Relawan Pendukung Calon Presiden Jokowi - Ma'ruf Dengan Pawai Di atas Perahu

GRESIK - Relawan pendukung calon presiden dan wakil presiden Jokowi - Ma'ruf terus bermunculan. Kali ini datang dari ratusan nelayan Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Sebagai bentuk dukungan terhadap paslon no 01 itu, relawan nelayan tradisional melakukan pawai perahu ke lautan. 

Perahu yang berjumlah ratusan tersebut menyusuri lautan lengkap dengan atribut partai pendukung Jokowi - Ma'ruf. Tidak hanya kaum laki-laki saja yang turut berpartisipasi. Namun, ratusan kaum hawa juga ikut menikmati keliling di lautan. 

Pawai perahu di lautan ini sengaja dilakukan sebagai bentuk dukungan para nelayan terhadap paslon no 01. Menurut mereka, Jokowi tidak hanya berpihak kepada rakyat kecil. Namun, kepedulian juga ditujukan kepada para nelayan. 

Menurut Sugeng, salah satu relawan asal Ujungpangkah menjelaskan, pihaknya mendukung penuh pencalonan Jokowi - Ma'ruf. Pasalnya, melihat latar belakang Jokowi berasal dari kalangan sederhana. 

"Jika dari orang biasa saja bisa jadi presiden, besar kemungkinan kedepan ada presiden yang berlatarbelakang nelayan," kata Sugeng saat menyampaikan sambutan kepada ratusan nelayan lainnya. 

Menurutnya, satu-satunya presiden yang berpihak kepada nelayan adalah Jokowi. Mepersatukan para nelayan antara nelayan tradisional dengan nelayan yang menggunakan alat tangkap besar. "Ada batasan wilayah yang telah diberikan. Agar tidak terjadi percekcokan," ujarnya. 

Ditambahkan, di era kepemimpinan Jokowi banyak nelayan luar yang mencuri ikan di laut Indonesia ditangkap. Bahkan, ada juga kapalnya yang diledakkan. "Itulah bentuk kepedulian pak Jokowi kepada nelayan seperti kita ini," pungkasnya. 

Ratusan relawan nelayan Banyuurip tersebut juga melakukan deklarasi atau pernyataan. Diantaranya, relawan tradisional Banyuurip, senantiasa menjaga kerukunan antar nelayan tradisional se Nusantara. 

Mendukung segala bentuk program-program kerakyatan Presiden Jokowi yang akan memajukan nelayan tradisional se Nusantara. Selanjutnya, nelayan tradisional Banyuurip akan siap dan bekerjakeras saling membahu untuk memenangkan paslon 01 Jokowi - Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden. "Kami nelayan tradisional pilih pak Jokowi - Ma'ruf," teriak Sulton saat memimpin deklarasi sekaligus ketua panitia, sampai berita ini diturunkan, Sabtu ( 30/3). 

Selama kepemimpinan Jokowi sudah terbukti kerja keras beliau di segala bentuk kegiatan, ujar dari warga masyarakat dan para relawan. 


Penulis Partner Mitra Infojatim.com Arifin s.zakaria

Polres Gresik Mendapat Kunjungan Kemenkumham Dalam Rangka Study Tiru Zona Integritas WBK dan WBBM

GRESIK - Kepolisian Resort Gresik Polda Jatim mendapat kunjungan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang bertujuan study tiru Zona Integritas (ZI) WBK dan WBBM. Kunjungan ini dalam rangka mengetahui dan mempelajari sistem pelayanan serta berbagai inovasi publik yang ada di Polres Gresik sebagai Polres yang berpredikat WBK dan WBBM dari Menpan RB. 

Rombongan studi tiru dari Kemenkumham yang dipimpin Wakil ketua pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM Kemenkumham RI Asep Kurnia dan Ka Tim Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jatim Zakaria diterima langsung Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi, Kabagren Polres Gresik Kompol Sukri dan beberapa pejabat utama Polres Gresik, Rabo ( 27/3). 

Bertempat di Aula Polres Gresik Jl. Basuki rahmad No. 22, Gresik kegiatan berlangsung dengan metode kelas, "Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan studi tiru tim dari Kemenkumham ke Polres Gresik. Semoga dengan paparan kami terkait pelayanan publik ini, berbuah kemajuan bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Kapolres Gresik. 

Pada paparannya Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menyatakan dalam memperoleh predikat WBK dan WBBM, Polres Gresik memiliki terobosan sistem pelayanan publik berbasis IT dan Non IT yaitu Go Sigap, Tim Gajah mada, Giri sakti dan sekarang sudah memiliki Tim Black panther. Sebanyak 120 Satker atau lembaga yang melaksanakan study tiru di Polres Gresik, "dalam merawat predikat WBK dan WBBM Kami terus berupaya meningkatkan terobosan dan inovasi yang dalam pelayanan yang diberikan Sat lantas Polres Gresik yaitu CPS (cashless payment system) untuk Pembayaran SIM dan SKCK, CARE (Creative Augmented Reality Education) diinstall melalui Google playstore bagi pengunjung yang telah bekerjasama dengan Telkomsel, BRI dan Gojek" terangnya. 

Pihaknya menambahkan sebagai bumi Wali, Polres Gresik memiliki slogan Gresik Polisi 'SANTRI' yang mengandung arti, Senyum Sapa Salam, AmaNah, Tanggap, Tangguh dan Tegas tapi Tetap Humanis, Rajin Ibadah dan berInfaq. "Ada dua hal komitmen yang kami bangun untuk fungsi pembinaan anggota yaitu bekerja dengan mengutamakan sholat tepat waktu dan mengutamakan keselamatan kerja (Quality assurance / menjamin kualitas kinerja)" jelas AKBP Wahyu. 

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kemenkumham Asep Kurnia mengatakan bahwa keberhasilan Polres Gresik hingga mendapatkan predikat Zona Integritas dan predikat sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menjadi rujukan kami untuk nantinya dapat diimplementasikan di Kemenkumham dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal sampai berita ini diturunkan, Jum.at ( 29/3). 

"Kedatangan kami kemari bersama rombongan unit kerja di Kemenkumham, untuk mempelajari dan melihat langsung role model pelayanan publik yang ada di Polres Gresik, juga membangun komitmen bersama dalam meraih predikat WBK dan WBBM" terang Asep Kurnia. 

Selain paparan dari Kapolres Gresik, Tim bersama rombongan yang terdiri dari Kepala Satker dan Tim Kerja dari 11 satker yaitu Direktorat Perdata Ditjen AHU, Lapas Cibinong, Lapas Perempuan Malang, Lapas Salemba, Lapas Metro, Lapas Perempuan Semarang dan Rutan Cirebon dan Kepala Kantor Imigrasi (KANIM) Khusus Medan, KANIM Denpasar, KANIM Blitar dan KANIM Cirebon melihat langsung sistem pelayanan Care dan CPS di Satlantas Polres Gresik Jl. Randu Agung No.1, Setingi, Randuagung, Kebomas, Kabupaten Gresik. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan penanggung jawab)

Warga Sawen Demo Di Gedung DPRD Gresik Terkait Jalan Poros Desa di Belokan

GRESIK - Warga Sawen Wadul DPRD Tak Terima Jalan Poros Desa di Belokan Warga Sawen - Tanjungan Kec.Kedamaian Demo di gedung DPRD Gresik. Puluhan warga dusun Sawen desa Tanjung kecamatan Kedamaian kabupaten Gresik bersama Lsm FPSR ngeluruk gedung DPRD jalan KH. wachid hasyim depan alun-alun guna menyampaikan aspirasi terkait jalan poros desa yang rencana akan dibelokkan oleh Pt.Waskita karya selaku pengembang pembangunan jalan tol KLBM ( krian, legundi, bunder dan manyar ) Senin (25/3/2019). 

Dalam aksinya warga berteriak bahwa sampai kapan pun jalan poros desa jangan sampai dibelokkan karena itu merupakan warisan nenek moyang kita yang harus kita jaga dan rawat." teriak Supri bersama rekan-rekan. 

Aris gunawan (ketua Lsm FPSR) ditengah-tengah demonstrasi mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal terus persoalan warga dusun Sawen bila pihak tol KLBM dan pemerintah ngotot membelokkan jalan poros dusun tersebut. 

"Kami akan melakukan aksi besar-besaran dan kami siap jadi barisan depan warga." cetus Aris gunawan dalam teriakannya juga bersama team Infojatim.com. 

Sementara perwakilan warga didalam gedung DPRD lantai II digelar hearing bersama komisi 1 bidang hukum & pemerintahan dan pihak warga diwakili antara lain : kepala desa, perangkat desa, BPD dan kepala dusun, tampak pula kepala dinas PMD serta camat kedamaian. 

Hingga berita diturunkan pihak management pt Waskita karya selaku pelaksana proyek jalan tol KLBM belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan warga dusun Sawen desa Tanjung kecamatan Kedamaian kabupaten Gresik. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

AS SDM POLRI dan Dirut PT. Petrokimia Gresik tandatangani MOU Penyaluran Tenaga Kerja anggota Polri

GRESIK - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), melalui Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) meneken 5 nota kesepahaman atau MoU dengan perusahaan BUMN PT Petrokimia Gresik (PG). 

Bertempat di Gedung Wisma Kebomas PT. Petrokimia Gresik kedatangan Irjen Pol Eko Indra Heri. S. bersama rombongan yaitu SSDM Polri BRIJENPOL Drs. Subiyanto Karojiantra dan Kabagjakdiklat Rojianstra SSDM Polri, Kombespol Mardiyono,S.I.K.,M.Si beserta staf Biro Jianstra, Kabagkhirdin Rowatpers SSDM Polri Kombespol Ucu Kuspriyadi,S.I.K, beserta staf Biro Watpers, Karo SDM Polda Jatim Kombespol Ikhsan Amin,S.I.K.,M.Si. beserta staf Biro SDM Polda Jatim disambut langsung Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi bersama Wakapolres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi., SIK., M.si dan Kabagsumda Polres Gresik Kompol Budi Idayati beserta staf Polres Gresik. 

Acara tersebut merupakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan PT Petrokimia Gresik (PG), Jumat (22/3/2019). Dalam MoU itu Mabes Polri yang diwakili Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Pol Eko Indra Heri. S. sedangkan dari PT.Petrokimia Gresik langsung diwakili oleh Dirut Rahmad Pribadi. 

Tujuan kerjasama ini untuk meningkatkan pengamanan operasional perusahaan demi kelancaran penyediaan Pupuk Nasional, dan pengembangan perusahaan menuju Solusi Agroindustri. Selain itu juga untuk pengamanan data informasi, penegakan hukum, pendampingan hukum, serta peningkatan kapasitas SDM. 

Dirut PT. Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menyampaikan, pengamanan PT. Petrokimia Gresik membutuhkan pendekatan khusus, karena merupakan Objek Vital Nasional yang lokasinya berada di tengah permukiman. PT. Petrokimia Gresik merupakan perusahaan pupuk terlengkap di Indonesia anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) yang berperan mendukung Pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan nasional. 

"PT. Petrokimia Gresik berkomitmen maju bersama masyarakat. Selama ini telah dibantu Polda Jatim dan Polres Gresik terkait pengamanannya. Nota kesepahaman ini harus segera ditindaklanjuti karena memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Dirut. 

Inspektur Jenderal Polisi Eko Indra Heri S mengungkapkan, MoU bersama Petrokimia Gresik ini yang pertama di Indonesia, dan merupakan langkah awal Polri untuk bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan lain. 

"Di era industri 4.0 tidak bisa berdiri sendiri, harus bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat. Ini adalah bagian dari sebuah kemitraan. Sebuah kerjasama yang harus saling menguntungkan, saling memberikan manfaat demi melayani masyarakat dengan sesungguhnya," pungkas Irjen Pol Eko Indra Heri. S. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan PT. PETROKIMIA GRESIK oleh AS SDM POLRI dan Dirut PT. Petrokimia Gresik dilanjutkan dengan tukar menukar naskah MOU serta pemberian Cinderamata dari Pihak Polri dan PT. PETROKIMIA Gresik. Sampai berita ini diturunkan, Sabtu ( 23/3). 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Silaturrahmi Polri Dengan Pondok Pesantren, Forkopimda Kab Lamongan

LAMONGAN - Polri gandeng Pondok Pesantren, Tokoh Masayarakat, santri dan Mahsiswa di Kab. Lamongan dalam Harkamtibmas pada Tahapan Pileg dan Pilpres 2019. 

Para santri di Pondok Pesantren di Kabupaten Lamongan diharapkan mampu menjaga situasi kondusif pada saat pemilihan legislatif, pemilihan presiden 2019 yang akan berlangsung di Kabupaten Lamongan. Pesan ini diungkapkan Kasubdit II Kamneg BIK Mabes Polri, Kombes Pol. DR. H. Kasmen, ME saat road show sosialiasasi Pileg dan Pilpres 2019 di Kabupaten Lamongan Jawa Timur, yang di Hadiri oleh Pengurus Ponpes AL IKHLAS, Ponpes Karangasem, tokoh masyarakat, dan mahasiswa di Kab. Lamongan - Jatim. 

Menurut Kombes Kasmen, untuk menjaga keamanan dan kondusifitas pra dan pasca Pileg/Pilpres 2019, Polri khususnya para anggota Polres Lamongan di bawah pimpinan Akbp Feby DP.Hutagalung sebagai Kapolres Lamongan untuk dapat menjalin bekerjasama dengan pemerintah setempat khususnya di wilayah Kabupaten Lamongan Karang Taruna, Pondok Pesantren dan institusi lainnya, dengan harapan masyarakat tetap menjaga kondusifitas daerahnya masing-masing tanpa ada gesekan meski berbeda pilihan, sampai berita ini diturunkan, Sabtu (23/3).

Kapolres Lamongan Akbp Feby DP.Hutagalung ketika di wawancarai oleh Infojatim.com beliau mengatakan selalu siap siaga untuk para anggotanya di lapangan dalam pengamanan menjelang Pileg dan Pilpres 2019 sampai pelaksanaan pesta demokrasi berjalan aman dan kondusif. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Kapolres Gresik Pimpin Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Pemilu Tahun 2019

GRESIK - Kepolisian Resort Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru tahun 2019 dalam Rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu yaitu Pilpres dan Pileg Tahun 2019. 

Apel gelar pasukan yang dilaksanakan dihalaman kantor Pemkab Gresik pada hari Jum'at (22/3/19) pagi, dihadiri Bupati Gresik DR Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST, MS.i, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH, SIK.,Msi, Dandim 0817 GresiK Letkol Inf Budi Handoko S.Sos., Ketua KPU Kabupaten Gresik Akhmad Roni., Ketua Bawaslu Gresik M. Imron Rodyadi S.Thi., Anggota DPRD Gresik Noto utomo, Ketua PD Muhammadiyah Gresik Taufiqullah Ahmady, Ketua LDII Gresik Abdul muis, OPD se-Kabupaten Gresik dan seluruh anggota Polres Gresik dan jajaran. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro sebagai pimpinan apel menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan masif di seluruh Indonesia tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan melibatkan TNI-Polri dan komponen masyarakat. Pemilu serentak tahun 2019 ini merupakan sejarah demokrasi yang pertama dilaksanakan sehingga nantinya menjadi sorotan dunia terkait pelaksanaan pemilu, Pilpres dan Pileg tahun 2019. 

Apel ini lanjut AKBP Wahyu S Bintoro merupakan wujud kesiapan TNI-Polri dalam melaksanakan pengamanan pemilu tahun 2019 yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab untuk menjaga jalannya pemilu diwilayah Gresik. 

Dirinya juga menghimbau seluruh anggota TNI-Polri yang terlibat dalam pemilu 2019 untuk mewujudkan sinergitas bersama masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat diatasi, dikoordinasikan bersama sehingga selesai tanpa ada imbas yang buruk. 

Selain itu dalam pemilu serentak 2019 yang akan dilaksanakan, AKBP Wahyu S Bintoro, harus mampu untuk mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah untuk terprovokasi dengan isu-isu dan berita bohong (hoax) yang berdampak kerusuhan. 

Dalam upacara tersebut Kapolres Gresik sebagai pimpinan apel didampingi Bupati Gresik DR Ir. H. Sambari Halim Radianto Msi dan Dandim 0817 Gresik membacakan amanat Menkopolhukam RI yang berisi beberapa penekanan bahwa pada Pemilu kali ini " kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain. Namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional" tegasnya. 

Kapolres Gresik juga mengajak para Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat pemerintahan pada tingkat desa/kelurahan karena wilayah bersangkutan merupakan wilayah kerjanya dalam pemilu 2019 mendatang. 

Polri dengan dibantu TNI dan stakeholder terkait harus bisa menangani secara profesional dan berkelanjutan berbagai ancaman dan potensi kerawanan. 

Usai pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan patroli skala besar dikawasan Gresik kota. "Patroli skala besar tersebut sebagai wujud Show of force bahwa TNI POLRI PEMDA dan komponen bangsa lainnya siap memberikan Jaminan keamanan saat Pemilu serentak 2019 berlangsung khususnya saat pemungutan suara tgl 17 April 2019", pungkas Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Polsek Panceng Tangkap Perempuan Cantik Pencuri HP

GRESIK - Polsek Panceng menangkap LLK yang kedapatan mencuri HP milik Mukhlis, warga desa Doudo, Kecamatan Panceng. Dari tangan tersangka, anggota Unit Reskrim Polsek Panceng berhasil mengamankan satu unit HP merk Oppo dan sejumlah uang dengan total Rp 100 ribu, Jum.at (22/3). 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi melalui Kapolsek Panceng AKP Soleh Lukman Hadi menjelaskan bahwa pelaku yang merupakan mantan penjaga warung milik korban datang ke warung dan bertemu Dwi yang sedang jaga. Pelaku diajak masuk ke ruang tamu rumah korban untuk mengobrol karena sedang sepi pembeli. "Saksi penjaga warung pamitan istirahat dan pelaku sempat pamitan pulang," jelasnya. 

Kemudian, pada sore hari pelaku kembali ke rumah korban dan bertemu dengan saksi Musdalifah yang merupakan istri korban. Keduanya saling mengobrol dan ketika saksi Musdalifah masuk ke dalam rumah, pelaku dengan cepat mengambil HP dan uang yang berada di atas meja. Setelah mendapatkan barang curian, pelaku pamit pulang. "Korban menyadari ponsel dan uangnya hilang kemudian berlari mengejar, tapi pelaku sudah terlanjur menghilang," kata AKP Soleh. 

Lebih lanjut, AKP Soleh mengatakan bahwa korban mendapati pelaku sedang berada di desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah. Saat ditanya terkait HP dan uang, pelaku mengakui telah mengambilnya. Saat itu juga, korban menghubungi Unit Reskrim Polsek Panceng Polsek Panceng untuk dilakukan upaya penangkapan. "Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan sekarang anggota masih melengkapi berkas penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian," pungkas perwira dengan tiga balok di pundak itu. 


Partner Infojatim.Com (Pendiri dan Penanggung jawab)

Polsek Kebomas Berhasil Tangkap Wanita Pencuri Pakaian di Pusat Perbelanjaan

GRESIK - Anggota Unit Resere Kriminal (Reskrim) Polsek Kebomas berhasil mengamankan pelaku tindak pidana pencurian di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Veteran. Pelaku berinisial NFK kedapatan mencuri 16 lembar pakaian dari salah satu toko. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi melalui Kapolsek Kebomas menjelaskan bahwa pencurian itu dilakukan siang hari. Rohmad Hidayat yang merupakan salah seorang sekuriti mendapati pelaku masuk ke ruang ganti dari kamera CCTV. Pelaku membawa banyak sekali pakaian. Saat keluar dari ruang ganti, tidak ada satu pun pakaian yang dibawa. "Semuanya sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik dan ada sebagian yang dimasukkan ke dalam tas jinjing," jelas Kapolsek Kebomas Kompol Rony Edi Jusuf sampai berita ini diturunkan Jum,at (22/3). 

Kompol Roni mengatakan bahwa sekuriti curiga terhadap pelaku kemudian melakukan pengejaran saat pelaku keluar dari toko pakaian tersebut. Sekuriti menanyakan struk pembelian kepada pelaku, namun pelaku tidak bisa menunjukkannya. "Alasannya dibuang ke toilet, tapi setelah dicari tidak ada hingga akhirnya pelaku mengakui perbuatannya," paparnya. 

Perwira dengan dua melati di pundak itu menyatakan sekuriti langsung mengamankan pelaku dan anggota piket Unit Reskrim menuju lokasi setelah mendapat laporan. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian. "Sekarang proses penyidikan dan pelaku sudah ditahan," pungkas Kompol Rony. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Ingin Memiliki Ponsel Tega Membunuh Sahabatnya Sendiri

GRESIK - Hanya gara-gara kepergok mencuri sebuah ponsel merk Vivo, Fajar Aditya Putra (22) warga Jalan Kupang Krajan Gang 8/40 Kota Surabaya, tiba-tiba panik lalu menghabisi nyawa Andre Putra Hariyono (21) seorang driver taksi online yang tak lain temannya sendiri. 

Tak hanya mengambil ponsel, Aditya juga membawa kabur motor Honda Vario nopol L 4075 ER milik korban. Antara pelaku dan korban ini diketahui sudah berteman cukup lama sekitar 5 tahunan. Bahkan tak jarang keduanya dugem bareng di salah satu diskotek Surabaya. 

Selain Aditya sebagai pelaku utama, polisi juga mengamankan 3 pelaku lainnya. Yakni Richo Permana Dani (27) warga Keputran Pasar Kecil Gang 3/9 dan Nurul Huda (51) warga Banyuurip 8A Kota Surabaya selaku penadah ponsel, serta Iksir Holi, warga Bulak Banteng Madya Kota Surabaya selaku penadah motor. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, sebelum pembunuhan itu terjadi, korban sempat menjemput tersangka di depan gang rumahnya. Mereka lalu pergi dengan mengendarai mobil Daihatsu Sigra nopol L 1182 XF milik korban. 

"Keduanya lalu pergi ke salah satu diskotek di kawasan Kedungdoro Surabaya. Di situ mereka minum bir sebanyak 5 botol. Setelah tengah malam, keduanya lalu pulang ke rumah korban di Kepatihan, Menganti," terang Wahyu Sri Bintoro, Kamis (21/03/2019). 

Sesampainya di Kepatihan Menganti, lanjut Wahyu, keduanya sempat ngobrol sebentar. Dalam obrolan itu korban sempat minta tolong kepada pelaku untuk dicarikan wanita panggilan. "Tapi permintaan itu tidak jadi karena korban sudah ketiduran," paparnya. 

Melihat korban sudah tertidur lelap, tersangka akhirnya berinisiatif mencuri ponsel korban. Namun, tanpa disadari aksi pelaku ketahuan oleh korban. "Korban tiba-tiba terbangun saat HPnya diambil. Dia lalu melakukan perlawanan terhadap pelaku," ungkapnya. 

Kala itu, korban dipukul lehernya lalu dijerat dengan menggunakan kabel charger HP. Tak puas disitu, pelaku lalu mengambil palu dan memukulkan ke kepala korban sebanyak 15 kali. "Dan terakhir wajah korban dipukul dengan palu hingga meninggal dunia," pungkasnya. 

Setelah itu pelaku kabur ke daerah Kenjeran dengan membawa ponsel dan motor milik korban. Di situ pelaku menjual ponsel korban kepada Dani dan Huda. Sementara motor korban dijual kepada Iksir Holi. 

"Kasus pembunuhan ini berhasil kita ungkap dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam. Awalnya kita tangkap penadah HPnya dulu lalu berlanjut kepada pelaku utamanya," imbuhnya. 

Untuk Aditya selaku pelaku utama dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. 

Sementara untuk ketiga pelaku lainnya Huda, Dani dan Iksir Holi dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah barang hasil kejahatan. Ancaman hukumannya selama 4 tahun penjara. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Satresnarkoba Polres Gresik Berhasil Amankan Dua Penyalahgunaan Narkotika

GRESIK - Satuan Narkoba Polres Gresik kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis shabu diwilayah hukum Polres Gresik. 

Hasil ungkap Kasus ini dinyatakan Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Redik Tribawanto, S.Sos., S.H., M.H. melalui awak media , Kamis (21/3/19). 

Kasat Narkoba Polres Gresik mengatakan ungkap kasus penyalahgunaan Narkotika jenis Shabu, yang dilakukan oleh dua warga berinisial S (40) dan K (48) keduanya merupakan warga Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. 

"Keduanya berhasil dilakukan penangkapan pada Minggu (17/3/19) pukul 05.00 WIB. di jalan raya Wringinanom tepatnya di desa Sumengko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil penyelidikan." terang AKP Redik. 

Adapun saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan, dari tersangkaS (40) dan K (48) ditemukan barangbukti berupa satu plastik klip yang didalamnya berisi 1 (satu) plastik klip berisi kristal putih diduga shabu dengan berat timbang ± 1,22 (satu koma dua puluh dua) gram beserta bungkusnya berupa tisu putih, satu alat hisap bong dari botol plastik bekas cap kaki tiga, dua buah pipet kaca, satu korek api gas, satu gunting, satu kotak bekas kemasan lampu yang berisi plastik klip kosong, satu HP Samsung J-5 hitam, HP Samsung Model: SM-8109E hitam, HP Lenovo Type: A2020a40 putih masing-masing dengan No. Simcard. 

Atas perbuatannya, kedua pelaku kini mendekam di Rutan Mapolres Gresik dan barang bukti diamankan anggota Satresnarkoba Unit I Polres Gresik untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. 

"Keduanya dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Pasal 112 ayat (1) Jo 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun" pungkas Kasat Resnarkoba Polres Gresik. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Kapolres Pimpin Upacara, Pemberian Penghargaan Kepada Anggota Berprestasi, Dan Bantuan Tandon Air Kepada Masyarakat

GRESIK - Polres Gresik terus memberikan perhatian kepada anggota yang berprestasi. Seperti yang dilakukan pada Rabu (20/3). Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi memberikan apresiasi kepada anggota Polres dan Polsek jajaran yang dinilai berprestasi. Selain itu, Kapolres juga memberikan tandon air kepada masyarakat yang membutuhkan serta pemberian hadiah bagi anggota yang berulang tahun. 

Kegiatan yang digelar di halaman Mapolres Gresik itu dihadiri pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Antara lain, Wakapolres Kompol Dhyno Indra Setyadi, Kabagops Kompol Harna, Kabagren Kompol Sukri dan para Kasat di jajaran Polres Gresik. Kapolsek jajaran beserta perwira pertama dan bintara Polres Gresik beserta PNS Polres juga ikut hadir. Termasuk dua orang perwakilan penerima bantuan tandon air. 

AKBP Wahyu menjelaskan ada 28 personel yang menerima penghargaan atas prestasinya. Selain itu, ada 61 orang anggota yang mendapatkan hadiah karena sedang berulang tahun. "Itu menjadi salah satu bentuk perhatian kecil untuk menjaga soliditas internal," tuturnya. 

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu mengingatkan terkait sinergitas TNI dan Polri guna mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk. Anggota harus menjaga netralitas, serta hindari tindakan yang dapat mencederai netralitas Polri dalam penyelenggaraan setiap tahapan pemilu. Langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini ,guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini harus dikedepankan. 

Lebih lanjut, AKBP Wahyu mendorong seluruh elemen, baik KPU, Bawaslu. caleg, parpol dan massa pendukungnya, pemda, media, tokoh masyarakat, serta pengawas pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang di emban sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Gelorakan deklarasi pemilu damai di masing-masing wilayah dengan mengikutsertakan elemen - elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu ," paparnya. 

Menurut AKBP Wahyu, rencana pengamanan harus disusun secara detail dan laksanakan latihan pada setiap tahapan pengamanan, termasuk dalam menghadapi situasi kontijensi. Lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, baik terhadap dugaan tindak pidana pemilu yang diselenggarakan melalui sentra gakumdu, maupun potensi pelanggaran hukum lainnya guna menjamin stabilitas kamtibmas yang kondusif. 

AKBP Wahyu mengatakan bahwa jelang pelaksanaaan Pemilu tahun 2019 situasi politik semakin panas oleh karena Itu laksanakan deteksi dini oleh intelijen harus diperkuat. Tujuannya, mengantisipasi hal atau kemungkinan terburuk. "Fungsi intelijen harus ditingkatkan," ucapnya. Sampai berita ini diturunkan, Kamis (21/3) . 

AKBP Wahyu tidak lupa memberikan apresiasi kepada jajaran anggota Satnarkoba Polres Gresik yang telah meraih juara III di tingkat Polda Jatim dalam pengungkapan kasus selama Ops tumpas narkoba Semeru 2019. Itu merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan diharapkan bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja anggota. "Mari kita berdo'a bersama-sama mudah-mudahan diwilayah hukum polres gresik dalam menghadapi pileg dan pilpres yang diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang semoga lancar dan sukses. Dan tidak terjadl hal-hal yang tidak kita inginkan, namun kita tetap waspada jangan lengah," jelasnya. 

Kapolres juga meminta agar para anggota lebih dekat dengan tokoh masyarakat. Jaga selalu kekompakan dan sinergitas dengan Aparatur Pemda dan TNI saat bekerja di lapangan. "Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dalam setiap pelaksanaan tugas yang kita jalankan. Dengan semangat Together We Can Do The Best, kita pasti bisa," tandas perwira dengan dua melati di pundak itu. 


Partner Infojatim.Com ( Pendiri dan Penanggung jawab)

POLRI GANDENG PENGASUH PONDOK PESANTREN UNTUK MENDUKUNG POLRI AMANKAN PEMILU 2019

LAMONGAN - Para pengurus Pondok Pesantren di Kabupaten Lamongan diharapkan bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi kondusif pada saat pemilihan legislatif, pemilihan presiden 2019 yang akan berlangsung di Kabupaten Lamongan. 

Untuk menjaga keamanan dan kondusifitas sebelum, pada saat, dan sesudah Pileg / Pilpres 2019, Polri menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat, pondok pesantren dan instansi terkait yang berada di Wil Kab. Lamongan di bawah kepemimpinan Akbp Feby DP Hutagalung sebagai Kapolres Lamongan, Kamis ( 21/3) . 

Hasil komunikasi dengan pengurus Pondok Pesantren Karangasem dan salah satu pengurus Pondok Pesantren AL IKHLAS Kec. Paciran Kab. Lamongan, "bahwa kami mendukung Polri dalam tugasnya memelihara keamanan dan ketertiban di Kab. Lamongan, khususnya menjelang, pada saat, dan pasca Pesta Demokrasi Pileg / Pilpres 2019, terkait berita HOAX yang ramai di media sosial saat ini, insyaalloh kami di lingkungan Pondok Pesantren di Kab. Lamongan tidak terprovokasi, karena kami menerapkan kedisiplinan dalam lingkungan Ponpes, para santri memiliki batasan dalam penggunaan media sosial, kita lebih mengutamakan kajian AL Quran dan Hadis" 

Dalam agenda Pileg dan Pilpres 2019 nantinya dapat terwujud dan harapan dari warga Lamongan serta Forkopimda dapat terciptanya hubungan yang harmonis dalam pengamanan dan kerja sama yang baik terutama dengan jajaran Kepolisian Polres Lamongan, ujar AKBP Feby DP Hutagalung. 

Diharapkan dengan sinergitas antara Polri, pengasuh Pondok Pesantren, dan seluruh elemen Masyarakat di Kabupaten Lamongan - Jatim, rangkaian Pileg dan Pilpres 2019 di Kab. Lamongan berjalan aman dan kondusif.


Partner Arifin s.zakaria ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Team KPK Melakukan Penggeledahan Di Kantor Kemenag Gresik

GRESIK – Hampir dua jam melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Kantor Kementrian Agama Gresik, di Jl Jaksa Agung Suprapto, petugas KPK akhirnya pergi dengan membawa dua koper berisi dokumen penting, Rabu (20/3) siang. 

Penggeledahan tersebut sebagai tindak lanjut tertangkapnya mantan kepala Kemenag Gresik, Muh Muafaq Wirahadi oleh KPK beberapa waktu lalu untuk memperdalam penyidikan kasus jual beli jabatan di lingkup Kemenag RI. 

Saat ditanya soal isi dari koper berwarna kuning dan merah yang disita dari ruang kepala kemenag, petugas KPK hanya bungkam sambil menuju mobil Kijang warna hitam dan langsung meluncur ke Polda Jatim. 

Terkait penggeledahan tersebut, Kasubag TU Kemenag Gresik Munir mengungkapkan 7 petugas dari KPK menggeledah ruangan Muh Muafaq hampir tiga jam lamanya. 

"Kurang lebih dua jam setengah, mereka menggeledah ruang kerja kepala kantor. Saya tadi juga ikut masuk dan tandatangan berita acara penggeledahan," ungkapnya. 

Ketika ditanya berkas apa saja yang dibawa oleh petugas KPK dari ruang kerja Muafaq, Munir mengaku tidak tahu persis. Dia hanya melihat petugas KPK membawa laptop dan printer serta beberapa berkas yang ada di meja Kemenag Gresik. "Saya hanya menyaksikan, jadi tidak tahu persis," tandasnya. 

Untuk diketahui, terkait kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka.Yakni Ketum PPP Romahurmuziy (Romi), Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi. 

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Muafaq menyuap untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, menyuap ssebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. 

Dari penggeledahan tersebut team KPK berhasil mengamankan beberapa data data bukti untuk di amankan sebagai bahan penyelidikan lanjut, 

BERSAMBUNG.......


Penulis Arifin s.zakaria ( Pendiri dan Penanggung jawab)

Diduga Ikut Menikmati Dana Insentif, Pejabat Pemkab Gresik Diperiksa

GRESIK - Sejumlah pejabat eselon dua dan tiga Pemkab Gresik, tiba-tiba diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Ada pula ajudan Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Moh Qosim yang masing-masing berjumlah 2 orang juga ikut diperiksa jaksa, pada Selasa (19/03/2019). 

Mereka yang diperiksa antara lain, Sekda Gresik AHW (Mantan Kepala BBPKAD), Asisten III TRS, Kepala Badan Kepegawaian Desa (BPK) MND, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) EDS , dua ajudan Bupati yakni ER dan AR serta dua ajudan Wabup yakni RG dan SB. 

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun. Para pejabat dan ajudan yang diperiksa kali ini berjumlah sekitar 14 orang. Mereka diperiksa untuk pengembangan kasus OTT pemotongan jasa pungut pajak daerah, yang menjerat seorang tersangka Mantan Plt Kepala BBPKAD Gresik M. Mukhtar. 

Kajari Gresik Pandoe Pramoe Kartika ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Dia mengatakan, pemeriksaan kali ini terkait adanya dugaan aliran dana dalam kasus OTT yang dilakukan tim kejari di kantor BBPKAD Gresik pada 14 Januari 2019 lalu. 

"Saya baru datang dan belum melihat hasil pemeriksaan. Yang jelas, pemeriksaan ini ada kaitanya dengan dugaan aliran dana sesuai hasil pemeriksaan tersangka dan saksi, dalam kasus OTT di kantor BBPKAD lalu," kata Pandoe Pramoe Kartika saat ditemui di kantin Kejari Gresik, Selasa (19/03/2019). 

Para pejabat yang dipanggil ini, lanjut Pandoe, nantinya akan dimintai keterangan dan dikonfrontir (dicocokkan keterangan) dengan mempertemukan tersangka Mukhtar. "Saat dikonfrontir nanti, kira-kira sesuai gak dengan keterangan yang disampaikan oleh tersangka dan saksi," paparnya. 

Disinggung terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, Pandoe menegaskan belum berani menyimpulkan. "Kita hanya ingin tahu aliran dana itu sampai dimana. Siapa yang ikut menerima dan berapa jumlahnya. Kalau penambahan tersangka baru, kayaknya masih cukup jauh," tegasnya. 

Oleh karena itu, Pandoe pun berharap kepada wartawan untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan secara keseluruhan. "Yang diperiksa ini kan cukup banyak jadi butuh waktu. Tunggu tanggal mainnya saja," cetusnya sambil tersenyum. 

Sampai saat ini hampir jam 20.21 wib pemeriksaan baru selesaI di Kejaksaan Negeri Gresik terkait OTT di kantor BPPKAD. 

BERSAMBUNG.......


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan penanggung jawab)

Diduga Ikut Menikmati Dana Insentif, Pejabat Pemkab Gresik Diperiksa

GRESIK - Sejumlah pejabat eselon dua dan tiga Pemkab Gresik, tiba-tiba diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Ada pula ajudan Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Moh Qosim yang masing-masing berjumlah 2 orang juga ikut diperiksa jaksa, pada Selasa (19/03/2019). 

Mereka yang diperiksa antara lain, Sekda Gresik AHW (Mantan Kepala BBPKAD), Asisten III TRS, Kepala Badan Kepegawaian Desa (BPK) MND, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) EDS , dua ajudan Bupati yakni ER dan AR serta dua ajudan Wabup yakni RG dan SB. 

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun. Para pejabat dan ajudan yang diperiksa kali ini berjumlah sekitar 14 orang. Mereka diperiksa untuk pengembangan kasus OTT pemotongan jasa pungut pajak daerah, yang menjerat seorang tersangka Mantan Plt Kepala BBPKAD Gresik M. Mukhtar. 

Kajari Gresik Pandoe Pramoe Kartika ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Dia mengatakan, pemeriksaan kali ini terkait adanya dugaan aliran dana dalam kasus OTT yang dilakukan tim kejari di kantor BBPKAD Gresik pada 14 Januari 2019 lalu. 

"Saya baru datang dan belum melihat hasil pemeriksaan. Yang jelas, pemeriksaan ini ada kaitanya dengan dugaan aliran dana sesuai hasil pemeriksaan tersangka dan saksi, dalam kasus OTT di kantor BBPKAD lalu," kata Pandoe Pramoe Kartika saat ditemui di kantin Kejari Gresik, Selasa (19/03/2019). 

Para pejabat yang dipanggil ini, lanjut Pandoe, nantinya akan dimintai keterangan dan dikonfrontir (dicocokkan keterangan) dengan mempertemukan tersangka Mukhtar. "Saat dikonfrontir nanti, kira-kira sesuai gak dengan keterangan yang disampaikan oleh tersangka dan saksi," paparnya. 

Disinggung terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, Pandoe menegaskan belum berani menyimpulkan. "Kita hanya ingin tahu aliran dana itu sampai dimana. Siapa yang ikut menerima dan berapa jumlahnya. Kalau penambahan tersangka baru, kayaknya masih cukup jauh," tegasnya. 

Oleh karena itu, Pandoe pun berharap kepada wartawan untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan secara keseluruhan. "Yang diperiksa ini kan cukup banyak jadi butuh waktu. Tunggu tanggal mainnya saja," cetusnya sambil tersenyum. 

Sampai saat ini hampir jam 20.21 wib pemeriksaan baru selesaI di Kejaksaan Negeri Gresik terkait OTT di kantor BPPKAD. 

BERSAMBUNG.......


Penulis Arifin s.zakaria Infojatim.com ( Pendiri dan penanggung jawab)

Kejaksaan Negeri Gresik Ungkap Tuntas OTT BPPKAD M.Muchtar

GRESIK - Penyidik Pidsus, Kejaksaan Negeri Gresik. Kembali memeriksa terhadap Yetty Sri Suparyati mantan Kaban PPKAD Senin (18/3/2019). 

Tidak hanya itu. Penyidik juga periksa mantan Kaban PPKAD, Andhy Hendra Wijaya. Selain itu, penyidik juga periksa kepala bidang, bendahara,  sekpri, dan staff bagian keuangan. Total ada empat belas orang. 

Hal itu dilakukan, dengan maksud untuk dikonfrontir (mencocokan keterangan tersangka dengan saksi. Dan melengkapi petunjuk jaksa terkait kasus OTT di BPPKAD. Yang menyeret M. Muchtar beberapa waktu lalu. 

Untuk mempertajam hasil pengembangan. Penyidik juga periksa Mantan Sekban, Agus Pramono bersama dengan tersangka M. Muchtar. Mereka diperiksa secara bersamaan di depan penyidik.  

Ironisnya, informasi yang dihimpun, pemotongan jasa insentif ini telah dilakukan sejak tahun 2011 sampai sekarang. Bahkan pencetus ide pemotongan Jasa insentif ini terjadi,  sewaktu BPPKAD dipimpin oleh Yetty Sri Suparyati. 

Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andri Dwi Subianto mengatakan bahwa, pemeriksan saksi ini dilakukan untuk menkonfrontir keterangan saksi dengan tersangka. 

"Kita panggil semua saksi yang sudah diperiksa untuk dikonfrontir dengan tersangka," tegas Andrie sapaan akrabnya.  

Masih menurutnya, hari ini kami memanggil empat belas saksi untuk di konfrontir dengan tersangka. Besok ada beberapa saksi lagi yang akan dikonfrontir. 

"Termasuk saksi tambahan semua ajudan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, besok akan kami periksa," tegasnya. 

Ketika ditanya oleh wartawan Andri, terkait empat belas saksi yang diperiksa untuk dikonfrontir, apakah hasil pengembangan ada tambahan tersangka. "Tunggu saja ya," pungkas Andri. 

Bersambung......


Penulis Arifin s.zakaria ( Pendiri dan penanggung jawab Infojatim.com)

Kapolres Gresik Pimpin Langsung Pengamanan Peringatan Harlah NU Ke-93 tahun 2019 Di Gelora Joko Samudra

GRESIK - Dalam rangka menjaga kamtibmas di wilayahnya, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi memimpin langsung pengamanan Peringatan Harlah (Hari Lahir) NU Ke-93 tahun 2019 oleh PCNU Kabupaten Gresik yang bertempat di Stadion Gelora Joko Samudra dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kota diluar Gresik, Senin (18/3). 

Guna mengamankan kegiatan tersebut, ratusan personel Polres Gresik dan Polsek jajaran dan dibantu oleh panitia dan Banser melaksanakan pengamanan dilokasi Harlah NU Ke-93 tahun 2019 oleh PCNU Kabupaten Gresik yang turut dihadiri Mustasyar NU/Cawapres No. urut 1 Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin. 

Pengamanan dilaksanakan dengan menempatkan anggota di sejumlah simpul jalan di area stadion G-Jos (Gelora Joko Samudro) yaitu sepanjang Jl. Veteran Kecamatan Kebomas, Gresik, sekaligus mengatur arus lalu-lintas agar tak terjadi kemacetan. 

Langsung memimpin jalannya pengamanan kegiatan tersebut, Kapolres Gresik mengatakan kegiatan pengamanan dilakukan dalam rangka menjaga kamtibmas diwilayah Gresik dari ancaman gangguan Yang tidak diinginkan. Selain itu, dilakukan pengaturan lalu lintas karena membludaknya jamaah yang hadir. 

"Kami terjun langsung dalam pengamanan untuk mengecek serta mengendalikan anggota agar kegiatan besar itu dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar" terang Kapolres. 

Kehadirannya dilokasi Harlah juga merupakan wujud dukungan pimpinan kepada anggota agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, ikhlas dan overestimate. 


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan penanggung jawab)

Bersama Ribuan Peserta MRSF Yang digelar Kapolda Jatim, Forpimda Gresik Hadir Ramaikan Jembatan Suramadu

SURABAYA - Millennial Road Safety Festival yang diselenggarakan Polda Jatim dihadiri lebih dari 850.000 ribu mendekati Satu Juta jiwa, ikut meramaikan kegiatan tersebut Bupati Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST,' MSi, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos dan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi bersama Ketua Bhayangkari cabang Gresik Ny.Sistri Wahyu S Bintoro dan PJU Polres Gresik di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, Minggu (17/3). 

Acara bertema Mewujudkan Generasi Millennial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dalam bentuk sosialisasi kepada generasi millenial. Sebab selama ini, korban kecelakaan lalu lintas dari kalangan millenial masih tergolong tinggi. 

Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indah Parawansa.,M.si, Kapolda Jawa Timur IRJEN Pol. Drs. Luki Hermawan.,M.si., Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, PJU Polda Jawa Timur, Kapolres jajaran Pol Jatim, Jajaran Danrem Kodam V Brawijaya, Jajaran Komandan Kodim V Brawijaya, Jajaran Bupati / Walikota Se-Jawa Timur dan +/- 850 000 mendekati Satu Juta jiwa generasi Millenial Se-Jawa Timur. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi acara tersebut generasi milenial merupakan bagian dalam menjaga ketertiban berlalu lintas. Orang nomor satu di Jatim itupun mengajak generasi milenial membangun kesadaran akan bahaya berkendara tanpa mematuhi lalu lintas. 

"Kesadaran masyarakat sangat penting dalam berlalu lintas. "Karena bahaya bisa mengancam di jalan apabila tidak meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara khususnya pada generasi millenial yang diharapkan sebagai penerus bangsa menuju Indonesia gemilang," katanya, Minggu(17/3/2019). 

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Luki juga melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Jika tanpa seizin Gubernur, dirinya tidak bisa mengajak masyarakat jalan di Jembatan Suramadu yang dibangga-banggakan selama ini. 

"Saya sudah jalan. Di laut ada 1.000 kapal nelayan, ternyata melebihi 2.000 nelayan. Luar biasa antusias masyarakat Jatim yang hadir," ujarnya. 

MRSF yang digelar di Jembatan Suramadu dihadiri lebih dari +/- 850 000 mendekati Satu Juta jiwa generasi millenial diluar undangan yang disebarkan oleh pihak penyelenggara yakni Polda Jatim. 

Acara ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Khusus Surabaya dipusatkan di Jembatan Suramadu. Kegiatan ini merupakan acara sosialisasi tertib lalu lintas yang menyasar kaum milenial. 

MRSF menampilkan berbagai atraksi. Mulai dari atraksi Moge motor show, Suramadu Millennial Road Safety Fun Walk, Marching band, 500 penari gandrung dari Banyuwangi, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 5,4 kilometer serta senam dayung diatas kapal di ikuti 4000 nelayan dari 2000 kapal nelayan. 

Dari kegiatan MRSF tersebut berhasil memecahkan 3 ( tiga ) rekor muri senam dayung massal diatas jembatan , bentangkan bendera merah putih sepanjang 5.4 km dan senam dayung diatas kapal di ikuti 4000 nelayan dari 2000 kapal nelayan. Menambah kemeriahan acara juga ada Penyanyi Via Vallen yang diiringi oleh Orkes Melayu Sera, Group musik NDX AKA dan group Hip-Hop, serta atraksi dari jajaran Polda Jatim pun turut memeriahkan acara tersebut. 

Kapolres Gresik yang ikut memeriahkan acara tersebut mengatakan bahwa jajaran Polres Gresik juga menyiapkan pertunjukan dari Satlantas Poles Gresik dalam rangka memeriahkan rangkaian acara tersebut, dirinya juga berharap acara MRSF tersebut dalam mencapai tujuan yaitu road safety zero accident mewujudkan generasi millennial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang. 

"Untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas, MRSF digelar untuk membangkitkan kesadaran generasi millenial khususnya pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas, dengan mematuhi peraturan lalu lintas. Karena sesuai data, bahwa kecelakaan lalu lintas diawali dengan perilaku pengemudi kendaraan yang tidak patuh pada peraturan yang khususnya terjadi pada generasi millenial" ungkap Kapolres gresik. 


Partner Infojatim.com (Pendiri dan penanggung jawab)

Bersama Ribuan Peserta MRSF Yang digelar Kapolda Jatim, Forpimda Gresik Hadir Ramaikan Jembatan Suramadu

SURABAYA - Millennial Road Safety Festival yang diselenggarakan Polda Jatim dihadiri lebih dari 850.000 ribu mendekati Satu Juta jiwa, ikut meramaikan kegiatan tersebut Bupati Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST,' MSi, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos dan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, SH SIK MSi bersama Ketua Bhayangkari cabang Gresik Ny.Sistri Wahyu S Bintoro dan PJU Polres Gresik di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, Minggu (17/3). 

Acara bertema Mewujudkan Generasi Millennial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dalam bentuk sosialisasi kepada generasi millenial. Sebab selama ini, korban kecelakaan lalu lintas dari kalangan millenial masih tergolong tinggi. 

Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indah Parawansa.,M.si, Kapolda Jawa Timur IRJEN Pol. Drs. Luki Hermawan.,M.si., Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, PJU Polda Jawa Timur, Kapolres jajaran Pol Jatim, Jajaran Danrem Kodam V Brawijaya, Jajaran Komandan Kodim V Brawijaya, Jajaran Bupati / Walikota Se-Jawa Timur dan +/- 850 000 mendekati Satu Juta jiwa generasi Millenial Se-Jawa Timur. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi acara tersebut generasi milenial merupakan bagian dalam menjaga ketertiban berlalu lintas. Orang nomor satu di Jatim itupun mengajak generasi milenial membangun kesadaran akan bahaya berkendara tanpa mematuhi lalu lintas. 

"Kesadaran masyarakat sangat penting dalam berlalu lintas. "Karena bahaya bisa mengancam di jalan apabila tidak meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara khususnya pada generasi millenial yang diharapkan sebagai penerus bangsa menuju Indonesia gemilang," katanya, Minggu(17/3/2019). 

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Luki juga melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Jika tanpa seizin Gubernur, dirinya tidak bisa mengajak masyarakat jalan di Jembatan Suramadu yang dibangga-banggakan selama ini. 

"Saya sudah jalan. Di laut ada 1.000 kapal nelayan, ternyata melebihi 2.000 nelayan. Luar biasa antusias masyarakat Jatim yang hadir," ujarnya. 

MRSF yang digelar di Jembatan Suramadu dihadiri lebih dari +/- 850 000 mendekati Satu Juta jiwa generasi millenial diluar undangan yang disebarkan oleh pihak penyelenggara yakni Polda Jatim. 

Acara ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Khusus Surabaya dipusatkan di Jembatan Suramadu. Kegiatan ini merupakan acara sosialisasi tertib lalu lintas yang menyasar kaum milenial. 

MRSF menampilkan berbagai atraksi. Mulai dari atraksi Moge motor show, Suramadu Millennial Road Safety Fun Walk, Marching band, 500 penari gandrung dari Banyuwangi, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 5,4 kilometer serta senam dayung diatas kapal di ikuti 4000 nelayan dari 2000 kapal nelayan. 

Dari kegiatan MRSF tersebut berhasil memecahkan 3 ( tiga ) rekor muri senam dayung massal diatas jembatan , bentangkan bendera merah putih sepanjang 5.4 km dan senam dayung diatas kapal di ikuti 4000 nelayan dari 2000 kapal nelayan. Menambah kemeriahan acara juga ada Penyanyi Via Vallen yang diiringi oleh Orkes Melayu Sera, Group musik NDX AKA dan group Hip-Hop, serta atraksi dari jajaran Polda Jatim pun turut memeriahkan acara tersebut. 

Kapolres Gresik yang ikut memeriahkan acara tersebut mengatakan bahwa jajaran Polres Gresik juga menyiapkan pertunjukan dari Satlantas Poles Gresik dalam rangka memeriahkan rangkaian acara tersebut, dirinya juga berharap acara MRSF tersebut dalam mencapai tujuan yaitu road safety zero accident mewujudkan generasi millennial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang. 

"Untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas, MRSF digelar untuk membangkitkan kesadaran generasi millenial khususnya pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas, dengan mematuhi peraturan lalu lintas. Karena sesuai data, bahwa kecelakaan lalu lintas diawali dengan perilaku pengemudi kendaraan yang tidak patuh pada peraturan yang khususnya terjadi pada generasi millenial" ungkap Kapolres gresik. 


Partner Infojatim.com (Pendiri dan penanggung jawab)

Polres Gresik Suguhkan Inovasi Pelayanan Publik Pada Pameran International Reform Policy Symposium And Regional Workshop 2019 Di Bali

BALI - Menjadi salah satu dari lima perwakilan Polri dalam acara International Reform Policy Symposium and Regional Workshop 2019, di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali yang digelar selama dua hari dimulai Hari Kamis (14/3). 

Kegiatan yang mengusung tema "2019 State Capacity for Public Sector Reform and National Development in Indonesia, Korea, and Southeast Asia" ini, dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla, yang turut dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Drs. Syafruddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Duta Besar Indonesia, serta sejumlah tamu undangan sebanyak 2.000 peserta dari 11 negara Asean dan negara lainnya seperti Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. 

Pameran dibuka langsung Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla serta dihadiri Menpan-RB dan pejabat negara dan diikuti seluruh instansi, baik instansi pemerintah, instansi pemerintah daerah maupun instansi kementerian serta organisasi pemerintah. 

Dalam kegiatan ini juga turut menampilkan berbagai stand reformasi pelayanan publik, baik dari Kepolisian menampilkan lima Polres jajaran Polri salah satunya Polres Gresik Polda Jatim dan sejumlah kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia. 

Didepan Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., S.I.K., M.Si memaparkan Content Booth Inovasi CARE, Pembayaran SIM non tunai (T-cash, Go-Pay, MyQR BRI, dan Brizzi), Go-Sigap, dan Gajah Mada, ia menyampaikan Aplikasi CARE Polres Gresik untuk edukasi masyarakat melalui teknologi agumented reality dan Cashless Payment System (CPS) dalam pengurusan SIM dan SKCK yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. 

"Alhamdulillah, Kami atas nama Polres Gresik merasa bangga menjadi perwakilan dari Kepolisian sekaligus sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolri Yang telah memberikan Kepercayaan kepada Kami untuk mengikuti International Reform Policy Symposium and Regional Workshop 2019. Kami akan terus bekerja keras, berinovasi dan berkreasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat" terang Kapolres. 

Adapun kehadiran Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., S.I.K., M.Si dan 4 Kapolres yang lain selain sebagai Peserta simposium juga di berikan mandat oleh Asrena Kapolri untuk membuka stand pameran inovasi pelayanan publik dalam daya ungkit zona integritas WIlayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Diketahui media ini International Reform Policy Symposium And Regional Workshop berlangsung di NSDCC selama 2 hari 14 – 15 Maret 2019.


Partner Infojatim.com ( Pendiri dan penanggung jawab)

Kejaksaan Negeri Gresik Akan Membidik Harta Kekayaan M.Nurul Dholam

GRESIK - Kejaksaan Negeri Gresik akan membidik harta kekayaan terdakwa. Paska putusan yang diberikan pada mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. M Nurul Dholam (terdakwa) diwajibkan mengembalikan uang yang di korupsinya. 

Tim Pidsus akan berkonsentrasi pada penelusuran harta kekayaan terdakwa. Sebab pada putusan Majelis Hakim selain menghukum 6 tahun penjara. Terdakwa juga di wajibkan mengembalikan uang kerugian negara hasil korupsinya sebesar Rp. 1.956.360.976. 

Diterangkan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Andri Dwi Subianto, membenarkan akan menelusuri harta kekayaan terdakwa. Hal ini dilakukan jika nantinya terdakwa tidak bisa mengembalikan uang kerugian negara tersebut. Otomatis, aset milik terdakwa akan disita. 

"Kasus ini belum berkekuatan hukum (inkrah). Kita persiapkan dulu penelusuran aset kekayaan terdakwa. Tunggu 7 hari kedepan, sesuai proses persidangan," terang Andri kamis 14/3/2019. 

Terkait dengan nyanyian terdakwa saat dipersidangan yang mengaku beberapa pejabat ikut menikmati uang yang dikorupsinya. Pihaknya kembali mengaku masih akan di komunikasikan dengan kepala Kejaksaan Negeri Gresik (Kajari). 

"Betul, pengakuan terdakwa atas aliran dana itu masuk semua ke pertimbangan hakim," pungkasnya. 

Terdakwa mengaku uang diberikan ke beberapa pejabat. Yeti Sri Suparyati Kaban PPKAD sebesar Rp. 170 juta. Serta Rp. 30 juta ke Mukhtar saat menjabat Kabag Anggaran BPPKAD. Wabup M. Qosim sebesar 10 juta. Sekda Gresik (Joko Sulis) sebesar Rp. 5 juta. 

Pernyataan Adi Sutrisno sebagai kuasa hukum M.Nurul Dholam apa maunya untuk mengajukan kasasi memori banding, selama berita ini di turunkan sambil menunggu perkembangan lanjut. 

Bersambung......


Penulis Arifin s.zakaria Team Infojatim.com

Warga Melakukan Aksi Tanam Pohon Atas Kekesalan Jalan Rusak

GRESIK - Puluhan aktivis peduli lingkungan bersama masyarakat desa petiken kecamatan Driyorejo melakukan aksi tanam pohon ,sebagai bentuk rasa kekesalan warga terhadap rusak parah nya jalan akses dari Driyorejo ke lakarsantri yang tidak ada kepedulian dari dinas Pekerjaan umum. 

Atas rusaknya jalannya tersebut, akibat jalan rusak dan banyak lubang banyak pengguna jalan mengalami kecelakaan. salah satu warga mengatakan kalau tiap hari warga menolong puluhan pengendara jatuh akibat lubang jalan yang rusak parah tersebut ungkap Samuji, Selasa ( 12/3). 

Dilain pihak ketua LSM FPSR Aris GUNAWAN berkomentar kepada pimpinan dan penanggung jawab redaksi Infojatim.com menyayangkan tutup matanya dan lambatnya dinas PU dalam menanggapi keluhan masyarakat. 

Aris juga mengungkapkan apabila pihak pemerintah masih tidak menghiraukan keluhan masyarakat terkait maka kami siap menutup akses jalan Driyorejo -lakarsantri bersama masyarakat dan kami juga bersama masyarakat akan melakukan penggalangan koin untuk dinas PU, apabila dinas PU tidak punya anggaran perbaikan jalan rusak di Desa Petiken Kec Driyorejo Gresik. 


Partner Pendiri Dan Penanggung jawab Infojatim.com

PANEN RAYA TANAMAN PADI MUSIM KEMARAU PERTAMA DI DESA KARANGTINGGIL KEC. PUCUK KAB. LAMONGAN*

LAMONGAN,  gresiknews1.com  - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  kegiatan Panen Raya tanaman Padi MK I (Musim Kemarau P...