Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

GRESIK gresiknews1 - Agenda Dialog Publik Tuntaskan Kali Lamong & Normalisasi yang di selenggarakan di lantai ll Hotel Pesona Jl. Panglima Sudirman No 1 Kel Sidokumpul Kec.Kota Kab. Gresik yang di ikuti ± 120 orang dengan penanggung jawab Bpk.Drs.M Hari Syawaludin.MM Kabag Humas Sekretariat DPRD Kab. Gresik, Kamis (5/12/2019). 

Acara yang di hadiri oleh Bpk. Dr. H Emil Elistianto Dardak M.Sc (Wakil Gubernur Jatim),. .Bpk. Ir.Gunawan Setiadji.MM (Kepala Dinas PUTR Kab Gresik.), Bpk. H. Saifudin S.Sos (Anggota DPR RI Komisi V Bidang pembangunan), Bpk. Ir Carisal Akdian Manu M.Si ( Kepala Balai Besar Bengawan Solo ), Bpk. Dr Asep Heri,SH. MH (Kepala Badan Pertanahan Gresik.), .Bpk. Fransiskus Arkadues Ruwe,SH.MH (Ketua Pengadilan Negeri Gresik), Bpk. Dwi Agus K Kadip BPWS Bengawan solo, Mayor Arh. Suwanto (Kasdim 0817/Gresik), .Bpk. M.Hamza Takim S.P (Anggota DPRD Gresik.), Bpk.H. Fandi Akmad Yani,SE (Ketua DPRD Kab.Gresik dan seluruh Anggota DPRD Kab Gresik, .Bpk. Ir Mokh Najikh. MM (Kepala BLH Kab Gresik), AKP Fatikh Kabag Ops Polres Gresik mewakili kapolres Gresik, Seluruh kepala Desa yang terlewati sepanjang sungai kali lamong,Kec. Benjeng,Kec. Balongpanggang,Kec. Cerme Kab Gresik. 

Dalam agenda dialog tersebut yang di pimpin oleh ketua DPRD kab Gresik H.Fandi Akmad Yani.SE memberikan ucapan banyak terima kasih kepada semua tamu undangan yang bisa hadir dalam acara dialog publik tuntaskan kali lamong 

Masih bersama H. Fandi Akmad Yani sebagai ketua DPRD Kab Gresik mengucapakan rasa terima kasih kepada wakil gubernur jawa timur atas waktu dan kesempatan untuk bisa menyempatkan hadir dalam dialog tuntaskan kali lamong total untuk memecahkan masalah kali Lamong yang mana setiap tahunnya mengalami banjir dan menelan korban.oleh sebab itu mari kita bersatu dan bersinergi untuk mencari solusi kedepan," Ujar Ketua DPRD Kab Gresik, "

Tak ketinggalan juga dalam Dialog kali ini di isi dengan pembacaan puisi oleh saudari Naila Arini Fatahila dari siswa MI NU Teratai Gresik. 

Dr.H. Emil Elistianto Dardak M. Sc (Wakil Gubernur Jatim) juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Anggota DPRD RI Komisi V bidang pembangunan ,dan seluruh Anggota DPRD Kab Gresik serta semua elemen masyarakat yang hadir dalam rapat ini untuk mencari solusi mengenai normalisasi kali lamong, " ujar wakil gubernur Jatim, " 

Dan Ibu Gubernur jawa timur sudah mengajukan Permasalahan tersebut kepada Bapak Presiden RI untuk penanganan dan penanggulangan bencana banjir terutama yang ada di wilayah Kab Mojokerto, Kab Gresik,dan Madura maka mudah mudahan akan segera terealisasikan untuk normalisasi sungai kali lamong.

Agar di saat pada musim penghujan tidak lagi menjadi momok pada warga masyarakat yang sering kali terdampak oleh aliran dan luapan kali lamong, dialog di lanjutkan dengan seksi tanya jawab dan serta komitmen oleh semua pihak yang ikut dalam dialog publik untuk menangani kali lamong

Bahwa dialog publik tersebut untuk membahas penyelesaian Kali Lamong, yang selama ini setiap musim hujan selalu meluap sehingga diharapkan tidak lagi terjadi banjir di beberapa kecamatan di wilayah Kab. Gresik.Sampai berita ini diturunkan. Jum,at (6/12/2019)


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)
GRESIK gresiknews1.com - Dipenghujung tahun 2019, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ratusan pejabat eselon IV dan III dilingkup pemerintahan Kabupaten Gresik dirombak. 182 pejabat struktural (eselon III) dan 193 pejabat fungsional (eselon IV) diambil sumpah jabatannya di ruang Mandala Bhakti Praja, Kamis ( 5 Desember 2019) . 

Sebagai target utama, Bupati Sambari Halim Radianto menyampaikan pada tahun 2020 nanti, sebagai target akhir jabatan nya untuk 10 tahun jabatan nya. Sambari menginginkan semua program yang sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) bisa terselesaikan, ujar Bupati Gresik dengan penuh harap 

"Anda harus bekerja, jadikan kerja hari ini, esok atau kerja kedepan menjadi lebih baik dari Penjabat Kabupaten kota yang lain di Indonesia. Ciptakan inovasi-inovasi baru meskipun itu kecil tapi dapat memberi perubahan kepada masyarakat. Ciptakan yang dulunya tidak ada menjadi ada, yang dulunya belum baik menjadi paling baik" tandas Sambari serius. 

Dalam kesempatan itu, Bupati mengupas kinerja masing-masing OPD, dan apa yang harus dilakukan oleh setiap pejabat yang baru dilantik. Pelayanan menjadi perioritas utama untuk memberikan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik. 

Bupati juga memerintahkan Dinas Kesehatan dan RSUD Ibnu Sina utnuk mengawasi 32 Puskesmas untuk bisa memberi pelayanan yang efesien dan efektif. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) misalnya vepat diselesaikan mengingat peran memberikan layanan yang luar biasa. 

Kepala Bagian Humas dan Protokol yang selama ini dijabat oleh seorang Plt, kali ini Bupati menetapkan A.M. Reza Pahlevi, AP sebagai pejabat baru. Dalam pesannya Bupati meminta Kepada Para Pejabat yang baru untuk menciptakan inovasi yang dapat memberi nilai plus pada kesejahteraan masyarakat. 

Kepala BKD Nadlif yang membacakan beberapa pejabat eselon IIIa yang dilantik, mereka adalah AM Reza Pahlevi sebagai Kabag Humas dan Protokol, Endong Wahyu Kuntjoro Kabag Keuangan Setda Gresik, Bambang Sayogyo Suyono Inspektor Wilayah III Inspektorat Kabupaten Gresik, Johar Gunawan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP. 

Juni Budi Astuti Sekretaris Bapeda, Hamim Camat Sangkapura, Mukhibatul Khusnah Sekretaris Dinkes, Sambsul Hidayat Sekretaris Dinkop UKM Perindag, Mahfud Ahmadi Sekdin Perikanan, Arif Wicaksono Sekretaris Dispora, Agus Setya Pambudi Sekretaris Diskominfo, Suryo Wibowo Camat Benjeng. 

Mereka yang dirombak adalah 13 orang Pejabat eselon IIIa, 37 Pejabat eselon IIIb, 112 Pejabat eselon IVa, 20 Pejabat eselon IVb, 80 Kepala Sekolah, 10 Pengawas sekolah, 9 orang Penilik, 14 orang Penyuluh pertanian, dua orang Perawat, tiga orang asisten penata anastesi, 61 orang bidan, 11 orang pejabat pengelolah barang dan jasa serta masing masing satu orang guru, nutrisionis dan penata anastesi. 


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)
GRESIK gresiknews1 - Bertempat di warung Legend Resto Jl. Veteran Kec. Kebomas Kab. Gresik  telah dilaksanakan kegiatan rapat dalam rangka untuk mencari solusi terkait konflik PT. Gresik Jasatama dengan warga sekitar perusahaan yang dihadiri sekitar 28 orang dipimpin oleh Sdr. Feri (KSOP Gresik), Selasa (3/12/2019).

Hadir pula dalam rangkaian giat tersebut dihadiri oleh Sdr. Feri (KSOP Gresik), Sdr. Edy Hidayat (PT. Gresik Jasatama), Sdr. Hony (Pelindo III ), Sdr.Dading (BPN Gresik), Sdri. Endang (BPN Gresik), Sdr. Suaib (Wakil Ketua Organda Gresik), Sdri. Jannah (KP3 Gresik), Sdr. Suharmadji (KP3 Gresik), Kapten Inf Imam Su'udi (Danramil 0817/05 Kota Gresik). AKP Inggid (Kapolsek Kota Gresik), Sdr. Putu (PT. Jasatama Gresik), Sdr.Muhammad Amri (Dishub Gresik), Sdr. Purnomo (Camat Kota Gresik), Sdr. Uman (Lurah Kemuteran), Sdr. Zainul (Lurah Lumpur), Sdr. Agus Harianto (Lurah Kroman) , Sdr. Purnomo (Camat Gresik), Anggota KSOP dan Pelindo Gresik. 

Dengan Rangkaian kegiatan rapat di awali oleh 
a. Sambutan Sdr. Feri (KSOP Gresik) sebagai moderator menjelaskan yang intinya bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan dalam rangka mencari solusi terkait permsalahan antara Warga dengan pihak PT. Gresik Jasatama terkait pembongkaran dan angkutan Batu bara, dengan adanya acara tersebut diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik sehingga PT. Gresik Jasatama dapat tetap menjalankan Usaha Batu bara tersebut. 

b. Sambutan Sdr. Hony (Pelindo III ) yang intinya menjelaskan tentang sejarah dan asal usul PT. Gresik Jasatama terkait legalitasnya kerjasama dengan PT. Pelindo III serta menjelaskan tentang Batas wilayah pelabuhan yang seharusnya tidak adanya pemukiman penduduk. 

c. Sambutan Sdr. Edy Hidayat (PT. Gresik Jasatama) yang intinya menjelaskan terkait PT. Gresik Jasatama adalah merupakan Investor harus dilindungi yang mana PT. Gresik Jasatama dalam legalitasnya sudah sesuai dengan aturan aturan yang ada dan harapannya semua pihak dapat mendukung untuk kegiatan operasional batu bara di PT. Gresik Jasatama dapat berjalan kembali. 

d. Sambutn Sdr. Agus (Lurah kroman Kec. Kota Kab. Gresik)  yang intinya bahwa perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat terkait bahwa tanah yang ditempati oleh warga merupakan kawasan pelabuhan/Pelindo III, dengan adanya sosialisasi kepada warga tersebut dapat memberikan pemahaman kepada warga sekitar PT. Gresik Jasatama. 

e. Sambutan Sdr. Zainul (Lurah Lumpur Kec. Kota Gresik) yang intinya bahwa  harapannya dalam hal ini ada pertemuan dengan warga yang menolak karena di daerah tersebut adanya warga yang  Pro dan kontra terkait adanya aktivitas Pembongkaran dan angkutan batu bara di PT. Gresik Jasatama. 

f. Sambutan Sdr. Uman (Lurah Kemuteran Kec. Kota Gresik) yang intinya : 
1)  Bahwa  adanya warga yang  pro dan kontra di daerah yang mana adanya muncul perkumpulan baru yang dipimpin oleh Bpk. Lutfi (Warga Kemuteran). 
2) Warga dalam aksi nya menuntut Relokasi Pembongkaran batu bara, dalam hal aksi demo yang mayoritas adalah warga kemuteran 
3) Harapannya adanya sosialisasi terkait tanah yang di tempati yang mana merupakan tanah milik PT Pelindo III dengan tujuannya agar dapat mengerti hal tersebut.

g. Sambutan Sdr. Purnomo (Camat kota Gresik) yang intinya :
1) Dalam seringnya pertemuan dengan warga kami mohon agar PT. Gresik Jasatama  dapat kiranya meminimalisir debu, yang mana dalam hal ini terkait aksi aksi dapat kita simpulkan dapat koreksi diri terkait hal debu tersebut. 
2) Harapannya dengan yang diangkat oleh warga adanya kasus debu untuk itulah pihak perusahaan harus bekerja lebih bagus lagi dalam mengantisipasi debu karena untuk warga sendiri terkait debu masih ada pro dan kontra di masyarakat, dengan adanya kinerja yang lebih baik atau mungkin debu tidak ada lagi maka masalah tersebut dapat terselesaikan.

h. Sambutan Sdr. Muhammad Amri (Dishub Gresik) yang intinya  Agar kiranya Pihak PT jasatama meskipun dalam hal semua legalitas  hukum sudah kuat akan tetapi dari segi sosial agar perlu di perhatikan karena jika hukum lengkap akan tetapi jika dari segi sosial bermasalah maka semua itu dapat hilang.

i. Sambutan Kapten Inf Imam Su'udi (Danramil 0817/05 Kota Gresik) yang intinya : 
1) Dalam hasil rapat tersebut harapannya adanya jalan keluar untuk mencari solusi dan titik temu. 
2) Dalam hal di indonesia ini aman tidak ada perang akan tetapi yang belum aman adanya kondisi sosial pada saat ini. 
3) Dalam hal tugas aparat ini dilema dikarenakan terkait masalah investor kita harus mendukung yang mana kita sebagai aparat bertabrakan dengan warga, akan tetapi kita akan berupaya untuk pendekatan dengan masyarakat yang kontra dengan Perusahaan. 
4) Harapannya marilah kita menjaga stabilitas keamanan bersama karena permasalahan yang kecil yang mana dapat menjadi besar oleh sebab itu dari permasalahan kecil seyogyanya dapat segera di tangani. 

 j. Sambutan AKP Inggit (Kapolsek Kota Gresik) yang intinya Dari saran kami agar dari perushaan dapat menagih janji ke DPRD sehingga dapat diselesaikan dengan unsur Forpimda dan kita akan siap menerima perintah dari hasil Forpimda. 

k. Sambutan Sdr. Sueb (Jasatransportasi) yang intinya : 
1. Dengan kasus permslahan sudah sampai dirana DPRD agar kiranya perusahaan menanyakan kembali terkait penyelesaian hal tersebut. 
2. Dalam meminimalisir debu mungkin bisa di diskusikan dengan menggunakan mesin Hopper dapat mengakibatkan debu lebih banyak di bandingkan memasukkan ke Dumtruck secara manual dengan Eksavator. 
3. Saran agar menggunakan system manual dengan Eksavator dalam memasukkan batu bara ke Dumtruck dari tongkang karena dapat meminimalisir debu. 

l. Sambutan Sdr. Dading (BPN Gresik) yang intinya : 
1. Dalam hal di Gresik selama ini investor kita berikan kemudahan dalam memajukan usahanya. 
2. Dengan adanya investor juga di Kab. Gresik dapat memberikan lapangan kerja bagi warga Kab. Gresik.
3. Dalam batas Geografis bahwa status tanah yang ditempati warga apakah status tanahnya sudah sesuai dengan prosedur yang ada. 
4. Terkait dengan gambar di wilayah pelabuhan yang mana tanah pelabuhan ada yang ditempati oleh warga, yang mana harus di cari kebenaran akan status tanah warga sah atau tidak memiliki bukti apapun. 

Adapun dalam rapat tersebut untuk hasil yang dapat di simpulkan oleh Pimpinan acara bahwa tindakan kedepan yang harus dilakukan dan diantisipasi Masih adanya masyarakat yang menolak terkait Batu bara di PT. Gresik Jasatama. 

Pihak dari PT. Gresik Jasatama harus menagih janji di kantor  DPRD terkait pertemuan di kantor DPRD. Dan Pihak PT. Gresik Jasatamapun harus membuat SOP dalam  angkutan batu bara, untuk pengamanan TNI Polri agar menjaga stabilitas keamanan pelabuhan . 

Dari Kegiatan rapat diatas merupakan dalam rangka untuk mencari solusi penyelesaian konflik antara warga dengan PT. Gresik Jasatama dan berharap agar PT. Gresik Jasatama dapat menjalankan usaha Batu bara nya disesuaikan dengan Legalitas perusahaan serta usaha batu bara yang di jalankan. Dalam agenda tersebut terpantau langsung oleh tim awak media infojatim.com


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com (Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)
DELISERDANG gresiknews1.com – Dua wartawan di Deliserdang dipanggil pihak kepolisian terkait pemberitaan peristiwa terjatuhnya Elina Sinabariba pada momen pelantikan 50 anggota dewan di gedung paripurna DPRD Deliserdang.

Beberapa wartawan kemudian dipanggil Satreskrim Polres Deliserdang sebagai saksi terkait laporan istri dari anggota DPRD Deliserdang Bongotan Siburan itu. Dalam laporannya, Elina Sinabariba menuding Fani Ardana dari rekan awak media ( Metro24jam.com) dan Hulman Situmorang dari awak media (Medanbicara.com) telah melakukan pencemaran nama baik.

Informasi yang dihimpun, dua wartawan lainnya bakal kembali dipanggil menjadi saksi dalam pendalaman laporan tersebut, yaitu Batara Tampubolon dari ( Sumut Pos) dan Divo Sapta wartawan ( Medan Pos). Fani dan Hulman sudah menjalani pemeriksaan pada 6 November lalu, sedangkan Batara dan Divo Sapta menurut rencana dijadwalkan diperiksa pada Jum'at (22/11/2019) 

Memang ada terjadi kok. Saya rasa bukan hanya saya wartawan yang melihat dia (Elina Sinabariba) jatuh, di media lain juga terbit beritanya," "Yang jelas, bukan hanya wartawan saja melihat dia (Elina Sinabariba) jatuh, tapi hampir semua anggota dewan lain, bahkan Kapolres, Bupati, pejabat Forkopimda dan semua undangan yang saat itu hadir, juga nampak kok," sebut Fani Ardana, Selasa (19/11/2019).

"Kita menyesalkan mengapa pemberitaan itu langsung dibawa ke ranah hukum karena pemberitaan kita itu bukanlah fitnah ataupun hoax, tapi memang merupakan produk jurnalistik. Kejadiannya memang ada, dan di media kita, tidak ada yang ditambah-tambahi dalam pemberitaan itu," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Elina Sinabariba, istri anggota DPRD Bongotan Siburian dari Fraksi Nasdem terjatuh saat akan mengikuti momen ucapan selamat seusai pelantikan suaminya dan 49 anggota DPRD Deliserdang lainnya pada 14 Oktober 2019. 

Sesuai pemberitaan yang diterbitkan di media media pada Senin (14/11/2019), momen itu terjadi saat protokol Siti memanggil satu persatu anggota DPRD Deliserdang yang sudah dilantik untuk ucapan selamat dan berfoto. 

Tiba giliran istri dari Bongotan Siburian dipanggil, Elina Sinabariba sedang duduk di barisan para istri langsung bangkit dan berjalan ke depan. Ketika mendekati barisan para wakil rakyat berdiri, tiba-tiba wanita itu mendadak terjatuh. Rupanya, Boru Sinabariba tidak melihat batas lantai sehingga tersandung di sana, sehingga jatuh ke depan (tersungkur). 

Namun begitu terjatuh, wanita itu langsung bangkit dan menghampiri sang suami di depan. Tak ayal, momen mengejutkan itu pun sempat terjadi pembicaraan ratusan undangan yang hadir. Menyusul pemberitaan tersebut, tiga hari kemudian, tepatnya Kamis (17/11/2019) Fani Ardana mendapat surat panggilan dari SPKT Polres Deliserdang perihal 'Konseling Laporan Pengaduan' terkait pengaduan dari Elina Sinabariba. 

Terkait hal ini Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung, ketika dikonfirmasi oleh awak media Selasa (19/11/2019) malam, membantah pihaknya melakukan kriminalisasi terhadap wartawan. "Pertama, laporannya kan belum kita terima, baru namanya pengaduan masyarakat. Jadi kita lakukan penyelidikan dulu, ada nggak tindak pidananya. Ini belum bisa disimpulkan ada atau tidaknya," sebut Rafles dari seberang telepon. Sampai berita ini diturunkan, Selasa (26/11/2019). 

"Karena yang dia (pelapor) adukan adalah diduga media. Kalau media kan, berlaku dong Undang-undang Pers. Tapi kalau ternyata bukan media, ya kita lanjutkan penyelidikannya," jelasnya. "Jadi, kita masih mencari tau, ini media atau bukan. Kalau media yang sudah terdaftar [di Dewan Pers], kita limpahkan persengketaan ke Dewan Pers," katanya. Terkait surat panggilan berjudul Konseling, Rafles mengatakan istilah itu hanya bahasa pihak kepolisian. 


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)