Tampilkan postingan dengan label tombo ati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tombo ati. Tampilkan semua postingan

HUT Gresik Menggelar Pengajian Sinau Bareng

Gresiknews1.com - Dalam rangka memperingati HUT Pemkab Gresik ke-42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-529, DPRD Gresik menggelar pengajian sinau bareng bersama Cak Nun (Muhammad Ainun Najib) dan Kiai Kanjeng di halaman kantor DPRD Gresik, Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik, Jumat (1/4) malam.

Kegiatan religia tersebut dihadiri oleh pimpinan beserta anggota DPRD Gresik, Bupati-Wabup, Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim dan pejabat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

Ribuan masyarakat Gresik tumplek-blek mengikuti acara ngaji bareng dengan duduk lesehan.

Selain nggaji bareng, acara itu juga diselingi dengan persembahan kesenian Zafin atau Marawis yang menghadirkan lagu-lagu yang menjadi ciri khas kota Gresik yang terkenal dengan kota santri.

Yang menarik, pada kesempatan itu Wabup Moh. Qosim saat kebagian sambutan juga melantunkan bacaan salawat seperti kebiasaannya setiap acara, "Sidnan Nabi" dan "Ahmad Ya Habibie".

Sementara Ketua DPRD Gresik, Ir. H. Abdul Hamid mengatakan, sinau bareng dengan mendatangkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng selain untuk memeringati HUT Pemkab Gresik ke-42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-529, juga untuk mengimplementasikan budaya kota santri dan kota wali.

"Kegiatan religia ini sebagai bentuk komitmen DPRD Gresik untuk melestarikan budaya kota santri dan kota wali," kata Hamid.

Pada kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan santunan anak yatim dan piatu. "Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DPRD terhadap anak-anak yatim dan piatu yang ada di Gresik," tuturnya.

Hamid berharap kegiatan seperti ini tetap bisa dilanjutkan. Sebab, kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk untuk menghidupkan Gresik sebagai kota santri dan kota wali. "DPRD dan Pemkab Gresik sudah sepakat bahwa memertahankan Gresik sebagai kota santri dan kota wali harga mati," jelasnya.

Ditambahkan Hamid, selaku pimpinan DPRD Gresik, dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sangat responsif atas kegiatan sinau bareng. "Karena tanpa bantuan dan dukungan mereka kegiatan tersebut tidak akan bisa sukses," pungkasnya.

Sementara MH. Ainun Najib dalam sinau bareng banyak memaparkan soal kondisi masyarakat saat ini. Cak Nun -panggilan akrab Ainun Najib- pada kesempatan itu mengajak para undangan dan hadirin untuk mengelola kehidupan bernegara yang baik.

Tujuannya, untuk menjadikan negara yang adil dan makmur. "Ayo, manakah yang lebih dulu, adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil," kata Cak Nun.

Dia pun kemudian mengajak para undangan untuk menyadari bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan. Untuk itu, maka keadilan harus hadir. "Jadi, tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun (negara yang baik), melainkan juga harus robbun ghofur yakni Allah memberikan pengampunan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Cak Nun juga menyatakan, masih sedikitnya instrumen yang digunakan masyarakat untuk bersyukur dengan hati. "Makanya, hati harus ditata. Sesedih apapun kita, harus temukan segala sesuatu yang membuat kita untuk tersenyum dan bersyukur. Caranya bagaimana, adalah dengan menemukan Allah," tukasnya. arifin sz/team

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Shalat Fajar?

Gresiknews1 - Solat merupakan tiang agama dan sebuah kewajiban bagi semua orang yang beragama islam. Jangan pernah meninggalkan solat walau satu rokaat pun karena nantinya amalan tersebut yang akan anda bawa dan pertanggung jawabkan diakhirat. Solat yang wajib anda lakukan yaitu solat 5 waktu subuh, zuhur, ashar, magrib dan isya. Jika anda sudah dengan tepat waktu dalam melaksanakan solat 5 waktu itu. Anda bisa tambah amalan dan pahala anda dengan solat-solat sunnah. Karena memang banyak solat sunnah yang mempunyai keutamaan yang sangat baik jika dikerjakan.

Kita sering sekali mendengar tentang keutamaan shalat Fajar. Dan ingin sekali melakukakannya sebagai bentuk meningkatkan kualitas iman. Timbul pertanyaan kapan waktu sholat Fajar itu? Terlepas dari itu, mari kita bahas keutamaan shalat fajar terlebih dahulu, agar kita semakin semangat mengerjakannya.

Terdapat banyak hadis yang menunjukkan keutamaan shalat sunah fajar. Diantaranya,

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

”Dua rakaat fajar, lebih baik dari pada dunia seisinya.” (HR. Muslim 725, Nasai 1759, Turmudzi 416, dan yang lainnya).

Kemudian, juga hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيِ الفَجْرِ

Tidak ada shalat sunah yang lebih diperhatikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada dua rakaat fajar. (HR. Bukhari 1169).

Jadi, kapan waktu shalat fajar?

Sebagian orang kebingungan antara shalat fajar dengan shalat qabliyah subuh. Sehingga ada yang melaksanakan dua kali. Shalat fajar dilakukan sebelum adzan subuh, kemudian shalat qabliyah subuh dilakukan setelah adzan subuh.

Dan jelas, ini adalah pemahaman yang tidak benar. Karena shalat fajar adalah shalat qabliyah subuh.

A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

”Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR.Bukhari 1182, Nasai 1758, dan yang lainnya).

Cerita A’isyah ini menunjukkan bahwa shalat sunah yang dimotivasi Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau rutinkan adalah shalat sunah qabliyah subuh.

Shalat ini dinamakan shalat fajar, karena shalat ini dilaksanakan tepat setelah terbit fajar, sebelum pelaksanaan shalat subuh.

Dahsyatnya Berkah Hari Jum’at

Gresiknews1 - Tak terasa betapa cepatnya waktu berjalan, dan akhirnya sampain juga pada hari Jumat. Memang benar dalam QS. Al-Ashr bahwasannya Manusia itu berada dalam kerugian bila tidak memanfaatkan waktunya, Waktu itu tidak bisa dibeli bahkan dikembalikan satu detik yang lalu kita ulangi pasti tidak akan bisa. Dan celakalah Orang yang tidak memanfaatkan waktunya.

Kali ini kami mencoba menulis tentang keutamaan hari jum’at semoga bermanfaat dunia akhirat. Amin
Rasulullah Saw bersabda: “Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu Adam diturunkan dari surga, pada hari itu pula taubatnya di terima, pada hari itu juga ia wafat, pada hari itu Kiamat akan terjadi dan tidak ada satupun binatang melata kecuali mereka menunggu pada hari Jum’at sejak shubuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat, kecuali Jin dan manusia.”(HR. Abu Dawud, Shahih)

Hari Jumat, tak pelak, merupakan hari yang sangat istimewa dalam Islam. Itu sudah kita ketahui bersama. Ada banyak hal yang disebutkan hadist dalam hari Jumat ini. Apa saja? Berikut hadist-hadist yang menyebutkan kelebihan hari Jumat.

Dari Abu Hurairah katanya, Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, maksudnya: “Sebaik-baik hari yang terbit matahari ialah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu juga dia dikeluarkan dari syurga. Pada Jum’at juga kiamat akan berlaku. Pada hari itu tidaklah seorang yang beriman meminta sesuatu daripada Allah melainkan akan dikabulkan permintaannya.” [HR Muslim]

Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari Jum‘at adalah penghulu segala hari dan hari yang paling besar di sisi Allah Subhanhu wa Ta ‘ala yaitu hari yang lebih besar daripada hari raya Adha dan hari raya Fitrah, pada hari Jum‘at itu terdapat lima kejadian yaitu hari yang dijadikan Adam ‘alaihissalam dan Baginda di turunkan daripada syurga ke muka bumi, dan pada hari itu juga wafatnya Adam ‘alaihissalam, dan Allah mengurniakan satu saat di mana do’a-do’a dikabulkan kecuali do’a-do’a maksiat, dan hari Jum‘at juga akan terjadinya hari Kiamat.” [HR Ibnu Majah]

Rasulullah sallallahu.’alaihi.wasallam bersabda, “Sesungguhnya harimu yang paling utama adalah hari Jum’at. Maka perbanyakkanlah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawatmu ditunjukkan kepadaku. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami ditunjukkan kepadamu sedangkan tubuhmu telah hancur? Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam menjawab: Sesungguhnya Allah mengharamkan tubuh para Nabi bagi bumi (tidak hancur).” [HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah]

Rasulullah bersabda maksudnya : “Barang siapa yang berwudhu dan kemudian dia pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, lalu mendengar dan tidak bercakap (ketika khutbah dibacakan), maka diampuni dosa-dosanya yang ada di antara hari Jum’at itu dan hari Jum’at berikutnya.” [HR Muslim]

Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Pada hari Jum’at terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya. Carilah ia di akhir waktu selepas asar.” [HR Abu Daud]

Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang Muslim itu meninggal dunia pada hari jum’at atau pada malam Jum’at melainkan Allah menyelamatkannya dari fitnah kubur (soalan di dalam kubur).” [HR At-Tirmizi]

Rasulullah sallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan, semuanya adalah penghapus dosa-dosa di antara kedua-duanya selagi mana dijauhi dosa-dosa besar.” [HR Muslim]

Ini Dia Amal yang Pahalanya Terus Mengalir ke Kubur

Gresiknews1 - Ada sepasang suami istri yang alhamdulillah sangat kaya dan juga shaleh.Mereka berulangkali berhaji. Setiap tahun juga mereka melakukan umrah. Berapa banyak harta yang mereka habiskan untuk Haji dan Umrah.

Seorang ulama berkata bahwa amal mereka itu bagus dan mendapat pahala. Hanya saja, jika mereka sudah meninggal, tentu mereka tak bisa melakukan Haji dan Umrah lagi. Pahalanya pun berhenti mengalir.

Nah, maukah saya beritahu amal-amal yang pahalanya akan terus mengalir meski bapak ibu sudah meninggal dunia? Ini dia:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [An Nisaa 40]

Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban seperti sholat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah insya Allah akan dibalas Allah pahala yang berlipat ganda.

Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi berhaji atau umrah dengan berharap mendapat pahala yang besar. Sesungguhnya itu baik. Namun sayangnya saat kita meninggal, kita tidak akan mendapat pahala itu lagi. Saat kita mati, terputus amal kita selain 3 amal yang di atas.

Oleh karena itu agar pahala kita terus mengalir meski kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas. Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiyat yang telah kita perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan, bisa jadi akhirnya kita terjerembab ke neraka jahannam.

Sedekah Jariyah

Menurut Imam al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang pahalanya terus menerus mengalir, yaitu: 1) ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak sholeh, 3) sedekah jariyah (wakaf), 4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, 5) mewakafkan buku, kitab atau Al Quran, 6) berjuang dan membela tanah air, 7) membuat sumur, 8) membuat irigasi, 9) membangun tempat penginapan bagi para musafir, 10) membangun tempat ibadah dan belajar.

Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.

Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.

Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:

Hadits riwayat Usman bin Affan ra: “Barang siapa yang membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)

Ilmu yang Bermanfaat

Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, insya Allah kita akan mendapat pahala meski kita telah tiada.

Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak.

Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan mengamalkannya.

Dengan membuat website yang berisi ilmu yang bermanfaat misalnya website Islam sehingga puluhan ribu orang bisa membaca dan mengamalkan ilmunya, insya Allah juga akan mendapat pahala. Jika ada orang yang meng-copy-paste tulisan anda, jangan sedih. Justru mereka membantu menyebarkan ilmu anda sehingga jika website anda tutup karena anda tidak membayar sewa domain atau hosting, ilmu anda tetap tersebar dan dinikmati orang lain.

Mendirikan TV Islam atau TV Komunitas yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat pun insya Allah akan mendapat pahala.

Bagaimana jika kita bukan orang yang pintar atau ilmu kita cetek? Jangan sedih. Dengan membantu ulama sehingga ilmunya tersebar, membantu penerbitan buku yang bermanfaat, membantu pembuatan dan pemeliharaan website atau TV Islam juga bisa membuat anda ikut mendapat pahala. Karena Allah menghitung setiap amal yang kita lakukan sekecil apa pun amal itu!

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

Rasulullah saw. bersabda:

Dari Abu Musa Al Asyari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:

“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasai.

Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Jadi jika kita turut andil dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat, insya Allah, Allah akan melihatnya.

Anak Soleh yang Selalu Mendoakan

Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang saleh.

Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah, hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang saleh. Seorang ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaannya di kantor agar bisa fokus mendidik anaknya.

Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung?

Di situ tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak kandung atau bukan. Jadi jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.

Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan surga tingkat rendah. Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat Nabi Muhammad SAW laksana jari telunjuk dengan jari tengah.

Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.

Menyumbang ke keluarga miskin yang ada anaknya pun atau panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.

Sumber : akhwat indonesia

MISTERI PENEMUAN BAHTERA NABI NUH AS

Sebuah pasukan yang melibatkan ilmuwan dari Amerika dan Turki akan mengadakan penyelidikan terhadap misteri gunung Ararat pada Juli mendatang. Mereka akan mencari perahu Nabi Nuh.
Apakah kisah perahu besar Nabi Nuh yang tercatat dalam kitab suci merupakan peristiwa nyata atau mitos? Selama ini para ahli dan sarjana selalu berdebat, tidak sedikit yang beranggapan, bahwa hingga saat ini sisa-sisa peninggalan perahu Nabi Nuh masih tersimpan di puncak gunung Ararat Turki.

Menurut laporan media cetak Amerika pada 26 April 2004, sebuah tim peneliti beranggotakan 10 orang yang dibentuk oleh petualang Amerika dan Turki akan mendekati puncak gunung yang misterius itu pada Juli tahun ini, untuk mencari jejak “perahu besar Nabi Nuh” (The Great Noah Ark).

McGivern, pimpinan The Trinity Corporation of Honolulu, Hawaii mengatakan, bahwa sebelum mereka memasuki pegunungan Ararat, para anggota tim masih harus melakukan sejumlah besar persiapan kerja, seperti misalnya, mempelajari data-data yang berhubungan dengan ciri geografis dan bentuk permukaan bumi serta adat istiadat humanisme di daerah sekitar gunung Ararat.

Menurutnya, problem terbesar yang dihadapi mereka saat ini adalah bagaimana mengadakan komunikasi dengan penduduk asli setempat. Karena gunung-gunung yang tinggi itu dianggap keramat oleh para penduduk asli setempat, dan mereka yakin akan eksistensi “Perahu Nabi Nuh”, oleh karena itu selama berabad-abad, mereka tidak pernah bersedia menceritakan tentang misteri yang berhubungan dengan gunung-gunung itu kepada orang luar.

Kalau mereka berhasil mendekati apa yang diduga sebagai struktur raksasa setinggi 45 kaki, lebar 75 kaki dan panjangnya sampai 450 kaki yang sempat tersingkap akibat gelombang panas dahsyat yang melanda Eropa pada musim panas yang baru lalu, itu berarti akan memperkuat dugaan sebelumnya.

Sebagian besar anggota tim penyelidik mengatakan, bahwa bagi mereka yang memahami kitab Injil, jika keberadaan “Perahu Nabi Nuh” benar-benar terbukti, maka itu akan menjadi simbol legendaris sepanjang sejarah manusia, dan menjadi sebuah rekor perkembangan evolusi manusia. Seperti diketahui kisah Nabi Nuh dan perahunya yang selamat dalam banjir besar tercantum dalam Alkitab dan Al-Qur’anPENEMUAN AWAL

Sebenarnya, pencarian terhadap perahu Nabi Nuh sudah cukup lama dilakukan. Setahun setelah terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi dahsyat pada 2 Mei 1883 yang telah memorak-porandakan kampung di kaki gunung Ararat, kerajaan Turki mengirim tim ekspedisi untuk melihat akibat yang ditimbulkannya. Kapten Gayscoyne, duta Inggris di Istambul, turut dalam ekspedisi itu. Saat itu mereka melihat “Perahu Nabi Nuh”.

Menindak lanjuti temuan itu, pada 1917, Kaisar Rusia Tsar Nicholas II telah mengirim 150 orang pakar dari berbagai bidang dan tentara untuk mencari dan menyelidiki perahu Nabi Nuh. Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat.

Segala kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin. Mereka mencoba mengukur panjang perahu Nuh dan didapati berukuran panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki, sebagian lainnya tenggelam di dalam salju.

Hasil dari perjalanan itu dibawa pulang dan mau diserahkan kepada Tsar, malangnya sebelum sempat melaporkan temuan itu ke tangan kaisar, Revolusi Bolshevik Komunis (1917) meletus. Laporan itu akhirnya jatuh ke tangan Jenderal Leon Trotsky. Sehingga sampai sekarang masih belum diketahui, apakah laporan itu masih disimpan atau dimusnahkan.

Tahun 1957, beberapa pilot Angkatan Udara Turki sempat menyelidiki puncak Ararat, dan mendapati obyek di Provinsi Agri menunjukkan bentuk sebuah perahu.

Namun, karena perang dingin Uni Soviet vs. AS, penemuan itu tidak ditindaklanjuti dengan alasan “mencegah mata-mata AS mendekat”, Uni Soviet melarang pesawat setiap negara memasuki di sekitar pegunungan Ararat. Larangan itu baru dicabut pada 1982, dan sejak itu berbagai tim ekspedisi mulai berdatangan lagi, namun tidak ada yang mampu membuktikan.

Baru kemudian pada 1995, analis gambar satelit Amerika Bolsey Taylor mulai memperhatikan obyek misterius yang disebut “keajaiban gunung Ararat” itu. Ia menghabiskan beberapa tahun lamanya, mengumpulkan sejumlah besar gambar dari satelit, dan mengklasifikasi foto satelit tersebut, akhirnya didapati, bahwa itu adalah sebuah benda raksasa yang panjangnya 180 meter.

Namun, mereka juga tidak tahu persis benda apa sebenarnya, menurutnya bisa saja itu merupakan benteng kuno Turki, atau mungkin reruntuhan sebuah pesawat, dan kemungkinan juga itu adalah “Perahu Nabi Nuh”.

Sekitar tiga tahun lalu, seperti ditulis G. Joseph, arkeolog Ron Wyatt dan David Fasold menyatakan telah menemukan pendaratan “Perahu Nabi Nuh”. Penemuan ini menyatakan juga bahwa jejak itu tidak berada di puncak Ararat tetapi sekitar 20 mil dari puncak Ararat, dekat sisi dari Turki dan Iran. Tetapi mereka percaya bahwa pasti benar apa yang dikatakan Alkitab bahwa bahtera Nuh mendarat di puncak Ararat.

Pergeseran tanah selama ribuan tahun, gempa bumi, adanya gunung baru, dapat mengakibatkan bergesernya lokasi pendaratan tersebut dari puncak gunung Ararat ke posisi sekarang. Lihat gambar berikut, adalah penandaan yang dilakukan oleh para arkelog. Karena dengan mata telanjang, tanda tersebut sama sekali tidak akan tampak. Penandaan tersebut diambil dari sebuah radar khusus untuk mengidentifikasikan struktur tanah yang membentuk suatu obyek.

Pengukuran obyek yang ditandai mempunyai altitude 7.546 kaki. Panjangnya, 558 kaki, dan lebarnya 148 kaki. Ukuran tersebut hampir tepat seperti dalam Alkitab di mana Allah memerintahkan Nuh untuk membuat suatu perahu yang besar. Di sekitar obyek tersebut, juga ditemukan oleh Ron Wyatt sebuah batu besar dengan lubang pahatan.

Mereka percaya bahwa batu tersebut adalah “drogue-stones”, di mana pada zaman dahulu biasanya dipakai pada bagian belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu. Radar dan peralatan mereka menemukan sesuatu yang tidak lazim pada level “iron oxide” atau seperti molekul baja. Struktur baja tersebut setelah dilakukan penelitian bahwa jenis “vessel” ini telah berumur lebih dari 100.000 tahun, dan terbukti bahwa struktur dibuat oleh tangan manusia. Mereka percaya bahwa itu adalah jejak pendaratan perahu Nuh.

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )
 
Gresiknews1

Inilah Kesaksian Orang Yang Pernah Mati Suri

Gresiknews1,Gresik - Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya
di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi..

”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘ jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu..

Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan
Assalammualaiku m kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “ Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang
mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh
dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan
”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.
Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia
65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat
itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada
amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.

”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ” ujarnya.

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

Setelah berpidato, aslina mendapatkan tepukan meriah dari penonton tapi bila di facebook, ia dapatkan jempol sekarang.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran darikesaksiaan tersebut.
-----------------------------------------------------------------------

Kisah Perempuan Miskin dan Sapinya

Gresiknews1,Gresik - Kisah nyata ini terjadi di salah sebuah daerah di Yaman.Kisah penderitaan dan 
kepahitan yang dilalui oleh penduduk Gaza tersebar ke seantero dunia. Semua orang marah, 
benci, dendam dan sedih. Dimana korban kebanyakan adalah anak-anak kecil tak berdosa 
yang menjadi korban muntahan peluru sehingga darah membasah bumi tanpa henti.

Tragedi dahsyat ini juga sampai juga ke telinga seorang perempuan tua yang hidup 
miskin di salah sebuah kampung di Yaman. Sama seperti orang lain, dia juga turut sedih dan 
pilu sehingga berurai air mata. Lantas suatu hari, dia berusaha sekuat upaya untuk mencoba 
membantu sekadar semampunya. Kebetulan , ‘harta’ yang dia punya adalah seekor sapi tua, 
terlalu uzur, kurus dan sudah tidak bermaya. 

Dengan semangat tinggi dan perasaan simpati amat sangat, dia berniat 
menyedekahkan Sapinya itu kepada penduduk Gaza lalu berjalan kaki dari rumah pergi ke 
salah sebuah masjid di Yaman sambil memegang sapi tunggal kesayangannya itu. 
Kebetulan hari itu Jumaat dan para jemaah sudah mengerumuni pekarangan masjid 
untuk melaksanakan ibadat tersebut. 

Ketika itu, betapa ramai yang melihat dan memperhatikan perempuan tua nan miskin 
dengan sapinya yang berada di sisi luar masjid. Ada yang mengangguk, ada yang 
menggeleng kepala. Tak terkecuali ada juga yang tersenyum sinis, tertawa, mengejek melihat 
perempuan miskin yang setia berdiri di sisi sapinya. 


Masa berlalu, jemaah masjid walaupun khusyuk mendengar khutbah imam namun 
sesekali memperhatikan dua mahkhluk tuhan itu. Perempuan dan sapi itu masih di situ yang 
tanpa rasa malu atau segan diraut wajahnya. 

Setelah imam turun dari mimbar, solat Jumaat kemudian dilakukan, biar dibakar terik 
mentari dan peluh menitis dan memercik di muka, perempuan dan sapi tua itu masih saja di 
situ. 
Segera setelah jemaah selesai solat dan berdoa, tiba-tiba perempuan itu dengan 
tergesa-gesa menarik sapi itu membawanya ke depan pintu masjid sambil menanti dengan 
penuh sabar tanpa mempedulikan jemaah yang keluar. Ramai juga orang yang tidak beranjak 
dan perasaan ingin tahu, apa yang bakal dilakukan oleh perempuan tua itu. 

Tatkala imam masjid keluar, perempuan tua itu bingkas berkata :”Wahai imam, aku
telah mendengar kisah sedih penduduk di Gaza. Aku seorang yang miskin tetapi aku 
bersimpati dan ingin membantu. Sudilah kau terima satu-satunya sapi yang ku punyai untuk 
dibawa ke Gaza, untuk di berikan kepada penduduk di sana.” 

Gaduh seketika orang yang berada di masjid itu. Imam kaget dengan permintaan 
perempuan itu namun keberatan untuk menerima. Ya, bagaimana membawa sapi tua itu ke 
Gaza? Kemudian para jemaah mulai bercakap-cakap. Ada yang mengatakan tindakan itu 
tidak munasabah apalagi sapi itu sudah tua dan tiada harga. 
23 

“Tolonglah.. bawalah sapi ini ke Gaza. Inilah saja yang aku punya. Aku ingin benar 
membantu mereka,” ulang perempuan yang tidak dikenali itu. Imam tadi masih 
keberatan.Masing-masing jemaah berkata-kata dan berbisik antara satu sama lain. Semua 
pandangan tertumpu kepada perempuan dan sapi tuanya itu. 
Mata perempuan tua yang miskin itu sudah mulai berkaca dan berair namun tetap 
tidak beranjak dan terus merenung ke arah imam tersebut. Sunyi seketika suasana. 
Tiba-tiba muncul seorang jemaah lalu bersuara mencetuskan idea: ”Tak mengapalah, 
biar aku beli sapi perempuan ini dengan harga 10,000 riyal dan bawa uang itu kemudian 
sedekahkanlah kepada penduduk di Gaza. 
Imam kemudian nampak setuju. Perempuan miskin tua itu kemudian menyeka air 
matanya yang sudah tumpah. Dia membisu namun sepertinya setuju dengan pendapat jemaah 
itu. 

Tiba-tiba bangkit pula seorang anak muda, memberi pandangan yang jauh lebih hebat 
lagi: ”Bagaimana kalau kita rama-ramai membuat tawaran tertinggi sambil bersedekah untuk 
membeli sapi ini dan duit nya nanti diserahkan ke Gaza?” 
Perempuan itu terkejut, termasuk imam itu juga. Rupa-rupanya cetusan anak muda ini 
diterima semua orang. Kemudian dalam beberapa menit para jemaah berebut-rebut 
menyedekahkan uang mereka untuk dikumpulkan dengan cara lelang tertinggi. 
Ada yang mulai menawar dari 10,000 ke 30,000 riyal dan berlanjutan untuk seketika. 
Suasana pekarangan masjid di Yaman itu menjadi riuh selama proses lelang sapi tersebut. 
Akhirnya sapi tua, kurus dan tidak bermaya milik perempuan tua miskin itu dibeli 
dengan harga 500,000 riyal, setelah itu uang diserahkan kepada imam masjid, semua sepakat 
membuat keputusan itu, kemudian salah seorang jemaah berbicara kepada perempuan tua itu. 

“Kami telah melelang sapi kamu dan telah mengumpulkan uang sejumlah 500,000 
riyal untuk membeli sapi itu. 
“Akan tetapi kami telah sepakat, uang yang terkumpul tadi diserahkan kepada imam 
untuk disampaikan kepada penduduk Gaza dan sapi itu kami hadiahkan kembali kepada 
kamu,” katanya sambil memperhatikan perempuan tua nan miskin itu yang kembali 
meneteskan air mata…gembira. 

Tanpa diduga, Allah mentakdirkan segalanya, niat perempuan miskin itu untuk 
membantu meringankan beban penderitaan penduduk Palestina akhirnya tercapai dan 
dipermudahkan sehingga terkumpul uang yang banyak tanpa kehilangan “harta” satu-satunya 
yang ada . Subhanallah. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 
“Barangsiapa yg bersedekah (walau) sebesar kurma dari usaha yg baik, dan Allah 
tidak menerima kecuali yg baik, dan Sungguh Allah swt menerimanya dg sambutan 
hangat, lalu melipat gandakannya untuk orang itu seperti kalian mengasuh bayi yg 
disusuinya, hingga sebesar gunung” (Shahih Bukhari)

KETENANGAN HATI

Gresiknews1,Gresik - Setiap orang pasti dilanda oleh permasalahan, tak peduli yang kecil, yang muda, atau yang tua. Sejak manusia dilahirkan, dalam proses pertumbuhan, tiap waktu, selama dalam hidupnya manusia selalu dirundung oleh permasalahan. Begitu kompleknya permasalahan yang dihadapi manusia yang satu dengan yang lain tentu berbeda. Tingkat permasalahan yang dihadapi manusia juga berbeda-beda. Semua orang dari segala lapisan akan merasakan dan dihadang oleh permasalahan.
Seorang pemimpin atau pejabat pemerintah akan menghadapi permasalahan dengan bawahannya, relasinya, pesaing dalam peningkatan karirnya, masyarakat yang begitu komplek dari segala jenis kelompok sosialnya, yang juga beragam dalam segi pandangan dan ide. Juga tidak sedikit masyarakat yang pro atau kontra dengan nya. Selain permasalahan tersebut, ada juga permasalahan yang berhubungan dengan hal pribadi, keluarga, anak istri, tetangga, dan masyarakat sekitar.
Seorang pengusaha akan berhadapan dengan pesaing bisnisnya, kenaikan bahan baku untuk produksi, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan lain sebagainya. Seorang guru akan dihadapkan dengan problem kegiatan belajar mengajar di sekolah, murid yang menjengkelkan, tuntutan dalam menambah pengetahuan untuk peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliikinya, teman sejawat yang menjadi pesaing dalam karir, kejenuhan dengan kegiatan sehari-hari yang selalu dihadapkan dalam permasalahan yang sama dalam keseharian. Rakyat jelata akan didadapkan dengan permasalahan kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa berubah setiap saat, kenaikan harga bahan-bahan pokok makanan.
Anak-anak dihadapkan dengan pengetahuan baru yang perlu diadaptasikan dalam kehidupannya, mencoba ini salah, itu salah, tentu juga merupakan permasalahan yang tak sepele bagi mereka. Yang muda dihadang oleh pemikiran orang tua yang dinilainya tidak sejalan dengan pemikiran perkembangan zaman, sehingga menganggap mereka kolot, ketingggalan zaman. Selain itu mereka dihadapkan dengan permasalah yang membawa dirinya dalam perubahan dari anak-anak ke dewasa, sehingga perlu adanya kemandirian dalam menjalani hidup, membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih meningkat. Golongan tua akan merasa was-was dengan anak-anak mereka yang tidak segera mendapatkan pekerjaan, dengan bertambahnya usia yang semakin menua, akan merasa gelisa takut untuk tidak mampu bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, dan lain sebagainya.
Selain permasalahan tersebut, masih banyak lagi permasalahan yang selalu mengiringi dalam perjalanan hidupnya. Dari segi sosial, ekonomi, pribadi, karir, jabatan, dan lain sebagainya. Dimanapun manusia berada, kapan pun waktunya, selalu tidak dapat menghindar dari permasalahan tersebut.
Dengan adanya permasalahan tersebut, tidak sedikit manusia yang mengalami depresi, stres, putus asa, yang akhirnya berakhir dengan hal perbuatan yang negatif. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dihadang permasalahan yang semakin komplek dan rumit malah akan menjadikan sebagai jembatan dalam mencapai kedewasaan yang membawa kenikmatan dan perbuatan yang lebih positif.
Untuk itu, apabila kita telah dirundung permasalahan yang begitu komplek, menyesakkan dada, menyempitkan pikiran dan pandangan, kembalikan segala persoalan tersebut kepada hati kita, datang dan minta pertolongan hanya kepada Allah, banyak-banyaklah untuk mengingat Allah SWT.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang (QS. Ar-Ra’d : 28)”. Sebut nama-Nya dengan berdzikir setiap saat, setiap waktu, basahi bibir ini dengan asma Allah SWT. yang Maha Agung, sirami hati dan jiwa ini dengan senantiasa menyebut nama-Nya. Semakin sering kita membasuh pikiran, hati, dan jiwa ini dengan siraman sejuk asma sang Maha Agung, maka semakin semakin bersih pula pikiran, hati, dan jiwa dari persoalan yang menyesakkan dada, dari pakaian kesombongan yang tiada berguna dan menjerumuskan kita kedalam jurang kehancuran serta kenistaan. 
Semakin banyak mengingat Allah SWT. pikiran semakin terbuka, hati semakin tentram, jiwa semakin bahagia, nurani semakin damai sentausa. Dengan perpaduan kondisi pikiran, hati, jiwa, dan nurani yang seperti itu, akan mudahkan pikiran bekerja sama dengan hati dalam mencari solusi yang lebih bijaksana dan terarah dalam menyelesaikan permasalahan. Hati akan senantiasa memberikan solusi terbaik dan kemudian direalisasikan lewat pikiran, sehingga tindakan yang dilakukan benar-benar semata karena adanya hidayah dari Allah SWT. dan segala permasalahan yang terjadi memang datang dan sudah terencana atas kehendak-Nya. Dengan kesadaran dan selalu ingat dan membasuh hati dengan dzikir kepada-Nya lah yang mengakibatkan ketenangan dan ketentraman jiwa. 
Wallohua’lam.

Siapa Perumus Tombo Ati Limang Perkoro?

Gresiknews1,Gresik - SYAIR “Tombo Ati” alias obat hati yang berjumlah lima amalan ibadah adalah syair berbahasa Jawa yang populer secara turun-temurun. Syair yang berisi nasihat ini semakin booming setelah masuk ke dunia rekaman yang dilantunkan seniman Muslim Emha Ainun Najib dan dilanjutkan oleh penyanyi Opick dengan versi bahasa Indonesianya.

Ada pihak yang menyebutkan bahwa syair Tombo Ati ini berasal dari Sunan Bonang salah satu ulama shalih penyebar Islam di tanah Jawa, di mana beliau menggunakan syair itu dalam sebagai media dakwah.

Meski demikian, apakah bisa dikatakan bahwa otomatis beliau perumus Tombo Ati? Bisa jadi, namun kemungkinan hal itu kecil, karena Wali Songo adalah ulama yang dikenal menganut metode sanad dalam ajarannya hingga kemungkinan besar ajaran yang disampaikan merujuk kepada ulama sebelumnya.

Jika seandainya bukan Sunan Bonang, lalu siapa ulama sebelum beliau yang merumuskannya?

Pertanyaan itu terjawab oleh kitab Shifat Ash Shafwah karya Ibnu Al Jauzi (597 H) ulama besar madzhab Hanbali, di mana saat beliau menulis biografi Yahya Bin Muadz Ar Razi ulama yang wafat di Naishabur tahun 258 H, beliau menuliskan bahwa Yahya menyampaikan 5 obat hati (lihat, Shifat Ash Shafwah, 4/92).

Dalam kitab itu Yahya bin Muadz menyatakan, ”dawa’ al qalb khomsah asya’” (obat hati ada 5 perkara), yang dalam bahasa Jawa, ”tombo ati iku limo perkarane” (obat hati ada 5 perkara).

Dari lima perkara itu Yahya bin Muadz merinci, ”qira’ah Al Qur’an bi at tafakkur” (membaca Al Qur’an dengan perenungan), yang dalam bahasa Jawa, ”moco Quran angen-angen sakmaknane”.

Yang kedua adalah “khala’ al bathn” (kosongkan perut atau berpuasa), yang dalam bahasa jawa, ”weteng siro kudu luwe”.

Obat hati selanjutnya adalah, ”qiyam al lail” kalau dijawakan menjadi, ”sholat wengi lakonono”.

Selanjutnya adalah, ”tadzarru’ indza as sahr” (merendahkan diri saat waktu sahur) kalau dalam versi Jawa, ”dzikir wengi ingkang suwe”.

Sedangkan obat hati yang terakhir yang disebut Yahya bin Mu’adz adalah, ”mujalasah as shalihin” (bermajelis dengan orang-orang shalih) yang dalam versi Jawanya, ”wong kang sholeh kumpulono.”

Jika demikian, maka hal ini merupakan salah satu indikator bahwa ajaran Walisongo bersumber kepada ulama terdahulu, tinggal generasi Islam saat ini, tidak hanya bisa manghafal, namun juga dituntut untuk mengamalkan 5 perkara yang amat dianjurkan itu, hingga hati menjadi tenang.

Pemakaman Jenazah Warga Desa Tebalo Kec Manyar Kab Gresik

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pemakaman jenazah Almh Dewi Jusniawati ( 44 tahun ...