Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

Gresik - Mengandalkan pelayanan pembuatan surat yang hanya 30 detik, Desa Nelayan yakni Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik siap berlaga untuk merebut desa terbaik Jawa Timur tahun 2016. Kali ini Desa Pangkahkulon akan berkompetisi dari 3 nominator desa yang lain masing-masing dari Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Bondowoso.

Kecepatan dalam melayani masyarakat dalam pembuatan surat, menjadi andalan utama desa yang berada sekitar 35 km ke Utara dari pusat kita Gresik ini. Tekat melayani masyarakat dengan cepat ini disampaikan oleh Kades Pangkahkulon Achmad Fauron saat merepresentasikan pelaksanaan pelayanan masyarakat di desanya, Senin (2/5/2016).

Bertempat di Ruang rapat Puteri Cempo, Kantor Bupati Gresik Achmad Fauron yang hadir bersama beberapa tokoh masyarakat desa setempat berusaha meyakinkan anggota tim Juri Lomba Desa yang diketuai oleh Suryaman dari Bapemas Propinsi Jawa Timur.

"Seluruh aparat bidang pelayanan sudah menguasai TI. Hanya memasukkan nomer Induk Kependudukan dan mengetik tujuan dan keperluan, maka dokumen surat sudah selesai", katanya.

Pembuatan kecepatan ini untuk semua pembuatan surat-surat administrasi. "Kecuali surat tanah kami harus memeriksa dan memverifikasi dengan teliti. Kami tidak bisa sembrono untuk pemngurusan dokumen tentang tanah. Silahkan bapak datang ke Kantor Desa kami dan silahkan hitung waktunya" tantang Acmad Fauran dihadapan sejumlah anggota Dewan Juri.

Tentu saja yang disampaikan kades Pangkahkulon ini hanya salah satu keunggulan yang ada di desanya. Menurut Kepala Bapemas Kabupaten Gresik Agus Budiono, sesuai Permendagri Nomer 81 tahun 2015, ada 3 bidang yang menjadi fokus penilaian pada lomba desa tahun 2016 kali ini. Yaitu, bidang Pemerintahan, bidang Kewilayahan dan bidang Kemasyarakatan.

"Kami bersama pemangku kepentingan yang lain harus mendampingi Desa Pangkahkulon untuk terus memperbaiki disemua lini. Agar nantinya Desa Pangkah kulon ini bisa merebut juara 1 tingkat Propinsi dan bisa mewakili Jawa Timur untuk berlaga di tingkat Nasional" ungkapnya.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto yang hadir menerima Tim Juri asal Propinsi Jawa Timur berharap agar Desa Pangkahkulon yang mewakil Kabupaten Gresik dalam lomba Desa tahun 2016 ini bisa meraih yang terbaik. "Saya bangga karena Desa Nelayan yang ada di Wilayah pinggiran bisamenjadi Desa terbaik di Kabupaten Gresik. Atas prestasi ini Desa Pangkahkulon bisa mewakil Kabupaten Gresik sebagai kontestan dan saat ini sudah menjadi  Nominasi juara Desa terbaik jawa Timur" katanya bangga.

Menurut Sambari, ini salah satu program Bupati Gresik dalam memajukan Desa. "Tentu masih banyak program lain untuk memajukan desa yaitu, Tilik Desa, Sambungrasa dan the Sunan Giri award "kata Sambari merinci. "Dalam semua program desa tersebut kami selalu berinteraksi dengan masyarakat desa mulai dari beraudiensi langsung sampai menginap di rumah masyarakat setempat. Tak jarang beberapa kebijakan langsung saya keluarkan disana untuk memenuhi keinginan masyarakat desa" urai Sambari panjang lebar. sdm/arifin sz/team

Akhirnya perjuangan kafilah dari kecamatan Bungah dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVII se-Kabupaten Gresik tahun 2016 tersebut membuahkan hasil. Mereka berhasil menyabet juara umum karena telah menyingkirkan 17 kontingen dari 17 kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Penyelenggaraan MTQ sejak tanggal 27-29 April 2016 tersebut, secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim, Jumat (29/04) pukul 22.00 WIB, di halaman pondok pesantren Al Ibrahimi Kecamatan Manyar Gresik yang sekaligus sebagai tempat penyelenggaraan MTQ XXVII tahun 2016.

Dalam kesempatan itu, Wabup Qosim menyerahkan piala bergilir kepada Camat Bungah Roeddy Poerwanto dan berpesan agar semakin meningkatkan prestasinya.

"Kepada kontingen yang berhasil menjadi yang terbaik, saya ucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai. Jangan mudah berpuas diri, jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasinya pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur di Pasuruan mendatang. Kita bertekad mempertahankan juara umum pada MTQ ke 26 yang berlangsung di Banyuwangi lalu," ujar Wabup Qosim.

Dirinya juga menjelaskan bahwa terselenggaranya MTQ tersebut bertujuan memahami makna yang terkandung dalam Al Quran. Dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman untuk menata kehidupan dan menjalankan aktivitas di masyarakat.

"Dengan kemajuan teknologi saat ini, saya berharap dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin, jangan sampai kita terbius dengan kemajuan teknologi, maka dari itu tetap jadikan Al Quran sebagai pedoman berkehidupan. Agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran dapat membimbing kita di era yang modern seperti saat ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gresik Haris Hasanudin mengungkapkan apresiasinya atas kesuksesan pelaksanaan MTQ ke XXVII di Kabupaten Gresik.

"Kita ucapkan selamat kepada panitia, LPTQ dan pemerintah Kabupaten Gresik yang sukses menyelenggarakan MTQ ini. Semoga MTQ yang akan datang dapat dilaksanakan lebih sukses dan meriah," tukasnya.

Dikatakan Camat Bungah Drs. Roeddy Poerwanto kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono bahwa pihaknya bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih kafilahnya. Dan berharap nantinya dapat mempertahankan prestasinya saat ini.

Lebih lanjut, selain pengumuman juara umum, Kabag Humas Suyono juga mengatakan bahwa terdapat 5 (lima) kecamatan terbaik dalam pelaksanaan MTQ kali ini, yakni kecamatan Bungah, Manyar, Ujungpangkah, Sidayu dan kecamatan Dukun. ia/arifin sz/team

Gresik - Ketua Pansus II Arbani beserta 9 anggota DPRD komisi D Kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Gresik, Kamis (28/04).

Kunjungan mereka langsung diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di ruang Dewi Sekardadu Pemkab Gresik.

Menurut Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, kunjungan kerja dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan perumusan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) terkait pengelolaan dana desa.

"Tepatnya untuk persiapan dalam merumuskan Raperda kabupaten Kotabaru untuk tatacara pengelolaan dana desa," kata Kabag Humas Suyono.

Terkait kunjungannya itu, Ketua Pansus II sekaligus ketua rombongan Arbani menuturkan bahwa kabupaten Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa.

"Kami pilih Gresik, karena Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa, oleh sebab itu kami memilih kabupaten Gresik untuk diajak sharing terkait hal tersebut," pungkasnya.

Sementara itu menurut Sekretariat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Sunaryo, terkait pengelolaan dana desa mengatakan bahwa, saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 3 (tiga) SKPD yang menangani pengelolaan dana desa, yakni terkait ADD (Alokasi Dana Desa) ditangani Bagian Pemerintahan, terkait APBN untuk dana desa ditangani oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta untuk untuk pajak dan retribusi di desa ditangani oleh DPPKAD.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi menjelaskan bahwa, saat ini Meteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Kementerian Keuangan RI menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49/PMK.07/2016 pada tanggal 29 Maret 2016 tentang tatacara pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana desa.

"Peraturan tersebut terbit hanya 2 hari dari bulan April 2016, dimana hal ini mungkin akan mengubah banyak sekali dan meundurkan pencairan Dana Desa 2016. Dan bisa jadi akan mengubah besaran APBDes yang diajukan dari desa," pungkasnya. ia/arifin sz/team

Gresik - Kredit atau pinjaman kepada nasabah bukanlah tanpa risiko. Bagi debitur atau bank, baik yang berskala lokal maupun nasional, kredit macet merupakan momok, Kamis (28/4/2016).

Seperti yang dialami Dokter Gigi Erna Nurwijayati dan rekannya Aminul Huda, mau tidak mau dipaksa keluar oleh tim eksekusi dari Pengadilan Negeri Gresik untuk mengosongkan rumah prakte sepesialis Gigi sekaligus tempat tinggalnya selama ini. Di perumahan Bukit Randuagung Indah Regency Blok FF nomor 03, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas Gresik.

Pasalnya, lahan dan bangunan rumah permanen seluas 215 meter persegi, telah dilelang oleh PT. Bank Muamalat Indonesia cabang Surabaya dengan perantara KPKNL Surabaya dan telah menjadi hak milik orang lain pemenang lelang atas rumah tersebut.

Tim eksekusi dipimpin Juru Sita dari Pengadilan Negeri Gresik Agus, disertai pululan orang petugas keamanan dari Kepolisian Resor Gresik dan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja, serempak mendatangi rumah tersebut.

Dalam pertemuan singkat di dalam rumah itu, tim eksekusi memberitahu dan menunjukkan berita acara kepada dr. Gigi tersebut, bahwa kedatangan mereka adalah mengosongkan rumah tersebut atas perintah undang-undang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Gresik.

Menyikapi itu, Hadi Sasmoyo selaku kuasa hukum dr. Gigi, meminta waktu dan kebijakan untuk tetap menjadi pemilik dan penghuni rumah tersebut. Namun, permohonan itu tidak dipenuhi tim eksekutor, dan tim tersebut tidak lama kemudian masuk rumah dan mengngosongkan seluruh isi rumah.

Disela kesibukan tim eksekutor, Hadi kepada wartawan menuturkan, mereka meminjam uang kurang lebih Rp 800 juta kepada Bank Muamalat Indonesia dengan jaminan tanah dan rumah tersebut. Namun, karena tersandung kesulitan uang dan hingga jatuh tempo tidak bisa lagi membayar cicilan utang tersebut, akhirnya tanah dan rumah itu disita oleh bank, hingga akhirnya tanah dan bangunan rumah itu pun dilelang pihak bank.

"Kita sama sama orang hukum menghormati proses hukum ini, saya akan bertindak menggugat keputusan PN Gresik nomor 05/EKS.LELANG/2016/PN.GS pada tanggal 1 Februari 2016 ke PTUN Surabaya," pungkasnya. arifin sz/team