Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

GRESIK - Demi menjaga keamanan selama bulan Ramadhan 1439 H serta menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim, wilayah Hukum Polres Gresik menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) setiap  malam Minggu.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi kepada media ini mengatakan "Kita lakukan giat kepolisian yang ditingkatkan, dengan melakukan Ops cipkon (Oprasi Cipta Kondisi) dengan patroli skala besar dan melakukan kegiatan razia, pemeriksaan kendaraan bermotor hingga warung remang - remang guna memberantas penyakit masyarakat".

Dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar Sabtu malam (26/5/2018) dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Gresik Kompol Budi Idayati didampingi Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Windu. Kegiatan yang dimulai pukul 21.30 wib diawali dengan apel di halaman Mapolres Gresik guna cek kuat personil yang akan melaksanakan cipkon.

"Cipkon kali ini dilaksanakan menyisir warung remang-remang yang diduga menjadi tempat lokalisasi " ungkap Kabag Sumda Polres Gresik.

"Polisi awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat setempat, diduga warung remang di desa Banjarsari Kecamatan Cerme, Gresik kerap dijadikan tempat mesum," tambahnya.
 
Dari laporan masyarakat tersebut, pihak Kepolisian langsung melakukan tindakan dengan melakukan cipkon di warung tersebut dan ditemukan dua orang wanita (WTS) yang berada di dalam warung dan tiga orang laki-laki yang didalam juga etrdapat barang bukti berupa tisu bekas yang diduga didalamnya ada sperma, kondom bekas pakai.

"Pemilik warung dan Pasangan diluar nikah kami amanakan ke Mapolres Gresik guna penyidikan oleh Satreskrim lebih lanjut" jelas Kompol Hj Budi Idayati.

Dengan kasus ini kegiatan operasi Kepolisian akan lebih ditingkatkan, guna menciptakan wilayah Gresik ini bebas dari Kriminalitas tutupnya.


ARZ Team

GRESIK - Dalam rangka Ops Semeru 2018 Polsek Kedamean Polres Gresik berhasil mengamankan tindak pidana perjudian menggunakan dadu di wilayah Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, Jum'at (25/5/2018) pukul 00.45 wib dini hari.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi melalui Kapolsek Kedamean Polres Gresik AKP I Made Jatinegara, SH  memngatakan dua orang berhasil diamankan anggota Polsek Kedamean Polres Gresik, SJ (39)  dan ST (23) keduanya adalah warga desa Mojowuku Kecamatan Kedamean, Gresik. Namun dua tersangka lainnya berhasil kabur sebelum Polisi datang.

Penangkapan tersebut bermula saat anggota Polsek Kedamean Polres Gresik  Bripka Dedi Iskandar dan Brigadir Hendy melakukan patroli rutin dan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi perjudian dadu di lahan kosong desa Mojowuku Kecamatan Kedamean jelas Kapolsek.

Dari penangkapan malam itu, masih menurut AKP I Made Jatinegara, SH petugas juga mengamankan barang bukti uang sebesar 87 ribu rupiah dan barang bukti lainnya yakni peralatan untuk melakukan judi tersebut, " terusnya. 

Selain mengamankan dua tersangka dan uang tunai, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni,  1 (satu) lembar beberan, 1 (satu) buah lampu tempel/ minyak tanah dan 3 (tiga) buah dadu beserta alat mengopyok.

Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Kedamean Polres Gresik guna penyidikan lebih lanjut, pelaku dijerat pasal 303 KUHP ayat (1) KUHP Yo Pasal 2 ayat (1) undang-undang nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian.  


ARZ TEAM

GRESIK - Tingginya angka laka lantas yang di dominasi karena banyaknya pelanggaran tak sedikit anak dibawah umur menjadi korban laka lantas sangatlah membuat prihatin bagi kita semua, apalagi generasi muda merupakan generasi penerus bangsa.

Dalam rangka festival Ramadhan 1439 H Satlantas Polres Gresik mengajak para generasi muda mematuhi aturan dalam berkendara dengan menggelar lomba da'i cilik dengan tema Kamseltibcarlantas. Bertempat di WEP (Wahana Ekspresi Pusponegoro) jl. Jaksaagung, Gresik lomba yang digelar Jum'at (25/5/2018) diikuti 35 peserta yakni dari sekolah dan Ponpes yang ada di wilayah Gresik.

Acara lomba da'i dibuka oleh Kasat lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto yang dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Gresik AKP Zunaedi, rekan redaksi Radar Gresik dan Dispora Kabupaten Gresik. Sedangkan yang bertindak sebagai dewan juri dalam lomba Dai Cilik tersebut Ust. Mursyid dari Ponpes Nurul Qur'an, Ust. Mashuri dan Ibu Afiyah Wiji Rahayu dari Kemenag Gresik.

Kasat lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto dalam sambutannya mengatakan acara lomba dai ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H sekaligus ajang sosialisasi dalam rangka menekan angka laka lantas di Kabupaten Gresik.

"materi yang disampaikan para peserta Da'i cilik harus berbobot himbauan mengenai kamseltibcarlantas dengan durasi 10 menit" ungkap Kasat Lantas.

Pada lomba yang digelar sore ini (25/5/2018), menyisihkan 6 dai cilik yang akan mengikuti babak final yang digelar ada hari Minggu 27 Mei 2018, Pukul 15.00 Wib s/d Selesai untuk memperebutkan gelar juara.


ARZ Team

GRESIK - Satuan Reskrim Polres Gresik berasil mengungkap penjualan hewan satwa dilindungi melalui media sosial Facebook. Hewan-hewan langka itu dijual dengan harga hingga lima juta rupiah.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, SH, SIK, MSi, mengatakan modus penjualan hewan langka via media sosial ini tergolong baru.

"Dulu kegiatan satwa dilindungi ini menggunakan toko kemudian pakai kurir tetapi sekarang ini sudah berubah sesuai dengan perkembangan teknologi," kata Wahyu di Mapolres Gresik, Gresik, Jumat (25/5/2018).

Kapolres Gresik mengatakan hewan-hewan tersebut diperjualbelikan di sebuah grup komunitas pecinta hewan. Penjual dan pembeli bisa berkomunikasi di grup Facebook itu dan saling bertukar nomor telepon.

"Penjual ini tidak punya stok barang/binatang, namun kalau ada yang telepon memesan, dia baru order," imbuhnya.

Para pelaku mendapatkan hewan-hewan itu dari luar daerah seperti Kalimantan, Lampung dan Sumatera. Mereka membeli kepada pengepul seharga Rp 500-an ribu. "Kemudian dijual lagi Rp 1,5 juta-5 juta," jelasnya.

Dalam kasus ini, Reskrim Polres Gresik menangkap 2 pelaku yakni ZI dan MR. Mereka ditangkap di kawasan Pom Bensin Sembayat Manyar Kab. Gresik.

Sementara hewan-hewan yang disita polisi adalah satu Elang black kite (accipitridae) dan anakan alap-alap (falconidae). Hewan-hewam itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepas kembali ke habitatnya.

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang Konsevrasi Sumber Data Alam Hayati dan Ekosistemnya," tutup Kapolres Gresik.


ARZ Team