Headlines News :

Media Online Partner

Facebook Pages

Popular Posts

Pura-pura Tidur di Masjid, Gondol Motor

Gresiknews1,GRESIK - Hariyanto (39), warga Desa Papar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, ditangkap Polisi karena mencuri Motor di Masjid Pelabuhan, Kamis (30/10/2014).

Motor Yamaha Vega R Nopol W 5370 BG, 1 buah STNK milik Sanggup (45), warga Jalan Tanjung Wira III Nomor 5 komplek perumahan GKB, Kelurahan Yosowilangon, Kecamatan Manyar sekaligus pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik.

Aksi tersebut, bermula saat korban sedang menjalankan ibadah Shalat di Masjid Pelabuhan Gresik. Kunci motor diletakkan di bawah tiang Masjid.

Tersangka yang sedang pura-pura tidur melihat kunci motor tergeletak langsung diambilnya. Kemudian membawa motor keluar parkir Masjid. Belum sampai di luar, tersangka sudah diteriki ‘maling-maling’. Karena dekat dengan Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3), maka langsung ditangkap anggota.

Setelah dibawa ke Mapolsek KP3, tersangka Hariyanto mengakui bahwa aksi mencurinya untuk tambahan hidup. “Jadi kuli batu bayarnya kurang untuk makan. Pas ada motor langsung saya bawa kabur,” kata Hariyanto, seorang duda yang bekerja sebagai kuli batu dan tidur di Masjid Pelabuhan Gresik.

Akibat perbuatannya, Hariyanto dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Kartu tanda penduduk (KTP) yang dibawa korban juga palsu. Alasannya KTPnya hilang kemudian menemukan KTP orang lain dan diganti foto dirinya,” kata Kapolsek KP3 Polres Gresik AKP M Zunaidi.(Arz)

Penangan B3 Lamban, Warga Ancam Geruduk Kantor Bupati Gresik

Gresiknews1,GRESIK – Warga Desa peganden, Kecamatan Manyar mengancam akan unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik karena mereka merasa kesal dan kecewa terhadap pejabat pemkab, termasuk pihak Kepolisian.

Warga menuding para pejabat lamban terkait penanganan kasus limbah Bahan, Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang dekat pemukiman warga dan di lahan pertanian. 

“Kami akan datang rame-rame ke Kantor Bupati untuk menanyakan prosedur pembuangan limbah B3 yang benar dan proses perizinannya,” kata Kepala Desa Peganden, Mustain, Kamis (30/10/2014).

Selain soal perizinan, warga juga kesal dengan oknum petugas Polsek Manyar yang ditudingnya telah menghilangkan mesin alat berat di sekitar pembuangan limbah.

“Masak barang sebesar bego bisa dilepaskan tanpa tahu pemiliknya. Ini kan lucu dan ada oknum yang bermain,” imbuh Mustain.

Mustain juga kesal dengan kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang lamban mengungkap pelaku pembuang limbah jenis glycerin dari ampas pengolahan kelapa sawit dan flyash dari sisa pembakaran batu bara.

“Infonya kan ada empat perusahaan yang sudah dikumpulkan oleh BLH. Kan tinggal tanyakan siapa pembuang limbah tersebut. Jika tidak mengakui ya mintai semuanya laporan pembuangan limbahnya kemana,” katanya.

Sejumlah perusahaan telah dipanggil BLH Gresik untuk dimintai keterangan terkait pembuangan limbah B3-nya. Perusahaan tersebut; PT Karunia Indah Alam Segar (KIAS), PT Bina Karya Prima (BKP), PT Batara Elok Semesta (BES), dan PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) di Jl Dharmo Soegondo, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas.

“Untuk memastikan dari mana limbah tersebut, tim BLH kami minta mengambil contoh limbah dan akan uji laboratorium,” kata Tugas Husni Syarwanto, Kepala BLH Kabupaten Gresik.(Arz)

Pelatih Klub Delapan Besar ISL Melamar Ke Gresik United

Gresiknews1,Gresik - Terseok-seok di kompetisi musim ini, rupanya tidak melunturkan citra Gresik United. Buktinya, jajaran manajemen Laskar Joko Samudro mengklaim, jika banyak pelatih yang sudah menawarkan diri, untuk menjadi arsitek tim pada Indonesia Super League (ISL) musim depan.

"Kami juga sempat tidak percaya, jika banyak pelatih yang tertarik menangani Gresik di musim depan," ucap Bagoes Cahyo Yuwono, manajer Gresik United.

Ia menjelaskan, ada sekitar sepuluh pelatih yang telah mengajukan lamaran untuk menjadi arsitek Gresik United di musim depan. Bahkan, beberapa nama tersebut, ada yang tercatat masih aktif menjadi pelatih di klub yang berlaga di babak delapan besar ISL 2014.

Hanya saja, Bagoes belum mau membeberkan siapa saja nama pelatih dari klub yang berlaga di babak delapan besar tersebut, dengan alasan etika. Ia menyatakan, menghormati ikatan kontrak sang pelatih dengan tim yang dilatihnya saat ini.

"Dari beberapa tawaran yang masuk, memang ada pelatih dari klub yang berlaga di babak delapan besar. Sekitar dua sampai tiga nama, yang kini membawa timnya berlaga di babak delapan besar," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa menentukan siapa yang akan menjadi arsitek Gresik United di musim depan. Sebab, selain harus mengenal karakter Laskar Joko Samudro, pelatih baru juga diharapkan mempunyai wawasan luas di bidang sepakbola, serta mampu bertindak sebagai motivator tim.

"Untuk saat ini, meskipun banyak yang sudah melamar, kami tidak mau terburu-buru dengan penentuan pelatih untuk musim depan. Karena kami harus membicarakan ini lebih detail, bersama dengan jajaran manajemen yang lain," papar Bagoes.

Dengan kondisi finansial yang relatif stabil, ditengarai beberapa pihak menjadi faktor pemicu banyak pelatih yang mengajukan tawaran ke Gresik United. Terlebih, meski terseok-seok di kompetisi musim ini, Laskar Joko Samudro adalah salah satu kontestan ISL 2014 yang ‘tertib’ dalam melunasi tanggung jawabnya kepada pemain dan pelatih.

Gresik United memang berambisi menembus papan atas di kompetisi musim depan. Untuk itu, mereka akan coba membangun tim yang kuat, baik dari segi materi pemain maupun pelatih, agar bisa mewujudkannya.

"Kami juga memantau pemain-pemain bagus, yang berlaga di babak delapan besar, yang bermain di semua posisi. Hanya sebagai gambaran saja, siapa tahu ada yang cocok bermain untuk Gresik di musim depan," pungkasnya.(Tim)


Penyidikan Kebocoran Unas Belum Tuntas

Gresiknews1,Surabaya - Sampai saat ini penyidikan kebocoran soal unas belum juga tuntas menyusul masih dikembalikannya berkas yang telah menyeret 11 tersangka ini ke penyidik Polrestabes Surabaya.

Jaksa peneliti Kusbiyantoro dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengaku sudah mengembalikan berkas kasus ini sejak sebulan lalu. Namun, oleh penyidik belum juga kembalikan ke pihak Kejaksaan. "Masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi. Kekurangan itu bersifat prinsipil sehingga berkas dikembalikan. Kami masih menunggu berkas dilimpahkan lagi,” katanya.

Hanya saja, Kusbiyantoro menolak menjelaskan, kekurangan yang dimaksud. Dia hanya menyebut, kekurangan itu terkait dengan syarat formil dan materiil. Jaksa lulusan Universitas Jember itu malah menyuruh untuk menanyakannya ke polisi.

Dalam kasus ini, 11 tersangka tersebut adalah Randy Koke Making, 18, Brian Dwiky, 19, Hidayatulloh, 21, Alfian Sudarsono, 19, Ahmad Tri Sutrisno, 19, Dwi Naba Bagus Danil, 20, dan Moch Nasrun Abid, 23, mereka adalah siswa dan alumni di salah satu sekolah di Surabaya. Selain itu, ada juga Edy Purnomo, 41, dan Moch Ibnu Mubarok, 40 yang berstatus sebagai guru di Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, penyidik tampaknya kesulitan memenuhi petunjuk jaksa. Berkas tersebut sudah dikembalikan jaksa sejak dua bulan lalu. Tapi sampai sekarang belum juga diserahkan lagi ke Kejaksaan.

Sebagaimana diberitakan, peredaran jawaban unas kali pertama terungkap oleh Polrestabes Surabaya. Dalam pengembangan penyelidikan, polisi menemukan kunci jawaban tersebut berasal dari soal unas yang bocor di Lamongan sampai akhirnya menjadi kunci jawaban. Pembocorannya berlangsung secara sistematis.

Pengusutan kasus tersebut akhirnya diambil alih Polda Jatim. Sejumlah berkas tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Tapi untuk yang berkasnya belum jadi, kelanjutan kasusnya ditangani Polda Jatim.(Tim)

SEKITAR ALUN-ALUN GRESIK AKAN DIJADIKAN PUSAT KEGIATAN KEBUDAYAAN ISLAM

Gresiknews1,Gresik - Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto berencana memindah seluruh kantor yang ada di sekitar alun-alun Gresik ke wilayah Bunder.

Lebih jauh Bupati memaparkan.“Ada beberapa kantor disana yang akan dipindah ke Bunder dan bekas kantor DPRD Gresik, Kantor Catatan Sipil Gresik, Kantor BLH dan Kantor Dinas Sosial tersebut akan dipakai sebagai perpustakaan dan museum penyimpanan peninggalan Wali Allah. Sedangkan area sekitar Alun-alun tersebut akan digunakan sebagai pusat kegiatan Islam” katanya saat berpidato pada Istighotsah Qubro memperingati 4 tahun SQ mengabdi, yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Gresik, Kamis (30/10).

Untuk mewujudkan keinginan tersebut Bupati meminta restu kepada para Kyai yang hadir pada acara tersebut agar Pasangan Sambari Qosim bisa melanjutkan semua pembangunan tersebut di periode selanjutnya. Bupati juga menyampaikan komitmennya pada periode mendatang untuk terus melanjutkan pasangan Sambari-Qosim. “Kami akan terus bersama. Maju bersama dan mundur bersama”tegasnya dihadapan sekitar 5 ribu jamaah dan puluhan Kyai yang hadir.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan keberhasilan pembangunan yang telah dilaksanakan selama 4 tahun kepemimpinannya. Selain pembangunan fisik yang telah banyak didirikan, Bupati juga menyampaikan beberapa keberhasilan pembangunan manusia. “Selama 4 tahun ini Indeks Pembangunan Manusia meningkat. APBD juga meningkat, dan pada tahun 2015 nanti APBD Gresik mencapai Rp. 2 trilyun 400 milyar” katanya.

Wakil Bupati Gresik yang juga turut mendampingi Bupati dan memberikan sambutan mengatakan, meski banyak sekali kemajuan pembangunan fisik dan industrialisasi, namun kegiatan keagamaan juga terus dilaksanakan. Pada tahun 2014 ini saja Pemkab Gresik telah mengadakan 4 kali Istighotsah Qubro. Pada kesempatan ini, Qosim juga meminta kepada para jamaah dan Kyai untuk mendokan para korban bencana di Gresik.

Dengan mimik serius Qosim meminta,“Kami mohon doa serta bacaan Alfatihah kepada semua jamaah yang hadir atas meninggalnya korban perahu karam di ujungpangkah setahun yang lalu, juga kepada para korban kecelakaan lalu lintas di jalan veteran Gresik dan korban keracunan di desa Abar-abir Bungah beberapa saat yang lalu”. ungkap Qosim.

Pada acara Istighotsah ini, Pemkab Gresik juga memberikan bingkisan untuk 20 anak yatim piatu dan pembagian door prize. (Tim)

Rizki Medan Pengedar Shabu

Gresiknews1,Gresik - MUHAMMAD RIZKI HAMDANI MUHIZAR bin MUHIZAR MUHTAR, medan, 05 mei 1984, islam, belum bekerja, Jl. Karya Wisata, No. 145 Lk. VIII Medan, Rt 00, Rw 00 kel. Gedung johor, Kec. Medan Johor, Kab. Deliserdang Prop. Sumatra Utara dan Kos Jl. Veteran Gg IX-B Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, 
Ditangkap didalam kostnya   Jl. Veteran Gg IX-B kec. Kebomas, Gresik 24 Oktober 2014 jam 21.45 wib, dengan Barang bukti : 10 poket shabu, 1 plastik isi sisa shabu, 1 botol susu bayi sebagai alat hisab, seperangkat alat hisap shabu dari botol larutan penyegar, 2 pipet shabu bekas pakai, 18 pipet belum terpakai, 1 korek api yang ada jarum suntik, 1 box plastik isi 7 pak plastik klip, 1 gulung aluminium, 8 korek api gas, 1 timbangan digital, uang hasil penjualan 1.350.000 dan HP merk Nokia type 1202 (Arz)

Raja Jambret Gresik keok di Sedati

Gresiknews1,Sidoarjo - Niko Fernandes (34) yang dikenal “Raja Jambret” asal Gresik, keok di tangan Unit Reskrim Polsek Sedati, Kamis (30/10/2014).

Niko diamankan saat menjadi bulan-bulanan massa di Sedati, usai menjambret kalung emas seberat 6,4 gram milik Sujiati warga Desa Cemandi di depan Lapangan Albatros Kecamatan Sedati.

Saat melakukan penjambretan, pelaku sendirian, tanpa melibatkan pelaku lain. Korban dibuntuti pelaku saat ke Pasar Sedati. Setelah ada kesempatan dan kondisi sepi, pelaku beraksi.

Seketika korban lansung teriak dan massa lansung menangkapnya dan menggebuki pelaku hingga babak belur. "Pelaku berhasil kami selamatkan dari amukan massa yang memergoki dan mendengar teriakan korban," tegas Kapolsek Sedati AKP Yuyus Andriastanto.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku berulang-ulang berurusan dengan polisi dan masuk penjara dalam kasus sama. "Pelaku pernah di tahan di Polres Gresik dua kali, Polsek Gedangan dan kini kami jebloskan ke penjara Mapolsek Sedati," tegasnya dengan menyebut akan menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. (tim)

Antar Teman Potong Rambut, Malah Curi Motor

Gresiknews1,Gresik - Perbuatan yang dilakukan M.Syarifuddin (22), warga Desa Padeg, Kecamatan Manyar, Gresik tergolong nekat. Bukan hanya sekadar mengantar temannya potong rambut, pemuda pengangguran itu malah mencuri sepeda motor.

Udin sapaan akrabnya tidak berkutik saat anggota buser Polres Gresik, menangkapnya beserta barang bukti curiannya sepeda motor Yamaha Vega R nopol L 4496 QI milik Abdul Fattah (44) yang berprofesi sebagai tukang potong rambut.

Kronologis pencurian sepeda motor ini berawal saat korban Abdul Fattah (44) masuk ke dalam salon. Pelaku sebaliknya tidak ikut masuk. Sambil duduk diatas sepeda motor yang diincar. Pelaku langsung membawa lari sepeda motor hasil dari mencuri karena kuncinya masih menempel.

Kasatreskrim AKP Ayub Dipoegoro Azhar mengatakan, kunci sepeda motor Vario masih tertempel. Nah, waktu itu tersangka melihat ada sepeda motor Vega.

"Kunci sepeda motor Vario lalu dimasukkan ke sepeda motor Vega. Saat distarter ternyata menyala dan kabur," katanya, Rabu (29/10/2014).

Lebih lanjut AKP Ayub menuturkan, setelah menyalakan sepeda motor Vega, tersangka tidak langsung membawa kabur. Tetapi, dia sempat mengembalikan kunci sepeda motor Vario.

"Tersangka membawa kabur sepeda motor ke rumahnya. Akhirnya, anggota saya yang telah mengantongi identitas pelaku tidak kesulitan menangkapnya. Sebab, pada waktu itu tersangka berada di warung kopi," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(Arz)

BLH Gresik Kesulitan Lacak Pembuang Limbah B3 di Dekat Permukiman

Gresiknews1,GRESIK - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik mengumpulkan perusahaan minyak goreng terkait pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B-3) di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik, Rabu (29/10/2014).

"Kami hanya koordinasi dengan perusahaan minyak goreng, sebab kemungkinan dari sana (pembuangan limbah) ," kata Tugas Husni Syarwanto, Kepala BLH Kabupaten Gresik, Rabu (29/10/2014).

Dari lima perusahaan yang diundang BLH Kabupaten Gresik, ada satu perusahaan yang tidak hadir yaitu PT Bina Karya Prima (BKP), Jl Kawasan Industri Gresik (KIG) Raya Barat, Kecamatan Kebomas.

Dari ketidak hadiran PT BKP tersebut menimbulkan kecurigaan besar bahwa salah satu pembuangnya adalah PT BKP. Sebab dalam rapat tersebut hanya diminta data pembuangan limbah B-3.

"Dalam rapat koordinasi dengan perusahaan pengolah kelapa sawit untuk mengetahui ke mana pembuangan limbahnya. Kami hanya meminta data pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B-3)," kata imbuhnya.

Kapolsek Manyar AKP Mulyono mengatakan tidak tahu pembawa alat berat yang dilepaskan setelah didemo warga Desa Leran, Kecamatan Manyar. "Kami lepas demi keamanan tapi kami tidak tahu pemiliknya," kata Mulyono.

Kepala Desa Peganden, Kecamatan Manyar Mustain mengatakan tidak tahu pemilik tanah yang digunakan untuk pembuangan limbah B-3. "Dulu tanah ini milik Haji Tobroni, warga Desa Suci, Kecamatan Manyar. Yang menggali lahan Haji Maksum dari Desa Tebalo, Kecamatan Duduksampean. Haji Tobroni itu menantu Haji Maksum. Seharusnya Polisi sudah bisa mengungkap," kata Mustain.

Menurut Mustain, kegiatan pembuangan limbah B3 tersebut sudah berlangsung selama satu bulan.

Terpisah, Hartono, Humas PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI), Jl Kapten Darmo Sugondo, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, mengatakan, pemanggilan oleh BLH Gresik untuk mengetahui pembuangan limbah perusahaan.

"Kami sudah serahkan data pembuangan limbahnya. Dan kami pastikan pembuang limbah tersebut bukan dari PT Wilmar," kata Hartono saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Anggota DPRD Gresik yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa limbah minyak goreng bekas itu telah dicampur dengan penjernih atau bleaching.

"Hasil pemberian penjernih ke minyak goreng kotor atau bekas untuk diambil minyak yang jernih kemudian limbahnya dibuang. Itu berbahaya limbahnya," kata anggota dewan itu.(Arz)

1.284 SISWA SD DI LIMA DESA DAPAT JATAH MAKAN GRATIS SELAMA 3 BULAN

Gresiknews1,Gresik - Bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Gresik mengucurkan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) sebesar Rp. 265 Juta. Program PMTAS ini secara simbolis diserahkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Maria Ulfa Sambari kepada Ketua TP PKK Desa penerima di Ruang Retno Suwari Kantor Bupati Gresik pada Selasa (28/10).

Pada penyerahan yang sekaligus pemberian materi teknis PMT-AS, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik yang juga isteri Bupati ini mengatakan, banyak sekali manfaat dari program ini yaitu untuk meningktakan gizi bagi kader penerus bangsa khususnya yang masih duduk dibangku SD maupun MI. Selain itu bagi kami sebagai program untuk menginventarisir kudapan yang ada di Gresik. “Program PMT AS ini yaitu memberikan makanan tambahan yang bukan sarapan berupa kudapan dengan nilai gizi tidak kurang dari 300 kalori” ujarnya.

Maria Ulfa juga mengingatkan, program PMTAS bekerjasama dengan TP-PKK yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh TP PKK Desa. Ada penekanan dari orang nomer satu di Kabupaten Gresik ini agar dalam melaksanakan program ini menjaga faktor kebersihan dan kesehatan. Kedua factor ini juga perlu diperhatikan sejak dari pemilihan bahan, pengolahan serta penyajian. “Yang lebih penting pelaksanaannya harus oleh TP PKK desa dibantu oleh wali murid, bukan oleh guru karena guru focus hanya mengajar” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Agus Budiono saat memberikan materi pada kegiatan itu mengatakan, program PMT-AS ini dilaksanakan pada 10 SD dan MI di 5 desa di 5 Kecamatan. Ada 1.284 siswa terbagi di 5 desa masing-masing 398 siswa dari desa Lebaniwaras Wringinanom, 211 siswa dari Desa Kalipadang Benjeng, 270 siswa dari Desa Sukoanyar Cerme, 190 siswa dari Desa Abar-abir Bungah, 215 siswa dari Desa Tiremenggal Dukun.”Masing-masing siswa dijatah kudapan sebesar tiga ribu rupiah perhari selama 3 bulan” tambah Agus Budiono 


Pemberian PMTAS ini berupa makanan kudapan bergizi dengan kandungan gizi energy 300 kalori, protein 5 gram. “Untuk memberikan pemahaman tentang kandungan gizi, pengolahan yang bersih dan higienis, maka pada kesempatan ini kami memberikan petunjuk teknis dengan menghadirkan beberapa nara sumber yaitu dari Dinas Kesehatan Gresik dan Dinas Pertanian Gresik. “hal ini Sesuai arahan Ketua PKK agar pelaksana program ini harus berkonsultasi dengan pihak Dinas terkait sampai pada tingkat pelaksana di Desa” katanya. (Tim)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gresik News 1 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger