Kecamatan Bungah Sabet Juara Umum MTQ ke XXVII

Akhirnya perjuangan kafilah dari kecamatan Bungah dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVII se-Kabupaten Gresik tahun 2016 tersebut membuahkan hasil. Mereka berhasil menyabet juara umum karena telah menyingkirkan 17 kontingen dari 17 kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Penyelenggaraan MTQ sejak tanggal 27-29 April 2016 tersebut, secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim, Jumat (29/04) pukul 22.00 WIB, di halaman pondok pesantren Al Ibrahimi Kecamatan Manyar Gresik yang sekaligus sebagai tempat penyelenggaraan MTQ XXVII tahun 2016.

Dalam kesempatan itu, Wabup Qosim menyerahkan piala bergilir kepada Camat Bungah Roeddy Poerwanto dan berpesan agar semakin meningkatkan prestasinya.

"Kepada kontingen yang berhasil menjadi yang terbaik, saya ucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai. Jangan mudah berpuas diri, jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasinya pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur di Pasuruan mendatang. Kita bertekad mempertahankan juara umum pada MTQ ke 26 yang berlangsung di Banyuwangi lalu," ujar Wabup Qosim.

Dirinya juga menjelaskan bahwa terselenggaranya MTQ tersebut bertujuan memahami makna yang terkandung dalam Al Quran. Dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman untuk menata kehidupan dan menjalankan aktivitas di masyarakat.

"Dengan kemajuan teknologi saat ini, saya berharap dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin, jangan sampai kita terbius dengan kemajuan teknologi, maka dari itu tetap jadikan Al Quran sebagai pedoman berkehidupan. Agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran dapat membimbing kita di era yang modern seperti saat ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gresik Haris Hasanudin mengungkapkan apresiasinya atas kesuksesan pelaksanaan MTQ ke XXVII di Kabupaten Gresik.

"Kita ucapkan selamat kepada panitia, LPTQ dan pemerintah Kabupaten Gresik yang sukses menyelenggarakan MTQ ini. Semoga MTQ yang akan datang dapat dilaksanakan lebih sukses dan meriah," tukasnya.

Dikatakan Camat Bungah Drs. Roeddy Poerwanto kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono bahwa pihaknya bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih kafilahnya. Dan berharap nantinya dapat mempertahankan prestasinya saat ini.

Lebih lanjut, selain pengumuman juara umum, Kabag Humas Suyono juga mengatakan bahwa terdapat 5 (lima) kecamatan terbaik dalam pelaksanaan MTQ kali ini, yakni kecamatan Bungah, Manyar, Ujungpangkah, Sidayu dan kecamatan Dukun. ia/arifin sz/team

DPRD Kotabaru Sharing Pengelolaan Dana Desa ke Pemkab Gresik

Gresik - Ketua Pansus II Arbani beserta 9 anggota DPRD komisi D Kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Gresik, Kamis (28/04).

Kunjungan mereka langsung diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di ruang Dewi Sekardadu Pemkab Gresik.

Menurut Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, kunjungan kerja dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan perumusan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) terkait pengelolaan dana desa.

"Tepatnya untuk persiapan dalam merumuskan Raperda kabupaten Kotabaru untuk tatacara pengelolaan dana desa," kata Kabag Humas Suyono.

Terkait kunjungannya itu, Ketua Pansus II sekaligus ketua rombongan Arbani menuturkan bahwa kabupaten Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa.

"Kami pilih Gresik, karena Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa, oleh sebab itu kami memilih kabupaten Gresik untuk diajak sharing terkait hal tersebut," pungkasnya.

Sementara itu menurut Sekretariat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Sunaryo, terkait pengelolaan dana desa mengatakan bahwa, saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 3 (tiga) SKPD yang menangani pengelolaan dana desa, yakni terkait ADD (Alokasi Dana Desa) ditangani Bagian Pemerintahan, terkait APBN untuk dana desa ditangani oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta untuk untuk pajak dan retribusi di desa ditangani oleh DPPKAD.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi menjelaskan bahwa, saat ini Meteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Kementerian Keuangan RI menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49/PMK.07/2016 pada tanggal 29 Maret 2016 tentang tatacara pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana desa.

"Peraturan tersebut terbit hanya 2 hari dari bulan April 2016, dimana hal ini mungkin akan mengubah banyak sekali dan meundurkan pencairan Dana Desa 2016. Dan bisa jadi akan mengubah besaran APBDes yang diajukan dari desa," pungkasnya. ia/arifin sz/team

Berutang 800 Juta, Rumah di Eksekusi PN Gresik

Gresik - Kredit atau pinjaman kepada nasabah bukanlah tanpa risiko. Bagi debitur atau bank, baik yang berskala lokal maupun nasional, kredit macet merupakan momok, Kamis (28/4/2016).

Seperti yang dialami Dokter Gigi Erna Nurwijayati dan rekannya Aminul Huda, mau tidak mau dipaksa keluar oleh tim eksekusi dari Pengadilan Negeri Gresik untuk mengosongkan rumah prakte sepesialis Gigi sekaligus tempat tinggalnya selama ini. Di perumahan Bukit Randuagung Indah Regency Blok FF nomor 03, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas Gresik.

Pasalnya, lahan dan bangunan rumah permanen seluas 215 meter persegi, telah dilelang oleh PT. Bank Muamalat Indonesia cabang Surabaya dengan perantara KPKNL Surabaya dan telah menjadi hak milik orang lain pemenang lelang atas rumah tersebut.

Tim eksekusi dipimpin Juru Sita dari Pengadilan Negeri Gresik Agus, disertai pululan orang petugas keamanan dari Kepolisian Resor Gresik dan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja, serempak mendatangi rumah tersebut.

Dalam pertemuan singkat di dalam rumah itu, tim eksekusi memberitahu dan menunjukkan berita acara kepada dr. Gigi tersebut, bahwa kedatangan mereka adalah mengosongkan rumah tersebut atas perintah undang-undang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Gresik.

Menyikapi itu, Hadi Sasmoyo selaku kuasa hukum dr. Gigi, meminta waktu dan kebijakan untuk tetap menjadi pemilik dan penghuni rumah tersebut. Namun, permohonan itu tidak dipenuhi tim eksekutor, dan tim tersebut tidak lama kemudian masuk rumah dan mengngosongkan seluruh isi rumah.

Disela kesibukan tim eksekutor, Hadi kepada wartawan menuturkan, mereka meminjam uang kurang lebih Rp 800 juta kepada Bank Muamalat Indonesia dengan jaminan tanah dan rumah tersebut. Namun, karena tersandung kesulitan uang dan hingga jatuh tempo tidak bisa lagi membayar cicilan utang tersebut, akhirnya tanah dan rumah itu disita oleh bank, hingga akhirnya tanah dan bangunan rumah itu pun dilelang pihak bank.

"Kita sama sama orang hukum menghormati proses hukum ini, saya akan bertindak menggugat keputusan PN Gresik nomor 05/EKS.LELANG/2016/PN.GS pada tanggal 1 Februari 2016 ke PTUN Surabaya," pungkasnya. arifin sz/team

Ponpes Al Ibrohimi Mayar, Jadi Tuan Rumah Acara MTQ XXVII

Gresik - Salah satu upaya untuk mempertahankan kedigdayaan sebagai juara umum dalam kancah MTQ di Tingkat Propinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menggelar MTQ XXVII tahun 2016. Acara yang digelar dua tahun sekali, pada kali ini dilaksanakan dan dibuka pada Rabu malam (27/4) di Pondok Pesantren Al Ibrohimi Kecamatan Manyar Gresik.

Pembukaan MTQ yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK kabupaten Gresik Hj. Maria Ulfa Sambari sempat banyak menyedot perhatian masyarakat Manyar dan sekitarnya. Kemeriahan acara semakin nyata ketika pelaksanaan acara devile kafillah dari 18 Kecamatan se Kabupaten Gresik. Berbagai atraksi kesenian islami ditampilkan yang menyeruak dari barisan kafillah dari masing-masing kecamatan. 

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tursilowanto Hariogi membuka acara yang diikuti oleh 512 kafillah  mewakili Bupati Gresik yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Tursilo yang membacakan pidato Bupati berharap, agar para Kafillah selalu memperbaiki prestasi dalam bidang MTQ ini. "Meski kita sudah berhasil meraih juara umum pada MTQ tingkat Propinsi di Banyuwangi tahun 2015 lalu, tapi kita jangan lengah dan selalu memperbaiki prestasi", katanya.

Lebih jauh Tursilo mengungkapkan akan pentingnya untuk meningkatkan prestasi Karena Kabupaten lain juga akan berupaya untuk menjadi yang terbaik. "Kita harus berteklad, agar juara umum MTQ tingkat Propinsi  Jawa Timur selanjutnya bisa kita raih. Kalau bisa harus kita tradisikan pada setiap MTQ tingkat propinsi kita selalu meraih juara umum" ungkap Tursilo.

Pada MTQ XXVII kali ini ada beberapa cabang yang dipertandingkan yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur'an, Musabaqoh Fahmil Qur'an, Musabaqoh Sarhil QurKan, Musabaqoh Hifdhil Qur'an, Musabaqoh Tartil Qur'an, dan cabang Musabaqoh Makalah Ilmiah Qur'an. "Kami melibatkan dewan hakim dan panitera yang diketuai oleh Dr. Harris Hasanudin, M.Ag untuk mengadakan penilaian" ujar Kabag Kesra Kusaini melalui kabag Humas.

Berdasarkan raihan juara pada MTQ XXVI Sidayu tahun 2014 yang lalu, ada 5 (lima) kecamatan sebagai peraih 5 besar terbaik. Masing-masing Kecamatan Bungah, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun dan Manyar. "Sesuai pesan Wakil Bupati Gresik, agar Kecamatan yang belum pernah mendapat nomor juara untuk melakukan pembinaan agar wilayahnya bisa meraih juara. Hal ini sudah dilakukan oleh masing-masing ketua LPTQ dimasing-masing kecamatan" tambah Kusaini.

Sesuai harapan Bupati dan Wakil Bupati Gresik agar pelaksanaan MTQ  bisa membentuk masyarakat berakhlakul karimah. Untuk itu ada kewajiban dari Ketua LPTQ yang dijabat oleh para Sekcam agar  pembinaan dalam pembelajaran Al Qur'an selalu diperbaiki. Hal ini untuk memudahkan anak-anak mencintai dan belajar Al Qur'an secara total. "Niscaya kalau semuanya baik, maka untuk meraih Juara Umum pada MTQ mendatang akan lebih mudah" pungkas Kusaini. sdm/arifin sz/team.

Demo di PT KBS, Buruh Minta Hak Dipenuhi

Gresik - Sejumlah buruh dari SP KAHUT INDONESIA SPSI Kabupaten Gresik dengan Element Konfederasi SPSI Gresik serta Forum Pemuda Desa Ambeng-ambeng Watangrejo (FORDAM) melakukan aksi damai di depan kantor PT. Kemilau Bumi Sentosa (KBS) yang beralamat di-Desa Ambeng-Ambeng  Watangrejo Kec. Duduksampeyan Gresik. aksi ini menuntut PT. KBS untuk memenuhi hak buruh serta melaksanakan UU. No 13 Tahun 2003. Rabu (27/04/2016).

Menurutnya, Fakta hukum dilapangan PT. KBS dianggap banyak melanggar UU. No.13 tahun 2003. seperti halnya, perusahaan tidak melaksanakan UMK Kabupaten Gresik, THR keagamaan tahun 2016 tidak diberikan sesuai ketentuan ,Perusahaan tidak memberi hak Cuti kepada pekerja, Perusahaan saat melakukan PHK terhadap pekerja dengan tanpa mematuhi ketentuan UU yang berlaku.

Aksi massa buruh ini dipicu pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh manajemen perusahaan tanpa pesangon. Mereka meminta agar PT. KBS bisa menuntaskan perselisihan antara buruh dengan pihak perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan ratusan buruh masih melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT. KBS,  aksi berharap tuntutan mereka secepatnya di penuhi oleh PT. KBS. arifin sz/team

Pejabat Pemkab Semarang ‘Ngangsu Kaweruh’ ke Pemkab Gresik

Gresik - Sebanyak 37 Pejabat dari Pemerintah Kabupaten Semarang pada Rabu (27/4/2016) berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka yang terdiri dari Sekda, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta dipimpin oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di Ruang Rapat Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik.
 
Menurut Wabup Semarang, kedatangannya ke Pemkab Gresik dengan membawa semua pejabat Pemkab Semarang ini untuk 'Ngangsu Kaweruh' tentang Pelayanan public serta tata kelola Pemerintahan. "Kami datang ke Gresik karena kami tahu bahwa Gresik lebih besar disbanding kami. Baik dari sisi pendapatan, jumlah penduduk serta luas wilayah" katanya.

Pernyataan Ngesti Nugraha ini juga diamini Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono. Birokrat no satu dari Kabupaten Semarang ini juga menambahkan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati serta semua Pejabat dari Kabupaten Semarang ini dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Informasinya Gresik juga tengah menysusun RPJMD juga," tandasnya.

Banyak hal yang ditanyakan terutama terkait pelayanan Publik, mulai dari Program Kesehatan yang diaplikasikan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat. Program Pendidikan, Perijinan dengan pemberlakuan Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). "Di Kabupaten Gresik PTSP berlaku sejak 1 Januari 2016. Total ada 93 perijinan yang saat ini dilayani oleh Badan Penanaman modal dan Perijinan Kabupaten Gresk". Sebelumnya perijinan tersebut tersebar di beberapa SKPD terang Tursilo.

Memang dalam pelaksanaannya, ada perijinan yang masih dikerjasamakan dengan pihak SKPD terkait. Namun mulai masuk dan keluarnya perijinan tersebut tetap di BPMP Kabupaten Gresik, tambah Asisten. Tentang hal itu, Sekretaris BPMP Gresik Lilik Sopiati menjelaskan, "Pelaksanaannya tetap satu pintu yaitu di kantor BPMP. Masyarakat tidak perlu lagi mengawal berkas itu cukup masuk kekantor kami dan keluar dari kantor kami" tukas Lilik.

Pada akhir audiensi, Sekda Kabupaten Semarang bertanya tentang keberadaan bangunan Kantor Bupati Gresik. "Kantor Bupati Gresik ini dibangun pada tahun 1998 diatas lahan seluas 36 hektar. Perolehan tanahnya berasal dari tukar guling karena tanah kantor Bupati ini dulunya milik TNI AU. Rencananya semua kantor Pemkab Gresik akan dibangun di sekitar sini" jelas Tursilo. sdm/arifin sz/team

1000 Anak di Gresik, Meriahkan Hari Anak Nasional

Gresik - Ucapan selamat dan rasa bangga terhadap anak-anak yang merupakan aset bangsa dilontarkan Kepala Dinas Kabupaten Gresik Mahin ketika menghadiri Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) 2016 di alun-alun Gresik pagi tadi, Rabu (27/4/2016).

Perayaan yang digelar di alun-alun Gresik tersebut berlangsung cukup meriah karena dihadiri 1000 murid PAUD dan TK se-Kabupaten Gresik. mereka secara kompak melakukan gerakan senam yang dibimbing oleh guru mereka masing-masing usai upacara HAN.

Menurut Mahin, pihaknya selalu memberikan motivasi kepada anak dan guru atas minat dan bakat yang dimiliki.

"Berbagai lomba juga diadakan oleh panitia dalam memeriahkan HAN ini, diantaranya lomba tingkat PAUD non formal yakni baca puisi tingkat PAUD, membuat permainan edukatif oleh guru tingkat PAUD, cipta kreasi dolanan tradisional guru paud," katanya.

Masih menurut Mahin, selain itu juga diadakan lomba tingkat TK, yakni membuat gambar dari pola dasar, kreasi media bahan alam, lomba lukis dengan jari dan juga lomba pantonim. 

Lomba tersebut diikuti sebanyak 252 guru, 54 murid PAUD non formal dan TK se-Kabupaten Gresik . "Semua demi memberikan hiburan sekaligus edukasi kepada anak-anak generasi penerus bangsa," pungkasnya.

Sementara itu Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Arm. Hendro Setyadi mengatakan, dalam perayaan HAN 2016 ini sekaligus upaya memberikan hak anak secara maksimal sebagai generasi penerus bangsa. "Upaya tersebut dimaksudkan untuk menjamin hak anak tanpa diskriminasi, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup anak. Pemenuhan hak anak tidak hanya dipenuhi pemerintah tetapi juga orang tua dan masyaraka," ungkapnya.

Peran pemerintah dalam pemenuhan hak anak diwujudkan terjaminnya hak anak terkait fisik yang sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan, dalam bidang pendidikan sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan. Tujuannya adalah agar anak dapat terpenuhi haknya dan dapat tumbuh kembang secara optimal.

Dengan majunya teknologi dirinya mengingatkan "jangan sampai anak-anak kita menjadi tamu di negeri sendiri, dan orang tua merupakan komponen terpenting dalam mendidik anak," imbuhnya. ia/arifin sz/team

Cegah Konflik Sosial, Kesbangpol Kumpulkan Tokoh Masyarakat

Gresik - Saat ini konflik sosial marak terjadi di masyarakat, begitu pula dengan maraknya ancaman radikalisme disejumlah daerah yang diiringi oleh teror bom, yang dilakukan oleh kelompok tertentu kepada masyarakat sipil maupun aparat keamanan.

Terkait dengan hal tersebut, pemkab Gresik melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap bahaya radikalisme. Salah satu upaya pemerintah adalah menggelar sosialisasi tim terpadu penanganan konflik sosial tingkat Kabupaten Gresik di ruang Putri Mijil, Selasa (27/04).

Hal itu dilakukan sesuai dengan Undang-undang RI Nomer 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.

Menurut Kepala Kantor Kesbangpol Agus Sahari kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, tujuan diadakan sosialisasi tersebut adalah memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait pencegahan konflik sosial dan meningkatkan kerjasama dengan aparat keamanan khususnya TNI dan kepolisian.

Masih menurut Agus Sahari, dirinya mengungkapkan bahwa untuk penanganan konflik sosial hanya bisa dilakukan dengan 3 hal, yakni pencegahan, penghentian dan pemulihan pasca konflik.

"Kami ingin meningkatkan intergeritas pencegahan terhadap konflik sosial, merespon secara cepat dan tepat semua permasalahan yang memicu terjadinya konflik sosial dan memulihkan kondisi pasca konflik," ungkap Agus Sahari.

Sementara itu Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Harijogi mengatakan bahwa peningkatan keamanan dimasyarakat harus terus ditingkatkan.

"Terjadinya konflik dan peristiwa kekerasan di sejumlah daerah memerlukan perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh, terpadu dan berkelanjutan dari seluruh komponen bangsa," pungkasnya.

Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting dan strategis terkait dengan penanganan konflik sosial dan rencana aksi yang optimal dalam penanganan konflik sosial.

Ditambahkannya, melalui sosialisasi ini juga dapat dilakukan pemantapan peran dalam pencegahan konflik sosial tersebut. "Kami berharap dapat melakukan langkah cepat, tanggap, deteksi dini dan komunikasai yang baik di semua elemen yang merupakan tindak preventif guna mencegah terjadinya konflik sosial" imbuhnya.

Dalam sosialisasi tersebut, selaku narasumber Kepala Kesbangpol Jawa Timur Jonathan, Perwakilan dari Kepolisian dan TNI. Dan dihadiri oleh Forkopimda, perwakilan dari Organisasi Keagamaan, Pemuda, tokoh masyarakat serta dinas-dinas terkait di lingkungan pemerintah Kabupaten Gresik. ia/arifin sz/team

BLH Kota Gresik Lakukan Pemangkasan Pohon

Gresik - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Gresik Selasa (26/04/2016) kembali melakukan kegiatan rutin pemangkasan pohon besar yang berada di pinggir jalan.

Seperti salah satunya yang terlihat  di sepanjang jalan Dr Wahidin Sudirohusodo depan Pom Bunder Gresik sebelah kiri jalan. Beberapa petugas terlihat memangkas dan merapikan ranting-ranting pohon yang menjalar di badan jalan di sepanjang jalan tersebut.

Ciri-ciri fisik pohon yang sudah rawan tumbang bisa diliat dari posisi yang sudah miring, growong, terlalu tinggi, serta terlalu rimbun.

Tak hanya pohon yang sudah terlihat tua secara fisik saja, BLH Kota Gresik juga rutin melakukan pemeriksaan fisik pada pohon yang terlihat sehat namun memiliki ketinggian yang sudah cukup membahayakan. arifin sz/team

Satpol PP Gresik, Tertibkan Kipem Penjaga Warung Kopi

Gresik - Petugas Satpol PP Kabupaten Gresik kembali mengamankan dua penjaga warung yang diketahui tak beridentitas. Sebanyak 2 wanita yang hampir tiap malam mejeng di warung kopi, terpaksa diangkut di razia yang digelar pada Minggu (24/4) petang.

Kedua penjaga warung itu kemudian diangkut menggunakan mobil dinas Satpol PP menuju ke kantor untuk dimintai keterangan. Mereka dinilai melanggar administrasi tentang Kependudukan.

Dari pantauan di lapangan, razia yang mengkhususkan kegiatan sejumlah perempuan penjaga waung kopi itu mengerahkan puluhan personel anggota Satpol PP.

Sedangkan lokasi yang dioperasi kali ini, mulai di Jalan raya Pantura arah Lamongan mulai Desa Setrohadi hingga Desa Gemining, Duduksampeyan Gresik.

"Ini kegiatan rutin dalam agenda penertiban warga yang tak beridentitas," terang Agung Hendro Kasi Operasi Keamanan, Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tantribum) Satpol PP Kabupaten Gresik.

Sementara, penertiban dimulai sekitar pukul 16:00 Wib Secara bertahap, petugas penegak perda itu menyisir satu per satu warung yang sudah menjadi target sasaran operasi. Yang terakhir, Satpol PP juga merazia para penjaga warung di kawasan tersebut.

Dijelaskan Agung, para penjaga warung yang diamankan sebagian besar berasal dari luar Gresik. Untuk itu, mereka harus dibawanya dan didata. tak bisa menunjukkan KTP maupun Kartu Identitas Penduduk Sementara (Kipem).

"Mereka hanya kami data dan dilakukan pembinaan untuk diarahkan agar mematuhi peraturan," ujarnya.

Tambah Agung, aturan itu telah diatur lawat perda. "Kita kasih informasi tentang wajib Kipem dan larangan menjual miras serta bepakaian tidak sopan di Gresik," tegas Agung.

Dalam  razia yang digelar ini, para wanita penjaga warung dinyatakan telah melanggar Perda nomor 22 tahun 2011 tentang Administrasi Terkait Kependudukan. arifin sz/team

Penyebab Kematian Dewi Asal Tuban, Masih Misterius.

Gresik - Penyebab kematian jasad Dewi Purwaningsih (26) warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, yang ditemukan tewas dalam kamar kos di jalan Veteran, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik masih misterius. Hingga kini Polisi terus melakuka penyelidikan, Minggu (24/4/2016).

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo, ketika dihubungi melalui selulernya mengatakan. Penyebab kematian jasad Dewi Purwaningsih (26) warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban masih tahap penyelidikan." Masih penyelidikan mas". Kata Heru kepada wartawan

Jasad Dewi Purwaningsih ditemukan dengan keadaan terlentang dan mengenakan jaket serta kerudung dan memakai masker pada kamis (21/4/2016) malam. Motor Honda Baet Nopol W 4578 LM juga masih ada di depan teras kamar. Usai dilakukan autopsi, jenazah dibawa pulang. jasad korban dimakamkan pada Sabtu (23/4/2016) kemaren. arifin sz/team

PKS DPD Gresik Rayakan Milad dan Hari Kartini

Gresik - Selang dua hari Momen Perayaan hari Kartini, Partai Keadilan Sosial Sejahtera (PKS) Kabupaten Gresik merayakan Semarak Milad (ulang tahun) ke-18. Milad ini Sekaligus merayakan hari Kartini yang jatuh pada 21 april kemaren. Perayaan ini oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Gresik dipusatkan dihalaman Kantor Komplek Ruko Grand Kartini, Minggu pagi (24/4).

Kegiatan tersebut diisi dengan kegiatan senam PKS Nusantara dengan undian berhadiah, juga basar baju KW serta makanan dan minuman. Masarakat sekitar juga tampak antusias, setidaknya ada 3 perempuan inspirasi yang lolos seleksi dan terpilih mewakili masyarakat Gresik yang menjadi tamu dalam perayaan acara tersebut.

Sementara itu, Nensi Septriana selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan senam PKS Nusantara ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat sehat serta untuk mendekatkan hubungan antara partai dengan masyarkat.

"Agar semua masyarakat tidak anti pati terhadap partai politik, maka dari itu kami mengundang masyarakat sekitar untuk hadir memeriahkan acara ini. supaya hubungan kami dengan masyarakat lebih erat". ujar Nensi yang tak lain adalah Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS DPD Gresik itu.

Senada dengan Nensi, Ketua DPD PKS Kabupaten Gresik, Rizal Mohammad Qohar juga mengatakan bahwa PKS akan terus meningkatkan tali silaturahmi terhadap masyarakat Kabupaten Gresik.

"Meski PKS tidak mendapatkan kursi diparlem namun kami akan terus meningkatkan silaturahmi dan memberikan hal-hal baik untuk masyarakat luas suapaya para kader lebih maksimal berkhidmat untuk rakyat," pungkas Rizal. Afin sz/team

Santri Asal Darut Taqwa Juarai Lomba Kitab Kuning Fraksi PKS

Gresik - Salah satu santri dari Pondok Darut Taqwa Gresik yang bernama Muhammad Alfian Hadis Saputra (21) berhasil menjadi Juara Harapan Satu dalam ajang lomba membaca kitab kuning tingkat wilayah yang digelar oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur dalam rangka menyambut Milad PKS yang ke 18, bertempat di Kantor DPW PKS Jawa Timur Sabtu kemarin.

Alfian yang merupakan mahasiswa semester 6 di STAIDA sangat senang dengan mengikuti lomba yang diadakan PKS tersebut "lomba yang sangat bergengsi dan dangat menantang, tidak hanya menerangkan kitab kuning, akan tetapi juga dituntut menjelaskan kalimat perkalimat, dengan kaidah bahasa arab dan menerangkan" ujar Alfian ketika dikunjungi Pengurus DPD PKS Gresik di Pondoknya, Minggu (17/4).

Para pengurus DPD PKS Gresik yang diwakili oleh Wakil Ketua Suharmaji, Sekretaris Edi Erma, dan Bidang Pembangunan Umat Anwar Mahzumi menyerahkan langsung piala, piagam dan uang pembinaan sebesar 3 juta kepada Alfian  di Pondok Darut Taqwa yang berlokasi di Desa Suci, Kecamatan Manyavr Gresik.

Lomba kitab kuning sendiri merupakan tradisi tahunan di PKS, dan pada tahun ini ditingkatkan menjadi lomba tingkat nasional dan akan menjadi acara puncak di Jakarta bersamaan dengan acara Milad PKS yang akan diikuti juara masing masing propinsi, Jawa Timur sendiri dimenangkan oleh santri dari Pondok Darul Ulum Magetan.

Acara lomba tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan PKS untuk mendorong tradisi keilmuan yang mulai dilupakan. daniel/arifin sz/team

Penggelapan Mobil Rental Berhasil Digagalkan Oleh Polsek Omben Sampang

Gresik - Satu unit Mobil rental jenis Suzuki Ertiga bernopol W 1218 BU yang digelapkan oleh seorang berinsial AM warga asal desa Banyutami Kecamatan manyar Kabupaten Gresik, berasil diselamatkan oleh Jajaran Polsek Omben Sampang Madura pada hari jum'at (15/04/2016) kemarin.

Mobil diketahui milik H Kamilah (52) warga asal desa Manyar rejo Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Sejak 24 Pebruari 2016 mobil yang di sewakan kepada AM dalam jangka satu bulan, perharinya dikenakan tarif sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).

Kepada Korban, AM mengaku mobil tersebut akan digunakan bekerja ditambak orang tuanya yang ada di Sidoarjo. Namun kurang lebih dua bulan, mobil tersebut belum juga dikembalikan, uang sewa pun juga tak pernah dibayar. Akirnya oleh korban kejadian ini dilaporkan di Polsek Manyar. Dengan nomor STBL / / IV/2016/ Sek- Manyar.

"Sekitar dua bulan, saudara AM menyewa mobil Ertiga Nomor polisi W 1218 BU milik saya selama 1 bulan, rencanaya mobil akan digunakan bekerja  ditambak orang tuanya yang ada di Sidoarjo. dengan biaya sewa perharinya Rp 300.000,-. tapi sampai saat ini mobil tidak kunjung di kembalikan," terang Kamilah kepada awak media infojatim.com.

Pada pukul 10:00 WIB Korban melaporkan Perkara ini ke Polsek Manyar, Gresik yang dilayani Aiptu Cipto Hadi. Mendengar kata Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda M Sumain pada saat melaporkan, korban merasa laporannya tak ditanggapi serius, lalu korban berinsiatif mecari keberadaan mobil tersebut dengan sendiri.

"Saya tidak berani bertindak yang lebih jauh, kemungkinan mobil sudah digadaiakan di wilayah Madura," kata Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda M Sumain menurut H. Kamilah, Pada Jumat (15/4) kemarin.

Kepada media infojatim.com, lalu  korban meminta bantuan. setelah usut-mengusut dilakukan oleh awak media yang bekerja sama dengan Polsek Omben Sampang Madura, mobil tersebut berasil diamankan.

Pencarian ini melalui alat bantu Global Positioning System (GPS), sesuai pemantauan alat tersebut, mobil diketahui berada di Sumenep menuju Sampang, setelah diuji keberadaannya dengan dilakulan gelar razia, tidak sampai 2 jam mobil tersebut benar ada di wilayah Kecamatan, Sampang Madura.

"Mendapat laporan dari team infojatim.com, saya langsung bertindak memerintahkan anggota untuk menggelar operasi, akhirnya berkat kerja keras pada pukul 16:00 WIB mobil dapat kami temukan," jelas Kapolsek Omben, AKP Zaki.

Dalam melancarkan aksinya, AM menggunakan jasa BY untuk mencarikan penerima gadai mobil, akirnya AM oleh BY dikenalkan kepada saudaranya yang berinsial KH (korban penerima gadai) yang tak lain masih sepupunya BY.

Kepada KH, AM menggadaikan mobil tersebut senilai Rp.12.000.000 melalui BY. Pada saat diamankan oleh Jajaran Polsek Omben, KH mengaku tidak tau, bahwa mobil yang Ia bawa adalah mobil hasil rental yang sengaja digadaikan.

"saya tidak tau, kalau mobil yang digadaikan teman sepupu saya ini adalah hasil rental" ungkap KH dihadapan Polsek Omben yang juga disaksikan oleh pemilik mobil.

Hingga berita ini duturunkan, belum ada tindakan dan tanggapan dari pihak Kanit M Sumain, Selaku Anggota Polsek Manyar. 

BERSAMBUNG.......

arifin sz/team

Sebanyak 69 Sak Pupuk Ilegal, Diamankan Polres Bojonegoro

Bojonegoro - Satuan Reserse Kriminal Polres Bojonegoro bersama anggota Polsek Temayang mengamankan sebanyak 69 sak pupuk bersubsidi yang diperdagangkan tanpa izin resmi. Polisi juga berhasil mengamankan penjualnya berinisial LMR (44), warga Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro kemarin.

Penggerebekan puluhan sak pupuk bersubsidi tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima petugas Polsek Temayang pada Jumat pagi. Informasinya bahwa kios milik LMRmenjual pupuk bersubsidi, padahal pemilik kios tidak memiliki izin resmi.

Usai menerima informasi itu, petugas Polsek Temayang langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bojonegoro dan anggota Koramil Temayang. Puluhan personil langsung mendatangi kios pupuk tersebut.

"Di dalam kios terdapat tumpukan pupuk bersubsidi, jenis Urea produksi PT Pusri Palembang Indonesia, sebanyak 69 sak ukuran 50 kilogram yang siap jual," ujar Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Suyono, Sabtu (16/4).

Ketika dilakukan pengecekan, lanjut dia, pemilik kios tidak dapat menunjukkan izin sebagai pengecer resmi pupuk bersubsidi. Polisi pun mengamankan 69 sak pupuk bersubsidi sebagai barang bukti guna proses hukum lebih lanjut. "Saat ini proses hukumnya sedang ditangani jajaran Satreskrim Polres Bojonegoro," ujarnya.

Dalam kasus ini, pelaku penjualan melanggar Pasal 30 ayat 3 Peraturan Menteri Perdagangan No. 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, jo Pasal 6 ayat 1 huruf b Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1955, tentang Pengusutan, Penuntutandan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. "Pelaku diancam hukuman penjara paling lama 2 tahun," pungkasnya. arifin sz/team

Truk Gandeng Patah, Terjun Bebas di Jembatan Babat

Lamongan - Kecelakaan tunggal terjadi di terjadi di Jembatan Baru atau lebih sering disebut Jembatan Cincim Babat, Kabupaten Lamongan dini hari. Satu unit kereta gandengan dari truk bernomor polisi S 8513 UW yang sarat muatan gandum pakan ternak, terlepas dan terguling hingga terjatuh dari atas Jembatan Cincim yang berada di Jalan Raya Babat-Tuban. Akibatnya, sebagian muatan gandum pakan ternak tumpah ke tepi jalan. Kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat kondisi cuaca hujan gerimis.

Menurut Kapolsek Babat Kompol Shodiqin, truk gandeng yang kemudikan Supriyanto (49), Warga Desa Suwaru RT 002 RW 002 Desa Mojoagung, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, dengan kernet Fendi (19), warga desa yang sama, itu semula melaju dari arah selatan menuju utara, atau arah Babat menuju Tuban, melewati tanjakan Jembatan Cincim lajur sebelah barat, atau jalur Surabaya-Tuban.

Ketika melintas tepat di atas jembatan tersebut, tiba-tiba besi sambungan gandengan truk patah. Akibatnya kereta gandengan terlepas dan melorot tak terkendali. Kereta sarat muatan itu sempat menghantam pagar pembatas jembatan di bagian sisi timur, sebelum terguling dan jatuh ke bawah lewat sela-sela Jembatan Cincim, tepat di Jalan Raya Surabaya-Bojonegoro.

Kereta gandengan sempat pula menimpa becak motor yang sedang diparkir di bawah jembatan. Sementara sebagian muatan kereta gandengan berhamburan di jalan raya.

"Beruntung dalam becak motor tersebut tidak ada pengemudinya, sehingga tidak terdapat korban jiwa," jelas Kompol Shodiqin.

Akibat peristiwa ini, jalur Surabaya - Bojonegoro sempat macet beberapa jam. Namun berkat kesigapan petugas Polsek Babat dan Unit Laka Lantas Polres Lamongan, arus lalu lintas dapat diatur bergantian.

Sementara, menurut Kanit Lantas Polsek Babat IPTU Suwandi, hingga pukul 21.00 WIB malam ini, kereta gandengan yang terlepas tersebut masih belum dievakuasi. Petugas masih terus melakukan pengamanan jalur hingga proses evakuasi selesai dilaksanakan.

"Sampai saat ini belum dievakuasi, masih menunggu mobil derek," ujar IPTU Suwandi melalui sambungan telepon seluler.

Dalam kecelakaan tunggal ini tidak terdapat korban jiwa. Demi keamanan, usai kecelakaan, truk induk diparkir di halaman Mapolsek Widang Tuban. arifin sz/team

Mabes Polri Mutasi Lima Kapolda, Boy Rafly Amar Jadi Kadiv Humas

Jakarta - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memutasi sejumlah perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) Polri termasuk lima Kapolda di Indonesia.

Mutasi tersebut tertuang dalam surat Nomor ST/936/IV/2016 tertanggal 14 April 2016, yang ditandatangani oleh AS SDM, Irjen Pol, Sabar Rahardjo, atas nama Kapolri, Jenderal Polisi Badrodin Haiti.

"Hari ini Mabes Polri mengeluarkan TR (telegram rahasia) mutasi lima Kapolda dan beberapa pejabat utama," kata Kepala Biro Penerangan Mabes Polri, Brigjen Pol, Agus Rianto di Jakarta, Kamis, 14 April 2016.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Noer Ali diganti oleh Irjen Pol Condro Kirono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Krops Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.

Sementara itu, Noer Ali akan menduduki  Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Sedangkan, posisi Kakorlantas Polri akan dijabat oleh Brigjen Agung Budi Maryoto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Selatan.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Pol Triwanto akan menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, menggantikan Agung Budi Maryoto. Sedangkan, Kapolda DIY akan dijabat oleh Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar dimutasi sebagai Pati Yanma Polri, alih status menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Perhubungan.

Sedangkan Kapolda Sulwesi Selatan akan dijabat oleh Irjen Pol Anton Charliyan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri.

Untuk posisi Kadiv Humas Mabes Polri akan dijabat oleh Brigjen Pol Boy Rafly Amar, yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten. Jabatan Kapolda Banten akan diisi oleh Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Selain itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Bambang Waskito dimutasi, dan akan menjabat Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol. Sedangkan jabatan Dirtipideksus Bareskrim Polri akan diisi oleh Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kombes Pol Agung Setya. (Divisi Humas Polri/Arifin sz/team)

Puluhan Angkat Gresik Masuk Daftar Antrian Pemasangan Konverter Kit

Gresik - Setelah 9 angkot yang siap dipasang converter kit bahan bakar gas (bbg) gratis, ternyata masih ada puluhan angkot lagi yang antre ingin dipasang juga. Hal ini diakui oleh Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam Setda Gresik Adiana Setiawati. "Saat ini kami hanya mendata saja selanjutnya akan kami ajukan proporsal ke Kementerian ESDM melalui PGN Gagas" ujarnya saat sosialisasi konversi bbm ke bbg yang berlangsung di kantor Bupati Gresik, Kamis (14/4/2016).

Acara yang dilaksanakan oleh Pemkab Gresik bekerjasama dengan PGN Gagas, beberapa narasumber dan tehnisi automotif serta tehnisi bidang gas. Para narasumber ini mengedukasi penggunaan BBG kepada beberapa kepala divisi kendaraan yang ada di perusahaan, para awak angkot serta para koordinator lyn angkutan yang ada di Kabupaten Gresik.  

Beberapa pemilik angkot penasaran terkait keinginan untuk menggunakan BBG, sementara kendaraannya buatan tahun 90an. Hal ini disampaikan coordinator angkutan kota Romli, "Apakah bisa kendaraan converter kit BBG dipasang di kendaraan 'tua'. Mengingat angkot di Gresik rata-rata buatan antara tahun 1988 – 2008" Tanya Romli penasaran.

Setelah dijawab bisa, maka Romli dan kawan kawan seakan mendapat angin segar. "Memang sebaiknya mobil yang tidak terlalu tua. Karena converter kit yang kami berikan ini bisa bertahan lama. Terlalu sayang kalau dipasang di angkot tua. Belum berapa lama ternyata ada peremajaan" ujar tehnisi yang disiapkan oleh PGN Gagas.

Sementara sopir angkot yang lain sempat menanyakan tentang legalitas saat uji kir kendaraan bermotor. mendapat pertanyaan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Nuruddin yang memimpin kegiatan ini berjanji akan mencari aturan dan undang-undangnya. "Untuk hal ini perlu study banding dulu kepada daerah yang sudah melaksanakan kebijakan ini lebih dulu" ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan. 

Melihat animo masyarakat Gresik terutama pemilik angkot yang begitu besar untuk memakai BBG. Koordinator wilayah II PGN Gagas, M. Hakim Haryono sedikit memberikan solusi agar bisa mendapat converter kit gratis. "Sebaiknya para sopir ini membentuk paguyuban pemakai gas, nantinya setelah terbentuk akan kami ajukan ke pusat. Atau kalau mungkin masuk pada program kami yaitu semacam kontrak dengan pemakaian minimal 10 lsp sehari" ujarnya.  (sdm/arifin sz/team)

Total Ada 81 Unit Mobil Di Pemkab Gresik Yang Menggunakan BBG

Gresik - Upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menciptakan udara bersih dan sehat seakan tak pernah henti. Seperti yang dilakukan oleh Bagian Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Setda Gresik yang sangat getol untuk memasyarakatkan penggunaan bahan bakar gas (BBG). Yang paling anyar yaitu memfasilitasi pemasangan converter kit gratis untuk kendaraan angkot yang beroperasi di Gresik. Pemasangannya sudah dimulai hari ini, Rabu (13/4/2016) sampai beberapa hari kedepan.

Menurut kepala Bagian Administrasi SDA, Adiana Setiawati melalui kabag Humas Suyono, pemasangan awal converter kit berkapasitas 10 liter setara premium (lsp) digratiskan untuk angkot. Harga alat tersebut saat ini mencapai Rp. 15 juta per unit. Namun sayang converter kit gratis ini hanya bisa dinikmati oleh 9 angkot. " Untuk tahap awal kami hanya dijatah 9 unit yang didanai CSR PT PGN Gagas. Setiap tahun akan kami usulkan untuk ada pemasangan lagi" katanya.

Sebelum pemasangan, pada tahap awal pihak Pemkab Gresik dan PGN Gagas melakukan sosialisasi. "Kami meyakinkan kepada mereka tentang penggunaan gas yang aman dan hemat secara ekonomi" kata Demi Yamiardi (32) dari PGN Gagas. "Mulanya banyak yang pingin pasang, tapi karena para supir tidak punya kewenangan terhadap kendaraannya, maka hanya Sembilan angkot yang siap dipasang" tambahnya lagi.

Pemasangan tabung dan seperangkat alat pada angkot dilaksanakan di tempat parkir belakang kantor Bupati Gresik. masih menurut Demi Yamiardi, Pihaknya memasang alat tersebut sesuai standard operasional dan keamanan yang telah ditetapkan. "Untuk memasang satu unit converter kit type I ini membutuhkan waktu kurang lebih dua jam" jelas Demi.

Abdul (38) warga perumahan Bunder Asri pemilik kendaraan kijang tahun 2003 lyn SG yang dapat jatah pemasangan converter kit gratis menyatakan, sudah sejak lama pihaknya ingin menggunakan BBG. Dia pernah memakai kendaraan berbahan bakar BBG beberapa saat lalu saat di Jakarta. Dia juga tidak tahu kalau di halaman kantor Bupati Gresik ada stasion pengisian BBG umum untuk kendaraan. "Kalau tahu mungkin sudah sejak dahulu saya memasang. Alhamdulillah saat ini dapat alatnya gratis" katanya.

Sesuai data dari Bagian Administrasi SDA Kabupaten Gresik sampai akhir April nanti, total kendaraan yang telah terpasang converter kit BBG ada 81 kendaraan. Masing-masing, kendaraan dinas milik Pemkab Gresik sebanyak 51 unit, kendaraan milik Yayasan Petrokimia Gresik 2 unit,  kendaraan milik PT Smelting 1 unit, kendaraan milik PT PJB Gresik sebanyak 18 unit dan kendaraan angkot 9 unit. (sdm/arifin sz/team)

Gugatan Praperadilan La Nyalla, Akhirnya Dikabulkan

Surabaya - Gugatan praperadilan yang diajukan pemohon, Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, terhadap penyidikan perkara dana hibah Kadin Jatim 2012 untuk pembelian IPO Bank Jatim sekaligus penetapan dirinya sebagai tersangka oleh termohon, Kejaksaan Tinggi Jatim. Akhirnya dikabulkan oleh Hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya Ferdinandus. Putusan tersebut dibacakan di ruang Cakra, PN Surabaya, Selasa (12/4).

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut secara formal, termohon telah terbukti melakukan pelanggaran KUHAP dalam menetapkan pemohon sebagai tersangka.

Sedangkan secara material, perkara yang disidik oleh termohon, yaitu penggunaan dana hibah Kadin Jatim tahun 2012 untuk pembelian IPO adalah perkara yang sudah diperiksa dan diadili dengan terpidana Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring, yang telah inkrah pada 26 Desember 2015 lalu.

"Perkara aquo harus dihentikan, karena secara formal sudah tidak sah dan secara materiil adalah pengulangan peristiwa yang sudah diadili dan dipertangungjawabkan. Maka perkara aquo harus dihentikan karena apa yang disangkakan tersebut juga tidak memiliki kerugian negara, karena sudah dipertanggungjawabkan," tukas Ferdinandus dalam putusannya.

Masih dalam pertimbangannya, hakim juga menyatakan semua alat bukti yang diajukan termohon sebagai syarat pengembangan perkara adalah bukti lama yang telah diperiksa di persidangan sebelumnya, sehingga secara formal melanggar KUHAP.

Oleh karena itu, hakim berpendapat perkara ini sudah tidak dapat dibuka kembali setelah putusan praperadilan ini dibacakan. "Mengenai bukti materai yang tidak sesuai dengan tanggal kuitansi adalah persoalan administratif, karena substansinya dana yang dikembalikan telah diterima oleh penerima, dalam hal ini terpidana Diar dan Nelson." Tambahnya.

Dengan demikian, semua pihak, baik pemohon maupun termohon wajib menjalankan perintah pengadilan. Termasuk tertutupnya pintu bagi termohon untuk menerbitkan sprindik baru lagi untuk perkara yang sama, yakni penggunaan dana hibah Kadin Jatim 2012 untuk pembelian IPO Bank Jatim.

Hakim juga membatalkan dan menyatakan bahwa sprindik yang diterbitkan pemohon dan penetapan tersangka terhadap pemohon batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, serta kewajiban bagi termohon untuk menerbitkan surat pembatalan sprindik tersebut. arifin sz/team






Sumber: gresiknews1.com

Pembukaan Pasar Rakyat Di PGIM Gresik Diisi Hiburan Orkes Dangdut

Gresik - Pasar Grosir Ikan Modern (PGIM) baru yang berlokasi di jalan raya Lamongan Desa Ambeng-ambeng tepatnya sebelah selatan Terminal Bunder Gresik yang telah diresmikan pada tanggal 7 Maret lalu oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Senin (11/4) malam adakan pembukaan 'Pasar Rakyat' yang akan digelar selama 2 bulan berturut-turut.

Untuk meramaikan acara pasar rakyat tersebut dibuka dengan acara orkes dangdut serta melekkan semalam suntuk oleh panitia dan sejumlah orang yang ingin memiliki stan di lokasi tersebut.

Acara tersebut bertujuan memasarkan dan memperkenalkan keberadaan Pasar Grosir Ikan Modern kepada masyarakat luas dan untuk melihat respon pengunjung khususnya masyarakat Kabupaten Gresik.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam acara tersebut antara lain diakannya pasar rakyat, pasar malam dan kegiatan menujang lainnya yakni audisi lomba lagu dangdut, lagu pop dan sholawat yang akan digelar mulai 11 April mendatang dan akan dilaksanakan 24 jam selama 2 bulan berturut-turut dan untuk bulan Ramadhan juga akan dibuka audisi Qotimul Quran.

"Kami peduli terhadap masyarakat Kabupaten Gresik, supaya dengan adanya kegiatan audisi ini bisa menjadi jalan untuk menunjukan bakat terpendam yang dimilikinya," jelas Muhammad Sholeh, Direktur PT Lumbung Putra Kalimantan selaku investor pasar Ikan Modern itu.

Selain itu, Dia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat sekitar khususnya masyarakat Kabupaten Gresik tahu dan bangga bahwa di Gresik telah memiliki pasar Grosir Ikan Modern.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan ini dapat merespon minat masyarakat untuk lebih mengetahui keberadaan pasar ikan modern terbesar di Kabuapaten Gresik ini dan semoga hubungan kami dengan masyarakat Gresik akan semakin erat baik dibidang budaya, perdagaan dan lainnya," jelasnya saat ditemuai wartawan di kantornya.

Sementara itu, Ia juga mengucapkan puji  syukur kepada Allah SWT atas izin karunia dan ridhonya hingga sampai seperti saat ini, dari kegiatan yang akan dilakukan itu pihaknya berharap semua kalangan masyarakat  Kabupaten Gresik ikut dan datang kelokasi untuk meramaikan acara tersebut. "Semoga seluruh masyarakat Kabupaten Gresik menyaksikan langsung acara yang akan dihelat siang dan malam selama 2 bulan ini," harapnya.

Selain mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut pihaknya juga akan miningkatkan pelayanan seperti pengelolaan pembayaran serta kualitas dan mutu barang yang layak di jual.
"Pelayanan akan terus kami tingkatkan, untuk kedepannya pasar Ikan Modern ini tidak hannya menjual ikan saja namun juga bahan-bahan pokok lainnya," pungkasnya. arifin sz/team

Toko Emas Di Sembayat, Dibobol Maling

Gresik - Toko perhiasan 'Sederhana Dua' di Pasar Sembayat, Jl KH Ahmad Sidiq, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik, Jatim dibobol maling. Maling berhasil menggondol perhiasan 3,5 Kilogram dan uang tunai sekitar Rp 80 juta, Senin (11/4/2016).

Pemilik toko mengetahui barang-barang di dalam toko hilang saat dua orang pekerja toko datang dan saat membuka toko terkejut dengan keadaan di dalam tokonya yang berantakan.

Bahkan, karyawan toko perhiasan emas sangat terkejut saat melihat gembok toko sudah diganti dan tidak bisa dibuka.
Saat itu juga karyawan langsung menghubungi pemilik toko perhiasan.

"Lho kok ganti gembok baru," kata Amala (50), penjual busana di Pasar Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik, sekaligus tetangga stan toko saat menirukan perkataan pekerja penjaga toko emas kepada wartawan.

Setelah melihat gemboknya baru dan tidak bisa dibuka, salah satu pekerja langsung menghubungi juragannya.
Tidak lama juragannya langsung datang dan bersama petugas polisi. Sampai saat ini anggota Polisi masih olah tempat kejadian perkara (TKP). arifin sz/team

Polsek Driyorejo, Tangkap Pengedar Sabu

Gresik - Seorang laki-laki berinisial HS (34) warga Desa Wonokalang Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. diringkus aparat Polsek Driyorejo, Gresik. Setelah kepergok petugas saat mengirim pesanan narkoba di samping balai Desa Driyorejo.

Kanit Reskrim Polsek Driyorejo, AKP Suparmin pada Minggu (10/4/2016) mengatakan, HS diringkus di sebelah balai Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

"Ditangkap pada Jumat (8/4) sore pukul 14.00 WIB. Barang buktinya empat bungkus kecik berisi narkotika jenis sabu seharga 800 ribu," katanya.

Suparmin, menjelaskan penangkapan tersebut berawal setelah ada laporan dari masyarakat yang melihat gerak-gerik mencurigakan terhadap seorang tidak dikenal di depan balai Desa Driyorejo.

"Ada orang tak di kenal bukan warga Driyorejo, kelihatan gelisah seperti menunggu seseorang, karena gelagat yang mencurigakan langsung kami interogasi ternyata benar di dalam saku celananya kedapatan lipatan kertas kecil dan setelah di buka, ada bungkusan plastik kecil yang berisi sabu," jelasnya.

Setelah dikembangkan asal narkotika jenis sabu tersebut berasal dari tetangga Desa HS berinisial AM. "Tersangka di keler ke rumah AM, namun setelah di lakukan penggerebekan AM tidak ada di rumah dan tidak ditemukan barang bukti," imbuhnya.

Dari perbutannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. arifin sz/ team

Komisi 10 DPR RI Lakukan Sidak UNBK Ke Gresik

Gresik - Komisi 10 DPR RI melakukan pemantauan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP, SMA dan SMK, Jum'at (8/4). Komisi yang membidangi urusan pendidikan ini mendatangi tiga sekolah. Hal Ini untuk memastikan persiapan UNBK maupun UN manual.

Pada inspeksi mendadak (sidak) ini Komisi 10 mendatangi SMPN I Gresik yang didaulat menjadi peserta UNBK Kemudian, juga mendatangi SMPN 4 Gresik yang masih melakukan Ujian Nasional secara manual dan yang terahir ke SMA 1 juga dilihat persiapan yang sudah dilakukan di masing-masing sekolah.

Anggota Komisi 10 DPR Ri, Ferdiansyah mengatakan sidak kali ini meninjau persiapan sekolah. Jangan sampai ada trouble saat berlangsungnya Ujian Nasional. "Hanya melakukan pengecekan, mulai sistem hingga perangkat yang akan digunakan untuk UNBK di Sejumlah Sekolahan di Gresik." ujarnya saat di Gedung Dispendik Gresik.

Menurut dia, dari hasil sidak ini, setelah UN tidak dijadikan penentu kelulusan, siswa siswi sudah tidak ada beban, dan merasa tertekan. Dan saat mengerjakan soal-soal bisa lebih Enjoy. seluruh persiapan sudah diselesaikan masing-masing sekolah. Sehingga pihaknya berharap tidak ada persoalan saat UNBK berlangsung. "Komputer sudah datang, server juga sudah konek dengan pusat. Jadi kemungkinan bisa lancar," kata dia.

Hal senada disampaikan Mahin, Selaku Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Gresik, pihaknya mengaku bangga atas kunjungan dari komisi 10 DPR RI yang dilakukan. "luar biasa saya senang sekali, beliau sudah turun ke Gresik sudah ngecek dan monitoring persiapan pelaksanaan UNBK untuk sekarang ini"

Masih kata Mahin, Pihaknya berharap Gresik nanti dalam melaksanakan ujian nasional bisa berintregitas semakin baik. " Semoga dalam UNBK kali ini, Gresik bisa berjalan dengan baik dan berintregitas." Pungkasnya. arifin sz/team

La Nyalla Hadirkan Dua Saksi Ahli Dalam Sidang Lanjutan Praperadilan

Surabaya - Sidang lanjutan gugatan praperadilan kali ini,  Tim kuasa hukum La Nyalla Mattalitti menghadirkan dua pakar hukum pidana yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/4) kemarin.

Kedua ahli hukum itu yang menjadi saksi ahli tersebut adalah Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Prof Dr Edward Oemar Sharif, dan pengajar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Dr M Arif Setiawan.

Edward mengatakan, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selaku termohon dalam sidang ini tidak bisa begitu saja menetapkan tersangka kepada La Nyalla dalam kasus dana hibah Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur tahun 2012.

"Status tersangka bisa dijatuhkan apabila yang bersangkutan sudah pernah diperiksa sebagai saksi. Ini untuk menjaga agar tidak terjadi prasangka yang tidak wajar," kata dia.

Selain itu, jaksa juga harus sudah mengantongi dua alat bukti. Alat bukti yang dimaksud bukanlah alat bukti di persidangan, melainkan yang didapatkan penyidik dalam kegiatan penyidikan di luar persidangan.

"Bukti di persidangan adalah bukti petunjuk dan itu mutlak dimiliki oleh hakim," ujarnya.

Tanggapan itu terkait pernyatan Kejati Jatim yang menetapkan La Nyalla sebagai tersangka berdasarkan bukti persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah yang sudah diputus oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dua pengurus Kadin Jatim sudah dihukum atas kasus itu.

Setelah mendengarkan saksi ahli dari pihak pemohon, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan saksi ahli yang diajukan Kejati Jatim selaku termohon pada Jumat (8/4) hari ini.

Dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Komisi Yudisial (KY) memantau sidang praperadilan.

Juru bicara Komisi Yudusial Indro Sugianto mengatakan memantau kasus korupsi dana hibah. Bahkan, kata Indro, mereka memantau sebelum Kejaksaan Tinggi Jatim menetapkan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti itu sebagai tersangka.

"Kami banyak menerima surat permohonan untuk memantau kasus ini dan proses hukumnya," kata Indro di Surabaya.

Assisten Pidana Khusus Kejati Jatim I Made Suarnawan juga menghadiri sidang. Tapi, katanya, Made sekadar memantau.

"Karena kasus ini memang menyita perhatian publik," ujarnya.

Seperti diketahui, PN Surabaya mengabulkan permohonan La Nyalla untuk menggelar sidang praperadilan setelah Kejati menetapkan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi hibah Kadin Jatim senilai Rp 5 miliar. Penyidik mengaku memiliki bukti La Nyalla menggunakan uang itu untuk membeli saham perdana Bank Jatim pada tahun 2012.

Gugatan praperadilan kali ini dilakukan untuk menguji penetapan tersangka terhadap La Nyalla. Pria yang juga Ketum PSSI ini ditetapkan tersangka oleh Kejati Jatim dalam kasus dana hibah Kadin Jatim sebesar Rp5,3 miliar untuk membeli saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim 2012.

Di sisi lain, meski sudah ditetapkan sebagai buronan (DPO), namun Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku hingga kini belum menerima permintaan menerbitkan red notice dari pihak Kejaksaan Agung terkait buronnya Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti.

"Kalau misalnya diminta red notice, permintaannya itu belum sampai ke tangan saya," ujar Badrodin di Kompleks Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Badrodin mengatakan dirinya telah menanyakan kepada Jaksa Agung M Prasetyo terkait hal tersebut, apakah pihak Kejaksaan telah mengirimkan surat permintaan penerbitan atau belum.

Sebab, Badrodin menjelaskan pihaknya tidak bisa serta merta menerbitkan red notice tanpa pemintaan kejaksaan, karena hal itu kewenangan kejaksaan yang mengusut kasus tersebut.

"Itu kan kewenangan kejaksaan, bukan polisi. tapi kalau kita diminta bantuan, kita bantu," tutur Badrodin. arifin sz/team






Sumber: infojatim.com

Untuk Meningkatkan Minat Pengunjung, Pasar Ikan Modern Adakan Lomba Audisi Dangdut

Gresik - Untuk memasarkan dan memperkenalkan keberadaan pasar Ikan Modern kepada masyarakat luas, Direktur PT Lumbung Putra Kalimantan, Muhammad Sholeh akan mengadakan kegiatan audisi lomba lagu dangdut, pop dan sholawat. Kegiatan itu untuk melihat respon pengunjung khususnya masyarakat Kabupaten Gresik, Kamis (7/4/2016).

Pasar Ikan Modern tersebut berlokasi di jalan raya Lamongan desa Ambeng-ambeng tepatnya sebelah selatan Terminal Bunder sudah diadakan peresmian atau launching pada tanggal 7 Maret bulan lalu.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam acara tersebut antara lain diakannya pasar rakyat, pasar malam dan kegiatan menujang lainnya yakni audisi lomba lagu dangdut, lagu pop dan sholawat yang akan digelar mulai 11 April mendatang dan akan dilaksanakan 24 jam selama 2 bulan berturut-turut dan untuk bulan Ramadhan juga akan dibuka audisi Qotimul Quran.

"Kami peduli terhadap masyarakat Kabupaten Gresik, supaya dengan adanya kegiatan audisi ini bisa menjadi jalan untuk menunjukan bakat terpendam yang dimilikinya," jelas Muhammad Sholeh, Direktur PT Lumbung Putra Kalimantan selaku investor pasar Ikan Modern itu.

Selain itu, Dia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan agar masyarakat sekitar khususnya masyarakat Kabupaten Gresik tahu dan bangga bahwa di Gresik telah memiliki pasar Grosir Ikan Modern.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan ini dapat merespon minat masyarakat untuk lebih mengetahui keberadaan pasar ikan modern terbesar di Kabuapaten Gresik ini dan semoga hubungan kami dengan masyarakat Gresik akan semakin erat baik dibidang budaya, perdagaan dan lainnya," jelasnya saat ditemuai wartawan di kantornya.

Sementara itu, Ia juga mengucapkan puji  syukur kepada Allah SWT atas izin karunia dan ridhonya hingga sampai seperti saat ini, dari kegiatan yang akan dilakukan itu pihaknya berharap semua kalangan masyarakat  Kabupaten Gresik ikut dan datang kelokasi untuk meramaikan acara tersebut.

"Semoga seluruh masyarakat Kabupaten Gresik menyaksikan langsung acara yang akan dihelat siang dan malam selama 2 bulan ini," harapnya.

Demi kelancaran acara tersebut PT Lumbung Putra Kalimantan mengandeng beberapa seponsor yang mendukungnya.

Selain mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut pihaknya juga akan miningkatkan pelayanan seperti pengelolaan pembayaran serta kualitas dan mutu barang yang layak di jual.

"Pelayanan akan terus kami tingkatkan, untuk kedepannya pasar Ikan Modern ini tidak hannya menjual ikan saja namun juga bahan-bahan pokok lainnya," pungkasnya. arifin sz/team
 

Sidang Praperadilan Ditunda, La Nyalla Mattalitti Menghilang

Surabaya - Setelah pada hari Rabu pekan lalu sidang ditunda karena jaksa tidak datang, Sidang praperadilan Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattalitti kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (5/4/2016).

La Nyalla menggugat praperadilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas pengenaan status tersangka dalam perkara dugaan penyelewengan dana hibah.

Agenda sidang yang dipimpin hakim tunggal Ferdinandus itu ialah pembacaan permohonan praperadilan La Nyalla yang diwakili kuasa hukum. Lebih dari sepuluh kuasa hukum membela La Nyalla, yakni Moh. Ma'ruf, Sumarso, Anthony Ratag, Fahmi H. Bachmid, Adik Dwi Putranto, Amir Burhannudin, Togar M. Nero, Aristo Pangaribuan, Mustofa Abidin, Abdul Salam, Zaenal Fandi, dan Martin Hamonangan.

Meski sempat berjalan, namun sidang gugatan tersebut kembali ditunda. Ini disebabkan setelah pihak termohon yakni Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memilih menunda untuk memberikan jawaban atas gugatan pemohon yang dibacakan oleh kuasa hukum pemohon.

Ferdinandus, memutuskan untuk menunda persidangan pada Rabu (6/4), terlebih adanya sejumlah revisi terhadap gugatan yang diajukan oleh pemohon.

"Karena renvoi dari gugatan pemohon sehingga termohon tidak siap. Oleh sebab itu persidangan hari ini saya tunda besok," tutur Fernandinus.

La Nyalla sendiri masih dalam status daftar pencarian orang karena tidak mau memenuhi panggilan pemeriksaan jaksa. "Kami tidak tahu Pak La Nyalla di mana," kata salah satu kuasa hukum, Fahmi Bachmid.

Menurut Fahmi, praperadilan tersebut untuk menguji sah tidaknya penetapan tersangka terhadap La Nyalla. Sebab, kata Fahmi, dalam praperadilan sebelumnya hakim Efran Basuning memutuskan segala penyidikan terkait dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur pada 2011-2014 dinyatakan tidak sah.

Putusan itu sudah dibacakan dalam sidang praperadilan yang diajukan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antar-Provinsi Kadin Jawa Timur Diar Kusuma Putra pada 7 Maret 2016 di Pengadilan Negeri Surabaya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung enggan berkomentar tentang ketidakhadiran La Nyalla dalam sidang praperadilan. "La Nyalla tidak hadir, ya sudah," katanya.

Maruli menuturkan Kejaksaan masih melacak keberadaan La Nyalla bekerja sama dengan Interpol dan Kepolisian. Sampai saat ini, kata dia, belum diketahui posisi La Nyalla.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung berharap agar La Nyalla jantan dan menghadapi proses hukumnya di Indonesia

"Saya mengimbau La Nyalla untuk segera datang ke Indonesia, untuk menghadapi praperadilan yang akan dimulai besok," ujar Maruli.

"Jangan pengecut ngumpet di negara orang. Hadapilah, kalau memang tidak bersalah jangan takut," sambungnya.

Sebelumnya, La Nyalla -yang juga merupakan Ketua Umum PSSI ini- masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) usai memilih untuk tak menghiraukan panggilan Kejati Jatim, terkait penyidikan kasus Dana Hibah Kadin. Bahkan, dikabarkan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur ini telah berada di luar negeri. Terakhir, ia dikabarkan berada di Singapura.

La Nyalla memilih kabur setelah ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur untuk pembelian saham perdana Bank Jatim pada 2012 senilai Rp 5,3 miliar. Keuntungan dari pembelian saham itu senilai Rp 1,1 miliar.

Sidang sendiri dijaga ketat petugas polisi, tapi jumlahnya tidak banyak. Dalam sidang kali ini, dihadiri jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. arifin sz/team






Sumber: bangsaonline.com

Warga Gumeno Siap Produksi Makanan Berbahan Dasar Ikan Bandeng

Gresiknews1.com - Para ibu-ibu di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Gresik sangat antusias mengikuti pelatihan mengolah makanan berbahan dasar ikan bandeng. Ada abon ikan bandeng, Rolade bandeng, ekado bandeng, nugget, bakso bandeng dan kakiraga.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik bekerja sama dengan PT Kelola Mina Laut, Universitas International Semen Indonesia (UISI) dan UD Multi Sarana Niaga Gresik ini berlangsung di Balai Desa Gumeno, Kecamatan Manyar Gresik, Selasa (5/4/2016).

Ada sekitar 50 orang ibu-ibu di desa tersebut yang mengikuti pelatihan pembuatan makanan berbahan dasar ikan bandeng. mereka diajari untuk membuat beraneka makanan secara efektif dan higienis. Selain mengolah para ibu juga diajari untuk mengemas dengan kemasan yang berlabel 'Bandeng Mentari'. 

Antusias para ibu terhadap pelatihan ini karena produk ikan bandeng didesa tersebut sangat melimpah. Menurut Kepala Desa Gumeno Arif Nur Ikhsan, luas areal tambak di wilayah Gumeno 400 hektar dari 482 hektar luas wilayah. "Produksi ikan bandeng mencapai 840 ton pertahun bahkan lebih. Pantaslah kalau para ibu disini sangat senang adanya pelatihan ini" katanya.

Nada senang juga ditunjukkan oleh peserta, salah satunya Sri Retno Ningsih. Dia mengatakan kalau pas musim panen bandeng, banyak ikan yang berukuran kecil terpaksa dijual murah. "Karena yang kecil-kecil sulit dijual kepasar. Makanya sering dijual obral dan bahkan ada yang dibiarkan sampai membusuk. Kalau sudah bisa membuat makanan ini maka akan memberikan nilai ekonomis kepada kita" katanya bangga.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik Ilmul Yaqien melalui kabag Humas Suyono menyatakan, mulanya kami menginventarisir produk lokal yang sudah ada kemudian meningkatkan produk lokal tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran.  

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik, Najikh mengaku pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. Tingginya produk perikanan terutama bandeng di desa Gumeno ini serta banyaknya tenaga potensial, maka kami menggandeng beberapa institusi. baik dari perguruan tinggi maupun swasta untuk bersama-sama membantu. "Dari pihak pemilik merk yaitu 'Bandeng Mentari' siap menampung produk ibu-ibu disini" ujarnya. (sdm/arifin sz/team)

Satpol PP tertibkan Baleho TKP Duduksampeyan

Gresik - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik diketahui bersama, hari ini melakukan penertiban terhadap sejumlah baliho yang masa perizinannya dinyatakan habis. Selain Itu, baliho tersebut juga dianggap tidak sesuai penempatan, Selasa (05/04/2016).

Salah satunya di jalan raya Duduksampeyan Gresik tepatnya diantara prapatan arah masuk pasar Duduksampeyan Gresik. Ini tanggapan Satpol PP terkait hal itu.

Kasi Operasi Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum), Agung Hendro Satpol PP Kabupaten Gresik mengatakan, upaya melakukan penertiban sejumlah baliho yang dianggap tidak memenuhi prosedur, memang sudah tugasnya mengambil tindakan. Namun, baliho tersebut memang sudah dipastikan masa perizinannya telah habis.

"Pajaknya sudah habis, tidak ada izin pajaknya. Kegiatan Penertiban reklame tersebut,dilakukan karena pemasangan tidak sesuai tempat semestinya" terang Agung Hendro Kasi Tantribum Satpol PP Kabupaten Gresik ketika dihubungi lewat selulernya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sebelum melakukan penertiban dengan cara memotong dan membuang baliho tersebut, pihaknya terlebih dahulu melakukan peringatan kepada pemilih baliho tersebut. Sebab, dimungkinkan pihak pemilik dapat menertibkan sendiri maupun memperbaiki dan memperpanjang izin jika masa izinnya habis. arifin sz/team

Polres Situbondo Memeriksa 132 Kepala Desa, Terkait Penyelewengan Dana Desa

Situbondo - "Kami memanggil seluruh kepala desa untuk dimintai keterangannya terkait pengadaan peralatan pada simdes itu dan ini baru tahap penyelidikan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo AKP Riyanto di Situbondo, Senin(4/4).

Polres Situbondo, Jawa Timur, telah memeriksa 132 kepala desa terkait dugaan penyimpangan dalam pengadaan sistem informasi manajemen keuangan desa atau simdes menggunakan ADD tahun anggaran 2015 yang dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo.

AKP Riyanto mengatakan, untuk tahap awal penyelidikan pengadaan peralatan simdes ini dilakukan dengan memanggil 132 kepala desa yang dimintai keterangaannya dalam tiga hari. Pada hari pertama kepala desa yang dipanggil dan dimintai keterangan sebanyak 40 orang.

Menurutnya, dugaan penyimpangan pengadaan peralatan, seperti laptop dan jaringan internet serta pelatihan operator dalam simdes yang menggunakan ADD tahun anggaran 2015 itu, masing-masing desa dikenai biaya sebesar Rp12.000.000 sehingga total keseluruhan untuk pengadaan simdes berjumlah RP 1,584 miliar.

"Adanya indikasi dugaan penyimpangan pengadaan peralatan simdes bermula setelah kami mengetahui dalam pengadaaannya diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten, padahal di desa ada tim pelaksana kegiatan," tuturnya.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga menyediakan CV untuk pengadaaan peralatan simdes sehingga polisi juga menduga adanya penggelembungan harga satuan peralatan tersebut.

"Tentunya kami meminta keterangan kepala desa juga untuk mengetahui apakah pengadaan peralatan simdes yang dibeli sesuai degan spek atau tidak," ujarnya.

Sementara itu mantan Ketua Asosiasi Petani Tebut Rakyat (APTR) PG Asembagus, Situbondo, ini juga memaparkan pihaknya membayar uang sebesar Rp12.000.000 untuk pengadaan simdes dengan menggunakan Alokasi Dana Desa atau ADD tahun anggaran 2015.

"Kami mendapatkan satu buah laptop dan modem, serta pelatihan operator. Dan kami saat dimintai keterangan oleh penyidik Polres ya disampaikan apa adanya," terangnya.

Tak hannya itu, Kepala Desa Banyuputih Juharto juga mengatakan bersedia memenuhi panggilan polisi bersama puluhan rekannya hanya untuk memberikan keterangan kepada penyidik tindak pidana korupsi (tipikor).

"Memang dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk pengadaan peralatan simdes ini, dan Pemkab menunjuk pihak ketiga, yakni CV," jelasnya. arifin sz/team






Sumber: jatimnews.com


Satreskoba Jember Amankan 4 PNS Terindikasi Pemakai Narkoba

Jember - Satreskoba bekerja sama dengan Pemkab Jember dan 3 Rumah Sakit Daerah, Senin (4/4) siang, menggelar tes urin terhadap 279 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab, di Aula PB Sudirman. Kegiatan ini dilakukan guna mewujudkan Kabupaten Jember bebas Narkoba.

Dalam kegiatan ini ada 4 PNS yang diamankan Satreskoba Polres Jember, karena terindikasi sebagai pengguna dan pengedar narkoba.

"Saya tidak segan akan memberikan sanksi berat berupa pemecatan kepada PNS yang positif mengkonsumsi narkoba, termasuk mereka yang mengikuti tes urin pada hari ini," terangnya.

Bupati Jember, dr. Faida kepada sejumlah wartawan mengaku sengaja menggelar tes urin secara mendadak, untuk memastikan stakeholder di lingkungan Pemkab Jember terbebas dari narkoba.

"Sebab, peredaran narkoba tidak hanya menyerang para kawula muda, tetapi juga merambah ke dunia pendidikan dan birokrasi. Maka dari itu ini (tes urine-red) harus dilakukan," jelas Faida

Selama Faida menjabat sebagai Bupati, sudah ada dua oknum PNS yang diamankan Satreskoba Polres Jember, karena terindikasi sebagai pengguna dan pengedar narkoba

Dengan langkah ini, Bupati berharap seluruh jajarannya terbebas dari bahaya barang terlarang ini.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Kabupaten Jember, Sigit Akbar mengatakan, yang mengikuti tes urin pada hari ini adalah pejabat eselon 2, 3 dan 4. Selanjutnya, pihaknya akan menggelar tes urin untuk seluruh PNS di lingkungan Pemkab Jember.

Di tempat yang sama, Kasat Reskoba Polres Jember AKP Sukari mengatakan 4 Oknum PNS yang positif akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Inisialnya,S, M, P, untuk selanjutnya kita akan bawa ke Polres untuk dilakukan tes lanjutan," pungkasnya. arifin sz/team






Sumber: bangsaonline.com

HUT Gresik Menggelar Pengajian Sinau Bareng

Gresiknews1.com - Dalam rangka memperingati HUT Pemkab Gresik ke-42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-529, DPRD Gresik menggelar pengajian sinau bareng bersama Cak Nun (Muhammad Ainun Najib) dan Kiai Kanjeng di halaman kantor DPRD Gresik, Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik, Jumat (1/4) malam.

Kegiatan religia tersebut dihadiri oleh pimpinan beserta anggota DPRD Gresik, Bupati-Wabup, Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim dan pejabat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

Ribuan masyarakat Gresik tumplek-blek mengikuti acara ngaji bareng dengan duduk lesehan.

Selain nggaji bareng, acara itu juga diselingi dengan persembahan kesenian Zafin atau Marawis yang menghadirkan lagu-lagu yang menjadi ciri khas kota Gresik yang terkenal dengan kota santri.

Yang menarik, pada kesempatan itu Wabup Moh. Qosim saat kebagian sambutan juga melantunkan bacaan salawat seperti kebiasaannya setiap acara, "Sidnan Nabi" dan "Ahmad Ya Habibie".

Sementara Ketua DPRD Gresik, Ir. H. Abdul Hamid mengatakan, sinau bareng dengan mendatangkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng selain untuk memeringati HUT Pemkab Gresik ke-42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-529, juga untuk mengimplementasikan budaya kota santri dan kota wali.

"Kegiatan religia ini sebagai bentuk komitmen DPRD Gresik untuk melestarikan budaya kota santri dan kota wali," kata Hamid.

Pada kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan santunan anak yatim dan piatu. "Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DPRD terhadap anak-anak yatim dan piatu yang ada di Gresik," tuturnya.

Hamid berharap kegiatan seperti ini tetap bisa dilanjutkan. Sebab, kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk untuk menghidupkan Gresik sebagai kota santri dan kota wali. "DPRD dan Pemkab Gresik sudah sepakat bahwa memertahankan Gresik sebagai kota santri dan kota wali harga mati," jelasnya.

Ditambahkan Hamid, selaku pimpinan DPRD Gresik, dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sangat responsif atas kegiatan sinau bareng. "Karena tanpa bantuan dan dukungan mereka kegiatan tersebut tidak akan bisa sukses," pungkasnya.

Sementara MH. Ainun Najib dalam sinau bareng banyak memaparkan soal kondisi masyarakat saat ini. Cak Nun -panggilan akrab Ainun Najib- pada kesempatan itu mengajak para undangan dan hadirin untuk mengelola kehidupan bernegara yang baik.

Tujuannya, untuk menjadikan negara yang adil dan makmur. "Ayo, manakah yang lebih dulu, adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil," kata Cak Nun.

Dia pun kemudian mengajak para undangan untuk menyadari bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan. Untuk itu, maka keadilan harus hadir. "Jadi, tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun (negara yang baik), melainkan juga harus robbun ghofur yakni Allah memberikan pengampunan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Cak Nun juga menyatakan, masih sedikitnya instrumen yang digunakan masyarakat untuk bersyukur dengan hati. "Makanya, hati harus ditata. Sesedih apapun kita, harus temukan segala sesuatu yang membuat kita untuk tersenyum dan bersyukur. Caranya bagaimana, adalah dengan menemukan Allah," tukasnya. arifin sz/team

HUT Pemkab Gresik Adakan Pengajian Sinau Syukur

Gresik - Dalam meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Gresik ke 42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke 529, Pemkan Gresik mengadakan pengajian bersama Kiai Kanjeng dan MH Ainun Najib. Acara yang bertemakan 'Sinau Syukur' ini, digelar didepan Halaman Gedung DPRD Gresik. Jum'at (01/04/2016).

Menurut Cak Nun, tema pengajian kali ini kenapa berjudul 'Sinau Syukur'? kenapa harus 'Sinau Syukur'? kalau sinau itu bahasa nasionalnya adalah belajar, disini yang harus belajar syukur siapa? Pemerintahnya apa rakyatnya?.

"Diluar sana yang harus belajar itu guru apa murid? Pendengar serentak menjawab, "Murid.."!!. Cak Nun menyahut, yo karo-karone Reek..!!. Mosok hanya murid? Iyo gak kan?. Terang Cak Nun.

Cak Nun juga mengajak para jama'ah, pertama untuk mencatat dulu hal mendasar dalam mengelola kehidupan bernegara. Yaitu adil makmur. "Manakah yang lebih dulu, Adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil." Kata Cak Nun

Lanjut Cak Nun pada tingkat pertama,  bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan, maka harus adil. Tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun saja, melainkan juga harus robbun ghofur. Allah memberikan pengampunan.

"Makmur belum tentu selamat, maka selanjutnya harus adil, kalau pemerintahnya sudah adil, pejabat, keamanan semua sudah adil, kota Gresik ini bakal adil makmur, gemah ripah loh jinawi, aman dan sentosa," tambah Cak Nun.

Kalau "Baldatun Thoyyibatun (gemah ripah-red) itu jaman Fir'aun sudah berlaku, tapi Wa Robbun Ghofur (Allah mengampuni-Red)", itu yang belum kita ketahui". Lanjut Cak Nun.

Sementara itu Beliau juga menerangkan kalau Gresik sudah mendekati Baldatun Thoyyibatun, itu sudah mendekati. "Kalau Wa Robbun Ghofur, sek Reek, kita bahas satu persatu, kita lihat dulu bagaimana menjalankannya disini".

Setelah sedikit memberi pemahaman tentang 'Sinau Syukur', Cak Nun, meminta Wakil Bupati Gresik untuk melantunkan lagi alunan Sholawat, sebab, menurut Cak Nun, suara Wabub Gresik M. Qosim terbilang merdu.

"Kalau Allah sudah memberi suara yang baik itu ya mbok dimanfaatkan, ketika nyanyi enak didengar, yaa kalau bisa ditambah lagi. Jangan cuma sekali saja, takutnya nanti oleh Allah ditanyakan disana! Kenapa dikasih suara bagus kok gak dibuat menghibur hati orang?", terangnya.

Acara ini dihadiri Bupati, Wabub, pimpinan serta anggota DPRD Gresik, muspida beserta jajaran dan para tamu undangan khususnya masyarakat Kabupaten Gresik. arifin sz/team

Pandemi Belum juga Sirna, NH Zakatkita Bagikan Beras 100 Ton untuk Masyarakat Prasejahtera

GRESIK,  gresiknews1.com  -  Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga sirna, kia...