Headlines News :

Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Pemkab Gresik Berharap Lapangan Terbang di Bawean segera Diresmikan

Gresiknews1,GRESIK– Pemerintah Kabupaten Gresik menginginkan agar peresmian landasan lapangan pesawat terbang di Pulau Bawean segera diresmikan, Kamis (24/10/2014).

Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim menyatakan kewajiban Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membebaskan lahan landasan pesawat terbang sudah selesai. Landasan tersebut semula 900 meter kini mejadi 1.500 meter.

“Alhamdulilah kewajiban pembebasan lahan untuk landasan pesawat terbang 1.500 meter sudah selesai. Sekarang pembangunan kantor-kantor ditangani Provinsi,” kata Qosim usai meninjau lapangan terbang di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Jumat (24/10/2014).

Lebih lanjut Qosim mengatakan, untuk pembangunan fisiknya dari pusat. “Alhamdulillah sudah berjalan, ada beberapa yang perlu dibenahi, seperti, landasan masih ada yang berkerikil, kantor-kantor juga ada pembenahan,” imbuhnya.

Sedang masyarakat Bawean berharap Pemerintah Provinsi Jatim segera meresmikan lapangan terbang di Pulau Bawean untuk kelancaran transportasi, peningkatan ekonomi, dan pariwisata.

“Mudah-mudahan akhir tahun 2014 sudah bisa diresmikan, pesawat berkapasitas 60-80, orang bisa diterbangkan di sini,” kata seorang warga.(Arz)

Baru 27 Daerah Usulkan UMK ke Dewan Pengupahan Jatim

Gresiknews1,Surabaya - Dewan Pengupahan Provinsi Jatim mengaku telah menerima usulan besaran UMK 27 kabupaten/kota. Sisanya, 11 kabupaten/kota masih belum berhasil merumuskan besaran UMK.

‪Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim Edi Purwinarto, Jumat (24/10/2014) mengatakan, 11 daerah yang belum merampungkan usulannya adalah Surabaya, Kota Madiun, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Probolinggo, Kediri, Bangkalan, dan Blitar.‬

‪"Kami sudah surati mereka agar dipercepat. Prinsipnya, pada 21 November, Gubernur sudah akan menetapkan UMK 2015," katanya.

Jika hingga 21 November, dewan pengupahan kabupaten/kota tak segera mengusulkan angka, maka UMK di daerah itu akan dikembalikan ke angka UMK tahun sebelumnya.‬

‪Meski begitu, Gubernur kata Edi, saat ini sudah minta kabupaten/kota untuk mempercepat pembahasan minimal pada tanggal 14 November seluruh usulan sudah harus masuk.‬

‪Setelah semua usulan masuk ke dewan pengupahan provinsi, langkah selanjutnya adalah dilakukan proses pembahasan di tingkat provinsi dengan mengundang seluruh bupati/walikota untuk selanjutnya ditetapkan sebagai UMK 2015.‬ (Tim)

Ekspedisi Pulau Bawean, Bentang Merah Putih dan Batik di Bawah Laut

Gresiknews1,Bawean - Ekspedisi Pulau Bawean dalam rangka memperingati Hari Nusantara ke XV 2014 Provinsi Jawa Timur digelar. Tujuannya mendongkrak Bawean sebagai lokasi ecowisata.

Ekspedisi dimulai pada Jumat (24/10/2014) pagi di Pelabuhan Perikanan Bawean, Gresik, dan dibuka Wakil Bupati Gresik M Qosim.

"Kegiatan ini semakin mengokohkan Pulau Bawean sebagai obyek wisata ecowisata," kata M Qosim usai membacakan sambutan Bupati Gresik Sambari.

M Qosim pun berharap agar kunjungan wisatawan ke Bawean meningkat. "Keindahan alam bawah lautnya tidak kalah dengan daerah lain. Ayo menyelam di Bawean," kata M Qosim.

Sekitar pukul 08.00 wib, dilanjutkan dengan acara Sosialisasi peduli Pulau Bawean di Gedung TPI PKSPK Bawean.

Dalam acara tersebut diisi pemaparan tentang 'Membangun Indonesia melalui Kemaritimannya' oleh Ketua Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia Cabang Jatim Prof Ir Daniel M Rosyid.

Selain itu, 10 orang tim medis dari Universitas Hang Tuah dan panitia akan melakukan telusur pesisir yang dimulai dari Pulau Gili-Noko. Mereka melakukan pengobatan gratis untuk masyarakat setempat.

Acara puncaknya adalah 30 penyelam dari mahasiswa dan Yontaifib TNI AL kan melakukan Jelajah Bahari di Pantai Labuhan Tanjungori dan Pulau Cina, pada Sabtu (25/10/2014).

Sekitar pukul 08.15, ekspedisi yang digelar Dinas Perhubungan Jatim dan didukung Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim dilakukan kegiatan Selam Massal yang diarahkan oleh Diver Master di Pantai Labuhan Tanjungori Kecamatan Tambak.

Bendera putih raksasa ukuran 12 m x 8 m akan dibentangkan di bawah laut. Dan penyelam lainnya juga membentangkan kain batik sepanjang 20 meter mengelilingi bendera merah putih.

Sekitar pukul 10.15 wib, peserta akan mengikuti kegiatan Fun Dive di Pulau Cina.

Pada malam harinya, panitia dari Pemkab Gresik menutup kegiatan Ekspedisi Pulau Bawean dengan tema 'Maritime Night Spectacular' di Alun-Alun Sangkapura.(Arz)

Awas, 48 persen Kendaraan di Jalanan Jatim Tak Lolos Uji Kir

Gresiknews1, Surabaya - Sebanyak 48,76 persen kendaraan niaga yang beroperasi di Jawa Timur ternyata tak lolos pengujian kendaraan bermotor atau uji Kir. Padahal kendaraan niaga mulai bus, angkot, truk, pick up, tronton, serta kendaraan lainnya baik itu penumpang maupun barang tiap tahun harus melakukan uji kir.

Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Jawa Timur mengatakan jumlah kendaraan yang harusnya melakukan uji kir di Jawa Timur mencapai 598.423 kendaraan. Dari jumlah ini, ternyata yang dinyatakan lolos uji kir hanya 306.629 kendaraan. "Kalau dijumlahkan yang melakukan uji kir dan lolos hanya 51,24 persen," kata Wahid, Jumat (24/10/2014).

Wahid mengatakan, kendaraan yang melakukan pelanggaran dengan tak melakukan uji kir mayoritas adalah kendaraan dengan jalur pendek yang tak mengharuskan mereka melalui jembatan timbang.

Wahid mencontohkan, kendaraan untuk angkutan Surabaya-Gresik, Surabaya-Sidoarjo serta Surabaya-Madura adalah yang paling banyak tak melakukan uji kir. "Mereka itu merasa tak perlu uji kir karena rutenya memang tak melalui jembatan timbang. Untuk rute jauh mayoritas sudah tertib melakukan uji kir," ujarnya.

Padahal, uji kir sebenarnya adalah sebuah kewajiban karena dalam uji kir bisa diketahui kelaikan kendaraan tersebut. Wahid mencontohkan, dua truk yaitu truk semen yang mengalami kecelakaan di Jl Veteran Gresik dan di Gerbang Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) beberapa waktu lalu ternyata tak pernah melakukan uji kir hingga enam tahun.

Akibatnya, kondisi mesin truk tak bisa diketahui. "Pemilik dua truk itu juga tak mengetahui kalau truknya mengalami rem blong karena memang tak pernah diservice dan tak pernah lakukan uji kir," kata dia. (Arz)

Warga Bawean Mengaku Kecewa karena Gubernur Tak Hadir

Gresiknews1,GRESIK - Warga Pulau Bawean mengaku kecewa dengan tidak hadirnya Gubernur Soekarwo dalam rombongan pejabat Pemprov Jatim, yang bakal mengadakan Peringatan Hari Jadi Nusantara XV di Pulau Bawean.

Pasalnya warga berharap yang hadir adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, namun dalam rombongan pejabat Pemprov Jatim diwakili Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan Bambang dan Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Fathur Rozak..

“Kita harapkan yang datang Pakde Karwo (Sukarwo) untuk meresmikan lapangan terbang dan tempat pariwisata di Pulau Bawean,"kata Mohamad Amin, warga Kecamatan Tambak, Kamis (23/10/2014).

"Jika Gubernur sendiri tidak datang berarti tidak ada keseriusan Gubernur untuk meresmikan lapangan terbang,”imbuhnya.

Lapangan terbang di Pulau Bawean sudah digadang-gadang masyarakat untuk kelancaran transportasi dan peningkatan ekonomi.

“Sejak tahun 2013 sampai setahun ini masih diberi janji-janji oleh Pemerintah Provinsi yang mempunyai kewenangan meresmikan lapangan terbang,” lanjut Mohamad Amin.

Sedang kedatangan rombongan pejabat Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik disambut dengan pencak silat khas Bawean.

Rombongan ini akan memperingati Hari Jadi Nusantara XV di Pulau Bawean.

Dalam rombongan ini Pemkab Gresik menyertakan Wakil Bupati Mohamad Qosim dan sejumlah pejabat di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) dan Dinas Kesehatan.

Begitu rombongan turun dari kapal penumpang langsung disambut dengan tarian tradisonal pencak silat Pulau Bawean, kemudian ada sepasang perempuan berpakaian adat Bawean menyerahkan udeng kepada Fathur Rozak dan Wakil Bupati Mohamad Qosim.(Tim)

Qosim Pastikan Tetap Duet dengan Sambari

Gresiknews1,GRESIK – Wakil Bupati Gresik Mohamad Qosim memastikan pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 mendatang tetap berduet dengan Sambari Halim Radianto.

Hal itu disampaikan Qosim kepada warga Pulau Bawean saat pertemuan di Kecamatan Tambak, Kamis (25/10/2014). “Pokoknya SQ (Sambari-Qosim), Pokoknya Qosim, Pokoknya Qosim,” kata Qosim dengan meniru lirik lagu dangdut koplo ‘Pokoknya Joget’.

Lebih lanjut, Qosim menyatakan pemilihan Pilkada langsung maupun tidak langsung, Sambari – Qosim tetap siap. “Pokoknya Sambari-Qosim tetap satu. Pokoke SQ, model pemilihannya apa, pokoknya tetap satu Sambari – Qosim,” katanya, Kamis (23/10/2014). 

Pilkada Gresik dijadwalkan berlangsung awal 2015. Dipastikan akan muncul beberapa kandidat untuk mencalonkan menjadi Bupati Gresik melawan incumbent.(Arz)

Mahasiswa Bawean Demo Pemindahan Siswa SD

Gresiknews1,GRESIK - Puluhan mahasiswa di Pulau Bawean yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bawean (Gemaba), unjuk rasa di pintu masuk Pelabuhan Bawean untuk meminta ketegasan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik atas kasus pemindahan siswa di SD Swasta ke SD Negeri, Kamis (23/10/2014).

"Ada 3 anak didik dari SD Swasta ke SD Negeri di Kecamatan Sangkapura. Anak yang masuk di SD Negeri ini sudah kelas enam sehingga Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) harus dicopot karena telah mengancam kepala sekolah agar mau menerima siswa yang pindah dari swasta ke negeri," kata Multazam, Mahasiswa UIN Jogjakarya semester lima.

Beberapa tuntutan Gemaba yaitu Tolak pengeluaran siswa SDN 1 Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura, Sosialisasi aturan tentang pendidikan di Pulau Bawean, Pecat Kepala UPT Dinas P dan K Kecamatan Sangkapura, Libatkan Mahasiswa dalam semua kebijakan di Pulau Bawean dan Kembalikan kedaulatan Mahasiswa Bawean.

Gemaba akhirnya membubarkan diri setelah mendapatkan jawaban untuk pertemuan di Kantor Kecamatan Sangkapura untuk mendapatkan penjelasan. Aksi mahasiswa dijaga ketat aparat Polsek Sangkapura.(Tim)

Dua Bulan Menjabat, Anggota DPRD Jatim Ramai-ramai Kunker Luar Kota

Gresiknews1,Surabaya - Belum genap dua bulan menjabat, anggota DPRD Jawa Timur periode 2014-2019 ternyata mulai melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Anggota DPRD sendiri baru dilantik pada 31 Agustus silam.

Berdalih untuk study banding penyusunan APBD, kunker kali ini digelar oleh puluhan anggota dari empat komisi sekaligus yaitu Komisi B bidang Perekonomian, lantas Komisi C Keuangan, Komisi D bidang pembangunan, dan Komisi E Kesejahteraan Rakyat.

"Ini kunjungan biasa untuk bahas APBD sekaligus berkonsultasi, yang di Jakarta konsultasi dengan Mendagri," kata Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, Kamis (23/10/2014). Sayang Halim tak mau merinci lebih lanjut terkait hal ini.

Sementara itu, dari lima komisi yang ada hanya komisi A bidang hukum dan pemerintahan yang tak menggelar kunker.

Untuk kunker kali ini, tak hanya diikuti anggota DPRD melainkan juga beberapa kepala SKPD sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Dari data yang ada, komisi B melakukan kunjungan ke Batam, lantas komisi C dan D ke Jakarta, serta Komisi E bertolak ke Bandung.

Sementara itu, kunker sendiri merupakan kelanjutan setelah sebelumnya para anggota komisi ini melakukan pembahasan APBD di Gedung Negara Grahadi pada Senin (20/10/2014) malam. Kunker sendiri dimulai sejak Rabu (22/10/2014) hingga Jumat (24/10/2014) besok. (Arz)

Sambari Minta UMK Gresik Setara Surabaya

Gresiknews1,GRESIK - Hingga saat ini pembahasan penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik masih belum menghasilkan kata sepakat. Pasalnya, antara buruh dan pengusaha di Gresik masih terjadi talik ulur soal penentuan UMK. 

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Gresik, Suyanto, menargetkan UMK Kabupaten Gresik 2015 harus meningkat sebesar 30 persen dari UMK 2014. “Kami meminta UMK Gresik tahun 2014 sebesar Rp 2.853.500, atau naik sebesar 30 persen dari UMK tahun ini yang jumlahnya Rp 2.195.000,”tegasnya.

Yanto menilai, besaran nilai UMK itu relevan dengan kondisi di Gresik. Dari hasil perhitungan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) awal Oktober lalu, sudah ditemukan formula perhitungan UMK. "Yang pasti UMK Gresik minimal sama dengan yang diajukan Surabaya,"katanya.

Ibarat gayung bersambut, permintaan tersebut rupanya diamini Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Ia mengatakan, UMK Gresik pada tahun depan harus sama dengan Kota Surabaya. 

“Untuk UMK saya tidak perlu berfikir lagi. Pokoknya sama dengan Surabaya,”tegas Bupati Sambari. Kendati demikian, Sambari meminta agar para buruh di Kabupaten Gresik menciptakan suasana yang kondusif dengan tidak melakukan demo. 

“Kalau pemerintah sudah begini, saya juga berharap agar para buruh tidak melakukan demo. Semuanya tenang saja, biar saya yang nanti mengusulkan besaran UMK kepada Gubernur,”terang Sambari.

Di bagian lain, Gubernur Jatim Soekarwo saat mengunjungi Kabupaten Gresik beberapa minggu yang lalu, sempat meminta agar pemerintah Kabupaten Gresik mengusulkan jumlah nominal UMK tidak melebihi Kota Surabaya. Pasalnya, Surabaya berstatus sebagai ibu kota provinsi dan pusat pemerintahan sudah sewajarnya memiliki UMK tinggi dibanding daerah lainnya. “Secara etika, harusnya tidak ada daerah lain yang mengusulkan UMK melebihi Kota Surabaya,”ujar Soekarwo.

Orang nomor satu di Jawa Timur itu meminta semua pihak mulai dari pengusaha, buruh, dan pemerintah daerah untuk mengacu pada data BPS. Bagi dia, hal tersebut penting karena selama ini hasil survei yang dilakukan buruh dan pengusaha seringkali berbeda, padahal mereka tergabung dalam Dewan Pengupahan. Perbedaan selalu terjadi karena masing-masing pihak menggunakan cara berbeda dalam melakukan survei. 

Akibatnya, hasil survei nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) berbeda sehingga menimbulkan kekacauan dalam penentuan UMK. "Yang punya ahli survei kan BPS. Nanti pengusaha juga harus mau dengan survei BPS," imbuhnya.(Arz)

KPUD Gresik Siapkan E-Voting

Gresiknews1,GRESIK - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik mulai mempersiapkan pemilihan kepala daerah secara langsung sesuai dengan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Tetapi, persiapan untuk pilkada langsung ini tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Sebab, sesuai dengan perppu, pilkada ini harus dilakukan dengan model Elektronik-Voting (E-Voting).

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Gresik Sidiq Notonegoro mengatakan memang dalam perppu yang dikeluarkan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Pilkada langsung menggunakan sistem E-Voting. Sehingga, saat ini pihaknya mulai mempersiapkan hal itu. “Kami terus melakukan korrdinasi dengan semua pihak terkait dengan kemungkinan tersebut,” ujarnya, petang tadi.

Dikatakan, untuk model pilkada E-Voting ini mewajibkan masyarakat memiliki E-KTP, sehingga masyarakat yang tidak memiliki E-KTP tidak bisa ikut memilih. Padahal, sampai saat ini belum semua masyarakat Gresik memiliki E-KTP. “Ini yang saat ini masih kami lakukan pembahasan, dan mencari solusi yang mungkin diambil,” terang dia.

Terkait pelaksanaan E-Voting, menurut Sidiq, pihaknya juga perlu berkoordinasi dengan Pemkab Gresik karena kebutuhan yang semakin banyak. Pasalnya, ini sangat berpengaruh anggaran yang harus disediakan APBD 2015. “Memang kalau menggunakan E-Voting, konsekuesinya anggaran yang dibutuhkan juga semakin tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun saat ini KPUD Gresik belum memiliki alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan E-Voting, pihaknya mengaku siap menjalankan aturan yang ada. Sehingga, mulai saat ini pihaknya mulai melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk membahas persiapan yang harus dilakukan. “Kalau memang sudah menjadi aturan, siap tidak siap, kami akan siapkan,” pungkas dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni. Pihaknya mengatakan saat ini bukan urusan siap atau tidak. Tetapi, apakah regulasinya mengatakan seperti itu atau tidak. Kalau memang diharuskan KPUD tidak bisa menolak. “Kami sangat tunduk dengan regulasi yang ada, sehingga kami tetap menjalankan aturan itu meskipun hal itu sulit,” kata dia.(Tim)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger