Berita Terbaru

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Berita Populer

LAMONGAN - Proyek pembangunan pasar Paciran jadi bahan diskusi di grup-grup WA, sudah selesai pembangunanya, namun hingga kini belum di buka-buka, padahal para pedagang sudah banyak yang menantinya, ada apa dengan pasar Paciran Lamongan ini ?

Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur, Prof.Dr.Kyai.M.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky), Mendesak pemerintah agar transparan terhadap proyek pembangunan pasar paciran ini, sebab bila tidak, dikhawatirkan semakin hari semakin runyam dan jadi polemik berkepanjangan, lebih-lebih ini adalah tahun politik jangan sampai masyarakat paciran mau diadu domba oleh pihak-pihak tertentu, yang menginginkan paciran kacau. Dengan tetap mengedepankan praduga tak bersalah (bahasa santrinya tetap ber-husnudhon).

"Proyek pasar paciran ini harus  kita kawal bersama, semua elemen masyarakat harus turut mengawasinya, agar uang negara ini benar-benar dipergunakan sesuai keperuntukanya. Selain demikian, JCW juga akan mengambil langkah persuasif, melakukan investigasi dilapangan, dengan jurus khusus, bahasa jawanya "kenek iwak'e gak butek banyune" (dapat  ikanya, tidak keruh airnya), itu adalah jurus atau metode dakwa wali songo yang diwariskan pada kita semua" tuturnya saat ditemui awak media di Surabaya,(Jum'at, 20/04/18).

Selain itu kata Gus Zakky, Pria (49 th) yang juga ketua pusat BPAN RI ( Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) yang berkantor di Jakarta ini menyarankan "Alangkah indahnya bila para pemangku kekuasaan ini turun kelapangan, melihat kondisi yang sebenarnya, agar tau persis duduk persoalanya yang dibawah, ada unsur permainan atau tidak" Terangnya.

Ibu Halimah (nama samaran), mengatakan," kalau pasar ini tidak dibuka-buka, lalu anak saya makan apa, padahal saya bisa makan sekeluarga dan bisa mensekolahkan anak-anak adalah hasil dari jualan di pasar ini", ungkapnya sambil menggerutu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Lamongan, Zamroni, menjelaskan jika bentuk bangunan pasar Paciran telah menjadi ketentuan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Lebih lanjut dirinya mengatakan jika peranan Pemerintah Daerah dalam hal ini hanya melakukan proses dan pengawasan pembangunannya saja.

Zamroni menambahkan, jika proses ini adalah tahapan awal pengembangan yang selanjutnya akan terus dilakukan penataan tempat, sehingga pengunjung maupun pedagang yang ada di Pasar tersebut dapat menikmati fasilitas belanja dengan baik.

"Ini kan masih proses hibah dan belum selesai dan masih di Kementerian. Itu nanti bisa dimanfaatkan asal tidak merubah konstruksi yang ada di dalam. Karena tujuan kita adalah satu, supaya pedagang itu lebih tertata dan bagus. Lihat saja lapaknya, itukan lurus semua" Lanjutnya.

Sementara itu, terkait adanya pedagang lama yang diinformasikan tidak kebagian lapak karena terbatasnya jumlah lapak yang disediakan, Zamroni menjelaskan,  "Kalau kuota pedagang sebelumnya sudah terhitung, tetapi memang untuk lapak yang ada didalam itu memang jumlahnya sekian. Dan jumlah itu juga sudah ditentukan sana. Kami gak boleh ngurangi atau melebihi. Tapi yang saya tahu pada saat sosialisasi sebelumnya, dan dari data pemerintah desa yang diserahkan ke kami, kios-kios itu masih lebih" ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang pasar Paciran juga sempat mendatangi kantor DPRD Lamongan dan ditemui oleh anggota komisi B untuk menyampaikan dan meminta solusi atas persoalan itu. Namun anggota dewan yang menemui saat itu menghimbau agar persoalan tersebut diselesaikan dengan cara musyawarah desa, karena penataan pasar Paciran merupakan kewenangan dari pemerintah desa setempat.

"Itu nanti bagaimana cara desa untuk menata lagi pedagang yang belum kebagian. Tapi kalau setahu saya jumlah yang diajukan kemarin itu kayaknya gak sampai 200 pedagang. Dan saat sosialisasi awal, kios yang petak-petak itu masih lebih. Tapi kalau memang kondisinya seperti itu, tinggal bagaimana cara pemdes menatanya, atau mungkin nanti sisi timur di bangun lagi. Karena lahan disitu masih luas, tinggal inovasi desa saja. Untuk kapan waktunya saya belum berani janjikan tergantung kementerian".

Apapun alasanya, bila pemerintah dan semua elemen masyarakat mau duduk bersama dengan hati yang tenang dan kepala dingin, pasti akan mendapat solusi terbaik, sebab paciran adalah daerah santri, apapun persoalan pasti akan diselesaikan dengan cara yang santun, di dasari agama dan pola pikir yang rasional, ayo kita rapatkan barisan tetap jaga persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati.

Demikian kata Gus Zakky, yang juga pimpinan pondok pesantren rehabilitasi sakit jiwa, pecandu narkoba, mantan preman, dan anak jalanan "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan ini dalam mengakhiri pembicaraanya.


SuaraJCWnews/KikiJCW/Partner ARZ Team

GRESIK - PT. Gemilang Perkasa Lestari yang berlokasi didesa tanjungan kecamatan Driyorejo kabupaten Gresik  diduga membuang limbahnya diselokan perusahaan yg mengalir dipersawahan warga dan kali avour / kali tengah juga diduga berbahaya ( beracun sejenis B3 seperti sisa proses pemutih besi ), Rabu (18/4)                  

Kejadian tersebut diketahui Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat secara langsung hingga diambil sample air limbah tersebut.

Ketua LSM FPSR, Aris gunawan selaku pengamatan lingkungan juga mengharapkan dinas lingkungan hidup khususnya bidang pengawasan untuk bertindakan tegas terhadap perusahaan nakal yang membuang limbah cair itu karena bisa merusak ekosistem lingkungan dan bisa merusak sumber mata air warga" tegas Aris ketika melakukan investivigasi .   

Dan apabila ini nanti tidak ada tindakan nyata oleh dinas terkait maka kami atas nama LSM FPSR bersama masyarakat akan melakukan aksi demontrasi sesuai aturan yang berlaku untuk mendesak untuk diproses sesuai aturan.

Sementara dari pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi, sehingga sampai diturunkan berita ini belum memberikan tanggapan terkait limbah tersebut ke awak media.


Arifin SZ Team


GRESIK - Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Kerjasama Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kabupaten Gresik, dalam pengabdiannya kepada masyarakat diharapkan tidak hanya di tingkat kabupaten saja, namun dapat menyentuh hingga tingkat desa.


Hal itu merupakan wahana untuk memperkokoh nilai-nilai solidaritas serta menjadi bagian dari perjuangan memakmurkan masjid, terutama dalam memaksimalkan fungsinya dalam membina umat islam khususnya di Kabupaten Gresik.


Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DMI dan BKMM Kabupaten Gresik yang berlangsung di aula Masjid Agung Gresik, Rabu (18/04/2018).


"Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa DMI dan BKMM hendaknya memaksimalkan fungsi pengabdian masyarakat hingga di tingkat paling bawah," kata Wabup.


Caranya, adalah dengan memaksimalkan koordinasi antara DMI, BKMM dengan Camat dan Kepala Desa di wilayah masing-masing, serta melibatkan pihak-pihak terkait untuk menjadi komponen penting dalam membangun kerukunan umat.


"Tujuannya agar capaian untuk memperkokoh solidaritas umat dan memakmurkan masjid dapat terwujud sebagaimana mestinya," ujar wabup Qosim.


Wabup Qosim menuturkan, bahwa masjid merupakan tempat ibadah yang didalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan dan terjalinnya ukhuwah Islamiyah.


Ia berharap masjid-masjid di Kabupaten Gresik bisa menjadi kekuatan social yang mampu menghimpun, mengolah dan mendistribusikan potensi umat kepada yang membutuhkan.


"Disisi lain, maksimalkan fungsi masid sebagai wadah untuk memfasilitasi berbagai upaya pemberdayaan dan penguatan kapasitas umat dibidang Pendidikan, ekonomi social dan budaya," imbuhnya.


Selain itu, agenda Musda tersebut juga terkait dengan pemilihan ketua BKMM baru. yang sebelumnya dijabat oleh Hj. Zumrotus Sholihah Qosim.


Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DMI Provinsi Jawa Timur H. Suhadi dan Ketua BKMM-DMI Provinsi Jawa Timur Hj Nur Jannah.



ARZ Team


GRESIK - Setelah dr. Bambang Prihadi SPOG di lantik sebagai Ketua Alumni Unair Cabang Gresik Raya periode tahun 2018-2022, Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih berharap agar Alumni Unair Cabang Gresik Raya mampu membangun Rumah Sakit di Gresik.


"Saya kira bukan hal mustahil dari para alumni Unair yang ada di cabang wilayah Gresik Raya ini untuk membangun satu rumah sakit. Nanti biayanya patungan semua Alumni Unair kalua masih kurang bisa ditambah oleh Ketua dan Pengurus Alumni khususnya Ketua Alumni Hariyanto Basuni" ujar Nasih sambil memandang Ketua Alumni Unair Pusat.


Pelantikan Bambang Prihadi selaku ketua Alumni Unair Cabang Gresik Raya oleh Ketua Alumni Unair pusat Hariyanto Basuni berlangsung di Ruang Utama Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (18/4/2018).


Dalam sambutan pelantikannya, Bambang Prihadi menyatakan terima kasih atas kepercayaan alumni Unair di wilayah Gresik Raya yang telah menjadikan dirinya sebagai ketua. Dia mengatakan usai dilaksanakan pelantikan ini, pihaknya akan langsung melaksanakan rapat kerja pengurus.


Menurut Bambang, sesuai acuan dan pedoman ada empat pilar kegiatan alumni UNAIR, yaitu pengabdian kepada masyarakat, falidasi organisasi, jejaring dan pemberdayaan alumni, serta kerjasama almamater dan lembaga lainnya. Pengabdian masyarakat merupakan program penting dan inilah ruh organisasi alumni.


"Kita dulu kuliah menuntut ilmu kan memperoleh subsidi uang kuliah dari negara yang berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat, karena itu setelah selesai kuliah kita punya kewajiban moral untuk membalas budi kepada rakyat, khususnya masyarakay yang kurang mampu," kata Bambang.


Tentang Ikatan Alumni Unair wilayah Gresik Raya yang dipimpinnya, Bambang menyatakan bahwa anggotanya mencakup para alumni unair di wilayah Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.


Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto yang juga Alumni Unair berharap Kepada Ketua yang baru dilantik agar melaksanakan rapat kerja Bersama pengurus yang lainuntuk merencanakan program kerja sampai pada 4 tahun mendatang. 



ARZ Team