Headlines News :





close



Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Tidak Berani Melaut, Nelayan Gresik Pilih Ojek Perahu

Gresiknews1,GRESIK - Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan di pantai sekitar Pelabuhan Gresik, Jawa Timur belum berani melaut.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pada nelayan ini pun memilih menjadi “ojek perahu”.

Mereka mengantarkan penumpang yang akan menuju kapal dan sebaliknya.

Sekali antar, nelayan mematok tarif Rp 20.000 hingga Rp 50.000, tergantung jauh dekatnya kapal yang sedang berlabuh.

Meski pendapatannya tak seberapa, namun jumlah uang tersebut bisa sedikit menambal kebutuhan hidup mereka.

“Sekarang cukup untuk jajan. Saat cuaca baik, saya bisa mendapatkan Rp 100.000 sampai Rp 200.000," kata Khusaili (51), warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik, saat memperbaiki perahu di dermaga Pantai Lumpur, Gresik.

Sementara untuk melaut, nelayan butuh kocek tidak sedikit.

Untuk membeli bahan bakar saja, sekali melaut membutuhkan Rp 112.500. Itu belum termasuk kebutuhan konsumsinya.

110 Napi dapat Remisi

Gresiknews1,GRESIK - Narapidana (napi) di rumah tahanan (rutan) Banjarsari Kecamatan Cerme mendapat berkah dalam peringatan HUTKemerdekaan RI ke-69 tahun. Sebanyak, 11 orang dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Secara keseluruhan, jumlah napi yang mendapatkan remisi di rutan Banjarsari sebanyak 110 orang. 
Para napi itu, rata-rata terkena kasus tindak kriminalitas atau pidana umum yang mendapatkan remisi. 

Sementara napi dalam kasus pidana khusus atau tindak pidana korupsi tidak diberikan remisi.
Kepala Rutan (Karutan) Banjarsari Kusnan mengatakan, bahwa, sesuai surat edaran dari Kemenkum Ham bagi napi yang tersangku korupsi tidak diperbolehkan diberikan remisi. "Sehingga, kami juga tidak memberikan remisi bagi mereka," katanya.

Di antara tahanan rutan yang tersangkut kasus korupsi yaitu Soekaimin, Nur Laily, Anwar Agung dan Yusuf Wibisono yang hingga saat ini masih menghuni tinggal di rutan. "Mereka kami bedakan dengan napi yang lainnya," ujar Kusnan.

Dijelaskan Kusnan, pihaknya menerapkan dua jenis remisi. Yaitu jenis remisi umum I dan remisi umum II.
"Bagi remisi umum I mendapatkan remisi tahanan maksimal lima bulan," jelasnya.
Sementara bagi remisi umum II, kata Kusnan, ada 11 napi yang dinyatakan langsung bebas. 
"Mereka bisa bebas sesuai dengan masa tahanan," ujarnya. 

Salah satunya yang mendapat remisi bebas adalah Hedi Dianto ang tersangkut tindak pidana pencurian. Dia langsung sujud Syukur setelah dinyatakan bebas.
"Saya bersyukur karena sudah bebas. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi," janji Hendi dengan wajah bahagia.

Dalam peringatan Hari Kemerdekaan Minggu (17/8/2014), sejumlah napi juga menggelar upacara peringatan di komplek rutan. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Moh Qosim sebagai inspektur upacara.

Dalam pidatonya, Qosim berpesan kepada seluruh napi, meski berada di tahanan upacara peringatan hari besar Indonesia perlu dilaksanakan dengan hikmad. 
"Kalian semua adalah bangsa Indonesia. Kalian berhak atas semua apa yangada di negeri ini," pesannya.
Qosim juga meminta, penghuni lapas agar sabar menjalani masa hukuman. Dijelaskan Qosim, hukuman ini bukanlah sebuah siksaan, tetapi sebuah terapi sosial menuju keadaan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. 
"Bagi yang mendapatkan remisi bebas harus bersyukur dan harus berjanji pada dirinya sendiri tidak mengulangi kesalahan,"imbuhnya.(Arz)

Polisi Bongkar Jaringan PSK Via Online

Gresiknews1,Surabaya - Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan penyedia Pekerja Seks Komersial (PSK) secara online yang telah lama beroperasi di Surabaya.

Dari pengungkapan tersebut, pihak kepolisian menangkap Galuh Pratama alias Papi Piesank (24) warga Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, yang berperan sebagai seorang mucikari. Penangkapan dilakukan di sebuah hotel Jalan Kedungsari, Surabaya, Jumat (15/8/2014).

AKBP Sumaryono Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, tersangka menawarkan para PSK melalui sebuah website. Dari website tersebut, tersangka berkenalan dengan mucikari lainnya untuk memasarkan para PSK.

"Dalam website tersebut, tersangka berkenalan dengan papi yang lain di seluruh Indonesia untuk menyediakan jasa PSK. Yang nantinya, bisa ditawarkan ke beberapa kalangan mulai dari mahasiswa sampai kepada pengusaha," kata AKBP Sumaryono kepada wartawan, Minggu (17/8/2014).

Untuk pemesanan para PSK, kata dia, pelanggan mengirimkan pesan di inbox website tersebut dengan menyertakan nomor telepon atau pin BB. Tersangka kemudian mengirimkan foto dan tarif PSK ke contact yang telah ada di inbox. Wanita yang ditawarkan mayoritas berasal dari Jakarta dan Bandung.

"Setelah terjadi kecocokan harga, maka wanita tersebut diantar oleh pelaku ke sebuah hotel untuk melayani pelanggan. Dan biasanya pelaku menjanjikan tiga hari untuk bisa mendatangkan wanita yang dipesan," ujarnya.

Sumaryono juga mengatakan, tarif yang dikenakan untuk sekali kencan berkisar antara Rp. 750 ribu-Rp. 1 juta. Tarif tersebut, dibayar pelanggan kepada PSK, usai melayani. "Setelah uang diterima, lalu diserahkan ke tersangka sebesar Rp. 300 ribu per customer. Sisanya dibawa oleh wanita tersebut," kata dia.

Dari penangkapan tersbut, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 5. 100.000, lima buah handphone, dua buku tabungan, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), bill hotel dan beberapa barang bukti lainnya.

"Tersangka dijerat dengan pasal 506 KUHP dan pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara," pungkasnya. (tim)

Honorer K2 di Jember, Gresik, dan Bondowoso Belum Diverval

Gresiknews1,JAKARTA - Honorer kategori dua (K2) yang tidak lulus tes CPNS pada tiga kabupaten di Jawa Timur hingga hari ini belum dilakukan verifikasi dan validasi (verval) sesuai permintaan MenPAN-RB dalam suratnya Nomor B/2605/M.PAN.RB/6/2014 Tanggal 30 Juni 2014 dan No. B/3012/M.PAN.RB/8/2014 Tanggal 8 Agustus 2014. Menurut Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Korwil Jawa Timur Riyanto Agung Subekti, tiga daerah yang belum melakukan verval adalah Kabupaten Jember, Gresik, dan Bondowoso.

"Kami sampaikan kepada Ketua Korda FHK2I se Jawa Timur bagi Korda/kabupaten yang belum melaksanakan verval agar segera merapat ke BKD di daerah masing-masing, terutama dari Korda Kab. Jember, Kab. Gresik dan Kab. Bondowoso," kata Itong, sapaan akrabnya kepada media ini, Minggu (17/8).

Dia juga mengimbau seluruh honorer K2 harus tetap hati-hati dan waspada dengan para Calo PNS yang selalu menawarkan iming-iming dengan bahasa "wani piro".

"Verval ini harus kita kawal dengan ketat sembari kita menunggu Instruksi dari Ketua Umum FHK2 Indonesia," ucapnya.

Itong menyebut, pengurus pusat FHK2 Indonesia sudah bertemu dengan sejumlah anggota Komisi II DPR RI. Mereka optimis, aata verval K2 ini akan ditindaklanjuti pemerintah yang baru jika didesak politisi. Apalagi pengangkatan honorer menjadi CPNS merupakan hasil kompromi Politik.

"Verval ini harus kita kawal dengan ketat seperti yang disampaikan SesmenPAN-RB Tasdik Kinanto pada saat FHK2I beraudensi pada 3 Juni 2014 di Media Centre Kantor KemenPAN-RB. Karena dikhawatirtkan di daerah-daerah akan terjadi tawar-menawar antara calo PNS dengan tenaga honorer K2 yang tidak lulus ini," bebernya. (Evan)

Dijamu Gresik United, Daya Gedor Sriwijaya FC Berkurang

Gresiknews1,Gresik - Pelatih Sriwijaya FC Subangkit menghadapi masalah baru. Setelah sektor pertahanan, kini barisan penyerangan yang dilanda krisis saat dijamu Gresik United, Rabu (20/8).

Di pertandingan itu, Sriwijaya FC tidak akan diperkuat Lancine Kone akibat akumulasi kartu, dan Syakir Sulaiman yang mendapat cedera lutut kala ditundukkan Persijap Jepara.

Sebagai gantinya, Subangkit telah menyiapkan beberapa pemain yang dirasa tepat untuk mengisi kekosongan dua lubang tersebut, kendati belum bisa memastikan siapa yang akan dimainkan dari menit awal.

“Syakir cedera lutut, untuk lawan Gresik sepertinya belum bisa main. Tapi dia sudah bisa berjalan normal,” ungkap Subangkit.
“Posisi Syakir bisa diisi [Frank] Ongfiang kalau dia sudah sembuh dari cederanya, atau Alan Martha dan Syamsir [Alam]. Untuk posisi Kone, Rishadi [Fauzi] akan kita dorong ke depan lagi.”

“Nanti semua pemain ini akan kita lihat bagaimana kondisi terakhir mereka. Siapa yang lebih siap itu yang akan kita mainkan."

Melihat kondisi ini, Subangkit sedikit pesimistis bisa meraih hasil maksimal di kandang Gresik United. Praktis daya gedor Sriwijaya FC semakin menurun dengan absennya sejumlah pemain pilar lini depan ini.

“Kemarin [lawan Persijap] lini belakang bermasalah, sekarang depan. Sulit juga rasanya. Dalam pertandingan krusial seperti kemarin, pemain banyak absen karena cedera dan akumulasi. Mau tidak mau lawan Gresik nanti kita maksimalkan pemain yang ada," kata pelatih asal Pasuruan itu. (agus)

Dandim 0817 Pimpin Upacara Peringatan 17 Agustus di Taman Makam Pahlawan Gresik

Gresiknews1,Gresik - Tepat pada pukul 00.00 WIB seluruh jajaran instansi kepolisian,TNI dan Pejabat di Gresik mengadakan upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke 69 di Taman Makam Pahlawan yang terletak di jalan Pahlawan Gresik.

Upacara tersebut di hadiri oleh Perwira Kepolisian, TNI, Pejabat Pemda dan juga para Veteran perang 45 dan dipimpin langsung oleh Dandim 0817. Upacara hari Kemerdekaan RI yang ke 69 untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang gagah berani berjuang melawan penjajah demi menegakkan kemerdekaan di bumi pertiwi.

Dalam Acara tersebut terselip Insiden dengan pingsannya bapak Edi.SH Bagian Hukum Pemda yang di ketahui menderita penyakit Diabetes.(Arz)

Pulau Bawean Kini Bisa Terang 24 Jam

Gresiknews1,GRESIK - PT Perusahaan Listrik Negara meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Pulau Bawean, Gresik, Jumat (15/8/2014).

Ditemui dalam peresmian PLTMG ini, Manajer Perencanaan PLN Distribusi Jatim, Yugo Riatno, mengatakan, operasional PLTMG CNG di Pulau Bawean bisa mengurangi subsidi hingga Rp 1 miliar per bulan.

Sebelum pembangkit gas beroperasi, Pulau Bawean dipasok dari pembangkit listrik tenaga diesel berbahan bakar solar berkapasitas 5 Megawatt.

"Biaya operasional dari pembangkit listrik diesel ini Rp 6 miliar per bulan, dimana 80 persen di antaranya untuk bahan bakar minyak," ujar Yugo, Jumat (15/8/2014).

Dari penyediaan listrik dari mesin pembangkit tenaga solar di Pulau Bawean, PLN mendapat Rp 1,2 miliar sehingga ada subsidi lebih Rp 4 miliar dari biaya operasional Rp 6 miliar.

Saat beralih menggunakan tenaga gas yang notabene harganya lebih murah, maka biaya bahan bakar bisa dihemat menjadi sekitar Rp 930 juta.

Tidak hanya menghemat subsidi, PLMTG juga membuat pasokan listrik di Bawean lebih stabil.

Sebelumnya, listrik di daerah yang berjarak 120 kilometer dari Gresik itu, tidak selalu menyala 24 jam.(Tim)

Lamar CPNS Tak Perlu SKCK dan Kartu Kuning, Bisa Hemat Rp 300 M

Gresiknews1,Jakarta - Mulai tahun ini, melamar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak perlu lagi menyertakan syarat Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan kartu kuning. Ini bisa menghemat Rp 300 miliar.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, penghematan Rp 300 miliar ini didapat karena pelamar CPNS tidak perlu membuat salinan (fotocopy) dari kedua dokumen itu.

"Aturan penghapusan itu bisa hemat Rp 300 miliar. Karena penghematan tidak perlu fotocopy," ujar Azwar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Dia mengatakan, tiap tahun setidaknya ada 2 juta orang yang harus mengurus SKCK untuk keperluan melamar CPNS. "Jangan kita pikir dulu semua anak-anak kita jahat. Kalau sudah masuk semua, jumlah sekian, tinggal lapor ke polisi, ini SKCK-nya," jelas Azwar.

Jadi, SKCK akan diurus ketika pelamar sudah lolos tes CPNS. Lewat aturan baru ini, maka melamar CPNS akan lebih mudah seperti melamar pekerjaan di perusahaan swasta.

Pada kesempatan itu, Azwar juga mengomentari soal syarat TOEFL bahasan Inggris minimal untuk pelamar CPNS Kementerian Perdagangan. Menurutnya aturan ini bagus, namun TOEFL minimal standarnya paling tidak 500.

"Jangan 600 lah, kasihan anak-anak, karena anak-anak kita ada kelebihan yang lain. Kalau 550 itu sudah bisa ke luar negeri kok," ujarnya.(Evan)

Aktivis LGN Demo Legalisasi Ganja, BNN Tegas Menolak

Gresiknews1,Gresik - Puluhan aktivis Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menggelar aksi demo terkait legalisasi ganja. Dengan berjalan kaki serta membawa poster, mereka menutupi wajahnya karena tidak mau tertangkap kamera wartawan.

Selain menutupi wajahnya, puluhan aktivis LGN juga menggunakan masker serta helm untuk mengamankan wajah mereka dari sorotan kamera.

Massa LGN juga melakukan long march dari bundaran Perum Gresik Kota Baru (GKB), menuju kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Mapolres Gresik.

Dalam aksinya aktivis LGN meminta ganja agar dilegalkan. Mereka beralasan, ganja bisa memberikan efek positif bagi seorang yang mengidap penyakit.

"Ganja bisa digunakan untuk obat,” kata Ridho Baweres dalam aksinya, Jumat (15/8/2014).

Permintaan aktivis LGN itu ditolak mentah-mentah oleh Ketua BNN Gresik Sudino. Menurut pensiunan polisi, jika ganja dilegalkan potensi untuk disalahgunakan sangat besar.

"Memang benar secara medis dan kebutuhan industri ganja dibutuhkan. Tetapi, yang berhak menanam adalah yang dilindungi hukum, tidak lantas semua bisa menanam," ungkapnya.

Sudiono menjelaskan, aturan yang berlaku saat ini, jika sesorang diketahui menjadi pemakai maka akan rehabilitasi. Tetapi, kata dia, jika seseorang itu didapatkan telah mengedarkan, menanam atau memperbanyak jenis narkotika maka akan berhadapan dengan hukum.

"Pemakai juga akan disidik dulu, bagaimana selama ini seorang tersangka menggunakan narkotika. Tidak secara langsung kita rehab," ujarnya.

Sementara itu, Kasatnarkoba Polres Gresik AKP Sutopo Prayitno menuturkan, permintaan massa adalah berdasarkan undang-undang yang belum diundangkan, maka dia tidak bisa memenuhinya.

"Tersangka ditangkapnya sekarang. Ya, kami prosesnya sesuai proses hukum yang berlaku saat ini," tukasnya.(Arz/Tim)

Mahasiswa dan LSM Demo, Tolak Mobil Dinas Untuk PNS Gresik

Gresiknews1,GRESIK - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berunjuk rasa ke DPRD Gresik, menolak pengadaan mobil dinas pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Gresik, Kamis (14/8/2014).

Mereka berunjuk rasa dengan membawa gerobak, yang dipakai untuk mengangkut simbol mayat.

Demonstrasi ini dijaga aparat kepolisian, baik dari Polsek Gresik dan anggota intel Polres Gresik atas perintah langsung dari kapolres Gresik AKBP.E.Zulfan dan Wakapolres Gresik Kompol Alfian Nurrizal untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

"Kenapa pengadaan mobdin yang awalnya untuk Camat dialihkan untuk ke eselon III yaitu Kabag dan Kabid. Kenapa harus dialihkan. Dewan selaku wakil rakyat harus tegas menolak pengadaan mobdin, jangan memainkan anggara," kata M Asroul Faizin, Ketua Umum (Ketum) PC PMII Gresik dalam orasinya.

Saat Demo berlangsung tidak ada satu pun perwakilan anggota DPRD Gresik yang menemui. Gedung dewan masih terlihat sepi.

Sementara itu Aliansi Mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendirikan tenda penolakan pengadaan mobil dinas (Mobdin) di depan gedung DPRD Gresik, Jl Wachid Hasyim dibubarkan aparat Polisi, Kamis (14/8/2014).

Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan LSM Forum Kota (Forkot), LSM Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK) dan LSM Pusat Demokrasi dan Kemanusiaan (Pudak) ini mendirikan tenda keprihatinan. Tenda itu untuk mencari jalan penyelesaian agar anggaran mobdin dialihkan ke pembangunan fasilitas umum yang dapat dinikmati masyarakat banyak.

"Dewan selaku pengawasan, penganggaran dan legislasi sudah kongkalikong dengan eksekutif yaitu Pemda untuk menghabiskan anggaran dengan menghabiskan anggaran membeli mobdin," kata M Asroul Faizin, Ketua Umum (Ketum) PC PMII Gresik.

Polisi merobohkan paksa posko yang sudah dibuat oleh Mahasiswa dan LSM dengan alasan mengganggu ketertiban umum.

Aksi merobohkan tenda berlangsung ricuh, sebab terjadi tarik menarik dan saling dorong antara LSM, Mahasiswa dengan aparat Polisi. Karena jumlah aparat terlalu banyak dibandingkan jumlah mahasiswa akhirnya tenda berhasil dirobohkan dan mahasiswa tetap kembali duduk-duduk di trotoar untuk diskusi. 
"Kita hanya mendirikan tenda untuk diskusi, kami tidak mungkin menduduki kantor dewan. Pemberitahuan unjuk rasa dua hari sudah dikirim ke Polres Gresik. Termasuk izin mendirikan tenda," kata Arga Dahana anggota PMII Gresik.

"MGPK mengutuk keras arogansi Kepolisian Gresik dalam pembongkaran paksa posko PMII untuk menolak pengadaan Mobdin. Kami akan melaporkan arogansi Kepolisian Gresik ini ke Kompolnas RI," kata Wahab dari LSM Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK).

Merobohkan posko PMII dipimpin langsung oleh Wakapolres Gresik Kompol Alfian Nurizal dengan didampingi Kapolsek Gresik AKP Abdul Rokib dan Kabag Opsrasional Kompol Makung Ismoyo.
"Karena menggangu ketertiban umum," kata Kabagops Polres Gresik. (arz)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger