Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

GRESIK - Dalam rangka mensukseskan Millennial Road Safety Festival, Kapolres Gresik mengajak Puluhan Driver Go Jek Online untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) diwilayah Gresik. 

Ajakan itu dilakukan lewat sosialisasi Millennial Road Safety Festival yang dibalut dengan acara makan bersama Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi, dengan kurang lebih 45 Driver Go Jek Online di bundaran GKB, Gresik pada Sabtu (19/1). 

Didampingi Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik IPDA. Suryono dan Kanit Laka Satlantas Polres Gresik IPDA. Yossy, Kapolres menyampaikan tujuan Millennial Road Safety Festival adalah untuk mengajak pada generasi millennial dalam tertib berlalu lintas yang pada akhirnya dapat menekan angka kecelakaan diwilayah hukum Polres Gresik khususnya. 

"Saya harapkan para generasi Milenial khususnya para Driver online Go Jek tetap taat terhadap rambu lalu lintas, karena dengan taat pada rambu-rambu lalu lintas dapat mengurangi tingkat pelanggaran dan berdampak menurunnya angka laka lantas" terang Kapolres. 

Selain itu, Kapolres juga meminta kepada Driver online Go Jek memerangi hoax yang marak beredar di medsos jelang pesta demokrasi Pilpres dan Pileg 2019. 

"Mari kita bertabayun dalam menyikapi berita yang tidak jelas sumbernya, sehingga kita tidak mudah terprovokasi" tegas AKBP Wahyu. 

Kapolres juga berharap agar para Driver Online Go Jek dapat menjadi mitra kamtibmas Kepolisian Resort Gresik. "jika ada informasi apapun terutama Radikalisme, Terorisme, Prostitusi, Miras, dsb segera dilaporkan kepada Polsek atau Polres Gresik untuk ditindak lanjuti ungkapnya sampai berita ini diturunkan, Minggu (20/1). 

Ia juga menjelaskan bahwa Polres Gresik mempunyai jargon Gresik Polisi Santri artinya Senyum Sapa Salam, Amanah, Tegas Tangguh namun tetap Humanis, Rajin Beribadah dan Berinfaq yang bertujuan dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Sebelum berakhir pada acara tersebut Kapolres mengucapkan terimkaasih kepada para Driver Online Go Jek untuk santap siang bersama. "Mari kita dukung, dengan mensukseskan Pileg serta Pilpres Tahun 2019 sehingga situasi berjalan aman, damai dan sejuk. Dengan Semangat "Together We Can Do The Best" InsyaAllah kita bisa" pungkas Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. 


Partner Arifin s.zakaria

GRESIK - Pelaksanaan kgiatan Millenial Road Safety Festival (MRSF) semakin dekat. Satlantas Polres Gresik semakin menggencarkan sosialisasi. Tujuannaya, agar partisipasi masyarakat, khususnya generasi millenial, semakin tinggi untuk turut serta menyemarakkan kegiatan tersebut. 

MRSF dilaksanakan mulai 2 Februari sampai dengan 31 Maret 2019. Ada 34 Provinsi se-Indonesia yang menggikutinya. "Pelaksanaannya nanti bertahap. Mulai di tingkat lokal, regional sampai nasional," ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto. 

Pada 10 Maret nanti, Satlantas Polres Gresik akan menggeber MRSF di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan Jaksa Agung Soepraprto. Kemudian, dilanjutkan perhelatan tingkat Jatim di Jembatan Suramadu, Surabaya pada 17 Maret. "Nanti terakhir tanggal 31 puncak acara di Jakarta," kata AKP Wikha, sampai berita ini diturunkan, Sabtu (19/1). 

Di Gresik, kegiatan sosialisasi dan kampanye safety riding menyasar kalangan millenial. Edukasi terkait tertib berkendara perlu diberikan. Sebab, kalangan millenial tercatat sebagai penyumbang kecelakaan terbanyak. 

Agar lebih menarik, kegiatan sosialisasi dikemas dengan cara yang unik. Salah satunya, menggandeng pahlawan super "Avengers" untuk ikut turun ke jalan. Itu merupakan anggota Satlantas yang mengenakan kostum superhero. 

AKP Wikha mengatakan sosialisasi memang sengaja dikemas secara menarik dan kreatif agar generasi millenial tertarik. "Targetnya nanti para generasi millenial bisa ikut serta menjadi relawan lalu lintas," pungkas Kasat Lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto. 


Partner Arifin s.zakaria

GRESIK - Langkah Sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik M. Muktar yang akan melakukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka, direspons Kejari Gresik. Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianta menyatakan siap menghadapi praperadilan tersebut. 

"Langkah praperadilan yang akan diajukan tersangka Muktar melalui kuasa hukumnya itu sah saja, kita siap menghadapi" ujar Andrie, Jumat (18/1). 

Sebab, Andrie menjelaskan bahwa langkah Kejari Gresik menetapkan Muktar sebagai tersangka pemotongan insentif pegawai BPPKAD dari upah pungut sudah berdasarkan bukti yang ada. 

Menurutnya, Kejari tak gegabah menetapkan seseorang menjadi tersangka atas kasus yang belum terdapat alat bukti cukup. "Sebab, penyidik sangat menyadari kalau gegabah maka bisa berpeluang adanya praperadilan," 

Andrie menegaskan, penyidik sudah memiliki dua alat bukti seperti yang diatur dalam perundangan-undangan sebelum menetapkan Mukhtar sebagai tersangka. Dua alat bukti dimaksud berupa saksi dan barang bukti. Barang bukti yang disita yakni berupa uang hasil operasi tangkap tangan (OTT) sebesar Rp 537 juta, karena berdasarkan bukti BB ketika konprensi pers di kantor Kejari Gresik bersama awak media dan digelar secara langsung BB tersebut. 

"Kami tak akan goyah atas langkah praperadilan, dan kami sangat siap menghadapinya," imbuh dia, sampai berita ini diturunkan, Sabtu (19/1). 

Seperti diketahui, kuasa hukum tersangka Muktar, Hariyadi, S.H, akan mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangka kliennya dalam dugaan korupsi dana insentif pegawai BPPKAD dari upah pungut pajak daerah. Ia menilai pemotongan insentif yang dilakukan kliennya tak mengandung unsur pidana. "Kami akan berupaya dalam praperadilan untuk membebaskan klien kami," terangnya. 


Arifin s.zakaria ( Pendiri dan penanggung jawab)

GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi mengikuti doa bersama jamaah Silaturahmi Jumat Isuk (Jamaah Siji) ynag diketuai imam Masjid Jami' KH Muh Amin Ismail. Kegiatan itu berlangsung di kediaman bapak Firman, Jalan Raden Santri gang III no 13. Total ada 50 jamaah yang hadir, Jum.at (18/1). 

Doa bersama dilakukan usai menjalankan salat subuh berjamaah di Masjid Jami'. Ustadz Zainal Amin Ismail memimpin jamaah untuk membaca Asmaul Khusna bersama Ustadz Maksun. Berbagai pujian dan salawat dipanjatkan. Salawat mahalul Qiyam menjadi puncaknya. 

Dalam sambutannya, Ustadz Maksun menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kapolres Gresik yang berkenan mengikuti doa dan ngaji bersama dengan Jamaah Siji. "Semoga bapak kapolres cepat naik pangkat dan jabatannya," kata Ustadz Maksun. 

Ustadz Zainul Amin Ismail memberikan apresiasi khusus untuk Kapolres. Menurut Ustadz Zainul, sosok AKBP Wahyu merupakan contoh pemimpin yang baik. Layak dijadikan sebagai panutan. "Semoga bisa segera naik jenderal dan menjadi kapolri," ucapnya. 

Sementara itu, AKBP Wahyu berharap bisa rutin mengikuti kegiatan Jamaah Siji. Hal itu dilakukan agar tali silaturahmi antara instansi kepolisian dengan tokoh agama tidak putus. "Jika tidak ada halangan, kami akan gabung setiap Jumat pagi," ujarnya. 

Perwira dengan dua melati di pundak itu mengucapkan banyak terima kasih karena telah diundang. Itu menjadi satu kebanggan bagi keluarga besar Polres Gresik. Sitkamtibmas di wilayah Gresik selalu menadapat lindungan Allah SWT berkat doa para ulama, habib, habaib dan sejumlah tokoh agama. Angka kriminalitas bisa turun. 

Menurut AKBP Wahyu, kasus pencurian dengan kekerasan bisa berkurang di tahun 2018. Itu tidak lepas dari peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. "Wilayah Gresik juga dijaga oleh para Wali sehinga angka kriminalitas bisa berkurang," paparnya. 

Selain Pos Sajam, Polres Gresik juga memiliki beberapa program unggulan. Diantaranya, Hari senin (Pos Siaga), Selasa (Pos Jago), Rabu (Pos Polah), Kamis (Pos Sholat), Jum'at (Program Polisi Peduli). Polres Gresik juga telah sukses melaksanakan lomba MTQ se Jawa Timur. 

Secara khusus, AKBP Wahyu meminta doa para ulama dan jamaah yang hadir agar pemilu serentak pada 17 April mendatang bisa berjalan aman, damai, sejuk dan tetap kondusif. "Selalu waspada terhadap berita-berita hoax yang tersebar di media sosial," pungkasnya. 


Partner Arifin s.zakaria ( Pendiri dan penanggung jawab)