Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Keterangan Pers Menkes, Imunisasi Anak Akan Terdata Digital Di Aplikasi PeduliLindungi

Jakarta, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap

Foto : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan Pers melalui Channel Youtube Kementerian Kesehatan, Kamis (12/05/2022).

Sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan bidang layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan akan melakukan digitalisasi data imunisasi anak di Indonesia, belajar dari kesuksesan program vaksinasi COVID-19, nantinya sistem pendataan imunisasi anak tidak lagi dilakukan manual, melainkan langsung tersimpan di aplikasi PeduliLindungi.


Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, melalui keterangan pers yang ditayangkan, kamis (12/05/2022) di kanal YouTube Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dikutip Jumat (13/05/2022).


“Terkait dengan imunisasi, kami akan melakukan digitalisasi penuh, sehingga semua anak-anak yang nanti kita lakukan imunisasi akan terekam individunya,” ucap Menkes.


Dalam Keterangannya, Budi menilai upaya digitalisasi data imunisasi ini akan memudahkan orang tua untuk mengakses data imunisasi anak setiap saat, bahkan sampai belasan tahun kedepan tanpa perlu khawatir hilang, tercecer ataupun rusak, seperti kartu atau buku KIA yang selama ini digunakan untuk mencatat data imunisasi anak.


"Setiap anak akan memiliki sertifikat elektronik yang disimpan secara digital, jadi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, baik 15 tahun lagi atau 20 tahun lagi, data itu tetap tersimpan dengan aman di Kementerian Kesehatan," ucapnya.


Lebih lanjut, dalam Keterangannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan sejumlah persiapan untuk mengimplementasikan sistem ini.


''Sekarang dalam persiapan, diharapkan sebentar lagi sudah siap dan bisa digunakan untuk mendukung peningkatan cakupan program imunisasi rutin pada anak se-indonesia,'' ujanya.(Rz)


Sumber Berita : Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

Laman Resmi : Kementerian Kesehatan RI

Youtube Channel : Kementerian Kesehatan RI

Pimpinan dan Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S Zakaria

Editor : Rizki

Kunjungan Rombongan Mahasiswa UIN Khas Jember Ke Perpustakaan STIKOSA – AWS Yang Sangat Takjub

Surabaya, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.


Rombongan sebanyak 2 bus dari mahasiswa beserta sejumlah dosen Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember, Kamis siang (12/5/2022) sengaja mengunjungi Perpustakaan kampus STIKOSA – AWS,  lantaran penasaran dengan berbagai arsip koleksi Koran Kuno langka dan melegenda yang dirawat oleh Perpustakaan STIKOSA–AWS


Kedatangan rombongan ini semata – mata ingin mencari referensi dan rujukan koran atau media massa cetak dari tahun 1950 an hingga abad ke- 19, sebagai tugas kuliah penelusuran arsip dan sumber sejarah, fakultas Usuludin Adab dan Humaniora. 


Karena sudah tidak asing lagi, kumpulan arsip koleksi koran kuno melegenda di Perpustakaan STIKOSA-AWS mulai tahun 1952 tersebut, banyak dijadikan sebagai referensi dan rujukan data oleh para penelitian dosen dan mahasiswa perguruan tinggi se- Indonesia, terutama bagi program studi (prodi) Ilmu Sejarah, Ilmu Ekonomi dan Sosial Politik. 


Kunjungan dan Studi mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember, disambut hangat oleh Ketua STIKOSA-AWS Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM., beserta jajaran pimpinan  STIKOSA–AWS


Rombongan mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember sebelum memulai pencarian referensi data yang diperlukannya, terlebih dulu menyempatkan mengunjungi Pameran Foto karya para mahasiswa STIKOSA-AWS yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi, UKM HIMMARFI, tentang Potret SURABAYA ‘KU’ selama musim Pandemi COVID – 19, di Joglo kampus STIKOSA–AWS


Prosesi seremoni pembukaan Kunjungan dan Studi Mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember, berlangsung di ruang Multi Media kampus STIKOSA – AWS, juga dihadiri oleh Dr. Jokhanan Kristiyono, M.Med.Kom. selaku Wakil Ketua I membawahi program studi dan Suprihatin, M. Med. Kom. selaku Wakil Ketua Hubungan Kerjasama dan Kemahasiswaan serta bagian Keuangan STIKOSA–AWS


Di Perpustakaan STIKOSA-AWS, rombongan mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember mengaku takjub saat melihat langsung dan mencari koleksi arsip Koran Kuno yang dikelola STIKOSA–AWS


Koleksi arsip Koran Kuno STIKOSA–AWS mulai tahun 1952 hingga tahun 2000 -an ini, diantaranya terdiri dari Harian Sore Surabaya Post, Koran Malang Post, Suara Pembaharuan, Memorandum, dan sejumlah nama koran lainnya, serta arsip koleksi Majalah Mingguan Berita TEMPO


Guna melestarikan arsip koleksi koran – koran kuno yang melegenda atas amanah dari para pemilik dan pemimpin perusahaan media terkait, yang usianya semakin menua atas resiko kerapuhan kertas korannya, beberapa waktu lalu STIKOSA–AWS bekerjasama dengan bagian arsip benda bersejarah dan langka dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Jawa Timur, untuk mentransformasikan arsip – arsip tersebut ke bentuk digital. Dan saat ini sedang dilakukan digitalisasi sebagian arsip koleksi Koran Kuno dan Melegenda yang langka di Perpustakaan STIKOSA–AWS


Fikru  Mafar, Dosen pengampu mata kuliah Penelusuran Arsip dan Sumber Sejarah, Prodi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Usuludin Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember, mengaku takjub atas koleksi arsip – arsip koran kuno di Perpustakaan STIKOSA–AWS


“Saya secara pribadi sangat takjub dengan koleksi koran kuno di STIKOSA–AWS karena koran – koran ini sebagai khasanah tentang kejadian – kejadian di sekitar kita pada waktu masanya. Jadi ini sumber yang sangat penting bagi masyarakat dan tentunya bagi para mahasiswa kami yang sedang mencari referensi studi tentang peradaban Islam di perpustakaan ini,” ungkap kekaguman Fikru Mafar. 


Indrisnaini, salah satu mahasiswa angkatan 2019 Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember yang melakukan kunjungan dan studi ini mengatakan, “Saya sangat terbantu dengan arsip – arsip yang sangat lengkap yang saya butuhkan di Perpustakaan STIKOSA–AWS, untuk penyelesaian tugas mata kuliah yang sedang kami kerjakan saat ini”.


Hal yang sama dirasakan Ahmad Sahil Arwani mahasiswa angkatan tahun 2019 Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember, yang sedang mencari data dan referensi tentang sejarah Sepak Bola wanita sekitar tahun 1966 hingga tahun 1972, yang mengaku puas ditemukannya di koleksi arsip kuno di Perpustakaan STIKOSA -AWS. 


“Kita semua ini jauh – jauh dari Jember ke Perpustakaan sini tidak sia – sia, data yang kami cari untuk keperluan studi mata kuliah penelusuran sejarah yang saya butuhkan,” ungkap senang Ahmad Sahil. 


Sementara itu dari Arifin S,Zakaria pimpred redaksi infojatim.com , gresiknews1.com  menambahkan selamat kepada rombongan mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Sidiq (UIN KHAS) Jember atas kunjungan ke perpustakaan STIKOS-AWS, semoga dalam kunjungan tersebut dapat untuk menambah ilmu atau bahan yang dapat dijadikan referensi data yang diperlukan oleh mahasiswa dalam mata kuliahnya masing - masing," Ungkapnya.

Sumber Berita : Partner Mitra

Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S,Zakari

Editor : Rizki

Meski Ditengah Krisis Global, Presiden Jokowi Tekankan Pendidikan Anak Indonesia Tidak Boleh Diabaikan.

Jakarta, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.

Meski ditengah situasi dunia yang tidak pasti karena pandemi,krisis global dan perang, di tengah memperingati Hari Pendidikan Nasional 2022 atau (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 02-mei, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pentingnya pendidikan anak-anak tidak boleh diabaikan.

Hal itu disampaikan Presiden dalam akun twitter pribadinya @jokowi pada Senin 2 Mei 2022.


"Dunia tengah didera ketidakpastian oleh krisis, pandemi, atau perang, tapi pendidikan anak-anak kita tak boleh terabaikan,"ungkapnya.


Presiden juga menjelaskan tentang pentingnya pendidikan sebagai bekal menempuh jalan panjang pembangunan bangsa Indonesia di masa mendatang.


“Melalui pendidikan kita menempuh jalan panjang untuk membangun identitas, karakter, dan martabat bangsa Indonesia untuk menyambut masa depan yang lebih maju,” katanya.

Baca Juga Berita Terkait : Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sejarah Dan Makna Penting Arti Pendidikan

Sementara itu dalam laman resmi Setkab, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan bahwa pandemi telah mendorong transformasi di dunia pendidikan di tanah air.

Salah satu indikatornya, proses belajar mengajar bisa dilakukan secara daring.


“Kita dulu tidak membayangkan proses belajar mengajar dilakukan melalui daring. Tapi, karena pandemi kita telah bisa melewati dan melakukan dengan sangat baik. Dunia pendidikan kita telah melakukan reformasi luar biasa di era pandemi ini,” katanya.dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.

Seiring makin terkendalinya penyebaran Virus Corona, Pramono Anung Seskab) berharap percepatan transformasi di sektor pendidikan bisa terus berjalan.

Foto: Pramono Anung Wibowo Sekretaris kabinet RI
(tangkapan layar Youtube Channel/SekretariaKabinetRI )


“Saya berharap, dunia pendidikan kita semakin maju, akan membuat anak didik kita semakin bisa bertarung di dunia internasional dalam dunia pendidikan,” tutup Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.


Sekadar informasi, Hardiknas adalah hari nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara tokoh pelopor pendidikan Indonesia. (Rz)

Baca Juga Berita Terkait : Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sejarah Dan Makna Penting Arti Pendidikan

Pendiri Penangung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

Editor : Rizky

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sejarah Dan Makna Penting Hari Pendidikan Nasional

Gresik, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.


Setiap tanggal 2 Mei masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Pendidikan nasional, di tahun 2022 ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan libur hari raya Idul Fitri 2022 dan juga cuti bersama, Sehingga upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional akan mundur pada Jumat, 13 Mei 2022.


Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah hari nasional yang ditetapkan pemerintah sebagai peringatan hari Pendidikan Nasional dan lahirnya Ki Hadjar Dewantara.

Tokoh pelopor lahirnya di pendidikan indonesia dan pendiri lembaga pendidikan taman Siswa. Sebagai masyarakat Indonesia.


Tanggal 2 Mei dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional karena pada tanggal ini bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hajar Dewantara yang menjadi pahlawan nasional karena jasanya di bidang pendidikan.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan lahirnya tokoh nasional Indonesia yang dijuluki sebagai bapak pendidikan nasional Indonesia, Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya pada era kolonialisme Belanda.

Profil Ki Hadjar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, sekarang lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara. Ia merupakan seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di zaman penjajahan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara lahir di Pakualaman pada tanggal 2 Mei 1889, dan meninggal di Jogjakarta, 26 April 1959, di umur 69 tahun. Sekarang, tanggal kelahiran beliau diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia.

Saat masih muda, ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Europeesche Lagere School) atau sekolah dasar pada zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia. Ia juga sempat melanjutkan pendidikan ke STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), yaitu sekolah pendidikan dokter di Batavia pada zaman kolonial Hindia Belanda, tetapi tidak sampai lulus lantaran sakit.

Ki Hadjar Dewantara pernah bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik di Indonesia, yaitu Boedi Oetomo dan Insulinde.


Tulisan Ki Hadjar Dewantara yang paling terkenal saat itu adalah, " Een voor Allen maar Ook Allen voor Een " atau " Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga." Namun, kolom Ki Hadjar Dewantara yang paling terkenal adalah " Als ik een Nederlander was " diterjemahkan menjadi, " Seandainya Aku Seorang Belanda ", tulisan tersebut dimuat dalam surat kabar De Expres pada 13 Juli 1913, surat kabar tersebut berada di bawah pimpinan Ernest Douwes Dekker.


Ki Hadjar Dewantara mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Hindia-Belanda kala itu. Pada saat itu, hanya anak keturunan Belanda dan anak orang kaya yang dapat mengenyam bangku pendidikan, Sementara anak pribumi yang kelas ekonominya rendah dianggap tidak pantas, sehingga terjadi ketimpangan yang besar.

Kemudian ia mengkritik kebijakan yang dianggap sangat tidak adil itu. akibat keberaniannya mengkritik pemerintah Hindia Belanda, menyebabkan ia diasingkan ke Belanda.

Setelah diasingkan, ia kembali ke Indonesia dan membuat strategi baru untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.


Ki Hadjar Dewantara memiliki semboyan yang selalu ia terapkan dalam sistem pendidikan.

Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi " ing ngarso sung tulodoing madyo mangun karsotut wuri handayani ".

Arti dari semboyan tersebut adalah:

Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).

Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide).

Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan),


Sepak terjang beliaulah yang menjadi jasa terbesar, sehingga kini semua lapisan masyarakat bisa merasakan pendidikan secara umum.


Setelah diasingkan, ketika ia kembali ke Indonesia setelah pengasingan itu ia semakin getol menentang sistem pendidikan ini. kemudian beliau mendirikan lembaga pendidikan yang bernama "National Onderwijs Institut Taman Siswa" yang berdiri pada 3 Juli 1922, dari situ banyak anak-anak Indonesia baik dari keluarga mampu hingga keluarga tidak mampu dapat merasakan duduk di bangku sekolah. Lembaga itu bertahan hingga negera Indonesia merdeka.

Makna Penting Hari Pendidikan nasional

Sebagai insan pendidikan dan kaum pelajar, sebaiknya tidak hanya mengecewakan Hari Pendidikan Nasional saja. Oleh karena itu, perlu mengetahui nilai esensi atau makna dibalik peringatan tersebut. menampilkan kita sebagai kaum pelajar, kaum terdidik, ataupun pemangku pendidikan mengetahui esensi dari Hari Pendidikan Nasional?

Pertama, mendorong kesadaran pelajar untuk terus belajar tak lewat pendidikan formal.

Salah satu gagasan Ki Hajar Dewantara adalah Tri Sentra Pendidikan (Tiga Pusat Pendidikan). Menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga ranah lingkungan yaitu, pendidikan di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, sudah semestinya kaum pelajar tak hanya menerapkan pendidikan saat sedang di sekolah sebagai ranah pendidikan formal saja, kita sebagai kaum pelajar dan generasi muda semestinya juga bisa berinisiatif mencari pendidikan di ranah informal, dan bermasyarakat.

Kedua, mencontoh semangat Ki Hadjar Dewantara dalam mencerdaskan bangsa.

Ki Hadjar Dewantara punya peran penting dalam memperjuangkan pendidikan generasi muda pada masanya maupun masa kini. Sebagai kaum pelajar dan insan-insan pendidikan seyogyanya memaknai esensi Hari Pendidikan tentu tidak terbukti dengan seremonial atau ucapan. Akan tetapi esensi penting dan utama yaitu dengan menghormati jasa beliau dengan terus bersemangat saat belajar dan ikut serta berkembang agar pendidikan yang kita miliki semakin baik sesuai dengan karakter dan nilai bangsa Indonesia.

Ketiga, belajar tak hanya memperoleh nilai dan peringkat bagus.

Nilai dan ranking bagus sering kali menjadi target utama para pelajar. senang pelajar tak hanya berfokus pada mendapat nilai dan peringkat yang bagus saja. Pendidikan bisa menjadi landasan kita untuk menghindari agar terhindar dari sifat-sifat yang menyimpang. Belajar adalah salah satu jalan untuk mengubah jalan hidup, untuk kemerdekaan diri, dan yang terpenting untuk mencerdaskan kehidupan sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Keempat, manfaatkan kesempatan belajar semaksimal mungkin.

Para pahlawan punya peran penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Sehingga saat ini kita bisa mengenyam pendidikan yang layak. Nah, sebagai insan pendidikan dan kaum pelajar, sebaiknya kita perlu memaknai nilai esensi Hari Pendidikan Nasional dengan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang, salah satunya memanfaatkan kesempatan belajar yang telah diberikan semaksimal mungkin.

Nah, itu makna Hari Pendidikan bagi kaum pelajar dan generasi muda. Semoga kita sebagai generasi muda terus dapat mengenang jasa para pahlawan perjuangan khususnya di bidang pendidikan, dan berkontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia untuk membangun identitas, karakter, dan martabat bangsa Indonesia untuk menyambut masa depan yang lebih maju.

Selanjutnya dari Arifin S.Zakaria pimpred redaksi infojatim.com / gresiknews1.com menambahkan "semoga kita semua, terutama para pelajar dan generasi muda terus dapat mengenang jasa para pahlawan perjuangan khususnya di bidang pendidikan dan menghormati jasa-jasa para tenaga pendidikan khususnya para Guru-guru di indonesia, dan semoga kita dapat saling berkontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia untuk membangun identitas, karakter, dan martabat bangsa Indonesia untuk menyambut masa depan yang lebih maju di dunia pendidikan."tutup arifin pimpred redaksi infojatim.com / gresiknes1.com (selasa, 03/05/2022). (Rz)

Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

Editor : Rizky

Baihaki Akbar Sekjen LARM-GAK Dan HIPPMA Menduga Opini WTP dari BPK Tak Gratis, Tugas KPK Mendalaminya

Surabaya, gresiknews1.com – Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.


Sekjen Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK) yang sekaligus juga sebagai Sekjen Himpunan Putra Putri Madura (HIPPMA) Baihaki Akbar menduga suap ke oknum pejabat BPK dari Pemda, untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK tak hanya terjadi di Pemkab Bogor, Jabar.


Baihaki Akbar yang dikenal sebagai pendobrak kasus-kasus korupsi besar, bahkan menduga suap untuk mendapatkan opini WTP dari BPK juga terjadi di lembaga pemerintahan di pusat.


Karena ada banyak bonus yang diperoleh daerah atau lembaga yang mendapatkan status WTP. 

“Banyak bonus dari WTP sehingga gubernur, bupati, walikota berlomba mendapatkan (WTP) dari BPK, ada bonus dari DAK, DAU juga dari dana perimbangan. Dana bansos juga. Paling tidak, kalau WTP anggaran tidak dikurangi,maka mereka berlomba-lomba (dapat status WTP). kalau gengsi  nomor dua lah,” kata Baihaki Akbar, Minggu ( 01/05/2022).


Menjawab para awak media apakah ada dugaan suap lainnya dari daerah atau lembaga ke BPK, agar mendapat status WTP?


Baihaki Akbar menjawab, “Apakah ada yang lain? Dugaan saya masih banyak, Dugaan saya bukan hanya di daerah tapi juga di beberapa lembaga di pusat juga berjuang mendapatkan WTP.


Ditambahkannya, dan dugaannya agar dapat WTP , konon perlu lobi-lobi. Ini masih perlu didalami sih Asumsi saya, tapi perlu didalami untuk mendapatkan WTP ada ongkosnya, ada harganya.

Tapi ini masih sebatas asumsi yang belum saya dapatkan bukti yang lebih komplit, " maka tugasnya KPK untuk memperdalam semua ini,” beber Baihaki Akbar.


Karena kalau sudah memegang orang BPK, kan bisa dilacak sampai ke pegawai BPK yang lain untuk melakukan pengecekan."ujar Baihaki Akbar 


“Kalau perlu KPK mengaudit kinerja audit. artinya pada posisi tidak hanya pada bupati tapi bisa naik ke gubernur atau ke level eselon I atau eselon 0. Kalau eselon 0 itu kan menteri,” imbuh Baihaki Akbar.


Sebagaimana diberitakan sejumlah oknum pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama Bupati Bogor Ade Yasin, Selasa (26/4/2022).


Mereka ditangkap dalam kasus dugaan suap untuk memuluskan langkah Pemkab Bogor mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)


Penangkapan oknum pejabat BPK ini bukan pertama kali. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar sudah menangkap beberapa oknum pejabat BPK Jabar akhir Maret lalu. Terkait dugaan pemerasan saat audit di Pemkab Bekasi.


Untuk kasus suap terkait WTP juga bukan Pertama kali  oknum pejabat BPK yang ditangkap. Sekitar Mei 2017, oknum pejabat BPK ditangkap bersama pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kasusnya juga suap yang tujuannya agar Kemendes PDTT mendapatkan penilaian WTP dari BPK. Sama seperti kasus di Pemkab Bogor, yang menjerat Bupati Bogor. 

Sumber Berita : Partner Mitra


Pendiri Penanggung Jawab Redaksi infojatim.com / gresiknews1.com : Arifin S.Zakaria

Kembangkan Kuliah Digital, STIKOSA – AWS MoU Virtual Online Dengan 2 PT dan AKADASIA Singapura

Surabaya, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Pandemi COVID-19 memasuki tahun ke-3 ini, membuat dunia pendidikan, terutama di kalangan perguruan tinggi, untuk terus mengembangkan platform kegiatan pembelajaran secara digital dengan kegiatan daring. 




Memacu hal tersebut, STIKOSA – AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya) pada Senin (11/4/2022) menggelar MoU dengan 2 perguruan tinggi, yaitu Universitas Jambi (Unja), STIKP Singkawang, Kalimantan Barat, dan AKADASIA Singapura sekaligus yang berlangsung virtual digital online secara Hybrid. Gelaran MoU  tersebut, merupakan pengembangan platform digital yang  tergolong baru terjadi di dunia perguruan tinggi di Indonesia. 





Dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut, pertama, antara Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM., Ketua STIKOSA – AWS dengan Rektor Univ. Jambi (Unja), Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D., berlangsung virtual digital online desk to desk secara daring. 


MoU STIKOSA – AWS selanjutnya dengan Neelesh Bhatia, Funder & CEO AKADASIA Pte. Ltd. Singapore, dan pelaksanaan penandatanganan secara virtual pada digital giantscreen equipment Multi Media STIKOSA - AWS. 

Penandatanganan MoU STIKOSA – AWS dengan STKIP Singkawang, Kalimantan Barat, Dr. Andi Mursidi, M.Si., berlangsung secara luring yang sama, di ruang Multi Media STIKOSA – AWS. acara tersebut bagian dari rangkaian webinar “Digital Media and Education Technology” yang menghadirkan pemaparan materi platform pembelajaran digital kampus Unja, STIKOSA – AWS, STIKP Singkawang, dan AKADASIA Singapura. 





Di kesempatannya membuka acara, Ketua STIKOSA – AWS, Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM., menyampaikan dalam bahasa Inggris yang intinya, Pandemi COVID-19 bukan hanya kedaruratan kesehatan yang bersifat historis bagi kita di Indonesia tetapi juga merupakan wake-up call penting yang menyadarkan kita semua akan banyaknya peluang di berbagai bidang yang difasilitasi oleh internet atau media digital. Di bidang pendidikan terus berkembang dengan dukungan yang diberikan oleh teknologi informasi melalui media digital sebagai kebutuhan pembelajaran tidak hanya pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis, yang juga aman. 


“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk membahas media digital dan teknologi pendidikan agar kita dapat mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.,”ujar Mei, sapaan akrab Dr. Meithiana. 


Kesempatan paparan perdana dari Rektor Univ. Jambi (Unja), Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D., yang mengatakan berkat Pandemi COVID-19, tahun ini Unja sudah melakukan uji coba transformasi pembelajaran dari sistem manual ke digital. 


“Ada cita-cita kita akan wujudkan pembelajaran platform digital dari komponen Student Achievement, Management Transformation, dan Academic  Reputation. Sehingga kita bisa mentransformasikan secara digital ke- tiga hal tersebut,” ungkap cerita Prof. Sutrisno, yang juga Guru Besar di Unja. 


Lanjut paparan Rektor Unja, pembelajaran online digital sdh berjalan semester ini, intinya ini merupakan salah satu program strategis dlm inovasi pembelajaran di Unja. “Kita melakukan transformasi pembelajaran dalam bentuk digital dan terintegrasi ke dalam SIAKAD (Sistem Informasi Akademik) di Unja,” ujar Prof. Sutrisno, yang gelar Doktornya di The University of Newcastle, NSW, Australia. 



Di kesempatannya, CEO AKADASIA Singapura, Neelesh Bhatia mengatakan, AKADASIA merupakan sebuah perusahaan yang didirikan tahun 2019, adalah Singapore-based mission-driven education technology ( Ed-Tech ) yang bertujuan untuk memberdayakan Pendidik/tenaga pendidik dimanapun berada. 


Dengan kerjasama ini AKADASIA terus berkolaborasi untuk kebutuhan teknologi pendidikan di pergurian tinggi yang semakin berkembang, ujar Neelesh Bhatia. 


Sedangkan pemaparan terahir tentang transformasi pembelajaran digital di perguruan tinggi, disampaikan oleh Dr. Andi Mursidi, M.Si., Ketua STKIP Singkawang, Kalimantan Barat.


“Walaupun kampus kami kecil dan berada di tengah hutan di Kalimantan, STKIP Singkawang juga telah melakukan transformasi  pembelajaran digital. Dengan fasilitas internet yang cukup memadai, kami melakukan kegiatan online mulai dari perkuliahan mahasiswa, rapat akademik dan kegiatan seminar kampus, serta kegiatan lainnya,” seloroh khas Andi yang juga menjabat Wakil Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia) Kalimantan Barat. 


Pelaksanaan MoU dan webinar tersebut ditayangkan secara langsung ( live ) di akun resmi medsos (media sosial) STIKOSA – AWS, di instagram dan facebook STIKOSA – AWS. Dan diikuti lebih dari 320 peserta, yang datang dari kalangan b dan praktisi pendidikan.






Sumber Berita: Partner Mitra

Pendiri Penangung Jawab Redaksi infojatim.com, gresiknews1.com: Arifin S.Zakaria

Ratusan Prajurit Satgaspamtas RI-PNG dari Yonif 512/QY Terima Pembekalan Jurnalistik

Malang,(gresiknews1.com) - Sebanyak 450 orang prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) RI-PNG dari Yonif Mekanis 512/Quratara Yudha antusias mengikuti pembekalan pengetahuan jurnalistik yang disampaikan Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) V/Brawijaya Letkol Inf Heriyadi bertempat di Aula Makoyonif 512, Jl. Kesatrian No.1 Malang, Rabu (8/3/2017) pagi.

Pembekalan pengetahuan jurnalistik yang dilakukan di Pendam V/Brawijaya tersebut diikuti oleh Perwira Pertama (Pama) , Bintara dan Tamtama yang disiapkan untuk berangkat tugas.

Untuk menjaga citra dan reputasi positif TNI dimata rakyat/dunia dalam dunia media pemberitaan diharapkan setiap prajurit TNI dapat tumbuh naluri sebagai insan penerangan. Diharapkan juga kepada para prajurit agar dapat lebih bijaksana dalam berseluncur di dunia maya. “Think Smart dalam bersosial media,” ujar Wakapendam.

“Kadang kegiatan satuan yang positif lewat begitu saja. Sayang juga kalau gak diketahui publik, makanya kita tumbuhkan naluri dan semangat publikasi,” jelas Letkol Inf Heriyadi didepan ratusan prajurit Satgas yang hadir.

Letkol Heriyadi menjelaskan, dalam menyikapi semakin masifnya berita-berita bohong (hoax) yang dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka tunggal ikaan, dan munculnya radikalisme, menurutnya perlu upaya-upaya dari semua prajurit untuk menyikapi media sosial ini dengan pembelajaran, kedewasaan, penuh kehati-hatian.

“Prajurit harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat. Tidak boleh terpengaruh oleh berita yang tidak benar. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong. Percaya saja kepada komandan satuanmu masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan tahun 2017 semakin kompleks, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan Sosmed untuk menyebarkan berita hoax.

“Penyebaran informasi dan berita-berita bohong melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan. Berita-berita seperti itu juga mengancam kebhinekaan dan semakin kuatnya gerakan radikalisme,” tuturnya.

Ditambahkan Wakapendam, dalam menghadapi era kekinian dimana sangat terbukanya dunia informasi publik, prajurit harus mampu membuka mata, pikiran untuk membangun kesadaran dan menggali potensi agar dapat menjadi prajurit yang up to date.

Namun demikian, lanjutnya, sebagai prajurit harus dapat memahami dan mematuhi aturan bersosial media yang telah ditentukan oleh Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), salah satunya prajurit harus tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, Bertindak sesuai hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi Pancasila.

Juga tetap bersikap sopan santun, pikirkan kualitas yang diposting bukan kuantitas serta tetap memberikan citra yang baik dimata masyarakat.

Kegiatan pembekalan pengetahuan jurnalistik ini, selain penuyuluhan dari Wakapendam juga di isi dengan penerangan makalah penulisan berita oleh Tim dari Pendan V/Brawijaya serta Materi Teknik Fotografi yang disampaikan oleh Serka Karnoto.

Dalam materi pembuatan penulisan release, Tim, menjelaskan dalam penulisan berita berupa Press Release, harus mengandung unsur 5W+1H yang merupakan teori dasar dalam sebuah penulisan berita jurnalistik. Sedangkan untuk Teknik Fotografi disampaikan mengenai cara membidik foto yang baik untuk menghasilkan gambar yang memiliki sense of art.

Diakhir kegiatan pengalaman tentang jurnalistik kepada jajaran Yonif 512, Wakapendam berharap setiap prajurit dapat mengambil ilmu yang diberikan dalam pembekalan singkat ini, dan nantinya ilmu tersebut harus diaplikasikan dalam penugasan.

“Hidup itu belajar, bahkan setiap detik saat kita melihat sesuatu itu terjadi sebuah proses pembelajaran. Jadi jangan ragu untuk menggenggam dunia melalui gadget yang kalian miliki,” pungkas Letkol Heriyadi.ARZ

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 512 Dibekali Pelatihan Pertanian dan Pertenakan di STPP Malang

Malang,(gresiknews1.com) - Sebanyak 450 orang Prajurit Yonif Mekanis 512/Quratara Yudha (QY) yang dipersipkan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – PNG menerima pembekalan pelatihan Budidaya Pertanian dan Peternakan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang, Jl. DR. Cipto 144 A, Bedali Lawang, Bedali, Lawang, Malang, Jawa Timur. Kamis (9/3/2017) pagi.

Ketua STPP Malang, Dr. Ir. Siti Munivah, Msi., saat membuka acara pembekalan pelatihan pertanian pada prajurit Yonif Mekanis 512/QY, Kamis (9/3), mengatakan ‘’Kami bangga anggota TNI mau bekerja sama dan terimakasih atas dedikasi para prajurit dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini,” katanya

Lebih lanjut Ketua STPP, mengungkapkan, kegiatan ini sangat bernilai positif bagi kehidupan bermasyarakat, karena selain dapat meningkatkan taraf hidup sendiri juga bisa untuk membantu orang lain.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap pada prajurit yang telah menerima kepelatihan dengan pengetahuan dan teknik-teknik pertanian ini dapat diaplikasikan di lapangan, termasuk dapat memotivasi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup sendiri, sehingga program swasembada pangan di wilayah akan terwujud sesuai dengan Program pemerintah pusat,”jelas Siti Munivah.

Para anggota Yonif 512 tidak hanya mendapatkan pelatihan secara teori, namun langsung praktik menanam di pertanian Kebun Benih Hortikultura STPP Malang. Kegiatan dimulai dengan pengenalan peternakan dan pengenalan alat pertanian beserta cara penggunaannya, pengenalan pupuk organik serta anorganik, pembuatan kompos.

Setelah pelatihan dilanjutkan dengan praktek penyiapan lahan untuk aneka jenis komoditi Hortikultura, seperti cabai menjadi perhatian khusus. Karena akhir-akhir ini, harga cabai dinilai melambung tinggi, disamping komunditi tanaman lainnya yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pimpinan TNI AD agar para prajurit mendapatkan pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian, sehingga dapat diaplikasikan dan disosialisasikan dalam wilayah penugasan dan masyarakat di sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Mekasnis 512/QY Mayor Inf Budi Handoko, S.Sos selaku Dansatgas menegaskan, “agar para prajurit mengikuti seluruh arahan dan pemberian materi yang diberikan oleh para penyaji dengan serius dan harus benar-benar difahami setiap materi yang diberikan agar nantinya pengaplikasian di lapangan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh atasan,” tegasnya.

Lebih lanjut Mayor Inf Budi Handoko menuturkan bahwa, “anggota TNI selalu mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tercukupi pangan sehingga rakyat tidak kesulitan mencari kebutuhan pokok. ‘’Tujuan kami agar rakyat bahagia dan sejahtera,’’ ujarnya.

Dengan pelatihan ini, maka anggota Satgas Pamtas Yonif 512/QY mengetahui cara pembibitan yang baik, sehingga menjadi kader pertanian mulai dari penyiapan bibit sampai pengolahan lahan.

‘’Saya harapkan para anggota prajurit bisa memanfaatkan pelatihan pertanian ini dengan sebaik-baiknya dan nantinya dapat ditularkan kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat dan petani di wilayah tugas masing-masing termasuk membantu pemerintah pada program ketahanan pangan dan swasembada pangan,’’  kata Mayor Inf Budi Handoko.ARZ

Koramil Modung Bangkalan, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Kerja Bakti

Bangkalan,infojatim.com - Komando Rayon Militer (Koramil) 0829/12 Modung jajaran Kodim 0829/Bangkalan bersama Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM)  Bangkalan dan elemen masyarakat Desa Glisgis melaksanakan kegiatan karya  bakti sosial membersihkan fasilitas umum jalan dan pemasangan majalah dinding di kampung/Dusun di Desa Glisgis, Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, Selasa (31/01/2017), pagi.

 "Kegiatan ini adalah salah satu bakti nyata sekaligus penguatan paradigma kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan karya bakti sebagai implementasi dari Binter Koramil 0829/12 Modung, hal itu sudah menjadi bagian dari Tugas pokok TNI AD kususnya membantu kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah," kata Komandan Rayon Militer (Danramil) 0829/12 Modung Kapten Inf Ahmad Djailani, di sela kegiatan.

Adapun sasaran kerja bakti tersebut adalah pembersihan sektor kanan kiri jalan menuju areal desa, saluran-saluran air yang yang terhambat, pohon-pohon besar yang rantingnya membahayakan masyarakat bila terjadi angin kencang dan diperkirakan akan patah juga dipotong, maupun pemasangan majalah dinding di kampung/Dusun di Desa Glisgis sebagai wahana menambah ilmu dan wawasan kepada masyarakat setempat.

 

Kapten Inf Setyo Bhakti, lebih lanjut  menyampaikan bahwa kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli akan kebersihan lingkungan, di samping itu juga merupakan program TNI dan Kuliah Kerha Nyata (KKN) Mahasiswa UTM Bangkalan.


Sumarsono salah satu warga setempat mengatakan "Terima kasih kepada Koramil 0829/12 Modung  dan Mahasiswa UTM Bangkalan yang telah peduli dan memotivasi masyarakat dalam setiap kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan membangun masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, akan lebih memberikan semangat bagi kami untuk semakin peduli dengan pentingnya kebersihan lingkungan," tandasnya.

Sumber Berita Kapendam


Arz/team/d2g

Nambah ilmu buat sushi dan dimsum

GRESIK - Sepertinya ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan, tak pernah bosan menimba Ilmu, berbagai ketrampilan membuat kue dan makanan selalu menjadi pilihan untuk menambah ketrampilan mereka, saat ini menimba Ilmu dengan membuat makanan luar negri yaitu makanan sushi dan Dimsum , tentu mereka harus rela bergelepotan tepung, itu sudah pasti, pasalnya ibu-ibu ini ingin membuat makanan yang lain dari lainnya, yaitu makanan khas jepang dan makanan khas Cina, yaitu makanan sushi dan Dimsum.

Makanan ini sebenarnya sudah tidak asing di telinga kita, namun proses dan pembuatnnya tentu memerlukan bahan dan ketrampilan, yang tepat.

Terlebih di era globalisasi, banyak ibu dan anak remaja kita yang pintar, berprestasi din bidang akademik, tetapi kurang terampil memasak, padahal pintar memasak merupakan salah satu hal penting seorang perempuan. Demikian disampaikan Ketua Dharma Wanita persatuan Kab Gresik Nyonya Ir. H. Bambang isdianto di hadapan 150 peserta pelatihan membuat makanan sushi dan Dimsum di pendopo Gresik.pada tanggal  (10-08-2016).

Dijelaskan pula memasak bersama seluruh anggota keluarga, bisa menjadi ajang rekreasi keluarga yang mengasyikkan, dan meningkatkan kreatifitas, ketangkasan dan kemampuan kerjasama, dan rasa percaya diri anak akan tumbuh, karena di beri kesempatan berkontribusi dalam menyajikan menu  keluarga.

Dengan memasak sendiri, anak lebih menghargai manakan serta menambah pengetahuan tentang bahan dan nutrisi yang sehatuntuk dikonsumsi, yang pada akhirnya akan mengurangi kesukaan putra-putri kita terhadap makanan sampah (junkfood) yang akhir-akhir ini menjadi menu favorit sehari-hari.

Memiliki ketrampilan tidak hanya menyelamatkan keluarga, namuh juga bisa menjadi alternatif sumber tambahan pendapatan keluarga, bahkan bisa melahirkan pengusaha-pengusaha kuliner profesional baru.

Mengakhri sambutannya, Istri Plt Sekda Gresik , berharap seluruh peserta mengikuti dengan baik dan benar, karena manfaatnya sudah jelas yaitu menambah wawasan dan ketrampilan dan bisa sebagai sumber pendapatan Keluarga, sudah bukan zamannya lagi, perempuan tinggal diam di rumah saja, banyak perempuan yang berhasil meluangkan waktunya untuk menambah income keluarga.

Menurut erna, salah satu instruktur dari Surabaya, menjelaskan, pelatihan ini sangat bagus, karena makanan  yang berasal dari Jepang yaitu sushi dan makanan dari Cina yaiotu dimsum merupakan menu favorit remaja saat ini, dan harganya cukup lumayan mahal, jadi jika ibu-ibu ini bisa membuat, maka tentu akan mengurangi kantong keluarga keluar. Dan menu sushi dan Dimsum ini bisa di kreasi dengan berbagai daging atau ikan lainnya.

Asz/team/d2g

PD Bank Gresik Terbaik Sebagai Kantor Berwawasan Lingkungan Tahun 2016

Gresik - BUMD PD Bank Gresik meraih juara pada Lomba Kantor berwawasan Lingkungan Kabupaten Gresik tahu 2016. Pada acara Sabtu malam kemarin (28/5) hadiah dan trophy juara diserahterimakan oleh Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim kepada Direktur PD Bank Gresik, Al Kusani.

Selain PD Bank Gresik yang meraih juara pertama, beberapa kantor yang lain juga meraih juara yaitu Dinas Pekerjaan Umum Gresik sebagai Juara II, RSUD Ibnu Sina Gresik meraih juara III dan Kantor Kecamatan Gresik meraih juara harapan.

Usai menyerahkan hadiah dan thropy kepada para pemenang, Wabup Qosim menyampaikan selamat kepada para pemenang. "Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dari instansi pemenang lomba. Berkat kebersamaan dan kerjasama saudara telah membuat kantor anda bersih berwawasan lingkungan serta meraih juara. Semoga predikat ini bisa dipertahankan dan diperbaiki dimasa yang akan datang" ujar Qosim memberi semangat.

Kepada Instansi yang lain yang belum memenangkan juara, Qosim berharap agar selalu menciptakan kebersihan dan keindahan kantornya. "Tentu saja harus tetap lebih mengedepankan wawasan lingkungan dalam melaksanakan kebersihan dan menciptakan keindahan kantornya. Penghijauan lebih diperbanyak, ditata dan dibentuk agar keindahannya dapat mendukung kenyamanan" ujarnya.

Yang dimaksuk berwawasan lingkungan menurut Qosim yaitu keberadaan tanaman yang ada ini bisa memberikan udara sejuk dikantor. Penataan ventilasi sehingga mengurangi penggunaan listrik. Baik dari sisi tata cahaya maupun tata udara. "Kalau penataan kantor ini baik dan lebih berwawasan lingkungan, maka penggunaan listrik di kantor bisa lebih irit" paparnya.

Lomba Pemukiman Kantor berwawasan Lingkungan Kabupaten Gresik tahu 2016 diselenggaran dalam rangka HUT Pemkab Gresik ke 42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke 529. Menurut Kepala bagian Administrasi Sumber Daya Alam Adiana Setiawati melalui Kabag Humas Suyono, Penilaiannya berlangsung sejak bulan Maret 2016. "Selain keindahan dan kebersihan, kami menilai dari berbagai sudut terutama penilaian dalam upaya implementasi penghematan energynya". katanya.

Pada lomba lomba tahun mendatang, pihak Bagian Administrasi SDA akan memasukan beberapa indicator lagi dalam penilaian misalnya ada kewajiban pemakaian BBG untuk kendaraan dinas. "Hal ini untuk mendukung program Pemerintah yaitu program langit biru dan program hemat energy" tambah Adiana melalui kabag Humas Suyono. sdm/arifin sz/team

Di Gresik Banyak Ditemui Inovasi Pada LLSS

Gresik - Ketua Tim Lomba Lingkungan sekolah Sehat (LLSS) dari Pusat Cristina Manurung merasa bangga dengan banyaknya inovasi yang di jumpai saat melakukan kunjungan langsung di beberapa lokasi, saya sangat bangga dengan Kab Gresik, banyak kami jumpai inovasi-inovasi yang dihadirkan pada LLSS disini.

Ini membuktikan bahwa UKS di Kab Gresik sudah menyentuh hingga kemasyarakat, terbukti disini kami jumpai ikatan orang tua murid yang komitmen dengan Program UKS, demikian juga paguyuban pedagang pujasera juga melakukan deklarasi siap menjalankan Program UKS, ini membuktikan bahwa UKS tidak hanya berperan di dalam sekolah namun sudah mulai menjalar ke masyarakat, ini sangat luar biasa, jelasnya demikian disampaikan ketua Tim LLSS melakukan penilaian hari ini jum'at (27/5)
Dibanyak Daerah UKS belum menjangkau jejang Taman Kanak-kanak, tapi di Jawa Timur program ini sudah terjangkau di TK hingga masyarakat. peningkatan UKS pada dasarnya untuk preventif dan promotif, jadi LLSS hanya alternatif untuk memicu peningkatan UKS.

Pada dasarnya Tujuan diselenggarakannya program UKS, secara umum untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

Sedangkan tujuan khusus untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik tegas ketua Tim LLSS
Sementara itu Bupati Gresik Dr.H.Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa dengan hadirnya program UKS mempunyai dampak yang sangat luar biasa.

LLSS betul-betul membantu program Pemerintah Kab Gresik, hal ini seiring dengan Visi dan misi Kab Gresik yang menjadikan Kesehatan prioritas utama, UKS sudah dirasakan manfaatnya sehingga kami tak segan-segan untuk menaikkan alokasi anggaran hingga Rp 135 Milliar ini belum termasuk pembangunan fisik dari PU. Dukungan lainnya yaitu jumlah Puskesmas di Kab Gresik 32 Puskesmas, untuk rawat inap sebanyak 12 puskesmas dan rawat jalan 20 puskesmas, juga di dukung 74 puskesmas pembantu dan 247 Ponkesdes, ini sumua sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait maupun masyarakat bahwa, UKS bukan didanai APBD tapi hasil kesadaran pihak terkait dan masyarakat, kesadaran untu berkomitmen inilah yang lebih baik, terus terang saja bahwa juara bukan tujuan akhir kami, namun kesehatan merupakan kebutuhan jelas Bupati.

Tim yang terdiri dari 9 orang ini saat melakukan penilaian di tiga lokasi yaitu sektap UKS Kabupaten, Kantor Kecamatan Gresik dan TK PIKPG (persatuan ikatan keluarga Petrokimia Gresik) disuguhi berbagai kegiatan, dan inovasi dianataranya peragaan cara penanganan pertama pada kecelakaan yang dimainkan anak-anak dari SLB, demikian juga ikrar dari elemen masyarakat dan pelajar tentang 8 gol UKS, pelepasan 8 burung merpati sebagai tanda komitmen terhadap 8 Gol UKS yang harus dihindari, penandatanganan area promosi kesehatan di Kec Gresik serta berbagai inovasi laninya. Penanda tangan taman UKS, prasasti Tugu UKS. dwi/arifin sz/team

DPRD Kotabaru Sharing Pengelolaan Dana Desa ke Pemkab Gresik

Gresik - Ketua Pansus II Arbani beserta 9 anggota DPRD komisi D Kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Gresik, Kamis (28/04).

Kunjungan mereka langsung diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di ruang Dewi Sekardadu Pemkab Gresik.

Menurut Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, kunjungan kerja dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan perumusan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) terkait pengelolaan dana desa.

"Tepatnya untuk persiapan dalam merumuskan Raperda kabupaten Kotabaru untuk tatacara pengelolaan dana desa," kata Kabag Humas Suyono.

Terkait kunjungannya itu, Ketua Pansus II sekaligus ketua rombongan Arbani menuturkan bahwa kabupaten Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa.

"Kami pilih Gresik, karena Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa, oleh sebab itu kami memilih kabupaten Gresik untuk diajak sharing terkait hal tersebut," pungkasnya.

Sementara itu menurut Sekretariat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Sunaryo, terkait pengelolaan dana desa mengatakan bahwa, saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 3 (tiga) SKPD yang menangani pengelolaan dana desa, yakni terkait ADD (Alokasi Dana Desa) ditangani Bagian Pemerintahan, terkait APBN untuk dana desa ditangani oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta untuk untuk pajak dan retribusi di desa ditangani oleh DPPKAD.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi menjelaskan bahwa, saat ini Meteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Kementerian Keuangan RI menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49/PMK.07/2016 pada tanggal 29 Maret 2016 tentang tatacara pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana desa.

"Peraturan tersebut terbit hanya 2 hari dari bulan April 2016, dimana hal ini mungkin akan mengubah banyak sekali dan meundurkan pencairan Dana Desa 2016. Dan bisa jadi akan mengubah besaran APBDes yang diajukan dari desa," pungkasnya. ia/arifin sz/team

Pejabat Pemkab Semarang ‘Ngangsu Kaweruh’ ke Pemkab Gresik

Gresik - Sebanyak 37 Pejabat dari Pemerintah Kabupaten Semarang pada Rabu (27/4/2016) berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka yang terdiri dari Sekda, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta dipimpin oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di Ruang Rapat Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik.
 
Menurut Wabup Semarang, kedatangannya ke Pemkab Gresik dengan membawa semua pejabat Pemkab Semarang ini untuk 'Ngangsu Kaweruh' tentang Pelayanan public serta tata kelola Pemerintahan. "Kami datang ke Gresik karena kami tahu bahwa Gresik lebih besar disbanding kami. Baik dari sisi pendapatan, jumlah penduduk serta luas wilayah" katanya.

Pernyataan Ngesti Nugraha ini juga diamini Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono. Birokrat no satu dari Kabupaten Semarang ini juga menambahkan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati serta semua Pejabat dari Kabupaten Semarang ini dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Informasinya Gresik juga tengah menysusun RPJMD juga," tandasnya.

Banyak hal yang ditanyakan terutama terkait pelayanan Publik, mulai dari Program Kesehatan yang diaplikasikan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat. Program Pendidikan, Perijinan dengan pemberlakuan Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). "Di Kabupaten Gresik PTSP berlaku sejak 1 Januari 2016. Total ada 93 perijinan yang saat ini dilayani oleh Badan Penanaman modal dan Perijinan Kabupaten Gresk". Sebelumnya perijinan tersebut tersebar di beberapa SKPD terang Tursilo.

Memang dalam pelaksanaannya, ada perijinan yang masih dikerjasamakan dengan pihak SKPD terkait. Namun mulai masuk dan keluarnya perijinan tersebut tetap di BPMP Kabupaten Gresik, tambah Asisten. Tentang hal itu, Sekretaris BPMP Gresik Lilik Sopiati menjelaskan, "Pelaksanaannya tetap satu pintu yaitu di kantor BPMP. Masyarakat tidak perlu lagi mengawal berkas itu cukup masuk kekantor kami dan keluar dari kantor kami" tukas Lilik.

Pada akhir audiensi, Sekda Kabupaten Semarang bertanya tentang keberadaan bangunan Kantor Bupati Gresik. "Kantor Bupati Gresik ini dibangun pada tahun 1998 diatas lahan seluas 36 hektar. Perolehan tanahnya berasal dari tukar guling karena tanah kantor Bupati ini dulunya milik TNI AU. Rencananya semua kantor Pemkab Gresik akan dibangun di sekitar sini" jelas Tursilo. sdm/arifin sz/team

Warga Gumeno Siap Produksi Makanan Berbahan Dasar Ikan Bandeng

Gresiknews1.com - Para ibu-ibu di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Gresik sangat antusias mengikuti pelatihan mengolah makanan berbahan dasar ikan bandeng. Ada abon ikan bandeng, Rolade bandeng, ekado bandeng, nugget, bakso bandeng dan kakiraga.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik bekerja sama dengan PT Kelola Mina Laut, Universitas International Semen Indonesia (UISI) dan UD Multi Sarana Niaga Gresik ini berlangsung di Balai Desa Gumeno, Kecamatan Manyar Gresik, Selasa (5/4/2016).

Ada sekitar 50 orang ibu-ibu di desa tersebut yang mengikuti pelatihan pembuatan makanan berbahan dasar ikan bandeng. mereka diajari untuk membuat beraneka makanan secara efektif dan higienis. Selain mengolah para ibu juga diajari untuk mengemas dengan kemasan yang berlabel 'Bandeng Mentari'. 

Antusias para ibu terhadap pelatihan ini karena produk ikan bandeng didesa tersebut sangat melimpah. Menurut Kepala Desa Gumeno Arif Nur Ikhsan, luas areal tambak di wilayah Gumeno 400 hektar dari 482 hektar luas wilayah. "Produksi ikan bandeng mencapai 840 ton pertahun bahkan lebih. Pantaslah kalau para ibu disini sangat senang adanya pelatihan ini" katanya.

Nada senang juga ditunjukkan oleh peserta, salah satunya Sri Retno Ningsih. Dia mengatakan kalau pas musim panen bandeng, banyak ikan yang berukuran kecil terpaksa dijual murah. "Karena yang kecil-kecil sulit dijual kepasar. Makanya sering dijual obral dan bahkan ada yang dibiarkan sampai membusuk. Kalau sudah bisa membuat makanan ini maka akan memberikan nilai ekonomis kepada kita" katanya bangga.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik Ilmul Yaqien melalui kabag Humas Suyono menyatakan, mulanya kami menginventarisir produk lokal yang sudah ada kemudian meningkatkan produk lokal tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran.  

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik, Najikh mengaku pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. Tingginya produk perikanan terutama bandeng di desa Gumeno ini serta banyaknya tenaga potensial, maka kami menggandeng beberapa institusi. baik dari perguruan tinggi maupun swasta untuk bersama-sama membantu. "Dari pihak pemilik merk yaitu 'Bandeng Mentari' siap menampung produk ibu-ibu disini" ujarnya. (sdm/arifin sz/team)

HUT Pemkab Gresik Adakan Pengajian Sinau Syukur

Gresik - Dalam meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Gresik ke 42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke 529, Pemkan Gresik mengadakan pengajian bersama Kiai Kanjeng dan MH Ainun Najib. Acara yang bertemakan 'Sinau Syukur' ini, digelar didepan Halaman Gedung DPRD Gresik. Jum'at (01/04/2016).

Menurut Cak Nun, tema pengajian kali ini kenapa berjudul 'Sinau Syukur'? kenapa harus 'Sinau Syukur'? kalau sinau itu bahasa nasionalnya adalah belajar, disini yang harus belajar syukur siapa? Pemerintahnya apa rakyatnya?.

"Diluar sana yang harus belajar itu guru apa murid? Pendengar serentak menjawab, "Murid.."!!. Cak Nun menyahut, yo karo-karone Reek..!!. Mosok hanya murid? Iyo gak kan?. Terang Cak Nun.

Cak Nun juga mengajak para jama'ah, pertama untuk mencatat dulu hal mendasar dalam mengelola kehidupan bernegara. Yaitu adil makmur. "Manakah yang lebih dulu, Adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil." Kata Cak Nun

Lanjut Cak Nun pada tingkat pertama,  bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan, maka harus adil. Tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun saja, melainkan juga harus robbun ghofur. Allah memberikan pengampunan.

"Makmur belum tentu selamat, maka selanjutnya harus adil, kalau pemerintahnya sudah adil, pejabat, keamanan semua sudah adil, kota Gresik ini bakal adil makmur, gemah ripah loh jinawi, aman dan sentosa," tambah Cak Nun.

Kalau "Baldatun Thoyyibatun (gemah ripah-red) itu jaman Fir'aun sudah berlaku, tapi Wa Robbun Ghofur (Allah mengampuni-Red)", itu yang belum kita ketahui". Lanjut Cak Nun.

Sementara itu Beliau juga menerangkan kalau Gresik sudah mendekati Baldatun Thoyyibatun, itu sudah mendekati. "Kalau Wa Robbun Ghofur, sek Reek, kita bahas satu persatu, kita lihat dulu bagaimana menjalankannya disini".

Setelah sedikit memberi pemahaman tentang 'Sinau Syukur', Cak Nun, meminta Wakil Bupati Gresik untuk melantunkan lagi alunan Sholawat, sebab, menurut Cak Nun, suara Wabub Gresik M. Qosim terbilang merdu.

"Kalau Allah sudah memberi suara yang baik itu ya mbok dimanfaatkan, ketika nyanyi enak didengar, yaa kalau bisa ditambah lagi. Jangan cuma sekali saja, takutnya nanti oleh Allah ditanyakan disana! Kenapa dikasih suara bagus kok gak dibuat menghibur hati orang?", terangnya.

Acara ini dihadiri Bupati, Wabub, pimpinan serta anggota DPRD Gresik, muspida beserta jajaran dan para tamu undangan khususnya masyarakat Kabupaten Gresik. arifin sz/team

Muscab Gerakan Pramuka Cabang Gresik Kembali Digelar

Gresiknews1.com - Musyawah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik kembali dgelar pada Kamis (24/03), bertempat di gedung pusdiklatcab Gresik yang berlokasi di jalan DR. Wahiddin Sudirohusodo 104 B Gresik.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pengurus Gerakan Pramuka Provinsi atau KWARDA (Kwartir Daerah) Jawa Timur dan Kabupaten seperti Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto yang dalam hal ini bertindak sebagai MABINCAB (Majelis Pembimbing Kwartir Cabang) Kabupaten Gresik, Ketua KWARDA yang dalam hal ini diwakili oleh Ir. AR Purmadi selaku Wakil Ketua KWARDA Jawa Timur. Dan juga ketua KWARCAB Gresik DR. H. Moch. Qosim dan beberapa pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto menyampaikan bahwa "Kegiatan Musyawarah Cabang ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi kinerja gerakan Pramuka dalam menjalankan misi yang telah ditempuh selama ini. Serta jadikan momentum Muscab gerakan Pramuka kali ini untuk memanfaatkan semaksimal mungkin guna merumuskan langkah-langkah srategi bagi panduan dimasa yang akan datang," ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa ketua Kwartir Ranting di masing-masing kecamatan juga harus bertanggung jawab membantu Kwartir Cabang untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan Pramuka. "Agar kuantitas gerakan pramuka semakin baik," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Kwartir Daerah Ir. AR. Purmadi mengatakan bahwa Gresik adalah KWARCAB terbaik menurut catatan di KWARDA. "Gresik pada tahun 2009-2015 menjadi Barometer di Jawa Timur karena secara kuantitatif, Gresik masuk dalam the best four atau urutan keempat se-Jawa Timur," katanya.

Menurut Ketua Pelaksana Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono bahwa acara 5 tahunan sekali ini mengagendakan pertanggung jawaban Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 2011-2016 dan menetapkan Rencana Kerja Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik masa bakti 2016-2021.

Agenda ini juga merupakan amanah organisasi yang harus dilakukan sebagai pertanggung jawaban pelaksana dan evaluasi kerja lima tahun dan penyusunan rencana kerja lima tahun Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik, sehingga dalam mencapai sasaran program dapat deselenggarakan secara efektif dan efisien.

Bupati Gresik Dr. Ir. Sambari Halim Radianto kembali berpesan kepada siapun yang nantinya ditugaskan kembali menjadi Ketua KWARCAB Gresik beserta segenap pengurus, agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kewenangannya. (ia /arifin sz/team)

Dukung Tempe Sebagai Warisan Budaya Dunia

Semarang - Pemerintah, perajin tempe, dan masyarakat harus terlibat serta mendukung pengajuan tempe agar diakui oleh Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai warisan budaya non benda atau Intangible Cultural Heritage of Humanity.

"Berbicara tempe seolah kita mencari sesuatu yang hilang. Karena ternyata di Kabupaten Klaten ada sesuatu yang istimewa dan layak menjadi warisan budaya dunia.

Saya menyambut baik workshop ini sebagai upaya sosialisasi tentang tempe sebagai budaya warisan dunia dari Indonesia," kata Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP pada Workshop dan Sosialisasi Tempe Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Asal Indonesia di Kantor Badan Ketahanan Pangan Jateng, Selasa (13/10).

Menurut gubernur, ini adalah saatnya semua pihak menyampaikan tempe kepada agar semakin digemari dan dikenal hingga tingkat internasional. Untuk itu, perlu upaya menciptakan berbagai varian rasa dan kemasan.

Selain itu, para perajin harus mengikuti kemajuan teknologi dalam proses pembuatan tempe. Ganjar yang hadir sebagai narasumber sekaligus menandatangani surat penguatan dukungan tempe sebagai warisan budaya tempe bukan sekadar makanan produk lokal berbahan dasar kedelai. Namun, tempe juga makanan kaya gizi dan sarat budaya bangsa.

Untuk itu, dia berencana membangun Monumen Tempe di Kabupaten Klaten sebagai upaya menjaga kelestarian tempe. Monumen itu akan menjadi simbol bahwa Klaten merupakan daerah produsen tempe sejak zaman penjajahan Belanda.

"Jika perlu membangun museum tempe, yang di dalamnya tidak hanya menceritakan tentang sejarah dan asal-usul tempe, tapi juga memamerkan proses pembuatan dari yang paling tradisional hingga menggunakan teknologi modern. Juga produk yang dihasilkan dengan berbagai varian rasa," imbuhnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Ir Whitono menambahkan, tempe juga memiliki nilai budaya, sejarah dan ekonomi bangsa. Karena keunikannya, tempe layak menjadi salah satu simbol budaya Indonesia. Sehingga, tempe perlu tercantum dalam daftar warisan budaya tak benda ke UNESCO.

Ia menyebutkan, tujuan diselenggarakan workshop antara lain untuk menyosialisasikan sejarah tempe sebagai salah satu makanan tradisional dari Klaten, menyosialisasikan beragam manfaat tempe bagi kesehatan, serta menggalang dukungan masyarakat untuk mengajukan tempe sebagai warisan budaya tak benda.

Sumber : (humas jateng)

Diduga Sopir Menggantuk Dan Kurang Waspada, Rombongan Bus Wisata Alami Kecelakaan Di Tol Sumo

Mojokerto,  gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. Foto : Bus Pariwista PO Ardiansyah nopol S 7...