PEMILIK SPI BATU MALANG DILAPORKAN TELAH MELAKUKAN EKSPLOITASI EKONOMI

Jakarta, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap

Julianto Ekasaputra pemilik sekaligus pengelola Sekolah Selamat  Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu Malang terdakwa kasus kejahatan seksual terhadap muridnya di SPI yang perkaranya tengah diperiksa dan disidangkan di PN Malang, oleh eks peserta didiknya di SPI 12 November 2021 dilaporkan di Polda Bali   atas dugaan telah melakukan Eksploitasi ekonomi bertahun-tahun dan kasusnya segera dilimpahkan ke Polda Jawa Timur untuk diperiksa dan diserahkan selanjutnya ke Kejati Jawa Timur. 





Untuk kelengkapan berkas laporannya, R sebagai saksi pelapor sudah diperiksa dan diperkuat dengan  pemerilsaan 4 saksi korban dan dilengkapi dan dikuatkan dengan Surat Pernyataan korban.


Dalam Surat STTL : B/579/xi/2021/SPKT/Polda Bali- tertanggal 12 November 2021 R sebagai saksi pelapor telah melaporkan Julianto Ekaputra kepada Polda Bali telah melakukan  dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagaimana dimaksud pasal 76i dan pasal 80 UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman  maksimal 15 tahun penjara.


"Mengingat ancamannya diatas lima tahun  dan maksimal 15 tahun penjara maka terduga pelaku  setelah betkas perkaranya dilimpahkan ke Polda Jarim segera Terduga pelaku  ditangkap dan ditahan", demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam siaran Persnya yang dibagikan kepada sejumlah media, Selasa malam 12/04/2022.





Lebih lanjut Arist dalam keterangannya mengatakan bahwa, Kasubdit Renakta dan Kasubdit Unit PPA Polda Bali dalam  penjelasanya saat ditemui Arist Merdeka Sirait di kantornya mengatakan bahwa berkas laporannya R  sudah lengkap dan hari ini Selasa 12/04 , Kasubdit Unit PPA segera melimpahkan  berkas perkaranya ke Polda Jawa Timur  untuk diteruskan kepada Kejati Jawa Timur untuk segera diteliti dan ditetapkan berkasnya lengkap (P21).


"Itu artinya Julianto Ekaputra selain didakwa melakukan tindak pidana kejahatan seksual juga akan didakwa dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dengan pasal  76i 80 UU RI No. 17 Tahun 2016 juga dengan UU RI Nomor : 23 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juga dengan UU RI No. 01 Tahun 2000 tentang bentuk-bentuk pekerjaan terburuk pekerjaan anak", terang Arist.


"Dalam waktu dekat Arist mengatakan akan mendampingi sejumlah korban melaporkan  Julianto Ekaputra ke Mabes Polri, Atas dugaan  melakukan kekerasan fisik terhadap sejumlah anak di  SPI." Untuk kerja cepat berkas perkara dugaan kekerasan fisik ini, perlu disampaikan apreasi atas kerja keras Kasubdit RENAKTA dan Kasubdit Unit PPA Polda Bali", jelas Arist.


Selanjutnya dari Arifin S.Zakaria pimpred redaksi infojatim.com, gresiknews1.com mengatakan sangat mendukung penanganan dan perhatian dari  Komnas Perlindungan Anak Indonesia karena dalam perkara tersebut segera mendapatkan keadilan yang seadil - adilnya bagi para korban. 

Hingga berita ini diunggah, Jum,at ( 15/4/2022 )






Sumber Berita : Humas Mabes Polri 

Pendiri Penangung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

No comments:

Post a Comment

Memperingati Harkitnas Paska Pandemi, STIKOSA - AWS Gelar Acara Dengan Tema “Ayo Bangkit Bersama”

Surabaya, gresiknews1.com - Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. Foto : ( Tengah) Ketua STIKOSA – AWS Dr. Meithiana I...