Headlines News :





close



Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Kapolres Gresik Menghimbau Anggotanya Untuk Menjauhi Narkoba

Gresiknews1,Gresik - Setelah senin kemarin pihak Polres Gresik bekerjasama dengan BKN mengadakan Tes Urine kepada seluruh anggotanya,selasa pagi Polres Gresik menggelar Apel pada pukul 08.00 WIB dihalaman Resort Gresik.

Kapolres Gresik AKBP E Zulfan yang di dampingi oleh Wakapolres Gresik Kompol Alfian Nurrizal memaparkan kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan disiplin dalam pelayanan kepada masyarakat dan menghindari bahaya Narkoba dan dapat bekerjasama dengan baik agar Polres Gresik khususnya para anggotanya dapat menjadi Suri Teladan dalam masyarakat.

Sebelumnya Kompol Alfian Nurrizal menjelaskan bahwa diadakan tes urine khususnya kepada seluruh anggota kepolisian Polres Gresik sebenarnya rutin dilakukan setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali."tes urine ini dilakukan supaya para anggota kepolisian Gresik sebelum membersihkan bahaya narkoba yang berada diluar terlebih dahulu kepolisian membersihkan bahaya narkoba dari dalam tubuh kepolisian terlebih dahulu,Ibarat sebuah sapu sebelum kita menyapu kotoran dari luar alangkah baiknya sapu tersebut bersih terlebih dahulu supaya tidak mengotori kotoran yang sudah dibersihkan" komentar beliau kepada Gresiknews1. ( ARZ)

Kemarau Membawa Berkah bagi Petani Garam di Gresik

Gresiknews1,Gresik - Musim kemarau tidak selamanya menjadi bencana bagi warga masyarakat karena kesulitan air bersih. Di Gresik, Jawa Timur, musim kemarau malah menjadi berkah tersendiri bagi para petani garam. Hasil panen garam melimpah dengan kualitas lebih bagus akibat masa panen garam yang panjang dan cuaca panas yang menyengat.

Jika musim kemarau panjang, di sejumlah daerah membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, namun lain dengan para petani garam di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik.

Terik panas yang menyengat dan suhu udara yang mencapai 32 derajat celcius, membuat kualitas garam yang dipanen lebih bagus dari tahun sebelumnya. Masa panen pun lebih panjang.

Selain itu, kemarau panjang juga membuat petani garam dalam sehari bisa memanen garam sebanyak dua hingga lima ton per hektare. Itu bergantung pada cuaca panas pada hari tersebut.

Musim panen garam di kawasan pesisir Gresik sudah berlangsung sejak Juni dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir November tahun ini. Sedangkan masa panen raya garam diprediksi terjadi pada September sampai Oktober 2014.

Masa panen garam berlangsung sekali setiap minggu. Petani bisa mendapatkan lebih Rp1 juta dalam sekali panen garam. Harga garam di Gresik berkisar antara Rp450 hingga Rp500 per kilogram.(Tim)

Proyek Pelabuhan Internasional di Gresik Terkendala Lahan

Gresiknews1,GRESIK - Proyek Pelabuhan Internasional Java Integrate Industrial Port Estate (JIIPE) mulai bermasalah dengan pembebasan lahan. Hal ini karena para petani yang tergagung dalam Ukhwah Persatuan Petani Tambak (Upertam) Manyar menolak menjual lahannya.

Sekretaris Upertam Manyar Syaiful Imam menuturkan petani tambak tidak akan menjual tanahnya kepada makelar lokal jika tidak terbuka soal harga dari PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo Tbk dan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) selaku anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Informasinya, sejak munculnya awal proyek Pelabuhan Internasional di Kecamatan Manyar, para makelar tanah yang dekat dengan pemerintahan Kabupaten Gresik langsung menyerbu pemilik tambak.

"Harga yang ditawarkan mulai Rp 75.000 per meter sampai naik menjadi Rp 250.000. Sekarang, bahkan sudah Rp 500.000 per meter hingga Rp 1,3 juta per meter persegi. Kalau tidak ada keterbukaan harga, petani tambak tidak akan menjual tambaknya," kata Imam usai pertemuan dengan managemen Pelabuhan Internasional di rumah makan Jl Veteran.

Permasalahan lain proyek Pelabuhan Internasional yaitu ganti rugi lahan tanah kas desa (TKD) di empat Desa, Kecamatan Manyar. Desa Manyar Sidorukun, Manyarrejo, Manyar Sukomulyo dan Desa Banyutami. 
"Sesuai Permendagri Nomor 4, Tahun 2007, tentang Pengelolaan Kekayaan Desa seharusnya ganti rugi ada di Desa setempat bukan di Kecamatan Dukun," kata Khoirul Huda, warga dari Desa Suci, Kecamatan Manyar.

Menurutnya proyek Pelabuhan Internasional sudah mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur atau belum. "Apakah proyek Pelabuhan Internasional itu sudah mendapat persetujuan Gubernur atau belum. Apakah proyek Kalimireng ini untuk kepentingan umum atau kepentingan swasta dan pribadi," katanya.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat acara Gresik Tempo Doeloe beberapa hari lalu menyampaikan akan ada proyek besar di Kecamatan Manyar yaitu proyek Pelabuhan Internasional.

"Seperti yang digambar para almarhum terdahulu, bahwa di Kecamatan Manyar akan ada beton-beton besar. Ternyata ada Pelabuhan Internasional, semoga lancar dengan doa masyarakat," kata Sambari yang saat itu didampingi Wakil Bupati Mohamad Qosim.

Proyek Pelabuhan Internasional tersebut akan dibangun di atas lahan 2.500 hektare di Kecamatan Manyar Gresik.(Arz)

Tampik Isu Mundur, Penunjukkan Manajer Tergantung Manajemen

Gresiknews1,SURABAYA - Dalam beberapa waktu, muncul isu adanya keinginan mundur dari manajer Persegres Gresik United seiring berakhirnya musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014. Namun ini ditepis manajer Persegres, di mana semua keputusan ada di tangan manajemen klub berjuluk Laskar Joko Samudro ini.

Manajer Persegres Gresik United, Bagoes Cahyo Yuwono mengungkapkan, munculnya isu pengunduran dirinya sebagai manajer adalah tak benar. Pihaknya tetap bekerja profesional sebagai manajer yang ditunjuk manajemen Persegres. "Itu tak benar. Masalah mundur atau tidak, itu semua ditentukan manajemen," jelasnya, Senin (15/9/2014).

Secara tersirat, dia memang masih betah menangani Persegres Gresik United. Pasalnya, selama ini dia memang penghobi berat olahraga populer ini. Maka dari itu, ketika ditunjuk sebagai manajer pada musim 2014 ini, dia memang berusaha memberi yang terbaik bagi tim.

"Pada musim ini, saya memang belajar bagaimana menangani sepakbola. Dan saya mendapat banyak pengalaman," katanya.

Makanya, terkait penunjukkan manajer pada musim depan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada manajemen. Kalau memang ditunjuk lagi, maka dia akan melaksanakan tanggung jawab itu. "Yang penting adalah kekompakan atau kesolidan dari tim, sehingga prestasi bisa diraih," katanya.

Kabar gembira untuk ketua RT/RW se-Kab Gresik

Gresiknews1,Gresik - Kabar gembira bagi para Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se Kabupaten Gresik. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Gresik segera mencairkan honor RT dan RW se Kabupaten Gresik tahun 2014. Penerimaan honor tersebut secara simbolis diserahkan oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto kepada perwakilan RT/RW. Penerimaan honor sebesar Rp. 400 ribu diserahkan pada acara Pembinaan dan penguatan Lembaga Kemasyarakatan RT/RW yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Selasa (16/9).

Bupati Gresik yang didampingi wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si menyatakan, honor yang diterimakan ini memang terlalu sedikit. “Saya malu memberikan honor ini kepada para ketua RT dan RW karena saya sadar jumlah nomainalnya terlalu sedikit. Saya berharap pada tahun-tahun yang akan datang bisa lebih ditingkatkan” ujarnya sesaat sebelum menerimakan secara simbolis honor tersebut kepada perwakilan RT dan RW.

Meski jumlahnya sangat sedikit, tapi Bupati mengaku total jumlah nominal yang di keluarkan untuk honor RT dan RW sekabupaten Gresik ini lumayan besar. “Jumlah dana yang dialokasikan untuk honor RT dan RW sekabupaten Gresik tahun 2014 sebesar Rp. 3,164 milyar yang dibagi kepada sejumlah 7.910 RT/RW se Kabupaten Gresik” jelas Bupati. 

Pada kesempatan itu Bupati sangat berterima kasih atas pengabdian RT RW yang begitu besar dibanding honor yang diterima. Secara keseluruhan kenerja anda ini telah membuat suasana Gresik menjadi kondusif. “Kalau suasana di wilayah seluruh RT dan RW di Gresik kondusif, maka suasana Kabupaten Gresik secara keseluruhan juga kondusif” ungkapnya.

Selain menyerahkan honor secara simbolis, Bupati juga menginformasikan adanya dana pembangunan sebesar antara Rp. 700 juta sampai 1,4 milyar yang dialokasikan ke desa. “Kami berharap para ketua RT dan RW ini ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan diwilayahnya. Jangan gampang terima uang yang tidak jelas dan memberikan tanda tangan kalau tidak mau menjadi masalah dikemudian hari” pesannya.

Terkait program pembinaan dan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan RT/RW, Kepala Pemberdayaan Masyarakat Gresik, Agus Budiono melalui Kepala Bagian Humas mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan penguatan kepada lembaga RT dan RW terutama dalam pengelolaan keuangan desa. Mereka diberi bimbingan dalam pembuatan Rencana Anggaran Pembangunan Desa (RAPBDes). “Hal ini penting untuk memberikan pengetahuan dasar dalam pengelolaan keuangan menjelang program satu desa satu milyar” katanya. (Arz)

Semen Gresik Foundation Bangun Pabrik Pengolahan Sampah

Gresiknews1,Gresik - Semen Gresik Foundation (SGF) bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Gresik mendirikan pabrik pengolahan sampah di Desa Ngipik, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama dilakukan Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjpto, Senin (15/9), bersama dengan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Ketua SGF, Soesetyoko Suwandi.

Usai peletakan batu pertama, Dwi Soetjipto mengatakan, pabrik pengolahan sampah dengan kapasitas produksi 240 ton perhari tersebut, menjadi solusi dari kian bertambahnya volume sampah di Gresik.

“Saat ini sampah kota yang terus bertambah tiap hari menjadi masalah besar di beberapa daerah termasuk Kabupaten Gresik, lahan yang dipakaipun tiap tahun akan bertambah. Terbatasnya lahan pembuangan sampah ini yang memberikan dorongan kami untuk memanfaatkan sampah yang semula tidak bernilai jual menjadi energi alternatif di industri Semen,“ ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, pembangunan pabrik pengolahan sampah ini menelan biaya sebesar Rp 13,5 miliar, pembangunan dimulai bulan September 2014 dan dapat beroperasi komersial pada bulan Januari 2015. Pada tahap awal akan menggunakan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Gresik.

''Untuk selanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan sampah dari Tuban maupun Lamongan,'' tambahnya.

Selama ini, TPA yang digunakan untuk pembuangan sampah di Gresik seluas 6 hektare dengan deposit sampah sebesar 210.000 ton, sedangkan penambahan sampah perhari mencapai 220 ton.

“Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan pengolahan sampah ini diantaranya adalah mengurangi kebutuhan luasan lahan untuk TPA sampah kota sebesar 2,2 hektare pertahun, mengurangi bahan-bahan pencemar tanah dari sampah ke lingkungan dan pembukaan lapangan pekerjaan baru karena pabrik ini akan beroperasi selama 24 jam” imbuh Dwi.

Dikatakan, pembangunan pabrik dilakukan para tenaga ahli rancang bangun dari Semen Indonesia. Tenaga ahli tersebut akan membantu dalam proses engineering dan pembangunan fisik pabrik sampah.(Tim)

Gresik Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim VI Tahun 2017

Gresiknews1,Surabaya - KONI Jatim belum memutuskan, siapa tuan rumah Pekan Olahraga (Porprov) VI/2017, karena setelah Porprov 2015 di Banyuwangi belum ada daerah yang mengajukan diri jadi tuan rumah.

Kekosongan tersebut coba dimanfaatkan Kabupaten Gresik, yang berminat menjadi tuan rumah. Ketua KONI Kabupaten Gresik Eko Priono menuturkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan KONI Jatim.

Diharapkan, nanti KONI Jatim bisa membahasnya dalam rapat kerja (Raker) tahunan anggota di Banyuwangi, Setelah di Banyuwangi, Porprov diharapkan bisa digelar di Gresik. Kami cukup berminat jadi tuan rumah,” kata Eko Priono ketika ditemui di KONI Jatim.

Keberanian Gresik mengajukan jadi tuan rumah Porprov 2017, lanjut Eko, setelah KONI Gresik melakukan komunikasi dengan Bupati Sambari Halim Radianto dan DPRD. Mereka menyambut antusias menjadikan Kota Pudak jadi host Poprorov 2017. “Mereka (bupati dan DPRD) mendukung jadi tuan rumah Porprov,” ucap Eko.

Soal sarana dan prasarana, Eko mengaku, Gresik cukup memadai. Apalagi, saat ini Gresik sedang membangun stadion dan komplek olahraga di Bukit Lengis.

Stadion baru itu juga akan dilengkapi gedung serba guna, sebagai penunjang aktifitas olahraga. “Gresik juga berencana membangun gedung senam,” jelas Eko.

Porprov Jatim sudah digulirkan sebanyak empat kali. Ajang yang dikhususkan bagi atlet U-21 itu, pertama dihelat di Surabaya pada 2007, selanjutnya Kota Malang (2009), Kota Kediri (2011), Madiun (2013), Banyuwangi (2015).(Tim)

Polres Gresik Antisipasi Para Anggotanya Dari Narkoba Dengan Melakukan Tes Urine


Gresiknews1,Gresik - Satuan Polres Gresik melakukan tes urine secara mendadak pada anggotanya, Senin (15/9/2014). Tes Urine digelar usai pelaksanaan apel pagi.

Seluruh peserta apel yang mengikuti tes urine dikawal langsung oleh Wakapolres Kompol Alfian Nurrizal. Tanpa terkecuali, mulai dari Pejabat Utama, Kapolsek Jajaran, serta anggota lain mengikuti tes urine tersebut yang bekerja sama dengan pihak BNK Gresik.

Kapolres Gresik, AKBP E.Zulpan menuturkan lewat Wakapolres Kompol Alfian Nurrizal, jumlah peserta apel pagi itu sebanyak 106 personel. Seluruhnya diwajibkan menjalani tes urine ini.

“Ini memang random sampling dan kita adakan Tiga Bulan sekli. Dari personel Polres Gresik dan Polsek Jajaran, tes urine kita lakukan pada 106 peserta apel pagi itu,” kata Wakapolres Kompol Alfian Nurrizal.

Menurutnya, tes urine secara mendadak ini dilakukan sebagai upaya pencegahan pada internal Polres Gresik dan antisipasi pada anggota yang terlibat narkoba sebelum kita mengarah ke masyarakat. Hal ini tidak lain karena maraknya peredaran narkoba dimasyarakat selama ini.
“Untuk mencegah manakala ada internal anggota dari Polres Gresik yang katakanlah salah dalam bergaul kemudian juga menjadi pengguna (Narkoba) dan sebagainya,” tambahnya.

Tes urine juga dimaksudkan sebagai upaya bersih-bersih internal agar pelayanan pada masyarakat bisa dilakukan secara maksimal.
“Sebelum kami melakukan pelayanan maupun penegakan hukum ke masyarakat luas maka kami akan lakukan upaya untuk pembersihan ke dalam dulu. Sehingga nanti betul-betul Polres Gresik dan jajaran Polsek dapat memberikan pelayanan prima pada masyarakat,” tutup Kompol Alfian Nurrizal.

Teknik pemeriksaan urine ini menggunakan 6 indikator. Artinya, tes urine yang dilakukan secara lengkap. Sehingga, apapun jenis Narkotika yang digunakan pasti terdeteksi.
Dari 106 anggota yang diambil air kencingnya untuk sampel, semuanya dinyatakan negatif tidak mengkonsumsi Narkoba.

Ketika Gresiknews1 meminta konfirmasi tentang hasil tes urine yang dilakukan oleh Dokter RS Petrokimia Salah satu dokter memberikan komentarnya untuk menunggu hasil dari Tes laboratorium RS (Arz/Gus)

Indonesia Cukur Timor Leste 7-0 di Asian Games

Gresiknews1,Jakarta - Tim nasional sepak bola Indonesia usia di bawah 23 tahun (U-23) mengawali kiprahnya dalam Asian Games 2014 dengan gemilang. Dalam laga perdana menghadapi Timor Leste di Goyang Stadium, Goyang, Korea Selatan, Garuda Muda pesta gol tanpa balas dengan hasil akhir 7-0. Pada laga kedua penyisihan grup E tiga hari mendatang, tim asuhan Aji Santoso ini akan menghadapi Maladewa. 

Dalam pertandingan yang disiarkan langsung di RCTI itu, tim Merah Putih langsung berusaha mendobrak lini pertahanan Timor Leste sejak awal pertandingan. Usaha pemain tim nasional U-23 tidaklah sia-sia. Pada menit kelima, Ferdinand Sinaga berhasil mencetak gol pertama untuk Indonesia. Gol tercipta berkat umpan mendatar yang dilepaskan Bayu Gatra dari sisi kanan pertahanan Timor Leste. Umpan tersebut langsung disambar oleh Ferdinand yang berdiri bebas di depan gawang, sehingga Indonesia unggul 1-0.

Selang empat menit kemudian, Ferdinand kembali sukses mencetak gol kedua. Pemain kelahiran Bengkulu, 25 tahun, itu sukses mengecoh bek Timor Leste sebelum akhirnya melesakkan tendangan keras ke gawang Ramos Maxanches. Pada menit ke-36, Ferdinand kembali memaksa kiper Timor Leste itu memungut bola setelah sepakan keras menggunakan kaki kirinya dari dalam kotak penalti. 

Pada babak pertama, pemain Timor Leste sempat menciptakan peluang gol melalui tendangan spekulasi di menit ke-12. Namun tendangan itu melambung tinggi di atas gawang Indonesia yang dikawal Andritany. Pada menit ke-25, Timor Leste mencoba memasukkan Silva Araujo menggantikan Olegario Pereira untuk menambah kekuatan di lini depan. Akan tetapi, upaya yang dilakukan pelatih Norio Tsukitate tidak membuahkan hasil positif. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 3-0 untuk keunggulan Indonesia.

Memasuki babak kedua, Bayu Gatra dan kawan-kawan tetap bermain menekan. Pemain gelandang Syakir Sulaiman membuka satu peluang menambah gol. Berikutnya giliran Ferdinand membuka peluang gol pada menit ke-53 melalui umpan terobosan dari kapten tim Dedi Kusnandar. Akan tetapi, kiper tim berjulukan Matahari Terbit itu berhasil memotong bola. Berselang empat menit, Alfin Tuasalamony sempat mengancam gawang Timor Leste melalui sundulan kepalanya, tetapi arah bola masih di atas mistar gawang Ramos.

Gol tambahan tercipta dari tendangan penalti pada menit ke-76. Alfin Tuasalamony sukses menjalankan perannya sebagai eksekutor di titik 12 pas. Hadiah tendangan penalti diberikan oleh wasit karena pemain Timor Leste Felipe Oliveira menyentuh bola yang ditendang Ramdani Lestaluhu di kotak terlarang. Kedudukan pun berubah menjadi 4-0.

Novri Setiawan yang masuk menggantikan Ramdani menambah keunggulan untuk Garuda Muda menjadi 5-0 pada menit ke-81. Novri berhasil menjebol gawang Timor Leste setelah mengecoh kiper Ramos yang berusaha menghentikannya. Selang tiga menit kemudian, Ferdinand kembali mencetak gol keempatnya sehingga skor menjadi 6-0. Menjelang babak kedua berakhir, pada menit ke-86, Fandi Eko Utomo yang masuk menggantikan Syakir pada babak kedua sukses menyarangkan bola ke gawang Timor Leste sehingga kedudukan menjadi 7-0.(Tim)

Polres Gresik Panen Tangkapan Judi Domino

Gresiknews1,Gresik - Aparat Polsek Manyar, Gresik, Jawa Timur panen penangkapan judi domino. Sebanyak 8 pelaku berhasil diringkus di tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam penggerebekan pertama, anggota Satreskrim Polsek Manyar menangkap 4 pelaku di sebuah parkiran truk PT Karunia Alam Segar (KAS) Gresik, produsen pabrik Mie Sedap.

Keempat pelaku yang dibawa ke Mapolsek Manyar diantaranya Bambang Deni Saputra (24), asal Desa Purwanegara, Kecamatan Purwokerto, Banyumas. Rochaidan (35), asal Desa Sudimara, Cilongok, Banyumas. Selanjutnya, Kadis (49), asal Desa Jambu, Wangon, Banyumas, dan Sudirman (35), warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Kapolsek Manyar AKP Mulyono mengatakan, pihaknya juga menyita barang bukti yang digunakan pelaku saat bermain judi domino. "Barang bukti yang kami sita satu set kartu domino, dan uang tunai Rp 257 ribu," katanya, Minggu (14/9/2014).

Tidak puas dengan penggerebekan itu, aparat Polsek Manyar masih melakukan penyisiran di sepanjang tempat parkir truk di PT KAS Gresik.

Hitungan menit, polisi kembali menangkap 4 pelaku yang tidak jauh dari TKP yang pertama. Lagi-lagi sebagian besar warga Banyumas diringkus diantaranya Riyadi (35), asal Desa Karanglo, Cilongkok, Banyumas. Pelaku kedua Rusdianto (40), asal Desa Tambaksari, Kembaran, Banyumas. Selanjutnya, Imam Triyono (41), asal Sokaraja, Banyumas, dan Narko (34), warga Desa Cibereum, Kecamatan Sumbang, Banyumas."Semua pelaku sudah kami periksa," ujarnya.(Tim)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger