Showing posts with label tuban. Show all posts
Showing posts with label tuban. Show all posts

Diduga Pihak Pemerintah Terkait Kurang Gereget Dalam Penanganan Jalan Raya Kedung Tuban Arah Purwodadi Remek.

 Tuban, gresiknews1.com  - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Jalan Raya Kedung Tuban (Blora) Arah Purwodadi Remek, Pemerintah diduga kurang gereget dalam Penanganan jalan tersebut. Parah ruas jalan Kedung Tuban (Blora) Jawa tengah, Pasalnya hampir setahun tidak ada penanganan dari pemerintah kabupaten maupun propinsi Jawa tengah saat monitoring. Minggu (03/04/2022) . 





Bayangkan hampir 1 kilometer ruas jalan tersebut berlubang sehingga mengakibatkan laju kendaraan roda 4 harus turunkan spedometernya.Dan ironisnya jalan tersebut merupakan jalan yang sering dilalui para pemudik lebaran tahun 1443 Hijriah nanti.




Awak Media  mencoba mengkonfirmasi sopir yang melintas jalan tersebut tergeleng-geleng kepalanya.

" Ajur...ajur...ajur ...mas. Jalan e . ...wis suwe tidak diperbaiki, ajur....ajur." Pungkas Safari sopir truk box tersebut, Lebih lanjut ia mengungkap "Podo ae gak Ono perhatian e, Masih pemerintahan daerah anyar Yo Sik tetep rusak jalan e."ujar Salah satu supir pada Tim media gresiknews1.com



Sementara terpantau diruas jalan yang rusak tersebut ada material batu yang hanya tertumpuk saja belum diratakan. Hingga berita diturunkan ini pihak terkait yang menangani jalan belum bisa dikonfirmasi dan pihak  awak media siap menerkam tanggapan dari pihak terkait (OPD Dinas PUTR). 





Sementara menurut pantauan dari pimpred redaksi gresiknews1.com , infojatim.com,  Arifin S.Zakaria mengatakan masih banyak jalan rusak yang berlubang di beberapa titik terutama sangat berbahaya bagi kendaraan R2 juga kendaraan yang lain, "  Ucap Arifin S, Z 

Hingga berita ini diturunkan, Selasa ( 05/04/2022) 



Sumber Berita: Partner Mitra 

Pendiri Penangung Jawab Redaksi gresiknews1.com , infojatim.com : Arifin S.Zakaria

Polres Tuban dalami Bukti Dugaan korupsi dana kas desa kedungharjo anggaran 2019 dan 2020

Tuban, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Polres Tuban menerima surat pengaduan dari LSM Lira terkait dugaan korupsi kas dana desa Kedungharjo, Widang, Kabupaten Tuban Dan pengaduan itu telah tindaklanjuti dengan mengumpulkan bukti - bukti. Hal itu disampaikan Kapolres Tuban, AKBP Darman, S.I.K.


"Sementara mengumpulkan bukti bukti mas, doakan saja semoga cepat tuntas ya," jawab Kapolres saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp. Rabu (8/12/2021).

Terkait batas waktu untuk menentukan pengaduan LSM Lira menemukan unsur pidananya atau tidak, Kapolres Tuban menjawab, "Nunggu pengumpulan bukti bukti dulu baru nanti digelar."



Respon cepat Kapolres Tuban dalam menjawab konfirmasi media patut di apresiasi, karena hal itu sesuai dengan arahan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, pada saat pembukaan Apel Kasatwil Polri tahun 2021 di Bali, pada Jumat (3/12/2021) lalu.

Irwasum Polri mengatakan Kapolres harus mengangkat telepon media atau wartawan yang sedang mencari informasi. Apabila belum siap data agar meminta waktu untuk menyiapkan data permasalahan yang dikonfirmasi. Dan hal itu menjadi atensi Kapolri.


Dibawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, kepercayaan masyarakat ke Polri naik menjadi 80,2%, dan pencapaian yang luar biasa itu harus di jaga bahkan ditingkatkan dengan setiap personil polisi untuk selalu melayani semua masyarakat tanpa kecuali 

Dalam pengaduan yang ditangani Polres Tuban, Media ini mendapatkan informasi bahwa Polres Tuban telah mengirimkan surat pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan kepada pihak terlapor tertanggal 6 Desember 2021.


Dalam isi surat tersbut ada 2 poin yang tercantum. Petama, telah dilakukan klarifikasi / pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Kedua, akan dilakukan koordinasi dengan inspektorat Kabupaten Tuban (APIP).

Perlu diketahui, seperti disampaikan anggota bidang ekonomi DPW Jawa Timur Lira, Siswo Sujarwo, bahwa Lira mengadukan dugaan korupsi kas desa Kedungharjo, Widang, Tuban tahun anggaran 2019 dan tahun anggaran 2020 ke Polres Tuban.

Menurut Siswo, ada beberapa kegiatan yang dilaporkan Lira terkait dugaan korupsi dana kas desa, antara lain pada tahun 2019, Dana SHU (Sisa Hasil Usaha) sekira Rp. 450 juta disetorkan ke kas desa hanya Rp. 370 juta, dan tidak terselesaikan pembangunan perpustakaan dengan dana Rp. 190 juta.



"Pada tahun 2020 SHU musim penghujan sebesar Rp. 54 juta tidak disetorkan ke kas desa, serta adanya pembangunan tanpa musyawarah dengan BPD dan tidak ada RAB serta laporan," terangnya. Minggu (5/12/2021).

"Data yang kita punya A1, dan infonya sudah semua para pihak yang kita adukan dipanggil Polres, tapi terkait perkembangan pengaduan sejauh mana, tidak kita ketahui," pungkas Siswo. 



Sumber Berita: Partner Mitra 
Pendiri Penangung Jawab Redaksi 
Arifin S.Zakaria

Polres Tuban Lambat Tangani Dugaan Korupsi Dana Kas Desa Kedungharjo Anggaran 2019 dan 2020, Lira Tunggu Perkembangan

Tuban, gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. 

Polres Tuban menangani pengaduan dugaan Korupsi dana kas desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban tahun anggaran 2019 dan 2020 dari LSM Lira (Lumbung Informasi Rakyat), tapi sejauh mana perkembangan pengaduan belum diketahui, hal itu disampaikan anggota bidang ekonomi DPW Jawa Timur Lira, Siswo Sujarwo.

"Tim investigasi Lira mengadukan dugaan korupsi kas desa Kedungharjo, Widang, Tuban tahun anggaran 2019 dan tahun anggaran 2020 ke Polres Tuban tanggal 20 Mei 2021, dan sekali dikasih Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan, tertanggal 23 Juni 2021. dan hingga kini belum ada perkembangan yang disampaikan pihak polisi," ujar Siswo, Minggu (5/12/2021).


Menurut Siswo, ada beberapa kegiatan yang dilaporkan Lira terkait dugaan korupsi dana kas desa, antara lain pada tahun 2019, Dana SHU (Sisa Hasil Usaha) sekira Rp. 450 juta disetorkan ke kas desa hanya Rp. 370 juta, dan tidak terselesaikan pembangunan perpustakaan dengan dana Rp. 190 juta" ujarnya.

"Pada tahun 2020 SHU musim penghujan sebesar Rp. 54 juta tidak disetorkan ke kas desa, serta adanya pembangunan tanpa musyawarah dengan BPD dan tidak ada RAB serta laporan<" terangnya.

"Data yang kita punya A1, dan infonya sudah semua para pihak yang kita adukan dipanggil Polres, tapi terkait perkermbangan pengaduan sejauh mana, tidak kita ketahui," ujar Siswo.


Pihak Lira berharap, Polres Tuban memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan lanjutan, "Polisi agar beri surat perkembangan lagi, agar kita mengetahui perkembangan pengaduan," pungkas Siswo.

Menindaklanjuti informasi yang disampaikan Siswo, dan untuk mengetahui perkembangan perkara yang diadukan Lira ke Polres Tuban, media ini konfirmasi melalui pesan whatsapp ke nomor polisi yang melakukan proses penyelidikan / penyidikan,, hingga berita ini diangkat belum ada jawaban.( Partner Mitra )  


Pendiri Penangung Jawab Redaksi
Arifin S.Zakaria

Curi Motor di Kos-kosan, Warga Gresik Dibekuk Polisi Tuban

Gresiknews1,Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban kembali menangkap pelaku pencurian kendaraan sepeda motor yang telah melakukan aksinya di tempat kos yang berada di Kelurahan Sukolilo, Kota Tuban.

Pelaku pencurian sepeda motor yang berhasil diringkus adalah Agung Pujiono Kurniawan alias Kipli (26), warga jalan Veteran Jaya, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Saat ini Kipli sudah dilakukan penahanan di Mapolres Tuban.

Penangkapan terhadap Kipli tersebut berawal saat petugas kepolisian dari Polres Tuban mendapatkan laporan kehilangan sepeda motor milik Soni Adi Putra. Sepeda motor itu hilang saat diparkir di tempat kos yang ada di Kelurahan Sukolilo itu.

"Berdasarkan laporan tersebut kita melakukan penyelidikan yang mengarah pelakunya adalah yang bersangkutan. Kemudian kita tangkap pelaku tersebut," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban, Jumat (10/10/2014).

Agung alias Kipli tersebut berhasil ditemukan petugas saat berada di rumah mertuanya yang berada di Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Kemudian Kipli dibawa petugas untuk menunjukkan tempat dia menyimpan sepeda motor Vixion nopol W 3870 KJ yang telah dicuri.

"Pelaku belum sempat menjual sepeda motor hasil curian itu dan dia menitipkan sepedanya kepada temannya. Sehingga barang bukti berhasil kita amankan," lanjut Kasat Reskrim.

Saat ini petugas kepolisian dari Polres Tuban masih melakukan pengembangan atas tertangkapnya seorang pelaku pencurian sepeda motor asal Gresik itu. Petugas masih memeriksa pelaku apakah terlibat dengan pencurian di lokasi lainnya.

"Dari pengakuannya pelaku baru satu kali melakukan pencurian, tapi kita masih melakukan pengembangan. Selain itu dilokasi pelaku menitipkan sepeda motor kita juga menemukan sebanyak 11 sepeda motor, apakah itu hasil pencurian atau bukan kita masih melakukan pengecekan," pungkasnya.(Tim)

Polsek Cerme, Kabupaten Gresik, berhasil mengamankan 336 botol miras

Gresik (Gresiknews1.blogspot.com) - Jajaran Satreskrim Polsek Cerme, Kabupaten Gresik, berhasil mengamankan 336 botol miras (minuman keras) jenis cukrik yang disita di dalam mobil Isuzu Panther nopol Nopol S 596 HI  milik Purwanto (32), warga Desa Gedong, Kecamatan Semanding, Tuban di wilayah hukum Polsek Cerme.

Kapolsek Cerme AKP Irianto mengatakan, selain mengamankan tersangka Purwanto, polisi juga mengamankan rekan tersangka, yakni Sutaham (31), dan M.Taufik (31), semuanya warga Desa Gedong, Semanding, Tuban.

"Saat kami periksa berdasarkan pengakuan tersangka ratusan botol cukrik tersebut dibeli dari temannya Wahyudi warga Desa Nggumanting, Kecamatan Semanding, Tuban sebelum dijual ke Slamet warga Benowo Surabaya dengan harga Rp 8300 per botol dari harga semula Rp 5000 per botol," katanya, Minggu (23/03/2014).

Lebih lanjut AKP Irianto mengatakan, kronologis penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat adanya miras cukrik yang dijual warga Tuban ke Surabaya melintas di wilayah Cerme. Mendapat informasi itu, aparat kepolisian melakukan penghadangan terhadap mobil tersangka.

Hasilnya, berhasil mengamankan 336 botol miras cukrik siap edar. "Guna pemeriksaan lebih lanjut ketiga tersangka sudah kami amankan untuk pengembangan penyidikan," tuturnya.

Ia menambahkan, miras jenis cukrik merupakan pemicu terjadinya tindak kriminalitas. Dengan memberantas miras, maka angka kriminalitas dapat ditekan. Apalagi miras tersebut sudah banyak menelan korban.(ARZ)

Diduga Sopir Menggantuk Dan Kurang Waspada, Rombongan Bus Wisata Alami Kecelakaan Di Tol Sumo

Mojokerto,  gresiknews1.com - Motto Berani Transparan Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap. Foto : Bus Pariwista PO Ardiansyah nopol S 7...