Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

8 Kontainer Siap Ekspor Ke Timor Leste Berhasil Digagalkan Polda Jatim Bersama Bareskrim Polri

Surabaya, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.

Foto : Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto bersama Irjen Pol Nico Afinta Kapolda Jawa Timur mengecek salah satu kontainer yang berisi minyak goreng yang hendak diselundupkan ke timor leste, (12/05/2022)

Sebanyak delapan kontainer berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng yang akan diekspor dari Jawa Timur ke Timor Leste berhasil digagalkan Bareskrim Polri bersama dengan Polda Jawa Timur, Kamis (12/05/2022).


Dalam keterangan pers gelar perkara, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, bahwa delapan kontainer tersebut berisikan 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng siap ekspor, menurutnya hal ini bertentangan dengan kebijakan Pemerintah soal larangan ekspor minyak goreng, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Foto : Gelar perkara pengungkapan kasus penyelundupan minyak goreng dari Surabaya ke Timor Leste.

Lebih lanjut, Irjen Pol Nico Afinta Kapolda Jawa Timur, mengatakan bahwa penggagalan Penyeludupan ini bermula dari informasi yang diberikan masyarakat kepada Polres Tanjung Perak.


“Jajaran Polres Tanjung Perak mendapatkan informasi pada tanggal 28 April 2022 adanya dugaan pengiriman migor ke luar negeri. Tim menemukan adanya 3 kontainer yang akan dikirim ke luar negeri,” kata Nico, mengutip situs Polda Jatim, Jumat (13/5/2022).



Diduga terdapat 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor. Namun, tiga kontainer telah berada di Negara Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.


Saat menemukan tiga kontainer yang siap kirim tersebut, pihaknya kemudian menelusuri kelengkapan dokumen. Dari hasil pengembangan tersebut, petugas menemukan lagi lima kontainer yang akan dikirimkan ke luar negeri.



“ total Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan akan kami dalami kelengkapan surat-surat izin Ekspornya” Ungkap Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto kepada awak media.


Dalam kasus ini polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu inisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun, diduga meraka berperan sebagai eksportir minyak goreng ditengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.


“Peran R adalah pembeli barang yang untuk diekspor, jadi dia membeli dari satu tempat kemudian meminta bantuan E untuk mengurus dokumen,” ucapnya.


Dalam melancarkan aksinya, kata Agus, para pelaku mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice Persetujuan Ekspor Barang (PEB) yang mana dokumen ekspor dengan Pos Tarif/HS dan Invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, Sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, sterefoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil.


Dalam pengungkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti yaitu tiga lembar surat jalan, lima dokumen kontainer yang telah terbit PEB, tiga unit kontainer berisi minyak goreng (3.900 karton merek Tropis dan 1.119 karton merek Linsea), lima unit kontainer di terminal Teluk Lamong berisi minyak goreng (1.714 karton merek Tropis, 3.501 karton merk Linsea, dan 45 pack minyak goreng merek Tropical).

Foto : Barang bukti dalam keterangan pers gelar perkara terkait penyeludupan minyak goreng dari surabaya ke timor leste, (12/05/2022).

Sehingga total barang bukti minyak goreng yang diamankan sebanyak 162.642,6 liter atau 121,985 ton terdiri dari minyak goreng merek Linsea 7.401 karton (133.218 liter atau 99,916 ton), merek Tropis 2.833 karton (28.896,6 liter atau 21,73 ton) dan merek  Tropical 44 karton (528 liter atau 0,396 ton).


Atas perbuatannya, kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 112 Jouncto Pasal 51 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan Jouncto Permendag Nomor 22 Tahun 2022 tentang larangan ekspor sementara Crude Palm Oil, Renfined, Blenched and Deodorized Palm oil.

Hinggah Berita Ini unggah, kedua tersangka masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut melalui Jajaran Kepolisian Polda Jawa Timur dibawah Kepemimpinan Irjen Pol Nico Afinta. (Rz)


Sumber Berita : BidHumas Polda Jawa Timur

Pimpinan dan Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S Zakaria

Editor : Rizki

Ibu Rumah Tangga Di Gresik Tertipu Modus Penawaran Proyek Pembangunan SMK One Mondoluku Wringianom, Rugi Ratusan Juta

Gresik, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.



Berawal dari terlapor Budiono ( 55 tahun)  yang beralamat Petemon 3/195-A Rt 02/Rw14 kel Petemon Kec Sawahan Kota Surabaya,  menawarkan kepada Sdri Ning  Hidajatus Sholichah ( 70 tahun) ' untuk kerja sama proyek pembangunan SMK One Mondoluku di Wringinanom Kabupaten Gresik dengan syarat Budiono menawarkan harus memberikan uang sebesar Rp.337.000.000 kepada pelaku.



Selanjutnya korban memberikan  cek Bank Jatim kepada pelaku  pada tanggal 25 Oktober 2021 senilai nominal yang diminta pada awal pertemuan dan setelah itu dicairkan oleh pelaku. 


Setelah Sdr Budiono menerima pencairan uang tersebut sampai saat ini penawaran kerja dalam proyek pembangunan SMK One Mondoluku tidak kunjung ada pelaksanaannya hanya janji janji belaka  Alias tidak kunjung jelas ," Ucap Sdri Ning Hidajatus Sholichah " ketika di wawancarai oleh wartawan. 




Sementara Korban memberikan Somasi melalui kuasa hukumnya Robinson SH kepada pelaku dua kali untuk pengembalian uang akhirnya gagal ,  namun pelaku seperti tidak menghiraukan, merasa tertipu akhirnya korban melaporkan ke Polres Gresik atas perkara tersebut pada hari Senin, ( 25/04/2022)  didampingi kuasa hukum Robinson SH dan dipantau oleh Media Jokowi Sofyan Hutabatat ke unit 3 tipiter polres Gresik. 



Setelah itu diarahkan ke SPKT dan terlayani dengan  prima,  polres Gresik dibawah kepemimpinan Akbp Moch Nur Azis ( Kapolres Gresik) dan Iptu Wahyu Riski Saputra (Kasatreskrim Polres Gresik) dalam laporan nya tersebut atas dugaan Penipuan dan Penggelapan yang dilakukan oleh Sdr Budiono, dan Surat Tanda Terima Laporan Polisi sudah di terima oleh korban. 




Pelapor atau korban masih mempunyai etikat baik menunggu untuk pengembalian uang pertanghungjawaban dari pelaku,  jika tidak ada penyelesaian perkara tersebut dilanjutkan sampai ke tingkat manapun, " Ujar Robinson SH, " kuasa hukum nya ketika diwawancarai oleh Arifin S.Zakaria pimpred redaksi infojatim.com, gresiknews1.com usai membuat laporan di Polres Gresik. (Bersambung)





Pendiri Penangung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com: Arifin S.Zakaria

Editor : TH 

Redaktur : Rz

Warga Tobo Tuban Resmi Dilaporkan Ke Polda Jatim Atas Kasus Dugaan Penipuan

Surabaya, gresiknews1.com – Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.

Foto : Siti Nur Azizah dalam pelaporan didampingi Pengacara Abdul Rauf, S.H.,


Siti Nur Azizah (36) warga Tuban melaporkan Hariyati (40) warga Tuban ke Polda Jatim atas dugaan penipuan dan atau penggelapan yang diatur dalam pasal 378 dan 372 KUHP dengan kerugian uang sebesar Rp 209.880.000. Sabtu (23/4/2022).


Foto : Siti Nur Azizah dalam pelaporan didampingi Pengacara Abdul Rauf, S.H., dari kantor Hukum D. Firmansyah SH dan Rekan, jalan Peneleh 128 Surabaya dan menerima Surat Tanda Bukti Lapor nomor : LP / B / 240.01 / IV / 2022 / SPKT. Jawa Timur tertanggal 23 April 2022.


Pengacara Abdul Rauf menerangkan dasar kliennya melapor ke Polda Jatim. “Klien kami atas nama ibu Siti Nur Azizah beralamat di Tobo, Rt. 001/ Rw. 002.Kel/ Desa Tobo. Kecamatan Merakurak. Kabupaten Tuban.  Bu Siti kurang lebih sudah 8 tahun tinggal di desa Tobo,” terang Abdul Rauf.


“Ibu Siti menerangkan bahwa awal dia tinggal di desa Tobo menjalani hidup yang damai akan tetapi setelah perkenalan dengan Hariyati yang masih tetangganya semenjak 2 tahun yang lalu, ibu siti mengalami banyak tekanan dalam menjalani kehidupan di desa Tobo. Bayangkan bu Siti mengalami kerugian sebanyak Rp. 209.880.000,- yang tidak lain diduga di karenakan bujuk rayu oleh Hariyati,” ujar Abdul Rauf.



Abdul Rauf juga menjelaskan dari keterangan klien nya pada awal tahun 2020, Hariyati mendatangi rumah Ibu Siti Nur Azizah untuk mengajak kerja sama dengan iming-iming keuntungan Rp. 60 ribu per Rp. 1 jutanya dengan Modal Pertama Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga juta rupiah). Akan tetapi Hariyati tidak bisa memberikan dan mengembalikan modal dan labanya.



“Hariyati dengan bujuk rayu kepada ke Ibu Siti Nur Azizah Untuk Mengajukan Pinjaman di BMT sebesar Rp. 39 juta dengan menggunakan agunan 6 BPKB Motor. Setelah itu Hariyati datang lagi dengan bujuk rayu yang sama. Menyuruh Ibu Siti Nur Azizah mengajukan Pinjaman ke FIF dengan Nilai Kredit Rp.16 juta dengan mengagunkan BPKB motor,” ujar Abdul Rauf.



Setelah Itu Hariyati datang kerumah Ibu Siti Nur Azizah dengan maksud tujuan yang sama untuk menambah modal dengan menyuruh Ibu Siti mengagunkan surat rumah di Bank BRI dengan jumlah anggunan Rp. 75 juta dengan tenor kurang lebih 4 tahun.



“Akan tetapi kenyataan yang di terima oleh Ibu Siti Nur Azizah sangat naas sekali. Bukan keuntungan yang ia dapat malah buntung yang ia terima, bagaimana tidak modal dan keuntungan yang di janjikan oleh Hariyati tidak pernah kunjung ia terima. Dan akhirnya Bu Siti Nur Azizah mencari keadilan dengan mendatangi Polda Jatim untuk melaporkan kejadian yang ia alami,” ujar Abdul Rauf. 


Sementara itu dari pimpred redaksi infojatim.com, gresiknews1.com Arifin S.Zakaria menambahkan kasus yang dialami oleh Sdri Siti Nur Azizah  sangat  memprihatinkan,  Hariyati  sebagai tetangga bersebelahan setega itu dengan bujuk rayunya dengan imbalan iming iming  untuk mencari keuntungan kepada Sdri Siti Nur Azizah untuk kerja sama,  akhirnya  apa yang di dapat malah berbuntut buntung. 



Untuk itu waspada dan hati hati kepada segenap masyarakat dimanapun berada dengan  modus modus yang dialami oleh Sdri Siti Nur Azizah, semoga kasus yang menimpanya segera mendapatkan  kepastian hukum dan keadilan yang seadil adilnya., " Ujar Arifin S.Zakaria, " 

Hinggah berita ini diunggah, Minggu ( 24/04/2022 ) . 



Sumber Berita: Partner Mitra 

Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

Editor: TH

Redaktur: Rz

PEMILIK SPI BATU MALANG DILAPORKAN TELAH MELAKUKAN EKSPLOITASI EKONOMI

Jakarta, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap

Julianto Ekasaputra pemilik sekaligus pengelola Sekolah Selamat  Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu Malang terdakwa kasus kejahatan seksual terhadap muridnya di SPI yang perkaranya tengah diperiksa dan disidangkan di PN Malang, oleh eks peserta didiknya di SPI 12 November 2021 dilaporkan di Polda Bali   atas dugaan telah melakukan Eksploitasi ekonomi bertahun-tahun dan kasusnya segera dilimpahkan ke Polda Jawa Timur untuk diperiksa dan diserahkan selanjutnya ke Kejati Jawa Timur. 





Untuk kelengkapan berkas laporannya, R sebagai saksi pelapor sudah diperiksa dan diperkuat dengan  pemerilsaan 4 saksi korban dan dilengkapi dan dikuatkan dengan Surat Pernyataan korban.


Dalam Surat STTL : B/579/xi/2021/SPKT/Polda Bali- tertanggal 12 November 2021 R sebagai saksi pelapor telah melaporkan Julianto Ekaputra kepada Polda Bali telah melakukan  dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi terhadap anak sebagaimana dimaksud pasal 76i dan pasal 80 UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman  maksimal 15 tahun penjara.


"Mengingat ancamannya diatas lima tahun  dan maksimal 15 tahun penjara maka terduga pelaku  setelah betkas perkaranya dilimpahkan ke Polda Jarim segera Terduga pelaku  ditangkap dan ditahan", demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam siaran Persnya yang dibagikan kepada sejumlah media, Selasa malam 12/04/2022.





Lebih lanjut Arist dalam keterangannya mengatakan bahwa, Kasubdit Renakta dan Kasubdit Unit PPA Polda Bali dalam  penjelasanya saat ditemui Arist Merdeka Sirait di kantornya mengatakan bahwa berkas laporannya R  sudah lengkap dan hari ini Selasa 12/04 , Kasubdit Unit PPA segera melimpahkan  berkas perkaranya ke Polda Jawa Timur  untuk diteruskan kepada Kejati Jawa Timur untuk segera diteliti dan ditetapkan berkasnya lengkap (P21).


"Itu artinya Julianto Ekaputra selain didakwa melakukan tindak pidana kejahatan seksual juga akan didakwa dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dengan pasal  76i 80 UU RI No. 17 Tahun 2016 juga dengan UU RI Nomor : 23 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juga dengan UU RI No. 01 Tahun 2000 tentang bentuk-bentuk pekerjaan terburuk pekerjaan anak", terang Arist.


"Dalam waktu dekat Arist mengatakan akan mendampingi sejumlah korban melaporkan  Julianto Ekaputra ke Mabes Polri, Atas dugaan  melakukan kekerasan fisik terhadap sejumlah anak di  SPI." Untuk kerja cepat berkas perkara dugaan kekerasan fisik ini, perlu disampaikan apreasi atas kerja keras Kasubdit RENAKTA dan Kasubdit Unit PPA Polda Bali", jelas Arist.


Selanjutnya dari Arifin S.Zakaria pimpred redaksi infojatim.com, gresiknews1.com mengatakan sangat mendukung penanganan dan perhatian dari  Komnas Perlindungan Anak Indonesia karena dalam perkara tersebut segera mendapatkan keadilan yang seadil - adilnya bagi para korban. 

Hingga berita ini diunggah, Jum,at ( 15/4/2022 )






Sumber Berita : Humas Mabes Polri 

Pendiri Penangung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

Kasus Pengeroyokan Di Perum ABR Gresik Sampai Saat Ini Proses Masih Lamban Di Polres Gresik

GRESIK, gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Dalam kasus perkara pengeroyokan yang terjadi di Perumahan Alam Bukit Raya (ABR)  Desa Kembangan kecamatan Kebomas Gresik,  korban Mahmudali (44) thn,  warga Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, dan Fahrul Rozi juga menjadi korban dalam pengeroyokan pada hari Sabtu ( 5/9/2020)  sekitar pukul 19.30 WIB yang sebelumnya  sempat ramai diberitakan dan sempat dikawal oleh beberapa  awak media . 

( TKP Pengeroyokan di Depan Rumah H.Fathoni Perum ABR )

Dikisahkan kejadian pada pengeroyokan malam Itu Mahmudali dibonceng oleh Fahrul Rozi menggunakan sepeda motor. Mereka habis membeli Juice dan hendak kembali ke kediamannya di dalam perumahan tersebut. Saat perjalanan tiba-tiba dihadang.oleh puluhan orang tak dikenal di depan rumah Fathoni diduga ada Ahmad Efendi DKK, " Ujar, " Fahrul Rozi. di Tkp tersebut saat berkomentar kepada awak media infojatim.com - gresiknews1.com group ketika diwawancarai dan beberapa awak media yang lain.


Beruntung kedua korban berhasil meloloskan diri, dan Fahrul Rozi yang menjadi saksi kasus pengeroyokan juga mengaku tidak tahu apa motif pengeroyokan tersebut. 

Namun dia menyebut diduga menjadi dalang pengeroyokan tersebut adalah salah seorang dari mantan wakil rakyat dia adalah sebut saja  " P "  mantan anggota dewan dari PKB, " Ungkap, ".Fahrul. 


Selanjutnya dari kasus pengeroyokan yang sudah dilaporkan ke Polres Gresik, adapun surat " Pengaduan Pengeroyokan " ke Polres Gresik pada tanggal 7 September  2020  korban Mahmudali yang di dampingi oleh Tim kuasa hukumnya Abdullah SH,MH, dan sudah dua saksi yang diperiksa oleh penyidik polres Gresik


Sampai pada saat ini Minggu 27 September 2020 untuk proses surat " Pengaduan Pengeroyokan " yang sudah masuk ke Polres Gresik belum ada langkah langkah untuk proses selanjutnya atas penangkapan dari beberapa pelaku pengeroyokan tersebut. 

Sedangkan dalam kasus tersebut untuk korban,  Tkp,  dan Pelaku jelas. sedangkan dari Tim kuasa hukum Abdullah SH,MH sebelumnya  terjadi  pengeroyokan ada dua anggota  yang dihadang dari anggota Intel BNN yang lewat berpakaian Preman yang masing masing mengendarai R4 Xenia sebut saja  Sdr AMN, dan  satunya lagi sebut saja Sdr BBG yang mengendarai Expander," Pungkas," Fahrul Rozi

Selang beberapa waktu  terjadi penghadangan yang kedua pengeroyokan terhadap Mahmudali dan Fahrul Rozi. Dari tim kuasa hukum ini segera menambahkan, penambahan saksi untuk dapat dijadikan proses penambahan," Ujar, " Kuasa hukum ketika diwawancarai oleh tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com group  (Arifin S.Zakaria) dengan berkomentar lantang. 


Dari tim redaksi infojatim.com - gresiknews1.com sempat berkordinasi kepada pakar hukum dari mantan anggota Polda Jatim bahwa atas kasus pengeroyokan termasuk pasal 170 KUHP. Dan setiap orang yang mengetahui tindak pidana hukum wajib lapor kalau tidak lapor dikenakan pidana. Sampai berita ini diturunkan, Minggu (27/9/2020).  Bersambung



Penulis: Arifin S.Zakaria infojatim.com,gresiknews1.com (Pendiri Penanggung Jawab Redaksi)

Aksi Unjuk Rasa Damai Yang Dilaksanakan Menolak Kebijakan Pemerintah Yang Dianggap Tidak Berpihak Kepada rakyat.

 Gresik,  gresiknews1.com - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 


Aksi unjuk rasa damai yang dilaksanakan oleh PMII Gresik yang bertempat di depan tugu Keris Sumilang Gandring simpang empat sentolang Kec. Kebomas Kab. Gresik yang diikuti sekitar 20 orang dengan penanggung jawab Sdr.Faisol Ridho Abdillah (Ketua PMII Gresik) pada hari Jum.at pukul 14.00 sd 15.15 WIB. 

Dalam Aksi Unjuk rasa damai oleh PMII Gresik dengan tuntutan sbb: 
- Gagalkan keseluruhan isi RUU Omnibuslaw
- Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)
- Bebaskan 50% Biaya Sekolah
- Gratiskan biaya pendidikan SD, SMP, SMA atau sederajat
- Hentikan Kriminalisasi,intimidasi terhadap aktifis dan cabut SK DO Mahasiswa yang memperjuangkan Haknya


Adapun sarana yang di pakai dalam aksi Unras tersebut : 
- Sepeda motor,masker,handsanitizer
- Spanduk 
- Selebaran 
- Megapont.

Dalam rangkaian giat massa tiba di depan tugu Keris Sumilang Gandring simpang empat sentolang langsung melaksanakan orasi bergantian oleh Sdr Faisol Ridho Abdillah (Ketua PC PMII Gresik), bahwa  
*Mendesak pemerintah pusat segera mencabut isi keseluruhan dari RUU Omnibuslaw di karenakan merugiakan rakyat kaum buruh petani warga miskin.," Ujar, " Ketua PMII Gresik. 


*RUU Oumnibuslaw cipta lapangan kerja oleh pemerintah yang di anggap akan merugikan kaum buruh dengan itu kita semua tidak mengharapkan RUU Oumnibuslaw terbentuk, " Ujar, " dari para pendemo saat berorasi. 

* Juga Perbaiki pendataan dana bos dana sekolah yang masih banyak kurang layak kriteria belum mendapatkan bantuan..
Dengan saat Ini sekolah makin mahal oleh karna itu dana bos harus di gunakan atau menentukan langkah yang baik.," Ucap, " dari.ketua PMII Gresik. 

* Selain daripada itu cabut SK DO kawan kawan mahasiswa yang tengah memperjuangkan Hak nya dalam belajar karena Mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan berjuang memperbaiki bangsa

*Di masa Pandemi Covid 19 harusnya Pemerintah memperhatikan biaya pendidikan sekolah dari SD, SMP, SMA atau sederajat dan memotong 50% biaya kuliah

* Di Indonesia sedikitnya terjadi 279 letusan konflik agraria di tahun 2019 menyasar 734.239,3 ha tanah yang terdampak pada 109.042 KK di 420 Desa.,
tercatat Jawa Timur masuk dalam 11 Provinsi buta huruf di angka nasional yakni sebesar 3,427% ini menjadi bukti bahwa masuknya investasi tidak menjawab persoalan rakyat maupun meningkatkan kesejahteraan rakyat


Bahwa aksi unjuk rasa damai di laksanakan untuk menolak kebijakan pemerintah yang selama ini di anggap tidak berpihak kepada rakyat , " Imbuhnya,"



Penulis Arifin S.Zakaria gresiknews1.com ( Pendiri Penanggung Jawab Redaksi)

Sebagian Warga Petisbenem Duduksampean Gresik Berupaya Keras Menggulingkan Kepala Desa Yang Kedua Kalinya Terpilih

GRESIK, gresiknews1.com   - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum. 


Dari sebagian Masyarakat Desa Petis Benem Kec.Duduk Sampeyan Kab Gresik berusaha keras untuk menggulingkan kepala desa yang kedua kalinya terpilih bersama LSM GENPATRA melakukan Unjuk Rasa Damai yang bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Gresik Jl.Pertama No.2 Kec.Kebomas Kab.Gresik yang diikuti sekitar 50 orang dengan penanggung jawab Sdr. Ali Candi (Korlap Aksi), pada hari Selasa 14 Juli 2020. 



Adapun masa aksi unjuk rasa berkumpul di depan Icon mall, selanjutnya masa aksi berjalan menuju kantor Kejaksaan dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan  sbb: 
* Kejaksaan yang tidak tegas bertindak atas keadilan tidak layak bertugas di Kota santri, dan kami warga Petis Benem terima kasih banyak pada Dinas PU yang obyektif menyatakan tanah negara aset daerah,terima kasih notaris yang menyatakan ada produk dari luar BPN kemana?  Pak Jaksa tolong diusut tuntas, " Ujar, " dari salah satu masa unjuk rasa. 



* Lurah harus bertanggung jawab atas tanah negara aset daerah yang ada di wilayah Petis benem 

Selanjutnya dari masa aksi unjuk rasa tersebut secara bergantian melaksanakan orasi pada intinya ; 
* Kejaksaan harus usut tuntas penjualan tanah negara di desa Petis Benem Kec Duduk Sampeyan Kab Gresik, dan sampai saat ini kejaksaan masih belum memproses penjualan tanah negara di desa Petis Benem Kec Duduk Sampeyan,  ada apa?,"  Ungkap, " dari para pendemo saat melakukan orasinya. 

Kalau dari tuntutan di atas tidak terpenuhi masa aksi akan mendatangkan masa lebih besar lagi.  




Sementara itu dari masa unjuk rasa  ditemui oleh Bpk.Dymas Adji Wibowo, SH (Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik) dan menyampaikan sbb :
* Bahwa kasus penjualan tanah negara di desa Petis Benem Kec Duduk Sampeyan sudah di tindak lanjuti dengan kegiatan Puldata dan Pulbaket serta sudah melakukan permintaan keterangan dan meminta data data yang ada hubungannya dengan materi laporan pengaduan serta rencananya Minggu depan akan melakukan pemanggilan terhadap pelapor, " kata Dymas Adji Wibowo S.H. 



Juga apa yang disampaikan oleh  Sdr. Ali Candi (Korlap Aksi) bahwa intinya kita akan melakukan pengawalan terhadap perkara penjualan tanah negara di Desa Petis Benem Kec Duduk Sampeyan Kab Gresik sampai tuntas, " Ujar, " Korlap tersebut 

Dari masa aksi  Aliansi Masyarakat Desa Petis Benem Kec Duduk Sampeyan dan LSM GENPATRA akhirnya membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan aparat Polres Gresik




Dari aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Desa Petis Benem Kec. Duduk Sampeyan dan LSM Genpatra adalah untuk menuntut Kejaksaan Negeri Gresik Mengusut tuntas atas penjualan tanah negara yang berada di Desa Petis Benem Kec. Duduk Sampeyan Kab.Gresik



Penulis Arifin S.Zakaria gresiknews1.com  ( Pendiri Dan Penangung Jawab Redaksi)

Dirut Muda Felix Soesanto Tidak Mentaati Undang Undang

GRESIK gresiknews1 - Kamis ( 14/9/17 ) di gelar di PN  Gresik di ruang cakra ,sidang kasus dugaan perdata berkepanjangan tetkait tuduhan  pemalsuan membuat riwayat tanah yang dibuat oleh terdakwa Kepala Desa Prambangan Fariantono (48) warga Desa Prambangan Kebomas Gresik yang di laporkan oleh Felix Soesanto Dirut muda dari PT Benowo Sukses Sejahtera desa Prambangan kec Kebomas Kab Gresik.

Sidang yang diketuai majelis hakim I Putu Mahendra., SH.MH mengagendakan pembacaan Esepsi dari pihak Penasehat Hukum (PH) terdakwa.

Dalam sidang pembacaan Esepsi itu dihadiri puluhan keluarga dari terdakwa Fariantono Kades Prambangan Gresik ,dalam persidangan tsb dipantau langsung dari Aliansi Independen JKT .

Isi dalam surat Esepsi yang dibacakan oleh Penasehat Hukum terdakwa, Agus Setiono., SH menerangkan, bahwa menurut pasal 143 ayat (3) KUHAP surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf b batal demi hukum.

"Surat dakwaan dari JPU Pelimpahan dari  polda jatim sesuai Nomor : BP/104/V11/2017/Ditreskrimum yang ditanda tangani oleh penyidik Yudistira Midyahwan SH,S.I.K , M.Si dan I.G.K Suastika ,A,SH, M,H tidak memenuhi pasal dan batal demi hukum. Dakwaannya JPU tidak cermat tidak lengkap dan tidak jelas yang dituduhkan terhadap terdakwa Fariantono, Suliono dan Ayuni terkait membuat surat riwayat tanah," katanya.

Lanjut Agus, surat dakwaan JPU batal demi hukum, saya minta kepada Panitera Pengadilan Negeri Gresik untuk mencoret perkara ini, dan membebaskan terdakwa Fariantono dari segala dakwaan, imbuhnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Gresik Lila Prihasti., SH.MH dirinya tidak banyak berÄ·omentar panjang lebar ketika diwawancarai oleh wartawan terkait pembacaan Esepsi dari Penasehat Hukum terdakwa, dirinya hanya mengatakan, saya akan menanggapi srcara tertulis saja ya tanggal (28/9/17), katanya.

Selanjutnya dari kuasa hukum terdakwa Agus Setiono ,SH dan Moch Arifin S,H cs ketika diwawancarai oleh wartawan tentang bacaan dakwaan dalam sidang tsb banyak kejanggalan2 dalam tuduhan tsb . Untuk langkah berikutnya pengacara mengambil langkah2 agar penyidik untuk lebih jeli dan lebih cermat atas laporan tersebut. Pengacara dari terdakwa ingin menyelesaikan gugatan perdata dan pidana terlebih dahulu bahwa obyek lahan tersebut masih dalam proses perkara pekerjaan atau proyek di pergudangan tsb masih berjalan.

Penegak Perda Satpol PP Pemda Gresik enggan memberikan tindakan tegas untuk pemberhentian pekerjaan tersebut. Ketika di konfirmasi bpk Sutrisno selaku camat kebomas Gresik di ruang kerjanya pada jam 16.30 wib di dampingi oleh bpk Hartono selaku Krantim, komentar bpk camat sudah pernah di lakukan penyegelan dari kantor pusat Satpol PP. Rencana bpk camat kebomas Gresik beserta Krantim segera sidak dilapangan untuk kroscek kegiatan di pergudangan tersebut.

Bersambung......


Arifin s.zakaria bersama team

AHLI WARIS KASKAN CS MEMOHON PENYELESAIAN JUAL BELI LAHAN DIMASUKKAN PENJARA

GRESIK gresiknews1 - Selasa 12 september 2017 sidang gugatan perdata perkara nomor : 57/Pdt.G/2016/PN.Gsk. terkait kesimpulan yang diajukan sidang putusan dilanjutkan oleh PN gresik dihadiri oleh tim kuasa hukum penggugat dan para ahli waris Suliono sebagai anak dari ibu ayuni dan H.Abd Rokhim dewa sebagai saksi dipersidangan juga turut hadir mendengarkan pembacaan yang dibaca oleh bapak ketua majelis Bayu Soho Raharjo dan para hakim lainnya.

Dalam sidang tersebut dipantau langsung oleh beberapa awak media baik media elektronik ataupun media cetak, dan para ahli waris mendengar pembacaan atas kesimpulan tersebut yang dibuat tanggal 1 agustus 2017 baik penggugat dan tergugat.

Setelah pembacaan kesimpulan tersebut dari pihak ahli waris dan pengacara Agus Setiono SH pengacara dari ahli waris dengan penuh semangat karena pembacaan tersebut yang dibaca ketua majelis pihak ahli waris masih dapat melanjutkan tentang lahan yang belum terselesaikan senilai kurang lebih 7 milyar rupiah dengan rincian harga 2017 yang harus diselesaikan oleh pembeli atau tergugat. 

Ketika selesai persidangan dan dikonfirmasi oleh awak media kuasa hukum ahli waris menyatakan bahwa membuktikan memang benar yang dibaca oleh ketua majelis hakim di ruang sidang tersebut bahwa sisa tanah jual beli belum terbayar oleh Felix kurang lebih senilai 7 milyar.

Dan pihak ahli waris dari Kaskan yang bernama Suliono dan Cholis juga membenarkan apa yang dibacakan oleh ketua majelis hakim. Dengan adanya sidang gugatan perdata tersebut pihak dari Felix Susanto juga tim kuasa hukumnya tidak hadir dalam persidangan tersebut sehingga ketua majelis memberikan selang waktu dalam tempo 14 hari tercatat mulai tanggal 14 september sampai dengan tanggal 26 september 2017 untuk membuat surat permohonan.

Sebagai saksi H.Abd Rokhim yang mengetahui terkait jual beli lahan tersebut kepada sodara Felix Susanto, H.Abd Rokhim sempat berkomentar kepada awak media "saya sempat digoncangkan menerima uang dari ahli waris menghambur hamburkan, bahkan ahli waris sempat saya di adu domba agar saya tidak mencampuri permasalahan tersebut" ujarnya.

Dan ketika dikonfirmasi ahli waris Kaskan cs atau Suliono berkomentar kepada awak media atas tuduhan kepada bapak H.Rokhim itu tidak benar, bahwa ada pihak yang mau mencemarkan nama baik H.Rokhim tersebut. Sampai saat ini H.Abd Rokhim masih tetap berupaya keras membantu ahli waris dengan sebenar benarnya demi kebenaran.

Ketika diwawancarai lanjut H.Rokhim terkait salinan BAP proses perkara dugaan pidana
1. Proses kades prambangan Fariantono dalam dugaan pemalsuan data
2. Proses sodara Suliono dan juga bu Ayuni itu juga banyak kejanggalan kejanggalan setelah diterimanya salinan BAP tersebut dari PN Gresik yang diterima oleh tim kuasa hukum Moch. Arifin SH tanggal 11 september 2017. BAP tersebut banyak kejanggalan yang dilakukan oleh oknum penyidik direskrimum Polda Jatim.

Bersambung.....


Arifin SZ Team

Kredit Macet, SPBU di Jalan Wahidin Disita Pengadilan Negeri Gresik

Gresik - Sejumlah anggota polisi, dan juru sita Pengadilan Negeri (PN) melakukan penyegelan SPBU 54.611.31 yang berada di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kebomas Gresik, SPBU senilai Rp 7 miliar tersebut di sita lantaran pemilik tidak sanggup membayar kredit pinjaman ke Bank UOB Indonesia, Kamis (26/5/2016).

Menurut informasi yang dihimpun, SPBU milik PT Bintang Jaya Abadi dijadikan jaminan utang senilai Rp 8 miliar kepada PT Bank UOB Indonesia. Berdasarkan akta pemberian hak tanggungan (APHT) nomor 82/28/Kebomas/XI/2010 tanggal 29 November 2010.

Namun, setelah berjalan pemilik PT Bintang Jaya Abadi tidak bisa membayar angsuran kredit. Sehingga, terjadilah kredit macet. Oleh pihak Bank UOB Indonesia diperintahkan eksekusi lelang karena yang bersangkutan sudah tidak sanggup membayar.

Berdasarkan surat Eksekusi Lelang Perkara nomor 6/eks.Lelang/2016/PN.Gsk. Bangunan SPBU luas 3.820M2 sudah berganti tangan dari Luthfi Rakhmadi Subiyanto selaku Dirut PT Bintang Jaya Abadi (pemilik SPBU), ke PT Mutiara Harmoni Selaras selaku pemenang lelang.

Kuasa hukum PT Mutiara Harmoni Selaras Sugijanto, saat ditanya apakah SPBU tersebut akan digempur atau di opresikan kembali, "Nanti kami renovasi dan operasi lagi serta akan mengajukan proses perizinan baru ke pertamina," katanya di tempat eksaekusi.

Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Rizky Wirianto SH menyebutkan eksekusi tersebut sudah sesuai prosedur. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan teguran (Aanmanning). Namun, peringatan itu tidak diindahkan hingga akhirnya pihak pemberi kredit (Bank UOB Indonesia) melaksanakan lelang.

"Sesuai surat eksekusi lelang perkara, eksekusi dilakukan hari ini (Kamis)," ujarnya kepada media.

Setelah melalui tahap eksekusi lelang, SPBU senilai Rp 7 miliar itu akhirnya dimenangkan oleh PT Mutiara Harmoni Selaras. Sewaktu dilakukan eksekusi, seluruh barang-barang yang didalam SPBU dikeluarkan semua. Bahkan, tempat pengisian bahan bakar juga disegel termasuk diantaranya area SPBU ditutup dengan pagar bambu. arifin sz/team

Razia PNS Yang Keluar Kantor Saat Jam Dinas

Gresik - Penegakan disiplin PNS di Kabupaten Gresik gencar dilaksanakan. Kali ini, BKD Kabupaten Gresik melakukan penertiban dengan merazia PNS yang keluar saat jam kantor.

Setidaknya, saat sosialisasi penertiban ini mulai hari Selasa kemarin (24/5) sudah ada 7 PNS yang keluar kantor dan dicatat oleh BKD Gresik. "Mereka semuanya dicatat bukan pelanggaran karena mereka keluar membawa surat tugas" ujar Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Gresik Oedi Margiantoninus melalui Kasubag Pemberitaan Driatmiko Herlambang.

Penertiban tak hanya berlaku untuk para PNS yang bertugas di lingkungan kantor Bupati Gresik. Para PNS yang ada diluar yang kebetulan masuk lingkungan Kantor Bupati Gresik dan melaksanakan tugas. Saat keluar kembali juga tak luput dari pemeriksaan. "Mau kemana pak ? mau Balik kantor pak, habis ngantarkan surat? Ada surat tugasnya ? tidak ada pak. Lain kali harus bawa surat tugas".

Percakapan ini berlangsung antara petugas Pemeriksa yaitu Sutrisno dari Satpol PP Gresik dengan salah seorang Pegawai pengantar surat dari BLH Gresik. "Sesuai perintah Bupati Gresik, untuk pelaksanaan razia disiplin PNS ini efektif diberlakukan pada awal Juni 2015. Untuk kali sebagai sosialisasi. Tapi bagaimanapun juga kami tetap mencatat mereka yang keluar kantor dengan surat tugas. Sedangkan yang tanpa surat tugas saya paksa untuk kembali" ungkap Oedi.

Pada hari pertama ini 7 PNS yang keluar dengan bermacam-macam keperluan, ada yang melaksanakan mengurus dokumen kantornya, pergi sakit dan ke dokter, pesan tiket pesawat untuk acara kantor dan ada yang beralasan menjemput anak dan membawa surat izin dari atasannya. "Razia ini akan terus dilakukan selepas jam istirahat, karena jam-jam tersebut jam 'rawan'" ungkap Oedi. sdm/arifin sz/team

Mabes Polri Mutasi Lima Kapolda, Boy Rafly Amar Jadi Kadiv Humas

Jakarta - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memutasi sejumlah perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) Polri termasuk lima Kapolda di Indonesia.

Mutasi tersebut tertuang dalam surat Nomor ST/936/IV/2016 tertanggal 14 April 2016, yang ditandatangani oleh AS SDM, Irjen Pol, Sabar Rahardjo, atas nama Kapolri, Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

"Hari ini Mabes Polri mengeluarkan TR (telegram rahasia) mutasi lima Kapolda dan beberapa pejabat utama," kata Kepala Biro Penerangan Mabes Polri, Brigjen Pol, Agus Rianto di Jakarta, Kamis, 14 April 2016.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Noer Ali diganti oleh Irjen Pol Condro Kirono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Krops Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.

Sementara itu, Noer Ali akan menduduki  Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Sedangkan, posisi Kakorlantas Polri akan dijabat oleh Brigjen Agung Budi Maryoto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Selatan.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Pol Triwanto akan menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, menggantikan Agung Budi Maryoto. Sedangkan, Kapolda DIY akan dijabat oleh Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dimutasi sebagai Pati Yanma Polri, alih status menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Perhubungan.

Sedangkan Kapolda Sulwesi Selatan akan dijabat oleh Irjen Pol Anton Charliyan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri.

Untuk posisi Kadiv Humas Mabes Polri akan dijabat oleh Brigjen Pol Boy Rafly Amar, yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten. Jabatan Kapolda Banten akan diisi oleh Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Selain itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Bambang Waskito dimutasi, dan akan menjabat Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol. Sedangkan jabatan Dirtipideksus Bareskrim Polri akan diisi oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kombes Pol Agung Setya. (Divisi Humas Polri/Arifin sz/team)

Satpol PP tertibkan Baleho TKP Duduksampeyan

Gresik - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik diketahui bersama, hari ini melakukan penertiban terhadap sejumlah baliho yang masa perizinannya dinyatakan habis. Selain Itu, baliho tersebut juga dianggap tidak sesuai penempatan, Selasa (05/04/2016).

Salah satunya di jalan raya Duduksampeyan Gresik tepatnya diantara prapatan arah masuk pasar Duduksampeyan Gresik. Ini tanggapan Satpol PP terkait hal itu.

Kasi Operasi Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum), Agung Hendro Satpol PP Kabupaten Gresik mengatakan, upaya melakukan penertiban sejumlah baliho yang dianggap tidak memenuhi prosedur, memang sudah tugasnya mengambil tindakan. Namun, baliho tersebut memang sudah dipastikan masa perizinannya telah habis.

"Pajaknya sudah habis, tidak ada izin pajaknya. Kegiatan Penertiban reklame tersebut,dilakukan karena pemasangan tidak sesuai tempat semestinya" terang Agung Hendro Kasi Tantribum Satpol PP Kabupaten Gresik ketika dihubungi lewat selulernya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sebelum melakukan penertiban dengan cara memotong dan membuang baliho tersebut, pihaknya terlebih dahulu melakukan peringatan kepada pemilih baliho tersebut. Sebab, dimungkinkan pihak pemilik dapat menertibkan sendiri maupun memperbaiki dan memperpanjang izin jika masa izinnya habis. arifin sz/team

Korlantas Independen Mabes Polri lakukan Sidak Se-Jatim

Gresik - Satuan Lalu Lintas (Sat-Lantas) Polres Gresik terus berupaya menjaga keselamatan, kenyamanan dan ketertiban pengguna jalan di wilayah Kabupaten Gresik, Kegiatan yang bertempat di jalan raya Ambeng-ambeng, Duduksampeyan Gresik ini merupakan survei lapangan agenda kunjungan kerja dari Mabes Polri, kegiatan tersebut bertema 'Menuju Indonesia Tertib, Bersatu Keselamatan Nomor 1'.

Kemarin, Kapoda jawa timur  Irjen Pol Anton Setiadji Bersama Perwira tinggi lainnya juga telah mengunjungi Mapolres Lamongan, Kedatangannya merupakan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah Polres di jawa timur.

Dalam pengecekan survei tersebut, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Anggi Saputra Ibrahim beserta Kanit Laka Ipda Jumingan beserta jajaran ikut serta mendampingi tim survei dari Subdit Korlantas Polri Brigjen Indro Agus beserta Kasubit AKBP Eko Widodo.

AKP Anggi Saputra Ibrahim, beserta para jajaran Kepolisian memantau langsung situasi pembangunan jalan raya Ambeng-ambeng, Kecamatan Duduksapeyan Gresik. Pemantauan dilakukan di beberapa titik rawan, demi memastikan kelayakan jalan di Wilayah Kota Gresik.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau jalan yang rusak agar segara dilakukan perbaikan supaya tidak menjadi penyebab terjadinya kecelakaan," jelas AKP Anggi kepada wartawan, Kamis (24/3/2016).

Kegiatan ini juga di hadiri rombongan dari Dishub jatim beserta Kabupaten, Mentri PU, Provinsi dan Kabupaten, serta jajaran Kepolisian. arifin sz/team

Mutasi Jabatan Kembali Dilakukan Polres Gresik

Gresik - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali melakukan mutasi jabatan beberapa Kapolsek dan bagian perlengkapan untuk penyegaran serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Rabu (23/3/2016).

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pesisir Selatan, Sumbar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ady Wibowo, menjelaskan mutasi jabatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparat Kepolisian di wilayah hukum Gresik.

"Tugas jabatan ini untuk meningkatkan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat," kata Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo.

Beberapa Kapolsek yang mengalami mutasi, yaitu Kapolsek Manyar AKP Muljono digantikan AKP Frihamdeni Kapolsek Jenu, Kabupaten Tuban.

Sedangkan AKP Muljono dipindah tugas dibagian sarana dan prasarana (Sarpras) Polres Gresik.

Kapolsek lainnya yaitu AKP Arief Rasyidi yang sebelumnya Kapolsek Tambak, Pulau Bawean dipindah tugaskan menjadi Kapolsek Sangkapura di Pulau Bawean.

Sedangkan AKP Tulus yang sebelumnya Kapolsek Sangkapura ditugaskan menjadi Wakapolsek Driyorejo.

Sementara Kapolsek Tambak digantikan Iptu Winaraji yang sebelumnya Kepala Seksei (Kasi) Pengawas Polres Gresik. (arifin sz/team)

BNN Kota Dan BNN Jatim ungkap narkoba modus baru

gresiknews1.com-surabaya,Para bandar narkotika jenis shabu tak pernah lelah guna memasukkan serbuk kristal ke kota surabaya,dari informasi yang di dapat,  BNN kota dan BNN jatim bersinergi mengungkap jaringan internasional.

  
 

Terdakwa Kasus Sengon, Amini Keterangan Bos PT BIM

GRESIK – Sidang kedua dalam perkara pembakaran tanaman sengon di atas lahan seluas 10 hektar di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik Oktober 2014 kini telah memasuki agenda pemeriksaan para saksi. Tokoh masyarakat Desa Jatirembe H Achmad Zeini (74) yang menjadi pesakitan dalam perkara tersebut, didakwa Jaksa Penuntut Umum Kejari Gresik, telah mengakibatkan kerugian sangat besar pemilik lahan.     

Seperti diketahui sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum, Mansur SH dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa telah menyulut api hingga mengakibatkan kebakaran besar di atas lahan perkebunan milik PT Bumi Indah Makmur (BIM). Atas kelalaiannya itu terdakwa diancam dengan hukuman penjara maksimal selama 5 tahun sesuai pasal 188 dan 406 KUHP yakni tentang perusakan barang milik orang lain.

Agenda sidang yang memasuki tahap pemeriksaan para saksi itu menghadirkan Direktur PT BIM, Mujid Ridwan dan tiga orang karyawannya bernama Muhaji (54), Miftahudin (46) dan Saichan (47). Sedangkan H Achmad Zeini tampak didampingi dua penasihat hukumnya.

Pada agenda persidangan, giliran empat orang saksi dari pihak PT BIM didengar keterangannya. Mereka adalah Mudjid Ridwan (49), direktur PT BIM ditambah tiga orang karyawannya, masing-masing Muhaji (54), Miftahudin (46) dan Saichan (47). Sementara terdakwa H Achmad Zeini didampingi dua penasihat hukumnya.

Kepada majelis hakim yang diketuai Supriyanto SH, Mudjid mengungkapkan, 24 ribu batang sengon yang ditanam di atas lahan seluas 10 miliknya hangus terbakar pada 16 Oktober 2014. Akibatnya ia menderita kerugian sebesar Rp2,5 miliar. Kerugian itu dihitung dari biaya operasional, dimulai dari pemerataan lahan seluas 10 hektar, lalu biaya pembelian bibit Sengon, pemupukan hingga biaya tenaga kerja selama 3 tahun. "Tanaman Sengon yang terbakar sudah berumur sekitar 2 tahun," katanya.

Pihaknya, Lanjut Mudjid, juga sudah menempuh jalan musyawarah dengan terdakwa yang difasilitasi Kades Jatirembe. Sayangnya upaya itu tidak membuahkan hasil karena terdakwa hanya mau mengganti kerugian sebesar Rp.125 juta. Sementara PT IBM meminta ganti rugi Rp.70 ribu/batang. "Jelas kami menolak karena nilai ganti ruginya tidak sesuai," katanya.

Kesaksian lain diungkapkan Mudjid Ridwan menyebutkan, sebenarnya hari pertama saat H Achmad Zeini membakar jerami yang dibakar setelah panen juga ikut menghanguskan sedikitnya 30 tanaman sengon milik PT IBM.

"Waktu kebakaran hari pertama pihak kami hanya merugi sekitar 30 tanaman Sengon karena ikut terbakar. Saat itu kami tidak mempersoalkannya. Cukup kami mengingatkan terdakwa agar tidak lagi melakukan pembakaran damen (jerami). Kalaupun ada rencana pembakaran sisa hasil panen agar memberitahu biar  pihak kami ikut berjaga," ungkap Mudjid.
    
Celakanya saran Mudjid tak diindahkan oleh terdakwa. Keesokan harinya terdakwa tetap membakar jerami lagi meski saat itu cuaca sangat terik dan angin berhembus kencang. Benar saja, api pembakaran jerami ikut menjilat tanaman sengon milik PT IBM disebelahnya yang hanya dibatasi pematang sawah. Selanjutnya api kian berkobar menghanguskan tanaman sengon lainnya.

Keterangan yang diungkapkan Mudjid dalam persidangan itu rupanya juga diamini oleh seluruh saksi yang hadir termasuk terdakwa. Arifin



Pembunuh Yakop Piter Diringkus Satreskrim Polres Gresik

GRESIK - Pelaku pembunuhan pada 17 September 2015 terhadap Yakob Piter Tri Indiatmoko (54), warga Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Jalan Bintan 41 Gresik yang juga karyawan PT Petrokimia Kayaku Gresik akhirnya tertangkap Minggu dini hari.

Tim Buser Satreskrim Polres Gresik menangkap seorang yang diduga pelakunya bernama M Aris alias M Fredi alias Hanafi di tempat persembunyiannya di kawasan Pasar Turi, Surabaya.

Saat ditangkap di Terminal Bunder, Hanafi yang diketahui merupakan warga Kecamatan Camplong, Sampang, Madura itu berusaha melarikan diri, sehingga petugas menghadiahi lima timah panas di kakinya. Ia juga ternyata merupakan residivis kambuhan spesialis pembobol rumah.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu pisau lipat yang baru dibelinya di Alun-alun Gresik. "Tersangka murni melakukan pencurian seorang diri. Tersangka dalam melakukan aksinya terlebih dulu menggambar situasi sekitar mangsa nya," terang Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo, Minggu sore (27/09).

Kepada polisi, tersangka mengakui perbuatannya. Barang bukti lain yang berhasil diamankan polisi adalah satu jaket, satu celana panjang, satu topi, dua pasang sandal, dua tas cangklong, dua pisau lipat dan tiga handphone. Dan satu besi motif pagar patah akibat panjatan pelaku saat akan masuk ke rumah korban. Pasal yang disangkakan tersangka yaitu pasal 365 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, karyawan PT Petrokimia Kayaku Gresik, Yakob Piter Tri Indiatmoko tewas bersimbah darah setelah dadanya ditikam tiga kali oleh pelaku yang menggunakan pisau lipat. Pada saat itu, korban memergoki pelaku yang mencuri ponsel di rumah korban. Arz tim

Kasus Pembakaran Tanaman Sengon Akan Ditindaklanjuti

Kejanggalan dalam penanganan kasus dugaan pembakaran tanaman sengon oleh pemilik lahan, Mujid Ridwan pria asal cerme itu melapor polisi yang bernomor : LPB/1352/XI/2014/UM/JATIM, dan sepertinya akan segera menemukan titik kejelasan. Sebab, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Zulbachri Bahtiar, ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut, dirinya menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti berkas kasus pelimpahan yang menurut hasil pemeriksaan polisi dinyatakan P21 itu.

"Kami akan segera menindaklanjuti berkas kasus pelimpahan yang diterima kasi pidum kejari Negeri Gresik sejak tanggal 2 september 2015 itu, sesuai aturan yang berlaku" tegas Kajari Gresik.

Berkas kasus hasil pemeriksaan Polisi yang telah lama dinyatakan P21 dengan laporan polisi nomor : LPB/1352/XI/2014/UM/JATIM dan laporan
surat perintah penyidikan polisi nomor : Sp.Sidik/934/XI/2014/Ditreskrimum, yang bertanggal 18 November 2014 yang sekarang dilimpahkan Kejaksaan Negeri Gresik dan diterima oleh Kasi Pidum Kejari Negeri Gresik sejak tanggal 2 September 2015 lalu.

Sesuai surat pemberitahuan kejaksaan tinggi jawa timur surabaya nomor: B-3363/0.5.4/Epp.1/072015, tertanggal 02 juli 2015 perihal perkara pidana Sdr.H.ACH ZEINI sudah lengkap dan dinyatakan P21.

Senada dengan Kajari Gresik, Mansur S.H, selaku jaksa penuntut umum (JPU)nya juga menegaskan, bahwa pihaknya akan segera memperhatikan berkas kasus pelimpahan tersebut.

"Akan segera kami tindak lanjuti berkas kasus pelimpahan tersebut" kata JPU

Meski terjadi pelarangan penayangan berita ini oleh jaksa penuntut umum (JPU), Mansur S.H, ketika dikonfirmasi awak media ia mengatakan kasus ini akan segera diperhatikan.

"Gak usah ditulis, berkas kasus pelimpahan tersebut. Akan segara kami perhatikan" Ungkap Mansur S.H, selaku JPU nya.

Seperti diketahui sebelumnya, pihak korban sebenarnya sudah berulangkali melakukan mediasi, sayangnya upaya itu gagal karena tidak adanya kesepakatan. Buntutnya kasus itupun terus ditindak lanjuti oleh polisi hingga pemberkasannya dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Gresik.

"Kebakaran itu sudah menghanguskan tanaman sengon seluas 10 hektar dengan rincian 24.706 batang, sedangkan kerugiannya kurang lebih 2 miliar. Saya menuntut keadilan yang sebenarnya dalam kasus ini. Tentunya saya juga membutuhkan rekan-rekan Pers untuk terus mengawal kasus ini," pungkasnya.

Bersambung
ARZ team

Diduga Sopir Menggantuk Dan Kurang Waspada, Rombongan Bus Wisata Alami Kecelakaan Di Tol Sumo

Mojokerto,  gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. Foto : Bus Pariwista PO Ardiansyah nopol S 7...