Headlines News :

Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Kompetisi internal Asosiasi PSSI Kab Gresik final Kelas 1 Group A Ricuh

Gresiknews1,GRESIK - Kompetisi internal Asosiasi PSSI Kab Gresik final Kelas 1 Group A antara PS Sidayu FC dengan POPEL Lumpur Gresik yang diadakan di Alon-alon Sidayu ricuh. Pertandingan diberhentikan panitia pertandingan pada menit ke 47 dengan skor 1-0. Sabtu (22/11).

Kericuhan terjadi berawal salah satu pemain Sidayu FC M Dliya udin mendapatkan kartu merah dari wasit, Udin yang bernomor punggung 14 itu kemudian keluar lapangan, saat perjalanan keluar lapangan, kaki Udin menendang pantat lawan pemain POPEL Lumpur. Sengaja gak disengaja hal tersebut memicu kemarahan suporter, akirnya tawuran di pinggir lapangan tak terhindarkan.
Udin menjadi sasaran kemarahan suporter Lumpur.

Suasanapun tambah memanas, saat suporter dari Sidayu FC yang jumlahnya lebih besar merangsek masuk lapangan pertandingan.

Sementara itu panitia maupun aparat keamanan yang jumlahnya sedikit dibanding jumlah penonton yang menyaksikan jalanya pertandingan, akirnya tidak bisa berbuat banyak untuk menguasi lapangan-----.

Lapangan sepak bola sontak beralih menjadi ajang tawuran ratusan orang antar suporter baru bisa reda setelah setelah salah satu tokoh masyarakat Sidayu turun untuk melerai kejadian tersebut.____

Karakter yang sama sama dimiliki oleh para pendukung kesayanganya membuat salah satu penyebab mereka gampang terpancing emosi.

Kuwatir ada hal hal yang sekiranya menimbulkan masalah besar kususnya dunia persebak bolaan akirnya panitia pertandingan menghentikan pertandingan pada menit ke 47.

“Kami terpaksa menghentikan pertandingan karena kemanannya tidak memungkinkan takut timbul permasalahan yang lebih besar terpaksa kami hentikan” ujar Samsul Arifin, ketua Panitia.

Panitia berencana akan melanjutkan pertandingan pada Minggu ini cuman jadwal dan tempatya masih di bicarakan oleh panitia juga terkait lokasi pertandingan masih belum bisa ditentukan.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pemilik lapangan, mungkin di Semen atau di Kembangan,” ujar samsul saat di tanya wartawan.(arz)

City9 Terus Kembangkan Sayap Untuk Bantu Masyarakat

Proyek Pembangunan City9 di jalan Dr Wahidin SH
Proyek Pembangunan City9 di jalan Dr Wahidin SH Gresik
Gresiknews1,GRESIK - Managemen City9 terus lakukan langkah terososan untuk mengembangkan bisnisnya untuk membantu masyarakat dan mensukseskan program pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinana dan pengangguran. Saat ini, City9 yang genap beusia 3 tahun telah mempu menyedot market ekonomi di wilayah Jawa Timur. Penegasan itu dikatakan Direktur City9, H, Sujarwo di Gresik, Jumat (21/11).

Ditegaskan Sujarwo, di Jawa Timur perkembangan bisnis perkantoran, pertokoan dan property (perumahan) yang dijalankan City9 telah berkembang pesat.
Ada tiga wilayah (kabupaten/kota) yang perkembangannya sangat signifikan. Tiga wilayah itu adalah Surabaya, Gresik dan Pasuruan. " Tiga wilayah tersebut keberadaan City9 mendapatkan animo besar dari masyarakat, " tuturnya.

Memang lanjut Sujarwo, untuk bisa memperkenalkan City9 agar bisa diterima masyarakat tidak lah muda. Banyak rintangan hambatan yang harus dihadapi City9. Sebab, tidak ada sejarahya bisnis bisa sukses kalau tidak didahuli dengan kepayaan, kesusaan oleh empunya dalam mengenalkan dan memasarkan bisnisnya tersebut kepada kalayak umum. " Alhamdulillah, di usai yang ke-3 tahun ini, City9 sudah mendapatkan hati di masyarakat. Artinya, masyarakat bisa merasakan produk-produk yang dibangun oleh City9, " jelasnya.

Proyek Pembangunan City9 di jalan Dr Wahidin SH Gresik
Sujarwo menjelaskan, tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh masyarakat saat mendirikan usahanya sangat banyak. Mulai adanya penolakan warga, penolakan DPRD, pemerintah setempat, karena dianggap tidak ada izinnya dan faktor lain. Namun, semua hambatan dan rintangan yang dihadapi oleh managemen City9 tersebut bisa dijadikan racikan obat yang bisa menyehatkan badan. " Artinya apa, segala bentuk rintangan dan hambatan itu basa kami jadikan bahan intropeksi diri untuk membenahi bisnis kami sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah, " katanya.

Menurut Sujarwo, City9 dalam menjalankan bisnis penjualan properti, perkantoran maupun pertokoan tidak hanya didasari oleh kepentingan bisnis. Namun, juga dilandasi rasa ingin membantu masyarakat. Ingin membantu pemerintah. Dimana, sarana-sarana bisnis yang telah dibangun oleh City9 telah bisa dan banyak menciptakan lapangan pekerjaan. " Masyarakat kan bisa melihat, perkantoran, property maupun pertokoan yang dibangun City9 telah menjadi areal bisnis yang banyak didatangi orang, " paparnya.

Area-area bisnis tersebut menimbulkan terjadinya transaksi ekonomi. Dimana, ada pembeli dan ada penjual. Bagi pengusaha selaku pemilik bisnis, merek jelas membutuhkan tenaga untuk menjalankan bisnisnya tersebut. Misalnya, pertokoan, pemiliknya butuh pegawai atau karyawan untuk melayani pembeli, juga membutuhkan satpam untuk menjaga usahanya. " Itu kan menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di daerah terkait, " katanya.

Kemudian, keuntungan pemerintah setempat. Dengan geliatnya roda perekonomian di sektor-sektor bisnis yang dibangun oleh City9, maka akan terjadi perputaran ekomi yang biasa mendangkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) setempat maupun PDRB (Pendapatan Daerah Regional Bruto) terus meningkat. " Sudah jelas dengan adanya sektor ekonomi yang dibangun City9 akan menciptakan PAD, karena sektor-sektor bisnis itu akan memberikan sumbangsih daerah baik berupa retribusi maupun pajak. Dan, sektor itu merupakan modal pembangunan pemerintah, " pungksnya.

Sementara Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, didampingi Kabag Humas, Suyono mengaku sangat welcome dengan masuknya semua investor untuk investasi di Gresik, termasuk City9. Sebab, keberadaan City9 tersebut bisa makin menggeliatkan roda perekonomian di Kabupaten Gresik dan bisa menaikkan PDRB dan PAD Gresik. " Kami sangat welcome. " katanya.

Proyek Pembangunan City9 di jalan Dr Wahidin SH Gresik
Menurut dia, selama kurang dari sembilan bulan terakhir arus investasi yang masuk ke Kabupaten Gresik sebesar Rp 17 triliun. Sejak 2 Januari tahun 2014, ada 177 perusahaan besar baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai sebesar Rp 11 triliun. " Kami akan terus memberikan berbagai fasilitas kepada para investor, termasuk City9 dengan berbagai kemudahan dalam hal perizinan. Masih ada sisa waktu 3 bulan sebelum penutupan akhir tahun 2014 untuk menarik investor yang lain untuk menanamkan uangnya di Gresik, " jelas Bupati.

Ditegaskan Bupati, perusahaan yang menanamkan investasinya dengan membangun usaha di Gresik terdiri dari 163 perusahaan PMDN dengan nilai investasi sebesar Rp 9,526 triliun. Sedangkan perusahaan PMA yang masuk ada 14 perusahaan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,927 triliun. "Tak hanya perusahaan besar, beberapa perusahaan kecil juga menyumbang nilai investasi Gresik sehingga mencapai 17 triliun seperti City9, " terangnya.

Ditambahkan Bupati, Kabupaten Gresik merupakan Kabupaten terbesar di Jawa Timur dalam hal masuknya investasi. Senada dengan tingginya investasi di Gresik tersebut, Bupati menyebutkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gresik tahun 2014 mencapaiun 2014 mencapai 57 triliun. " Kami yakin tahun yang akan datang nilai ini akan terus bertambah seiring besarnya investasi yang masuk, " pungkasnya.(arz/mat)

Korban Perkosaan Oknum Polisi Ancam Gugat Kapolres : kasus dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti

Gresiknews1,GRESIK - Kasus dugaan perkosaan yang diduga dilakukan Bripka Irawan (37) anggota Reskrim Polsek Wringinanom terhadap Siti Muallimah (22), warga Desa Pedangan Rt 05 Rw 01 Kecamatan Wringinanom yang penyidikannya dihentikan Polres Gresik dengan alasan tidak cukup bukti, membuat korban dan keluarganya naik pitam.

Korban Muallimah didampingi suaminya, Aan Supriaji (29) dan didampingi kuasa hukumnya, M Sholeh dari advokat dan konsultan hukum Sholeh & Partners, mendatangi Polres Gresik, Jumat (21/11), sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka ingin memertanyakan kepastian kasus tersebut dilanjutkan atau tidak. Jika tidak, mereka menginginkan pihak Polres Gresik mengeluarkan SP3 (surat pemberitahuan penghentian penyidikan). " Kami datang ke Polres ingin memertanyakan langsung ke Kapolres (AKBP E. Zulfan) bagaimana kelanjutan kasus klien kami. Kalau dilanjut sampai mana kelanjutannya. Dan kalau dihentikan, tolong dikeluarkan SP3-nya, " kata Sholeh.

Kalau Polres mengeluarkan SP3 atas kasus tersebut, lanjut Sholeh, maka dirinya bisa lakukan langkah ke jenjang berikutnya. Di antaranya, akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim. Bahkan, akan lakukan gugatan ke Kapolres Gresik, karena telah meng-SP3-kan kasus tersebut. " Mengapa saya gugat? Karena kasus tersebut buktinya sudah kuat. Setidaknya sudah ada 2 alat bukti kuat berupa korban dan sperma pelaku (Bripka Irawan) di celana dalam (CD) korban, tapi kasusnya kok malah dihentikan, " jelasnya.

Menurut Sholeh, kedatangannya bersama korban ke Polres Gresik juga meminta Kapolres Gesik, AKPB E. Zulfan lakukan gelar perkara kasus perkosaan yang menimpa kliennya tersebut. Mereka ingin menyampaikan tuntutan itu ke Kasat Reskrim. Namun, kasat tidak berada di tempat. " Kami hanya ditemuai Pak Arif Rosyidi (Kaur Bin Ops). Beliaunya berjanji akan menyampaikan tuntutan kami tersebut ke Kapolres, " katanya.

Sholeh mengaku miris dengan pernyataan Kapolres Gresik, AKBP E. Zulfan yang menyatakan, tidak bisa melanjutkan kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh oknum anak buahnya di Polsek Wringinanom, Bripka Irawan terhadap korban Siti Muallimah. Dengan alasan, kasus tersebut tidak cukup bukti untuk dilanjutkan. " Apanya yang tidak cukup bukti, wong korban ada, bukti berupa sperma pelaku juga ada, " tukasnya.

Karena itu, Sholeh mengaku kecewa dengan pernyataan Kapolres tersebut. Karena itu, dirinya akan lakukan langkah upaya hukum atau jalur lain hingga kliennya tersebut mendapatkan keadilan. Bahkan, Sholeh mengaku kasus tersebut telah diadukannya ke Komisi III DPR RI. " Sudah saya laporkan ke Komisi III, " pungkasnya.

Siti Muallimah, selaku korban perkosaan mengaku kecewa dengan tidak dilanjutkannya kasus perkosaan yang menimpa dirinya tersebut. Padahal, dirinya benar-benar menjadi korban perkosaan dan telah menyerahkan semua barang bukti kepada penyidik untuk mengungkap kasus tersebut. " Saya sangat kecewa dengan Polres Gresik, karena menyatakan kalau sperma di CD saya bukan milika pelaku Irawan yang telah memerkosa saya, " katanya dengan nada kesal.

Sementara Aan Supriaji (29), suami korban mengaku, ketika istrinya diperkosa Brikpa Irawan pada tanggal 28 Oktober 2014 sekitar pukul 11.00 Wib di rumahnya, dirinya sedang bekerja di Surabaya. Usai kejadian istrinya tidak langsung menelepon dirinya kalau habis dilakukan tidak manusiawi oleh iparnya sendiri itu. " Istri saya baru cerita kalau diperkosa Irawan setelah saya pulang kerja Magrib, " katanya.

Pascakejadian itu, tambah Supriaji, dirinya tidak mendapatkan intimidasi dari pihak Irawan. Namun, adiknya Irawan bernama Irawati meminta dirinya beserta kelurganya agar membongkar rumahnya yang sebagian berdiri di tanah milik Irawan. " Ya, rumah kami disuruh dibongkar oleh Irawati, " akunya.

Kapolres Gresik, AKBP E. Zulfan mengatakan, kasus dugaan perkosaan tersebut dihentikan, karena tidak cukup bukti. Untuk itu, Polres tidak perlu melanjutkan kasus tersebut. Polres kata Kapolres, juga tidak akan melakukan gelar perkara seperti yang diminta pengacara korban. " Untuk apa gelar perkara lagi, wong kasusnya kan sudah selesai, karena tidak cukup bukti, " katanya.

Namun, jika pihak korban maupun pengacara menemukan bukti pidana dan mau melaporkan kasus tersebut, disilahkan saja. Sebab, itu merupakan hak korban. " Kalau dilaporkan silahkan, " pungkasnya.

Sekadar diketahui, Bripka Irawan (37) anggota Reskrim di Polsek Wringinanom diduga melakukan pemerkosaan terhadap Siti Muallimah( 22), warga Desa Pedagangan Rt 05 Rw 01 Kecamatan Wringinanom pada 28 Oktober 2014 pukul 11.00 WIB.

Bukan hanya memperkosa, oknum polisi itu juga menyekap korbannya dan menakut-nakuti selama beberapa jam dibawah ancaman. Tindakan bejat aparat penegak hukum ini terbongkar setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik, Rabu (29/10).(Arz)

Aliansi Penolakan BBM Naik (APBN) Demo di Pertigaan Gresik Kota Baru (GKB)

Gresiknews1,GRESIK - Demonstrasi yang tergabung dalam Aliansi Penolakan Bmm Naik (APBN) yang terdiri dari LSM, Buruh, dan Mahasiswa Gresik, di pertigaan Gresik Kota Baru (GKB) Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik Jum'at (21/11).

Massa terdiri LSM,mahasiswa dan buruh yang berjumlah 50 orang, sengaja menggelar aksi turun jalan menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh pemeritahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Dengan membawa puluhan poster yang bertuliskan Presiden Turun Selagi Tidak Mampu Melindungi Rakyat Kecil, Menolak Kenaikan Harga BBM, Nasionalisasi Aset'. Aksi berjalan mulus karna pengujuk rasa hanya berorasi di pinggir jalan, aksipun mendapatkan respon dari masyarakat yang melewati jalan tersebut.

Mahasiswa, LSM, dan buruh Gresik terkait dengan kenaikan harga BBM ini meminta agar kedaulatan energi (minyak bumi, gas alam, dan batubara), dan sumber daya alam lainnya untuk dikelolah di negara Indonesia sendiri.

"Kita akan nunutut dicabutnya kenaikan harga bbm, karna DPR masih punya hak interflasi terkait tersebut, dan apa bila ini tidak ada respon kami akan mengerahkan ribuan masa dari beberapa aliansi masyarakat Gresik inzaallah hari senin." Kata Faisol korlap dari mahasiswa.

LSM Pudak Desak PT Semen Indonesia Bertanggung jawab atas Kerusakan Lingkungan

Gresiknews1,GRESIK - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Demokrasi dan Kemanusiaan (LSM Pudak) Gresik kembali berunjuk rasa di depan gedung Utama PT Semen Indonesia, Gresik, Jalan Raya Veteran Kecamatan Kebomas, Kamis(20/11). Puluhan aktivis menuding PT Semen Indonesia diduga telah menelantarkan bekas tambang yang mereka kerjakan selama ini di Kabupaten Gresik.

"Kami mendesak agar aparat berwenang mengusut tuntas kepada PT Semen Indonesia apa yang telah ia kerjakan sekarang di tinggalkan begitu saja tanpa ada perawatan bekas bekas galian tambang yang mereka keruk, ibarat habis manis sepah di buang." ujar Yayak Korlap Aksi yang tak henti berorasi meski di tengah panasnya terik matahari.

LSM Pudak dalam demonya juga menyebut lahan bekas tambang PT Semen Gresik anak perusahaan PT Semen Indonesia, dibiarkan begitu saja, dan tidak ada niatan baik untuk mengembalikan kondisi tanah Gresik. Bahkan ada indikasi tanah bekas tambang PT Semen Gresik hendak dijual atau disewakan ke salah satu developer.

Selain itu LSM Pudak juga mendesak terkait keberadaan PT Semen Gresik / PT Semen Indonesia Memanusiakan Manusia adalah wajib hukumnya bagi industri, Pudak juga mengajukan 6 tuntutan diantaranya segera benahi lahan eks tambang, Sosial dan budaya tentang standart bagi kuli panggul dan lain sbagainya.

Oleh karna itu Pusat Demokrasi dan Kmanusian (Pudak) mendesak PT Semen Indonesia, mendata seluruh aset tanah eks tambang agar tidak dipindah tangankan, memperbaiki kerusakan lingkungan, membongkar praktek koropsi, kolusi dan nipotisme.(arz)

Gudang Pabrik Karung Terbakar

Gresiknews1,GRESIK - Sebuah Gudang Pabrik karung milik Kusnan Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik terbakar. Setelah satu jam berusaha memadamkan api, akhirnya petugas pemadam kebakaran dapat mengendalikan keadaan.

"Api sudah dapat dikendallikan oleh petugas kami yang di lapangan," ujar Sigit, petugas Damkar dari Pemda Kabupaten Gresik, Kamis (20/11).

Menurutnya, tak ada penambahan armada dalam proses pemadaman api. "Masih 2 unit yang melakukan pemadaman api," jelasnya.

Saat ini di lokasi kejadian petugas sudah dalam proses pendinginan. Walaupun begitu belum diketahui penyebab pasti dari peristiwa kebakaran ini.

"Sekarang sudah pendinginan, namun kita belum tahu berapa kerugian atau penyebab kebakaran tersebut," tutupnya.(arz)

BUPATI INGATKAN UNTUK TRUK DILARANG MASUK KOTA

Gresiknews1,Gresik - Bupati dan Wakil Bupati Gresik serta kepala Dinas Perhubungan Kab Gresik, tadi pagi rabu (19/11/2014) melakukan sidak pengamanan jalan raya, sekaligus memasang rambu-rambu di beberapa titik/lokasi. Rambu-rambu yang di pasang di jalan veteran ini berupa himbauan untuk pengemudi khususnya truk yang melewati jalan tersebut, himbauan tersebut berbunyi “kurangi kecepatan”, hal ini sangat beralasan pasalnya di sepanjang jalan veteran sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

Bupati Gresik bersama wakil Bupati di dampingi Kepala Dinas Perhubungan menjelaskan bahwa kami hanya mengingatkan dan menghimbau kepada pengguna jalan, baik pengguna jalan dari luar kota maupun dalam kota agar selalu emmperhatikan rambu-rambu lalu lintas.

Terkait dengan jalur truk, Bupati menjelaskan bahwa sebenarnya jalur truk sudah diatur dengan Jam, mulai dari Jln veteran truk tidak di perbolehkan masuk Jln Veteran, sedang dari arah keluar Jln Tol Bunder, jika kekanan di perbolehkan dan jika kekiri masih di perbolehkan, namun harus belok ke kanan menuju Jln Mayjen sungkono menuju Surabaya, demikian juga bagi Truk yang berasal dari pelabuhan dilarang masuk kota, disilakan melalui jalur ring rute menuju surabaya.

Untuk sepanjang jln Veteran baik dari Surabaya ke Gresik atau sebaliknya segala truk tidak di perbolehkan lewat, karena kondisi jalan curam dan dikwatirkan rem blong sehingga mengakibatkan kecelakaan atau kemacetan.

Artinya untuk menekan kecelakaan dan kemacetan, seluruh truk di harapkan melewati jalur yang sudah disediakan.(ARZ)

BBM NAIK , BUPATI SIDAK SEMBAKO

Gresiknews1,Gresik - Kenaikan harga BBM, ternyata tidak mempengaruhi harga pangan di beberapa pasar tradisional, seperti di pasar tradisional Cerme, pasar benjeng, Pasar Balongpanggang dan pasar duduksampean, hal ini terbukti di beberapa pasar tradisonal tersebut harga sembako tidak mengalami kenaikan signifikan, justru harga sayuran di Pasar Tradisional Cerme mengalami penurunan, demikian juga harga telur, minyak goreng, beras tawon, daging ayam Rp 26.000/Kg dan daging sapi Rp 90.000/Kg tidak mengalami kenaikan harga/stabil, hasil ini didapat saat Bupati dan Wakil Bupati Gresik beserta pejabat terkait melakukan sidak harga pasar di beberapa pasar tradisional tadi pagi rabu (19/11/2014).

Bupati Gresik Dr.H Sambari halim Radianto bersama Wakil Bupati Drs. H. Moh qosim usai melakukan sidak menjelaskan bahwa harga sembako saat ini relatif stabil, bahkan harga sayuran cenderung turun, dab saya bersyukur dan bangga pada pelaku pasar yang tak terpengaruh kenaikan harga, saya sangat berterimakasih kepada seluruh pelaku pasar yang tidak terpengaruh dengan kenaikan harga, kondisi ini di harapkan terus berlangsung, sehingga tercipta kenyamanan dan masyarakat tenang.

Bupati juga berharap kepada SKPD terkait agar terus memantau perkembangan harga pasar, termasuk kantor Kecamatan.

"Silakan harga BBM naik, tapi untuk urusan harga pangan di harapkan stabil." Tegas Bupati.(Arz)

PEMKAB GRESIK LAKUKAN UJI PUBLIK RANPERDA KAWASAN TANPA ROKOK

Gresiknews1,Gresik - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik mendukung Pemerintah Kabupaten Gresik untuk pengesahan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Rokok (KTbR). Dukungan ini disampaikan saat uji public Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Rokok (KTbR).

Acara yang dilaksanakan di Ruang Mandala Bakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik dihadiri oleh berbagai perwakilan kelompok masyarakat diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat, Wartawan, Perwakilan Organisasi Masyarakat dan sejumlah Tokoh Masyarakat yang ada di Gresik, Rabu (19/11).

Lebih jauh disampaikan oleh perwakilan dari MUI Gresik KH. Mansur Shodiq. Menurutnya, MUI Gresik mendukung pengesahan Perda tersebut mengingat pada Munas MUI di Pada juga telah mengeluarkan fatwa haram tentang rokok.”Kami juga melakukan kajian tentang rokok. Ada 2 topik kajian, dhorof yaitu membahayakan diri sendiri atau orang lain serta ishrof yaitu mubazir” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik, Mohammad Zaini. Pihak DMI Gresik mendukung Perda tersebut. “Meskipun saya juga merokok, tapi saya siap mendukung dan saat ini pula saya akan berhenti merokok” tegasnya. Namun pihak DMI meminta agar disiapkan pranatanya misalnya sticker larangan maupun spanduk. ”Kami bersama seluruh takmir Masjid dan Musholla siap membantu menempelkan sticker himbauan larangan merokoktersebut. Perlu diketahui di Gresik ini ada sekitar 4000 (empat ribu) Masjid dan Musholah” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Zaini yang juga petugas KUA di Gresik ini juga mengusulkan agar kawasan larangan merokok lebih diperjelas. Misalnya dalam menyebut lembaga pendidikan tak hanya menyebutkan sekolah, tapi lebih luas misalnya Madrasah dan pondok pesantren, karena Madrasah dan Ponpes itu juga lembaga pendidikan, tambahnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik Sugeng Widodo, Ranperda tentang Rokok ini sudah dipersiapkan sejak beberapa saat yang lalu. “Pentingnya Perda ini karena pada amanat Menteri Kesehatan yang dibaca Bupati Gresik pada Hari Kesehatan Nasional 50 mengharuskan agar Kabupaten Kota menerbitkan Perda tentang rokok ini. Perda ini dibuat sekaligus untuk memberikan payung hukum bagi pemangku kepentingan (stake holders) bagi kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas rokok”.

Acara yang menghadirkan 2 pembicara dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur yaitu Dr. Himawan Estu Bagijo dan Dr. Rusdianto serta Kabag Hukum Pemkab Gresik Edi Hadisiswoyo bertindak selaku moderator. “Saat ini Perda tersebut telah masuk pada Program Legislasi Daerah (Prolegda) dan dalam tahap pembahasan. Kalaupun sudah disahkan nantinya perda ini akan disosialisasikan selama setahun” ujarnya. Ada ketentuan pidana bagi pelanggar Perda tersebut yaitu pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp. 50 juta. “Hal ini termaktub dalam Bab XI pasal 31” katanya. (Tim)

BUPATI LANTIK 3 PEJABAT ESELON II B

Gresiknews1,Gresik - Hari ini Bupati Gresik melantik 3 pimpinan SKPD, di ruang argo lengis Kantor Bupati Gresik, 3 pimpinan yang di lantik yaitu Herman T. Sianturi yang sebelumnya menjabat di Bappeda sekarang menduduki jabatan baru sebagai kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil, sementara Ir Sumarno yang sebelumnya menjabat Dinas Kependudukan dan catatan sipil, untuk jabatan baru menempati pada pos Badan Lingkungan Hidup menggantikan Ir Tugas Husni Syarwanto yang menduduku jabatan baru di Bappeda Kab Gresik.

Pelantikan 3 pejabat eselon IIB ini sangat istimewa, pasalnya baru pertamakalinya pelatinkan di lantik oleh dua pimpinan tinggi yaitu Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Bupati bertugas membacakan pelantikan sedangkan Wakil Bupati membacakan sumpah janji.

Bupati Gresik Dr. H,. Sambari Halim Radianto usai melantik mengatakan bahwa pelantikan hari ini sangat istimewa, pertama pelantikan langsung di lantik dua pimpinan Yaitu Bupati dan wakil Bupati dan istimewa ke dua alhamdulillah pelantikan kali ini tidak bocor, ini berarti BKD sangat hebat dalam merahasiakan pelantikan ini. Terus terang saja pelantikan ini bukan pelantikan dadakan, tapi pelantikan yang sudah di rencanakan cukup lama, kalau toh tidak bocor berarti BKD yang hebat.

Di jelaskan pula bahwa pelantkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Gresik merupakan hal yang biasa, dan ini adalah bentuk penyegaran, agar mereka tidak jenuh dalam beraktivitas, mengingat pimpinan merupakan pelayan masyarakat, dimana masyarakat saat ini sangat kritis, diharapkan dengan pelantikan yang notabenya mereka sudah mampu dan mengusai ini bisa lebih meningkatkan pelayanan, karena para pemimpin ini merupakan pejabat-pejabat yang telah menorehkan harumnya nama kabupaten Gresik, seperti Ir herman Sianturi yang telah mampu merencanakan pembangan Gresik ke depan dengan baik, demikian juga Ir Tugas Husni Syarwanto yang berhasil memboyong Piala Adiwiyata terbanyak se Indonesia dan Adipura serta Ir Sumarno tinggal meneruskan perjuangannya.

Pelantikan yang berlangsung hikmad ini di hadiri seluruh pimpinan SKPD dan Camat se kabupaten Gresik.(Arz)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger