Kades Prambangan Fariantono Diduga Memanipulasi Data

GRESIK infojatim – Belakangan ini ramai diberitakan media, bahwa kades prambangan yang sekarang menjabat dilaporkan oleh Felix Soesanto, dan sekarang sudah menjadi tersangka, terkait pemalsuan surat keterangan riwayat tanah.

Terjadinya proses jual beli tanah antara Felix Soesanto dengan keluarga Suliono, Ayuni yang terletak di desa Prambangan yang berbuntut ricuh, sehingga pihak penjual dan pembeli saling berseteru secara hukum.
Saat dikonfirmasi, Felix Soesanto mengatakan bahwa dia melaporkan Fariantono ke Polda Jatim, karena Fariantono dianggap telah membuat dobel surat keterangan,
....Pertama pada 22 Desember 2014 yang isinya menerangkan bahwa Fariantono selaku Kades Prambangan mengetahui telah terbit Sertifikat Hak Milik no 982 atas nama Felix Soesanto dengan luas 20.037M2.
....Kedua pada 9 Desember 2015, Fariantono membuat lagi surat keterangan yang isinya sangat bertentangan dengan surat keterangan yang pertama,
"Itu kan sudah gak bener ?" Ujar Felix Soesanto kepada awak media ini.

Sedangkan Kades Prambangan saaat ditemui menyampaikan bahwa dia membuat surat keterangan riwayat tanah sesuai dengan aslinya alias sesuai dengan letter C desa no 557atas nama Kaskan Cs, disitu tercatat ada dua bidang, petok D dengan no 557 42a dt II. Luas -/+ 21030M2 persil 42a dt II luas -/+ 9800M2. Penjelasan Kades Fariantono "Jadi ada 2 (Dua) bidang di persil ini, nah yang sudah dijual dan sudah terbayar itu bidang dengan luas -/+ 21030M2, yang satu bidang lagi dengan luas -/+ 9800M2 belum terbayar, itulah yang diminta pemilik tanah" ujar Kades Prambangan.

            Kalau melihat kronologi penjualan tanah tersebut sebagai berikut:
Pada tahun 2012 terjadi IJB (Ikatan Jual Beli) yang diterbitkan oleh notaris Agil Suwarto, disitu tertera bahwa KASKAN dan AYUNI pemilik tanah adat petok D yang terletak di desa Prambangan kec. Kebomas kab. Gresik dengan buku C no 557 persil 42a kelas dt II seluas 20830M2 dengan harga Rp 350.000/M2. Namun pada tahun 2013 terjadi lagi AJB (Akta Jual Beli) yang diterbitkan oleh notaris yang sama dengan jumlah luas tanah yang jauh berbeda yaitu: IJB tgl 27-11-2012 seluas 20830M2, namun di AJB tgl 14-02-2013 menjadi 29037M2, pada AJB tersebut tertulis, berdasarkan 2 alat bukti letter C dan surat keterangan yang dikeluarkan oleh kepala desa H.Karto yang menjabat saat itu, tertanggal 22-11-2012, justru belakangan terbukti surat tersebut NON IDENTIK dengan kata lain PALSU.

Sesuai dengan pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan POLRES Gresik pada 7 Maret 2017, dengan nomor B/196/III/2017 Reskrim kepada H.Karto terkait laporan H.Karto 03-09-2016 tentang pemalsuan surat keterangan kepala desa, namun entah alasan apa laporan tersebut dicabut oleh H.Karto, sedangkan sebelumnya pada 22-11-2012 H.Karto mengeluarkan surat keterangan riwayat tanah untuk obyek yang sama, namun H.Karto menerangkan bahwa persil 42a dt II itu ada 2 bidang, dengan masing-masing luas yang berbeda, Pertama luas -/+ 21030M2 dan satu lagi luasnya -/+ 9800M2.

Surat keteranganan riwayat tanah yang dibuat Kades Fariantono (Kades yang menjabat saat ini) adalah surat bernomor : 590/11/437.102.02/2015 yang isinya menerangkan, berdasarkan catatan pada buku letter C desa Prambangan antara lain sebagai berikut:
Persil 42a kelas dt I Luas -/+ 9800M2 tercatat atas nama KASKAN Cs no 557.
"Awalnya saya sebagai saksi saja, namun sekarang menjadi tersangka itupun tanpa ada gelar perkara" imbuhnya lagi.

Pertanyaan awak media ini "Maaf pak Kades, apa betul bapak pernah membuat surat pernyataan pada tanggal 22 Mei 2014, yang menerangkan bahwa bapak mengetahui terbitnya sertifikat hak milik no 982 atas nama Felix Soesanto dengan luas 29037M2 yang diterbitkan oleh BPN Gresik tgl 26 Agustus 2013 ?"
"Ya betul, saya memang mengeluarkan surat tersebut, itupun yang meminta ke saya Mitra kerjanya Pak Felix, katanya untuk persyaratan ijin lokasi, tapi karena saya tunggu persyaratan seperti foto copy KTP yang bersangkutan dan foto copy sertifikat tidak pernah datang lagi, akhirnya 3 bulan kemudian surat pernyataan itu saya batalkan" terang Kades secara panjang lebar.

Upaya-upaya tersebut dilakukan karena Kades Prambangan yang merasa dirinya tidak bersalah dan sudah melaksanakan tugasnya sebagai kepala desa dengan baik, bahkan semua sudah sesuai bukti yang ada dan sudah sesuai prosedur resmi, "Letter C desa tidak bisa dipalsukan atau dihapus, saya tidak berani mengutak atik bukti yang ada, jadi mohon dimengerti karena ini menyangkut hak kepemilikan tanah warga saya, jika memang mau dibeli ya harus dibayar sesuai harga yang disepakati" ujar kades menerangkan.

Menurut Kades Fariantono, para pemilik tanah dan juga perantara penjual membuat surat pernyataan bermaterai 6000yang menyatakan bahwa mereka datang ke notaris Agil Suwarto hanya 1kali untuk penandatanganan IJB, juga menyatakan bahwa pernyataan notaris Agil Suwarto dipersidangan pada 03-06-2016 yang menerangkan bahwa mereka datang 3kali, yaitu untuk tanda tangan IJB, AJB dan pemberitahuan terbitnya Sertifikat Hak Milik nomor 982/tgl 26-8-2013, Prambangan nomor ukur dengan surat ukur tgl 26-7-2013 dengan luas 29037M2 adalah BOHONG atau TIDAK BENAR, bahkan para pemilik tanah telah menyatakan bahwa mereka tidak pernah bertemu dengan Felix Soesanto selaku Pembeli.

Masih kejelasan Kades, bahwa perkara ini pun ternyata sudah pernah diajukan gugatan oleh Ayuni ke PTTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara) surabaya pada tahun 2016 dan sudah keluar putusan dari PTUN dengan nomor : 233/B/2016/PT.TUN.SBY tertanggal 06-12-2016 yang intinya bahwa BPN Gresik diwajibkan untuk mencabut Sertifikat Hak Milik  no 982/Desa Prambangan atas nama Felix Soesanto karena substansinya cacat administrasi.

Namun ada kejanggalan, Ayuni dan Suliono kemudian dilaporkan ke Polda Jatim dituduh memalsukan surat keterangan riwayat tanah, bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan penetapan Ayuni dan Suliono tidak ada sudah terbukti, bahkan diduga putusan itu sepihak karena tanpa dilakukan gelar perkara. Semoga persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan profesional oleh penegak hukum.

Bersambung.....


Arifin S Zakaria

No comments:

Post a Comment

Kegiatan Sosial Jum,at Berkah Bersama Gresik Ceria Dengan Pembagian Nasi Bungkus.

Gresik,  gresiknews1.com   - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Kegiatan atau aksi Sosial Jum,at Berkah yang...