Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

SURABAYA - Komitmen dan integritas kepala daerah baik menjadi kunci sukses dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Komitmen dari kepala daerah inilah yang mampu menggerakkan pejabat dan staf di lingkungan pemerintah wilayahnya guna mewujudkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat Forum Koordinasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi se-Sulawesi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (05/02/16).

Ia mengatakan, faktor kepemimpinan (leadership) mampu menentukan kesuksesan dari SAKIP. Sehingga dalam menggerakkan pejabat dan staf harus dengan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Sejatinya kesuksesan leadership itu, 50 persen ditentukan dari kemampuannya berkoordinasi.

"Kepemimpinan (leadership) melalui komitmen kepala daerah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penerapan SAKIP, pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Selain dengan komitmen dari kepala daerah, Pakde Karwo juga menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh agar SAKIP dapat diterapkan dengan baik. Pertama, melakukan diseminasi SAKIP melalui penyebarluasan segala informasi tentang SAKIP sehingga pada seluruh SKPD sudah tidak asing lagi dengan SAKIP serta segala macam cara model dan model penerapannya.

Kedua, tidak hanya memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada 59 SKPD di lingkungan Pemprov Jatim dan 38 pemerintah kabupaten/kota di Jatim, tetapi juga help desk bagi setiap SKPD dan kabupaten/kota. Ketiga, melakukan penyusunan indikator kinerja individu serta perjanjian kinerja sampai dengan staf (jabatan pelaksana) sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2015.

Keempat, melakukan pendampingan penyusunan Laporan Kinerja (LKj) SKPD secara intensif. Kelima, melaksanakan pra evaluasi dan evaluasi SAKIP rutin setiap tahun kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Jatim oleh tim evaluasi yang terdiri dari inspektorat, Bappeda, dan biro organisasi yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur.

Keenam, mempublikasikan SAKIP pada setiap SKPD dalam rangka menuju keterbukaan informasi melalui website resmi milik Pemprov Jatim. Salah satu kunci penerapan SAKIP adalah adanya keterbukaan informasi. Ketujuh, memberikan penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) berdasarkan hasil evaluasi SAKIP. Kedelapan, kunci sukses dari keseluruhan langkah-langkah tersebut adalah komitmen dan integritas kepala daerah dan seluruh jajaran.


Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukannya inilah yang mampu membuat Pemprov Jatim memperoleh penilaian "Memuaskan" dengan kategori A atas implementasi SAKIP Tahun 2015.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI Yuddy Chrisnandi mengatakan, pelaporan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah masa pemerintahan Presiden RI Jokowi menjadi lebih terbuka. Ini disebabkan Presiden RI menginginkan tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik, birokrasi melayani dan lebih transparan.

"Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah diumumkan secara terbuka di daerah yang akuntabilitasnya baik dan berprestasi. Sehingga bagi daerah yang nilainya belum baik bisa belajar," ujar Yuddy.

Menurutnya, Jatim dipilih menjadi tuan rumah karena Jatim memiliki akuntabilitas yang baik dengan nilai A. Tidak hanya kegiatan seremonial yang dilakukan, tetapi juga diberikan bimbingan bagaimana melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dengan baik, revitalisasi tentang peraturan-peraturan dan kebijakan agar tata kelola semua pemerintah di daerah menjadi lebih baik.

"Semua dimulai dari tata kelola pemerintahan dari tingkat paling bawah sehingga ke atasnya menjadi baik semua. Presiden RI Jokowi menekankan pentingnya birokrasi yang memiliki kompetensi yang profesional, handal, bersih, bebas korupsi, dan memberikan pelayanan yang semakin baik untuk masyarakat," jelasnya.

Dijelaskannya, rata-rata nasional hasil evaluasi akuntabilitas kinerjanya instansi pemerintah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, Provinsi Jatim terdapat 10 kabupaten/kota yang memperoleh nilai B sedangkan tahun sebelumnya hanya 5 kabupaten/kota.

 

Sumber : ( Humas Jatim )

SURABAYA - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi secara khusus mengapresiasi inovasi yang diciptakan oleh Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov. Jatim yakni inovasi Underwater Restocking dan Menjebol Dokumen Kapal.

Apresiasi tersebut terlihat pada saat Sekdaprov menghadiri acara pertemuan peningkatan pelayanan publik dan penataan Bidang Perikanan dan Kelautan Jatim di Kantor Diskanla Prov. Jatim, Surabaya, Sabtu (06/02/16).

Ia mengatakan, Pemprov Jatim terus berupaya memberikan pelayanan publik yang baik bagi masyarakatnya. Harapannya, agar masyarakat memperoleh manfaat positif dari pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah.

Inovasi Underwater Restocking tersebut merupakan bentuk inovasi yang sangat kreatif. Underater Restocking merupakan bentuk penyebaran benih ikan beserta rumah ikan yang diletakkan di dasar laut. Hal tersebut disamping menjaga dan menstabilkan ekosistem laut, pada jangka panjang akan memberikan manfaat bagi nelayan.

"Inovasi ini merupakan suatu gagasan baru yang sangat berdampak kepada nelayan. Pemerintah memberikan stimulus yang keberadaannya bisa dinikmati oleh masyarakat pesisir nelayan terutama bagi nelayan kurang mampu," ungkapnya.

Saat ini, tuntutan terhadap pelayanan publik semakin dibutuhkan. Citra pelayanan di sejumlah lembaga pemerintahan yang terkesan lambat dan berbelit-belit menjadi perhatian khusus dalam program percepatan reformasi birokrasi.

 

Oleh karena itu, tuntutan pelayanan publik yang cepat dan inovatif terus diupayakan. Inovasi lain yang mendapat apresiasi dari Sekdaprov adalah Menjebol Dokumen Kapal. Menjebol artinya Menjemput Bola Dokumen Kapal yang dinilai berat dalam hal kepengurusannya.

 

Diskanla Prov. Jatim memiliki inovasi, dengan cara turun langsung ke wilayah pesisir pantai/laut untuk memberikan pemahaman terkait prosedur dokumen kapal. "Inovasi yang sangat luar biasa, selain menjemput bola kepada nelayan pesisir inovasi ini juga memberi kemudahan kepada nelayan yang akan mengurus dokumen kapal," terangnya.

Dihadapan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten/kota Sukardi berharap agar kabupaten/kota dapat menciptakan inovasi dan gagasan secara positif. Inovasi tidak harus dengan teknologi, bisa melalui cara tradisional yang jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar.

Dalam laporannya, Kadiskanla Prov. Jatim Dr. Heru Tjahjono berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat. Underwater Restocking ini sebagai upaya pemulihan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan Jatim. Underwater Restocking adalah inovasi dengan cara penebaran benih ikan yang bertujuan dalam percepatan pemulihan sumberdaya ikan.

Sedangkan untuk Menjebol Dokumen Kapal ini, Diskanla Prov Jatim memberikan kemudahan fasilitasi pengurusan perizinan kepada nelayan pesisir. "Diskanla Prov. Jatim bekerja sama dengan Dishub dan LLAJ dan Kantor Kesyahbandar Utama Tanjung Perak sekaligus P2T Prov. Jatim guna melakukan pengurusan dokumen. Bahkan, sejak tahun 2012-sekarang jumlah kapal yang telah diselesaikan surat kapalnya sebanyak 3.000 unit dari 6.500 unit kapal dengan ukuran 10-30 GT," pungkasnya.

 

Sumber : ( Humas Jatim )

SURABAYA - Indonesia tidak bisa maju jika semua elemen baik pengusaha dan pekerjanya tidak bersatu. Jatim pertumbuhan ekonomi yang tumbuh dan melesat seperti saat ini juga berkat kontribusi nyata dari buruh dan pekerja

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Kongres ke 5 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Empire Palace Surabaya, Senin (08/02/16).

Ia mengatakan, buruh dan pekerja di Jatim telah berkontribusi nyata bagi pembangunan di Jatim. Buruh dan pekerja bersama pemerintah banyak memberikan masukan terhadap kebijakan yang akan diambil. Sama halnya dengan pemerintah yang terus berupaya memberikan formula agar upah buruh tetap adil.

Dihadapan perwakilan pimpinan dari 13 provinsi FSPMI, secara khusus Gus Ipul memberikan rasa bangga, hormat dan apresiasi kepada buruh di Jatim. "Jujur saya katakan, buruh di Jatim sangat tertib jika ingin menyampaikan aspirasi. Mereka menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa merusak.

"Demonstrasi yang dilakukan di Jatim sangat tertib, tidak merusak meskipun membikin kemacetan di jalan. Akan tetapi, penyampaian yang dilakukan sangat positif dan berakhir dengan damai. Situasi ini yang menjadikan Jatim situasinya terus harmonis dan menjadi peluang kepada pengusaha untuk menamkan investasinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah selalu berupaya untuk terus memikirkan keadilan bagi buruh. Terkadang pemerintah dianggap oleh buruh dan pekerja memihak kepada pengusaha.

 

Namun sebaliknya terkadang pengusaha menganggap pemerintah lebih berpihak kepada buruh. "Inilah saat saat dilema yang dirasakan oleh pemerintah agar selalu bersikap adil," imbuhnya.

Gus Ipul juga mengajak buruh dan pekerja agar berbuat positif bagi bangsa dan negara. Saat ini kesenjangan yang terjadi antara kaya dan miskin semakin tampak. Buruh dan pekerja harus meningkatkan diri secara kualitas dan produktif.

 

Sementara pengusaha juga harus jujur terhadap keuntungan yang di dapat kemudian hasilnya di hitung bersama pekerja. "Kesenjangan ini terjadi di perkotaan dan pedesaan cukup besar. Jadi yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin tertinggal. Bahkan ada seseorang yang menguasai beberapa aset. Ini adalah pekerjaan rumah yang cukup serius dan kita harus mengatasinya secara bersama. Pemerintah akan berusaha dan berupaya menghadirkan upah yang adil agar kesenjangan ini tidak semakin melebar," tegasnya.

Ketua Panitia Suparno berharap semoga kongres ini melahirkan pemimpin yang adil dapat memperjuangkan dan melanjutkan perjuangan kesejahteraan buruh dan pekerja seluruh Indonesia.

Kongres ini juga dihadiri oleh pimpinan FSPMI dari seluruh provinsi diantaranya Aceh, Sumut, Kep. Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Gorontalo, Sulsel, Sumbar dan Kalbar total ada 2.000 peserta yang meliputi 1140 pimpinan pekerja dan 500 peninjau.

 

Sumber : ( Humas Jatim )

BLITAR - Sholawat dapat menjadi obat yang mujarab untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Pasalnya, dengan bersholawat, hati ini menjadi bahagia dan badan menjadi sehat, itulah keajaiban bersholawat.

Demikian yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri haul akbar dan pengajian jamaah Al-Khidmah di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Minggu (07/02/16).

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, mujarabnya bersholawat telah dibuktikan berdasarkan penelitian Prof. Dr. KH. Moh. Ali Azis, salah satu Guru Besar UIN Sunan Ampel (UINSA). "Karena profesor, beliau melakukan penelitian terkait dengan penyakit diabetes yang dideritanya" katanya.

"Beliau telah berobat ke dokter, dan membaca buku bahwa otak kita bekerja dengan sempurna jika hati kita bahagia, jika otak kita bekerja dengan sempurna, maka darah yang dialirkan ke seluruh tubuh juga sempurna, karena darahnya sempurna, maka tubuh kita menjadi sehat" jelasnya.

Menurut Ali Azis, umumnya orang saat bershalawat itu senang dan seakan-akan bertemu Rasulullah. Kemudian beliau membuktikan, setiap hari beliau bersholawat, baik secara pribadi di rumahnya maupun mengikuti majelis-majelis seperti ini. Alhamdulillah setahun berjalan, penyakitnya sembuh atas hidayah Allah melalui terapi shalawat.

"Itulah mujarabnya bersholawat, hati kita bahagia, tubuh menjadi sehat, pikiran penuh dengan rasa optimis. Semoga kita tidak hanya berkumpul untuk bersholawat disini saja, tetapi juga kelak kita juga bisa bersatu di surgaNya" pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Habib Hasan Al Munawar, KH. Imam Suroawardi, dan KH Luthfi Abdul Hadi.

 

Sumber ( humas jatim )