Headlines News :

Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

UNTUK MENCEGAH LONGSOR, BUPATI TANAM BAMBU DI BIBIR TANGGUL

Gresiknews1,Gresik - Untuk mencegah bibir tanggul longsor, Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si mengadakan penanaman pohon bambu petung secara simbolis di Desa Sambugunung Kecamatan Dukun Gresik, Rabu (17/12).

Penanaman pohon bambu tersebut dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) ini diikuti oleh Anggota Muspida Gresik, sejumlah Pejabat dan Camat Pemerintah Kabupaten Gresik, Pimpinan Perusahaan, BUMN, Perbankan dan kelompok masyarakat yang ada di Gresik. Tak hanya bambu petung, ada sebanyak 60.500 batang aneka tanaman yang akan dilakukan serentak di seluruh Kabupaten Gresik dalam rangka HMPI ini.

Dalam pidatonya Bupati mengatakan, dipilihnya komoditas bambu karena wilayah ini sangat cocok menjadi areal konservasi bambu di Gresik. Ada 2 komunitas bamboo yaitu bamboo petung dan bamboo klon Taiwan “Kami sudah menyiapkan sepuluh ribu tanaman bambu yang akan segera ditanam di 16 desa di Wilayah Kecamatan Dukun. Selain bambu, Kami juga telah menyiapkan komoditas lain yaitu sengon dan berbagai tanaman buah”, ujar Sambari.

Terkait pemilihan tanaman bambu petung, bamboo klon Taiwan dan pohon sengon, Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si menambahkan, komoditas ini selain mudah ditanam, perawatannya juga mudah. “Nilai ekonomisnya tanaman ini sangat tinggi, untuk bambu petung bisa dipakai untuk kerajinan, pembangunan rumah dan berbagai kebutuhan sedangkan bambu klon Taiwan itu sangat unggul dalam produksi rebung (sejenis sayuran). Komoditas rebung saat ini pemasarannya sangat tinggi dan bahkan masuk dan menjadi menu di restoran besar “ Tambah Qosim dihadapan ribuan masyarakat.

Pada kegiatan Hari menanam Pohon Indonesia kali ini, Pemkab Gresik di dukung penuh oleh beberapa Perusahaan di Gresik. Selain 2 BUMN besar di Gresik yaitu PT Petrokimia Gresik dan PT. PJB UP Gresik, beberapa perusahaan lain juga turut andil yaitu Bank Jatim Gresik. Grand Manager (GM) PJB UP Gresik, Ir. Sugianto dalam keterangannya melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono menyatakan pihak PJB siap mendukung program penanaman pohondi Gresik ini, katanya.
Dukungan ini selain menyediakan bibit tanaman, pihak PJB juga telah ber MoU dengan Pemkab Gresik terkait untuk memberikan fasilitas dengan membangun kebun bibit untuk pengadaan tanaman. mulai dari pembibitan, jasa tanam, pemupukan serta pemeliharaan. “Kami akan selalu mendukung setiap usaha pemeliharaan Lingkungan, Sadar Lingkungan dan Peduli Lingkungan” ujar Sugianto. (arz/tim)

Tegangnya Pembebasan Penyanderaan Siswi SD

Gresiknews1,Gresik - Seorang siswi SDN Tlogo Patut 2 Gresik jadi korban penyanderaan. Pelaku adalah seorang lelaki asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaku sempat membawa korbannya masuk ke Kodim Gresik yang ada di seberang SD.

"Pelaku menyandera korban yang saat itu hendak pulang," ujar Wakapolres Gresik Kompol Alvian Nurrizal , Rabu (17/12/2014).

Alvian sendiri tidak mengetahui apakah korban saat itu hendak pulang sendiri ataukah sedang menunggu jemputan. Yang pasti, setelah disergap, leher korban langsung dikalungi pisau yang dibawa pelaku. Korban dikabarkan bernama Rani, siswa kelas IV SDN Tlogopatut 2.

Mantan Kapolsek Gubeng itu mengatakan, setelah menyandera, pelaku meminta lari ke arah Kodim yang ada di seberang SD. Pelaku meminta perlindungan. Pelaku meminta agar disediakan ruang. Pihak Kodim pun menyediakan sebuah ruangan.

"Di ruangan itu, kami melakukan negosisasi dengan pelaku yang masih menyandera korban dengan pisau di tangannya," pungkas Alvian.
 
Pelaku bernama Fuad Ahmad (32), warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan korban adalah siswa kelas IV SDN Tlogopatut 2, Rani.

Aksi pelaku jadi tontonan warga sekitar. Tak ada yang berani mendekat. Pelaku minta diantarkan ke Pelabuhan Tanjung Perak dan berniat pulang. Setelah negosiasi, permintaan itu dituruti. Aparat menyiapkan skenario. Mobil yang ditumpangi pelaku dikawal polisi dari depan dan belakang.

Di tengah jalan, tepatnya di Jl Veteran Gresik, mobil bagian depan berhenti. Sang sopir beralasan mobil mogok. Mobil-mobil lain pun ikut berhenti. Saat itulah, polisi menyergap.

"Pelaku hendak menyerang anggota. Setelah dua tembakan peringatan tak diindahkan, anggota akhirnya melumpuhkan pelaku," ujar Wakapolres Gresik Kompol Alvian Nurrizal kepada detikcom.

Pelaku tewas. Jenazahnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina. Sementara korban pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Semen Gresik.(arz)

Bupati Gresik Bawa Stempel Di Saku Celananya

Gresiknews1,Surabaya - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto ternyata sudah siap ‘stempel’ di saku celananya. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono dikantornya, Selasa (16/12).

‘Stempel’ dimaksud adalah ketika ada penandatanganan atas dukungan saat peluncuran program "Jalan lain menuju mandiri dan sejahtera" atau Jalin Matra di Gedung Negara Grahadi. Ternyata hanya Sambari Halim Radianto yang menandatangani sekaligus membubuhkan stempel. Sedangkan Bupati dan Walikota serta stakeholder yang lain hanya menandatangani tanpa membubuhkan stempel.

Diceritakan oleh Suyono, ketika tiba giliran Bupati Gresik waktunya menandatangani sebuah naskah, usai penandatanganan tersebut, Bupati langsung mengatakan,”Tunggu, naskah ini saya selesaikan saat ini juga dengan membubuhkan stempel” ujarnya sambil mengeluarkan stempel Bupati dari saku celana dinasnya. Keadaan ini yang mengundang applus sekitar 250 undangan yang hadir.

Program Jalan lain menuju mandiri dan sejahtera (Jalin Martra) adalah Program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program ini menggantikan program"Jalan lain menuju kesejahteraan masyarakat" atau Jalin Kesra yang sudah berlangsung selama lima tahun terakhir, mulai 2019 sampai 2014. Program Jalin Matra ini akan dilaksanakan mulai Tahun 2015 sampai 2019.

Menurut Gubernur, program Jalin Matra ini bertujuan untuk percepatan dan perluasan penaggulangankemiskinan di Jawa Timur. Menurut Kabag Humas Suyono, ada 3 tujuan pokok dalam penangulangan kemiskinan yaitu Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) dan Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (Bantuan RTSM)


Pada Lounching program tersebut dihadiri sekitar 250 orang, antara lain para Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota, Bupati/Wali Kota, Kepala Bappeda, Kepala Bappemas, Rektor Perguruan Tinggi, pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Jatim, pimpinan media massa dan LSM Peduli Kemiskinan. (Arz/tim)

PERESMIAN RS DI PULAU BAWEAN

Gresiknews1,Gresik - Dalam kunjungan kerja ke Pulau Bawean, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah Umar Mas’ud yang terletak di Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik, Senin (15/12).

Rumah Sakit Umum milik Pemerinta Kabupaten Gresik yang bertype D merupakan rumah sakit terbesar yang pertama di bangun di wilayah Kepulauan Bawean. Rumah sakit ini dibangun di areal di bekas bangunan Puskesmas Sangkapura dengan anggaran sebesar Rp 25,5 miliar yang bersumber dari APBD Gresik tahun 2013.

Menurut Bupati Gresik saat meresmikan Rumah sakit tersebut, pembangunan RS Umar Mas’ud ini pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan gedung menelan dana Rp 13,9 miliar. Pembangunannya meliputi pembuatan ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang Bersalin, ruang Operasi, dan HCU dengan fasilitas 35 TT (tempat tidur) anggaran Rp 13,9 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2014.

Selanjutnya pembangunan gedung sarana prasarana yang lain yang menghabiskan dana Rp. 11,6 milyar untuk membangun Instalasi Farmasi, Laborat, Radiologi, Rawat inap fasilitas dengan kapasitas sebanyak 15 TT (tempat tidur).“Sehingga jika ditotal anggaran yang terserap untuk pembangunan Rumah Sakit tersebut mencapai Rp 25,5 miliar,” ujar Sambari yang didampingi Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si, serta Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada Timur (Koarmatim), Laksamana Pertama (Laksma) Heru Kusmianto.

Lebih jauh Sambari mengatakan, Pembangunan Rumah Sakit dan fasilitas Kesehatan di Pulau yang berjarak 80 mil dari wilayah daratan Kabupaten Gresik ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan Bawean. “Nantinya apabila masyarakat Bawean sakit tidak usah berobat dan berlayar jauh ke Gresik daratan, tapi cukup berobat dan dirawat di RS Umar Mas’ud Sangkapura” katanya. “Pembangunan ruman sakit ini sebagai upaya pemerataan kesehatan bagi masyarakat yang ada di wilayah kepulauan” tambahnya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, dr Soegeng Widodo melalui kabag Humas, Suyono menjelaskan, Untuk mendukung operasional RS Umar Mas’ud Sangkapura Bawean, Pemkab Gresik menempatkan sejumlah tenaga medis. Sebanyak 136 petugas medis yang akan melayani masyarakat setiap hari nonstop. Ada 4 tenaga dokter umum, 2 orang dokter spesialis anak dan kandungan serta 130 perawat dan bidan.“Kami berharap fasilitas kesehatan ini dapat menekan angka kematian bayi serta ibu hamil” pungkas Sugeng Widodo. (Arz/tim)

gerobak untuk gepeng

Gresiknews1,Gresik - Untuk mengubah mainset masyarakat eks Gepeng perkampungan Sekarsari Desa Sukomulyo Manyar Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan bantuan 10 (sepuluh) unit gerobak dorong. Bantuan ini diserahkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Munir di Balai Desa Sukomulyo Manyar Gresik, Senin (15/12).

Para penerima ini memang berasal dari satu kawasan yaitu Sekarsari, Desa Sukomulyo Manyar. Kawasan ini memang kawasan relokasi gepeng oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada tahun 1982 lalu. Dulunya tempat ini terdiri dari barak-barak. Saat ini ada sekitar 300 kepala keluarga yang hidup di perkampungan tersebut” kata Kepala Desa Sukomulyo, Subianto.

Sejumlah penerima bantuan gerobak menyatan rasa senang setelah menerima gerobak dorong gratis dari Pemerintah. Mereka berjanji tidak akan mengemis dan menggelandang lagi. Seperti yang disampaikan oleh Sumirah (42). Perempuan ini mengatakan akan berjualan kupang lontong. “Saya akan berjualan kupang lontong sesuai resep warisan orang tua saya” kata perempuan yang menghidupi 12 orang anak tersebut.

Selain Sumirah, beberapa perempuan lain yang juga menerima gerobak dorong gratis ini mengatakan akan berjualan makanan. Ada yang menyatakan akan berjualan pentol, berjualan jus buah, berjualan gorengan dan berjualan nasi. Mereka tampak optimis ingin merubah hidup lebih baik dan tidak menjalani hidup di jalanan sebagai gepeng. “Semoga dengan gerobak dorong ini jualan saya semakin sukses” ujar Siti Arofah (30) yang sudah memulai berjualan gorengan disekitar rumahnya.

Pihak Dinas Sosial Gresik yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan, Munir menyatakan kegiatan ini sebenarnya adalah kelanjutan dari program pelatihan boga yang sudah dilaksanakan pada tahun 2013 lalu. Peserta pelatihan tataboga setahun yang lalu itu adalah para gepeng yang dirazia di jalanan oleh Dinas Sosial Gresik.

Ketika disidik, rata-rata mereka menyatakan menjadi gelandangan dan pengemis karena terpaksa. “Kalau saya tidak boleh ngemis, sampean bisa tah member makan saya” ujar Munir mengenang ketika memeriksa para gepeng. Tertantang oleh kenyataan keberadaan para gepeng tersebut, Munir yang merupakan orang lama di Dinas Sosial memulai program pengentasan para gepeng dengan memberikan pelatihan tataboga pada tahun 2013. 

Tak hanya menyuruh ‘ojok ngemis’ Dinas Sosial Gresik juga mengadakan pelatihan tataboga. Kegiatan ini diikuti yang oleh 20 orang gepeng hasil razia. Dari pelatihan yang diberikan, para eks gepeng tertantang untuk memperbaiki kualitas hidup. “Atas kesungguhan mereka ingin berubah, kami memfasilitasi dengan memberikan gerobak dorong gratis” ungkap Munir. 

Tolong anda serius bekerja, niscaya akan sukses. “Sukses anda ini menjadi pertaruhan kami untuk program kami dalam mengentas anda dari kehidupan anda semula. Kalau anda sukses, maka tetangga anda yang lain juga akan ikut jejak anda. Sehingga cap kampung gepeng untuk daerah Sekarsari akan hilang” ujar Munis sebelum menyerahkan gerobak dorong. (Arz/tim)

EKSEKUSI GEMBOS BAN KENDARAAN PARKIR SEMBARANGAN DI AREA KTL

Gresiknews1,Gresik - Sepintas kawasan jalan Kartini tampak lancar ketika petugas Dinas Perhubungan Gresik tengah menertibkan jalan itu pada Jum’at siang (12/12).

Puluhan kendaraan roda empat yang biasanya parkir berbaris dari barat ketimur di tepi jalan sisi sebelah utara meski ada tanda larangan parkir. Saat itu beberapa kendaraan tampak mengurungkan niatnya parkir di kawasan itu dan memilih kabur. Ternyata ada 1 kendaraan sedan warna putih yang tetap bertengger dikawasan itu. Tak pelak, anggota tim petugas dishub Gresik langsung menggembosi kendaraan tersebut. Sampai sekitar 30 menit pemilik kendaraan yang bernama Kasiadi datang.

Meski tampak curiga karena banyak kuli tinta yang mengerumuni kendaraannya, Kasiadi cuek aja menaiki kendaraannya sampai menemukan tukang tambal ban yang jaraknya hanya sekitar 50 meter. Dia hanya senyum-senyum saja sambil meminta tukang tambal ban untuk memompa bannya kembali. Beberapa wartawan yang tadinya diam menghampiri Kasiadi. “Mulanya saya kaget ketika mengendarai mobil bannya terasa kempes, tapi segera menyadari ketika ada petugas Dishub dan banyak kamera menyorot ke kendaraan saya” ujarnya.

Dia memahami kesalahannya dan menerima atas eksekusi gembos ban pada mobil miliknya. “Ya saya akui memang salah, dan saya menerima” katanya ketika diwancarai beberapa awak media. Tentang komentar pada petugas Dishub yang langsung menggembosi kendaraannya, “Dia memang tugasnya begitu, dan saya juga gak mungkin mengulangi kesalahan saya. Kalau kesini lagi pasti akan mencari tempat parkir yang resmi” ujarnya pasrah.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Andhy Hendro Wijaya melalui kabag Humas Suyono mengatakan, pentingnya optimalisasi kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Wilayah Kabupaten Gresik. Menurut Andhy, “Kawasan tertib lalu lintas ini penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin berlalu lintas. Jadi setiap Pengendara hukumnya wajib mentaati aturan serta rambu yang ada, termasuk rambu larangan parkir”, katanya.

sesuai Peraturan Bupati No. 5 tahun 2011 tentang Kawasan Tertib Lalu lintas. Disana jelas tertera segala ketentuan sebagai pengguna jalan yang baik. “Kami memandang perlu untuk mendukung menciptakan kawasan tertib lalu lintas pada daerah yang sudah ditentukan. Kedepan kawasan tertib lalu lintas (KTL) ini akan lebih luas dan pada akhirnya semua area menjadi kawasan tertib lalu lintas” katanya. (arz/tim)

BERHARAP ADA TAMBAHAN PRODUKSI PADI SEBESAR 5 PERSEN

Gresiknews1,Gresik - Memasuki musim tanam pada Desember 2014, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Agus Joko Waluyo menyatakan stok pupuk di Gresik cukup. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kekhawatiran musim tanam yang sudah berada di akhir tahun 2014. 

Saat menyampaikan pernyataan ini melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono di kantornya, Jum'at (12/12), Agus Joko Waluyo menambahkan, sampai saat ini setelah ada penambahan kuota pupuk urea bersubsidi untuk Kabupaten Gresik sebesar 10 ribu ton, masih ada stok pupuk urea sebesar 1900 ton. "Jumlah ini sangat cukup untuk musim tanam saat ini Desember 2014" katanya.

Dengan kecukupan pupuk tersebut, Dinas Pertanian berharap adanya kelebihan produksi. "Produksi padi Kabupaten Gresik tahun 2014 mengalami surplus. Dari data yang ada yang pada kami, rata-rata produksi padi di Gresik mencapai 6,45 ton/ha gabah kering giling (gkg).Jadi total produksi padi tahun 2014 mencapai 3.705 ribu ton gkg". Dari total produksi tahun 2014 ini setelah dikurangi konsumsi, maka ada kelebihan produksi beras sekitar 120 ribu ton" tambah Agus.

Tentang kecukupan kebutuhan pupuk di Kabupaten Gresik, Agus berharap kecukupan ini bisa menambah jumlah produksi setiap tahun. "Kami perkirakan tahun berikutnya ada tambahan produksi minimal 5 prosen dari jumlah sekarang" ujarnya optimis.

Adapun total alokasi pupuk urea di Kabupaten Gresik setelah ada penambahan pada tahun 2014 mencapai 27 ribu ton. jumlah ini dialokasikan untuk 64ribu hektar areal padi, 25 ribu hektar areal jagung dan 2500 hektar areal kedelai.Dengan tersedianya pupuk bagi petani,kami berupaya untuk menyiapkan tambahan lahan baru untuk padi.

penambahan ini sebagai bentuk dukungan program pemerintah pusat dan Pemerintah daerah untuk memperbaiki sarana prasarana pertanian. Prasarana dimaksud yaitu beberapa program pendukung perbaikan prasarana pertanian yaitu perbaikan irigasi, pengerukan embung, pembangunan jalan usaha tani serta bantuan pompa air serta hand traktor yang sudah dikucurkan dibeberapa desa.(Arz)

Dicuekin Istri Sendiri Karena Ditilang

video


Gresiknews1 - Seorang wanita pengendara sepeda motor matic menerobos lampu merah dan hampir tertabrak oleh pengendara dari arah berlawanan. Wanita itu nekat menerobos lampu merah karena sepeda motor yang ada di depannya mengepulkan asap pekat.

Seorang petugas Polantas yang melihat aksi ini kemudian berlari mengejar wanita tersebut. Dengan sigap, ia berhasil menghentikan dan memberikan surat tilang. Meski sang wanita terlihat marah saat dirinya diberi surat tilang, sang Polantas tetap menilangnya.

Adegan tersebut merupakan video dari kejadian nyata yang dialami Aiptu Jailani, yang berdinas di Polantas Gresik, Jawa Timur. Yang menarik, wanita yang ditilang merupakan istrinya. 

Kejadian ini kemudian direka ulang dalam video berdurasi 4 menit 40 detik video yang dibuat oleh Forum Film Jambi. Dalam video berjudul 'Kisah Nyata Polisi Menilang Istrinya' yang diunggah ke YouTube, tampak Aiptu Jailani merasa bersalah terhadap istrinya.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Aiptu Jailani mampir di sebuah toko bunga dan membeli bunga mawar. Sesampai di rumah, ia mendapati sang istri telah tertidur lelap. 

Aiptu Jailani yang tidak ingin mengganggu sang istri yang telah terlelap kemudian meletakkan bunga mawar di samping sang istri. Di tangkai bunga diselipkan sebuah kartu bertuliskan, "MA, MAAF TADI PAPA TILANG, PAPA HARAP MAMA MENGERTI, PAPA CINTA MAMA".

Dalam video yang diunggah 17 Mei 2014 tersebut, ikut ditampilkan tulisan surat kabar tentang penilangan Aiptu Jailani. Selain menilang sang istri, ia juga pernah menilang anggota KPK.

video yang telah disaksikan lebih dari 277.881 kali ini mendapat komentar beragam dari pengguna YouTube. Sebagian besar mengapresiasi tindakan Aiptu Jailani.'

"Jujur ane benci polisi. Tapi kalau ada polisi macam gini, ane salutt banget. Dan semoga semua polisi akan seperti ini. Anti suap, tidak pandang mulu, ramah di depan orang lemah, garang menantang lawan. Bukan sebaliknya, arogan kepada masyarakat awam... tapi takut dengan preman kuat atau gank besar..." tulis Aris Prayogo.

"Berlinang air mataku lihat video ini.. Bginilah contoh suami istri yg baik.sling memaafkan itu nytany d masakin .demi tugas kerja. Istripun tk d bedakan sdngkn klo di rumah jdi suami yg sangat sayang sma istri...so sweat," tulis Ika Hafis.

TIGA SISWA DARI KAMPUNG NELAYAN GRESIK SIAP BERLAGA DI KOMPETISI ROBOT SINGAPURA

Gresiknews1,Gresik - Prestasi tak hanya monopoli milik anak-anak kaum berada dan memiliki harta yang ada di kota besar. Ternyata anak sopir nelayan, maupun penjual ikan yang tinggal di kampung Nelayan di pesisir pantai desa Campurejo Panceng Gresik juga bisa meraih prestasi tingkat Nasional. Bahkan selangkah lagi tiga siswa asal Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Panceng Gresik ini akan berlaga di kontes robot tingkat International di Singapura.

Hal ini dibuktikan oleh Mohammad Harris Riqin putera Hartono (Nelayan), Nabil Al Annisi putera Sunaryo (sopir) dan Ahmad Khoirul Hadi putera Ali Fauzi (penjual Ikan). Dengan diantar oleh guru serta Pembina tehnik robotic sekolah, tiga siswa tersebut diterima Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto di ruang kerjanya, Rabu (10/12). Mereka berpamitan dan minta doa restu kepada Bupati Gresik agar bisa lancer dan sukses dalam kompetisi di Singapura yang akan berlangsung pada 28-30 Januari 2015. 

Keikut sertaan tiga siswa dari kampong nelayan itu bukan serta merta, tapi melalui perjuangan dan prestasi yang sudah diraih pada event sebelumnya. Dalam sebulan yaitu bulan Nopember 2014, mereka sudah meraih 2 (dua) prestasi kejuaraan Robot Tingkat Nasional. Masing masing sebagai juara I pada kompetisi robot se Jawa dan Bali pada Jember Line Tracer IV di Universitas Jember. Juga juara I pada Robot Elite Competition 2 (Reco 2) di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung.

Sehingga atas prestasi yang diraihnya itu, ketiga siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Wathon Panceng Gresik diundang untuk mengikuti kompetisi robot antar Negara yang akan digelar di Tay Eng Soon Convention Centre, ITE Headquarters, Singapura.”Insyaallah pada Minggu, 25 Januari 2014 kami akan berangkat. Kami minta doa restu kepada Bupati dan seluruh masyarakat Gresik agar kami sukses membawa nama harum Gresik ke tingkat International”, ungkap Mohammad Lazim Guru yang akan mendampingi selama lomba di Singapura.

Pada kesempatan itu Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto menyatakan pihaknya akan selalu mendoakan agar tim robot ini bisa lancer dan sukses. “Mumpung masih ada waktu, kami berharap agar para guru membimbing sebaik-baiknya dalam persiapan lomba. Hal-hal yang masih kurang tolong diperbaiki dan ditambah, agar saat lomba nanti bisa betul betul baik dan sempurna” ujar Sambari. “Yang paling penting tiga siswa ini untuk menjaga diri dan kesehatan sebaik-baiknya” tambahnya lagi.

Ketika disuruh menceriterakan tentang robot ciptaan yang akan diikutkan lomba, ketiga siswa ini menyatakan keberatan,”Sementara ini masih saya rahasiakan. Nanti saja setelah lomba saya bisa menjelaskan. Tapi robot ciptaan saya ini yaitu transporter akan berlaga di kategoriSchool’s Robotic Game ” kata Ahmad Khoirul Hadi sambil menunjukkan cara kerja robotnya. (Arz/tim)

SEMBILAN PENDONOR DARAH GRESIK AKAN MENERIMA PENGHARGAAN PIN EMAS DARI PRESIDEN

Gresiknews1,Gresik - PMI Gresik siap memberangkatkan 9 (Sembilan) orang pendonor darah untuk menerima penghargaan pin emas tahun 2014 dari Presiden RI. Penghargaan ini akan diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 16 Desember 2014 di Istana Negera.

Sebelum berangkat, 9 (Sembilan) pendonor asal Gresik ini diterima Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto di ruang rapat Bupati pada Rabu (10/12). Mereka diantar oleh 2 orang Wakil Ketua PMI Gresik yaitu dr. Sri Rahayu dan dr Sugeng Suparlan serta Ketua Unit Donor Darah, dr. Jufrita Endryana. Para pendonor tersebut adalah H. Son Haji, Suntono Djamaludin, Harnoko, Samilan, Hartono (1), Hartono (2), Nurhasan, Djoko Suwarno dan Tarmudi Husain A. 

Pada kesempatan itu, Bupati memuji para pendonor yang terlihat sehat, bugar dan awet muda. “Terbukti bahwa donor darah akan menambah badan semakin sehat dan bugar. Hal ini bisa dibuktikan oleh para pendonor yang ada didepan saya ini tampak sehat, segar dan bahkan awet muda. Saya tahu para bapak-bapak pendonor ini adalah para senior saya yang usianya lebih tua dari saya, tapi wajahnya terlihat lebih muda” ungkap Sambari yang tampaknya sudah mengenal para pendonor ini.

Tentu sudah banyak darah yang didonorkan oleh para bapak-bapak ini,”Kalau sekali donor yaitu setiap tiga bulan diambil 350 cc berarti sudah 25 tahun lebih anda sebagai pendonor dan 35 liter darah yang saudara sumbangkan. Bahkan beberapa orang katanya sudah lebih dari 100 kali “ puji Sambari lagi. “Semoga apa yang saudara perbuat ini bisa dicontoh oleh masyarakat Gresik yang lain terutama para kaum muda” tambah Sambari lagi.

Tentang pendonor yang siap berangkat ini, wakil ketua PMI Gresik dr. Sri Rahayu melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono mengatakan, mereka termasuk pendonor lama dan sejak usia muda mereka sudah menjadi pendonor tetap. “Beberapa saat yang lalu mereka sudah memperoleh medali/pin perak maupun perunggu. baru kali ini mereka akan mendapat emas”. Ujarnya.

Sementara kepala Unit Donor Darah PMI Gresik, dr. Jufrita Endryana kepada kabag Humas Suyono menuturkan, jumlah perolehan darah di instansinya sudah mencapai 20 ribu kantong lebih. Jumlah ini melebihi target yaitu 16 ribu kantong. Darah tersebut sudah banyak didistribusikan ke semua rumah sakit di Gresim dan beberapa rumah sakit di luar Gresik. “45% darah tersebut didistribusi ke RS Ibnu Sina Gresik selebihnya kebeberapa rumah sakit lain.

Tentang perbandingan golongan darah yang masuk ke UDD PMI Gresik, dr. Jufrita Endryana menyatakan yaitu yang terbanyak adalah golongan darah O disusul B, A dan yang terakhir AB. (Arz/tim)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger