Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

GRESIK - Musibah enam santri Mambaus Sholihin Desa Suci Kecamatan Manyar yang tercebur danau belum lupa dari ingatan. Kali ini musibah juga menimpa seorang anak Taman Kanak-kanak (TK) juga tewas tercebur sumur.

Kejadian tersebut menimpa Muhamad Dio Afalla Saputra (5), warga Perumahan Green Menganti, Dusun Bandut, Desa Dirancang Kecamatan Menganti. Dia anak bungsu dari dua bersaudara ini sedang ikut dengan Ibundanya untuk mengambil rapor dan tabungan di tempat kakaknya sekolah.

Karena halaman sekolah tidak mampu menampung parkir kendaraan, sehingga parkir ditempatkan di halaman rumah warga yang hanya berjarak 25 meter dari sekolah.

Ketika sudah pulang dari mengambil rapor dan tabungan, Suwarti Ningsih (45) Ibu Dio menuju tempat parkir motor di depan rumah Umar (54), warga Dusun Hulaan, Desa Hulaan Kecamatan Menganti.

Awalnya Dio sudah naik motor, karena sulit belok. Dio turun dari motor dan pamit untuk mengambil daun. Tidak berfikir panjang, Dio langsung lari untuk mengambil daun. Ternyata, ketika mau mengambil daun itu ada sumur tua yang hanya ditutup terpal dan balok-balok kayu.

"Bu, mau ambil daun," kata Suwarti Ningsih (45) Ibu Dio dengan tegar di rumah duka, Minggu (21/5/2017).

Akibatnya, Dio terperosok kedalam sumur yang dalamnya hampir 15 meter. Ibunda Dio yang melihat anaknya terperosok langsung memarkir motor dan meminta tolong wali murid lainnya.

Setelah itu, Ibunda Dio hanya bisa menangis melihat putra bungsu dari dua bersaudara itu terperosok ke dalam sumur. "Selama ini tidak ada firasat apa-apa. Awalnya sudah saya larang untuk ikut ke sekolah, tapi anaknya maksa. Terpaksa saya ajak," imbuhnya dengan tabah.

Sementara wali murid yang lain dan warga langsung mengerumuni sumur tua itu. Sedangkan Umar pemilik sumur yang sedang tertidur di dalam rumah mendengar teriakan minta tolong langsung keluar dalam rumah.

"Saya langsung lari dan loncat ke dalam sumur menggunakan tali tampar untuk berusaha menolong. Tapi, karena sumur masih banyak air, sehingga tidak mampu menyelam dan menolong anak itu," kata Umar.

Upaya penyelaman secara bergantian dengan warga sekitar terus dilakukan. Namun tiga orang yang menceburkan diri ke dalam sumur juga tidak mampu menyelam. Akhirnya, petugas pemadam kebakaran Gresik, petugas Pemadam kebakaran kota Surabaya, Polair Polres Gresik dan Polsek Menganti datang ke lokasi untuk menolong korban.

"Petugas bisa menolong karena masuk menggunakan tabung oksigen sehingga bisa menemukan jasat anak itu yang sudah tenggelam di dasar sumur," katanya.

Setelah jasat Dio berhasil dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Green Menganti, Dusun Bandut, Desa Dirancang Kecamatan Menganti untuk dimakamkan di pemakaman umum.

Akibat musibah itu, Umar pemilik sumur akan menutup sumur dengan betoncor. "Setelah ada musibah ini, nanti sumur akan ditambah bis dan ditutup dengan beton cor," imbuhnya.

Menurut Umar, sumur itu peninggalan almarhum orang tua. Sampai saat ini diperkirakan usia sumur berdiameter 90 sentimeter itu sudah 80 tahun. Selama ini memang sumur itu dibiarkan tertutup menggunakan terpal dan balok-balok kayu. "Mungkin, anak itu sedang menginjak disela-sela balok-balok kayu. Sehingga langsung masuk ke dalam sumur," katanya.

Memang sumur-sumur di Dusun Hulaan, Desa Hulaan Kecamatan Menganti, kebiasaannya hanya ditutup balok-balok kayu dan terpal seadanya. Kemudian sumur -sumur itu disedot menggunakan pompa air. Warga memanfaatkan air sumur karena fasilitas air PDAM belum mencapai dusun tersebut.

Terpisah, Kapolsek Menganti AKP Wafieq mengatakan bahwa atas musibah itu pihak pemilik sumur belum dimintai keterangan secara langsung di Kantor Polsek. Sebab pihak pemilik sumur masih shock melihat musibah itu. Pihak Polsek sudah meminta agar semua sumur-sumur warga ditutup dengan beton cor agar tidak terjadi musibah yang sama.

"Untuk pendataan sementara keluarga korban dan pemilik sumur sudah dimintai keterangan sementara. Besok dilanjutkan. Kita sudah menghimbau masyarakat yang mempunyai sumur segera menutup dengan beton cor, agar tidak terjadi musibah seperti itu lagi," pungkas Wafieq.



Arifin SZ Team

GRESIK - Setelah Bupati Gresik memeriksa fisik kendaraan Dinas pada 2 minggu lalu. Kali ini Pemkab Gresik melakukan Uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (23/5/2017).


Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyertakan Kendaraan Dinasnya untuk ikut diperiksa. Setelah diperiksa gas buangnya yaitu karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) maka kendaraan dinas Bupati dengan berplat nomer W 1 B dinyatakan baik dan mendapat tempelan sticker lulus uji emisi di kaca bagian belakang dari petugas uji emisi dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Gresik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sumarno yang didampingi Kabag Humas Suyono mengatakan, kegiatan uji emisi ini merupakan bagian dari program pengendalian Pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. "Ini untuk mendukung program langit biru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republ;ik Indonesia" katanya.

Ada 125 Kendaraan Dinas Pemkab Gresik yang telah diperiksa. Setelah melakukan pemeriksaan pada emisi gas buangnya, ternyata 5 kendaraan dinas dinyatakan tidak lolos uji emisi. Masing-masing 2 kendaraan dinas berbahan bakar bensin dan 3 kendaraan dinas berbahan bakar solar. "Kami merekomendasikan untuk perbaikan, agar kendaraan tersebut tidak mencemari udara" katanya.

Parameter yang dipakai sebagai Batasan pemeriksaan yaitu, untuk kendaraan berbahan bakar bensin pembuatan 2007 keatas gas buang Carbondioksida (CO) angka maksimal 1,5 dan gas Hidrocarbon (HC) angka maksimal 200. Kendaraan pembuatan dibawah tahun 2007 angka maksimal CO 4,5 dan HC 1200.

Untuk kendaraan berbahan bakar solar tahun 2010, BLH membatasi gas buang opasita. Untuk kendaraan pembuatan tahun 2010 nilai opasitas maksimum 50, sedangkan kendaraan dengan pembuatan  dibawah tahun 2010 nilai opasitas maksimum tak boleh lebih dari nilai 70.
Sumarno mengakui, meski dari jumlah kuantitas yang diperika tidak terlalu berpengaruh dibanding jumlah kendaraan yang ada, namun Sumarno berpendapat bahwa hal ini untuk memotivasi masyarakat agar selalu rutin melakukan pemeriksaan kendaraannya secara rutin dan berkala.

Kedepan pihaknya akan melaksanakan uji emisi ini tidak hanya setahun sekali. Namun bisa lebih intens. "Kalau bisa setahun dua kali atau lebih serta bisa menguji lebih banyak kendaraan. Sehingga gemanya bisa lebih bergaung dimasyarakat serta uji emisi kendaraan bermotor ini bisa menjadi kebutuhan yang harus dilaksanakan bagi pemilik kendaraan" katanya lagi.  


Arifin SZ Team
GRESIK - Hampir dua bulan sudah tempat kamar mandi Pemkab bagian pria saluranya tersumbat, hal ini membuat ruangan toilet menimbulkan bau tak sedap akibat tidak mengalir. Hal itu menjadi keluhan sejumlah pegawai yang hendak membuang air kencing ditempat tersebut. Selasa (23/05/2017)

Mendengar keluhan tersebut, Tim Infojatim.com menguji kebenaran dilapangan dengan menulusuri keruangan toilet langsung. Setelah dilokasi tak salah ternyata ruangan toilet Pemkab Gresik bagian pria sebelah timur langsung menawarkan hidung menghirup udara tak segar. 

Selain itu juga banyak genangan air kencing yang tak terbuang kesaluran hingga tumpah dan percikan nya mengenai celana dan sepatu pegawai yang mamakai fasilitas tersebut. Hal ini bisa menyebabkan najis pada pakaian yang bersih.

Lebih lanjut, toilet bagian prian sebelah barat, tampak perawatan yang belum terselesaikan. Selain itu dilokasi tampak tidak ada pekerja yang memperbaikinya. Hingga berita ini diturunkan belum mendapat keterangan yang cukup jelas dari bagian terkait. 


Arifin SZ / team

GRESIK - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto serta kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik I Made Suarjana  menandatangani kesepakatan bersama Penanganan Perkara Bidang Perdata dan tata Usaha Negara dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Selain Bupati dan Kajari Gresik, Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa (23/5) juga disaksikan oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gresik dan beberapa staf Kantor Kejaksaan.
Sebelum berlangsungnya penandatanganan, Bupati Sambari membacakan secara lengkap naskah kesepakatan secara lengkap. "Pihak kedua yaitu Kajari Gresik memberikan penerangan, penyuluhan dan pendampingan hukum kepada Pemerintah Kabupaten Gresik"ujar Bupati saat membacakan salah satu ayat isi kesepakatan tersebut.
Penerangan, penyuluhan dan pendampingan hukum yang dimaksud Bupati terkait materi perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, perjanjian, pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi dan tertib pengelolaan keuangan negara.
Usai membacakan, Bupati Sambari menekankan agar seluruh Kepala OPD yang telah mendengar pembacaan kesepakatan itu untuk memperhatikan dan menindaklanjuti dengan bekerja sesuai aturan hukum dan perundangan yang berlaku. "Jangan sampai, bertemu dengan pihak kejaksaan karena pemanggilan atas kasus hukum." Jelas Bupati.
Pada kesempatan itu, Kajari Gresik berharap agar pihak Pemkab Gresik dapat bekerjasama untuk menyelesaikan segala persoalan di wilayah kerja masing-masing. "Gunakan wadah koordinasi ini tak hanya pada konteks formil. Kalaupun ada yang perlu didiskusikan, marilah kita diskusikan. Marilah kita laksanakan kegiatan pembangunan yang terkait anggaran kita laksanakan sesuai kaidah hukum" ujarnya.


Arifin SZ Team