Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Ratusan Prajurit Satgaspamtas RI-PNG dari Yonif 512/QY Terima Pembekalan Jurnalistik

Malang,(gresiknews1.com) - Sebanyak 450 orang prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) RI-PNG dari Yonif Mekanis 512/Quratara Yudha antusias mengikuti pembekalan pengetahuan jurnalistik yang disampaikan Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) V/Brawijaya Letkol Inf Heriyadi bertempat di Aula Makoyonif 512, Jl. Kesatrian No.1 Malang, Rabu (8/3/2017) pagi.

Pembekalan pengetahuan jurnalistik yang dilakukan di Pendam V/Brawijaya tersebut diikuti oleh Perwira Pertama (Pama) , Bintara dan Tamtama yang disiapkan untuk berangkat tugas.

Untuk menjaga citra dan reputasi positif TNI dimata rakyat/dunia dalam dunia media pemberitaan diharapkan setiap prajurit TNI dapat tumbuh naluri sebagai insan penerangan. Diharapkan juga kepada para prajurit agar dapat lebih bijaksana dalam berseluncur di dunia maya. “Think Smart dalam bersosial media,” ujar Wakapendam.

“Kadang kegiatan satuan yang positif lewat begitu saja. Sayang juga kalau gak diketahui publik, makanya kita tumbuhkan naluri dan semangat publikasi,” jelas Letkol Inf Heriyadi didepan ratusan prajurit Satgas yang hadir.

Letkol Heriyadi menjelaskan, dalam menyikapi semakin masifnya berita-berita bohong (hoax) yang dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka tunggal ikaan, dan munculnya radikalisme, menurutnya perlu upaya-upaya dari semua prajurit untuk menyikapi media sosial ini dengan pembelajaran, kedewasaan, penuh kehati-hatian.

“Prajurit harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat. Tidak boleh terpengaruh oleh berita yang tidak benar. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong. Percaya saja kepada komandan satuanmu masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan tahun 2017 semakin kompleks, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan Sosmed untuk menyebarkan berita hoax.

“Penyebaran informasi dan berita-berita bohong melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan. Berita-berita seperti itu juga mengancam kebhinekaan dan semakin kuatnya gerakan radikalisme,” tuturnya.

Ditambahkan Wakapendam, dalam menghadapi era kekinian dimana sangat terbukanya dunia informasi publik, prajurit harus mampu membuka mata, pikiran untuk membangun kesadaran dan menggali potensi agar dapat menjadi prajurit yang up to date.

Namun demikian, lanjutnya, sebagai prajurit harus dapat memahami dan mematuhi aturan bersosial media yang telah ditentukan oleh Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), salah satunya prajurit harus tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, Bertindak sesuai hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi Pancasila.

Juga tetap bersikap sopan santun, pikirkan kualitas yang diposting bukan kuantitas serta tetap memberikan citra yang baik dimata masyarakat.

Kegiatan pembekalan pengetahuan jurnalistik ini, selain penuyuluhan dari Wakapendam juga di isi dengan penerangan makalah penulisan berita oleh Tim dari Pendan V/Brawijaya serta Materi Teknik Fotografi yang disampaikan oleh Serka Karnoto.

Dalam materi pembuatan penulisan release, Tim, menjelaskan dalam penulisan berita berupa Press Release, harus mengandung unsur 5W+1H yang merupakan teori dasar dalam sebuah penulisan berita jurnalistik. Sedangkan untuk Teknik Fotografi disampaikan mengenai cara membidik foto yang baik untuk menghasilkan gambar yang memiliki sense of art.

Diakhir kegiatan pengalaman tentang jurnalistik kepada jajaran Yonif 512, Wakapendam berharap setiap prajurit dapat mengambil ilmu yang diberikan dalam pembekalan singkat ini, dan nantinya ilmu tersebut harus diaplikasikan dalam penugasan.

“Hidup itu belajar, bahkan setiap detik saat kita melihat sesuatu itu terjadi sebuah proses pembelajaran. Jadi jangan ragu untuk menggenggam dunia melalui gadget yang kalian miliki,” pungkas Letkol Heriyadi.ARZ

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 512 Dibekali Pelatihan Pertanian dan Pertenakan di STPP Malang

Malang,(gresiknews1.com) - Sebanyak 450 orang Prajurit Yonif Mekanis 512/Quratara Yudha (QY) yang dipersipkan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – PNG menerima pembekalan pelatihan Budidaya Pertanian dan Peternakan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang, Jl. DR. Cipto 144 A, Bedali Lawang, Bedali, Lawang, Malang, Jawa Timur. Kamis (9/3/2017) pagi.

Ketua STPP Malang, Dr. Ir. Siti Munivah, Msi., saat membuka acara pembekalan pelatihan pertanian pada prajurit Yonif Mekanis 512/QY, Kamis (9/3), mengatakan ‘’Kami bangga anggota TNI mau bekerja sama dan terimakasih atas dedikasi para prajurit dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini,” katanya

Lebih lanjut Ketua STPP, mengungkapkan, kegiatan ini sangat bernilai positif bagi kehidupan bermasyarakat, karena selain dapat meningkatkan taraf hidup sendiri juga bisa untuk membantu orang lain.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap pada prajurit yang telah menerima kepelatihan dengan pengetahuan dan teknik-teknik pertanian ini dapat diaplikasikan di lapangan, termasuk dapat memotivasi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup sendiri, sehingga program swasembada pangan di wilayah akan terwujud sesuai dengan Program pemerintah pusat,”jelas Siti Munivah.

Para anggota Yonif 512 tidak hanya mendapatkan pelatihan secara teori, namun langsung praktik menanam di pertanian Kebun Benih Hortikultura STPP Malang. Kegiatan dimulai dengan pengenalan peternakan dan pengenalan alat pertanian beserta cara penggunaannya, pengenalan pupuk organik serta anorganik, pembuatan kompos.

Setelah pelatihan dilanjutkan dengan praktek penyiapan lahan untuk aneka jenis komoditi Hortikultura, seperti cabai menjadi perhatian khusus. Karena akhir-akhir ini, harga cabai dinilai melambung tinggi, disamping komunditi tanaman lainnya yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pimpinan TNI AD agar para prajurit mendapatkan pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian, sehingga dapat diaplikasikan dan disosialisasikan dalam wilayah penugasan dan masyarakat di sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Mekasnis 512/QY Mayor Inf Budi Handoko, S.Sos selaku Dansatgas menegaskan, “agar para prajurit mengikuti seluruh arahan dan pemberian materi yang diberikan oleh para penyaji dengan serius dan harus benar-benar difahami setiap materi yang diberikan agar nantinya pengaplikasian di lapangan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh atasan,” tegasnya.

Lebih lanjut Mayor Inf Budi Handoko menuturkan bahwa, “anggota TNI selalu mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tercukupi pangan sehingga rakyat tidak kesulitan mencari kebutuhan pokok. ‘’Tujuan kami agar rakyat bahagia dan sejahtera,’’ ujarnya.

Dengan pelatihan ini, maka anggota Satgas Pamtas Yonif 512/QY mengetahui cara pembibitan yang baik, sehingga menjadi kader pertanian mulai dari penyiapan bibit sampai pengolahan lahan.

‘’Saya harapkan para anggota prajurit bisa memanfaatkan pelatihan pertanian ini dengan sebaik-baiknya dan nantinya dapat ditularkan kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat dan petani di wilayah tugas masing-masing termasuk membantu pemerintah pada program ketahanan pangan dan swasembada pangan,’’  kata Mayor Inf Budi Handoko.ARZ

Koramil Modung Bangkalan, Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Kerja Bakti

Bangkalan,infojatim.com - Komando Rayon Militer (Koramil) 0829/12 Modung jajaran Kodim 0829/Bangkalan bersama Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM)  Bangkalan dan elemen masyarakat Desa Glisgis melaksanakan kegiatan karya  bakti sosial membersihkan fasilitas umum jalan dan pemasangan majalah dinding di kampung/Dusun di Desa Glisgis, Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, Selasa (31/01/2017), pagi.

 "Kegiatan ini adalah salah satu bakti nyata sekaligus penguatan paradigma kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan karya bakti sebagai implementasi dari Binter Koramil 0829/12 Modung, hal itu sudah menjadi bagian dari Tugas pokok TNI AD kususnya membantu kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah," kata Komandan Rayon Militer (Danramil) 0829/12 Modung Kapten Inf Ahmad Djailani, di sela kegiatan.

Adapun sasaran kerja bakti tersebut adalah pembersihan sektor kanan kiri jalan menuju areal desa, saluran-saluran air yang yang terhambat, pohon-pohon besar yang rantingnya membahayakan masyarakat bila terjadi angin kencang dan diperkirakan akan patah juga dipotong, maupun pemasangan majalah dinding di kampung/Dusun di Desa Glisgis sebagai wahana menambah ilmu dan wawasan kepada masyarakat setempat.

 

Kapten Inf Setyo Bhakti, lebih lanjut  menyampaikan bahwa kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli akan kebersihan lingkungan, di samping itu juga merupakan program TNI dan Kuliah Kerha Nyata (KKN) Mahasiswa UTM Bangkalan.


Sumarsono salah satu warga setempat mengatakan "Terima kasih kepada Koramil 0829/12 Modung  dan Mahasiswa UTM Bangkalan yang telah peduli dan memotivasi masyarakat dalam setiap kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan membangun masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, akan lebih memberikan semangat bagi kami untuk semakin peduli dengan pentingnya kebersihan lingkungan," tandasnya.

Sumber Berita Kapendam


Arz/team/d2g

Nambah ilmu buat sushi dan dimsum

GRESIK - Sepertinya ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan, tak pernah bosan menimba Ilmu, berbagai ketrampilan membuat kue dan makanan selalu menjadi pilihan untuk menambah ketrampilan mereka, saat ini menimba Ilmu dengan membuat makanan luar negri yaitu makanan sushi dan Dimsum , tentu mereka harus rela bergelepotan tepung, itu sudah pasti, pasalnya ibu-ibu ini ingin membuat makanan yang lain dari lainnya, yaitu makanan khas jepang dan makanan khas Cina, yaitu makanan sushi dan Dimsum.

Makanan ini sebenarnya sudah tidak asing di telinga kita, namun proses dan pembuatnnya tentu memerlukan bahan dan ketrampilan, yang tepat.

Terlebih di era globalisasi, banyak ibu dan anak remaja kita yang pintar, berprestasi din bidang akademik, tetapi kurang terampil memasak, padahal pintar memasak merupakan salah satu hal penting seorang perempuan. Demikian disampaikan Ketua Dharma Wanita persatuan Kab Gresik Nyonya Ir. H. Bambang isdianto di hadapan 150 peserta pelatihan membuat makanan sushi dan Dimsum di pendopo Gresik.pada tanggal  (10-08-2016).

Dijelaskan pula memasak bersama seluruh anggota keluarga, bisa menjadi ajang rekreasi keluarga yang mengasyikkan, dan meningkatkan kreatifitas, ketangkasan dan kemampuan kerjasama, dan rasa percaya diri anak akan tumbuh, karena di beri kesempatan berkontribusi dalam menyajikan menu  keluarga.

Dengan memasak sendiri, anak lebih menghargai manakan serta menambah pengetahuan tentang bahan dan nutrisi yang sehatuntuk dikonsumsi, yang pada akhirnya akan mengurangi kesukaan putra-putri kita terhadap makanan sampah (junkfood) yang akhir-akhir ini menjadi menu favorit sehari-hari.

Memiliki ketrampilan tidak hanya menyelamatkan keluarga, namuh juga bisa menjadi alternatif sumber tambahan pendapatan keluarga, bahkan bisa melahirkan pengusaha-pengusaha kuliner profesional baru.

Mengakhri sambutannya, Istri Plt Sekda Gresik , berharap seluruh peserta mengikuti dengan baik dan benar, karena manfaatnya sudah jelas yaitu menambah wawasan dan ketrampilan dan bisa sebagai sumber pendapatan Keluarga, sudah bukan zamannya lagi, perempuan tinggal diam di rumah saja, banyak perempuan yang berhasil meluangkan waktunya untuk menambah income keluarga.

Menurut erna, salah satu instruktur dari Surabaya, menjelaskan, pelatihan ini sangat bagus, karena makanan  yang berasal dari Jepang yaitu sushi dan makanan dari Cina yaiotu dimsum merupakan menu favorit remaja saat ini, dan harganya cukup lumayan mahal, jadi jika ibu-ibu ini bisa membuat, maka tentu akan mengurangi kantong keluarga keluar. Dan menu sushi dan Dimsum ini bisa di kreasi dengan berbagai daging atau ikan lainnya.

Asz/team/d2g

PD Bank Gresik Terbaik Sebagai Kantor Berwawasan Lingkungan Tahun 2016

Gresik - BUMD PD Bank Gresik meraih juara pada Lomba Kantor berwawasan Lingkungan Kabupaten Gresik tahu 2016. Pada acara Sabtu malam kemarin (28/5) hadiah dan trophy juara diserahterimakan oleh Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim kepada Direktur PD Bank Gresik, Al Kusani.

Selain PD Bank Gresik yang meraih juara pertama, beberapa kantor yang lain juga meraih juara yaitu Dinas Pekerjaan Umum Gresik sebagai Juara II, RSUD Ibnu Sina Gresik meraih juara III dan Kantor Kecamatan Gresik meraih juara harapan.

Usai menyerahkan hadiah dan thropy kepada para pemenang, Wabup Qosim menyampaikan selamat kepada para pemenang. "Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dari instansi pemenang lomba. Berkat kebersamaan dan kerjasama saudara telah membuat kantor anda bersih berwawasan lingkungan serta meraih juara. Semoga predikat ini bisa dipertahankan dan diperbaiki dimasa yang akan datang" ujar Qosim memberi semangat.

Kepada Instansi yang lain yang belum memenangkan juara, Qosim berharap agar selalu menciptakan kebersihan dan keindahan kantornya. "Tentu saja harus tetap lebih mengedepankan wawasan lingkungan dalam melaksanakan kebersihan dan menciptakan keindahan kantornya. Penghijauan lebih diperbanyak, ditata dan dibentuk agar keindahannya dapat mendukung kenyamanan" ujarnya.

Yang dimaksuk berwawasan lingkungan menurut Qosim yaitu keberadaan tanaman yang ada ini bisa memberikan udara sejuk dikantor. Penataan ventilasi sehingga mengurangi penggunaan listrik. Baik dari sisi tata cahaya maupun tata udara. "Kalau penataan kantor ini baik dan lebih berwawasan lingkungan, maka penggunaan listrik di kantor bisa lebih irit" paparnya.

Lomba Pemukiman Kantor berwawasan Lingkungan Kabupaten Gresik tahu 2016 diselenggaran dalam rangka HUT Pemkab Gresik ke 42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke 529. Menurut Kepala bagian Administrasi Sumber Daya Alam Adiana Setiawati melalui Kabag Humas Suyono, Penilaiannya berlangsung sejak bulan Maret 2016. "Selain keindahan dan kebersihan, kami menilai dari berbagai sudut terutama penilaian dalam upaya implementasi penghematan energynya". katanya.

Pada lomba lomba tahun mendatang, pihak Bagian Administrasi SDA akan memasukan beberapa indicator lagi dalam penilaian misalnya ada kewajiban pemakaian BBG untuk kendaraan dinas. "Hal ini untuk mendukung program Pemerintah yaitu program langit biru dan program hemat energy" tambah Adiana melalui kabag Humas Suyono. sdm/arifin sz/team

Di Gresik Banyak Ditemui Inovasi Pada LLSS

Gresik - Ketua Tim Lomba Lingkungan sekolah Sehat (LLSS) dari Pusat Cristina Manurung merasa bangga dengan banyaknya inovasi yang di jumpai saat melakukan kunjungan langsung di beberapa lokasi, saya sangat bangga dengan Kab Gresik, banyak kami jumpai inovasi-inovasi yang dihadirkan pada LLSS disini.

Ini membuktikan bahwa UKS di Kab Gresik sudah menyentuh hingga kemasyarakat, terbukti disini kami jumpai ikatan orang tua murid yang komitmen dengan Program UKS, demikian juga paguyuban pedagang pujasera juga melakukan deklarasi siap menjalankan Program UKS, ini membuktikan bahwa UKS tidak hanya berperan di dalam sekolah namun sudah mulai menjalar ke masyarakat, ini sangat luar biasa, jelasnya demikian disampaikan ketua Tim LLSS melakukan penilaian hari ini jum'at (27/5)
Dibanyak Daerah UKS belum menjangkau jejang Taman Kanak-kanak, tapi di Jawa Timur program ini sudah terjangkau di TK hingga masyarakat. peningkatan UKS pada dasarnya untuk preventif dan promotif, jadi LLSS hanya alternatif untuk memicu peningkatan UKS.

Pada dasarnya Tujuan diselenggarakannya program UKS, secara umum untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

Sedangkan tujuan khusus untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik tegas ketua Tim LLSS
Sementara itu Bupati Gresik Dr.H.Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa dengan hadirnya program UKS mempunyai dampak yang sangat luar biasa.

LLSS betul-betul membantu program Pemerintah Kab Gresik, hal ini seiring dengan Visi dan misi Kab Gresik yang menjadikan Kesehatan prioritas utama, UKS sudah dirasakan manfaatnya sehingga kami tak segan-segan untuk menaikkan alokasi anggaran hingga Rp 135 Milliar ini belum termasuk pembangunan fisik dari PU. Dukungan lainnya yaitu jumlah Puskesmas di Kab Gresik 32 Puskesmas, untuk rawat inap sebanyak 12 puskesmas dan rawat jalan 20 puskesmas, juga di dukung 74 puskesmas pembantu dan 247 Ponkesdes, ini sumua sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait maupun masyarakat bahwa, UKS bukan didanai APBD tapi hasil kesadaran pihak terkait dan masyarakat, kesadaran untu berkomitmen inilah yang lebih baik, terus terang saja bahwa juara bukan tujuan akhir kami, namun kesehatan merupakan kebutuhan jelas Bupati.

Tim yang terdiri dari 9 orang ini saat melakukan penilaian di tiga lokasi yaitu sektap UKS Kabupaten, Kantor Kecamatan Gresik dan TK PIKPG (persatuan ikatan keluarga Petrokimia Gresik) disuguhi berbagai kegiatan, dan inovasi dianataranya peragaan cara penanganan pertama pada kecelakaan yang dimainkan anak-anak dari SLB, demikian juga ikrar dari elemen masyarakat dan pelajar tentang 8 gol UKS, pelepasan 8 burung merpati sebagai tanda komitmen terhadap 8 Gol UKS yang harus dihindari, penandatanganan area promosi kesehatan di Kec Gresik serta berbagai inovasi laninya. Penanda tangan taman UKS, prasasti Tugu UKS. dwi/arifin sz/team

DPRD Kotabaru Sharing Pengelolaan Dana Desa ke Pemkab Gresik

Gresik - Ketua Pansus II Arbani beserta 9 anggota DPRD komisi D Kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Gresik, Kamis (28/04).

Kunjungan mereka langsung diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di ruang Dewi Sekardadu Pemkab Gresik.

Menurut Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono, kunjungan kerja dilakukan sebagai persiapan untuk pelaksanaan perumusan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) terkait pengelolaan dana desa.

"Tepatnya untuk persiapan dalam merumuskan Raperda kabupaten Kotabaru untuk tatacara pengelolaan dana desa," kata Kabag Humas Suyono.

Terkait kunjungannya itu, Ketua Pansus II sekaligus ketua rombongan Arbani menuturkan bahwa kabupaten Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa.

"Kami pilih Gresik, karena Gresik adalah kabupaten percontohan terkait pengelolaan dana desa, oleh sebab itu kami memilih kabupaten Gresik untuk diajak sharing terkait hal tersebut," pungkasnya.

Sementara itu menurut Sekretariat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs. Sunaryo, terkait pengelolaan dana desa mengatakan bahwa, saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 3 (tiga) SKPD yang menangani pengelolaan dana desa, yakni terkait ADD (Alokasi Dana Desa) ditangani Bagian Pemerintahan, terkait APBN untuk dana desa ditangani oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta untuk untuk pajak dan retribusi di desa ditangani oleh DPPKAD.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi menjelaskan bahwa, saat ini Meteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Kementerian Keuangan RI menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49/PMK.07/2016 pada tanggal 29 Maret 2016 tentang tatacara pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana desa.

"Peraturan tersebut terbit hanya 2 hari dari bulan April 2016, dimana hal ini mungkin akan mengubah banyak sekali dan meundurkan pencairan Dana Desa 2016. Dan bisa jadi akan mengubah besaran APBDes yang diajukan dari desa," pungkasnya. ia/arifin sz/team

Pejabat Pemkab Semarang ‘Ngangsu Kaweruh’ ke Pemkab Gresik

Gresik - Sebanyak 37 Pejabat dari Pemerintah Kabupaten Semarang pada Rabu (27/4/2016) berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka yang terdiri dari Sekda, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta dipimpin oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Tursilowanto Hariogi di Ruang Rapat Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik.
 
Menurut Wabup Semarang, kedatangannya ke Pemkab Gresik dengan membawa semua pejabat Pemkab Semarang ini untuk 'Ngangsu Kaweruh' tentang Pelayanan public serta tata kelola Pemerintahan. "Kami datang ke Gresik karena kami tahu bahwa Gresik lebih besar disbanding kami. Baik dari sisi pendapatan, jumlah penduduk serta luas wilayah" katanya.

Pernyataan Ngesti Nugraha ini juga diamini Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono. Birokrat no satu dari Kabupaten Semarang ini juga menambahkan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati serta semua Pejabat dari Kabupaten Semarang ini dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Informasinya Gresik juga tengah menysusun RPJMD juga," tandasnya.

Banyak hal yang ditanyakan terutama terkait pelayanan Publik, mulai dari Program Kesehatan yang diaplikasikan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat. Program Pendidikan, Perijinan dengan pemberlakuan Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). "Di Kabupaten Gresik PTSP berlaku sejak 1 Januari 2016. Total ada 93 perijinan yang saat ini dilayani oleh Badan Penanaman modal dan Perijinan Kabupaten Gresk". Sebelumnya perijinan tersebut tersebar di beberapa SKPD terang Tursilo.

Memang dalam pelaksanaannya, ada perijinan yang masih dikerjasamakan dengan pihak SKPD terkait. Namun mulai masuk dan keluarnya perijinan tersebut tetap di BPMP Kabupaten Gresik, tambah Asisten. Tentang hal itu, Sekretaris BPMP Gresik Lilik Sopiati menjelaskan, "Pelaksanaannya tetap satu pintu yaitu di kantor BPMP. Masyarakat tidak perlu lagi mengawal berkas itu cukup masuk kekantor kami dan keluar dari kantor kami" tukas Lilik.

Pada akhir audiensi, Sekda Kabupaten Semarang bertanya tentang keberadaan bangunan Kantor Bupati Gresik. "Kantor Bupati Gresik ini dibangun pada tahun 1998 diatas lahan seluas 36 hektar. Perolehan tanahnya berasal dari tukar guling karena tanah kantor Bupati ini dulunya milik TNI AU. Rencananya semua kantor Pemkab Gresik akan dibangun di sekitar sini" jelas Tursilo. sdm/arifin sz/team

Warga Gumeno Siap Produksi Makanan Berbahan Dasar Ikan Bandeng

Gresiknews1.com - Para ibu-ibu di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Gresik sangat antusias mengikuti pelatihan mengolah makanan berbahan dasar ikan bandeng. Ada abon ikan bandeng, Rolade bandeng, ekado bandeng, nugget, bakso bandeng dan kakiraga.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik bekerja sama dengan PT Kelola Mina Laut, Universitas International Semen Indonesia (UISI) dan UD Multi Sarana Niaga Gresik ini berlangsung di Balai Desa Gumeno, Kecamatan Manyar Gresik, Selasa (5/4/2016).

Ada sekitar 50 orang ibu-ibu di desa tersebut yang mengikuti pelatihan pembuatan makanan berbahan dasar ikan bandeng. mereka diajari untuk membuat beraneka makanan secara efektif dan higienis. Selain mengolah para ibu juga diajari untuk mengemas dengan kemasan yang berlabel 'Bandeng Mentari'. 

Antusias para ibu terhadap pelatihan ini karena produk ikan bandeng didesa tersebut sangat melimpah. Menurut Kepala Desa Gumeno Arif Nur Ikhsan, luas areal tambak di wilayah Gumeno 400 hektar dari 482 hektar luas wilayah. "Produksi ikan bandeng mencapai 840 ton pertahun bahkan lebih. Pantaslah kalau para ibu disini sangat senang adanya pelatihan ini" katanya.

Nada senang juga ditunjukkan oleh peserta, salah satunya Sri Retno Ningsih. Dia mengatakan kalau pas musim panen bandeng, banyak ikan yang berukuran kecil terpaksa dijual murah. "Karena yang kecil-kecil sulit dijual kepasar. Makanya sering dijual obral dan bahkan ada yang dibiarkan sampai membusuk. Kalau sudah bisa membuat makanan ini maka akan memberikan nilai ekonomis kepada kita" katanya bangga.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik Ilmul Yaqien melalui kabag Humas Suyono menyatakan, mulanya kami menginventarisir produk lokal yang sudah ada kemudian meningkatkan produk lokal tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran.  

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik, Najikh mengaku pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. Tingginya produk perikanan terutama bandeng di desa Gumeno ini serta banyaknya tenaga potensial, maka kami menggandeng beberapa institusi. baik dari perguruan tinggi maupun swasta untuk bersama-sama membantu. "Dari pihak pemilik merk yaitu 'Bandeng Mentari' siap menampung produk ibu-ibu disini" ujarnya. (sdm/arifin sz/team)

HUT Pemkab Gresik Adakan Pengajian Sinau Syukur

Gresik - Dalam meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Gresik ke 42 dan Hari Jadi Kota Gresik ke 529, Pemkan Gresik mengadakan pengajian bersama Kiai Kanjeng dan MH Ainun Najib. Acara yang bertemakan 'Sinau Syukur' ini, digelar didepan Halaman Gedung DPRD Gresik. Jum'at (01/04/2016).

Menurut Cak Nun, tema pengajian kali ini kenapa berjudul 'Sinau Syukur'? kenapa harus 'Sinau Syukur'? kalau sinau itu bahasa nasionalnya adalah belajar, disini yang harus belajar syukur siapa? Pemerintahnya apa rakyatnya?.

"Diluar sana yang harus belajar itu guru apa murid? Pendengar serentak menjawab, "Murid.."!!. Cak Nun menyahut, yo karo-karone Reek..!!. Mosok hanya murid? Iyo gak kan?. Terang Cak Nun.

Cak Nun juga mengajak para jama'ah, pertama untuk mencatat dulu hal mendasar dalam mengelola kehidupan bernegara. Yaitu adil makmur. "Manakah yang lebih dulu, Adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil." Kata Cak Nun

Lanjut Cak Nun pada tingkat pertama,  bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan, maka harus adil. Tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun saja, melainkan juga harus robbun ghofur. Allah memberikan pengampunan.

"Makmur belum tentu selamat, maka selanjutnya harus adil, kalau pemerintahnya sudah adil, pejabat, keamanan semua sudah adil, kota Gresik ini bakal adil makmur, gemah ripah loh jinawi, aman dan sentosa," tambah Cak Nun.

Kalau "Baldatun Thoyyibatun (gemah ripah-red) itu jaman Fir'aun sudah berlaku, tapi Wa Robbun Ghofur (Allah mengampuni-Red)", itu yang belum kita ketahui". Lanjut Cak Nun.

Sementara itu Beliau juga menerangkan kalau Gresik sudah mendekati Baldatun Thoyyibatun, itu sudah mendekati. "Kalau Wa Robbun Ghofur, sek Reek, kita bahas satu persatu, kita lihat dulu bagaimana menjalankannya disini".

Setelah sedikit memberi pemahaman tentang 'Sinau Syukur', Cak Nun, meminta Wakil Bupati Gresik untuk melantunkan lagi alunan Sholawat, sebab, menurut Cak Nun, suara Wabub Gresik M. Qosim terbilang merdu.

"Kalau Allah sudah memberi suara yang baik itu ya mbok dimanfaatkan, ketika nyanyi enak didengar, yaa kalau bisa ditambah lagi. Jangan cuma sekali saja, takutnya nanti oleh Allah ditanyakan disana! Kenapa dikasih suara bagus kok gak dibuat menghibur hati orang?", terangnya.

Acara ini dihadiri Bupati, Wabub, pimpinan serta anggota DPRD Gresik, muspida beserta jajaran dan para tamu undangan khususnya masyarakat Kabupaten Gresik. arifin sz/team

Muscab Gerakan Pramuka Cabang Gresik Kembali Digelar

Gresiknews1.com - Musyawah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik kembali dgelar pada Kamis (24/03), bertempat di gedung pusdiklatcab Gresik yang berlokasi di jalan DR. Wahiddin Sudirohusodo 104 B Gresik.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pengurus Gerakan Pramuka Provinsi atau KWARDA (Kwartir Daerah) Jawa Timur dan Kabupaten seperti Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto yang dalam hal ini bertindak sebagai MABINCAB (Majelis Pembimbing Kwartir Cabang) Kabupaten Gresik, Ketua KWARDA yang dalam hal ini diwakili oleh Ir. AR Purmadi selaku Wakil Ketua KWARDA Jawa Timur. Dan juga ketua KWARCAB Gresik DR. H. Moch. Qosim dan beberapa pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto menyampaikan bahwa "Kegiatan Musyawarah Cabang ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi kinerja gerakan Pramuka dalam menjalankan misi yang telah ditempuh selama ini. Serta jadikan momentum Muscab gerakan Pramuka kali ini untuk memanfaatkan semaksimal mungkin guna merumuskan langkah-langkah srategi bagi panduan dimasa yang akan datang," ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa ketua Kwartir Ranting di masing-masing kecamatan juga harus bertanggung jawab membantu Kwartir Cabang untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan Pramuka. "Agar kuantitas gerakan pramuka semakin baik," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Kwartir Daerah Ir. AR. Purmadi mengatakan bahwa Gresik adalah KWARCAB terbaik menurut catatan di KWARDA. "Gresik pada tahun 2009-2015 menjadi Barometer di Jawa Timur karena secara kuantitatif, Gresik masuk dalam the best four atau urutan keempat se-Jawa Timur," katanya.

Menurut Ketua Pelaksana Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik kepada Kabag Humas Pemkab Gresik Suyono bahwa acara 5 tahunan sekali ini mengagendakan pertanggung jawaban Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 2011-2016 dan menetapkan Rencana Kerja Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gresik masa bakti 2016-2021.

Agenda ini juga merupakan amanah organisasi yang harus dilakukan sebagai pertanggung jawaban pelaksana dan evaluasi kerja lima tahun dan penyusunan rencana kerja lima tahun Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik, sehingga dalam mencapai sasaran program dapat deselenggarakan secara efektif dan efisien.

Bupati Gresik Dr. Ir. Sambari Halim Radianto kembali berpesan kepada siapun yang nantinya ditugaskan kembali menjadi Ketua KWARCAB Gresik beserta segenap pengurus, agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kewenangannya. (ia /arifin sz/team)

Dukung Tempe Sebagai Warisan Budaya Dunia

Semarang - Pemerintah, perajin tempe, dan masyarakat harus terlibat serta mendukung pengajuan tempe agar diakui oleh Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai warisan budaya non benda atau Intangible Cultural Heritage of Humanity.

"Berbicara tempe seolah kita mencari sesuatu yang hilang. Karena ternyata di Kabupaten Klaten ada sesuatu yang istimewa dan layak menjadi warisan budaya dunia.

Saya menyambut baik workshop ini sebagai upaya sosialisasi tentang tempe sebagai budaya warisan dunia dari Indonesia," kata Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP pada Workshop dan Sosialisasi Tempe Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Asal Indonesia di Kantor Badan Ketahanan Pangan Jateng, Selasa (13/10).

Menurut gubernur, ini adalah saatnya semua pihak menyampaikan tempe kepada agar semakin digemari dan dikenal hingga tingkat internasional. Untuk itu, perlu upaya menciptakan berbagai varian rasa dan kemasan.

Selain itu, para perajin harus mengikuti kemajuan teknologi dalam proses pembuatan tempe. Ganjar yang hadir sebagai narasumber sekaligus menandatangani surat penguatan dukungan tempe sebagai warisan budaya tempe bukan sekadar makanan produk lokal berbahan dasar kedelai. Namun, tempe juga makanan kaya gizi dan sarat budaya bangsa.

Untuk itu, dia berencana membangun Monumen Tempe di Kabupaten Klaten sebagai upaya menjaga kelestarian tempe. Monumen itu akan menjadi simbol bahwa Klaten merupakan daerah produsen tempe sejak zaman penjajahan Belanda.

"Jika perlu membangun museum tempe, yang di dalamnya tidak hanya menceritakan tentang sejarah dan asal-usul tempe, tapi juga memamerkan proses pembuatan dari yang paling tradisional hingga menggunakan teknologi modern. Juga produk yang dihasilkan dengan berbagai varian rasa," imbuhnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Ir Whitono menambahkan, tempe juga memiliki nilai budaya, sejarah dan ekonomi bangsa. Karena keunikannya, tempe layak menjadi salah satu simbol budaya Indonesia. Sehingga, tempe perlu tercantum dalam daftar warisan budaya tak benda ke UNESCO.

Ia menyebutkan, tujuan diselenggarakan workshop antara lain untuk menyosialisasikan sejarah tempe sebagai salah satu makanan tradisional dari Klaten, menyosialisasikan beragam manfaat tempe bagi kesehatan, serta menggalang dukungan masyarakat untuk mengajukan tempe sebagai warisan budaya tak benda.

Sumber : (humas jateng)

Pencak Silat Sudah Jadi Ajang Prestasi Populer

Magelang - Gelaran Kejurprov ke lima Persinas ASAD tahun 2015 diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi tapi sekaligus menjadi media untuk melestarikan seni beladiri asli Indonesia itu.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi saat membuka Kejuaraan Provinsi ke lima Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Kejurprov Persinas ASAD) tingkat Jateng tahun 2015 di GOR Samapta Magelang Senin (12/10) malam.

Heru berpendapat, pencak silat kini telah mengalami perkembangan. Apabila dulu hanya menjadi olahraga yang diwariskan secara turun temurun, beberapa tahun terakhir sudah dikompetisikan.

"Pencak silat adalah perpaduan antara olahraga dan seni asli Indonesia yang merupakan warisan nenek moyang. Maka, penting untuk dilestarikan apalagi sekarang telah populer," katanya

Ajang dua tahunan tersebut juga diharapkan Heru menjadi sarana mempersiapkan atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional ke 19 tahun 2015 yang akan berlangsung di Jawa Barat dan ASEAN Games pada 2018 di Indonesia.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Ketua Pengurus Provinsi Persinas ASAD Jawa Tengah Drs H Pujiono menyampaikan ada lima kategori pertandingan dalam kejurprov tahun ini. Sebanyak 935 atlet dari 35 kabupaten/ kota se-Jateng akan mengikuti pertandingan yang berlangsung pada 12 sampai 15 Oktober 2015.

"Dalam Kejurprov V ini ada sekitar 935 peserta yang mengikutinya, diantaranya untuk mengikuti kategori seni, tanding dan festival. Dari sekian banyak peserta tersebut, kategori festival merupakan kategori paling banyak pesertanya," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB Persinas ASAD Teddy Suratmadji menilai atlet pencak silat Jateng cukup potensial. Prestasi puncak yang disumbangkan atlet pencak silat dari Jateng adalah menjuarai kejuaraan mahasiswa se- ASEAN.

"Pencak silat mengajarkan keberanian dan kepribadian dan hal itu tidak diajarkan di sekolah pada umumnya," katanya


Sumber : Humas Jateng

Peran Humas Dalam Mensukseskan Program Pemerintah

Foto Sendiri OkeGresiknews1 - Humas pemerintah merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah.  Selain itu, humas sebagai corong atau sumber informasi, dituntut kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat terutama menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi.

Humas pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pengelolaan  informasi  di setiap instansinya, serta mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mensukseskan berbagai program pemerintah yang hasilnya dapat dinikmati oleh publik.

Untuk meningkatkan kemampuan, perangkat  humas harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi, termasuk di dalamnya media sosial sehingga dapat mengetahui kebutuhan publik. Lebih penting lagi, humas harus menjalin sinergi dan akrab dengan wartawan, agar dapat mengontrol informasi yang disampaikan kepada publik.

Menurut difinisi dari Scott M. Cutlip dan Allen H. Center, humas merupakan fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk memperoleh pengertian, pemahaman, dan dukungan dari publiknya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada acara Forum Tematik Kehumasan yang bertema “ Penguatan Kelembagaan Humas Pemerintah Pusat dan Daerah Untuk Mendukung Fungsi Government Public Relation “ (GPR), pada 5 Maret 2015, di Aula Sekretariat Negara, mengingatkan kalangan humas harus mengubah pola pendekatan kepada masyarakat, yakni dari cara kuno ke modern yang lebih partisifatif. Selain itu, humas harus mengajak masyarakat menjadi bagian dari proses sehingga ada jalinan emosional dengan humas, dan  masyarakat pun akan merasa memiliki tanggungjawab dan melakukan sharing kepedulian yang lebih banyak lagi.

Pengamat dan Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto juga mengatakan, salah satu program “Nawacita” Jokowi – JK terkait bidang komunikasi dan informasi adalah membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan terpercaya. “Artinya, humas pemerintah dituntut meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi serta mempermudah akses informasi tersebut bagi masyarakat,”.

Jadi pada prinsipnya, pada era keterbukaan informasi publik, posisi pranata humas harus berperan penting dalam menjaga citra positif lembaga pemerintahan, agar sembilan program pemerintah Jokwi dan JK yang biasa disebut program “Nawa Cita” dapat dilaksanakan dengan penuh semangat kerja. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Penggunaan Teknologi  Informasi dan Komunikasi

Seiring semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi yang beredar di tengah masyarakat sebagai  akibat dari tuntutan zaman, humas harus mampu menggunakan perangkat teknologi tersebut, guna mendistribusikan inforrmasi kepada publik secara cepat, tepat dan efektif.

Para praktisi humas mengungkapkan bahwa dunia public relation  sedang memasuki masa kebangkitan dengan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Keberadaannya membuat para praktisi humas mampu mencapai sasarannya kepada publik secara langsung tanpa intervensi pihak-pihak yang dapat menghambat kegiatan komunikasinya.

Teknologi informasi dibutuhkan keberadaanya sebagai alat penunjang dan media. Dalam melaksanakan relasi/hubungan  yang baik, penggunaan teknologi informasi dapat memberikan ruang bagi praktisi humas dalam merealisasikan tujuan yang ingin dicapai. Contoh dari teknologi informasi yang digunakan dalam praktek public relation adalah komputer dan internet. Para praktisi humas dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan publik yang perlu mereka ketahui dan gunakan dalam relasinya.

Selain itu, teknologi komunikasi yang dapat digunakan dalam public relation adalah internet dan telepon. Internet bukan hanya sarana untuk mencari informasi, melainkan sarana yang baik untuk berkomunikasi. Misal, dengan e-mail, media social, website, semua kegiatan komunikasi dan hubungan dapat berjalan dengan lancar. Jadi dengan teknologi komunikasi, kemampuan untuk menyampaikan dan menerima pesan,  jauh lebih mudah dan efektif.

Humas Bersinergi dengan Wartawan

Humas pemerintah harus mampu bersinergi/bermitra dengan wartawan (Media Cetak, Media Elektronik dan Media Sosial), serta  lembaga pers lainnya dalam membantu pemerintah untuk menyebarluaskan informasi program pembangunan  kepada masyarakat.

Waktu menjabat sebagai Kepala Sub. Bagian : Kewartawanan, Pemberitaan dan Analisa Berita di Biro Dokumentasi dan Pers Media, Sekretariat Presiden, penulis selalu bersinergi dalam memberikan pelayanan peliputan kepada para Wartawan Kelompok Sekretariat Negara atau istilah singkatnya WKS.

Penulis dalam melaksanakan tugas kesehariannya selalu dekat dengan wartawan, baik itu wartawan pusat atau ibukota maupun wartawan daerah, serta  tidak ada jarak  dengan para wartawan. Penulis akrab dan selalu berdiskusi jika ada masalah/berita yang muncul ke permukaan yang sifatnya merugikan kedua belah pihak ( Pemerintah dan wartawan/Media ).

Salah satu contoh, misalnya ada kegiatan/acara Presiden di luar kota, seperti peresmian, peninjauan dan temu wicara. Penulis yang ditugaskan sebagai Tim Advance, selalu bekerjasama dengan Humas Daerah dalam mempersiapkan sarana dan prasarana untuk peliputan wartawan pusat dan Daerah, sehingga para wartawan merasa nyaman dan mudah dalam melaksanakan peliputan tersebut.

Jadi, pada prinsipnya bahwa sinergitas atau hubungan kemitraan antara Humas dan Wartawan dapat berjalan dengan baik dan tujuan dapat diwujudkan secara optimal, maka ada beberapa hal yang sangat penting dilaksanakan oleh setiap pejabat atau pranata humas, diantaranya : 1. Hubungan Humas dengan Wartawan bersifat professional; 2. Humas harus mengetahui seluk beluk wartawan, termasuk irama kerjanya wartawan serta fungsi media massa; dan 3. Humas harus memiliki kemampuan praktik jurnalisme seperti meliput wawancara, memotret, menulis berita langsung, berita khas (feature news) dan artikel.

Selain itu, humas harus mampu mengenali wartawan dan redaktur secara personal. Serta  humas jangan bersifat diskriminatif terhadap wartawan/media massa, namun harus memperlakukan secara adil terhadap wartawan.

Semoga Humas ke depan lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya. 

 Oleh : Alfurkon Setiawan  (Kepala Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Kabinet RI)

PEREBUTAN SUARA ABU-ABU, PRABOWO MENANG SEMENTARA DI GRESIK

Gresiknews1,Gresik - Hasil survey elektabilitas Capres-Cawapres terbaru oleh FCRC menunjukkan kemenangan Prabowo-Hatta. Survei yang dilaksanakan 20 sampai 27 Juni 2014, dengan jumlah responden sebanyak 272 yang disebar di 7 kecamatan termasuk Kecamatan kota. Metode survey dengan teknis multistage random sampling atau teknis pengambilan data dengan acak bertingkat. Dikatakan Dr. Abdul Chalik dalam pres rilisnya di sekretariat SAGAF di Perum Alam Bukit Raya gresik 27 Juni 2014, metode teknis ini dengan tingkat kesalahan atau margin of error hanya 0,43 persen.

Prabowo-Hatta tetap mengungguli Jokowi-JK dengan jarak yang signifikan, kendati Prabowo-Hatta mengalami peningkatan. Namun demikian, pemilih yang masih abu-abu ( belum menentukan pilihan ) jumlahnya masih sangat besar, sehingga masih bisa mengubah konstelasi persaingan. Survei Lembaga FCRC (Freedom Center for Research And Consultant) yang dirilis Sabtu 28 Juni 2014 menyimpulkan, elektabilitas Prabowo-Hatta sebesar 42 persen, sedang elektabilitas Jokowi-JK sebesar 34 persen. Atau terpaut 9 persen. Namun, pemilih yang belum menentukan sebesar 20 persen. 

Abdul Chalik juga memaparkan, survey ini meliputi tiga kategori, pertama pengguna hak pilih, yakni mulai dari usia dan pekerjaan. Kedua pasangan Capres dan Cawapres yang dipilih dan Ketiga siapa saja yang mempengaruhi pilihan. Dari survey tersebut banyaknya responden yang memilih pasangan Capres karena pengaruh adanya debat Capres dan Cawapres yang diadakan oleh KPU pusat. Dengan kata lain pengaruh besar para pemilih adalah dari pilihan sendiri. “ untuk pengaruh yang besar masih didominasi oleh pilihan sendiri dengan 43 persen, Lain-lain 21 persen, Tim sukses 8,8 persen, teman 7,0 persen, keluarga 8,0 persen dan Kyai/Guru hanya 8,8 persen”, jelas Chalik.

Pemilih dari kalangan pekerja dengan gajih dibawah 1 juta dan perempuan masih menjadi lumbung suara Jokowi-JK karena aspek kesantunan dan kelembutan. Sedang aspek peformen atau ketegasan dari Prabowo-Hatta sangat meyakinkan kaum laki-laki. Masih dengan Abdul Chalik, “ menariknya dalam kontek Gresik sendiri, dalam tingkat latar belakang pendidikan tinggi sendiri justru lebih tinggi memilih Jokowi-JK, lain lagi dengan masyarakat kota yang hamper 50 persen menyimak dengan baik dengan adanya debat Capres tersebut, sehingga ini mempengaruhi mereka untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta”, tambah Abdul Chalik.

Bisa dipastikan bahwa untuk kontek Gresik, kedua Cawapres ini harus berusaha semaksimal mungkin merebutkan suara abu-abu sebanyak 20 persen. Survei diambil dari 60% kota dan 40% dari desa diantaranya Wringinanom, Balongpanggang, Cerme, Ujung Pangkah, Bungah, Manyar dan Gresik. Dosen dan Ketua Lembaga Penelitian ( Lemlit ) UIN Sunan Ampel Surabaya ini menambahkan, “ sekali lagi dalam kontek Gresik, untuk saat ini masih pasangan Prabowo-Hatta mendominasi, tapi ingat pertaruhan angkah pemilih abu-abu masih 20 persen yang memungkinkan menangnya pemilu 9 Juli besok”, tutup Chalik dan berjanji akan memberikan hasil surveinya lagi pada 7 Juli mendatang.

Survei di atas diberdayakan oleh The Sunan giri Foundation (SAGAF), sebuah lembaga yang selama sekian tahun concern dengan pemberdayaan masyarakat terutama dibidang pelayanan publik. Dan merupakanpelayanan paling inovatif di Kabupaten Gresik, yakni The Sunan Giri Aword, “tahun ini merupakan tahun pemantapan dan replikasi secara nasional, perlu diingat survey diatas tidak ada unsure titipan atau sebagainya, ini inisiatif sendiri”, tutup Chalik .(gus)

KPU Berangkatkan Logistik ke Pulau Bawean

Gresiknews1,Gresik  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik memberangkatkan sejumlah logistik untuk Pemilu Presiden 9 Juli 2014 ke Pulau Bawean melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Dengan dikawal 2 personel anggota Sat Sabhara Polres Gresik, bersenjata lengkap. Logistik yang dikirim ke Pulau Bawean rencananya berangkat pada pukul 21.00 WIB dari Pelabuhan Paciran.

Komisi Divisi Logistik dan Perencanaan Keuangan KPU Gresik, Elvita Yulianty mengatakan, alasan diprioritaskan ke Pulau Bawean karena secara geografis lebih sulit dibanding daerah lainnya. Belum lagi ditambah kemungkinan ada ombak atau badai di laut.

"Distribusi logistik pemilu lebih diutamakan pada wilayah terpencil seperti Pulau Bawean yang letak geografisnya sulit dijangkau," katanya, Senin (23/6/2014).

Ia menjelaskan, ada puluhan item logistik untuk dikirim diantaranya kotak suara, bilik suara, alat coblos, daftar pemilihan tetap (DPT), formulir C1, dan formulir C1 PWP.

"Saya berharap pengiriman ke Bawean tuntas dalam minggu ini. Setelah rampung, kami juga mendistribusikan ke daerah lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Abdul Rokim menuturkan, untuk pengawalan distribusi logistik KPU pihaknya memang sudah menyiapkan personel secara bergantian.

"Dalam protapnya nanti untuk tiap pengiriman logistik dengan truk dikawal dua anggota bersenjata lengkap plus berkordinasi dengan polsek setempat," tandasnya.(Strn/Arb)

Tim Seleksi Anggota KPUD Gresik di PTUN-kan

Gresiknews1,GRESIK - Teguh Prasetyo Utamo, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, peserta seleksi calon anggota KPUDGresik menggugat keputusan Tim Seleksi (Timsel) KPUD Gresik dan KPU Provinsi Jawa Timur melalui Pengadilan Tingga Tata Usaha Negara (PTUN), Rabu (11/6/2014).

Gugatan itu karena keputusan Timsel dalam tahapan seleksi anggota KPUD Gresik melanggar PKPU Nomor 2 Tahun 2013, tentang tata cara seleksi yang tidak transparan.

"Gugatan ke Panitia Timsel dan KPUD Provinsi Jawa Timur ke PTUN karena melanggar PKPU Nomor 2 Tahun 2013, tentang tata cara seleksi, termasuk tidak transparan dalam penilaian. Gugatan ke PTUN bernomor registrasi 95/6/2014/TUN.SBY sudah kita dapatkan hari ini," kata Dewi Murniati, pengacara Teguh Prasetyo Utamo.

Menurut Dewi, gugatan ini meminta tergugat KPU Jatim untuk meninjau ulang kepuputusan Timsel calon anggota KPUD Gresik dan membatalkan 10 besar dan kembali ke 20 besar seleksi calon anggota KPUD Gresik yang dilakukan oleh KPUD Provinsi.

"Gugatan ini tidak terlambat. Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1986, proses gugatan tidak lebih dari 90 hari. Keputusan Timsel ke 20 besar baru dua pekan kemarin," katanya.

Sementara, Ketua Timsel calon anggota KPUD Gresik Abdul Chalik mengatakan, belum mendapatkan salinan gugatan PTUN tapi siap untuk memberikan penjelasan. "Kalau dipanggil siap menjelaskan," katanya.

Menurut Chalik, sampai saat ini KPU Jatim belum mengumumkan nama-nama yang terpilih menjadi komisioner KPUD Gresik. "Katanya hari ini diumumkan tapi belum ada," imbuhnya.

Sementara itu, pemilihan calon komisioner KPUD Gresik meski diributkan tetapi KPU Jatim tetap melakukan pelantikan Kamis (12/6/2014).

"Undangan pelantikan dari KPU Jatim besok (Kamis) sudah ada. Tempatnya di Gedung Grahadi," kata Sekertaris KPUD Gresik Ahmad Fahruddin.(ARZ)

5 Kebudayaan Indonesia yang ‘Mulai’ Hilang

Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi luhur pasti tahu dengan budaya yang akan dibahas ini, tapi belakangan kita bisa melihat, merasakan (bahkan mungkin mengalami) udah mulai berkurang. Jadi, kami coba angkat deh, supaya Anda mau mengembalikan budaya kita, menjadi budaya sesungguhnya!


Bob Marley Jadi Nama Spesies Parasit

"Gnathia Marleyi"
adalah parasit penghisap darah khas Karibia
 
ARKANSAS| GresikNews1 - Legenda musik reggae Bob Marley kini bergabung dengan Barack Obama dan Elvis Presley dalam kelompok pesohor yang namanya diabadikan untuk nama sejumlah spesies hewan.

Dalam kasus Bob Marley, nama musisi asal Jamaika itu diabadikan untuk spesies parasit bercangkang penghisap darah yang banyak menempel pada ikan-ikan di terumbu karang Karibia.

Spesies parasit ini kini dikenal dengan nama Gnathia marleyi. Mengapa nama Bob Marley yang dipilih?

"Saya memberi nama spesies ini yang merupakan keajaiban alam dengan nama Bob Marley karena rasa hormat dan kekaguman saya terhadap karya-karyanya," kata Paul Sikkel, seorang pakar biologi kelautan dari Universitas Arkansas.

"Selain itu spesies ini adalah keunikan Karibia seperti halnya Bob Marley," tambah Sikkel.

Gnathia marleyi muda biasanya bersembungi di antara puing karang, spon laut dan ganggang. Mereka biasanya menyerang ikan yang nantinya akan mereka jadikan tempat tinggal.

Parasit-parasit ini kemudian terus menerus makan hingga saat mereka mencapai taraf usia dewasa.

"Gnathia dewasa tidak makan sama sekali, namun mereka bisa bertahan hidup hingga tiga pekan hanya dari makanan terakhir mereka saat muda," papar Sikkel.

Penghisap darah  

Terumbu karang Karibia menurut Sikkel sangat rentan penyakit. Dan Sikkel mengatakan timnya tengah mempelajari hubungan antara kesehatan terumbu karang dan populasi gnathiid atau parasit-parasit bercangkang penghisap darah.

Golongan gnathiid, seperti halnya Marleyi, adalah parasit eksternal yang banyak hidup di terumbu-terumbu karang.

"Secara ekologi mereka sama dengan serangga penghisap darah di daratan atau nyamuk," tambah Sikkel.

Bob Marley, yang meninggal dunia pada 1981 lalu, merupakan pelopor musik asal Jamaika yang dikenal sebagai musik reggae.

Beberapa karyanya yang paling dikenal antara lain No Woman, No Cry dan Redemption Song.

Sementara, Presiden Barack Obama dijadikan nama untuk sejenis lumut sementara Evis Presley diabadikan untuk sejenis lebah.

Hasil penelitian Sikkel dan timnya seputar kehidupan Gnathia marleyi dalam jurnal Zootaxia. Penelitian ini didukung dan didanai Yayasan Sains Nasional.

Operasi Pasar Bersama Wabup Gresik Untuk Meninjau Dan Mengecek Harga Sembako Dimasa New Normal Dan Membagi Masker

  Gresik,  gresiknews1.com     . - Motto Berani Mengungkap Membantu Yang Belum Terungkap.  Pandemi Covid - 19  pada saat ini belum juga sirn...