Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

GRESIK  - Berjalan dengan lancar dan kondusif dari awal hingga akhir pemilu serentak 2019, Drs. KH. M. Chusnan Ali, M.Ag selaku ketua PCNU Kabupaten Gresik ucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri. 

Selasa (22/10/2019) Ketua PCNU Kabupaten Gresik sampaikan kepada awak media bahwa dengan dilaksanakannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, H Ir Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin oleh MPR RI di gedung MPR/DPR RI pada Minggu (20/10/2019) kemarin berakhir pula kegiatan rangkaian Pemilu 2019. 

"Alhamdulillah saya bersyukur pelantikan Presiden dan Wakil Presiden kemarin, Polri dan TNI berhasil mengawal serta mengamankan pelaksanaan pemilu 2019. Saya berikan apresiasi yang setinggi - tingginya kepada Polri dan TNI, khususnya Polres Gresik dan Kodim 0817/Gresik ungkap Chusnan Ali. 

Selanjutnya, Drs. KH. M. Chusnan Ali, M. Ag., mengucapkan rasa syukurnya atas berjalannya dengan lancar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 - 2024. Semua berkat kerjasama semua pihak terkait beserta masyarakat yang menginginkan pelantikan berjalan aman.

"Bukan hanya Presiden dan Wakilnya saja merasakan keamanan sebelum maupun sesudah pelantikan. Kita masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Gresik juga ikut merasakan suasana yang sangat kondusif ini. Untuk itu mari bersama kita ucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri atas kinerjanya," terang Ketua PCNU Kabupaten Gresik.


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com

NGANJUK – Salah satu perbuatan yang tidak terpuji dilakukan oleh Sumardiono, oknum pegawai Bank BRI Unit Brebek, Kabupaten Nganjuk, terhadap Andi Wijaya alias Andik (korban), seorang Wartawan yang tinggal di Dusun Jajar, RT02 RW.03, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Ngajuk. 

Korban Andi Wijaya, ketika dikonfirmasi oleh awak media Minggu (6/10/2019) mengatakan, kejadian terjadi pada hari Minggu (6/10) pukul 12.00 WIB, dimana Sumardiono, selaku Ketua rt lewat di depan rumah korban sambil membawa belanja melewati portal yang baru dibangun malam hari. Kebetulan belanja yang dibawa oleh Sumardiono, terjatuh tepat depan dirumah korban Andi Wijaya.

Andik menambahkan, melihat hal itu, lalu korban keluar rumah dengan maksud membantu si Sumardiono, tetapi justru cacian yang didapat, sampai akhirnya terjadi cekcok mulut.

Dengan sikap arogannya Sumardiono berkata "tak tonyo cangkemmu" (tak pukul mulutmu) sambil melayangkan pukulan ke mulut saya," kata Andi Wijaya. 

Sumardiono ketika dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, dia mengatakan, saya khilaf dan mengakui salah. 

Merasa menjadi korban penganiayan, setelah mendapatkan visum et repertum, Andi Wijaya pun langsung melaporkan perbuatan Sumardiono, oknum pegawai BRI tersebut ke Polsek Loceret, dan menyerahkan permasalahan ini agar diproses secara hukum. 

Nampaknya, apa yang dialami Andi Wijaya ini, benar-benar dilaporkannya ke Polsek Loceret. Hal ini terbukti adanya Tanda Bukti Lapor Nomor:TBL/54/X/2019/JATIM/RESNGANJUK/SEKLOCERET. 

Didalam uraian kejadian pada Surat Tanda Bukti Lapor dengan jelas diuraikan/disebutkan secara singkat: "Kejadian pada hari Minggu tanggal 6 Oktober 2019 sekira pukul 12.00 WIB, Sdr. Sumardiono berpapasan di depan rumah Pelapor dan bertemu dengan Pelapor. Selanjutnya Sdr. Sumardiono cekcok mulut dengan Pelapor permasalahan pemasangan portal, kemudian Pelaku (Sumardiono) memukul Pelapor sebanyak 1 (satu) kali ke arah mulut Pelapor hingga bibir atas dan bawah berdarah dan kemudian di lerai oleh saksi Nanang, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Loceret untuk ditindak lanjuti. Adapun barang bukti dalam Tanda Laporan Polisi ini, korban Andi Wijaya melampirkan bukti hasil Visum Et


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)

SURABAYA - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur bersama ribuan warga menggelar Shalat Istisqa atau shalat minta hujan di Lapangan Mapolda Jatim, Minggu (6/10).

Sholat Istisqa yang didahului doa bersama tersebut digelar menyusul kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dan daerah lain di Indonesia. Turut hadir dalam sholat istisqa yakni Kapolda Jatim, Irjen Pol, Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi dan Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi, Ketua MUI Jatim, Mahasiswa, Pelajar serta organisasi kemasyarakatan. Sholat Istisqa dipimpin oleh Ketua MUI KH. Abdusommad Buchori sementara istughostah dipimpin oleh ketua PWNU Jawa Timur Kyai Marzuki Mustamar. 

"Melalui do'a versana, istighostah serta sholat Istisqa kami mohon kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan yang berkah agar kebakaran hutan lahan dan kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia segera berakhir serta bangsa Indonesia aman damai ," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. 

Khofifah mengatakan, sekitar 24 kabupaten/kota di Jawa Timur dilanda kekeringan. Akibatnya, selain warga kesulitan memperoleh air bersih juga mempengaruhi hasil produksi pertanian. 

Untuk mengatasi kekeringan tersebut, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim terus berupaya melakukan droping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

"Hingga saat ini, kami masih lakukan droping air bersih pada masyarakat yang membutuhkan air bersih," imbuhnya. 

"Semoga hujan yang turun membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan air. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan semuanya melimpah ruah," tambah Khofifah. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, guyup rukun. Menurutnya, gesekan sekecil apapun yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan dengan cara duduk bersama dan tabayyun (klarifikasi). 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan mulai merata di seluruh Indonesia pada November. Puncak musim hujan sendiri diprediksi akan terjadi di awal tahun depan atau 2020.


Partner Mitra Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi).

GRESIK - Saat Sdr. ABDUL ROHIM penjaga warung, kemudian datang Sdr. ZAINUL (tukang LPG) hendak mengganti LPG 3 Kg di warung tersebut. Selang beberapa saat, ketika Sdr. ZAINUL mengetahui bahwa ada kebocoran pada LPG tersebut, kemudian dibawa ke belakang, selanjutnya LPG meledak yang mengakibatkan isi warung dan isi rumah tersebut terbakar, mengetahui hal tersebut warga menghubungi Dinas PMK Kab. Gresik. sabtu ( 5/10/2019). 

Selanjutnya selang beberapa waktu untuk 1 unit mobil PMK tiba di TKP guna melakukan pemadaman pada warung kopi dan rumah kontrak milik Abdul, Ghoni, beberapa kemudian api dapat di padamkan, selama giat proses pemadaman berjalan lancar dan aman. 

Untuk kerugian dalam kebakaran tersebut diperkirakan kerugian materi sekitar Rp.5jt, adapun korban dalam kebakaran gas LPG 3 Kg Sdr Abdul Rohim 30 thn sebagai penjaga warung ( luka bakar kaki sebelah kiri), Sdr Samiah 49 thn ( Luka bakar kedua tangan dan kedua kaki). Sdr Karmadi 43 thn ( Luka bakar punggung dan telinga sebelah kiri), Sdr Ibnu Salam 52 thn ( Luka bakar muka dan tangan sebelah kiri), Sdr Zainul 34 thn ( Luka bakar muka kedua tangan dan kedua kaki), Sdr Nur Khoironi 45 thn ( Luka bakar kaki kanan dan muka), Sdr Untung Slamet 51 thn ( Luka bakar kedua kaki dan kedua tangan). 

Bahwa dalam kebocoran pada tabung gas LPG 3 Kg tersebut, dikarenakan adanya kebocoran pada tabung sehingga mengakibatkan ledakan yg mengakibatkan kebakaran. 

Dan saat ini semua korban masih dalam penanganan /perawatan di IGD RS Muhammadiyah Gresik. 


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab redaksi)