudkan bahwa Gresik adalah kabupaten yang agamis dan religius. Oleh karena itu, kita galakkan gerakan sholat shubuh ini secara berjamaah di masjid," imbuh wabup Qosim.

Menurutnya, sebagai pemimpin umat islam, Rasulullah SAW dahulu kerap menjadikan sholat shubuh berjamaah untuk menjalin hubungan dengan masyarakat, sehingga tercipta ikatan emosional lebih kuat antara pemimpin dan masyarakat.

Oleh sebab itu, Wabup Qosim menghimbau kepada semua lapisan masyarakat muslim untuk menggalakkan Gerakan Ayo Sholat Shubuh Berjamaah' secara berkelanjutan. Dalam artian, menghimbau kepada semua Camat dan Kepala Desa di wilayahnya masing-masing untuk mensosialisasikan gerakan ini hingga mampu terlaksana di seluruh wilayah kabupaten Gresik.

Camat Kebomas Sutrisno yang hadir ikut melakukan sholat shubuh berjamaah tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayahnya untuk menggelar sholat shubuh berjamaah setiap hari.

"Kami siap turun ke desa-desa untuk mensosialisasikan kepada warga kami terkait gerakan ini. Selain meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, kami juga ingin mempererat tali silaturrahmi dengan warga di wilayah kami yakni kecamatan Kebomas," ujar Sutrisno.

Salah satu tokoh masyarakat di Kebomas, Karnadi, mengapresiasi program Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah tersebut. Menurutnya ini dianggap menjadi kegiatan yang positif untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan umat Islam di kabupaten Gresik.

Arz/team/d2g

Berharap bisa ketemu ramandhan berikutnya

GRESIK - Masih dalam bulan syawal, sebanyak 150 kader yang terdiri dari ketua TP. PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan serta seluruh kadernya se Kabupaten Gresik, mengadakan halal bi halal di Gedung Putri mijil, selasa (19-07-2016).

Halal bi halal yang merupakan agenda rutin tahunan ini selain sebagai ajang silaturachmi antar pimpinan dan kadenya, juga sebagai evaluasi diri setelah sebulan penuh menunaikan ibadah di bulan ramadhan, dimana bulan ramadhan adalah bulan yang penuh bekah, bulan  penuh ampunan dan bulan  menahan nafsu dari segala tindakan yang kurang terpuji.

Menurut ketua Tim Penggerak PKK Kab Gresik Nyonya Hj. Maria Ulfah sambari HR menjelaskan bahwa, sebulan penuh kita melakukan ibadah di bulan Ramadhan, dimana bulan tersebut merupakan ujian kita dalam berperilaku, di bulan tersebut kita di tuntut untuk lebih menahan diri dari segala macam tindakan, harus sabar, iklas  dll.

Ramadhan sudah meninggalkan kita semua, semoga apa yang telah kita perbuat selama ramadhan, bisa lebih baik, paling tidak bisa mempertahankan perilaku kita selama ramadhan, kita harus lebih sabar, lebih telaten dan lebih iklas. Keilkasan dan kesabaran ini bisa kita buktikan 11 bulan kedepan.

Ada dua dimensi ibadah yang harus kita pahami yaitu demensi ibadah ilahiyah dan demensi nibadah sosial, artinya kita tetap memeprtahankan bahkan meningkatkan keiklasan kita dalam beribadah kepada Allah dan kita tetap menjaga hubungan baik sesama manusia, kita tidak akan bisahidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

Untuk ibu-ibu kader PKK agar lebih di tingkatkan semangatnya dalam pengabdian, terlebih ibu-ibu camat harus lebih berinovatif agar PKK semakin maju ke depan. berabagai prestasi telah kita raih, ini talk lepas dari peran kader yang semangatnya tinggi dan selalu berinovatif Tegasnya.

Mengakhiri sambutannya Istri Bupati Gresik ini berharap apa sudah kita raih harus di pertahankan, dan mari kita lebih berinovatif dalam segala bidang, sehingga nanti akan timbul produk-produk inovatif yang baru, semoga tahun depan kita bisa di peremukan di bulan ramadhan ini dengan penuh kebahagiaan.

Asz/team/d2g

BERSAMA ANAK YATIM PIATU, WABUP QOSIM RAYAKAN LEBARAN DI KEDIAMANNYA

GRESIK - Tidak kurang dari 100 anak yatim piatu ikut merayakan lebaran bersama Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim di kediamannya tadi pagi, Rabu (06-07-2016).

Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik. Kegembiraan nampak jelas diwajah para yatim piatu tersebut, walaupun mereka tidak berlebaran bersama ayah atau orang tua mereka, namun mereka merasa sangat senang bisa merayakan lebaran bersama Wabup Qosim.

Menurut Kabag Humas Pemkab Gresik, kegiatan pemberian santunan di hari raya idul fitri ini memang rutin diselenggarakan tiap tahun. "Mereka anak yatim piatu sangat senang karena berlebaran disini, selain mendapat pencerahan dan motivasi dari Wakil Bupati Gresik, anak-anak yatim tersebut juga mendapat bingkisan dan sejumlah uang dari pak Wabup," ujar Suyono.

Nampak hadir pula dalam kegiatan tersebut Kapolres Gresik AKBP. Adex Yudiswan yang didampingi oleh jajaran dilingkungan Polres Gresik dan juga Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Gresik.

Wabup Qosim menuturkan bahwa berbagi rezeqi dengan anak yatim piatu merupakan salah satu perbuatan mulia yang dianjurkan oleh Rasulullah.

Oleh sebab itu, tidak hanya dibulan 1 Syawaal saja wabup Qosim berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu, namun dalam moment-moment lain juga dirinya berbagi.

"Disaat semua keluarga sudah berkumpul merayakan kebagahiaan dihari raya idul fitri, mereka anak yatim berkumpul dengan siapa, karena ayah ibunya sudah tiada. Maka dari itu, kami berusaha menggantikan posisi ayah mereka yang telah menghadap Allah untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim tersebut," ujar Wabup Qosim.

Asz/team/d2g

LAUNCHING KARTU GRESIK SEHAT DAN GRESIK PINTAR DI SAFARI RAMADHAN

GRESIK - Langkah Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menekan angka kemiskinan terus dilakukan. Terbukti, Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto.ST.,M.Si yang kala itu didampingi wakilnya Dr. H. Mohammad Qosim bersama seluruh pejabat dilingkungan Pemkab Gresik beserta forkopimda melaunching Kartu Gresik Sehat di Desa Prambangan kecamatan Kebomas kemarin, Senin (13/06/2016).

Kartu yang rencananya akan dibagikan kepada 40.500 warga Gresik tersebut mempunyai fungsi yakni memberikan pelayanan kesehatan layak bagi keluarga kurang mampu. Hal itu dikemukakan oleh Bupati Sambari.

"Masyarakat yang kurang mampu kini tidak perlu khawatir terhadap pelayanan kesehatan, sebab pemerintah selalu berupaya agar masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Oleh sebab itu, pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan melaunching kartu Gresik Sehat ini," ujar orang nomer satu di Gresik tersebut.

Tidak hanya itu, dalam waktu yang bersamaan Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan juga meluncurkan Kartu Gresik Pintar. Berbeda dengan Kartu Gresik Sehat, Kartu Gresik Pintar adalah memberikan keringanan biaya pendidikan berupa bantuan keuangan bagi siswa kurang mampu. "Besarannya Rp. 450.000 persiswa untuk siswa SD dan Rp. 750.000 persiswa untuk siswa SMP," ungkap Wabup Qosim.

Namun jika masih ada system yang trouble terkait 2 (dua) kartu tersebut, lanjut Bupati Sambari, masyarakat diminta tetap bersabar, "Sebab pemerintah pasti bergerak cepat dalam memperbaiki. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," pungkas Bupati Sambari.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan, pemkab Gresik juga membagikan ratusan sembako dan santunan kepada masyarakat eks wilker Bupati, yakni wilker Kebomas, Gresik dan Manyar.

"Pemberian bantuan dan launching kali ini merupakan serangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang rutin dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik setiap tahun di Bulan Ramadhan. Dengan tujuan mendekatkan diri dan mempererat tali silaturrahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

Asz/team/d2g

Peringati Nuzulul Qur’an, PKS Gresik Gelar khatamkan Al Qur’an

Gresik –  infojatim.com Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Gresik menggelar "Khataman dan Taushiah" bersama masyarakat bertempat di halaman kantor DPD PKS Gresik Ruko Grand Kartini 39, tepat pada hari ke tujuh ramadhan, Minggu 12 Juni 2016, Acara tersebut juga menghadirkan KH Fatoni Abdusy Syukur (pentashih guru-guru metode qiroaty gresik) untuk memberikan ceramah ramadhan sekaligus memimpin doa Khataman Qur'an.

Acara yang dimulai sejak pagi ini sengaja digelar untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan Al Quran dengan cara mengkhatamkan secara bersama-sama, teknisnya setiap peserta yang hadir  dikelompokan  terdiri dari 6 orang dengan membaca masing-masing 5 juz yang berbeda, sehingga genap 30 Juz diselesaikan setiap kelompoknya.

"harapan kami kegiatan ini menjadi sarana untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur'an " ujar Fahrizal Muhammad Kohar selaku Ketua PKS Gresik, mejelaskan tekait tujuan acara yang digelar sejak pagi hingga berbuka besama ini, juga "mengisi hari-hari ramadhan dengan memaksimalkan ibadah kepada Allah" imbuh Fahrizal.

Kegiatan tersebut juga diselenggarakan dalam rangka mensukseskan program  ramadhan Partai Keadilan Sejahtera, yang mengharuskan setiap kadernya untuk mengkhatamkan Al Quran minimal 3 kali dalam bulan ramadhan tahun ini" pungkas ketua DPD.

Untuk Ramadhan kali ini PKS mengangkat tema  "sambut bulan ramadhan dengan gembira", selain acara khataman berbagai acara juga digelar seperti kajian tarhib ramadhan,sebar takjil on the road di beberapa kecamatan, pesantren untuk anak dan juga buka bersama masyarakat.

Asz/yd/team/dg

Bupati Gresik Edaran Hormati Bulan Ramadhan

Gresik - Menjelang datangnya bulan Ramadhan tahun 1437 H, Bupati Gresik  Sambari Halim Radianto menyebarkan edaran himbauan peringatan untuk menghormati ummat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Edaran tertanggal 24 Mei 2016 yang bernomer 451/88/437.13/2016 perihal Edaran Bulan suci Ramadhan 1437 H/2016 M.

Menurut Kepala Bagian Humas Suyono, edaran yang yang dikirimkan kepada semua SKPD, Camat, BUMN dan BUMD serta perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten  sudah dikirimkan sejak kemarin. "Diharapkan sebelum melaksanakan puasa, edaran tersebut sudah diterima oleh semua pemangku kepentingan masing-masing" kata Suyono.

Seterimanya undangan tersebut, kami berharap para pemangku kepentingan bisa menyampaikan kepada semua khalayak yang ada dibawahnya, baik itu SKPD, Camat, BUMN dan BUMD maupun seluruh Perusahaan. "Kami berharap pada puasa Ramadhan kali ini Gresik bisa lebih kondusif dengan mentaati semua aturan yang telah dijelaskan dalam edaran tersebut. Intinya tidak ada lagi warung yang buka dengan tidak menghormati orang yang berpuasa. Tidak ada lagi pramuniaga maupun karyawati perusahaan yang tidak mengenakan busana muslim" jelas Suyono.

Dalam surat edaran tersebut, Bupati menyampaikan dan mengingatkan tentang beberapa hal yang sudah diatur baik melalui undang-undang maupun peraturan daerah (Perda). Ada undang-undang no. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Perda nomer 15 tahun 2002 tentang larangan peredaran minuman keras. Serta Perda nomer 07 tahun 2002 tentang pelarangan pelacuran dan perbuatan cabul.

Intinya, seluruh masyarakat Gresik untuk selalu menciptakan suasana dan menjaga kesucian bulan Ramadhan serta menghormati ummas Islam yang tengah menjalankan puasa. "Mengupapayakan menutup warung saat siang hari. Bagi yang tidak berpuasa agar tidak makan dan minum serta merokok disembarang tempat serta mencolok terlihat bagi orang yang berpuasa" kata Suyono.

Dalam edaran tersebut juga ada himbauan untuk memasang spanduk berisi himbauan untuk menghormati bulan puasa, menjaga dan menggairahkan amalan pada bulan Ramadhan. "Namun yang lebih penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan, setelah jam 24.00 dalam melaksanakan amalan Ramadhan tidak menggunakan pengeras suara, atau mengecilkan volume suara sehingga tidak mengganggu warga sekitarnya" pungkas Suyono. sdm/arifin sz/team   
   

GERAKAN 500 RIBU MASKER DAN PENCANANGAN GRESIK BERMASKER

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Berbagai macam cara terus dilakukan untuk memutus ...