Menjelang Pilkades serentak, DPRD Halmahera Selatan Belajar ke Gresik

GRESIK - Tertarik akan Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) serta suksesnya Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak di Gresik, DPRD Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara berguru ke Gresik.


Rombongan Komisi I DPRD Halmahera Selatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD setempat, H. Asnawi diterima oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Tursilo Hariogi di Ruang Graita Eka Praja, Rabu (28/2/2018).


Didampingi Kepala bagian Hukum, Edy Hadi Siswoyo, Kepala Bagian pemerintahan Yusuf Ansori dan Badan Perencanaan Pembangunan dan kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bapelitbangda Juni Budi Astuti dan Kabag Humas dan Protokol Suyono Tursilo,  Hariogi banyak memberikan penjelasan tentang keinginan DPRD Halmahera tersebut.


"Pada 29 Oktober 2017, Kami sukses melaksanakan Pilkades serentak di 19 Desa se Kabupaten Gresik. Kami katakan sukses karena pada pelaksanaannya sampai pada pelantikan Kades terpilih berjalan dengan lancar. Kelancaran ini karena sejak awal kami sedah mempersiapkan sedemikian rupa aturan perundang-undangannya" tandasnya.


Tursilo juga menginformasikan bahwa pada tahun 2019, Kabupaten Gresik juga akan melaksanakan pilkades serentak pada 263 Desa se wilayah Kabupaten Gresik.


Terkait Bumdes, di Gresik semua desa sudah terbentuk Bumdes. Tursilo menambahkan, bahwa pihaknya sudah mengupayakan Bumdes di Gresik untuk bisa memberikan nbilai lebih dalam kegiatan ekonomi di pedesaan.


"Beberapa saat yang lalu, kami mengadakan kerjasama dengan Pertamina untuk penyaluran LPG 3 kilogram ke masyarakat. Kerjasama juga dilakukan dengan PT Wilmar Nabati dan PT Unilever untuk masyarakat produk mereka ke desa-desa dimana BumDes itu berada. Bahkan saya telah menjajaki kemungkinan untuk menjadi penyalur puput PT Petrokimia Gresik.  " paparnya.


Dengan bermainnya BumDes pada distribusi barang, maka akan memotong rantai distribusi dan masyarakat akan mendapatkan barang yang murah. Tentu saja BumDes sebagai agen perekonomian desa sesuai Permendes 4/2015 dan Perda Kabupaten Gresik nomer 3 tahun 2017 segera terwujud. 



ARZ Team

SEJUMLAH PEGIAT ZAKAT DI GRESIK TERIMA PENGHARGAAN


GRESIK - Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Gresik memberikan penghargaan kepada para pegiat zakat, infak dan sedekah dalam anugerah Baznas Award 2018 yang berlangsung hari ini, Rabu (28/02/2018).


Penghargaan tersbeut diberikan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta, Perusahaan Peduli Zakat dan penggerak zakat terbaik 2017.


Ketua Baznas Kabupaten Gresik Drs. Abdul Munif mengatakan bahwa pelaksanaan Baznas Award 2018 ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang berkontribusi penuh terhadap pengumpulan zakat di Kabupaten Gresik.


Dirinya mengungkapkan bahwa pengumpulan dan pengembangan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) di Kabupaten Gresik tiap tahun mengalami peningkatan. Seperti pada tahun 2016, pengumpulan ZIS mencapai 5 miliar rupiah. Dan pada tahun 2017 terjadi peningkatan menjadi 6,5 miliar rupiah.


"Alhamdulillah tiap tahun pengumpulan Zakat Infak dan Shadaqah mengalami peningkatan yang signifikan. Keberhasilan program Baznas sehingga mengalami peningkatan ini merupakan salah satu wujud dukungan dan support para pimpinan terutama Bapak Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto dan Bapak Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim serta kesediaan semua pihak untuk mau membayar zakat infak dan sedekah," kata Drs. Abdul Munif.


Dikatakannya, pendistribusian dan pendayagunaan ZIS menyasar pada sejumlah program kegiatan. Diantaranya Program Gresik Cerdas, Program Gresik Sehat, Program Gresik Berdaya, Program Gresik Peduli dan Program Gresik Taqwa.


"Target kami pada tahun 2018, pengumpulan ZIS dapat mencapai 7,5 miliar rupiah. Dengan begitu sejumlah program kegiatan dapat terus ditingkatkan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berhak menerima," imbuhnya.


Sementara Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim mengatakan bahwa pemberian penghargaan ini akan berdampak positif dan menginspirasi terhadap program kebangkitan zakat di Kabupaten Gresik.


Disamping itu, sambung Wabup, kegiatan ini juga menjadi media mempererat tali silaturrahim antara lembaga pemerintah dan nonpemerintah. "Melalui kegiatan ini mari kita tingkatkan semangat juang dalam berzakat sesuai dengan visi-misi Badan Amil Zakat Nasional," ujar Wabup.


Menurutnya, pengumpulan zakat harta para ASN di lingkup Pemkab Gresik maupun instansi vertical lainnya mampu memberikan manfaat yang cukup besar. Ini juga upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan maupun program social serta pemberdayaan masyarakat lainnya.


"Melalui sejumlah program yang di canangkan oleh Baznas maka akan berdampak positif bagi masyarakat, ssalah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kabupaten Gresik dan semakin menurunnya angka kemiskinan," ucap Wabup Qosim.


Lembaga Pemerintah yang memperoleh penghargaan diantaranya adalah Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Badan Kepegawaian Daerah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.


Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Timur KH. Abdurrahman Navis, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik KH. Mansoer Shodiq serta para penasihat Baznas Kabupaten Gresik.



ARZ Team

Sembilan Pedang Potong Kue Ulang Tahun ‘Raksasa’ Pemkab Gresik

GRESIK - Ada kue tart besar yang tertata di podium kehormatan di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa (27/2/2018). Kue berbentuk kubus besar berukuran 2x2 meter dan setinggi 100 centimeter itu sebagai tanda Pemerintah Kabupaten Gresik memperingati hari Ulang Tahunnya yang ke 44 tahun dan Hari Jadi ke 531 Kota Gresik.


Saat terdengar suara vokalis band Jamrud melantunkan lagu selamat Ulang tahun lagu selamat ulang. Saat itulah pedang ksatria terlepas dari sarungnya. Ada Sembilan bilah pedang yang dipegang oleh Bupati Gresik, Wakil Bupati Mohammad Qosim dan Sekda Djoko Sulistio Hadi serta beberapa anggota Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua GOW dan Ketua Dharma Wanita Pemkab Gresik.


Seketika pedang yang dipegang Bupati dan Forkopimda itulah yang memotong-motong kue tart menjadi beberapa bagian. Peserta Upacara serta undangan yang sebelumnya khidmat mengikuti uparara di barisannya. Selanjutnya mereka merangsek mendesak ketempat pemotongan kue tersebut. Ada yang sekedar ingin menonton, namun ada yang memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto.


Seketika panitia membagi-bagikan potongan kue tersebut kepada seluruh peserta upacara serta undangan. Mereka semua tambak bergembira sambil mencicipi kue ulang tahun yang diiris dengan sembilan pedang samurai Forkopimda Gresik.


Tampak yang ikut mencicipi kotongan kue raksasa itu para mantan ibu Bupati, mereka adalah Ibu Amiseno, ibu Juhansyah, mantan Wakil Bupati Sastro Suwito, mantan Sekda Suhermanto, Gunawan dan Mohammad Nadjib. Mereka tampak menikmati suasana tersebut dengan kegembiraan.


"Saya menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin pendahulu saya yang telah menyempatkan hadir di sini saat ini" Kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto sambal menyebut nama mereka satu persatu. Saat itu Bupati Sambari menyampaikan sambutan pada upacara HUT ke 44 Pemkab Gresik dan Hari jadi ke 531 kota Gresik.


Dihadapan peserta upacara yang terdiri dari PNS Pemkab Gresik, anggota TNI dari Kodim 0817 Gresik, anggota Polri dari Polres Gresik, organisasi sosial masyarakat Bupati menyampaikan terima kasih atas dukungan selama ini.


Bupati menyebutkan beberapa program yang telah dijalankan yaitu Kesehatan, Pendidikan, pembangunan insfrastruktur yang telah diwujudkan yang dulunya tidak ada saat ini menjadi ada.


Pelabuhan International, Gapura kembar selamat datang, WEP I dan II, Gedung Pemuda di Sidayu, Stadion Gelora Joko Samudro, Bendung gerak Sembayat, Lapter Perintis di Bawean, Rumah Sakit type D di Sangkapura Bawean, Pembangunan Rumah sakit Ibnu Sina 5 lantai, landmark di Sentolang, dan revitalisasi alun-alun Gresik.


"Banyak pembangunan yang sudah kami lakukan, namun demikian kami mengakui basih banyak kekurangan yang akan kami selesaikan pada masa 3 tahun kedepan masa bakti saya bersama bapak Mohammad Qosim Mitra kerja saya. " tegasnya.


Sambari memastikan tahun 2018 ini penataan alun-alun Gresik sudah selesai, pembangunan seribu sumur bisa dilaksanakan, betonisasi jalan, Puskesmas alun-alun selesai, membangun tempat kuliner di jalan pahlawan, melengkapi dan mempercantik fasum. Beropaerasinya beberapa mall di Gresik, serta beroperasinya tol Bunder.


Bupati juga memastikan bahwa Pemkab Gresik akan semakin mempermudah pengurusan perijinan. "Kalau tidak ada antrian, maka beberapa perijinan bisa selesai dalam waktu 1 jam, apabila persyaratannya lengkap" tegasnya. 



ARZ Team

Diduga Pengedar Sabu, Tekek Diringkus Anggota BNNK Gresik

GRESIK Infojatim.com - Senin 26/2/2018 M Hairul Huda alias Tekek (31) warga Desa/Kecamatan Menganti RT12 RW4 Kabupaten Gresik, akhirnya diamankan petugas BNN Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pria yang biasa dipanggil Tekek ini ditangkap saat memperbaiki mobil di rumah temannya Dusun Pengampon Desa Setro Kecamatan Menganti Gresik.

Dalam penyergapan itu, petugas berhasil menemukan barang bukti 9 paket sabu seberat 10,32 gram. Narkoba golongan satu itu ditemukan di dalam kaleng permen mentos, yang terselip di saku celana Tokek. Ada pula beberapa klip berisi sabu yang disimpan di dompetnya.

Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto mengatakan, dari barang bukti 9 bungkus sabu itu ada satu bungkus yang berisi cukup banyak, yakni seberat 6,22 gram bruto. Selebihnya merupakan paket hemat sabu dengan kisaran harga Rp 300 hingga 400 ribu.

"Mengingat jumlah barang buktinya cukup banyak, maka tidak mungkin sabu itu dipakai sendiri oleh tersangka. Kita menduga tersangka ini merupakan seorang pengedar narkoba," tuturnya.

Dari pengakuan tersangka, sabu tersebut diperoleh dari seorang pengedar yang tinggal di Kota Surabaya. Untuk itu pihaknya masih melakukan pengembangan guna memastikan keterangan tersangka tersebut.

"Yang bersangkutan telah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita ditahan. Selain menyita beberapa paket sabu, kita juga menyita dua ponsel dan uang tunai Rp 850 ribu milik tersangka," pungkas AKBP Supriyanto.


ARZ/Team

TPID Bertekad Untuk Turunkan Inflasi Gresik yang pada 2017 Mencapai 4,27%

GRESIK - Kendati Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gresik baik, namun Inflasi Gresik Tahun 2017 mencapai 4,27%, nilainya lebih tinggi dari angka Propinsi Jawa Timur yaitu 4,04% dan angka Nasional sebesar 3,61%. Meski masih dalam taraf wajar dari penetepan Pemerintah yaitu angka inflasi 2017 yaitu antara 4% + 1, namun Pemerintah Kabupaten Gresik serius agar nilai inflasi di kota yang sarat Industri ini bisa turun.


Tahun 2018, Pemerintah pusat menurunkan angka penetapan inflasi yaitu 3,5% + . Agar angka inflasi stabil, Pemerintah Kabupaten Gresikl melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), berupaya untuk menurunkan Inflasi di Wilayah Kabupaten Gresik.


Keseriusan itu ditunjukkan saat Wakil Bupati Gresik, Dr. Muhammad Qosim yang memimpin langsung Rapat Koordinasi TPID yang yang berlangsung di Ruang Graita Eka Praja, Senin (26/2/2018). Rapat yang diikuti oleh seluruh Kepala OPD, perwakilan dari Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik, Pimpinan Bulog Jawa Timur serta perwakilan dari Pertamina.


Untuk menurunkan angka inflasi di Gresik, saat memimpin rapat Wabup Qosim memerintahkan seluruh Kepala OPD yang ikut dalam TPID tersebut untuk serius melakukan langkah langkah sesuai tugas dan kewenya masing-masing.


Menurut Qosim ada 4 hal penyebab inflasi, yaitu ketidaklancaran distribusi barang, konsumsi masyarakat yang meningkat, kenaikan biaya produksi dan spekulan.


"Agar Tim Tehnis TPID harus memonitor sumber tekanan inflasi dan pergerakan harga dan mengusulkan rekomendasi kebijakan. Semua data teknis yang ada di OPD baik itu harga komoditi pasar, jumlah tenaga kerja di Gresik atau luas lahan dan produksi pertanian, jumlah ternak yang terkait dalam pengambilan kebijakan harus dilaporkan ke TPID " papar Qosim.


Pada rapat TPID yang pertama tahun 2018 ini, Pemkab Gresik mengundang 2 orang naras umber yaitu Dery Rossianto, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan DR.C. Zakik, SE, M.Si dari Universitas Airlangga Surabaya.


Dalam paparannya, keduanya setuju bahwa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan akan menjadi penyumbang perhitungan inflasi.


"Untuk penyumbang inflasi bulan Desember 2017 Jawa Timur sebesar 0,71% yakni telur ayam ras, beras, daging ayam ras, tomat sayur dan wortel. Sedangkan inflasi bulan Januari 2018 sebesar 0,60% dipicu oleh Beras, Daging ayam ras, emas, Cabai, melon, rokok kretek" ungkap Dery Rossianto.



ARZ Team

JCW Jatim Akan Terus Lakukan Penelitian Dan Perjalanan Spiritual Di Makam Waliyullah

TUBAN - JCW Jatim tidak hanya konsen dalam dunia pemberantasan korupsi saja, tapi tuntutan lain adalah melakukan penilitian sejarah para wali di nusantara ini, giliran yang diteliti ini adalah makamnya mbah Syeh Abdul Jabbar, di Nglirip Tuban Jawa Timur.

Tuban memang terkenal dengan bumi wali, hampir di sudut desa dan kota ada saja makam waliyullah, Prof.Dr.K.M.Muzakkin,M.pdi,MH (Gus Zakky), Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Khusus Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba"Dzkirussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur ini, Mengatakan, " JCW tidak hanya konsen dalam dunia pemberantasan korupsi saja, tapi kali ini sengaja melakukan perjalanan ritual yaitu Ngalap barokah di makam-makam waliyullah, bagi JCW dunia spiritualis itu penting sekali, apalagi jika sudah mampu  berkomunikasi dengan dunia ghaib, pasti akan kecanduan, seperti ada orang yang sudah kecanduan rokok, bila tidak merokok rasanya lidah terasa kecut dan sedil.

Dunia spiritualis juga demikian, jika dalam satu minggu saja tidak tabarrukan di makam-makam waliyullah, hati juga terasa gersang dan hampa, nah JCW Jatim akan lakukan itu terus agar tetap di jalan Allah" tuturnya saat ditemui awak media di makam Mbah Sunan Syeh Abdul Jabbar Nglirip Tuban(Senin 26/02/2018).

Selain itu, kata Gus Zakky (Tokoh Spiritualis dunia) yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, "Ziarah dipesarean makamnya mbah Syeh Abdul Jabbar ini punya nilai lebih, disamping suasananya tenang, lokasinya diatas bukit, hawanya dingin, secara terawangan bathin cocok dibuat untuk ritual, riyadho, dan ngalap barokah.

Tujuan berziarah adalah mengingatkan kita akan kematian, namun juga bisa mengobati sakit setres, akibat dari kepenatan aktifitas yang setiap hari memikirkan urusan dunia terus-menerus, karena perjalanan ritual ini jelas bernilai ibadah, bisa membaca al-qur'an, kirim do'a, istighosah, tahlil dan dzikir lainya, intinya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt" Ungkapnya.

Keberadaan makam Syeikh Abdul Jabbar berada di atas bukit Nglirip tepatnya di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Selain penyebar agama Islam di kawasan Kecamatan tersebut Mbah Jabbar yang mempunyai nama asli Sumoyudo juga merupakan salah satu panglima perang melawan para penjajah.

Dari cerita yang beredar ditelingga masyarakat, sosok Mbah Jabar orang sekitar menyebutnya adalah salah satu musuh besar para kompeni, hal itu dapat dibuktikan dengan adanya tempat yang bernama Kedungbanteng yang berada di sisi utara sumbermata air Kerawak.

Tempat tersebut merupakan pusat persenjataan dan tempat penyimpanan barang-barang kerajaan. Selain itu tempat tersebut juga bukti bahwa Syeikh Abdul Jabbar menggunakan tempat tersebut sebagai tempat pertapaan sekaligus markas agresi Syekh Abdul Jabbar melawan kompeni Belanda.

"Beliau adalah musuh besar kompeni belanda beliau juga merupakan salah satu buronan kompeni," kata mahmudi juru kunci makam Syeikh Abdul Jabbar kepada awak media.

Selain dikenal sebagai Kekasih Allah (Waliyullah) ia juga merupakan seorang Panglima Perang. Pada saat itu kekalahan pasukan yang dipimpinnya saat melakukan pertempuran dengan pasukan Belanda, membuat ia melarikan diri hingga ke kawasan Jojogan.

Di sinilah ia melakukan aktifitas-aktifitasnya, untuk mengelabuhi pasukan Belanda saat tinggal di Jojogan dengan cerdasnya ia mengganti namanya menjadi Purboyo, jadi disamping dikenal dengan sebutan Syeikh Abdul Jabbar ia juga dikenal sebagai pangeran Purboyo. "Di kawasan
Jojogan, Desa Mulyoagung ia juga dikenal dengan sebutan Pangeran Purboyo, hal itu untuk mengelabuhi tentara Belanda agar tidak mengenalinya," tandasnya.

Selama beberapa tahun tinggal di kawasan tersebut, ia wafat dan dimakamkan di bukit Nglirip Jojogan, tidak hanya itu tanda-tanda kebesaran Allah pun muncul, saat akan dimakamkan jasad syeikh Abdul Jabar mengeluarkan bau harum hingga mengherankan penduduk sekitar.

"Bau harum yang dikeluarkan oleh jasad Syeikh Abdul Jabbar membuat heran para penduduk sekitar bukan hanya itu bau harum yang dikeluarkan tersebut bisa dicium hingga ke luar desa, seperti halnya Desa Tanggir, Tingkis bahkan hingga sampai Kecamatan Senori," pungkas Mahmudi. 


suaraJCWnews / Kiki JCW / Partner ARZ Team

BUPATI GRESIK AJAK MASYARAKAT PERANG TERHADAP SAMPAH DAN LINGKUNGAN KOTOR


GRESIK - Seiring dengan berjalannya waktu, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih semakin meningkat. Kesadaran masyarakat tersebut rupanya timbul dari ajakan Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto untuk menjaga dan melestarikan lingkungan agar bersih dan sehat, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya.


Wujud perhatian Bupati Sambari terhadap lingkungan juga terlihat saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 yang berlangsung di Bundaran GKB (Gresik Kota Baru), Minggu (25/02/2018). Disana, Bupati Sambari dengan semangat mengkampanyekan betapa pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar dan jugamelaunching kegiatan pelestarian lingkungan.


"Dengan tegas saya nyatakan berperang melawan sampah dan lingkungan yang kotor. Baik Pemerintah maupun masyarakat harus meningkatkan peran serta dalam pengelolaan lingkungan dan menciptakan pemukiman yang bersih sehingga kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik," kata Bupati Sambari.


Orang nomor satu di Gresik itu juga mengatakan bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Apalagi di sejumlah wilayah kini sudah tersedia Bank Sampah. Selain menampung sampah yang masih bisa dimanfaatkan, masyarakat juga akan memperoleh kontribusi dengan adanya Bank Sampah tersebut. 


"Tanpa adanya kerjasama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, rasanya mustahil Gresik bisa bersih dari sampah," ujar Bupati. Oleh sebab itu, kepada semua masyarakat di Kabupaten Gresik, dirinya menghimbau untuk membiasakan diri menjaga kebersihan di lingkungannya. "Semua dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga masyarakat secara keseluruhan. Semua harus menjaga lingkungan," ajaknya.


Pernyataan Bupati tersebut juga diamini oleh Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim. Dirinya juga memberikan apresiasi atas munculnya kader-kader lingkungan sebagai main power terhadap kelestarian lingkungan hidup di kabupaten Gresik. "Kami berharap dengan adanya kegiatan ini mampu menjadikan momentum agar semakin memacu kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan," pungkas Wabup Qosim.


Semantara, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menambahkan bahwa dalam rangkaian HPSN 2018 ini, juga ada serangkaian kegiatan yang menarik untuk diikuti oleh masyarakat. Salah satunya adalah lomba menjaga kelestarian lingkungan di perkampungan.


Menurut Suyono, indikator penilaiannya adalah terkait pengelolaan sampah, penghijauan dan ruang terbuka hijau, kesehatan dan fasilitas sanitasi, upaya penghematan energi, produk unggulan dan bank sampah. "Semua ini dimaksudkan agar semakin bermunculan kader-kader lingkungan yang siap mengawal  kelestarian lingkungan hidup di kabupaten Gresik," kata Suyono.


Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan Deklarasi Indonesia Bersih Sampah 2020 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Ir. Abdul Hamid bersama Bupati Gresik, Kader Lingkungan dan seluruh masyarakat. 



ARZ Team

HUJAN YANG CUKUP TINGGI MEMPORA PORANDAKAN SEBAGIAN DESA

GRESIK Infojatim.com - Minggu 25/2/2018 . Hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari belakangan ini, mengakibatkan debit air di Kali Lamong dan Bengawan Solo semakin tinggi. Sedikitnya 4 Kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik terendam banjir akibat luapan dua sungai tersebut.

Yakni Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng yang mendapat kiriman banjir dari Kali Lamong. Sedangkan Kecamatan Bungah dan Dukun mendapat kiriman banjir dari Bengawan Solo. Total sudah ada 13 Desa yang terendam banjir, Sabtu (24/02).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Abu Hassan mengatakan, bencana banjir ini diakibatkan tingginya debit air yang ada di Kali Lamong dan Bengawan Solo. "Kalau Kali Lamong ini aliran airnya dari Balongbendo dan Mojokerto. Sedangkan Bengawan Solo dari wilayah Bojonegoro," ujar Abu Hassan, (Minggu 25/2)

Sejauh ini ada dua Kecamatan yang paling banyak terendam banjir. Yakni di Kecamatan Benjeng ada 6 Desa, dan Kecamatan Dukun ada 5 Desa yang terendam banjir. Sementara di Kecamatan Balongpanggang dan Bungah hanya ada satu Desa yang terendam banjir.

"Kita sudah menerjunkan petugas dan tim relawan ke sejumlah lokasi banjir. Dari cacatan kami hari ini ketinggian banjir mencapai 10 centimeter hingga 60 centimeter dari permukaan jalan," pungkasnya.

Amin (32) warga Dusun Karangpoh Desa/Kecamatan Bungah mengatakan, luapan banjir ini terjadi pagi tadi. Ketinggian air mulai naik hingga sore ini. "Pagi tadi airnya hanya menggenang di jalan. Saat ini sudah setinggi pinggang orang dewasa," ujarnya.

Tak hanya itu, bencana banjir yang terjadi di ruas jalan sebelum Jembatan Sembayat juga mengakibatkan kemacetan panjang hingga puluhan kilometer. Pengendara motor dari arah Sidayu, Dukun dan Manyar harus berjalan merambat.

"Dari siang tadi hingga sore ini saya masih terjebak macet. Penyebab kemecetan berasal dari adanya banjir di sebelah utara Jembatan Sembayat," ucap Mundir salah satu sopir truk.


ARZ/Team

Lagi, Gresik Jadi Tempat Pembuangan Limbah

GRESIK gresiknews1.com – Kesekian kalinya wilayah Gresik menjadi tempat pembuangan limbah. Lagi-lagi di wilayah Driyorejo dan kali ini di pinggir jalan raya Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Hal tersebut tampak dalam tumpukan limbah kain bekas yang diduga masih mengandung zat pewarna kain. Limbah itu dibuang begitu saja di pinggir jalan raya Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Muncul dugaan, limbah kain bekas yang masih mengandung zat pewarna sebanyak 25 pontang tersebut milik PT Evertex, yang beroperasi di Jalan Raya Semambung, Kecamatan Driyorejo. Limbah itu diangkut dengan mobil pick up nopol W 92xx L, dan diturunkan di tepi jalan pada Jumat (23/2/2018).

Saat sedang menurunkan limbah itu, pihak aktivis lingkungan yang tergabung dalam Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) Gresik bersama dengan warga sekitar langsung menghadangnya. Upaya itu dilakukan supaya tidak ada korban akibat limbah yang dibuang sembarangan tersebut.

"Dalam surat jalan yang ditunjukkan sopir pick up pengangkut limbah itu, bahwa limbah itu memang untuk dibuang, namun tempat pembuangannya sembarangan dan tak berizin," tegas Aris Gunawan selaku Ketua FPSR Gresik kepada Surabaya Post, Jumat (23/2/2018).

Aris mengaku, dia bersama warga Karangandong sangat geram terhadap ulah perusahaan yang membuang limbah di tempat yang tidak semestinya. Memang, kata Aris, selama beberapa hari ini, informasi adanya pembuangan limbah itu sudah terdengar di masyarakat. Dan baru hari ini direalisasikan.

"Informasi rencana pembuangan limbah itu sudah kami dapat, tapi kami tidak langsung bertindak karena minim bukti. Setelah dibuang ini, baru ketahuan," papar Aris.

Aris khawatir, akibat limbah yang dibuang sembarangan itu, akan berdampak terhadap kesehatan warga. "Limbah kain yang masih ada zat pewarna itu bisa meresap ke tanah, dan ujungnya merusak sumber mata air yang biasa digunakan warga untuk konsumsi, mandi, dan cuci. Untuk itu, kami berharap kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup agar menindak tegas terhadap perusahaan pembuangan limbah sembarangan yang sangat meresahkan masyarakat Karangandong ini sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," tegas Aris Gunawan.

Bukan hanya mata air saja. Kata Aris, limbah itu juga merusak keindahan lingkungan, sehingga lingkungan tampak kumuh. "Jika hal ini dibiarkan terus, maka lingkungan kita akan semakit darurat limbah," lanjut Aris.

Di konfirmasi terpisah, Edo Fardila saat dihubungi di nomor ponselnya 082140999xxx enggan memberi penjelasan. Tampak di lapangan, limbah yang dibuang di pinggir jalan itu telah di amankan oleh kepolisian setempat dengan diberi police line.


Partner ARZ Team

Deputi PAN-RB RI apresiasi inovasi Satlantas Polres Gresik

GRESIK - Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB RI, Prof Dr Diah Natalisa mengunjungi Polres Gresik. Kedatangannya guna melihat pelayanan publik dan inovasi-inovasi pada Satuan Lalulintas Polres Gresik. 

Sebagai upaya awal dalam pelayanan masyarakat bagaimana membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Meningkatnya pelayanan publik di Polri dipengaruhi oleh terobosan program-program dari Kapolri yang mendorong perubahan pelayanan menjadi lebih baik.

"Pelayanan publik pada tubuh Polri terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Namun bagi kami adalah kualitas," tentunya bagaimana inovasi itu bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Prof Dr Diah Natalisa, disela-sela inspeksi ke ruang pelayanan SIM di Satlantas Polres Gresik, Kamis 22/2/2018.

Pada 2017 lalu saja terdapat 3054 inovasi di Indonesia untuk rule model pada pelayanan. "Namun kali ini bagaimana kami memikirkan tentang kualitas inovasi tersebut untuk peningkatan pelayanan publik, kami mengapresiasi," tambahnya disamping Wakil Bupati Gresik, Moh Qosim.

Melihat antusiasme pelayan publik di Gresik seperti pada Satlantas kali ini, dirinya berharap bisa menjadi percontohan. Tentunya masyarakat juga menjadi kontrol phanismen untuk mengetahui kualitas tidaknya suatu inovasi.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilesanto, terbaru ada program game lalu lintas berbasis teknologi Augmented Reality untuk pengenalan dan pemahaman rambu lalu lintas.  Serta Aplikasi video testimoni, "Semua dikemas dalam pendidikan masyarakat (Dikmas), kedepan kita bikin TMC (Traffic Management Center)," pungkasnya.


ARZ Team

Perkemahan Siswa TK Al Furqon Sedayu

GRESIK - Meski siswanya kurang dari 100, tetapi kegiatan dari TK Al Furqon ini cukup padat dan dan membangkitkan semangat untuk ikut kegiatan Pramuka. Perkemahan Kamis - Jumat bagi siswa siswi TK tersebut di buka oleh Pengawas TK / SD di lingkup Diknas Sedayu, Kamis ( 22/2).

Siswa TK yg mengenakan seragam olah raga dengan logo bulan sabit, serta mengenakan hasduk merah putih, begitu memasuki halaman sekolah dan mendapati ada 6 biji kemah yang sudah berdiri, sontak anak anak yang lucu ini segera mengerubuti kemah dan mencoba masuk kemah.

Pengawas TK / SD yang membuka kegiatan perkemahan di lingkup TK Al Furqon ini merasa bangga dan bahagia," Meski masih TK, berarti pra pramuka, namun sudah merasa senang dan bangga memakai atribut pramuka dan bahkan ber kemah selama 2 hari, dan tepuk pramuka saja kompak dan tidak salah," jelas pembina Pramuka Gugus Depan di Sedayu.

Kepala TK Al Furqon, Desa Srowo, Kecamatan Sedayu, Siti Huroirohmatin mengatakan bahwa sekolah yang dipimpin ini selalu melakukann kegiatan yang membuat siswa senang dan bangga, serta inovatif," Rasanya, hingga saat ini, siswa TK melakukan perkemahan selama 2 hari ya baru di TK Al Furqon, Desa Srowo, Kecamatan Sedayu, meski tidak menginap di tenda namun tidur dirumah masing masing, namun untuk memunculkan minat pada diri siswa agar nanti bisa masuk pramuka di tingkatan siaga, minimal menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air, dan sesama manusia," jelas ibu yang juga pengurus Aisiyah Sedayu.


ARZ Team

JCW PERTANYAKAN : Penganiayaan Terhadap Ulama' Ini Benar Orang Gila, Kriminal Murni, Atau Ninja Gaya Baru

SURABAYA - Akhir-akhir ini ancaman terhadap ulama', tempat ibadah, dan pondok pesantren marak terjadi dinegeri kita ini. 

Menurut Kyai M.Muzakkin (Gus Zakky), Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa Timur yang juga pimpinan pondok pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa, pecandu narkoba, mantan preman dan anak jalanan "Dzikrussyifa' Asma'berojomusti" di Sekanor, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur ini mengatakan, "Masyarakat hendaknya jangan mudah terprovokasi oleh maraknya ancaman terhadap para ulama', tempat ibadah dan pondok pesantren yang marak terjadi, kewaspadaan itu penting, tapi karena keamanan bangsa dan negara itu sudah menjadi otoritas kepolisian, maka kita sebagai warga negara harus mensuport dan membantu kinerja kepolisian agar bisa usut tuntas siapa pelaku yang sebenarnya, lebih-lebih ini adalah tahun politik yang tentu bagi pihak-pihak yang tidak menginginkan negeri ini aman, dan damai, pasti akan merasa terusik," tuturnya saat ditemui awak media dikantor JCW Jatim di Surabaya (Rabo,21/02/18).

Selain itu kata Gus Zakky, yang juga ketua pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) yang berpusat di Jakarta ini menambahkan, "Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada para ulama', perusakan tempat ibadah dan pesantren harus dilihat secara obyektif, pelakunya ini benar orang gila, kriminal murni atau memang ada ninja gaya baru, semua elemen masyarakat harus bisa menahan diri, harus saling bahu membahu demi kewaspadaan bersama, jika memang ada kaitannya dengan situasi dan skenario perpolitikan di Indonesia, patut disayangkan juga, apapun alasannya ini jelas bagian dari tindakan teror terhadap bangsa ini, pihak kepolisian diharapkan agar bisa usut tuntas para pelaku dan dalang dari peristiwa insiden ini, agar tidak ada korban lagi dan semakin keruh keadaanya, sebab anehnya yang jadi pertanyaan masyarakat itu kenapa yang jadi sasaran kok hanya ulama', tempat ibadah, dan pesantren, keberadaanya itu apa kaitannya dengan orang gila, selama ini orang gila juga banyak berkeliaran dimana-mana, marilah kita berdo'a semoga para ulama' kita ini diberi keselamatan dan pihak kepolisian juga segera bisa ungkap pelaku yang sebenarnya, JCW seluruh Jawa timur siap bantu Kepolisian untuk amankan para Ulama', kyai, Ustadz, dan para pejuang di jalan Allah", Jelasnya, 

Hasil pemantauan Satgas JCW Jatim, serangkaian peristiwa terkait keagamaan yang kerap terjadi akhir-akhir ini, khususnya kasus penganiayaan terhadap ulama, penyerangan tempat ibadah di beberapa daerah oleh orang tak dikenal, kini kejadian mulai bergerak ke Jawa Timur, seperti di Tuban, Lamongan dan terbaru ini di Kediri.

Cucu pengasuh Ponpes Ploso Kediri, Gus Abid Umar membenarkan bahwa baru saja Ponpes Al Falah Ploso Kediri kedatangan seorang tamu tak dikenal yang memaksa hendak bersilaturrahim dengan KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli serta pengasuh Ponpes Ploso lainnya.

Karena prilakunya mencurigakan dan pakaiannya dianggap kurang sopan, oleh khodim (pembantu) di kediaman kiai diminta datang lagi di lain waktu. Namun pria mistirius itu tetap ngotot hendak menemui salah satu pengasuh pondok ternama di Kediri dan ditolak denga halus diminta datang lagi di lain waktu.

Beruntung saat pria tersebut meninggalkan lokasi pondok, sejumlah santri diam-diam membuntuti dan melihat orang tersebut membawa pisau. Tak ingin ada kejadian yang tak diinginkan akhirnya petugas keamanan pondok mengamankan orang tersebut dan diserahkan kepada aparat kepolisian.
"Setelah kita amankan, pelakunya kelihatan pura-pura gila. Tapi sekarang sudah diamankan oleh Polres Kediri untuk diinterogasi," ujar Gus Abid Umar saat dikonfirmasi.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi, pria yang juga sekretaris PW GP Ansor Jatim itu mengimbau agar PC GP Ansor di seluruh Jatim merapatkan barisan dan menugaskan beberapa Banser membantu keamanan pondok pesantren dan para kiai. "Ini diperlukan untuk jaga-jaga dan menghindari kejadian serupa terulang lagi di wilayah Jatim," tegas mantan Kasatkorwil Banser Jatim ini.

Terpisah, Ketua PWNU Jawa Timur, KH M Hasan Mutawakkil Alallah mendesak agar kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik semua insiden penyerangan berantai terhadap sejumlah tokoh agama dan rumah ibadah diberbagai daerah khususnya di wilayah Jatim. "Apakah ini kriminal murni atau ada gerakan -by design- atas semua peristiwa yang terjadi belakangan ini," kata Kiai Mutawakkil Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut menyerahkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat. "Sebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini yang berseliweran terutama di media sosial, hendaknya kembali pada tuntunan agama untuk senantiasa melakukan -tabayyun-," ujar kiai murah senyum ini.

Pada saat yang sama, Kiai Mutawakkil meminta masyarakat dan nahdliyyin tetap tenang, waspada, tidak terprovokasi, serta tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang malah menimbulkan keresahan dan merusak harmoni kehidupan sosial di Jatim yang sudah berjalan baik.

Bagaimanapun juga, polisi dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila. "Ini demi terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan dan mendapatkan rahmat Allah," ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai Mutawakkil mengajak menjaga lingkungan sekitar. "Hindari saling menebar kebencian, adu domba dan fitnah antar golongan atau antar umat beragama yang justru merusak sendi kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, terutama di tahun politik 2018 dan 2019,",

Dalam kondisi demikian JCW Jatim berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar persatuan dan kesatuan bangsa dijadikan nomor satu, dan ditempatkan diatas segalanya, demi terciptanya masyarakat yang baldatun Thoyyibatun warobbun Ghofur, yaitu adil, makmur, aman dan sentosa, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 yang kita banggakan bersama Pungkasnya.


Suara JCW News/KikiJCW/PartnerARZ Team

Kaki Palsu dari Polda Jatim untuk Nouval dan Danis, Balita Korban Laka Lantas di Gresik


GRESIK - Tampak terpancar keharuan dari wajah Bupati Gresik Gresik Dr. Sambari Halim Radianto dan Kasubdit Dikyasa Polda Jatim AKBP. Didik Hariyanto. Saat itu keduanya menyerah terimakan kaki palsu kepada dua orang balita korban kecelakaan lalu lintas Nauval Afif Rebani (4,9) tahun bersama Muhamad Danis Aniq (2,9) tahun.


Penyerahan bantuan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Gresik pada apel besar Pelopor Keselamatan berlalu lintas Ditlantas Polda Jawa Timur, Rabu (21/2/2018). Apel besar yang mengikutkan pelajar dari beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) ini juga diikuti oleh jajaran Polres Gresik, Polres Lamongan, Polres Tuban, dan Polres Bojonegoro.  


Diatas kursi Roda balita Nouval dan Danis yang didampingi kedua orang tuanya tampak tenang ketika didorong oleh dua orang anggota Polwan Polres Gresik. Namun tiba-tiba adiknya Danis terlihat mulai rewet dan menangis.


Pancaran keharuan tampak semakin menjadi pada wajah Bupati Sambari dan AKBP Didik Hariyanto kala mendengar jeritan Mohammad Danis yang menangis saat duduk dikursi roda. Seketika Bupati Sambari menggendong Mohammad Danis diikuti oleh AKBP Didik Hariyanto yang mengajak dan menggendong kakaknya Mohammad Nouval.


Kedua putera pasangan Abdul Rohim (48) dan Nahya (43), warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik yang kaki kanannya di amputasi tersebut mendapat sumbangan kaki palsu serta kursi roda dari pihak Kepolisian. Selain itu, Bupati Gresik juga memberikan santunan kepada kedua balita korban laka lantas di tabrak truk kontainer di Jalan RE Martadinata Gresik beberapa saat yang lalu.  


Selain sumbangan kepada Balita korban laka, pada Apel besar tersebut diserahkan juga kepada beberapa orang dan perusahaan selaku pelopor Keselamatan berlalu lintas di jajaran Ditlantas Polda Jawa Timur.


Pada kesempatan itu Kasubdit Dikyasa Polda Jatim AKBP. Didik Hariyanto mengajak semua masyarakat untuk tertib berlalu lintas.


"Saya sertakan pelajar setingkat SMA pada kegiatan ini karena, 40% korban laka lantas adalah pada usia produktif. Kami ajak mereka untuk menjadi pelopor tertib lalu lintas, demi keselamatan. " katanya.


Menurutnya, kecelakaan lalu lintas di wilayah Polda Jawa Timur setiap tahun semakin meningkat. Pada tahun 2016 tercatat 23 ribu, sedangkan pada tahun 2017 meningkat menjadi 24 ribu.


"Kami berharap agar ada control orang tua terhadap anaknya terutama yang masih pelajar. Jangan asal memberikan hadiah motor sementara anaknya belum cukup umur dan belum mempunyai SIM. Peran oran tua untuk mengarahkan anaknya sangat penting untuk mengurangi kecelakan di jalan" tandasnya. 



ARZ Team

Penjaringan Penyaringan Perangkat Desa Yosowilangun Dipastikan Sesuai Prosedur

GRESIK - Seleksi perangkat desa di Desa Yosowilangon Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik digelar. Klaim bersih dari kolusi serta nepotisme maupun korupsi terlontar dari Kepala Desa Yosowilangun. Tidak sebatas formalitas, seleksi diberikan sepenuhnya pada panitia perekrutan, penjaringan perangkat desa (P3D).

Dijelaskan Iriana Yudhaningsih selaku Kades menjelaskan, esensi dari seleksi adalah mencari orang yang terbaik secara objektif. Harus dibuktikan dengan nilai yang tertinggi dari tes tulis dan wawancara dalam proses seleksi perangkat desa ini. Sesuai dengan perundang-undangan yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa, seperti Permendagri No 67/2017.

"Begitu juga dengan peraturan Bupati Gresik nomer 19 tahun 2017, tentang tata cara penjaringan, penyaringan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa. Eksplisitnya agar pemilihan perangkat desa secara adil dengan memperhatikan hak warga negara Indonesia. Saya pastikan seleksi ini bersih," terangnya disela-sela pelaksanaan seleksi di Balai Desa Yosowilangun, Rabu 21/2/2018.

Sementara kebutuhan yang akan menutupi kekosongan perangkat di desa tersebut adalah kaur keuangan dan dibagikan pelayanan. Diketahui pendaftaran dibuka sejak 25 Januari sampai 5 Februari 2018 sebanyak 15 orang. Dari hasil verifikasi awal telah menggugurkan dua peserta karena dinyatakan tidak memenuhi syarat, hingga 12.

Sebelumnya pada sesi penjaringan ada seleksi administrasi dan seminggu lalu kami telah lakukan sosialisasi penyaringan yang kita lakukan hari ini (penyaringannya). Adapun penyaringan ada tes tulis sekaligus pengumuman untuk tujuh (7) calon. Kemudian tes tulis serupa diambil tiga (3) calon, dan diumumkan.

"Untuk soal tes diambil di Polsek Manyar, jadi kerahasiaannya terjaga. Penetapan perangkat desa yang lolos dilakukan pada 27 Februari mendatang di balai desa. Kemudian melakukan konsultasi hasil tes sekaligus penyerahan hasil tes tulis oleh TP3D kepada kelapa desa," tukas Asrichan Alamin ketua panitia P3D.

Ia melanjutkan untuk penetapan perangkat desa baru dari hasil penjaringan dan penyaringan dilakukan kepala desa. Hal itu dilakukan sesuai jadwal pada tanggal 7 Maret. Kemudian dilanjutkan pelantikan perangkat desa baru yang dilakukan oleh kepala desa setempat. "Proses sesuai prosedur dan semua pihak terkait sudah menandatangani diatas materai," pungkasnya.


ARZ Team.

Pengarahan Wabup Qosim Kepada 51 Perangkat Desa Baru Di Wringinanom

GRESIK - Wakil Bupati Gresik Dr. Muhammad Qosim memuji Kecamatan Wringinanom karena satu-satunya Kecamatan yang menyelenggarakan pelantikan Perangkat Desa secara serentak.


"Sejak saya di sini, hanya Kecamatan Wringinanom yang bisa melaksanakan pelantikan Perangkat Desa secara serentak. Ini adalah yang pertama dan kami berharap bisa ditiru oleh Kecamatan yang lain" ujar Qosim saat memberi pengarahan pada Pelantikan Perangkat Desa yang berlangsung di Balai Desa Kepuhklagen Kecamatan Wringinanom, Senin (19/2/2018).


Ada 51 orang Perangkat yang berasal dari 15 Desa se Wilayah Kecamatan Wringinanom yang dilantik oleh Kepala Desanya masing-masing. Bertindak sebagai pembaca naskah pelantikan yaitu Kepala Desa Pedagangan, Supranoto yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Kecamatan Wringinanom.


Meski serentak, pelantikan Para perangkat yaitu para Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur) maupun Kepala Dusun (Kasun) hasil seleksi beberapa saat yang lalu itu berlangsung lancar. Prosesi mulai dari pembacaan naskah pelantikan maupun pembacaan pakta integritas perangkat tampak lebih khidmat.


Menurut Qosim, ada tiga tugas Utama yang harus di laksanakan oleh seorang perangkat desa yaitu, memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberdayakan masyarakat dan memberikan perlindungan kepada masyarakat desa.


"Anda sebagai bagian dari pilar demokrasi yang ada di desa harus mengemban amanat dan melaksanakan tugas anda dengan sebaik-baiknya. Anda sebagai pelayan yang harus siap kapanpun untuk melayani dengan tulus dan ikhlas" tegas Qosim di hadapan para Kades yang baru dilantik.


Tentang dilaksanakannya pelantikan 51 perangkat Desa secara serentak. Camat Wringinanom Hari Syawaluddin menjelaskan bahwa upayanya ini sebagai sebagai langkah efisiensi. Baik efisiensi waktu, dana maupun tenaga.


"Usai Pelantikan ini, maka mereka serentak sudah harus melaksanakan tugas. Jadi tak harus menunggu waktu lagi. Sehingga pelaksanaan pemerintahan Kecamatan Wringinanom bisa berjalan sebagaimana mestinya" ujar Camat Wringinanom dihadapan sekitar seribu orang undangan.


Kepada Kepala Bagian Humas Suyono, Camat Wringinanom juga menjelaskan bahwa para perangkat yang baru dilantik ini kebanyakan mereka yang sudah pernah bekerja bahkan beberapa diantaranya seorang professional.


Sebut saja misalnya Julaikah Sri Haryati (360 Sekdes Sumbergede. Dia sebelumnya adalah supervisor perusahaan. Sekdes Kesambenkulon Alimin Hidayat (27) dia Konsultan keuangan dan Sekdes Sumberame Erika Yuastanti (24) seorang sales representative perusahaan asuransi. Haji ditempat kerjanya semula sudah diatas Upah Minimum Kabupaten (UMK). Namun ketika ditanya berapa gajinya nanti ketika menjadi Sekdes, mereka serempak menjawab tidak tahun.



ARZ Team

Polsek Menganti Tak Tebang Pilih Ungkap Kasus

GRESIK - Sugeng Prayitno (39) warga desa Mojogeneng Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diamankan satuan Reskrim Polsek Menganti. Akibat diduga telah menggelapkan mobil yang disewanya ke orang lain. Setelah dirinya dicari pemilik mobil dan tidak membayar uang sewa. 

Kasus berawal dari Muslikan warga Sidowungu Kecamatan Menganti, Gresik melaporkan ke Polsek Menganti. Dirinya sengaja mengakses mobilnya dengan Global Positioning System (GPS). Setelah mengetahui telah berpindah tangan, lantas Ia melaporkan ke Polsek. 

"Karena curiga dan mobil sudah berpindah tangan, Muslikan melaporkan ke Polsek. Setelah kita tindaklanjuti, benar mobil telah berpindah tangan dan kita amankan Sugeng guna proses penyidikan," tegas AKP Waveq Arifin Kapolsek Menganti, 18/2/2018.

Sugeng berhasil diamankan anggota Reskrim Polsek Menganti di wilayah Mojokerto sekaligus mengamankan mobil tersebut. Kemudian di bawah ke Polsek Menganti guna kepentingan proses penyidikan. Satu unit mobil suzuki ertiga nopol L 1344 RI kini diamankan di Polsek Menganti untuk dijadikan barang bukti.

"Kita tidak akan pandang bulu, sementara kasus merujuk ke pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan dan penipuan. Untuk itu kasus diatas masih dalam proses hukum serta memanggil saksi-saksi guna melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). Dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda," pungkas AKP Waveq.


ARZ Team.

Banyaknya Pengguna Jalan Belum Paham Peraturan Berlalulintas

GRESIK - Satuan Polisi Lalulintas Polres Gresik terus berupaya memberikan pemahaman kongkrit pengguna jalan raya. Seiring banyaknya kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian pengemudi. Mulai dari pemahaman bermetode digital hingga fisik untuk latihan praktik mendapatkan surat ijin mengemudi (SIM) telah disiapkan.


Sedikitnya dibeberapa halaman Polsek di Kabupaten Gresik telah terbangun sirkuit untuk uji praktik. Sementara mereka (pemohon) yang ingin berlatih uji teori SIM, Korlantas telah menyediakan pada bank soal. Mereka bisa mengakses lewat internet yang tersedia di aplikasi android.


Pantauan dilapangan, justru masyarakat sangat menginginkan tes uji pembuatan SIM sendiri diadakan di Polsek yang telah memiliki tempat latihan. Satu sisi jarak yang berdekatan, juga memudahkan pemohon untuk mendapatkan SIM. Sementara di Polsek yang merupakan wilayah pedesaan masih banyak pengendara yang tidak mentaati peraturan.


"Alasan dibangunnya sarana coaching clinic pemohon SIM di Polsek karena jarak ke Satlantas lumayan jauh. Dengan belajar dulu pemohon nantinya bisa mahir saat di Satlantas. Alasan lain pengendara harus dan wajib memiliki pemahaman aturan berlalulintas, yakni memiliki SIM," terang Kapolsek Ujungpangkah, AKP Sujiran, Kamis 15/2/2018.  


Menanggapi keinginan masyarakat, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilesanto menerangkan tidak adanya progres. Meski keyakinan untuk membangun adanya sarana, namun dirinya mengatakan tidak efektif. "Rawan ada pungli nanti, sebab dari sisi pengawasan lemah kalau ujian dilaksanakan di luar Sekolah," tegas AKP Wikha.


Lebih jauh, dirinya mempertegas bahwa komitmen Satlantas pada pengurusan SIM harus bebas pungli dan calo. Disamping itu, Ia berkeinginan untuk semua Polsek memiliki lapangan coaching clinic tersebut. Meski tidak semua memiliki lahan, namun bisa memakai lahan di sekitar atau di kantor Kecamatan.


"Konsentrasi kita saat ini ada bagaimana memberi pemahan tertib berlalulintas, sementara agenda ke depan adalah progres membentuk Traffic Management Centre (TMC)," pungkasnya.



ARZ/Tim

Forkopimda Jatim Kompak Wujudkan Pilkada Tanpa Politik Uang dan Politisasi SARA

SURABAYA - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang terdiri dari Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Ketua DPRD Jatim kompak untuk mendukung proses Pilkada Tahun 2018 yang bebas dari politik uang dan politisasi SARA.

"Kami berempat disini kompak ingin merubah dari yang istilahnya 'antre uang' menjadi 'anti uang'," tegas Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, bersama dengan Forkopimda Jatim saat menghadiri acara Badan Pengawas Pemilu/Bawaslu Jatim yakni "Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 yang Berintegritas" di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan Surabaya, Rabu (14/2).

Menurutnya,  merubah sikap dari 'antre uang' menjadi 'anti uang' termasuk pekerjaan sulit selama masih ada proses bertemunya orang dan orang. Untuk itu, salah satu solusi ke depan adalah proses pemilihan dengan menggunakan teknologi atau IT.

"Proses IT ini membuat orang bisa memilih dari mana saja dan menghindari bertemunya orang dan orang. Multiple choice ke depan harus ada," kata orang nomor satu di Jatim ini. Selain itu, salah satu cara menghindari politik uang adalah perlunya peran masyarakat dalam memberi masukan kepada Bawaslu terkait praktek ini, termasuk melaporkan pelanggaran kampanye yang ada di media sosial.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga berpesan kepada setiap Pasangan Calon/Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 untuk tidak melakukan kampanye memakai isu SARA. "Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siapa yang kampanye pakai SARA malah gak laku dan tidak disenangi oleh masyarakat," terangnya.

*Kedepankan Pencegahan*

Sementara itu Ketua Bawaslu Jatim, Moh. Amin, M.Pdi mengatakan, konsep pengawasan saat ini mengedepankan pencegahan, sehingga dalam setiap proses tahapan pemilu, Bawaslu akan mengirim surat kepada setiap tim paslon. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kampanye sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bawaslu, lanjutnya, terus melakukan pengawasan dan pencegahan termasuk dibantu Kanwil Kemenag Jatim untuk menjaga agar tempat ibadah tidak digunakan sebagai tempat kampanye.

"Mari kita kita ciptakan pilkada yang keren tanpa politik uang dan politisasi SARA," katanya sembari berharap pilkada Jatim menjadi trending topic di media sosial tentang keguyuban dan kerukunan.

Deklarasi ini dilakukan dengan melakukan cap lima jari dan penandatanganan naskah yang dilakukan oleh Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 nomor urut satu yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, serta paslon nomor urut dua yakni Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Cap dan tandatangan juga dilakukan oleh tim kampanye setiap paslon, partai pengusung, dan Forkopimda Jatim.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KPU Jatim, Ketua DPRD Prov. Jatim, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya serta perwakilan BEM dari beberapa universitas di Jatim.


ARZ Team

Kapolri : Masjid Jadi Pusat Ketaqwaan

SURABAYA - Kapolri Jend Pol Prof. Tito Karnavian Phd menyebut bahwa masjid harus menjadi tempat sekaligus pusat ketaqwaan kepada Allah SWT. Ketakqwaan ini penting karena anggota Polri memiliki kewenangan dan tugas dalam penindakan kasus kasus hukum, banyak godaan jika tidak diimbangi dengan ketaqwaan. 

Untuk itulah, masjid harus mampu menjadi rem segala nafsu dan mampu menjadi tempat seluruh anggota Polri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, segala tugas tugas kepolisian akan dilakukan secara baik dan profesional. 

Sementara itu, dalam laporannya Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan latar belakang, pembangunan masjid ini, yakni dilatarbelakangi keberadaan masjid  lama yang tidak cukup mewadahi umat.

"Sebagian jemaah harus menggelar terpal.. Dengan luasan yang baru, maka hal tersebut tidak terjadi lagi," ujarnya saat sambutan dalam peresmian Masjid Arif Nurul Huda oleh Kapolri di Halaman Mapolda Jatim, Selasa (13/2).

Hadir Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menjelaskan, bahwa membangun masjid merupakan salah satu cara menggapai keberkahan dan pahala yang besar bagi yang mampu menjalankannya. "Pembangunan masjdi ini menunjukkan bahwa Polda Jatim memiliki perhatian yang besar untuk mencari ridha Allah SWT," ujarnya. 

Masjid baru ini ini memiliki area seluas 2.000 m2 yang di desain mampu menampung sekitar 1.000 jamaah dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas. 

Tentang nama Arif Nurul Huda, dijelaskan Kapolda memiliki arti sarana peribadatan yang mampu membuat seseorang beribadah di dalamnya, menjadi manusia layaknya cahaya penerang menuju jalan yang di Ridhoi Allah SWT.
 
Hadir dalam kesempatan ini  antara lain Prof. Din Samsudin Utusan Khusus Presiden di Bidang Dialog Antar Agama dan Peradaban, Ketua PBNU Prof. Said Aqil Sirodj, pimpinan perguruan tinggi dan media di Jawa Timur.


ARZ Team

Pagupon Jumbo Dirobohkan Dan Dibakar Aparat

SURABAYA - Sebanyak 11 kandang merpati (pagupon) jumbo di Ploso Timur RW X, Kelurahan Ploso, Surabaya dirobohkan lalu dibakar aparat gabungan dari Polsek Tambaksari dibantu Koramil dan Satpol PP kecamatan Tambaksari, Selasa (13/2) siang.

Aksi tersebut merupakan rangkain razia yang digelar polisi. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno, petugas menyisir satu per satu pagupondi kawasan Ploso Timur.

Razia digelar karena selama ini banyak laporan bahwa merapati-merpati di sana kerap dipakai sebagai ajang judi. Bahkan, judi 'dara kentongan' biasa diikuti oleh banyak warga dari daerah lain. Kondisi itu mulai meresahkan masyarakat setempat, membuat aparat gabungan bertindak tegas.

Setelah dirobohkan, sebagai efek jera, sebelas pagupon merpati ini pun langsung dibakar petugas gabungan. Hal itu dilakukan agar sisa kayu bekas pembongkaran tak dapat dipergunakan lagi. "Kita bakar mengingat kalau tidak gitu bakal digunakan lagi oleh mereka yang asyik main judi merpati," kata Kompol Prayitno, di lokasi.

Kompol Prayitno menambahkan, tiga pilar bertindak tegas lantaran kalau pagupon ini masih tetap berdiri, bakal jadi sarang perjudian merpati. "Kita jaga generasi ini agar tidak terkontaminasi perjudian, maka kita tertibkan saja," sambung mantan Kepala Sentara Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya itu.

Hal senada juga diutarakan Danramil 0831/02 Tegalsari Mayor Inf Mudjib, baginya usaha penertiban ini paling tidak sudah membikin kawasan RW X Kelurahan Ploso makin jauh dari judi merpati. Itulah sebabnya tiga pilar disini getol lakukan penertiban pagupon merpati, agar merubah stigma negatif kawasan Ploso.

"Semoga kedepannya sudah tidak ada lagi yang berani membuat bekupon merpati untuk dijadikan ajang judi. Agar warga disini bisa hidup nyaman tanpa ada gangguan para penjudi yang membikin gaduh kampung kita," tegasnya.

Operasi pembongkaran puluhan bekupon tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 Wib. Kendati sempat menjadi tontonan warga sekitar, namun kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan aman terkendali.


ARZ Team

Pemakaman Jenazah Warga Desa Tebalo Kec Manyar Kab Gresik

  Gresik,   gresiknews1.com     - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pemakaman jenazah Almh Dewi Jusniawati ( 44 tahun ...