Headlines News :





close



Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Sekeluarga Keracunan Keluarga Korban Membeli Kerang Simping dari Penjual Sayur Keliling

Gresiknews1,GRESIK – Seorang korban selamat keracunan makanan, Suaimi (35), mengaku membeli kerang simping dari penjual sayur keliling. 

“Simping itu dibeli dari pedagang yang setiap hari keliling kampung. Penjualnya bukan orang Abar-abir, tidak tahu warga mana,” kata Suaimi (35), seorang korban selamat dari keracunan saat di RS Petrokimia Gresik, Selasa (21/10/2014).

Sedang Yaumilah, sepupu seorang korban menuturkan, keluarganya memasak kerang simping untuk sarapan bersama.

“Selesai masak nasi, sayur sop, tempe goreng, dan oseng-oseng kerang simping langsung sarapan bersama, di antaranya Mu'inah (70) dan anaknya, Rohani (55) ikut sarapan. Seketika itu, Rohani dan Mu'inah merasakan kepala pusing dan muntah-muntah. Kemudian dibawa ke RS Mabarrot. Namun sampai di rumah Mu’inah meninggal dunia,” kata Yaumilah.

Setelah itu, Nur Hayati anggota keluarga lainnya juga mencicipi makanan tersebut sehingga ia ikut merasakan pusing, muntah-muntah, dan selanjutnya juga dibawa ke RS Mabarrot. “Setelah Nur mencicipi makanan, tiba-tiba merasa kecapekan, kepala pusing,” imbuhnya.

Setelah pemakaman Mu’inah dan Rohani, Nasihun dan Mahrus Bahtiar (14) makan nasi dengan sayur sop tanpa kerang simping keduanya juga merasakan mual dan muntah.

“Mahrus nyawanya tidak tertolong saat akan dirujuk ke RSUD Ibnu Sinda dari RS Mabarrot. Sedang Nasihun meninggal dunia di RS Mabarrot,” tutur Yaumilah.(Tim)

Ibu Muda Ini Gadaikan STNK Palsu

Gresiknews1,Gresik - Apes dialami Tri Indah Prasetyowati (32), seorang ibu muda asal Perum Pondok Jati Blok DD/22 Sidoarjo. Gara-gara memalsukan STNK dan BPKB, Tri Indah terpaksa diringkus polisi. Dia dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penangkapan tersangka bermula saat pelaku datang ke Kantor Pegadaian di Jalan Panglima Sudirman Gresik. Dia datang dengan mengendarai Toyota Avanza nopol W 1544 MM. 

Saat menunjukkan STNK dan BPKB untuk digadaikan, petugas curiga karena ada kejanggalan. Merasa janggal, akhirnya dilaporkan ke Mapolsekta Gresik.

Mendapat laporan, polisi menindaklanjuti dan meng-croscek ke Samsat Gresik. Ternyata, setelah dicek STNK dan BPKB palsu. Pasalnya, STNK yang ditunjukkan sebenarnya kendaraan Suzuki nopol W 2512 HS.

Pada waktu diperiksa dan dimintai keterangan, Tri langsung dijebloskan sel tahanan. "Tersangka masuk ke dalam sindikat jaringan pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor. Kasusnya masih kita kembangkan," kata Kapolsekta Gresik, AKP Abdul Rokib, Senin (21/10/2014). (Tim)

Pemprov Jatim Dorong Pembangunan Smelter Freeport di Gresik

Gresiknews1,Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Selasa, mengatakan, pembangunan tersebut sangat dibutuhkan karena selain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tembaga juga untuk menyerap tenaga kerja.

"Hampir 80 persen bahan baku impor terbesar adalah tembaga, karenanya kami akan mendukung penuh pembangunan smelter di Jatim. Pemprov Jatim juga memberikan jaminan kepada investor asing yang akan investasi di Jatim," katanya saat menerima Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Rozik Boedioro Soetjipto di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan, jaminan kemudahan perizinan yang diberikan adalah dengan memberikan batas waktu penyelesaian izin maksimal 14 hari kerja. 

"Namun izin tersebut diberikan dengan didukung dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Selain itu, dukungan di bidang infrastruktur akan diberikan secara bertahap," katanya.

Menurutnya, pihaknya harus mengetahui secara detail kendala yang ada dan studi kelayakan yang sudah dibuat, supaya tim dari Pemerinta Provinsi Jawa Timur bisa segera melakukan tindak lanjut.

"Jika smelter sudah dioperasikan maka tenaga kerja unskilled (tidak terampil) harus menggunakan warga di daerah setempat, sedangkan tenaga skill bisa mengambil dari daerah lain," katanya mengingatkan. 

Hal tersebut, kata dia, penting dilakukan karena bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Jawa Timur. (Tim)

DS Mengaku Ditembak Polisi di Luar Mapolres Gresik

Gresiknews1,GRESIK - Penembakan di tumit kaki kanan DS oleh polisi terus menjadi perhatian keluarga dan kuasa hukumnya. Berdasarkan pengakuan DS kepada penasihat hukumnya, penembakan di luar Mapolres Gresik, Senin (20/10/2014).

"Pengakuan DS, penembakan dilakukan di luar Polres setelah penangkapan. Kepala DS ditutup dengan kain kerpus yang ditutup matanya. DS juga pernah beberapa kali dipukul sampai perutnya sakit," kata Faridatul Bahiyah, penasihat hukum DS, Senin (20/10/2014).

Farida mempertanyakan motif polisi menembak kliennya. "Maksud penembakan tersangka DS ini apa? DS tidak kabur dalam penangkapan," lanjut Farida.

“Hukum dan prosedur tetap berjalan tapi penambakan terhadap anak harus dijelaskan. Kami tidak mencari sensasi. Ini murni kemanusiaan, ini naluri hati,” lanjutnya.

Atas pengakuan DS tersebut, Suwarno (42) dan Solikah (40), orangtua DS juga cemas memikirkan kesehatan anaknya. “Ya kawatir jika terjadi sesuatu pada DS,” kata Suwarno saat mendampingi DS ke rutan.

Kapolres Gresik AKBP E Zulpan menyatakan bahwa DS ditembak karena melarikan diri saat penangkapan. "Ya, ditembak saat akan kabur," kata Zulpan di Mapolres Gresik.(Arz)

OPTIMALISASI KAWASAN TERTIB LALU LINTAS DI GRESIK

Gresiknews1,Gresik - Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si mengingatkan lagi pentingnya optimalisasi kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Wilayah Kabupaten Gresik. Menurut Qosim, KTL ini penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin berlalu lintas. “Kami telah menerbitkan Peraturan Bupati No. 5 tahun 2011 tentang Kawasan Tertib Lalu lintas. Disana jelas tertera dengan jelas segala ketentuan sebagai pengguna jalan yang baik “ katanya.

Ungkapan wakil Bupati ini disampaikan saat menyambut Tim pantau lomba kawasan tertib lalu lintas tingkat Jawa Timur, Senin (20/10) di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik. Tim yang diketuai oleh AKBP Hari Sindu, SH ini diterima Wabup bersama jajaran instansi terkait yaitu Kasatlantas Polres Gresik, Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP Gresik serta dari jajaran Kodim 0817 Gresik.

Sebelum meninjau lapangan Ketua Tim Penilai lomba KTL, AKBP Hari Sindu mengatakan, kegiatan ini untuk merevitalisasi kembali kawasan tertib lalu lintas yang telah lama tidak terdengar lagi. “KTL ini kita aktifkan lagi yang nantinya kawasan tertib lalu lintas (KTL) ini akan lebih luas dan pada akhirnya semua area menjadi kawasan tertib lalu lintas” katanya. Ditambahkan oleh Hari Sindu, kalau semua kawasan di suatu kota menjadi KTL maka akan menurunkan angka kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas di Jalan Raya di kota tersebut.

Sementara Kasatlantas Polres Gresik, AKP I Made Parewita mengatakan, Kawasan Tertib Lalu Lintas di wilayah Kabupaten Gresik diberlakukan sesuai Peraturan Bupati Gresik ada di tiga ruas jalan yaitu di Jalan Veteran Gresik, Jalan RA Kartini dan Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Gresik. “Dalam hal ini kami sudah menyiapkan pos pantau yaitu di Perempatan Segoromadu, Sentolang, Wahidin Sudirohusodo (GKB), simpang empat Bunder dan Pos Pantau Bunder.

Di area tersebut, kami sudah mempersiapkan dengan memberikan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat pengendali dan pengaman jalan serta fasilitas pendukung lalu lintas dan angkutan jalan lainnya. “di kawasan KTL tersebut setiap hari kami menertibkan PKL pengguna bahu jalan, parkir pertokoan, angkot yang cari penumpang dan juga parkir taxi” ujar Made saat mempresentasikan kegiatan yang dilakukan dalam optimalisasi KTL di Kawasan Gresik. (Tim)

Hasil Konsultasi DPRD Gresik ke Kemendagri Ditolak Gubernur

Gresiknews1,Gresik - Kunjungan kerja atau kunker anggota DPRD Gresik ke Kementrian Dalam Negeri terkait tatib tampaknya sia-sia. Pasalnya, Gubernur Jatim Soekarwo menolak karena penyerahan hasil konsultasi kepada Kemendagri dianggap kadaluarsa.

"Kami sudah ajukan untuk memasukan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah sesuai saran kemendagri, tetapi ditolak Gubernur karena sudah kedaluarsa," kata Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, Senin (20/10/2014).

Dia menambahkan, dengan adanya penolakan ini maka DPRD Gresik tetap menggunakan tatib hasil pembahasan tim perumus. Setelah ini, DPRD Gresik bakal mengalakukan penggedokan tatib tersebut. "Kalau sudah dievaluasi gubernur langsung kita gedok tanpa membuat pansus," tambahnya.

Seperti diberitakan, sebelumnya anggota dewan tidak memasukan UU 23 tahun 2014 karena presiden mengeluarkan perppu. Sehingga, DPRD Gresik hanya mengacu pada UU MD3 yang sudah digedok terlebih dahulu. Tetapi, lantaran hanya dua pasal yang terkena efek perppu maka kemendagri meminta untuk tetap memasukan UU nomor 23 tahun 2014.

Masih kata Nur Saidah, setelah menggedok tatib baru, pihaknya langsung membentuk alat kelengkapan DPRD Gresik. Tetapi, lantaran UU 23/2014 belum masuk, pihaknya tetap menggunakan nama badan legislasi (Banleg). "Kalau aturan yang baru banleg namanya berubah menjadi badan pembentuk peraturan daerah (BP2D)," tuturnya.(Tim)

Tim Futsal Gresik Tak Takut Nama Besar Sidoarjo

Gresiknews1,GRESIK - Tim futsal Kota Gresik tak silau dengan nama besar Sidoarjo, yang berstatus juara bertahan di Kejurprov 2014, di Banyuwangi, 22-26 Okotober.

Menurut Munir Khan, manajer Gresik, timnya optimis bisa menaklukkan Sidoarjo, di babak penyisihan grup C.
Gresik satu grup bersama Sidoarjo dan Pacitan.

"Kami sangat optimis bisa meraih kemenangan atas Sidoarjo, dan lolos ke babak selanjutnya," kata Munir.

Munir mengatakan, Sidoarjo boleh memiliki nama besar di dunia futsal Jatim. Bahkan Sidoarjo merupakan juara bertahan di ajang yang dulunya bernama kejuaraan antar Pengcab itu.

Namun menurut Munir, saat ini kondisinya tentu berbeda.

Gresik telah melakukan persiapan yang cukup panjang, dan yakin bisa lolos ke final Kejurprov.

"Kami yakin dengan komposisi tim ini, sehingga bisa lolos ke babak selanjutnya," kata Munir.

Mengenai Pacitan, Munir mengaku belum tahu terlalu banyak dengan dunia futsal di Pacitan. Apalagi Pacitan merupakan tim pendatang baru.

"Kalau Pacitan saya tidak terlalu tahu bagaimana kekuatan mereka," tambah Munir.

Rencananya tim Gresik akan berangkat ke Banyuwangi, Selasa (21/10).

Dalam rombongan Gresik, terdapat 14 pemain dan enam official. Dari 14 pemain tersebut, pemain andalan Gresik Agus 'Congor' Maulidian juga turut serta. 
Congor sebelumnya sempat mengalami cedera, namun kini telah pulih dan bisa berlaga di Kejurprov.

Alumni SMA NU 2 Gresik itu menjadi andalan Gresik di Kejurprov. Di tim Gresik Congor, yang paling menonjol.

Selain masuk Puslatda Jatim untuk persiapan Pra PON, Congor juga pernah menjadi pemain terbaik di kategori pelajar KIT Futsalismo nasional.(Gus)

Dibidik KPK, Golkar Jatim Tak Mau Bela Bupati Gresik

Gresiknews1,Gresik - DPD Partai Golkar Jatim tidak akan melakukan pembelaan terhadap kadernya yang saat ini menjabat Bupati Gresik, Sambari yang jadi bidikan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

“Kalau memang benar akan kami lakukan pembelaan namun kalau benar melakukan pelanggaran tidak akan dibela. Kami serahkan sesuai dengan proses hukum yang berlaku," ungkap Ketua DPD Golkar Jatim Eddy Kuntadi saat ditemui di DPD Golkar Jatim, Senin (20/10). 

Edy Kuntadi menjelaskan meski mempersilakan aparat penegak hukum agar memproses hukum kadernya, namun Golkar Jatim tetap mengedepankan praduga tak bersalah. Utamakan praduga tak bersalah tetap kami jaga," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK saat ini fokus untuk menyoroti pengusutan kasus pertambangan dan pendapatan di Kabupaten Gresik. 

Karena di Gresik banyak ditemukan program yang tidak melalui dokumen perencanaan dari Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) serta belanja modal dan alokasi anggaran kesejahteraan untuk rakyat kecil yang tidak sesuai.

Selain itu KPK juga menemukan adanya pengelolaa dana hibah yang masih belum baik dan penanganan tunggakan saldo piutang pajak bumi dan bangunan perkotaan dan perdesaan (PBB-P2).(ARB)

Warung-warung Kopi di Gresik Siarkan Pelantikan Presiden Jokowi-JK

Gresiknews1,Gresik - Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo - Jusuf Kalla juga diikuti oleh para penikmat kopi di warung kopi pinggir jalan. Sambil nyeruput kopi, mereka mengikuti jalannya sidang paripurna pelantikan.

Dari pengamatan detikcom di sebuah warung di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik, Senin (20/10/2014), sebenarnya mereka tak menyimak penuh jalannya sidang paripurna pelantikan. Mereka hanya sesekali melihat layar TV sambil diselingi main catur, nyeruput kopi, ataupun ngobrol dengan sesamanya.

Tetapi celotehan sempat terdengar saat mereka melihat momen-momen tertentu dalam pelantikan. "Punya presiden baru juga Indonesia," ujar Bagus setelah Jokowi diambil sumpah.

Mereka juga mengomentari Jokowi yang bersanding dengan SBY. "Dua presiden yang berbeda, yang satu gemuk yang satu kurus," ujar salah satu pengunjung.

Pemilik warung, Musoli, sengaja menyetel TV nya pada channel yang menayangkan acara pelantikan. Biasanya ia menyetel channel yang menyiarkan program sepak bola. Meski ada pengunjung yang meminta disetelkan program sepak bola, namun ia bergeming dan tak menurutinya.

"TV saya ini kan TV kabel, jadi selalu ada siaran bola. Mereka minta itu, tapi tak saya turuti. Kapan lagi ada acara pelantikan seperti ini," ujar Musoli.(Tim)

Demo Buruh FSPBI Gresik Menutup Jalan

Gresiknews1,Gresik - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Perjuangan Buruh Independen (FSPBI) Gresik berdemontrasi menutup jalan. Sambil menuntun sepeda motor, mereka memperjuangan aspirasi kenaikan UMK 2015 sebesar Rp 3,5 juta, dan penghapusan sistem tenaga kerja outsourcing, Senin (20/10/2014).

Dari pantauan di lapangan, sebelum menutup akses Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik. Massa buruh FSPBI Gresik menggelar aksi orasi di kantor Pemkab. Setelah puas berorasi mereka menutup separuh badan jalan. Sehingga, arus kendaraan yang melintas dari arah Lamongan menuju Gresik melalui Jalan Wahidin Sudirohusodo merambat.

Sebagian buruh yang berjalan juga membawa spanduk bertuliskan 'Hapus Oustsourcing, Buruh Jangan Diperas'. Aksi buruh FSPBI juga mendapat pengawalan anggota polisi.

Kapolsek Kebomas Kompol Isbari mengatakan, pihaknya terus mengawal pergerakan buruh. Kendati ada izinnya aksinya tidak boleh berlebihan.

"Kami peringatkan agar buruh tidak menutup akses jalan, sebab hal itu sudah melanggar aturan," pungkasnya.(Arz)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger