Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer


GRESIK Infojatim.com - Sri Wahyuni Ariswati (49) bersama dengan keluarga ahli waris dari bapak R. Moch Said Rachmad Alm warga jalan panglima sudirman gang XIV kelurahan Sidokumpul, kecamatan Gresik, kabupaten Gresik gruduk kantor kecamatan Gresik. 

Kedatangan mereka ke kantor kecamatan kaitannya dengan surat yang dilayangkan oleh ahli waris dengan memohon untuk mediasi dengan Syamsudin yang mengaku-ngaku mempunyai sertifikat dari no. persil 919. 

Ahli waris yang terdiri dari 4 orang disambut oleh sekcam (sekretaris kecamatan) H. Efendi diruangannya. Tidak hanya ahli waris yang datang ke kantor kecamatan Samsudin dan Umaya sebagai Lurah Sidokumpul juga hadir dalam mediasi itu Jumat, (17/11/17). 

Didalam ruang sekcam Sri Wahyuni beserta keluarganya membeberkan bukti asli kepemilikan seperti Petok D pesil 919. Suasana sempat memanas karena Samsudin sudah menjual tanah milik 
R. Moch Said Rachmad Alm ayah kandung dari Sri Wahyuni. Namun aksi memanas itu bisa dilerai oleh Sekcam. 

Namun anehnya setelah sekcam meminta bukti-bukti pada Samsudin ternyata tidak bisa menunjukan. Hanya Samsudin menjual tanah berdasarkan kutipan dari buku leter C.

Sekcam Gresik menyampaikan pada Sri Wahyuni bahwa petok D yang ditunjukan pada dirinya itu benar-benar asli dan menurut bukti dari petok D luas tanah 180 meter persegi masih sah atas nama R. Moch Said Rachmad," katanya.

Hasil mediasi yang berlangsung hampir 2 jam ini, Camat Gresik Nurul Puspita Wardani mewakili Sekcam mengatakan pada Sri Wahyuni meminta agar segera diurus sertifikat agar hasil dari pengukuran dari BPN jelas berapa luas tanahnya, apakah sesuai dengan petok D apakah berkurang, itu nanti kita lihat semua hasil dari pengukuran, katanya.

Mencuatnya kasus ini bermula sekitar bulan juli 2017, bahwa Sri Wahyuni Ariswati sebagai ahli waris dari R. Moch Said Rachmad Alm mendengar dari tetangga bahwa tanah beserta bangunannya seluas 180 meter persegi dengan no. persil 919 sudah dijual oleh Syamsuddin. 

Merasa rumahnya yang sekarang ditempati sejak tahun 1970 tidak pernah menjual kepada siapapun dirinya langsung menemui Samsuddin. Namun bukan kata-kata yang manis keluar dari Samsudin, melainkan keluar kata-kata. "kamu harus pindah dari rumah yang kamu tempati karena itu bukan rumah ayah kamu (R. Moch Said Rachmad Alm)," katanya Sri Wahyuni yang menirukan kata-kata Samsudin.

Setelah rumah saya separuhnya sudah dibongkar oleh Samsudin dan melihat kondisi rumah saya hancur, lalu saya mengadu pada polres Gresik dengan membawa bukti petok D asli, surat riwayat tanah dan PBB dan surat-surat pendukung lainnya. 

Dalam pengaduan Sri Wahyuni ke Polres Gresik bahwa mengadukan terkait ulah Samsudin yang melakukan pengerusakan dan penyerobotan tanahnya. Sampai saat ini kasusnya sudah ditangani oleh polres gresik dan sudah memanggil beberapa saksi. 

Bersambung......


Arifin S Zakaria

GRESIK Infojatim.com - Tim eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang dikomandoi oleh Jino, SH. MH, mengeksekusi satu unit bangunan beserta luas tanahnya, yang terletak di jalan raya cangkir No.74 dusun cangkir Rt.01 Rw.02 desa Cangkir, kecamatan Driyorejo, kabupaten Gresik Kamis, (16/11/17).

Dalam eksekusi itu dikawal puluhan personel gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, dan Satpol PP Gresik.

Eksekusi atas 1 bidang bangunan dan tanah atas dasar surat penetapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Gresik, dengan nomor : 18/Eks.Pdt.G/2011/PN.Gsk. Jo Nomor : 14/Pdt.G/2005/PN.Gsk, Ny. Yenny Vincentius Stanly yang bertempat jalan kutisari indah utara II/52 Surabaya.

Jino, SH. MH, setelah selesai membaca surat eksekusi saat diwawancarai oleh awak media di lokasi mengatakan, surat penetapan oleh ketua PN Gresik dengan No dengan nomor : 18/Eks.Pdt.G/2011/PN.Gsk. Jo Nomor : 14/Pdt.G/2005/PN.Gsk, Ny. Yenny Vincentius Stanly tanah beserta bangunannya seluas 550 M2 untuk menyerahkan kepada pemohon yaitu Ny. Yenny Vincentius Stanly," kata Jino.

Dari tahun 2005 tanah tersebut dikuasai oleh Ny. Su'ami alias Bu Poeri Harijanto. merasa tanahnya dikuasai, akhirnya Ny. Yenny melayangkan surat gugatan ke Pengadilan Negeri Gresik, Pengadilan Gresik dan akhirnya PN Gresik mengbulkan. Perbuatan Ny. Su'ami yang selami ini menguasai tanah beserta bangunannya merupakan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Sementara Media Infojatim.com yang mengikuti jalannya eksekusi di lokasi, tergugat tidak hadir, hanya segelintir suruhan tergugat yang menyaksikan pembacaan amar putusan yang dibacakan oleh juru sita PN Gresik, yaitu Jino. Dan setelah itu selesai membacakan langsung memasang plang dan patok sebagai tanda batas-batas tanah tersebut. 

Sempat ada perlawanan dari Ny. Su'ami saat eksekusi berlangsung yang membawa anak-anak TK.


Arifin S Zakaria.


GRESIK infojatim.com - Kabupaten Gresik menjadi salah satu dari 24 kabupaten se Indonesia yang terpilih di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City dalam menyusun masterplan pengembangan smart city yang berisi berbagai program di daerah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.


Selain masterplan, kabupaten Gresik diwajibkan pula membuat quickwin yang segera dirasasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.


Sebagai bentuk aresiasi kepada 24 kabupaten/kota yang telah menyelesaikan tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City ini, pemerintah pusat menyelenggarakan acara Penutupan Tahap Pertama Gerakan Menuju 100 Smart City pada Rabu (15/11/2017) di Hotel Santika, Jakarta.


Dalam penutupan tersebut, Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim mempresentasikan masterplan dan quick win yang sebelumnya telah disusun.


Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada 24 pemimpin kabupaten/kota yang telah menunjukkan komitmen untuk mendukung Gerakan menuju 100 Smart City. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Drs. Teten Masduki yang merupakan kepala kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia kepada Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Moh. Qosim menyampaikan bahwa program smart city ini merupakan program jangka panjang sehingga dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari pemerintah daerah dalam mengawal program-program yang sudah disusun.


"Program-program yang sudah jita laksanakan harus kita laksanakan terus. Dari tahun-ketahun kita kan sudah punya perencanaan yang tertuang dalam RPJMD, jadi pemerintah daerah selalu berupaya melaksanakan dengan sebaik mungkin," ungkap Wabup Qosim.


Seperti diketahui bahwa di tahun 2017 ini, Kabupaten Gresik telah merampungkan 4 quick win, yakni dr. Kepo, Sibling, GoPloong dan PosyanduGo. Selain quick win ini, kabupaten Gresik juga telah berhasil menyelesaikan masterplan pengembangan smart city, salah satunya adalah dibentuknya command centre oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik melalui dinas terkait.


"Dengan program smart city ini, kami selaku pemerintah kabupaten Gresik berharap agar pemberian pelayanan kepada masyarakat akan lebih inovatif, cepat, terukur dan mudah," kata Wabup.


Disaat yang bersamaan, kabupaten Gresik bersama dua kabupaten lain terpilih mendapat pendampingan teknis dari QLUE yang merupakan pengelola aplikasi media sosial untuk melaporkan permasalahan kota kepada pemerintah demi mendukung program Smart City atau kota cerdas tahun ini.


Nantinya, pendampingan tersebut akan diberikan oleh pihak QLUE kepada pemkab Gresik dinas terkait selama satu tahun kedepan. Langkah awal dari pendampingan tersebut ditandai dengan diberikannya piagam dari pihak Qlue yang diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim bersama dua kabupaten lain.


"Nantinya, laporan warga yang masuk melalui aplikasi Qlue akan diteruskan ke pihak terkait dan tetap bisa dipantau perkembangannya di dalam aplikasi Qlue tersebut," ujar Wabup Qosim usai menerima piagam dari Surya Darmadi selaku Chief Operating Officer Qlue.


Terkait hal tersebut, Wakil Bupati mengaku senang dan bersyukur atas pendampingan yang diberikan tersebut. Menurutnya, pendampingan tersebut sangatlah bermanfaat untuk semakin meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat di kabupaten Gresik.



ARZ Team

GRESIK infojatim.com - Kembali Pemerintah Kabupaten Gresik melengkapi layanan online dengan mensosialisasikan aplikasi    m-SIPADDU DPMPTSP Gresik pada Kamis (16/11/2017). Aplikasi yang bisa diunduh di play strore android ini rencananya akan di launching pada awal tahun 2018.

 

Seperti yang disampaikan Agus Mualif di hadapan sekitar 150 orang peserta perwakilan dari berbagai perusahaan di Gresik. Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal  dan Perijinan Terpadu Satu Pintu yang hadir sambil berpamitan ini menyatakan, rencana Launching m-SIPADDU DPMPTSP Gresik akan dihadiri oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Aplikasi m-SIPADDU DPMPTSP Gresik seakan melengkapi berbagai layanan di Gresik Setelah dr. Kepo (Kependudukan Online), SiBling (Sistem Informasi Laboratorium Lingkungan), GoPloong (Go Pelayanan Limbah Domestik Online Gresik) dan Posyandu Go. Tentu saja berbagai layanan aplikasi online ini semakin meneguhkan bahwa Kabupaten Gresik sebagai salah satu SmartCity di Indonesia.

 

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha, Perizinan Tertentu Dan Non Perizinan Bambang Irianto, ada 14 Perijinan yang bisa dilayani secara online dari total 82 izin ada. "Memang tidak semuanya izin yang bisa kami layani secara online. Tapi ini sebuah terobosan yang bagus mengingat sejak tahun 2015 yang bisa kami layani online hanya 6 perijinan," katanya.

 

14 perijinan yang bisa kami layani online yaitu, Izin pemanfaatan ruang (IPR), Izin Lokasi, Izin Tata Ruang (Siteplan/blokplan) dan perubahannya. Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan (HO), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Tanda Daftar Gudang (TDG).

 

Izin Pendirian Satuan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), Izin Operasional Satuan Pendidikan Dasar (SD dan SMP). Izin Pendirian Pendidikan anak Anak Usia Dini (PAUD), Izin operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PSUD), Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT).

 

Bambang menyatakan, Izin yang lain sedang dalam pengembangan menuju perizinan secara online. "Dengan izin online akan mencegah image negative karena tidak ada lagi transaksi dimeja dan tidak ada lagi pihak ke tiga. Semuanya dilakukan dengan online dan ada kepastian biaya yang menggunakan e payment" tandas Bambang Irianto kepada Kepala Bagian Humas dan protokol Suyono.

 

Tentang diberlakukan perizinan online ini, Kabag Humas Suyono menyatakan bahwa Perijinan online ini akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. "Pelayanannya semakin pendek, cepat, mudah murah, transparan, pasti dan terjangkau. Tentu saja hal ini memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat" tambah suyono. 



ARZ Team