Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

GRESIK - Bupati Gresik Dr. Ir. Sambari Halim Radianto.,S.T., M.Si memiliki cara tersendiri untuk mengurangi kemiskinan dimasyarakat dengan cara turun langsung ke pedesaan.  Kegiatan tersebut dinamai 'Tilik Warga', yakni mendengar wadulan(keluhan) warganya secara langsung. Namun Bupati tidak sendirian, dirinya juga didampingi oleh wakilnya Dr. H. Moh. Qosim dalam kegiatan Tilik Warga tersebut.

 

Cara itu berbeda dengan yang dilakukan oleh Bupati atau walikota di Indonesia. Sebab, Bupati Sambari dan Wakilnya M. Qosim harus menginap semalam di desa yang dituju, dan kali ini berlokasi di desa Sawo, kecamatan Dukun, Gresik. Mereka memilih rumah warga yang dianggap kurang layak untuk tempat bermalam.

 

Sejumlah persoalan bisa diselesaikan saat tilik warga itu. Biasanya, begitu dicurhati warga, Bupati Sambari langsung menghubungi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan menugasi kepala dinas untuk memenuhi aspirasi masyarakat itu.

Misalnya saja disaat warga merasa kesulitan dalam mengurus surat-surat, keluhannya terhadap jaringan irigasi serta keluhan warganya terkait pelayanan kesehatan. "Selama masih bisa diatasi karena tidak terlalu berat, langsung kami turuti saat itu," kata Bupati Sambari, Kamis (25-08-2016).

 

Namun, lanjut Bupati, kalau membutuhkan anggaran besar, keinginan masyarakat akan dimasukkan ke program prioritas selanjutnya.

Seperti halnya yang dikeluhkan oleh Siti Rohmah (55) warga desa setempat, dirinyawadul kepada Bupati Sambari karena adanya kabel bodong (terkelupas) yang ada di atas masjid dan dinilai membahayakan.

 

Mendengar keluhan itu, Bupati Sambari langsung sigap memerintahkan Camat Dukun Suprapto untuk segera berkoordinasi dengan PLN Sidayu agar segera mengatasi permasalahan kabel terkelupas tersebut. "Segera lakukan koordinasi dengan PLN Sidayu untuk segera ditangani,"  ujar Bupati Sambari.

 

Berbeda dengan Asnan (50), dirinya menginginkan agar pemerintah melalui dinas terkait melakukan penambahan jaringan irigasi. "Saat ini hanya 600 meter, kami ingin ditambah 600 meter lagi agar pengairan dapat berjalan maksimal," pinta Asnan.

 

Terkait hal itu, Bupati Sambari melalui Kepala Dinas Pertanian Ir. Agus Djoko Walujo menjelaskan bahwa permintaan Asnan tersebut tidak serta merta dapat terpenuhi. Kendati demikian, Ir. Agus Djoko Walujo tetap menampung aspirasi Asnan tersebut. "Sementara kami tamping dulu, dan akan kami bicarakan lebih lanjut, semoga dapat terealisasi kedalam program prioritas selanjutnya," ujar Ir. Agus.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim sangat mengapresiasi desa Sawo yang berhasil menerima penghargaan sebagai juara II pasar desa tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2016. "Selamat atas penghargaan yang diraih desa Sawo, semoga menjadi semangat dan motivasi untuk semakin meningkatkan prestasi," kata M. Qosim.

 

Orang nomer dua di Gresik itu juga mengatakan bahwa keberhasilan membangun insfrastruktur di desa, merupakan kerjasama semua pihak dan tak terlepas dari peran serta masyarakat desa, terutama masyarakat desa Sawo.

 

Asz/team/d2g

GRESIK - Kader posyandu sebagai garda depan dalam memberikan keselamatan saat ibu melahirkan atau bayi yang dilahirkan, begitu penting peran posyandu sebagai penyelamat, maka TP PKK kab Gresik menggelar pembinaan kader posyandu, yang diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari kader posyandu kecamatan dan kader psoyandu Desa/kelurahan bertempat di gedung Putri Mijil, kamis (25-08-2016).

                                

Peran kader posyandu sangat penting dalam memberikan keselamatan ibu hamil dan melahirkan, sekaligus menurunkan angka kematian  bayi lahir dan menurunkan angka kematian ibu melahirkan, maka di butuhkan kader-kader yang hebat dan pilihan, anda semua merupakan kader-kader posyandu pilihan, dengan tugas yang sangat berat , namun tantangan ini harus dijalankan dan dilaksanakan, demikian disampikan ketua TP PKK Kab Gresik Hj. Maria Ulfa sambari Hr, saat membuka pembinaan kader posyandu dan praktek MP-ASI di Gedung Putri Mijil.

 

Kehadiran kader posyandu sangat di butuhkan masyarakat, karena merekalah garda terdepan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karea kader psoyandu merupakan garda terdepan, maka hendaknya para kader harus bisa sebagai motivator, menjalin komubnikasi inten terhadap instansi terkait seperti Puskesmas dan bidan desa, serta tokoh masyarakat, memang tugas kader posyandu itu berat namun jika di lakukan dengan iklas dan sabar, kami yakin semuannya akan berjalan dengan baik.

 

Kader posyandu harus bisa menjembatani antara bidan desa dengan masyarakat, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat bisa terlayani dengan baik. Masih banyak masyarakat kurang informasi tentang kesehatan khussunya ibu hamil, semoga dengan pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan kader agar dapat melakukan kegiatan pergerakan dalam pemberdayaan masyarakat. Tegas ketua TP PKK.

Kegiatan pembinaan Kader Posyandu berlangsung selama sehari dengan menghadirkan nara simber dari Pokja IV Provinsi Jatim dr. Gigi Fitria.

 

Asz/team/d2g

GRESIK - Meski sudah ada 129 desa yang lunas PBB seratus persen. Serta realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan tahun 2016 yang dipungut Pemkab Gresik sampai hari ini sudah melebihi dibanding tahun 2015 lalu. Tetapi Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyatakan masih belum optimal. Sambari ingin ada bulan pelunasan lanjutan dengan memberi hadiah kepada Camat yang desanya lunas PBB terbanyak.

 

Hal ini menurut Bupati,  karena masih ada 227 Desa yang belum lunas seratus persen"Kalau mungkin dan tidak melanggar aturan, kami ingin ada dua kali lagi pelunasan yaitu pada semester ke dua triwulan III dan IV. Agar lebih banyak desa lagi yang lunas PBB" katanya saat memberi sambutan kepada para Kepala Desa, Camat serta para undangan yang hadir pada acara bulan panutan pelunasan PBB tahun 2016 yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja Rabu (24-08-2016).

 

Dari 129 desa yang lunas Pajak Bumi Bangunan Tahun 2016 terkumpul dana sebesar Rp. 45,6 milliar atau 55,61% dari target seluruhnya sebesar Rp. 82 milliar. Jumlah ini lebih besar dari penerimaan pada saat yang sama tahun 2015 yang hanya Rp. 37,75 milliar atau 50,53% dari target tahun lalu yang hanya Rp. 75 milliar.


Sambari juga menyatakan bangga kepada Desa Randuagung Kebomas meski belum lunas tapi mencapai perolehan tertinggi dalam pembayaran PBB tahun 2016 yakni sebesar Rp. 239 juta. 'Alangkah baiknya bila Desa tersebut bisa lunas seratus persen" ujarnya memotivasi.

 

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim yang juga ikut memberikan sambutan menyatakan bangga dengan kinerja seluruh perangkat daerah Pejabat pemkab Gresik dan masyarakat. "Atas kinerja saudara, Kita diapresiasi oleh Pemerintah pusat dan banyak menerima penghargaan.


Baru saja kita Pak Sambari dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inivatif 2016. Juga Ketua PKK, Ibu Maria Ulfa Sambari menerima penghargaan UKS tingkat Nasional" ujar Qosim.

 

Tentang Desa yang lunas PBB, kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Yetty Sri Suparyati merinci ada beberapa Kecamatan yang mempunyai desa lunas PBB terbanyak. Kecamatan Benjeng, 21 desanya lunas PBB dengan penerimaan Rp. 981 juta.


Kecamatan Dukun 18 desa lunas PBB penerimaan 517 juta. Kecamatan Sangkapura (Bawean) 17 desa lunas PBB penerimaan Rp. 438 juta. Kecamatan Balongpanggang 16 desa penerimaan Rp. 361 juta. Kecamatan Tambak (Bawean) 13 desa penerimaan Rp. 247 juta dan Kecamatan Sidayu 11 desa penerimaan 127 juta.

 

Yatty juga mengatakan bahwa sudah 5 tahun pengalihan pembayaran PBB yang dulunya di laksanakan oleh Pemerintah pusat melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP). "Dalam waktu lima tahun ini kami pada setiap tahun selalu meningkatkan kwalitas. Semoga kedepan semakin baik" paparnya.

 

Kepala KPP Gresik Utara, Ismail yang ikut hadir pada bulan panutan PBB tersebut menyatakan bangga atas yang dicapai Pemkab Gresik dalam hal pemungutan PBB.


Dia mengatakan pemberian hadiah kepada pembayar PBB salah satu cara efektif untuk peningkatan realisasi PBB. "kami yakin kedepan upaya ini dapat memberikan peningkatan dalam perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD)" katanya. 

 

Asz/team/d2g

GRESIK - Prestasi yang pernah di raih Baznas Kab Gresik di tingkat Nasional ternyata menjadi perhatian Baznas Kab Boyolali Jawa Tengah, hari ini rabu (24-08-2016) rombongan Baznas Kab Boyolali mengadakan kunjungan ke Kantor Baznas Gresik, mereka di terima langsung  ketua umum Baznas Gresik Dr. Moh Qosim bersama pengurus.

 

Rombongan yang di ketuai oleh KH habib Mastur ini bertujuan untuk belajar lebih banyak tentang cara dan memotivasi pengumpulan zis Baznas di Gresik yang telah berhasil mencaai perolehan dana sebesar Rp. 3,9 milliar lebih.

 

Keberhasilan Baznas Gresik yang telah mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 3,9 ,illiar lebih  dan  telah memperoleh prestasi di tingkat nasional serta inovasi, membuat kami harus lebih belajar banyak di sini, di Kab Boyolali dana yang terkumpul hanya sekitar Rp 1 milliar itupun 10 tahun yang lalu hingga saat ini besarannya sama, jadi selama ini kami tidak bisa banyak berbuat untuk meningkatkan pendapatan Basnaz, semoga dengan menimba Ilmu di Gresik, baznas boyolali labih banyak berkiprah, banyak ilmu yang telah kami dapatkan di sini, termasuk inovasi yang di kembangkan baznas Gresik.

 

Ketua umum Baznas Gresik Dr. H. Moh qosim menjelaskan bahwa Baznas Gresik telah banyak berkiprah, baik pengumpulan maupun penyaluran dana, pengumpulan yang di lakukan yaitu dengan mengeluarkan SE Bupati tentang gerakan infaq bulanan, SE Bupati tentang zakat profesi dan pemberian reward (zakat award), dan yang baru yaitu telah diterbitkannya Muzaki Card Plus.

 

Semua ini berjalan dengan baik, hal ini tak lepas dari keharmoniasan hubungan antara Baznas dengan pemkab Gresik yang bekerja dengan nuansa ibadah, demikian juga BUMD  ikut berkontribusi meningkatkan pengumpulan dana, sehingga baznas mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 3,9 milliar lebih. program-program Baznas yang menyentuh kemanusiaan yaitu Gresik cerdas, Gresik sehat, gresik taqwa, Gresik peduli dan Gresik berdaya. Yang penting kunci keberhasilan terletak pada kekompakan antara Baznas dan Pemkab yang dalam melaksanakan tugasnya dengan nuansa ibadah dan berlomba dalam kebaikan.

 

Asz/team/d2g