Headlines News :





close



Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Tekor Rp 8 Juta, Anggota DPRD Gresik Berang Mobdin Rusak

Gresiknews1,Gresik - Anggota DPRD Gresik periode 2014-2019 berang karena mobil dinas (mobdin) untuk operasional sehari-hari ditengarahi banyak yang rusak. 

Ironisnya, mobdin yang pernah dipakai oleh anggota dewan lama ada yang mengalami turun mesin, dan ganti aki serta hampir seluruh mobdin AC-nya mengalami kerusakan. "Apa-apaan ini, baru memakai satu bulan saya harus mengeluarkan uang Rp 8 juta untuk perbaikan mobdin," kata Ketua F-Gerindra DPRD Gresik Abdullah Syafi'I, Rabu (1/10/2014).

Mobdin yang dipakai anggota dewan yang terpilih kerusakannya cukup kompleks. Sehingga, mereka menanyakan kinerja Perlengkapan Pemkab Gresik. Padahal, ada perawatan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar. "Kerusakannya cukup parah, sampai saya harus merogoh kocek Rp 8 juta untuk total perbaikan. Bahkan, yang paling parah kampas rem habis sama sekali hingga mobdin itu harus diderek," tuturnya.

Terkait kondisi ini menurut Syafi'I, pihaknya benar-benar kecewa dengan kinerja dari Pemkab Gresik. Sebab, kalau seperti ini siapa yang disalahkan.
"Kalau ada anggaran perawatan terus dikemanakan pencairannya. Kami patut mencurigai kinerja pemkab bagian perlengkapan," paparnya.

Untuk itu lanjut dia, kalau memang aturannya pinjam pakai. Seharusnya mobdin pada saat dikembalikan kondisinya harus baik dan dilakukan pengecekan terlebih dulu. "Masak mobdin yang dipakai sekarang ini, mesinnya tidak bisa dihidupkan. Sampai-sampai ada temannya terpaksa mendorong dulu sebelum mesin dihidupkan," pungkasnya.(Arz)

Polres Gresik Bekuk Pemalsu SIM

Gresiknews1,GRESIK - Jaringan pamalsuan Surat Izin Mengemudi, Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asal Kabupaten Nganjuk, mengaku hanya untuk menolang teman dan warga yang membutuhkan.

"Ingin bantu teman. Dipakai untuk kerja. Solidaritas teman saja," kata Gunawan (33), warga Dusun Cangkrim, Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, selaku sebagai pembuat.

Menurut pengakuan Gunawan, upah yang diterima hanya sedikit. "SIM C hanya Rp 100.000, SIM A, Rp 150.000, KK, Rp 50.000, dan KTP, Rp 15.000," katanya.

Sedangkan, dari pengakuan Sugianto (35), warga Jl Manggis, Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang mengaku belum pernah mengurus SIM B-II untuk menjadi sopir.

"Karena saya ditawari teman," kata Sugianto yang enggan membuka berapa membayar ongkos jasa pembuatan SIM.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan, untuk membuktikan SIM yang dibuat oleh komplotan pihak Polres Gresik sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Kabupaten Nganjuk untuk memastikan keaslian SIM.

"Kita sudah koordinasikan dengan jajaran Polres lain hasilnya nomor egisternya tidak ada," kata Ayub.

Diketahui, jajaran pemalsuan SIM ini terbongkar Polres Gresik saat operasi kelengkapan kendaraan di Jl Raya Bungah.(Arz)

Pengadilan Agama Catat 244 Pasangan Suami Istri Cerai Tiap Hari


Gresiknews1,SURABAYA - Masih terlihat jelas kegembiraan ibu-ibu penggerak PKK Jatim pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 14 Juni 2014, dua setengah bulan lalu.

Mereka begitu bersuka cita lantaran mendapat kebahagiaan ganda. Kebahagiaan pertama karena Jatim dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan nasional Harganas.

Kebahagiaan lebih besar lagi muncul karena Jatim dinobatkan sebagai juara umum dan mendapatkan piala dari Presiden RI.

Piala itu menjadi lambang prestasi ibu-ibu PKK Jatim dalam membina keluarga.

Terutama dalam hal keluarga berencana (KB) dan menurunkan resiko kematian ibu melahirkan.

Prestasi itu sekaligus menempatkan Jatim sebagai juara umum untuk yang kedua kalinya berturut-turut.

Tapi di balik prestasi moncer itu ternyata ada selulit besar dalam kehidupan rumah tangga di Jatim.

Selulit yang tidak terlihat di Harganas itu bernama; angka perceraian yang cukup tinggi di Jatim.

Sebuah kondisi yang menunjukkan tingginya ketidakharmonisan keluarga di Jatim.

Data di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jatim menunjukkan, angka persentase perceraian di Jatim tidak pernah turun dari tahun ke tahun.

Tahun 2014 ini misalnya, hingga bulan Agustus saja, sudah 57.845 kasus perceraian masuk Pengadilan Agama di 38 kota/kabupaten. Itu berarti setiap hari ada 241 pasangan suami istri (pasutri) di Jatim yang bercerai.

Angka tidak jauh dari tahun sebelumnya. Di tahun 2013, Jatim mencatat rekor angka perceraian terbesar nasional.

Sebanyak 89.376 keluarga yang broken home. Itu berarti ada 178.752 orang dalam setahun berubah status menjadi duda atau janda.

Angka perceraian dua tahun terakhir melonjak tajam dibanding tahun 2010, yang berada di kisaran angka 69.000.

Syaifudin Latief, Wakil Panitera Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya mengungkapkan, dua faktor utama yang menjadi penyebab perceraian di Jawa TImur adalah perselingkuhan atau adanya orang ketiga, serta masalah ekonomi.

“Kalau di kota besar seperti Malang dan Surabaya, perceraian lebih banyak disebabkan karena hadirnya orang ketiga. Sedangkan kalau di desa, paling banyak disebabkan karena masalah ekonomi. Suami-suami tidak lagi bisa menafkahi istri dan keluarganya,” kata Syaifudin, Jumat (26/9/2014).(Tim)

Anggota DPR Dapat Uang Muka Pembelian Innova Usai Dilantik

Gresiknews1,JAKARTA - Anggota DPR periode 2014-2019 yang akan dilantik dipastikan akan mendapatkan bantuan uang muka untuk membeli kendaraan roda empat. Hal itu diungkapkan Sekjen DPR Winantuningtyastiti, Selasa (30/9/2014).

"Mobil dinas bantuan uang muka pembelian Toyota Innova," kata Winan.

Ia mengatakan periode sebelumnya juga berlaku aturan yang sama dimana kendaraan anggota dewan yakni Innova.

"Kan ada uang mukanya berapa persen, itu saja yang dibantu. Bantuan Toyota Innova itu lepas, bantuan uang muka innova, harus dibelikan untuk beli mobil standarnya Innova," katanya.

Selain itu, Winan menuturkan cinderamata pada proses pelantikan anggota DPR hanyalah buku serta daftar inventarisasi. Sementara untuk rumah dinas, kesekjenan memutuskan anggota DPR lama untuk mengosongkan rumah dengan jangka waktu dua bulan. Sebab, anggota dewan masih mengurus kegiatan sehari-hari.

Sedangkan untuk gaji pokok anggota dewan senilai Rp4,2 juta dengan fasilitas yang sama. Keseluruhan pendapatan anggota dewan ditambah dengan tunjangan mencapai Rp60juta perbulan.

Saat ini, kesekjenan sedang mengatur ruang kerja para fraksi disesuaikan dengan jumlah kursi di lantai 1 sampai 23 Gedung Nusantara I.

"Kita sedang tata, paling krusial adalah ruang kerja, yang engga terpilih dikasih waktu seminggu, saya seminggu, sementara itu selama belum siap, anggota per fraksi ada ruangan rapat yang dibagi, itu juga sesuai dengan jumlah suara," ungkapnya.(Evan)

KEMBALI TINJAU PROYEK, TEMUKAN BANYAK KEKURANGAN


Gresiknews1,Gresik - Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto kembali meninjau beberapa proyek pembangunan yang tengah berlangsung, Senin (29/9).

Setidaknya ada 3 proyek yang pada sidak kali ini diikuti oleh Sekda Ir Nadjib, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bambang Isianto. Ada 3 proyek yang disidak yaitu Proyek pembangunan Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) tahap II, proyek pembangunan saluran air yaitu pemasangan box culvert di Jalan Pahlawan dan pembangunan Stadion Bukit lengis .

Beberapa temuan yang mendapat perhatian Bupati yaitu tentang pelaksanaan proyek yang tidak sesuai jadwal. “Ini sudah tertinggal jauh dari jadwal rencana yang dibuat” ujar Bupati kepada pengawas proyek pembangunan WEP tahap II. Selain itu kata Bupati, pemasangan besi beton masih kurang sesuai.”Mestinya pemasangan bechel ini akan lebih kuat bila tali bendratnya dipasang semua” kata Sambari.

Melihat kenyataan ini, Bupati meminta kepastian kepada pihak proyek agar mempercepat pekerjaannya sesuai jadwal rencana. “Nanti kalau keburu hujan pekerjaannya akan makin molor dan proyeknya tidak akan selesai sesuai kontraknya” papar Sambari was-was. Menanggapi permintaan Bupati. pihak proyek menyatakan akan melakukan percepatan. Kesanggupan tersebut ditandai dengan pembubuhan tanda tangan pada gambar bagan proyek dengan menuliskan kalimat, proyek akan berjalan sesuai jadwal pada Akhir Oktober 2014.

Selain WEP II, Bupati juga meninjau pemasangan box culvert di Jalan Pahlawan. Pada proyek pembangunan saluran air ini Bupati melihat adanya kesalahan pemasangan box cilvert. “Ini pemasangannya salah, mestinya tidak mengikuti level jalan. Kalau pemasangannya benar tidak akan ada genangan air” ungkap Bupati. Menanggapi penilaian Bupati pihak proyek beralasan pemasangannya terkendala dengan adanya pipa PDAM.

Menaggapi alasan pihak proyek, Bupati menyatakan agar segera memperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, bupati mengancam tidak akan membayar sesuai prosedur. ” Tolong kepada pihak proyek untuk ketemu saya di Kantor untuk membicarakan lagi proyek ini” ujar Bupati yang disaksikan oleh Sekda Gresik dan Kepala Dinas PU Gresik. “Hal ini sebagai tanggung jawab saya kepada semua masyarakat Gresik” tambah Bupati.

Pada akhir peninjauan, Bupati mengunjungi proyek Pembangunan Stadion Bukit Lengis. Ternyata proyek yang merupakan program mercusuar Bupati Gresik ini banyak mengalami percepatan dalam proses penyelesaian. Terbukti disini Bupati tak banyak berkomentar. Sambil membuka-buka gambar Bupati melihat hasil proyek pada pekerjaan sebulan terakhir. Sangat terlihat kesibukan yang amat sangat dalam pekerjaan stadion terbesar di Gresik ini. (Tim)

FINALIS CAK YUK GRESIK 2014 AUDIENSI DENGAN BUPATI

Gresiknews1,Gresik - Sebelum memasuki babak grand final Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto, sedikit memberikan ujian pemanasan kepada para finalis Cak Yuk Gresik 2014, Selasa (30/9).

Bertempat di ruang rapat Graita Eka Praja, sepuluh pasang finalis cak yuk Gresik 2014 menjajal kemampuan untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan Bupati Gresik. Beberapa pertanyaan terkait tentang Gresik mulai dari sejarah, budaya, wisata, industri bahkan sampai pada kebijakan dilontarkan Bupati kepada para Finalis.

Sebelum mengajukan pertanyaan Bupati mengatakan, kesempatan ini sebagai sarana warming up saja sebelum memasuki babak final. “semoga pada babak final nanti, saya bisa hadir dan memberikan satu dua pertanyaan pada para finalis” katanya. “Yang penting anda tenang, pahami dulu pertanyaannya lalu jawablah dengan tenang dan santai. Usahakan untuk bisa menjawab dengan sebaik-baiknya meski anda tahu bahwa jawaban anda kurang yakin” kata Bupati memberikan trik.

Sebelum memberikan jawaban, para finalis memperkenalkan namanya. Berbekal data peserta yang diberikan panitia, Bupati menanyakan satu persatu. Tak hanya lontaran pertanyaan, Bupati juga mencoba peserta untuk mendemokan kebolehannya sesuai data yang ditulis. Amanda misalnya yang menulis hoby menyanyi, Bupati meminta Amanda untuk menyanyi. Hal yang sama juga disampaikan kepada peserta yang bernama Camilla.

Sedangkan Diesta Riesty yang suka menari juga ditanya tentang jenis tarian. “Tari apa yang biasa dimainkan untuk menyambut tamu sebagai tarian selamat datang ?” Tanya Bupati. “Kemudian Diesta Risty menjawab tari gambyong. Maunya Diesta akan memperagakan sekelumit gerakan tari gambyong, tapi Bupati mencegah karena suasana dan tempat yang tidak memungkinkan. Beberapa Finalis lain juga tak kalah serunya, mereka ada yang memperagakan seorang penyiar radio dan tv.

Menanggapi hasil audiensi Cak Yuk 2014 kali ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Siswadi Aprilianto melalui kabag Humas mengatakan, penentuan finalis kali ini memang lebih sulit dari tahun kemarin.”Kami hanya memilih 10 (sepuluh) pasang finalis yaitu lebih sedikit dari tahun kemarin yang 15 (lima belas) pasang” katanya.

Seleksi tahun ini berlangsung dalam beberapa tahapan dan berlangsung ketat. Diawali pada roadshow, pendaftaran, tehnical meeting, tes tulis dan wawancara, presentasi, talent show dan audiensi dengan Bupati. Dari awal terdaftar sebanyak110 peserta dan tersaring sampai 20 peserta atau 10 pasangan cak dan yuk. Selanjutnya, para finalis ini akan menjalankan karantina sebelum pelaksanaan babak grand final pada 18 Oktober 2014 di SOR Tridarma. (Tim)

Giliran Staf Setwan Gresik Diperiksa Kejari

Gresiknews1,GRESIK - Kunto Purnomo, bagian umum Sekretariat DPRD Gresik diperiksa Kejari Gresik terkait dugaan lenyapnya uang Rp 8 miliar milik Koperasi Karya Dharma (KKD) Pegawai Negeri Sipil Pemkab Gresik, Selasa (30/9/2014).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gresik Wahyudinono mengatakan, Kunto dimintai keterangan sebagai saksi terkait uang koperasi PNS Gresik yang diduga hilang karena laporan keuangan tidak jelas. 

"Kunto datang tanpa membawa berkas data. Dia (Kunto) mengaku tidak tahu, karena jabatannya waktu itu sebagai sekretaris, yang tahu keuangan koperasi ya bendahara," katanya di ruang Kasi Pisus.

Kunto hanya diperiksa beberapa jam sehingga wartawan tidak mengetahui adanya pemeriksaan tersebut.

Sebelumnya, Senin (29/9/2014), Menik Sri Rahayu, pengurus koperasi lainnya, kini menjabat Seksi Perkawinan, Perceraian dan Pengesahan Anak Dispendukcapil Kabupaten Gresik diperiksa tim penyidik Kejari Gresik.

Selain itu diperiksa pula Sentot Supriyohadi, mantan Bendahara KKD, saat ini menjabat Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) dan Bambang Sugati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

Namun dari sejumlah pemeriksaaan tersebut hingga kini Kejari Gresik belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. "Kita masih mencari unsur kerugian negara," ujar Wahyudiono singkat.

Diketahui, dugaan hilangnya Rp 8 miliar uang KKD terjadi sejak September 2012. Seorang angggota koperasi Langu Pandingara sekarang menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemkab Gresik mempertanyakan kelangsungan koperasi yang berdiri sekitar tahun 90-an ini. 

Dari ketidakjelasan laporan keuangan oleh pengurus KKD ini lantas dilaporkan ke Polda Jatim, Kejati Jawa Timur, dan Kejari Gresik pada 2012.

Namun kasus ini tiba-tiba berhenti dan kini Kejari membuka lagi kasus KKD yang beranggotakan 600 pegawai negeri sipil Kabupaten Gresik. 

Akibat laporan keuangan yang tidak jelas tersebut Rp 8 miliar uang anggota KKD diduga lenyap.(Tim)

Curi Helm, Babak Belur Dihajar Massa

Gresiknews1,Gresik - Ini peringatan bagi siapa saja yang melukan tindak pencurian. Kendati dianggap ringan, kasus pencurian helm membuat Zainuri (18), warga Jalan Ade Irma Nasution Gresik, babak belur dihajar massa karena kepergok.

Kronologis kasus ini berawal saat korban Suwandi (29), asal Tambakrejo, Bojonegoro memakir sepeda motornya di sebuah warung. Selanjutnya, setelah akan beristirahat. Korban menaruh helmnya diatas motor Yamaha Vixion nopol B 6411 FWX.

Belum lama beristirahat, korban keluar dan memergoki helmnya dicuri pelaku. Korban pun langsung teriak maling meminta pertolongan warga. Teriakan korban yang didengar warga langsung direspon mengejar pelaku.

Pelaku yang berboncengan mencoba melarikan diri. Namun, warga yang sudah mengkepung pelaku, sepeda motor pelaku ditabrak warga. Selanjutnya, pelaku dalam posisi dibonceng jatuh tersungkur. Melihat pelaku jatuh, warga spontan menghajar pelaku sampai babak belur.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ayub Diponegoro Azhar membenarkan adanya kejadian maling dihajar massa itu. "Kasusnya sementara masih kami kembangkan, karena ada satu pelaku yang masih kabur," katanya, Selasa (30/9/2014).

Diakui AKP Ayub, pelaku yang kabur sudah diketahui identitasnya dengan inisial R. "Anggota saya sudah memburu R mudah-mudahkan tidak lama menangkap pelaku yang kabur," pungkasnya. (Arz)

Timbulkan Bau Tak Sedap, Warga Demo Pabrik Penyulingan Oli Bekas


Gresiknews1,GRESIK - Waga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas unjuk rasa ke pabrik pengolahan oli bekas PT Primergy Solution (PS), Jl Kawasan Industri Gresik (KIG), Senin (29/9/2014).

Warga di antaranya anak-anak, meminta pabrik tersebut tutup, sebab bau tidak sedap selalu dihirup masyarakat sekitar perusahaan.

Dengan membentangkan postes dan pengeras suara menggunakan mobil pikap, warga langsung menduduki pintu gerbang PT PS. 

“Pokoknya pabrik pengolahan oli bekas ini harus ditutup. Tidak ada tawar menawar lagi, sudah banyak korban anak-anak harus menderita sakit sesak nafas karena menghirup udara tidak sedap dari pabrik ini,” kata Rubiati, selaku koordinator unjuk rasa.

Unjuk rasa ini terpaksa dilakukan karena warga telah puluhan tahun menahan baunya tidak sedap. 

“Kami sudah puluhan tahun hidup di sini, pabrik ini baru dibangun tapi baunya sudah meracuni masyarakat. Anak-anak kami banyak yang sakit karena menghirup udara tidak sedap dari pabrik penyulingan oli bekas,” imbuhnya.

Dalam orasi warga menyebutkan PT PS tidak mengantongi izin lengkap tapi nekat produksi penyulingan oli bekas. Pabrik penyulingan oli bekas ini juga pernah terbakar dua kali tapi terus saja produksi. 

“Pabrik ini sudah tidak berizin tapi nekat produksi. Dulu juga pernah terbakar dua kali. Tutup saja pabrik ini, polusinya meresahkan warga,” kata Titin warga sekitar.

Aksi warga berhenti karena perusahaan belum bisa memberikan penjelasan, tapi warga akan datang lagi pekan depan. 

“Senin depan kami akan datang lagi untuk menagih janji dan harus ditutup selamanya,” kata warga sambil meninggalkan pabrik.

Pihak menegemen PT PS menolak memberikan penjelasan terkait hasil mediasi dengan warga, termasuk saat ditanya soal perizianan. 

“Maaf manajemen tidak bisa memberikan penjelasan,” kata M Erwin, seorang Satpam PT PS.(Arz)

Ratusan Pekerja Outsourcing Datangi Kantor Disnakertrans Gresik

Gresiknews1,GRESIK – Ratusan pekerja outsourcing yang tergabung dalam Serikat Pekerja SPBI Kasbi mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gresik, Selasa (30/9/2014).

Mereka menuntut pembuatan laporan hasil pemeriksaan sejak tahun 2010 dan segera dikirimkan ke Kementerian Tenaga Kerja.

Tuntutan ini terkait keinginan pekerja outsourcing di PT Petrokimia Gresik, yang dipekerjakan di bagian inti, untuk dijadikan karyawan tanpa tes.

Perjuangan ini dilakukan sejak 2010 tapi hasil mediasi di Kantor Disnakertrans Gresik tidak dilaporkan ke Kementerian Tenaga Kerja.

"Kita tahunya kemarin ada rapat di Jakarta yang mengundang Direksi-direksi BUMN tapi Direksi Petrokimia Gresik tidak hadir karena tidak ada undangan. Setelah kami datangi ke Disnaker Gresik ternyata hasil pemeriksaan sejak 2010 tidak dilaporkan ke Kementerian Tenaga Kerja," kata Abdul Hakam, Ketua SPBI Kasbi Gresik, Selasa (3/9/2014).

Sampai saat ini ratusan pekerja masih menunggu hasil rapat internal Kadisnakertrans Gresik bersama staf-stafnya.(Arz)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger